Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Peran Skrining SGOT dan SGPT sebagai Deteksi Dini Risiko Hepatotoksisitas pada Usia Produktif Ruslim, Welly Hartono; Santoso, Alexander Halim; Destra, Edwin; Jap, Ayleen Nathalie; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Health Community Service Vol. 3 No. 1 (2025): Artikel Riset Mei 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v3i1.6286

Abstract

Disfungsi hati subklinis sering tidak terdeteksi tanpa pemeriksaan laboratorium, padahal berperan penting dalam proses awal hepatotoksisitas. Peningkatan enzim hati seperti SGOT dan SGPT dapat mengindikasikan kerusakan hepatoseluler yang memerlukan intervensi preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di kawasan Danau Sunter melalui skrining fungsi hati dan edukasi kesehatan. Pemeriksaan biokimia SGOT dan SGPT dilakukan terhadap 49 individu dewasa produktif. Data dikumpulkan dan dianalisis secara deskriptif. Edukasi disampaikan secara langsung berbasis hasil pemeriksaan masing-masing peserta. Sebagian besar peserta memiliki kadar SGOT normal (83,67%), namun peningkatan SGPT ditemukan pada 38,78% individu. Rerata SGOT dan SGPT masing-masing sebesar 25 U/L dan 27,48 U/L. Tingginya proporsi peningkatan SGPT menunjukkan adanya risiko disfungsi hepatoseluler ringan yang dapat dicegah melalui edukasi dan perubahan gaya hidup. Skrining fungsi hati disertai edukasi berbasis hasil merupakan pendekatan efektif dalam promosi kesehatan hepatik. Hasil ini menunjukkan pentingnya skrining hepatik dalam upaya promotif yang terjangkau dan berbasis komunitas untuk deteksi dini gangguan hati.
KEGIATAN EDUKASI DAN SKRINING UREUM DAN KREATININ DALAM RANGKA MENCEGAH GANGGUAN GINJAL PADA KELOMPOK USIA PRODUKTIF DI SMA SANTO YOSEPH, CAKUNG Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Destra, Edwin; Gunaidi, Farell Christian
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) - Inpress
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v5i1.127

Abstract

Ginjal memiliki fungsi penting dalam menyaring darah, membuang limbah metabolik, menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, serta mengatur tekanan darah. Ketika fungsi ginjal terganggu, kadar ureum dan kreatinin dalam darah meningkat, yang menjadi indikator penurunan fungsi ginjal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran kelompok usia produktif terhadap risiko gangguan ginjal serta pentingnya pencegahan melalui pemeriksaan ureum dan kreatinin secara rutin. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan dengan menggunakan kerangka kerja Plan-Do-Check-Act (PDCA) yang mencakup tahapan penyusunan materi edukasi, pelaksanaan penyuluhan, pemeriksaan ureum dan kreatinin, serta evaluasi dan revisi materi berdasarkan umpan balik peserta, Kegiatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi membantu meningkatkan peningkatan pemahaman peserta terkait faktor risiko dan langkah preventif yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan ginjal. Pemeriksaan rutin dan pemahaman terhadap hasil ureum dan kreatinin memungkinkan deteksi dini gangguan ginjal, yang sangat penting untuk tindakan preventif. Edukasi berperan dalam mendorong kesadaran kesehatan ginjal di masyarakat, terutama pada kelompok usia produktif.
Correlation of screen time with behavioral, emotional and psychosocial disorders–multicenter research at 5 Ciherang Village Elementary Schools R Dewi, Fransisca Iriani; Agustina, Agustina; Ernawati, Ernawati; Santoso, Alexander Halim; Satyanegara, William Gilbert; Firmansyah, Yohanes; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Jap, Ayleen Nathalie; Rayhan, Naufal
Science Midwifery Vol 12 No 1 (2024): April: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v12i1.1498

Abstract

There has been a recent increase in the use of screen time by children. Parents nowadays allow their children to use screen time from an early age, which can have a negative impact on their growth and development. Excessive screen time can lead to emotional and behavioral instability, hindering children's ability to interact socially with their surroundings. This is a cross-sectional study conducted in February-March 2024 at five elementary schools in Ciherang Village. Children who meet the inclusion criteria will be given a question about their screen time usage and questionnaire about emotion and behavior problem from the Pediatric Symptom Checklist 17 (PSC-17) questionnaire. A total of 246 children met the inclusion criteria, dominated by girls (52.8%), with median age of 12 years (range 10-14), and an average screen time duration of 121.5 minutes (SD 88.4). A significant correlation was found between screen time duration and attentional disturbance (r: 0.167; p-value: 0.009). However, no significant correlation was found with internalizing, externalizing, and overall PSC-17 subscales. Therefore, it is important for parents to limit their children's screen time to promote their mental health.
PENCEGAHAN DIABETES MELALUI PEMERIKSAAN GULA DARAH DAN KONSELING PADA MASYARAKAT DEWASA USIA PRODUKTIF DI JAKARTA BARAT Santoso, Alexander Halim; Rumawas, Marcella E.; Limanan, David; Akhmad, Fariz Azril Khaidar; Putra, Heri Yanto; Marcellino, Marcellino; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v7i1.27412

