Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KREATIFITAS GURU DALAM MENGKOMBINASIKAN BERBAGAI METODE PADA MATA PELAJARAN FIQH Fatimatuzzahro, Rima; Hermawan, Iwan; Farida, Nur Aini; pengelola, pengelola
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 31 No. 02 (2024): Oktober
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v31i02.629

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui kreatifitas guru dalam mengkombinasikan metode pada mata pelajaran Fiqh di MAN 2 Karawang, untuk mengetahui faktor penunjang dan penghambat kreatifitas guru dalam mengkombinasikan berbagai metode pada mata pelajaran Fiqh di MAN 2 Karawang, ntuk mengetahui dampak dari kreatifitas guru dalam mengkombinasikan berbagai metode pada mata pelajaran Fiqh di MAN 2 Karawang. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Karawang. MAN 2 Terletak di Jl. Raya Syeh Quro, Palumbonsari, Kec. Karawang Timur Kab. Karawang. Penelitian ini dilaksanakan sejak tanggal 20 Februari sampai 24 Februari 2023. Peneliti lebih memfokuskan pada data kualitatif dalam melakukan penelitian ini. Dengan instrument pengumpulan data menggunkan wawancara, observasi, dokumentasi.
Pemanfaatan Media Kahoot untuk Evaluasi Pembelajaran Fiqh pada Siswa Kelas X di MAN 2 Karawang Putri, Rika Amalia; Hermawan, Iwan; Farida, Nur Aini; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 6 No 02 (2024): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v6i02.705

Abstract

There are several things that encourage the writer to be interested in examining the problems in this research, namely: The implementation of evaluations in schools is still very monotonous. At the Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang school, the evaluation still uses ordinary written tests, so that it makes students easily bored in carrying out learning evaluations, especially in evaluating Fiqh learning. This is evidenced by the knowledge of students who do not understand material about buying and selling, khiyar, greetings and hajr. In overcoming problems in the process of implementing learning evaluation, it is necessary to have a learning media, in increasing student learning motivation there are several media that can be used by students, one of which is using kahoot media. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri Karawang which is located at Jl.Syech Quro Km.5 No.1 Plawad, Palawad, Kec.Karawang Timur, Kab.Karawang Prov.Jawa Barat. for this research was carried out from February 20 to February 24, 2023. Researchers focused more on qualitative data in conducting this research. With data collection instruments using interviews, observation, documentation
PENGUATAN SIKAP EMPATI SISWA MELALUI PROGRAM PEMBIASAAN BERINFAQ DI SMPN 2 TELUKJAMBE TIMUR Amalya, Kanaya; Hermawan, Iwan; Farida, Nur Aini; pengelola, pengelola
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 7 No 01 (2025): Juni
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/tabyin.v1i01.933

Abstract

Empathy is part of the low character of students, therefore, education needs to strengthen empathy for each student through a habituation program that can be used as the most appropriate solution to prevent a decrease in empathy in students. This research aims to find out how to strengthen empathy through the habituation program, to find out the supporting factors and inhibiting factors for strengthening empathy through the habituation program, to determine the impact of strengthening empathy through the habituation program, this research is located at SMPN 2 Telukjambe Timur. This study uses a descriptive qualitative research method. The data collection procedures used are observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of this study, it shows that the infaq habituation program has been implemented for approximately 8 years at SMPN 2 Telukjambe Timur. In the implementation of the infaq habituation program, it has been carried out to date due to supporting factors including: 1) Motivation 2) Understanding and the basics of religion become a guideline 3) continuous 4) teamwork. The inhibiting factors are the lack of awareness in students and the non-participation of parents in giving extra pocket money to spend.
Fleksibilitas Peran Kesiswaan dalam Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Al-Muslih Telukjambe Sa'adah, Naila Waridatus; Ihsan, Fatihul Noer; Mustafidah, Hidayatul; Arrayyan, Muhammad Faisal; Farida, Nur Aini
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1849

