Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Islam Law Review About Applications of Contraception Vasetomy and Tubectomy Methods to Muslim Community in West Sumatera Dahlan, Dasrizal; Jusmawati, Jusmawati
Alhurriyah Vol 7 No 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v7i1.5368

Abstract

The population of Indonesia, the majority of whom are Muslims, automatically become participants in the Family Planning Program. The Family Planning Program has offered various contraceptives, some of which are allowed to be used by Muslims and those that are not. Contraceptive devices for Muslim women are IUD, Pills, Injectable Drugs, Implants, and other traditional methods, while those that are not allowed for Muslim women are Menstrual Regulation, Abortion, Ligasituba which binds the oviduct sac, and tubectomy, namely lifting the ovum place called the sterilization. Men can use condoms and vasectomy. Sterilization for both men (vasectomy) and women (Tubectomy) according to Islam is haram (forbidden) because it causes permanent infertility. Sterilization can be done if the family planning participant is at risk if using other contraceptive methods or other contraceptive methods fail to regulate birth. Based on the problems above, this study wants to reveal how the application of contraception devices for vasectomy and tubectomy by acceptors to the Muslim community of West Sumatra. Data was collected using documentation and interview techniques, while data analysis was carried out using qualitative descriptive techniques. The results of the study revealed that the use of vasectomy and tubectomy contraceptives was generally based on considerations of the wife's health and adjusted to the doctor's recommendations.Penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam dengan sendirinya menjadi peserta program Keluarga Berencana Program Keluarga Berencana telah menawarkan bermacam-macam alat kontrasepsi, yang boleh dipakai oleh umat Islam ada pula yang tidak boleh. Alat kontrasepsi untuk wanita Islam adalah, IUD, Pil, Obat Suntik, Susuk dan cara-cara tradisional lainnya, sedangkan yang tidak boleh untuk wanita Islam adalah Menstrual Regulation, Abortus, Ligasituba yang mengikat saluran kantong ovum dan tubektomi yakni mengangkat tempat ovum yang disebut dengan sterilisasi. Laki-laki dapat memakai kontap kondom dan vasektomi. Sterilisasi baik untuk laki-laki (Vasektomi) maupun untuk wanita (Tubektomi) menurut Islam pada dasarnya haram (dilarang) karena mengakibatkan kemandulan yang tetap. Sterilisasi dapat dilakukan jika peserta KB beresiko jika memakai alat kontrasepsi lainnya atau alat kontrasepsi lain itu gagal mengatur kelahiran. Berdasarkan permasalahan di atas maka penelitian ini ingin mengungkap bagaimana penerapan alat kontrasepsi KB Vasektomi dan Tubektomi oleh aseptor pada komunitas Muslim Sumatera Barat.  Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan wawancara, sedangkan analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemakaian alat kontrasepsi vasektomi dan tubektomi secara umum didasarkan pada pertimbangan kesehatan istri dan disesuaikan dengan rekomendasi dokter.
ISLAM BERKEMAJUAN : PERSPEKTIF HAIDAR NASIR Khudri, Nur Saadah; Elhusein, Shofwan Karim; Dahlan, Dasrizal; Lahmi, Ahmad; Asmaret, Desi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih detail tentang pemikiran Haidar Nasir sebagai Tokoh Muhammadiyah tentang Islam berkemajuan dimana konsep Islam berkemajuan ini menjadi core value yang dikembangkan oleh organisasi Muhammadiyah saat ini untuk menjawab perubahan sekaligus tantangan zaman. Islam berkemajuan ini dibangun dari semangat keberislaman yang dapat memberikan kebermanfaatan untuk semua umat, dan dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dianalisis dengan penelitian keperpustakaan dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber buku, jurnal dan artikel ilmiah yang mempunyai relevansi dengan topik penelitian. Selanjutnya data-data temuan dianalisa secara deskriptif yang mencakup analisis literatur tentang pemikiran Islam berkemajuan menurut Haidar Nasir sehingga dapat membantu pembaca untuk memahami bahwa konsep Islam berkemajuan itu perlu dikembangkan dan diaplikasikan dalam masyarakat. Hasil dari penelitian ini menjelaskan Islam berkemajuan ini merupakan suatu konsep kebaharuan dalam mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Haidar Nasir menekankan bahwa untuk menjadi agama yang dapat memberikan manfaat kepada semua umat maka harus ada sebuah pemikiran yang lebih progresif dan inklusif dalam pelaksanaan ajaran Islam sehingga dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
LINGKUNGAN LINGKUNGAN DAN PROSES PERKEMBANGAN OTAK DALAM MATA KULIAH NEUROSAINS PENDIDIKAN ISLAM Sari, Elpita; Surianti, Lizi Virma; Amrizon, Amrizon; Lahmi, Ahmad; Wahyun, Sri; Dahlan, Dasrizal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.41920

