Claim Missing Document
Check
Articles

Pembuatan Permen Jelly Untuk Kesegaran Dan Kesehatan Tubuh Dari Jahe Bagi Ibu PKK Desa Cinta Rakyat Kabupaten Deli Serdang Percut Sei Tuan Safriana, Safriana; Fitriani, Enny; Nurmaliza, Lili; Ruseni, Ruseni; Lestari, Ayu Diah; Hasniar, Hasniar; Candani, Mella; Syahfitri, Sri Wulan; Aulia, Syafitri
Health Community Service Vol. 2 No. 1 (2024): Artikel Pengabdian Februari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/hcs.v2i1.3830

Abstract

Most of the daily activities of the people in Cinta Rakyat Percut Sei Tuan Village, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province, are still being housewives and helping their husbands with farming and fishing. This village is ± 11 km from the Indah Medan College of Health Sciences campus. Most of the women in this village are members of PKK groups and village organizations and various activities in the village, but are limited to religious and other social activities, the rest mostly stay at home. Ginger jelly candy functions to help improve body health, warm the body, relieve body aches. So it has great potential to be developed into a superior product. These production results can later be marketed through daily necessities shops, supermarkets, restaurants, or through village unit cooperatives in Deli Serdang Regency, or online.The implementation method offered to support program realization, the first stage of this activity is conducting observations and making cooperation agreements with partners. The people of Cinta Rakyat Percut Sei Tuan Village, Deli Serdang, North Sumatra, have gained an understanding of the benefits of ginger jelly candy for health, skills in how to make, package and market Ginger jelly candy using plant ingredients that are healthy, strong and easy to obtain, in a safe way. easy and simple equipment. In conclusion, the people of Cinta Rakyat Village mostly work to help their husbands farm or take part in PKK women's activities. Jelly candy can function to help improve body health, so it has the potential to make ginger jelly candy products and can be sold at public figures or supermarkets to increase family income. Ginger functions to reduce allergies, relieve digestive system disorders, relieve menstrual pain
The Crisis of Adab in Generation Z’s Social Interactions: Challenges and Urgency Asyah, Nur; Fadhillah Putri, Rini; Fitriani, Enny
International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Vol. 5 No. 1 (2026): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijere.v5i1.1710

Abstract

Generation Z has grown up in the digital era marked by the massive dominance of social media and communication technologies. This phenomenon has significantly transformed patterns of social interaction—including attitudes, manners, and interpersonal communication ethics—often characterized by a decline in adab (ethical conduct) and face-to-face social skills. This study aims to identify the characteristics of the adab crisis in Generation Z’s social interactions, and examine the urgency of addressing this issue within the contexts of education and character development. A literature review method was employed to synthesize findings from recent empirical studies. The results indicate that the dominance of digital interactions contributes to a decline in meaningful interpersonal communication skills, while the need for adab education and soft skills development has become increasingly urgent. Theoretically, this study enriches the discourse on adab as a dynamic and contextual social construct in the digital era. Adab can no longer be understood solely in a normative–traditional sense but must be positioned as an adaptive social competence responding to contemporary changes. Practically, the findings provide a strong foundation for developing educational and guidance interventions—particularly through humanistic approaches and group guidance—as effective strategies for revitalizing adab in Generation Z’s social interactions
Esensi Gaya Hidup Minimalis: Studi Living Qur’an Surah Al-Furqan ayat 67 Perspektif Generasi Milenial di Kota Medan Riska Khairani; Saripuddin, Saripuddin; Enny Fitriani
Jurnal test Vol 2 No 1 (2023): March
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.191 KB) | DOI: 10.58363/alfahmu.v2i1.16

Abstract

The background of this research is the prevalence of unhealthy lifestyles among millennials lifestyles of extravagance wasting money flaunting wealth. Even though there are lifestyles that have a myriad of benefits when applied, they are none other than following a minimalist lifestyle. But sadly, minimalist life is not something that is coveted among millennials. In fact, in Surah Al-Furqan: 67 it is explained that we should not waste wealth excessively and should not be stingy with the assets we have. The formulation of the problem and the purpose of this study is to find out how contemporary classical scholars interpret Surah Al-Furqan: 67 and what is the essence of the minimalistic lifestyle according to millennials in Medan. The method used is phenomenology and interview qualitative method. The results of this study show the view of contemporary classical scholars that actually a minimalist lifestyle is that we can have and use it, but it is forbidden to overdo it. The nature of qanaah and zuhud really needs to be applied in living a lifestyle. Meanwhile, the application of a minimalist lifestyle in millennial society is still limited, because at the same time there are still many millennials who are competing to implement a hedonic lifestyle, but not a few are also starting to adopt a minimalist lifestyle by not following their passions to exaggerate in living life.
Sekolah Ramah Emosi: Pendampingan Siswa dalam Mengontrol Emosi melalui Bimbingan Kelompok Fitriani, Enny; Fadhilah, Ihsan; Risnawaty, Risnawaty; Hasibuan, Annim
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10401