Abstract

Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh, namun keterbatasan tenaga konselor di sejumlah sekolah menyebabkan fungsi layanan tersebut tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk fleksibilitas peran kesiswaan dalam mendukung pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe, serta menganalisis mekanisme koordinasi dan dampaknya terhadap efektivitas layanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru kesiswaan, wali kelas, dan perwakilan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan BK di SMP Al-Mushlih Telukjambe dilakukan secara fleksibel dengan melibatkan bidang kesiswaan sebagai perpanjangan tangan guru BK. Kesiswaan berperan sebagai mediator konflik, pelaksana penanganan kasus bullying, penggerak perubahan perilaku, serta menjadi titik kontak utama siswa dalam menghadapi permasalahan. Fleksibilitas ini muncul karena kebutuhan sekolah untuk menutupi kekosongan peran konselor profesional, dan didukung oleh pendekatan emosional yang humanis serta penerapan prosedur disiplin yang jelas. Meskipun model ini efektif dalam menciptakan rasa aman dan keterbukaan siswa, tantangan tetap ada pada konsistensi perilaku siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, serta keterbatasan ruang privat untuk konseling. Dengan demikian, fleksibilitas peran kesiswaan dapat menjadi strategi alternatif dalam mengoptimalkan layanan BK di sekolah dengan sumber daya terbatas, dengan catatan perlu adanya pelatihan dasar konseling bagi guru non-BK dan penyediaan fasilitas yang menjamin asas kerahasiaan layanan.
Implemetasi Teori Motivasi Abraham Maslow dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ningtyas, Dea Tara; Farida, Nur Aini; Firadilah, Ais
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 6 No 1 (2022): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v6i1.5311

Abstract

The success of Islamic religious learning is based on achievements that are prioritizing character-building aspects, conscience, and concern for social phenomena in society. In order to achieve them, teachers must emphasize the students' learning motivation and engagement in the learning process by employing a humanist approach to learning. One of these approaches was initiated by Abraham Maslow in the form of a motivation theory or a theory centered on meeting student needs. This study aimed to describe the implementation of Abraham Maslow's motivation theory in Islamic religious learning. This qualitative study employed field research which collected data from direct interviews with Islamic religious teachers and seventh-grade students, and essential data relating to the variables studied from observation and documentation. The analysis used in this research was the phenomenology approach and the text related to it. Based on the findings, it was stated that the implementation of Abraham Maslow's motivation theory has been fully implemented. These needs were the fulfillment of physiological needs; fulfillment of security needs, love and affection needs, social needs, and self-actualization needs. By fulfilling these needs, students not only acquire good learning outcomes but also can develop their potential in other fields well.
Analisis Peran Layanan BK Dalam Membentuk Karakter Dan Kemandirian Siswa Di SMPN 1 Telagasari Nurhalizah, Aulia; Hasanah, Maulida; Maya; Robiaturrifa, Muthia; Farida, Nur Aini
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam menunjang perkembangan peserta didik di SMP Negeri 1 Telagasari. Fokus penelitian diarahkan pada bentuk layanan yang diterapkan, peran guru BK, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan BK di SMP Negeri 1 Telagasari terlaksana dengan baik dan terintegrasi dengan kegiatan sekolah. Layanan yang diberikan meliputi bimbingan klasikal, konseling individu, konseling kelompok, serta advokasi terhadap siswa. Faktor pendukung pelaksanaan layanan BK meliputi dukungan kepala sekolah, fasilitas ruang BK yang memadai, serta kolaborasi antara guru BK, wali kelas, dan orang tua. Sementara itu, faktor penghambat yang ditemukan adalah karakter siswa yang masih labil, keterbatasan waktu guru BK, dan pengaruh penggunaan gawai di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, layanan BK berperan signifikan dalam membantu siswa mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, serta menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah.
Analysis of the Effectiveness of Implementing Guidance and Counseling Services at SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman Arya Wiradarma Saputra; Azzahra Arrohma; Fairuz Sausan Kamil; Fitria Nursani Rofifah Supriyadi; farida, Nur Aini
Nosipakabelo: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol. 6 No. 02 (2025): NOSIPAKABELO: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING KEISLAMAN
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/nosipakabelo.v6i02.4372

Abstract

Observation of Guidance and Counseling at SMPIT ‘Abdan Syakuro Lampu Iman aims to enable compilers to know and understand the implementation of BK services, ongoing programs at schools as well as supporting and inhibiting factors while BK services and programs are running. The data collection technique of this study used observation techniques and semi-structured interviews. The interviewees included a BK teacher and two 9th grade students. Based on the results of interviews with BK teachers and service students provided by Guidance and Counseling at the school, there are three services, namely personal services, social services and academic services. In order for this service to run effectively, BK teachers collaborate with homeroom teachers to work together to serve students' guidance and counseling needs. One of the challenges for BK teachers is that there are some students who are less cooperative with BK teachers. As for the statements of BK service students at SMPIT ‘Abdan Syakuro, it has gone well, such as serving students who want to consult on personal and other issues and helping students to develop their potential interests and talents. Overall, BK services at this school function well as a tool to develop students' potential and overcome problems, with the hope that they can continue to be optimized through a more intensive approach and ongoing cooperation