Abstract

Khususnya dalam hal pendidikan, lingkungan memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan otak. Pertumbuhan fisik, mental, dan emosional seseorang semuanya dipengaruhi oleh perkembangan otaknya. Otak tidak diragukan lagi adalah pusat kecerdasan. Sejak lahir, pertumbuhan dan perkembangan manusia secara signifikan dipengaruhi oleh perkembangan otak. Fungsi otak sangat bergantung pada pembentukan koneksi antara sel-sel saraf oleh saraf dan cabang-cabangnya. Stimulasi dini berdampak pada perkembangan otak. Lingkungan fisik, sosial, dan emosional semuanya memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan otak. Metode Kualitatif merupakan metode yang digunakan dan memiliki dengan desain penelitian studi literature atau library research. Kemudian dilakukan dengan meninjau sumber bacaan yang terkait dengan topik penelitian yang dibahas, serta dengan meninjau studi dokumen dari penelitian sebelumnya yang berkaitan konsep. Data dikumpulkan dengan melihat buku-buku, jurnal ilmiah, dan sumber digital. Hasil dan pembahasan penelitian yaitu Perkembangan otak adalah salah satu aspek pertumbuhan dan perkembangan manusia yang secara signifikan dipengaruhi oleh variabel lingkungan. Genetika dan lingkungan berinteraksi secara rumit untuk menentukan perkembangan otak. Sejak janin masih dalam kandungan hingga bayi lahir, usia 0 hingga 1 tahun, 2 hingga 3 tahun, 4 hingga 5 tahun, proses perkembangan otak akan berlangsung dalam beberapa fase. Lingkungan rumah/keluarga, serta lingkungan sekolah dan pendidikan, memiliki pengaruh terhadap proses perkembangan otak.
Islam Berkemajuan dalam Perspektif Haedar Nashir dan Implikasi bagi Pendidikan Madrasah Afrizal, Afrizal; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Islam Berkemajuan yang diperkenalkan oleh Haedar Nashir merupakan sebuah paradigma keagamaan yang mengintegrasikan nilai-nilai dasar Islam dengan tuntutan perkembangan kontemporer melalui dimensi tauhid, pencerahan, ilmu pengetahuan, keadilan sosial, dan moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gagasan Haedar Nashir mengenai Islam Berkemajuan serta menguraikan implikasinya bagi pengembangan pendidikan di madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan fokus pada analisis literatur melalui pendekatan interpretatif terhadap karya-karya Nashir, dokumen Muhammadiyah, dan kajian akademik yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Islam Berkemajuan menekankan penguatan akal, moralitas, dan peradaban melalui pendidikan yang integratif dan berorientasi kemajuan. Implikasinya bagi madrasah mencakup pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern, penguatan moderasi beragama, peningkatan kompetensi guru, serta penerapan manajemen kelembagaan yang profesional.
PERGESERAN PARADIGMA GERAKAN ISLAM: DARI KULTURALISME KE PURITANISME DALAM KONTEKS SOSIAL-POLITIK INDONESIA Yossar, Yossar; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7735

Abstract

Artikel ini menganalisis pergeseran paradigma gerakan Islam di Indonesia dari pendekatan kulturalisme menuju puritanisme dalam tiga dekade terakhir. Berdasarkan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, ditemukan bahwa pergeseran ini dipicu oleh faktor globalisasi informasi, krisis otoritas keagamaan tradisional, politisasi agama, modernisasi, dan pendanaan asing. Analisis dialektika pemikiran para ahli menunjukkan polarisasi antara kelompok yang memandang puritanisme sebagai ancaman terhadap Islam Nusantara dan kelompok yang melihatnya sebagai bentuk pembaruan dan pemurnian akidah. Implikasi pergeseran ini terlihat dalam bidang pendidikan, politik, dan sosial, termasuk perubahan kurikulum pesantren, fragmentasi suara politik Muslim, dan segregasi spasial berdasarkan aliran keagamaan. Artikel ini menawarkan rekomendasi kebijakan untuk pemerintah, ormas Islam, akademisi, dan masyarakat sipil dalam merespons dinamika tersebut.
ISLAM BERKEMAJUAN: ISLAM NUSANTARA VS BERKEMAJUAN DALAM KONTEKS INDONESIA MODERN Putra, Rizki Eka; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal; Ritonga, Mahyudin
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7736

Abstract

Artikel ini membahas dinamika diskursus antara Islam Nusantara dan Islam Berkembang dalam konteks Indonesia modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis konten terhadap berbagai pemikiran para ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun memiliki perbedaan dalam pendekatan dan penekanan, kedua konsep ini sebenarnya saling melengkapi. Islam Nusantara menawarkan pendekatan kultural-historis yang akomodatif terhadap budaya lokal, sementara Islam Berkembang menawarkan pendekatan teologis-modernis yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Artikel ini menyimpulkan bahwa sintesis kreatif antara kedua konsep diperlukan untuk menjawab tantangan Islam Indonesia di era modern.
PERGESERAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH DARI KULTURALISME KE PURITANISMEPADA PERIODE 1930-AN Budi, Budi; Ritonga, Mahyudin; Lahmi, Ahmad; Dahlan, Dasrizal
Jurnal Education and Development Vol 14 No 1 (2026): Vol 14 No 1 Januari 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v14i1.7831

Abstract

Muhammadiyah, didirikan pada 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Yogyakarta, awalnya mengadopsi pendekatan kulturalisme yang mengintegrasikan Islam dengan budaya lokal Jawa. Namun, pada periode 1930-an, terjadi pergeseran signifikan menuju puritanisme, yang menekankan pemurnian ajaran dari unsur bid'ah, takhyul, dan khurafat. Artikel ini menganalisis faktor-faktor utama pergeseran tersebut, prosesnya, dampak terhadap identitas Muhammadiyah dalam masyarakat Islam Indonesia, serta pengaruh eksternal seperti ideologi Wahabi dan globalisasi kolonial. Analisis historis menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh dinamika internal (peran tokoh kunci dan Majelis Tarjih) serta eksternal (penyebaran ide Salafi melalui haji dan modernisasi transportasi). Dampaknya menciptakan dikotomi antara Muhammadiyah sebagai gerakan modernis-puritan dan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pembela tradisi, yang tetap relevan hingga kini.