Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Peningkatan Mutu Pembelajaran TPA melalui Optimalisasi Kurikulum di Kecamatan Siman Ashari, Riza; Arif, Syamsuddin; Isnatin, Umi; Alfarizi, Salman; Zaid, Abdul Hafidz; Dinia, Nazia; Harris, Jaudat Iqbal
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v8i1.8382

Abstract

Pendidikan Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik. Namun, di Kecamatan Siman, Ponorogo, masih ditemukan banyak TPA yang menggunakan metode pembelajaran tradisional, sehingga kurang efektif dalam meningkatkan kemampuan mengaji anak-anak. Kurangnya standar kurikulum yang konsisten menjadi salah satu faktor utama dalam permasalahan ini. Oleh karena itu, tim Pengabdian Masyarakat Universitas Darussalam Gontor melakukan pendampingan implementasi kurikulum TPA sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan Al-Qur’an.Metode yang digunakan dalam program pendampingan ini meliputi observasi, wawancara, penyusunan, pemutakhiran, sosialisasi, monitoring, dan evaluasi kurikulum. Tim melakukan observasi langsung terhadap proses pembelajaran di TPA dan wawancara dengan para pengajar untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Selanjutnya, tim bekerja sama dengan kepala Pesantren Anak Sholeh Baitul Qur’an (PAS-BQ) untuk menyusun kurikulum yang lebih terstruktur dan sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum yang telah disusun kemudian disosialisasikan kepada para pengajar TPA guna memastikan penerapannya secara efektif. Monitoring dilakukan untuk menilai implementasi kurikulum, sementara evaluasi dilaksanakan melalui ujian akhir, wisuda, dan pentas seni santri.Hasil dari pendampingan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam proses pembelajaran di TPA. Sebanyak 85% pengajar merasa terbantu dengan kurikulum baru dalam menyusun materi ajar secara lebih sistematis. Selain itu, 78% pengajar melaporkan adanya peningkatan keterlibatan santri dalam proses belajar, yang ditandai dengan meningkatnya kehadiran dan partisipasi aktif mereka. Evaluasi juga menunjukkan bahwa 90% santri mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang lebih baik. Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan implementasi kurikulum yang lebih terstruktur dapat terus berlanjut dan menjadi model bagi TPA lainnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur'an.
Menghadapi Islamophobia: Penyuluhan dan Pemahaman Toleransi di Madrasah Bilge Insan Akademik Turki Jaziela Huwaida; Syamsuddin Arif; Jaudat Iqbal Harris Harris; Abdul Hafidz Zaid; Riza Ashari; Ahmad Hasyim
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1329

