Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROSES PERKEMBANGAN OTAK SERTA PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAPAT PENDIDIKAN Firdaus, Khairul; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Hakim, Rosniati
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Regular Issue
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v10i1.369

Abstract

Perkembangan otak manusia merupakan proses yang sangat kompleks dan melibatkan interaksi dinamis antara faktor genetik dan lingkungan. Proses ini dimulai sejak fase prenatal, di mana pembentukan dan diferensiasi sel-sel saraf terjadi, dan berlanjut hingga usia dewasa dengan berbagai tahap perkembangan yang menentukan fungsi kognitif, emosional, dan sosial individu.Tahapan perkembangan otak manusia dimulai sejak trimester pertama kehamilan, di mana pembentukan struktur dasar otak berlangsung. Pada fase ini, faktor genetik berperan besar dalam menentukan pola pertumbuhan sel dan jaringan saraf. Namun, lingkungan prenatal, seperti asupan nutrisi ibu, paparan terhadap zat berbahaya, dan tingkat stres ibu, juga memiliki dampak signifikan. Memasuki masa bayi dan anak-anak,
MENYELAMI CAKRAWALA OTAK: JEJAK NEUROSAINS DALAM RIMBA PENDIDIKAN Dafril, Dafril; Johardi, Johardi; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Hakim, Rosniati
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 4 (2025): Vol. 7 No. 4 Edisi 1 Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i4.3237

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara ilmu neurosains dan dunia pendidikan dalam upaya membangun pendekatan pembelajaran yang ilmiah, humanistik, dan kontekstual. Neurosains sebagai ilmu tentang cara kerja otak memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana manusia belajar secara kognitif, emosional, dan sosial. Artikel ini menelusuri kontribusi neurosains dalam merancang desain pembelajaran berbasis otak (brain-based learning), meluruskan mitos-mitos populer yang keliru tentang otak (neuromitos), serta mengulas tantangan epistemologis, bias ilmiah, dan keterbatasan dalam implementasi konsep-konsep neurosains di lapangan. Selain itu, artikel ini juga mengangkat pentingnya integrasi neurosains dengan pendidikan Islam melalui pendekatan spiritual dan etis yang berakar pada nilai-nilai wahyu. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, artikel ini menegaskan bahwa sinergi antara ilmu neurosains dan nilai-nilai pendidikan yang holistik dapat membuka cakrawala baru dalam membangun sistem pendidikan yang adil, adaptif, dan memanusiakan.Kata Kunci: Neurosains, Pendidikan, Brain-Based Learning, Neuroedukasi, Pendidikan Islam
EMOTIONAL AWARENESS IN ISLAM: STUDY OF THE QUR'AN, HADITH, AND NEUROSCIENCE Syofrianisda, Syofrianisda; Yondrizal, Yondrizal; Hakim, Rosniati; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 4 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v4i2.358

Abstract

Emotional awareness is an individual's ability to consciously understand, recognize, and manage emotions. In Islam, the concept of emotional control receives significant attention, as reflected in the Quran and Hadith. This article aims to examine the alignment of Islamic teachings with modern neuroscience findings regarding the brain's mechanisms for processing emotions. A literature review approach was used to analyze Quranic verses, the Prophet's Hadith, and contemporary neuroscience research. The study's findings indicate that Islam not only regulates outward behavior but also encourages emotional control as part of worship and character building.
Muhammadiyah dan Gerakan Perubahan: Tinjauan pada Aspek Sosial, Islam, dan Tajdid Afriandi, Budi; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.522

Abstract

Penelitian ini meneliti dasar keagamaan dan metode keilmuan gerakan Islam Muhammadiyah di Indonesia. Dengan pendekatan deskriptif analisis dan menggunakan data dari berbagai referensi kepustakaan, penelitian ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah, yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan pada tahun 1912, berakar pada ajaran Islam dan berusaha menegakkan prinsip-prinsip Al-Qur'an dan Sunnah. Dengan fokus pada dakwah amar ma'ruf nahi munkar, Muhammadiyah berkembang pesat dan mendirikan sekolah-sekolah modern di seluruh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan metode kepustakaan kepustakaan yang mengandalkan data dari berbagai referensi tertulis, seperti buku atau jurnal. Pendekatannya adalah analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah walaupun di tengah arus globalisasi, Muhammadiyah mengadopsi konsep "Islam Berkemajuan" yang menekankan nilai-nilai kemanusiaan universal dan identitasnya sebagai gerakan reformis yang memajukan Islam Indonesia melalui kajian kritis terhadap Al-Qur'an. Meskipun disebut dengan berbagai identitas, seperti Islam Modernis, Reformis, dan Murni, Muhammadiyah tetap menjadi salah satu gerakan Islam yang signifikan di Indonesia. Sebagai Gerakan Sosial, Muhammadiyah berupaya memperjuangkan pemurnian ajaran Islam dan perubahan positif dalam masyarakat melalui pendidikan dan berbagai kegiatan sosial. Meskipun menghadapi tantangan, Muhammadiyah terus beradaptasi dan melakukan refleksi diri untuk menjalankan perannya sebagai agen perubahan sosial dan keagamaan yang penting dalam masyarakat.
Pemahaman Anatomi Sistem Syaraf Pusat dalam Perspektif Islam:: Integrasi Ilmu Kedokteran dan Filsafat Islam Wulandari, Wulandari; Hakim, Rosniati; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2154

