Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan Kepercayaan Diri Berbicara Bahasa Inggris Santri melalui English Crush Program sebagai Inisiatif Pelatihan Berbasis Komunitas Mansyur; Murdia; Muhammad Yusran Basri; Muhammad Rifqi Syamsuddin; Agung Rinaldy Malik
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): AXIOLOGY: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Jurusan Bahasa Inggris

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program English Crush dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Haris Makassar sebagai upaya pemberdayaan santri untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara Bahasa Inggris. Pelatihan ini dirancang menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan metode pembelajaran berbasis komunitas melalui rangkaian kegiatan seperti confidence activation, pronunciation drills, peer mentoring, micro speaking practice, dan English Crush Challenge. Sebanyak 50 santri mengikuti program selama empat minggu dengan dua kali pertemuan setiap pekan. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kepercayaan diri, kelancaran, ketepatan, pengucapan, serta intonasi. Selain dampak linguistik, program ini juga mendorong perubahan sosial yang terlihat melalui munculnya pemimpin lokal, terbentuknya kelompok belajar mandiri, serta meningkatnya budaya berbahasa Inggris di lingkungan pesantren. Temuan ini menunjukkan bahwa English Crush Program efektif sebagai model pelatihan berbasis komunitas yang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga memperkuat kapasitas sosial dan motivasi belajar santri.
Peningkatan Kesiapan Karier Peserta Program Ausbildung melalui Pelatihan Pembuatan CV Berstandar Jerman Berbasis Canva Nursalam; Saleh, Nurming; Saud, Syukur; Malik, Agung Rinaldy; Darwis, Arisa
Paramacitra Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 03 Nomor 01 (November 2025)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/pjpm.v3i01.421

