Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Skrining Kesehatan Kolesterol dan HDL pada Pekerja Perkantoran di Sudirman Gunawan, Paskalis Andrew; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Rayhan, Naufal; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/54rzsv57

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik pekerja perkantoran sering terabaikan akibat pola kerja sedentari dan tekanan pekerjaan yang tinggi. Profil lipid, khususnya kolesterol total dan HDL, merupakan indikator penting dalam mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok usia produktif. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui pemeriksaan kadar kolesterol dan HDL. Sebanyak 57 karyawan aktif daerah Sudirman berpartisipasi dalam kegiatan ini. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat pemeriksa digital dan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi antarindividu pada kadar kolesterol dan HDL. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal mengenai kondisi profil lipid karyawan, dengan sebagian besar responden berada dalam rentang yang masih perlu diwaspadai. Hasil ini menunjukkan bahwa kelompok pekerja perkantoran memiliki potensi risiko dislipidemia apabila tidak disertai dengan penerapan pola hidup sehat. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti mampu memberikan deteksi dini kondisi kesehatan karyawan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga profil lipid. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi kesehatan berkelanjutan dan dukungan fasilitas dari perusahaan untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.
Gambaran Kadar Trigliserida Karyawan Perkantoran di Sudirman Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Tan, Nikita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tw97k576

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik karyawan perkantoran rentan terabaikan akibat aktivitas kerja yang sedentari dan pola makan praktis tinggi lemak. Kadar trigliserida merupakan indikator penting yang perlu dipantau karena berhubungan langsung dengan risiko penyakit kardiovaskular. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining kadar trigliserida dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran daerah Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar trigliserida antarindividu, dengan nilai rata-rata yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi metabolik karyawan. Sebagian responden berada pada rentang yang memerlukan kewaspadaan, yang mencerminkan potensi risiko metabolik di kalangan pekerja perkantoran. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kadar trigliserida dalam batas normal. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
Gambaran Kadar Hemoglobin dan Hematokrit Karyawan Perkantoran di Kawasan Sudirman Wijaya, Christian; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Hung, Jennifer
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/yz2nh323

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan darah merupakan aspek penting bagi pekerja usia produktif, khususnya karyawan perkantoran dengan pola kerja sedentari dan tekanan tinggi. Pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan hematokrit (Ht) berperan sebagai indikator sederhana dalam mendeteksi anemia maupun polisitemia yang dapat memengaruhi stamina, konsentrasi, dan produktivitas. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining Hb dan Ht dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran di Kawasan Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar Hb dan Ht antarindividu. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal status hematologi karyawan, dengan sebagian responden berada pada rentang yang perlu diperhatikan. Hasil ini menunjukkan adanya potensi risiko gangguan hematologi pada pekerja dengan aktivitas sedentari dan beban kerja tinggi.  Kesimpulan: Skrining sederhana Hb dan Ht di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai langkah deteksi dini serta meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kesehatan darah. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.
Evaluasi Kesehatan Mental Pekerja Kantoran di Kawasan Sudirman dengan Menggunakan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) Biromo, Anastasia Ratnawati; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Dinali, Diana; Aziel, Disya Gwyneth
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/v5y6q259

