Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JURNAL CITRA KEPERAWATAN

PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN CEMPAKA BANJARBARU hammad, hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.714 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Diare merupakan masalah klasik kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. DataPuskesmasCempaka BanjarbaruKalsel tahun 2013 menunjukkan tingginya angka kejadian diare pada anak usia 1-4 tahun di kelurahan Cempaka Banjarbaru Kalsel. Tujuan penelitian ini menilai pengetahuan ibu balita terhadap diare pada anak. Metode : Penelitian bersifat deskriptif dengan sampel 51 responden dengan teknik purposive sampling dan dianalisa secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan ibu baik (45 %).  Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan masyarakat Kelurahan Cempaka harus terus ditingkatkan karena peningkatan pengetahuan akan menimbulkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan mandiri pada penyakit diare.  
FAKTOR BERKAITAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI SMP NEGERI 8 BANJARBARU Hammad, Hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.383 KB)

Abstract

Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dibawah normal. Penyebab anemia adalah kurangnya zat besi yang berperang dalam pembentukan hemoglobin. Anemia yang normal 10 g/dl, anemia sedang 7-10 g/dl dan anemia berat < 7 g/dl. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai faktor yang Berkaitan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMP Negeri 8 Banjarbaru Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan survei deskriptif dengan teknik pengambilan random sampling yaitu berjumlah 103 orang. Pengumpulan data dengan kuesioner langsung dari responden. Dari hasil penelitian didapatkan sebagian besar tingkat pengetahuan remaja tentang anemia adalah cukup 40 responden (39,0%) dan tingkat pendapatan keluarga  tentang anemia sebagian besar berpendapatan rendah sebanyak 52 responden (50,2%) serta pola menstruasi tentang anemia sebagian besar pola menstruasi yang tidak norma, sebanyak 54 responden (52,4%). Berdasarkan hasil penelitian maka  disarankan remaja putri, untuk dapat menambah pengetahuan dan wawasan dengan cara memperbanyak informasi tentang anemia.Kata Kunci : ANEMIA, REMAJA PUTRI
Analisis Deskriptif Perubahan Tekanan Darah Pasien Saat Mengalami Asthma Attack Hammad hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 9 No 1 (2021): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v9i1.137

Abstract

Ketika serangan asma, jalan napas mengalami peradangan (inflamasi) dan penyempitan saluran napas (bronkokontriksi). Inflamasi terjadi pada lumen (bagian dalam) jalan napas sedangkan bronkokontriksi terjadi karena kontriksi otot bronkial yang menyebabkan penyempitan jalan napas. Jika dibiarkan, maka obstruksi (penyempitan) jalan napas akan semakin parah dan bisa berakibat fatal). Kondisi ini akan menimbulkan berbagai perubahan tanda vital. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tekanan darah dan nadi saat terjadi asthma attack di IGD RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Metode penelitian ini kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan one time apporach. Populasi dalam penelitian ini seluruh pasien yang mengalami serangan asma, sampel sebanyak 70 orang dengan teknik Simple random sampling, dianalisis secara deskriptif dengan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian tekanan darah dari saat serangan asma menunjukkan nilai tekanan darah dari saat serangan asma menunjukkan nilai normal yaitu sebanyak 44 orang (63 %) dan tidak normal sebanyak 37%. Denyut nadi menunjukkan nilai normal yaitu sebanyak 39 orang (56 %) dan tidak normal 44%. Perubahan tekanan darah dan nadi ini menunjukkan adanya gangguan hemodinamik yang dialami pasien saat terjadi serangan. Atensi perawat IGD dalam kondisi ini diperlukan untuk pencegahan pasien agar tidak jatuh ke dalam kondisi yang lebih buruk.
Hubungan Kadar Ureum Dan Kreatinin Dengan Tingkat Fatigue Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Yang Menjalani Hemodialisa Uswatun Hasanah; Hammad Hammad; Agus Rachmadi
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 8 No 2 (2020): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v8i2.158