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder characterized by persistent hyperglycemia due to impaired insulin secretion (type 1 DM), or due to resistance to insulin in peripheral tissues (type 2 DM). According to the International Diabetes Federation (IDF), in 2021, around the world there will be around 537 million adults (20-79 years) living with diabetes. The number of people with diabetes is projected to increase to 643 million by 2030 and 3 in 4 adults with diabetes live in low- and middle-income countries. Routine health checks are recommended because early detection of risk factors can help take proactive steps to prevent or delay type 2 diabetes. Tomang Village is a sub-district under the Faculty of Medicine, University Tarumanagara. Based on previous community service reports, it was found that the prevalence of type II DM in Tomang Village was 4.8%. This community service activity is aimed at adults of productive age in Tomang Village in the form of blood sugar measurements and counselling, so that the prevalence of type II diabetes mellitus can be determined and education related to the prevention and control of type II diabetes mellitus. The planning method used is the PDCA method. The community service activity was attended by 90 participants, and it was found that the prevalence of people with Type II DM was 5.6%. Based on the results obtained, further activities are needed to increase public awareness of DM and monitor changes in community behavior. ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten akibat gangguan sekresi insulin (DM tipe 1), atau akibat resistensi terhadap insulin di jaringan perifer (DM tipe 2). Menurut International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2021, di seluruh dunia dilaporkan ada sekitar 537 juta orang dewasa (20-79 tahun) hidup dengan diabetes. Jumlah penderita diabetes diproyeksikan meningkat menjadi 643 juta pada tahun 2030 dan 3 dari 4 orang dewasa dengan diabetes tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pemeriksaan kesehatan rutin dianjurkan karena deteksi dini faktor risiko dapat membantu mengambil langkah proaktif untuk mencegah atau menunda diabetes tipe 2. Kelurahan Tomang merupakan kelurahan binaan Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Berdasarkan laporan kegiatan pengabdian yang lalu didapatkan prevalensi DM tipe II di Kelurahan Tomang sebesar 4,8%. Kegiatan Pengabdian ini ditujukan bagi masyarakat dewasa usia produktif di  Kelurahan Tomang dalam bentuk pengukuran gula darah dan konseling sehingga dapat diketahui prevalensi diabetes melitus tipe II dan edukasi terkait pencegahan dan pengendalian diabetes melitus tipe II. Metode perencanaan yang digunakan adalah metode PDCA. Kegiatan pengabdian diikuti oleh 90 peserta, dan didapatkan prevalensi masyarakat dengan DM Tipe II sebesar 5,6%. Berdasarkan hasil yang didapatkan diperlukan adanya kegiatan lanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap DM dan memantau perubahan perilaku masyarakat.
Correlation of Hemoglobin, Uric Acid, and Anthropometric as Predictor Parameters in Subcutaneous Fat Deposition Sari, Triyana; Sidharta, Erik; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Gaofman, Brian Albert; Edbert, Bruce
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i1.4890

Abstract

Subcutaneous fat deposition is a key factor influencing overall health, playing a significant role in metabolic regulation, energy balance, and the risk of chronic diseases such as obesity and cardiovascular conditions. Understanding and accurately predicting subcutaneous fat accumulation is critical for early intervention and effective management of these health risks. This study aims to analyze the correlation between hemoglobin levels, uric acid, and anthropometric parameters as predictors of subcutaneous fat deposition in elderly individuals. A cross-sectional study was conducted on 32 elderly participants at St. Asisi Church. Anthropometric measurements, including body weight, height, muscle composition, and circumferences, were assessed using OMRON Body Composition Monitor HBF-375, elastic tape and GEA Medical HT721. Biochemical tests for hemoglobin and uric acid levels were performed using Fora 6 Plus. Spearman correlation analysis was used to evaluate the relationship between these variables and subcutaneous fat deposition. Body weight, upper arm circumference, abdominal circumference, and calf circumference showed strong positive correlations with subcutaneous fat (r>0.9, p<0.001). Skeletal muscle percentage exhibited a negative correlation with fat accumulation. Hemoglobin and uric acid levels had weaker correlations, suggesting more complex metabolic interactions. Anthropometric parameters serve as strong predictors of subcutaneous fat deposition in elderly individuals, while hemoglobin and uric acid levels show limited predictive capability.
SKRINING ANTROPOMETRI PADA PRIA DAN WANITA USIA PRODUKTIF DALAM RANGKA PENCEGAHAN OBESITAS DI KALAM KUDUS II, KELURAHAN DURI KOSAMBI, JAKARTA Limas, Peter Ian; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Jap, Ayleen Nathalie; Destra, Edwin
Jurnal Serina Abdimas Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v2i3.32326