Abstract

Islamophobia adalah fenomena yang didasarkan pada ketakutan terhadap sikap seseorang. Sikap ini dapat berupa ketidaktahuan, kebencian, atau prasangka buruk yang berlebihan terhadap umat Islam. Istilah ini mencakup berbagai jenis diskriminasi, stereotip, dan stigma negatif lainnya yang terjadi di masyarakat Barat saat ini. Kemudian, stigma ini dijadikan alasan untuk digunakan dalam propaganda. Salah satu faktor yang mendorong islamophobia adalah ketidakseimbangan umat Muslim dan serangan teroris yang diklaim oleh beberapa kelompok ekstremis Islam. Hingga saat ini, setiap Muslim masih merasa dampaknya secara langsung, sering menjadi sorotan dan korban dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, pendidikan, bahkan interaksi sosial itu sendiri. Di tingkat yang lebih luas, islamophobia menimbulkan ketegangan masyarakat yang dapat membahayakan kerukunan sosial. Proses pengabdian ini terdiri dari tiga tahapan metode: persiapan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Pada tahap pertama, yaitu persiapan, moderator memberikan penjelasan singkat tentang bagaimana peristiwa atau isu islamophobia dapat terjadi di masyarakat dengan peserta yang terdiri dari 2 dosen ahli dalam pemikiran Islam dari Universitas Darussalam Gontor. Pada tahap pelaksanaan, yang berlangsung dari tanggal 9 Maret hingga 19 Maret, pemateri menyampaikan materi terkait islamophobia, serta para pembimbing KKN Internasional Turki memberikan arahan dan strategi dalam menghadapi fenomena ini. Kegiatan ini diikuti oleh 27 siswa Madrasah Bilge, 2 dosen ahli pemikiran Islam UNIDA Gontor, dan 5 mahasiswa UNIDA Gontor. Hasil kegiatan menujukan sebanyak 85% peserta merasa lebih memahami konsep islamophobia dan cara mengatasinya, sementara 80% peserta mengaku lebih percaya diri dalam mengekspresikan identitas keislaman mereka di ruang publik. Selain itu, lebih dari 75% peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap materi yang diberikan. Selain itu, terdapat peningkatan pemahaman mengenai islamophobia dan strategi yang dapat digunakan untuk menghadapinya, seperti dialog yang konstruktif dan penyebaran konten positif di media sosial. Program ini diharapkan dapat membekali santri dengan pemahaman yang lebih baik dalam menghadapi stigma dan memperkuat ketahanan diri mereka dalam lingkungan sosial yang beragam.
Pendampingan Kelompok Tani "Karya Mandiri" di Desa Sukorejo Ponorogo melalui Digitalisasi dan Labelisasi Produk Pertanian ‘Aris, Muhammad Raffal; Dwicahyo, Agung; Jamil, Muhammad Shobrun; Daniswar, Haidar Aly; Ridho, Muhammad Najib; Sasongko, Yogi banar; Harris, Jaudat Iqbal
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 5 No. 2 (2025): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v5i2.2345

Abstract

The development of digital technology provides great opportunities for the agricultural sector to increase product competitiveness. However, many farmer groups still face obstacles in utilizing digital technology and modern marketing. One group that experiences this challenge is the "Karya Mandiri" farmer group in Sukorejo Village. For this reason, this mentoring program is carried out with the aim of increasing the understanding and skills of farmer group members in the digitalization and labeling of agricultural products in order to increase their selling value and market reach. The methods used in this mentoring include several stages, namely: (1) Identification of needs through an initial survey to determine the level of farmers' understanding of digitalization and product labeling, (2) Digitalization training which includes the use of social media and increasing access to marketing through location registration on Google Maps, (3) Product labeling training to increase the attractiveness of packaging, and (4) Evaluation of the impact of activities through a post-training survey. The results of this activity show an increase in the understanding of farmer group members in the aspects of digitalization and marketing of agricultural products. Before the training, only 40% of participants understood the basics of digitalization, increasing to 85% after the training. The use of social media for marketing increased from 30% to 80%, while the use of social media increased from 30% to 80%. In addition, the farmer group succeeded in creating more attractive product labels, which had an impact on increasing competitiveness in the local market. With this assistance, it is hoped that the "Karya Mandiri" farmer group can independently implement digital-based marketing strategies and more effective product labeling, so as to improve the welfare of its members.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Edukasi Literasi Kesehatan di Hari Buruh Nasional, Ponorogo Iskandar, Dede; Rahmat, Kristiawan Basuki; Najie’, Ilyu ‘Ainun; Azzahara, Dewi Mufida; Syauqal Hanun, Nadia Aulia; Rosidah, Ulfa Nur; Harris, Jaudat Iqbal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1594