Abstract

Fatigue merupakan gejala umum yang terjadi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Kadar ureum, dan kreatinin yang tinggi sering kali dipakai sebagai data penunjang untuk menegakkan diagnosa CKD. Penurunan sekresi ureum dan kreatinin menyebabkan metabolisme protein dan asam laktat meningkat yang menyebabkan fatigue. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kadar ureum dan kreatinin dengan tingkat fatigue pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa diruang hemodialisa RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan rancangan korelasi dengan pendekatan cross sectional, teknik sampling simple random dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang, dianalisis dengan uji Kendall Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 60 responden sebagian besar mengalami kadar ureum tinggi sebanyak 24 orang (56,7%), kadar kreatinin tinggi sebanyak 57 orang (95%), dan mengalami tingkat fatigue lelah yaitu sebanyak 25 orang (41,7%). Terdapat hubungan kadar ureum dengan tingkat fatigue pada pasien CKD dengan nilai p = 0,008 dan terdapat hubungan kadar kreatinin dengan tingkat fatigue pada pasien CKD dengan nilai p = 0,002.Diharapkan dapat lebih memperhatikan rasa lelah dan gejala yang terkait, menghindari faktor-faktor yang meningkatkan kelelahan dan mengikuti langkah- langkah untuk mengurangi kelelahan tersebut, seperti mengatur diit makanan dan pola istirahat agar tidak terjadi peningkatan ureum dan kreatinin.
PENGETAHUAN IBU TENTANG DIARE PADA BALITA DI KELURAHAN CEMPAKA BANJARBARU hammad, hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 4 No 2 (2016): JURNAL CITRA KEPERAWATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.714 KB) | DOI: 10.31964/jck.v4i2.46

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Diare merupakan masalah klasik kesehatan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. DataPuskesmasCempaka BanjarbaruKalsel tahun 2013 menunjukkan tingginya angka kejadian diare pada anak usia 1-4 tahun di kelurahan Cempaka Banjarbaru Kalsel. Tujuan penelitian ini menilai pengetahuan ibu balita terhadap diare pada anak. Metode : Penelitian bersifat deskriptif dengan sampel 51 responden dengan teknik purposive sampling dan dianalisa secara deskriptif. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan ibu baik (45 %).  Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan masyarakat Kelurahan Cempaka harus terus ditingkatkan karena peningkatan pengetahuan akan menimbulkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan dan penanganan mandiri pada penyakit diare.  
Analisis Faktor Individu Terhadap Risiko Penyalahgunaan Napza Pada Remaja syarniah, syarniah; Wilutono, Nasrullah; Hammad, Hammad
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 11 No 2 (2023): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v11i2.337

Abstract

Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa “ Indonesia berada dalam kondisi Darurat Narkoba” yang berarti penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba berada pada tingkat kerawanan yang tinggi. Pada tahun 2015 sudah terdapat 4.030 juta orang telah menjadi pengguna Narkoba, dan menyebabkan kematian 33 orang perhari. Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza) sudah merambah pada berbagai tingkat usia termasuk anak sekolah dan remaja. Penelitian ini menganalisis faktor individu yang berhubungan dengan risiko penyalahgunaan napza pada remaja di Desa Bincau Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan. Metode penelitian survey analitik. Populasi penelitian remaja yang berusia 12 – 19 tahun yang belum menikah. Tehnik sampling total sampling. Jumlah sampel 95 responden. Instrumen penelitian kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil penelitian didapatkan Faktor individu yang mempengaruhi risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja pada kategori rendah 87 responden (91,6 %) dan kategori tinggi 8 responden (8,4 %). Risiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja pada kategori tidak pengguna 89 responden (94 %), tahap coba-coba 1 responden (1%), pemakaian regular 1 responden (1%), ketagihan 1 responden (1%), dan ketergantungan 2 responden (2%). Ada hubungan yang sempurna antara faktor individu dengan risiko penyalahgunaan NAPZA, ρ =0,000 ; α, r = 0,856 . Keluarga dengan anak remaja penyalahgunaan napza diharapkan segera membawa anaknya untuk melakukan rehabilitasi ke tempat pelayanan kesehatan atau melalui Badan Narkotika Kabupaten/Kota. Abstract The Indonesian government stated that "Indonesia is in a state of drug emergency" which means that drug abuse and illicit trafficking is at a high level of vulnerability. In 2015, 4,030 million people were drug users, and this resulted in the death of 33 people per day. Abuse of narcotics, psychotropic substances and addictive substances (drugs) has spread to various age levels, including school children and teenagers. This study analyzes individual factors related to the risk of drug abuse among adolescents in Bincau Village, Martapura District, Banjar Regency, South Kalimantan Province. Analytical survey research method. The research population is teenagers aged 12 – 19 years who are not married. Total sampling technique. The total sample is 95 respondents. Questionnaire research instrument. Data analysis used the Spearman rank statistical test. The research results showed that individual factors that influence the risk of drug abuse in adolescents were in the low category 87 respondents (91.6%) and in the high category 8 respondents (8.4%). The risk of drug abuse among teenagers in the category of non-users is 89 respondents (94%), trial and error stage is 1 respondent (1%), regular use is 1 respondent (1%), addiction is 1 respondent (1%), and dependency is 2 respondents (2 %). There is a perfect relationship between individual factors and the risk of drug abuse, ρ =0.000; α, r = 0.856 . Families with teenage children who abuse drugs are expected to immediately take their children for rehabilitation to a health service or through the Regency/City Narcotics Agency.
Analysis Of Factors Affecting Stroke Patients' Adherence To Treatment Programmes Aty, Yoany Maria Vianney B.; Hammad, Hammad; Sambriongt, Maria
JURNAL CITRA KEPERAWATAN Vol 12 No 1 (2024): JURNAL CITRA KEPERAWATAN Edisi : June
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jck.v12i1.347

