Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KORELASI USIA DENGAN SKOR KEPARAHAN DERMATITIS ATOPIK PADA PASIEN DI RUMAH SAKIT IBNU SINA MAKASSAR TAHUN 2022-2024 Dian Febriyanti Nur; Berry Erida Hasbi; Sri Vitayani; Dian Amelia Abdi; Dahliah
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 7 No 03 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v7i03.377

Abstract

ABSTRAK Dermatitis atopik merupakan penyakit kulit inflamasi kronis yang prevalensinya terus meningkat dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi usia dengan skor keparahan dermatitis atopik pada pasien di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar periode 2022–2024. Penelitian dilakukan dengan desain observasional analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien dengan diagnosis dermatitis atopik yang tercatat dalam rekam medis, dengan penilaian tingkat keparahan menggunakan skor SCORAD. Data dianalisis secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test karena ukuran sampel kecil. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dermatitis atopik sebesar 4,05% dari total kunjungan, dengan mayoritas penderita berada pada kelompok usia dewasa 17 sampel (81%) dan berjenis kelamin perempuan 13 sampel (61,9%). Tingkat keparahan sebagian besar berada pada kategori sedang 13 sampel (61,9%). Uji statistik menghasilkan p-value 0,253 sehingga tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia dengan skor keparahan dermatitis atopik. Simpulan penelitian ini adalah bahwa usia bukan merupakan faktor yang berhubungan langsung dengan tingkat keparahan dermatitis atopik pada populasi penelitian, meskipun distribusi kasus lebih banyak ditemukan pada kelompok usia dewasa. ABSTRACT Atopic dermatitis is a chronic inflammatory skin disease with increasing prevalence that significantly impacts patients’ quality of life. This study aimed to determine the correlation between age and the severity score of atopic dermatitis among patients at Ibnu Sina Hospital Makassar during 2022–2024. The research employed an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all patients diagnosed with atopic dermatitis recorded in medical records, while disease severity was assessed using the SCORAD index. Data were analyzed univariately for frequency distribution and bivariately using Fisher’s Exact Test due to the small sample size. The results showed that the prevalence of atopic dermatitis was 4.05% of total outpatient visits, with the majority of patients being adults (81%) and females (61.9%). Most patients had moderate severity (61.9%). Statistical analysis revealed a p-value of 0.253, indicating no significant correlation between age and the severity score of atopic dermatitis. In conclusion, age was not directly associated with disease severity in this study population, although the majority of cases were found in adults.
Literature Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ulkus Dekubitus pada Pasien Stroke Erfrosina, Salsabila; Hermiaty Nasaruddin; Muhammad Wirawan Harahap; Mochammad Erwin Rachman; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.573

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering mengakibatkan komplikasi serius, salah satunya ulkus dekubitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ulkus dekubitus pada pasien stroke melalui literature review. Data diperoleh dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional antara 2018 hingga 2025. Faktor yang mempengaruhi ulkus dekubitus dibagi menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk usia, status gizi, tingkat kesadaran, lama rawat inap, dan frekuensi reposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut berkaitan dalam meningkatkan risiko ulkus dekubitus pada pasien stroke. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk intervensi pencegahan yang lebih efektif dalam perawatan pasien stroke.
Implementasi Program Bakti Sosial Mahasiswa Kedokteran sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat: (Studi Kegiatan Fakultas Kedokteran UMI Bersama BEM KBMFK Universitas Muslim Indonesia Tahun 2025) Nasrudin Andi Mappaware; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Wawan Susilo; Faizul A; Andi Alamanda Irwan; M. Hamsah; Berry Erida Hasbi; Indah Lestari Daeng Kanang; Prema Hapsari Hidayati; Anna Sari Dewi; Dwi Anggita; Sidrah Darma; Nevi Sulvita Karsa; Zulfikri Khalil Novriansyah; Mohammad Reza Zainal Abidin; Muhammad Fauzul Azhim; Astra Budiati Nusrat; Muhammad Irsan Muflih Mundzir; Mufthiar Muhtar; Rizky Nurhumairah Sarifuddin; Wulan Purnamasyani S; Waode Inayatu Zahra Khairunnufus
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i2.11053

Abstract

The Grand Social Service (Bakti Sosial Akbar) organized by KBMFK-UMI is an initiative that reflects the academic community's empathy and care for society, especially those in need. The activity aims to express a sense of social responsibility by providing various services to the community. These services include health checks, education, blood donation drives, mass circumcision, Basic Life Support (BLS) training, and the distribution of the Susu Anak Negeri (SUSAN) program. Through these efforts, the event seeks to alleviate some of the burdens faced by local communities while promoting health awareness and knowledge. In addition to offering essential services, this event is designed to strengthen relationships among students, faculty members, and the local residents by fostering a spirit of togetherness and collaboration. The implementation of this community service activity is made possible by the full support of the academic community at the Faculty of Medicine, Universitas Muslim Indonesia, ensuring that all activities are carried out effectively and precisely. It is expected that the positive outcomes of this event will not only benefit the community but also contribute to building a stronger sense of social solidarity and cooperation among all involved.