Claim Missing Document
Check
Articles

Model Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil sebagai Solusi Inovatif Pencegahan Stunting bagi Petugas Kesehatan di Puskesmas Kota Palu Sisilia Rammang; Agnes Erlita Distriani Patade
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50590

Abstract

Anemia in pregnant women is a critical health issue in Palu City and represents a major risk factor for childhood stunting. This study aims to develop an early detection model for anemia in pregnant women as an innovative effort to prevent stunting for healthcare providers. Methods: This research employed a quantitative design with a cross-sectional approach involving 100 healthcare providers from three Community Health Centers (Puskesmas) in Palu City. Data were collected using questionnaires and analyzed with Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS). Results: The model was able to explain 50.7% of the variation in the Early Detection of Anemia variable (Y). The main findings indicate that Feedback and Role (M2) of healthcare providers had the strongest and most significant positive influence on Early Detection of Anemia (Y), with a path coefficient of 0.963 (p<0.05). Demographic factors (X1) and Workload (X2) were found to significantly influence the mediating variables, but did not directly and positively affect Y. The direct effect of Workload on Y was not significant, while Demographic factors had a negative effect on anemia detection (Y). Conclusion: The active role of healthcare providers is the most essential predictor of success in early detection of anemia, serving as a key mediator. Therefore, the most effective interventions should focus on strengthening and empowering the active role of healthcare providers as the frontline of care delivery.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan3, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54783

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
PENGARUH DEVELOPMENTAL CARE TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA BAYI DI RUANGAN NEONATAL INTENSIVE CARE UNIT (NICU) RSUD ANUTAPURA PALU Fajrah, Fajrah; Udiani, Ni Nyoman; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.54881

Abstract

Nyeri pada bayi merupakan respon fisiologis akibat Tindakan medis invasif yang sering terjadi selama perawatan di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Apabila nyeri tidak ditangani dengan tepat, dapat muncul gangguan perkembangan neurologis dan fisiologis jangka panjang. Pendekatan developmental care sebagai metode non farmakologis menekankan penyesuaian lingkungan dan perilaku perawatan untuk meminimalkan stres serta nyeri pada bayi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh developmental care terhadap intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU RSUD Anutapura Palu. Penelitian menggunakan desain quasy experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Populasi ialah seluruh bayi yang dirawat di NICU RSUD Anutapura Palu pada Juli 2025. Sampel berjumlah 12 bayi yang dipilih melalui systematic sampling. Intervensi developmental care diberikan sesuai kondisi bayi, dan tingkat nyeri diukur sebelum dan sesudah tindakan menggunakan lembar observasi NIPS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Terdapat penurunan intensitas nyeri yang bermakna setelah intervensi developmental care. Sebelum intervensi sebagian besar bayi mengalami nyeri sedang hingga berat, sedangkan setelah intervensi seluruh bayi mengalami nyeri ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,002 (p < 0,05), menandakan adanya perbedaan signifikan antara tingkat nyeri sebelum dan sesudah intervensi Developmental care berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri pada bayi di ruang NICU dan efektif sebagai metode non farmakologis untuk manajemen nyeri.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN BODY SHAMING PADA SISWA DI SMA NEGERI 6 PALU Astria, Astria; Kurniawan, Bayu Eka; Rammang, Sisilia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55074

Abstract

Siswa tidak terlepas dari pengaruh tren gaya hidup yang dapat memicu perilaku negatif, salah satunya body shaming yang sering berkaitan dengan tampilan fisik. Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terbentuknya perilaku tersebut. Bagian kesiswaan SMA Negeri 6 Palu melaporkan adanya kasus ejekan terkait warna kulit dan bentuk tubuh pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah siswa kelas X dan XI berjumlah 562 orang, dengan sampel 85 responden yang dipilih menggunakan cluster sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mendapatkan pola asuh authoritative (80,0%) dan memiliki body shaming kategori positif (55,3%). Uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,033 (<0,05). Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan body shaming pada siswa SMA Negeri 6 Palu. Sekolah diharapkan menyelenggarakan edukasi terkait body shaming dan penguatan mental remaja serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan inklusif.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MABELOPURA rahim, alfrizal; Rammang, Sisilia; Arniawan, Arniawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55096

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan kebutuhan insulin. Tujuan penelitian ini adalah didapatkan hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Mabelopura. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan desain analitik korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus rawat jalan sebanyak 151 responden dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 60 responden. Dari total 60 responden, sebanyak 27 responden (45,0%) tergolong patuh terhadap diet, sedangkan 33 responden (55,0%) termasuk dalam kategori tidak patuh. Adapun responden dengan kadar gula darah normal berjumlah 34 orang (56,7%), sementara 26 orang (43,3%) memiliki kadar gula darah yang tinggi. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003, yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan diet dan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus. Terdapat hubungan tingkat kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus d wilayah kerja UPTD Pusekesmas Mabelopura. Disarakan agar hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan bagi UPTD Puskesmas Mabelopura dalam meningkatkan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.
Hubungan Perilaku Kekerasan Verbal Orang Tua dengan Kepercayaan Diri dan Prestasi Belajar Anak di SDN Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi Nurrahmadani, Aulia; Rahmayanti, Elifa Ihda; Rammang, Sisilia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37078