Abstract

Stroke occupies the first place as the deadliest disease in Indonesia. Data on the number of ischaemia stroke patients is 1117 patients. There are approximately 104 patients who do not make a return visit after being discharged from the hospital. The purpose of this study was to determine the factors that influence patient compliance with the treatment programme in outpatients with stroke. This study is a quantitative study with a crosectional research design. The sample determination in this study used total sampling of the average number of patient visits for 3 months. The number of samples taken was 63 patients. Statistical tests used in this study were chi square test and logistic regression test. Based on the results of the multivariate test, the variables that influence compliance with the treatment program for patients with ischaemia stroke are trust in health workers with a p-value of 0.000, family support with a p-value of 0.000, and self-efficacy with a p-value of 0.001. The conclusion of this study is that trust in health workers, family support and self-efficacy greatly affect the treatment program of patients with ischaemia stroke. The author hopes that families and health workers can provide good support and understanding to patients in following the existing treatment programme
Co-Authors Abdullah Al Mamun Acob, Joel Rey Ugsang Agisti, Rinne Agus Rachmadi Agus Rachmadi Agustin, Dinni Agustine Ramie Ainun Sajidah Ainun Sajidah Ani Nuraini, Ani Annisa, Farah Aprianti Aprianti Aty, Yoany Maria Vianney B. Auta, Tanko Titus Titus Bahtiar Bahtiar Bayu, Ricky Bisepta Prayogi, Bisepta brata ismaya, sakti Endang Sri P Ningsih Erminawati erminawati Eros Rosmiati Fajar, Imam Fathurrahman Fathurrahman Hambali, Ach Hamdali, Hamdali Hari Gursida Heru Santoso Wahito Nugroho I Putu Suiraoka Ida Rahmawati Indrajaya, Titus Ismaya, Sakti Brata Kaila, Wafa Khairir Rizani Khairir Rizani, Khairir Kurniadi Kurniadi Kurniawati, Ninuk Dian M. Ichwan Rijani Magdalena Magdalena Mariana , Evi Risa Mariana, Evi Risa Marwansyah, Marwansyah Mas’odah, Siti Mawaranti, Erien Febina Maya Sova Muhammad Rasyid, Muhammad Muharam, Hari Muhtar Muhtar Nad’wa Huda Nazmi, Syaima Nursalam, Nursalam Nuryanah, Nuryanah Rachmadi, Agus Ragu Harming Kristina Rahma, Adilla Alfina Rahmah, Adila Alfina Rahman, Arief 4 Rahman, Syafiq Fadlu Rahmana, Muhamad Syeikha Rahmani Ramie, Agustine Ramon Hurdawaty Raudhatul Husna Ridha, Magfiratul Rima Dewi Rinne Agisti Risa Marina, Evi Risca Dwiaryanti, Risca Rizani, Akhmad Rizkan Azhima Rushadiyati, Rushadiyati Rutmauli Hutagaol Saggaff Shihab, Muchsin Said, Fahmi Sambriongt, Maria Sanglar Polnok, Sanglar SPN, Endang Sri PN, Endang Sri Yulianti Sulaiman Hamzani Supriyani, Mei Suryani, Mei Suryanih, Suryanih Suyatno, Endi SYAIFUL BAHRI Syaiful Syaiful Syarniah, Syarniah Tafrizi, Tafrizi Uswatun Hasanah Wilotono, Nasrullah Wilutono, Nasrullah Yandi Asmana Yeni Mulyani Yusuf Yusuf Zainab Zainab