Abstract

Pemahaman anatomi sistem saraf pusat merupakan aspek fundamental dalam ilmu kedokteran modern. Namun, dalam perspektif Islam, kajian mengenai sistem saraf pusat tidak hanya terbatas pada aspek biologis semata, tetapi juga mencakup dimensi filosofis dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ilmu kedokteran dan filsafat Islam dalam memahami anatomi sistem saraf pusat, serta mengeksplorasi keterkaitannya dengan konsep ruh, akal, dan kesadaran dalam ajaran Islam. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif dengan analisis literatur dari sumber-sumber kedokteran, filsafat Islam klasik, serta tafsir Al-Qur’an dan hadis yang berkaitan dengan fungsi otak dan sistem saraf pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Islam, sistem saraf pusat tidak hanya bertanggung jawab atas fungsi kognitif dan sensorimotorik, tetapi juga berperan dalam aspek spiritualitas manusia. Pemikiran ulama seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Al-Ghazali turut memberikan kontribusi dalam memahami hubungan antara otak, jiwa, dan kesadaran.
Internasionalisasi Muhammadiyah Eliyadi, Eliyadi; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi islam yang berdiri pada tahun 1912 di kampung Kauman Yogyakarta. Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis yang lebih dikenal dengan KH. Ahmad Dahlan. Tujuan utama dari organisasi muhammadiyah pada mulanya yaitu untuk mengajak umat islam di Indonesia agar kembali pada ajaran islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan al-qur’an dan hadits, bertempat di rumah KH. Ahmad Dahlan sebagai tempat berkumpul untuk mempelajari tentang agama islam, meskipun mendapat berbagai tantangan. Perkembangan Muhammadiyah sangat pesat dan meluas menjadi organisasi yang besar bergerak di berbagai bidang, seperti bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial. Muhammadiyah mendirikan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren muhammadiyah, rumah sakit dan klinik, perguruan tinggi, panti asuhan, masjid dan sebagainya. Besarnya kontribusi positif yang diberikan oleh muhammadiyah semakin berkembang, bahkan sampai ke luar negeri atau dengan istilah internasionalisasi muhammadiyah. Tujuan penelitian ini untuk menggali informasi tentang peran muhammadiyah dalam kancah internasional, dengan metode penelitian kepustakaan. Dari penelitian diketahui bahwa ada beberapa strategi dalam upaya internasionalisasi muhammadiyah, serta dampak dari internasionalisasi muhammadiyah.
MUHAMMADIYAH JAWA DAN LANDASAN KULTURAL UNTUK ISLAM BERKEMAJAUAN Anwar Pahutar, Agus; Karim Elhusein, Syofwan; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Yasrah Dalimunthe, Rahma
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 9, No 1 (2024): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v9i1.214-234

Abstract

Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terkemuka di Indonesia, telah memainkan peran penting dalam pembentukan dan evolusi Islam di Jawa, Indonesia. Sejak didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 di Yogyakarta, Muhammadiyah telah berkomitmen pada misi memurnikan praktik Islam dengan menolak pengaruh tradisi lokal yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam murni. Organisasi ini mengadvokasi pendekatan berbasis teks suci, yaitu Al-Qur'an dan Hadis, dan menekankan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial sebagai sarana untuk memajukan masyarakat. Dalam kajian ini, kami menyelidiki bagaimana Muhammadiyah berinteraksi dengan kultur Jawa, yang terkenal dengan kekayaan tradisi dan sinkretismenya. Kami menjelajahi tantangan dan strategi Muhammadiyah dalam mengadaptasi dan kadang-kadang menolak aspek-aspek tertentu dari budaya Jawa dalam upayanya untuk menegakkan versi Islam yang dianggap lebih 'murni'. Fokus utama dari penelitian ini adalah pada dinamika antara pemeliharaan identitas keagamaan dan kebutuhan adaptasi kultural, yang tercermin dalam pendekatan Muhammadiyah terhadap pendidikan, aktivisme sosial, dan partisipasi dalam politik lokal. Analisis ini juga membahas bagaimana Muhammadiyah berusaha menciptakan "Islam Berkemajuan", yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan modernitas dan responsif terhadap perubahan sosial. Dengan mengkaji peran Muhammadiyah di Jawa, penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana organisasi keagamaan bisa mempengaruhi dan di pengaruhi oleh konteks kulturalnya, serta implikasinya terhadap pembentukan wajah Islam kontemporer di Indonesia. Kajian ini penting untuk memahami interaksi antara agama dan budaya dalam konteks pluralistik dan dinamis di Indonesia.
Muhammadiyah Berkemajuan: Najib Burhani Prespektif Anzalman, Anzalman; Elhusein, Shofwan Karim; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi; Dahlan, Dasrizal; Thaheransyah, Thaheransyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 3 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i3.12709