Abstract

Obesity is a condition that occurs when the body has too much fat and is not balanced with the amount of muscle it has. Obesity is an increasing health problem and has a major impact on mortality and morbidity. Anthropometrics has an important role in screening a person's health status, one of which is obesity, so that by carrying out anthropometric screening, it is hoped that prevention and management of a person's health status can be correlated with obesity. This community service activity is carried out using the PDCA method which focuses on anthropometric screening and health education. Anthropometric screening measures parameters such as body weight, height, waist circumference, and hip circumference, which are important indicators for evaluating the risk of developing obesity. Therefore, anthropometry plays an important role in identifying risks and enabling the rapid and effective implementation of early interventions. Education regarding the importance of physical activity and healthy eating habits is included in this activity, so it is hoped that it can become a basis for maintaining and improving the quality of life and long-term health for the community. ABSTRAK Obesitas adalah kondisi yang muncul saat tubuh memiliki jumlah lemak yang terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan jumlah otot yang dimiliki, obesitas merupakan masalah kesehatan yang semakin meningkat dan mempunyai dampak besar terhadap mortalitas dan morbiditas. Antropometri memiliki peran penting dalam skrining status kesehatan seseorang, yang salah satunya adalah obesitas, sehingga dengan dilakukannya skrining antropometri, diharapkan dapat dilakukan pencegahan dan tatalaksana terhadap status kesehatan seseorang yang terkorelasi dengan obesitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode PDCA yang berfokus pada skrining antropometri dan edukasi kesehatan. Skrining antropometri mengukur parameter seperti berat badan, tinggi badan, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul, yang merupakan indikator penting untuk mengevaluasi risiko terjadinya obesitas. Oleh karena itu, antropometri berperan penting dalam mengidentifikasi risiko dan memungkinkan penerapan intervensi dini secara cepat dan efektif. Edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan sehat diikutsertakan dalam kegiatan ini, sehingga diharapkan dapat menjadi landasan bagi menjaga dan meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan jangka panjang bagi masyarakat
Skrining Kekuatan Genggaman Tangan sebagai Deteksi Dini Risiko Kesehatan pada Karyawan Perkantoran Daerah Sudirman Frisca, Frisca; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Hartono, Eric; Soeltanong, Dianova
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/j7qtpe97

Abstract

Pendahuluan: Kekuatan genggaman tangan (handgrip strength) merupakan indikator penting untuk menilai kapasitas otot, status fungsional, serta risiko kesehatan jangka panjang. Pekerja perkantoran, termasuk karyawan di daerah Sudirman, rentan mengalami penurunan kekuatan otot akibat pola kerja sedentari. Oleh karena itu, diperlukan skrining sederhana yang dapat mendeteksi dini penurunan kapasitas fisik sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan otot. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada karyawan perkantoran di daerah Sudirman dengan tahapan persiapan, edukasi, skrining, tindak lanjut, dan evaluasi. Edukasi kesehatan diberikan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan leaflet mengenai pentingnya aktivitas fisik. Skrining dilakukan dengan mengukur handgrip strength menggunakan alat digital standar pada tangan dominan. Hasil pengukuran dicatat secara individual, kemudian diklasifikasikan sesuai nilai referensi normal dan potensi penurunan kapasitas fisik. Peserta dengan nilai di bawah normal diberikan konseling singkat dan rekomendasi gaya hidup sehat. Evaluasi dilakukan melalui keterlibatan peserta dan distribusi hasil pengukuran. Hasil: Sebanyak 57 karyawan mengikuti kegiatan dengan distribusi 56,1% laki-laki dan 43,9% perempuan, serta rata-rata usia 36 tahun. Mayoritas peserta memiliki latar belakang pendidikan S1 (89,5%). Rata-rata handgrip strength tangan kanan adalah 32,26 kg dan tangan kiri 29,68 kg, dengan variasi antarindividu yang dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik. Sebagian besar peserta memiliki nilai dalam kategori normal, namun ditemukan beberapa individu dengan kekuatan genggaman rendah yang memerlukan perhatian terhadap aktivitas fisik. Kesimpulan: Skrining handgrip strength efektif sebagai deteksi dini penurunan kapasitas fisik dan sarana edukasi kesehatan bagi karyawan perkantoran. Program ini bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran peserta dalam menjaga kekuatan otot dan kebugaran melalui pola hidup sehat serta aktivitas fisik rutin. Integrasi kegiatan semacam ini ke dalam program kesehatan kerja berkelanjutan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan jangka panjang pekerja.
Skrining Hidrasi, Kandungan Air, dan Sebum Lengan Bawah Kanan–Kiri pada Pekerja Perkantoran di Daerah Sudirman W, Linda Yulianti; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Kasvana, Kasvana; Tan, Nikita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/hjmxc053