Abstract

Kekerasan verbal merupakan penggunaan ucapan-ucapan yang merendahkan dan menyalahkan anak hingga orang tua mengabaikan anaknya. Data WHO menunjukkan sekitar 88% anak mengalami kekerasan. Di Sulawesi Tengah, kasus kekerasan anak meningkat dari 551 korban (2022) menjadi 689 korban (2024). Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan populasi 135 siswa kelas 2-6 SDN Beka Kecamatan Marawola, dengan sampel 57 responden melalui rumus Slovin dan metode Stratified Random Sampling. Tingkat kekerasan verbal sebagian besar kategori sedang (40,4%), kepercayaan diri responden kategori rendah (77,2%), dan prestasi belajar kategori Baik (71,9%). Uji Pearson Chi-Square menghasilkan p value 0,002. Terdapat hubungan perilaku kekerasan verbal orang tua dengan kepercayaan diri dan prestasi belajar anak di SDN Beka Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Pihak sekolah perlu mengembangkan program pencegahan kekerasan verbal dan membentuk tim konseling untuk pendampingan siswa.
HUBUNGAN SELF CARE MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUANG HEMODIALISA RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH Anisa A. Paba; Sisilia Rammang; Ismunandar Wahyu Kindang
Medical Studies and Health Journal (SEHAT) Vol. 2 No. 4 (2025): Medical Studies and Health Journal (SEHAT)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/xsnfgz98

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversible, sehingga pasien memerlukan terapi hemodialisa seumur hidup. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga mempengaruhi aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Oleh karena itu, self care management menjadi komponen penting dalam membantu pasien mengelola penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisa di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian berjumlah 117 pasien CKD yang menjalani hemodialisa, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Self Care of CKD Index dan WHOQOL-BREF. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self care management yang rendah (37%) dan kualitas hidup yang buruk (63%). Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD, dengan nilai p = 0,001. Terdapat hubungan yang bermakna antara self care management dengan kualitas hidup pasien CKD. Peningkatan kemampuan perawatan diri melalui edukasi yang berkelanjutan serta dukungan keluarga sangat diperlukan agar pasien lebih mandiri dan kualitas hidupnya dapat meningkat.
The Effect of Educational Blogs on The Level of Knowledge About Hypertension Among The Productive Age Community in Karawana Village Glenn Frekly S. Tapa Ngale; Sisilia Rammang; Katrina Feby Lestari
Viva Medika Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v19i2.2241

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a dangerous noncommunicable disease (NCDs) that generally occurs with age and is often referred to as a silent killer because the symptoms are often invisible or imperceptible in most patients. Therefore, comprehensive education with easy access to information about the disease is necessary. Education through blogs has great potential as an effective tool for raising awareness, especially in controlling hypertension. This study was quantitative in nature. This study used a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest design. The minimum sample size was 30 respondents of productive age, with sampling using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Univariate and bivariate data analysis was performed using the Wilcoxon test. Before the intervention, 4 respondents (13.3%) had good knowledge, sufficient knowledge in 12 respondents (40%), and insufficient knowledge in 14 respondents (40.7%). After the intervention, 15 respondents (50%) had good knowledge, 11 respondents (36.7%) had sufficient knowledge, and 4 respondents (13.3%) had insufficient knowledge. The Wilcoxon test showed a p-value of 0.001 (p<0.05), and the effect size (r=0.73) indicated a large effect. There was an effect of the educational blog on the level of knowledge about hypertension among the productive age community in Karawana Village. This study is expected to contribute to the development of education, increase public awareness of hypertension prevention, and encourage the active role of community health centers in providing health education through socialization and blog media.
Hubungan Pengetahuan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Bulili Kota Palu : Penelitian Indriani Rahim; Sisilia Rammang; Rahmat Yanuary
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5546

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Palu. Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui penerapan PSN 3M (menguras, menutup, dan mengubur) untuk menghambat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang 3M dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Bulili, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 62 responden yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 0,05. Berdasrkan hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,017 (<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan 3M dengan kejadian DBD. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penerapan 3M dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Bulili, Kota Palu, di mana pengetahuan yang baik berperan dalam menurunkan risiko terjadinya DBD melalui perilaku pencegahan yang lebih optimal.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Pencegahan Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD UNDATA Provinsi Sulawesi Tengah: Penelitian Vidya A. Ismail; Siti Yartin; Elifa Ihda Rahmayanti; Sisilia Rammang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5662

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe 2 di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, penelitian ini melibatkan 47 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (42,6%), sikap positif (78,7%), dan tindakan pencegahan ulkus yang positif (89,4%). Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,002) dengan kekuatan korelasi sedang (0,435), serta hubungan yang signifikan antara sikap dengan pencegahan ulkus diabetikum (p-value = 0,001) dengan kekuatan korelasi yang kuat (0,664). Simpulan dari penelitian ini adalah semakin baik pengetahuan dan semakin positif sikap pasien, maka semakin efektif pula tindakan pencegahan yang dilakukan untuk mengurangi risiko ulkus diabetikum.