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep "Muhammadiyah Berkemajuan" sebagaimana dipahami oleh Najib Burhani, seorang akademisi terkemuka yang mendalami dinamika Muhammadiyah. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, terus berusaha untuk memajukan masyarakat melalui berbagai bidang. Burhani menekankan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" mencakup aspek pemikiran, praksis sosial, dan kontribusi global. Dalam hal pemikiran, Muhammadiyah diharapkan mengembangkan ide-ide yang inklusif, progresif, dan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari segi praksis sosial, organisasi ini berfokus pada inovasi dalam pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan program sosial lainnya. Selain itu, Burhani menyoroti pentingnya peran Muhammadiyah dalam dialog peradaban dan kerja sama internasional untuk menghadapi isu-isu global. Konsep ini mengajak Muhammadiyah untuk tetap relevan dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa di tingkat lokal dan global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Muhammadiyah Berkemajuan" adalah paradigma yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan dinamika perubahan zaman, mendorong inovasi dan adaptasi dalam berbagai aspek kehidupan.
Muhammadiyah Minangkabau : Gerakan Ulama cum Pedagang Firdaus, Khairul; Ras Bumi, Hengki; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13623

Abstract

Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang didirikan pada akhir abad ke-19 oleh KH Ahmad Dahlan. Dalam perkembangannya Muhammadiyah sejak berdirinkan sangat berkembangan dengan pesat yang pada awalnya Muhammadiyah hanya berkembangan di pulau jawa dan kebembang di seluruh Indonesia termasuk di Sumatera Barat yang di dirikan oleh Syekh Abdul Karim Abdullah pada tahun 1925 M di Maninjau. Pendirian Muhammadiyah merupakan respons terhadap kondisi sosial dan politik pada masanya, dengan tujuan utama untuk mengembangkan pendidikan, sosial, dan keagamaan masyarakat muslim. Dalam sejarah organiasasi di Indonesia Muhammadiayah mempunyai pengaruh yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat Sumatera Barat. Jurnal ini membahas Perkembangan Muhammadiyah di Minang Kabau (Sumatera Barat), serta kontribusinya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, serta tantangan yang dihadapi di era modern.
Islam Law Review About Applications of Contraception Vasetomy and Tubectomy Methods to Muslim Community in West Sumatera Dahlan, Dasrizal; Jusmawati, Jusmawati
Alhurriyah Vol 7 No 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v7i1.5368

Abstract

The population of Indonesia, the majority of whom are Muslims, automatically become participants in the Family Planning Program. The Family Planning Program has offered various contraceptives, some of which are allowed to be used by Muslims and those that are not. Contraceptive devices for Muslim women are IUD, Pills, Injectable Drugs, Implants, and other traditional methods, while those that are not allowed for Muslim women are Menstrual Regulation, Abortion, Ligasituba which binds the oviduct sac, and tubectomy, namely lifting the ovum place called the sterilization. Men can use condoms and vasectomy. Sterilization for both men (vasectomy) and women (Tubectomy) according to Islam is haram (forbidden) because it causes permanent infertility. Sterilization can be done if the family planning participant is at risk if using other contraceptive methods or other contraceptive methods fail to regulate birth. Based on the problems above, this study wants to reveal how the application of contraception devices for vasectomy and tubectomy by acceptors to the Muslim community of West Sumatra. Data was collected using documentation and interview techniques, while data analysis was carried out using qualitative descriptive techniques. The results of the study revealed that the use of vasectomy and tubectomy contraceptives was generally based on considerations of the wife's health and adjusted to the doctor's recommendations.Penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam dengan sendirinya menjadi peserta program Keluarga Berencana Program Keluarga Berencana telah menawarkan bermacam-macam alat kontrasepsi, yang boleh dipakai oleh umat Islam ada pula yang tidak boleh. Alat kontrasepsi untuk wanita Islam adalah, IUD, Pil, Obat Suntik, Susuk dan cara-cara tradisional lainnya, sedangkan yang tidak boleh untuk wanita Islam adalah Menstrual Regulation, Abortus, Ligasituba yang mengikat saluran kantong ovum dan tubektomi yakni mengangkat tempat ovum yang disebut dengan sterilisasi. Laki-laki dapat memakai kontap kondom dan vasektomi. Sterilisasi baik untuk laki-laki (Vasektomi) maupun untuk wanita (Tubektomi) menurut Islam pada dasarnya haram (dilarang) karena mengakibatkan kemandulan yang tetap. Sterilisasi dapat dilakukan jika peserta KB beresiko jika memakai alat kontrasepsi lainnya atau alat kontrasepsi lain itu gagal mengatur kelahiran. Berdasarkan permasalahan di atas maka penelitian ini ingin mengungkap bagaimana penerapan alat kontrasepsi KB Vasektomi dan Tubektomi oleh aseptor pada komunitas Muslim Sumatera Barat.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi vasektomi dan tubektomi secara umum didasarkan pada pertimbangan kesehatan istri dan disesuaikan dengan rekomendasi dokter.