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan pekerja perkantoran seringkali terabaikan akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi dan pola aktivitas sedentari. Kondisi ini dapat berdampak pada komposisi tubuh dan keseimbangan hidrasi yang menjadi indikator penting kesehatan. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan sederhana pada karyawan kantoran di kawasan Sudirman. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui pemeriksaan komposisi tubuh, meliputi parameter Oil, Water, dan Hidrasi. Sebanyak 57 responden yang merupakan karyawan aktif kantoran berpartisipasi dalam kegiatan ini. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat analisis tubuh dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya variasi antarindividu dalam distribusi komposisi tubuh. Rerata nilai Oil, Water, dan Hidrasi memberikan gambaran awal kondisi kesehatan karyawan, dengan temuan bahwa sebagian besar responden berada dalam rentang hidrasi yang cukup meskipun terdapat variasi luas. Temuan ini menegaskan bahwa pekerja kantoran, dengan karakteristik lingkungan kerja sedentari, berisiko mengalami ketidakseimbangan tubuh apabila tidak menjaga pola hidup sehat. Kesimpulan: Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa skrining sederhana yang dilakukan di lingkungan kerja mampu memberikan informasi awal kondisi kesehatan karyawan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan tubuh. Program ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan di tempat kerja.
Skrining Kesehatan Kolesterol dan HDL pada Pekerja Perkantoran di Sudirman Gunawan, Paskalis Andrew; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Rayhan, Naufal; Kristianto, Angeline Florencia Grace
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/54rzsv57

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik pekerja perkantoran sering terabaikan akibat pola kerja sedentari dan tekanan pekerjaan yang tinggi. Profil lipid, khususnya kolesterol total dan HDL, merupakan indikator penting dalam mendeteksi risiko penyakit kardiovaskular pada kelompok usia produktif. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) melalui pemeriksaan kadar kolesterol dan HDL. Sebanyak 57 karyawan aktif daerah Sudirman berpartisipasi dalam kegiatan ini. Data diperoleh melalui pengukuran langsung menggunakan alat pemeriksa digital dan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi antarindividu pada kadar kolesterol dan HDL. Nilai rata-rata yang diperoleh memberikan gambaran awal mengenai kondisi profil lipid karyawan, dengan sebagian besar responden berada dalam rentang yang masih perlu diwaspadai. Hasil ini menunjukkan bahwa kelompok pekerja perkantoran memiliki potensi risiko dislipidemia apabila tidak disertai dengan penerapan pola hidup sehat. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti mampu memberikan deteksi dini kondisi kesehatan karyawan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga profil lipid. Program ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi kesehatan berkelanjutan dan dukungan fasilitas dari perusahaan untuk menekan risiko penyakit kardiovaskular.
Gambaran Kadar Trigliserida Karyawan Perkantoran di Sudirman Yunita, Fenny; Santoso, Alexander Halim; Teguh, Stanislas Kotska Marvel Mayello; Tan, Nikita
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/tw97k576

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan metabolik karyawan perkantoran rentan terabaikan akibat aktivitas kerja yang sedentari dan pola makan praktis tinggi lemak. Kadar trigliserida merupakan indikator penting yang perlu dipantau karena berhubungan langsung dengan risiko penyakit kardiovaskular. Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA). Skrining kadar trigliserida dilakukan pada 57 karyawan aktif perkantoran daerah Sudirman melalui pemeriksaan darah kapiler dengan alat digital. Data hasil pemeriksaan dianalisis secara deskriptif untuk mendapatkan distribusi frekuensi, nilai rata-rata, simpangan baku, median, serta rentang nilai minimum–maksimum. Hasil: Pemeriksaan menunjukkan adanya variasi kadar trigliserida antarindividu, dengan nilai rata-rata yang memberikan gambaran awal mengenai kondisi metabolik karyawan. Sebagian responden berada pada rentang yang memerlukan kewaspadaan, yang mencerminkan potensi risiko metabolik di kalangan pekerja perkantoran. Kesimpulan: Skrining sederhana di lingkungan kerja terbukti bermanfaat sebagai deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran pekerja mengenai pentingnya menjaga kadar trigliserida dalam batas normal. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut melalui edukasi berkelanjutan dan dukungan fasilitas kesehatan dari perusahaan.