Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Dynamic Governance in public service: Case Study on Bojonegoro Traffic Information Center application Afida, Nurul Izzah; Ana Kumalasari; Ida Swasanti; Mohamed Alamin Ibrahim Yosif4
Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal) Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Administrasi Publik (Public Administration Journal), June
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jap.v15i1.13499

Abstract

The Bojonegoro Traffic Information Center (Bojonegoro TIC) application is an innovative application managed by the Transportation Agency to facilitate the process of providing public information services in the field of traffic. The government is expected to be able to implement dynamic governance, by the times but not ignoring the needs of the community. Focusing on a case study where the Bojonegoro Traffic Information Center application has been launched since 2018 and has undergone three stages of renewal, but the people of Bojonegoro city still do not know the existence of the Bojonegoro Traffic Information Center application in providing public information services. There are still several obstacles such as in 2022 the weakness of CCTV real-time data that cannot function for almost a year, there are still many people who are in remote areas, and also people who are old are not accustomed to using cellphones as a source of public information services, they think that cellphones are only limited to communication tools. This study aims to determine the dynamic governance of service delivery through the Bojonegoro Traffic Information Center application according to Neo & Chen 2007, where there are three dynamic governance capabilities: Thinking Ahead, Thinking Again, and Thinking Across. The results of the study have thought ahead by preparing public services through one service application and creating innovations to bring services closer to the community, but also have thought again by conducting regular evaluations and thinking across borders by adopting thoughts from other regions by implementing directly on the application so that it can support public services to the community.
E-Government Melalui Aplikasi Ibuk-E Dalam Penyelenggaraan Pelayanan Publik Di Desa Prayungan Ainina Ika Yulianti; Ahmad Suprastiyo; Ida Swasanti
Jurnal Niara Vol. 18 No. 1 (2025): Mei
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v18i1.24650

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah mendorong berbagai sektor pemerintahan untuk menerapkan konsep e-government guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan. Salah satu bentuk penerapan e-government adalah pemanfaatan aplikasi Ibuk-E sebagai sarana penyediaan informasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan aplikasi Ibuk-E dalam meningkatkan partisipasi masyarakat serta memperbaiki kualitas pelayanan publik di tingkat desa. E-government yang diterapkan menggunakan 3 elemen sukses meliputi: elemen support (dukungan), elemen capacity (kemampuan) dan elemen value (manfaat) serta mendeskripsikan kendala yang menjadi penghambat penerapan e-government. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada desa prayungan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis berfokus pada bagaimana aplikasi Ibuk-E dapat memberikan manfaat dalam mengakses informasi, transparansi, serta partisipasi masyarakat dalam layanan publik. Disamping itu, aplikasi Ibuk-E juga memiliki beberapa kendala dalam implementasinya yaitu kurangnya pembiasaan tenaga pemerintahan dan warga dalam memanfaatkan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Ibuk-E memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan, tetapi tidak semua warga menggunakannya bahkan tidak mengetahui adanya aplikasi tersebut.
Family Support: Edukasi Perlindungan dan Keselamatan Sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Ibu dan Anak di Desa Mojoagung Swasanti, Ida; Septian, Esa; Saputri, Novita Ellisa Rusdiana
JMM - Jurnal Masyarakat Merdeka Vol 8, No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/jmm.v8i1.174

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), terutama yang melibatkan ibu dan anak, masih menjadi masalah serius di Indonesia. Meskipun ada upaya untuk menjaga keamanan keluarga, banyak kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan rumah tangga, menyebabkan dampak negatif terhadap fisik dan mental korban. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai perlindungan dan keselamatan ibu serta anak di Desa Mojoagung, dengan fokus pada pencegahan kekerasan melalui komunikasi yang efektif dalam keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif, yang melibatkan sosialisasi, diskusi interaktif, dan workshop praktis. Hasil dari pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai hak-hak perlindungan ibu dan anak, serta keterampilan untuk mengidentifikasi dan mencegah kekerasan. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam berpartisipasi dalam kegiatan yang mendorong komunikasi terbuka dan kesadaran tentang perlindungan keluarga. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya peran keluarga dalam melindungi ibu dan anak dari kekerasan. Rekomendasi untuk tindak lanjut mencakup pelatihan lanjutan dan pembentukan kelompok dukungan masyarakat, yang diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan dari upaya pencegahan kekerasan dalam rumah tangga.
PENDAMPINGAN DAN EDUKASI KESEHATAN SEKSUAL DALAM PERSPEKTIF GENDER PADA REMAJA PUTRI DI DESA MOJOAGUNG Wulandari, Septi; Farahdiansari, Ardana Putri; Swasanti, Ida; Septian, Esa
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i1.567

