Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Tradisi Arab Pra-Islam terhadap Formasi Pemikiran Akhlak Islam Alya Nur Zhafira; Farkhan Abdillah Latief; Munafaoziyatun; Rahmat Lutfi Guefara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7063

Abstract

Artikel ini membahas pengaruh tradisi Arab pra-Islam terhadap pembentukan pemikiran akhlak dalam Islam. Melalui proses akulturasi, Islam menerima nilai-nilai positif seperti kejujuran dan kedermawanan, mereformasi aspek sosial seperti diskriminasi gender dan perbudakan, serta menolak elemen negatif seperti penyembahan berhala dan fanatisme kesukuan. Pendekatan historis-kritis digunakan untuk menganalisis bagaimana wahyu Islam berinteraksi dengan konteks budaya Jahiliyah, menghasilkan sistem akhlak yang berlandaskan tauhid dan keadilan. Implikasi kontemporer dibahas dalam konteks masyarakat modern, termasuk di Indonesia, di mana akhlak Islam dapat diterapkan untuk mengatasi isu sosial seperti ketidaksetaraan dan konflik budaya.
Rekonstruksi Ajaran Tasawuf Awal dan Relevansinya dalam Mengatasi Krisis Spiritualitas Masyarakat Modern Barokah Mellany Khoirunnisa; Nur Suci; Alferian Maulana; Rahmat Lutfi Guefara
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i3.7066

Abstract

Krisis spiritualitas merupakan salah satu problem fundamental yang dihadapi masyarakat modern, ditandai oleh kegelisahan batin, kehampaan makna hidup, serta dominasi orientasi ranscendenta. Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan perkembangan spiritual manusia. Artikel ini bertujuan untuk merekonstruksi ajaran tasawuf awal dalam Islam serta menganalisis relevansinya sebagai tawaran solusi atas krisis spiritualitas modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran literatur klasik dan kontemporer terkait tasawuf, sejarah kemunculannya, serta dinamika spiritual masyarakat modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf awal yang menekankan tazkiyatun nafs, zuhud, keikhlasan, dan kesadaran ilahiah memiliki relevansi yang kuat dalam membangun keseimbangan antara dimensi lahir dan batin manusia. Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai warisan spiritual Islam, tetapi juga sebagai kerangka etis dan praksis untuk memulihkan orientasi hidup manusia modern agar lebih bermakna, ranscendental, dan berorientasi pada nilai-nilai ketuhanan.
Community Empowerment through the Oyster Mushroom Cultivation Program in Kragilan Village Salisa, Alaya Rizka; Mufiroh, Alifa Nurul; Guefara, Rahmat Lutfi; Suhardiyono, Wahyu; Manasickana, Rina; Kharitsah, Nabila; Muhotib, Anas; Zamzami, Muhammad Irham; Gumohung, Alfikran; Kusuma, Andre Mahendra Heru; Subekti, Muhamad Anggun Tri; Hanifah, Jihan; Nafisatun, Ngulya; Sukin, Sukin; Muryanti, Tri; Mar'atussa'adah, Fika
Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Samakta: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Dharma Samakta Edukhatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61142/samakta.v3i1.331

Abstract

The community empowerment program through oyster mushroom cultivation in Kragilan Village was implemented as an effort to improve the skills, independence, and economic welfare of the community based on local potential. This program is part of the Community Service Lecture (KPM) activities of Al-Qur'an Science University. The method used is Participatory Action Research (PAR), which emphasizes the active involvement of the community in all stages of the activity, including planning, implementation, observation, and program evaluation. Data collection techniques were carried out through interviews, participatory observation, group discussions, and documentation. Community service activities included socialization, technical training in oyster mushroom cultivation (baglog production and shed maintenance), harvest assistance, and website-based financial management assistance. The results of the activities showed an increase in community knowledge and skills in oyster mushroom cultivation, increased participation and motivation for entrepreneurship, and a growing awareness of the importance of orderly and transparent business and financial management. In addition, this program had a social impact in the form of increased cooperation and collective responsibility, as well as an economic impact in the form of potential additional income for the community. This oyster mushroom cultivation program is considered effective as a means of community empowerment and has the potential to be developed sustainably with support from various parties.