Abstract

Health is a crucial aspect in supporting community productivity and quality of life. However, low public awareness regarding regular health check-ups remains a significant challenge in Indonesia. This community service activity aimed to improve access to and understanding of the importance of early detection of non-communicable diseases through free health screenings. The activity was carried out by the Ponorogo District Health Center (Puskesmas) in collaboration with the Faculty of Medicine at the University of Darussalam Gontor, in commemoration of National Labor Day, involving 152 participants from the general public. The screenings included blood pressure, blood glucose, cholesterol, and uric acid levels, accompanied by related health education. Evaluation results showed an increase in participants' knowledge regarding the risks and prevention of hypertension, diabetes, high cholesterol, and uric acid. The collaboration between educational institutions and health services proved effective in delivering education through an interactive-educational approach. This activity also demonstrated the effectiveness of a collaborative approach in strengthening health literacy and the prevention of non-communicable diseases at the community level. It serves as a concrete example of promotive and preventive synergy that can be replicated in other regions to enhance primary health services and raise public awareness of the importance of regular health check-ups.ABSTRAKKesehatan merupakan aspek penting dalam menunjang produktivitas dan kualitas hidup masyarakat. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan secara rutin masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan akses dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan dilaksanakan oleh Puskesmas Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam Gontor pada peringatan Hari Buruh Nasional, dengan melibatkan 152 peserta dari kalangan masyarakat umum. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat, serta edukasi kesehatan terkait. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta terhadap risiko dan pencegahan hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan asam urat. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan ini dinilai efektif dalam menyampaikan edukasi melalui pendekatan interaktif-edukatif. Kegiatan ini juga membuktikan efektivitas pendekatan kolaboratif dalam memperkuat literasi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular di tingkat masyarakat. Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi sinergi promotif dan preventif yang dapat direplikasi di wilayah lain untuk memperkuat layanan kesehatan dasar dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan secara rutin.
Peranan Peer to Peer Lending Syariah terhadap UMKM untuk Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19 Ahmad Agus Hidayat; Mugiyati; Siska Arie Novita; Jaudat Iqbal Harris
IQTISHADIA Jurnal Ekonomi & Perbankan Syariah Vol. 10 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/iqtishadia.v10i2.8806

Abstract

Deteksi Dini Kesehatan Melalui Cek Kesehatan Gratis di Lingkungan Universitas Darussalam Gontor Najie, Ilyu ‘Ainun; Iskandar, Dede; Nurhuda, Yusa Amin; Faramarisa, Fara Nayo; Tsabita, Khadija Kayyisha; Al Husna, Sabrina Yusrin; Harris, Jaudat Iqbal
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8185

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) masih menjadi masalah kesehatan utama yang berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas, termasuk di lingkungan perguruan tinggi. Tingginya aktivitas civitas akademika berpotensi menurunkan kesadaran terhadap kesehatan sehingga risiko PTM sering tidak terdeteksi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta melakukan deteksi dini kondisi kesehatan civitas akademika Universitas Darussalam Gontor melalui pemeriksaan kesehatan gratis. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan IMT, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, disertai kuesioner riwayat kesehatan dan konsultasi dokter. Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Oktober 2025 diikuti oleh 287 peserta. Hasil menunjukkan mayoritas peserta berada pada kategori normal, namun masih ditemukan beberapa dengan faktor risiko PTM. Kegiatan ini efektif sebagai upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan serta berpotensi mendukung pencegahan PTM di lingkungan universitas.
KKN INTERNASIONAL UNIDA GONTOR: SINERGI PENDIDIKAN DAN BUDAYA DI MALAYSIA Ahmad Dika Purnama; Hafidz Shiddiq Hamonangan Lubis; Fitri Setyo Rini; Mohammad Kholid Muslih; Jaudat Iqbal Harris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.41040

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional merupakan program pengabdian mahasiswa yang dirancang untuk mendukung pembangunan masyarakat lintas budaya, sekaligus memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Malaysia. Penelitian ini mengulas pelaksanaan KKN Internasional oleh mahasiswa Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam dan Negeri Selangor, khususnya Seksyen 7. Metode pelaksanaan mencakup observasi, wawancara, diskusi, dan analisis kebutuhan masyarakat untuk merancang program kerja yang berfokus pada pendidikan, sosial, dan budaya. Hasil kegiatan meliputi pelaksanaan seminar berpikir kritis dalam pembelajaran Bahasa Arab, diskusi budaya lintas negara, pengajaran Bahasa Arab, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial seperti pemotongan hewan kurban dan fasilitasi pembelajaran anak-anak. Program ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat dan melatih mahasiswa untuk memiliki kompetensi global, seperti keterampilan komunikasi lintas budaya, berpikir kritis, dan sensitivitas sosial. KKN Internasional terbukti mempererat hubungan akademik dan budaya antara kedua negara, serta memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam peran mereka sebagai agen perubahan. Kesimpulannya, program ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dalam konteks global, sekaligus menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMERIKSAAN MEDIS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DI DESA SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Yusuf Al Manaanu; Kristiawan Basuki Rahmat; Fazari Zul Hasmi Kanggas; Achmad Kahlil Gibran Saputra; Ilhan Apriyadi; Azhar Rizki Anggoro Sahputro; Jaudat Iqbal Harris
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9506