Abstract

Permasalahan kesehatan seksual dan kesetaraan gender masih menjadi tantangan penting di berbagai komunitas, terutama bagi remaja yang memiliki keterbatasan akses terhadap informasi yang akurat. Remaja putri di Desa Mojoagung menghadapi hambatan dalam memahami isu-isu tersebut akibat pengaruh budaya konservatif dan minimnya edukasi yang komprehensif. Kondisi ini berisiko meningkatkan perilaku seksual berisiko dan memperparah ketidaksetaraan gender di tingkat komunitas. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan seksual dan kesadaran gender pada remaja putri melalui pendekatan edukatif berbasis komunitas. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, quiz, serta pendampingan daring melalui grup diskusi. Materi mencakup kesehatan reproduksi, peran gender, pencegahan kekerasan seksual, dan kesetaraan dalam keluarga. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif, respon peserta dalam quiz, dan refleksi kelompok. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta serta keterampilan dalam mengidentifikasi isu-isu kesehatan seksual dan diskriminasi gender. Program ini efektif dalam membentuk kesadaran kritis dan mendorong perilaku yang bertanggung jawab. Rekomendasi lanjutan meliputi pelatihan peer educator dan kolaborasi dengan Puskesmas dan sekolah guna memperluas jangkauan dan keberlanjutan program.
Analisis Modal Sosial dalam Pengembangan Program Pemberdayaan Ekonomi di LAZISNU Kabupaten Bojonegoro Permatasari, Shinta Della Intan; Huda, Muhammad Miftahul; Swasanti, Ida
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 11 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v11i1.4041

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dalam pengembangan program pemberdayaan ekonomi yang dilaksanakan oleh LAZISNU di Kabupaten Bojonegoro dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas modal sosial dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Mengingat tingginya angka kemiskinan di Bojonegoro yang mencapai 11,69% pada Maret 2024, LAZISNU berupaya untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui inisiatif pemberdayaan berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan purposive sampling untuk memilih informan yang relevan, termasuk struktur organisasi LAZISNU dan penerima manfaat program. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa modal sosial, yang meliputi jaringan sosial, norma, dan kepercayaan, memainkan peran penting dalam mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat keberlanjutan program. Faktor-faktor seperti dukungan tokoh masyarakat, gotong royong, dan keterlibatan masyarakat sangat penting bagi keberhasilan pemberdayaan ekonomi berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga filantropi dan entitas sejenis dalam memanfaatkan modal sosial sebagai strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dynamic Governance pada Dinas P3AKB Dalam Pengurangan Pernikahan Dini di Kabupaten Bojonegoro Sari, Ilmi Dinta Citra; Rupiarsieh; Tjatur, kusnandaka; Swasanti, Ida
JIAN (Jurnal Ilmiah Administrasi Negara) Vol. 9 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56071/jian.v9i3.1497

Abstract

Tingginya angka pengajuan dispensasi nikah di Kabupaten Bojonegoro menjadi permasalahan serius yang berdampak terhadap kesehatan, pendidikan, dan masa depan anak. Meskipun angka pengajuan dispensasi nikah sudah menunjukkan trend penurunan sejak tahun 2020, namun praktik pernikahan anak masih terus terjadi dan memerlukan penanganan yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep dynamic governance pada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dalam upaya pengurangan pernikahan dini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Teori Dynamic Governance dari Neo, Boon & Chen (2007) menjadi kerangka analisis utama dengan tiga elemen pokok yaitu culture, Capability, dan Change yang dikaji melalui prinsip-prinsip seperti Integrity, Pragmatism, State Activism, Long-Term Orientation, dengan menilai dari Thinking Ahead, Thinking Again, dan Thinking Across. Pada hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas P3AKB telah menerapkan prinsip-prinsip dynamic governance secara bertahap dan berkelanjutan untuk mengurangi pernikahan dini. Meskipun masih terdapat tantangan kultural dan struktural, namun pendekatan dynamic governance menjadi landasan strategis yang relevan dalam menciptakan kebijakan yang adaptif dan berorientasi jangka panjang.
Good Governance dalam Pengelolaan Keuangan Desa di Desa Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Swasanti, Ida; Septian, Esa; Aprilia, Maya
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pentingnya pengelolaan keuangan desa yang baik dalam konteks good governance, terutama di Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Pengelolaan keuangan yang efektif diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan memastikan pelayanan publik yang memadai. Penelitian ini menganalisis bagaimana penerapan prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan keuangan desa di Desa Kapas dan dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Penelitian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat setempat, untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif mengenai pengelolaan keuangan desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip good governance, seperti transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, telah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Masyarakat merasa lebih terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan lebih memahami alokasi anggaran desa. Pembahasan lebih lanjut mengungkapkan bahwa meskipun ada kemajuan, masih terdapat tantangan dalam implementasi, seperti kurangnya kapasitas sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pengelolaan keuangan desa yang baik, yang didasarkan pada prinsip-prinsip good governance, dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari penerapan good governance dalam pengelolaan keuangan desa serta mengidentifikasi strategi untuk mengatasi tantangan yang ada.
Implementasi Alat Fingerpint pada Kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil Anindia Afit Putri Yanuarta; Ahmad Suprastio; Ida Swasanti
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 1 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal 
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i1.6207