Abstract

Curriculum Vitae (CV) merupakan salah satu indikator utama kesiapan peserta dalam mengikuti program Ausbildung di Jerman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyusun CV berstandar Jerman melalui pelatihan pembuatan CV berbasis Canva. Pelatihan dilaksanakan di Blickpunkt Institute (BPI) dan disusun secara sistematis melalui lima tahapan utama: analisis kebutuhan, penyampaian materi teoretis mengenai struktur CV Jerman, pelatihan teknis penggunaan Canva, praktik mandiri dan pendampingan revisi, serta evaluasi hasil pelatihan. Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini dan dievaluasi menggunakan angket skala Likert delapan indikator. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman struktur CV, keterampilan desain visual, kemampuan menyusun informasi secara sistematis, serta kesiapan karier. Data evaluasi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,43 yang berada pada kategori “sangat baik”. Indikator tertinggi adalah manfaat pelatihan bagi pengembangan karier (4,60) dan kejelasan pendampingan fasilitator (4,55), sedangkan indikator lain seperti kemudahan penggunaan Canva, relevansi materi, dan kepuasan peserta terhadap hasil CV juga memperoleh skor tinggi. Visualisasi hasil menunjukkan dominasi jawaban “setuju” dan “sangat setuju”, memperkuat bukti bahwa pelatihan berhasil memenuhi kebutuhan peserta. Secara keseluruhan, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital, kemampuan desain CV profesional, dan kesiapan peserta mengikuti proses seleksi Ausbildung
PELATIHAN VISUAL STORYTELLING ARSITEKTUR UNTUK PEMANDU WISATA LOKAL DI KAWASAN DELTA LAKKANG Marsa, Ivan Fachrul; Abidah, Andi; R, Andi Yusdi Dwiasta; Darwis, Arisa; Malik, Agung Rinaldy
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pelatihan Visual Storytelling Arsitektur di Delta Lakkang dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi pemandu wisata lokal dalam memahami, menginterpretasi, dan menyampaikan narasi berbasis arsitektur tradisional Bugis-Makassar secara informatif dan menarik. Pelatihan ini mencakup materi teori arsitektur lokal, teknik penyusunan narasi visual, penggunaan media digital, praktik pembuatan storyboard, serta simulasi pemanduan di lapangan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada berbagai aspek kompetensi peserta, antara lain pemahaman konsep arsitektur (90%), kemampuan menyusun narasi visual (75%), penggunaan media digital (70%), kepercayaan diri dalam pemanduan (85%), dan kemampuan kerja sama (95%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik, kolaboratif, dan visual efektif dalam membangun kapasitas interpretatif dan komunikatif pemandu wisata lokal. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan perangkat digital dan variasi literasi teknologi, kegiatan ini tetap memberikan hasil positif dan menjadi model pemberdayaan yang relevan bagi pengembangan desa wisata berbasis budaya. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pendampingan teknis yang lebih mendalam guna mendukung promosi wisata arsitektur dan pelestarian budaya lokal di Delta Lakkang.
Exploring Student Perspectives on the Multimodal Transformation of Language Learning Through Artificial Intelligence in Indonesia Agung Rinaldy Malik
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 2 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of language learning in Indonesia is increasingly influenced by artificial intelligence (AI), which offers multimodal approaches and content adaptation to enhance the efficiency and effectiveness of education. This article explores the application of AI in language education, highlighting how this technology enables a more personalized learning experience through the integration of diverse media (text, sound, images, and video), tailored to individual learning styles. The research employs a qualitative approach using semi-structured interviews to explore students' experiences, perceptions, and views on the use of AI in language learning. From the students' perspective, AI accelerates the learning process by providing instant feedback, which helps develop speaking, writing, and vocabulary comprehension skills. This multimodal approach also supports a deeper mastery of cultural contexts. Despite challenges related to infrastructure and cultural barriers, AI holds significant potential to expand access to language education, particularly in remote areas. Students, as direct beneficiaries, experience a significant shift in how they learn languages, with greater opportunities for independent and adaptive learning. The article also discusses the importance of AI-based content adaptation that aligns with learners' specific needs, enhancing the overall educational experience.
Perceptions of ai-based language learning tools: a case study on student adaptability and learning strategies Agung Rinaldy Malik
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2025): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid integration of artificial intelligence (AI) into higher education has transformed how students approach language learning tasks. This study investigates university students’ perceptions of AI-based language learning tools, focusing on how these technologies influence their adaptability and learning strategies. Employing a qualitative case study design, data were collected from semi-structured interviews and reflective journals involving sixteen undergraduate students from various disciplines at an Indonesian public university. Thematic analysis revealed three key themes: perceived benefits and limitations of AI tools, diverse adaptive responses to automated feedback, and varying degrees of strategic engagement. Findings show that while student ts generally appreciate the efficiency and support offered by AI applications, their level of critical engagement and adaptability varies significantly. Some students actively cross-check AI feedback and adjust their strategies thoughtfully, whereas others tend to accept suggestions passively, which may hinder deeper language development. The study highlights the need for explicit AI literacy training and pedagogical frameworks that foster critical and reflective use of AI tools in language learning contexts. These insights contribute to ongoing discourse on responsible AI integration in education and offer practical implications for educators and policymakers aiming to balance technological affordances with the cultivation of independent learning skills.
ChatGPT as a Cognitive Tool in Sociology: Students’ Perceptions and Its Impact on Academic Writing Practices Agung Rinaldy Malik
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2580

Abstract

This study examines how undergraduate sociology students perceive and use ChatGPT as a cognitive tool in their academic writing, focusing on its influence on reasoning, writing strategies, and ethical judgment. Using a qualitative case study design, data were collected from 18 sociology students through in-depth semi-structured interviews and comparative analysis of writing samples produced with and without ChatGPT. Thematic analysis generated three key findings. First, students described ChatGPT as cognitive scaffolding that helped them clarify abstract sociological concepts, generate ideas, and articulate theoretical explanations more coherently. Many viewed the tool as a “thinking companion” that reduced conceptual barriers when engaging with complex theories. Second, ChatGPT contributed to shifts in writing strategies, with students moving from unstructured drafting to more systematic practices such as outlining, coherence checking, and iterative refinement. These changes were evident in writing samples, which demonstrated clearer argumentation and improved organization after AI-assisted drafting. Third, students negotiated a tension between assistance and dependence. While recognizing the tool’s benefits, they expressed concerns about losing their academic voice, weakening critical thinking, or relying too heavily on AI-generated structures. Consequently, they adopted selective strategies, including verifying theoretical content and revising AI-generated text. ChatGPT emerged as a supplementary cognitive partner rather than a replacement for sociological reasoning. The findings underscore the need to integrate AI literacy into sociology curricula to promote critical and ethical AI use in academic writing.