Abstract

Peningkatan umur harapan hidup menyebabkan jumlah lansia di Desa Slahung terus bertambah, disertai meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan sendi. Namun, keterbatasan fasilitas kesehatan dan kurangnya pengetahuan masyarakat menyebabkan pemeriksaan medis rutin masih jarang dilakukan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pencegahan penyakit melalui pemeriksaan kesehatan dan edukasi bagi lansia. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi antara UNIDA Gontor, RS Yasfin, dan Pemerintah Desa Slahung. Kegiatan ini juga melibatkan mitra dari Desa Slahung, Ponorogo, dengan jumlah peserta sebanyak 90 orang. Pemeriksaan meliputi pengukuran tekanan darah, gula darah, dan indeks massa tubuh, disertai edukasi langsung oleh tenaga medis. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman lansia tentang pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan berkala, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan diri.
Hilirisasi Produk Pertanian melalui Revitalisasi Mesin Produksi dan Pendampingan UMKM Keripik Berbasis PKK di Desa Ngindeng, Ponorogo Kristiawan Basuki Rahmat; Yusuf Al Manaanu; Akmal Hidayah; Muhammad Sholihin Muzaki Firmansyah; Ghani Rizqullah; Ridho Abdillah; Jaudat Iqbal Harris
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2511

Abstract

This community service program aimed to reactivate the chip-producing MSMEs in Ngindeng Village, which had ceased operations due to equipment damage and limited technical skills among the local community. The approach employed was participatory assistance through two main stages: the revitalization of production machines that had been non-functional for six years until fully operational, and the transfer of knowledge through workshops and hands-on practice for the Family Welfare and Empowerment Group (PKK). The results demonstrated a significant increase in partner capacity, from initially being unable to produce to being able to operate the equipment and produce independently. In addition, a product brand identity and modern packaging design were developed, enhancing product competitiveness and market value. The program made a tangible contribution by transforming dormant assets into active production facilities while strengthening human resource capacity, serving as a foundation for village economic self-reliance based on local potential.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan mereaktivasi UMKM produksi keripik di Desa Ngindeng yang terhenti akibat kerusakan alat dan keterbatasan keterampilan teknis masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui dua tahap utama, yaitu revitalisasi mesin produksi yang tidak beroperasi selama enam tahun hingga kembali berfungsi, serta transfer pengetahuan melalui lokakarya dan praktik langsung kepada kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra yang signifikan, dari kondisi awal tidak mampu berproduksi menjadi mampu mengoperasikan alat dan menghasilkan produk secara mandiri. Selain itu, dihasilkan identitas merek dan desain kemasan modern yang meningkatkan daya saing dan nilai jual produk. Kegiatan pengabdian berkontribusi nyata dalam mentransformasi aset terbengkalai menjadi sarana produksi aktif serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal.
PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) MELALUI EDUKASI KESEHATAN PADA MAHASISWA ASRAMA UNIDA GONTOR Alfhata Brillian Putra; Fara Nayo Faramarisa; Arrizki Azka Pratama; Jauhar Nafies; Muhammad Rafi Farid Ismail; Jaudat Iqbal Harris
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.60937