Abstract

Pendahuluan: Ansietas merupakan salah satu bentuk gangguan psikologis yang rentan muncul pada pekerja kantoran akibat tingginya tuntutan kerja, target, dan lingkungan kompetitif. Kondisi ini dapat berdampak pada performa kerja dan kesejahteraan mental sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat depresi, ansietas, dan stres pada pekerja kantoran di kawasan Sudirman dengan menekankan pada proporsi ansietas. Metode: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menggunakan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, ditentukan peserta dan instrumen penelitian. Sebanyak 57 pekerja kantoran dipilih sebagai responden menggunakan metode purposive sampling. Tahap Do mencakup pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) yang telah terstandarisasi untuk mengukur tiga aspek psikologis, yaitu depresi, ansietas, dan stres. Tahap Check dilakukan dengan memeriksa dan menganalisis data secara deskriptif untuk mengidentifikasi distribusi kategori pada setiap dimensi gangguan psikologis. Tahap Action difokuskan pada interpretasi hasil untuk menyusun rekomendasi peningkatan kesehatan mental bagi pekerja kantoran. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peserta berada pada kategori normal di ketiga aspek. Namun proporsi ansietas didapatkan lebih tinggi dibandingkan depresi dan stres, dengan sejumlah peserta berada pada kategori ringan hingga sedang. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun kondisi psikologis sebagian besar pekerja kantoran berada dalam batas wajar, tekanan pekerjaan di perkantoran masih dapat memicu munculnya gejala ansietas. Kesimpulan: Ansietas merupakan salah satu masalah utama yang patut mendapatkan perhatian khusus dalam kesehatan mental pekerja kantoran. Kondisi ini menuntut adanya upaya promotif dan preventif yang terstruktur, seperti pelatihan manajemen stres, layanan konseling psikologis, serta pembentukan lingkungan kerja yang lebih mendukung. Intervensi tersebut diharapkan mampu membantu karyawan mengelola tekanan pekerjaan dengan lebih efektif. Dengan demikian, keseimbangan antara tuntutan produktivitas dan kesejahteraan mental dapat tetap terjaga secara berkelanjutan.
Skrining Indeks Massa Tubuh, Lemak Viseral, Lemak Subkutan, dan Massa Otot Rangka pada Karyawan Perkantoran di Kawasan Sudirman, Jakarta Kosasih, Robert; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Lumintang, Valentino Gilbert; Khoto, Anthon Eka Prayoga
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/7p6pzp58

Abstract

Pendahuluan: Kelebihan lemak tubuh, khususnya lemak viseral, merupakan salah satu faktor risiko utama yang berhubungan dengan penyakit metabolik dan kardiovaskular. Indeks Massa Tubuh (IMT) sering digunakan sebagai indikator status gizi, namun tidak selalu mencerminkan distribusi lemak tubuh secara akurat. Oleh karena itu, pemeriksaan komposisi tubuh menjadi langkah penting dalam mendeteksi dini risiko kesehatan pada kelompok pekerja yang cenderung memiliki gaya hidup sedentari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai status gizi dan komposisi tubuh karyawan perkantoran di kawasan Sudirman Jakarta melalui skrining IMT dan komposisi tubuh dengan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan. Metode: Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan Plan–Do–Check–Action (PDCA). Pada tahap Plan, dilakukan persiapan meliputi koordinasi teknis, penyiapan alat ukur, serta penyusunan materi penyuluhan. Tahap Do mencakup pelaksanaan sesi edukasi kesehatan interaktif mengenai pentingnya gizi seimbang, risiko obesitas abdominal, dan peran massa otot dalam metabolisme tubuh. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pengukuran komposisi tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Parameter yang diukur meliputi lemak tubuh total, lemak viseral, lemak subkutan, dan massa otot rangka. Pada tahap Check, hasil pengukuran dianalisis dan disampaikan secara individual kepada peserta, disertai konseling singkat mengenai strategi modifikasi gaya hidup sehat. Tahap Action dilakukan melalui evaluasi kegiatan berdasarkan tingkat partisipasi dan umpan balik peserta untuk menyusun rekomendasi keberlanjutan program edukasi kesehatan di tempat kerja. Hasil: Rata-rata IMT peserta berada pada kategori overweight dengan variasi dari kurus hingga obesitas. Sebagian besar peserta memiliki kadar lemak tubuh dan lemak viseral yang melebihi batas normal, sementara massa otot rangka relatif rendah. Kondisi ini memperlihatkan ketidakseimbangan komposisi tubuh yang berpotensi meningkatkan risiko sindrom metabolik. Temuan tersebut menegaskan bahwa skrining berbasis BIA mampu mengungkap risiko yang tidak terdeteksi hanya dengan IMT. Kesimpulan: Kegiatan skrining yang dipadukan dengan edukasi kesehatan terbukti efektif dalam memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai status gizi dan risiko kesehatan peserta. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan di lingkungan kerja sebagai strategi promotif-preventif dalam menurunkan risiko penyakit metabolik serta meningkatkan produktivitas tenaga kerja.