Abstract

The advancement of technology is increasingly present in everyday life and provides positive impacts for humans, including in the government sector. The implementation of technologies such as fingerprint-based attendance has become a crucial strategy to improve the discipline and efficiency of civil servants (ASN). This system replaces manual methods with more accurate and real-time technology, making attendance tracking easier and reducing the risk of data manipulation. This research utilizes a descriptive qualitative method, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings of the study reveal that the use of fingerprint attendance contributes to improved discipline and work efficiency. However, some technical challenges, such as device malfunctions and difficulties in reading fingerprints, still exist. The primary advantages of this system are speed, accuracy, and data integration, which support employee performance evaluation. With technical improvements and feature additions, the fingerprint system can offer more significant benefits over time.
ADAPTIVE GOVERNANCE IN POVERTY ALLEVIATION EFFORTS THROUGH ECOTOURISM AT NGERONG CAVE IN RENGEL VILLAGE Octavia Ranja Riskulloh; Faridatul Istighfaroh; Ida Swasanti
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.6880

Abstract

This study discusses poverty alleviation efforts through ecotourism in Rengel Village, Rengel District, Tuban Regency. This study aims to analyse the application of adaptive governance in poverty alleviation efforts through Ngerong Cave Ecotourism in Rengel Village. This research method used a descriptive qualitative approach and data were collected through observation, interviews, and documentation. Based on the adaptive governance theory from Sharma-Wallace (2018), the study results lie on the eight indicator: collaboration, coordination, social capital development, community empowerment and involvement, capacity building, connecting knowledge and decision-making through data collection, improving leadership capacity, and utilizing or creating governance opportunities. The findings reveal that efforts to alleviate poverty through Ngerong Cave Ecotourism have not shown significant improvement in poverty caused by lack of collaboration among various parties, the lack of community empowerment and involvement, and the absence of proactive measures to create governance opportunities. On the other hand, managers have coordinated professionally, built substantial social capital, increased capacity, and made decisions in accordance with the adaptive governance approach. This study contributes to expanding the literature on adaptive governance used in rural ecotourism as an effort to reduce poverty.
Public Value Subsidi Transportasi: Evaluasi Aksesibilitas dan Kepuasan Pengguna Apel Gratis di Kabupaten Bojonegoro Nandina Salsabilla; Muhammad Miftahul Huda; Ida Swasanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/59vbkn83

Abstract

This study evaluates the public value of the Free Student Transportation Program (APEL Gratis) implemented by the Government of Bojonegoro Regency as a transportation subsidy policy to support equitable access to education. Public transportation plays a strategic role in ensuring students’ safety, accessibility, and affordability, particularly for those living in rural and peripheral areas. This research aims to assess the extent to which APEL Gratis creates public value by examining accessibility, user satisfaction, public support, and operational capacity. The study employs a descriptive qualitative approach using in-depth interviews, field observations, and documentation. Informants were selected through purposive sampling and included student users, parents, drivers, and officials from the Department of Transportation. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model and interpreted through the Public Value Theory framework proposed by Mark H. Moore, focusing on public value, legitimacy and support, and operational capacity. The findings indicate that APEL Gratis provides tangible benefits by improving student safety, reducing transportation costs, and facilitating school access. The program has gained strong public legitimacy and support from students, parents, and schools. However, challenges remain in terms of limited route coverage, insufficient fleet capacity, and passenger overcrowding during peak hours, which affect service comfort and equity of access. Overall, APEL Gratis has succeeded in creating public value, although improvements in operational capacity are necessary to optimize service quality and ensure more equitable coverage across Bojonegoro Regency.