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya pada lingkungan asrama yang memiliki karakteristik hunian padat, penggunaan fasilitas secara bersama, serta tingginya intensitas interaksi antar penghuni. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), skabies, diare, tuberkulosis, dan demam berdarah dengue (DBD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai PHBS melalui edukasi kesehatan di lingkungan Asrama Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 2 Juli 2026 di Meeting Hall Asrama UNIDA Gontor dengan melibatkan 132 mahasiswa. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, pembagian leaflet, serta pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri atas 20 pertanyaan pilihan ganda mengenai konsep PHBS, pencegahan penyakit, kebersihan diri, sanitasi lingkungan, gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pemanfaatan fasilitas kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi. Sebelum intervensi, peserta dengan kategori pengetahuan baik sebanyak 24,2%, cukup 51,5%, dan kurang 24,2%. Setelah edukasi, kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 78,8%, kategori cukup sebesar 21,2%, dan tidak terdapat lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pendampingan melalui koordinasi dengan pengurus asrama serta pembagian lotion antinyamuk sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis vektor. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai PHBS dan berpotensi membentuk perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan di lingkungan asrama
Co-Authors Abdul Hafidz Bin Zaid Absa, Rafif Yuliza Achmad Kahlil Gibran Saputra Achmad Reza Hutama Al Faruqi Aditya Muhammad Daekan Wahyuda Agung Dwicahyo Agung Nurcholis Ahmad Agus Hidayat Ahmad Dika Purnama Ahmad Hasyim akmal hidayah Al Faqih, Muhammad Fahmi Al Hadad, Muhammad Haqi Al Hammaam, Hudzaif Al Husna, Sabrina Yusrin Alafianta, Novan Fatchu Alfhata Brillian Putra Amiq, Ahmad Fahrul Amru Saputra Andi Nur Fadhila Mahdiyah Aqif Khilmia Arrizki Azka Pratama Asyiddiqi, Abdul Aziz Azhar Rizki Anggoro Sahputro Azzahara, Dewi Mufida Cheyeng, Ridwan Daniswar, Haidar Aly Dede Iskandar, Dede Dinia, Nazia Fahruddin, Abdul Rozak Fara Nayo Faramarisa Faramarisa, Fara Nayo Fazari Zul Hasmi Kanggas Firmana Putra Fitri Setyo Rini Ghani Rizqullah Hafidz Shiddiq Hamonangan Lubis Hasbi, Noval Hudzaif Al Hammaam Husni, Indra Sholeh Ilhan Apriyadi Indra Sholeh Husni Jamil, Muhammad Shobrun Jauhar Nafies Jaziela Huwaida Jubron Muflih Kamil Julianto, Reyhan Aditya Kamil, Jubron Muflih Khoirul Umam Khoirul Umam Kristiawan Basuki Rahmat Lalu Ananta Lathiefa Rusli M. Kholid Muslih Mugiyati Muhammad Fahmi Al Faqih Muhammad Haqi Al Hadad Muhammad Rafi Farid Ismail Muhammad Sholihin Muzaki Firmansyah Muhammad Yazid Muhammad Yazid Muhammaf Raihan Musofa, Mar I Tri Najie, Ilyu ‘Ainun Najie’, Ilyu ‘Ainun Nouval Salman Noval Hasbi Nurhuda, Yusa Amin Oktavianos, Vandeber Rafif Yuliza Absa Rahmat, Kristiawan Basuki Raihan, Muhammaf Ridho Abdillah Ridho, Muhammad Najib Riza Ashari Rosidah, Ulfa Nur SALMAN ALFARIZI Sasongko, Yogi Banar Septrianto, Wahyu Sirajul Arifin Siska Arie Novita Syamsuddin Arif Syamsuddin Arif Syauqal Hanun, Nadia Aulia Taqwa, Ussia A’lat Tsabita, Khadija Kayyisha Umi Isnatin Vandeber Oktavianos Wahyuda, Aditya Muhammad Daekan Wijaksana, Arif Yusuf Al Manaanu ‘Aris, Muhammad Raffal