Abstract

Kecenderungan siswa mengalami ledakan emosi, seperti mudah marah, frustasi, dan perilaku agresif di lingkungan sekolah menjadi masalah psikososial yang perlu mendapat perhatian serius. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa mengontrol emosi secara positif melalui layanan bimbingan kelompok dalam mewujudkan sekolah yang ramah emosi. Metode yang digunakan meliputi tahap asesmen kebutuhan, pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, serta evaluasi perkembangan pengendalian emosi siswa. Kegiatan dilakukan pada siswa SMP Swasta Silinda yang memiliki kecenderungan emosi negatif berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru BK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali emosi diri, mengelola kemarahan, serta berkomunikasi asertif dalam kelompok. Program ini juga menumbuhkan iklim sekolah yang lebih empatik dan suportif. Pengabdian ini merekomendasikan agar sekolah mengintegrasikan program bimbingan kelompok berbasis regulasi emosi ke dalam kegiatan bimbingan rutin.
Pemeriksaan Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jus Jambu Biji Merah Yang Beredar Di Kelurahan Harjosari Gunawan, M.; Fitriani, Enny; Bagas F, Muhamad; Yuliana, Yuliana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jus jambu biji merah merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat karena rasanya segar dan mengandung vitamin serta antioksidan tinggi. Namun, proses pengolahan dan penyajian yang tidak higienis dapat menyebabkan kontaminasi mikroba seperti bakteri, kapang, dan khamir yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat cemaran mikrobiologis pada jus jambu biji merah yang beredar di Kelurahan Harjosari, Medan , dengan membandingkan produk yang dijual di pinggir jalan dan produk bermerek yang dijual di swalayan. Metode yang digunakan adalah Angka Lempeng Total (ALT) untuk menghitung jumlah bakteri dan Angka Kapang Khamir (AKK) untuk menghitung jumlah kapang dan khamir. Pengenceran dilakukan dengan menggunakan larutan pengencer Lactose Broth (LB), uji Angka Lempeng Total (ALT) dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10-4 sampel yang telah diencerkan ditambahkan ke dalam media Plate Count Agar (PCA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Uji Angka Kapang Khamir (AKK) dilakukan pengenceran bertingkat hingga 10-3 sampel yang telah diencerkan ditambahkan ke dalam media Potato Dextrose Agar (PDA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 20-25°C. Koloni bakteri dan jamur dihitung menggunakan Quebec® colony counter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar jus jambu biji merah yang dijual di pinggir jalan memiliki nilai ALT dan AKK yang melebihi batas maksimum yang ditetapkan oleh SNI 3719:2014 (ALT ≤ 1×10⁴ koloni/mL dan AKK ≤ 1×10² koloni/mL), sedangkan produk bermerek di swalayan masih berada dalam batas aman. Dapat disimpulkan bahwa kualitas mikrobiologis jus jambu biji merah sangat dipengaruhi oleh faktor sanitasi, proses pengolahan, dan cara penyimpanan. Penelitian ini memberikan informasi penting mengenai kualitas mikrobiologis jus jambu biji merah serta kesadaran akan pentingnya kebersihan dalam pengolahan minuman.
Efektivitas Penurunan Tekanan Darah Obat Beta Blocker Dengan Dua Kombinasi Terhadap Pasien Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Melati Perbaungan Gunawan, M.; Andilala, Andilala; Fitriani, Enny; Imelda, Dyan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan gangguan fungsi jantung yang menyebabkan penurunan kemampuan memompa darah. Salah satu terapi utama adalah penggunaan obat Beta Blocker yang sering dikombinasikan dengan golongan lain seperti Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dan diuretik untuk menurunkan tekanan darah serta memperbaiki fungsi jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan tekanan darah antara kombinasi Beta Blocker + ARB dan Beta Blocker + diuretik pada pasien CHF di RSU Melati Perbaungan. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data melalui rekam medis pasien CHF rawat jalan. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode teknik total sampling yaitu dengan pasien yang terdiagnosa hipertensi dengan penyakit penyerta Congestive Heart Failure Di Rumah Sakit Melati Perbaungan yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Metode yang dilakukan ialah pengambilan data dari setiap pasien, data yang diambil di antaranya nama, nomor rekam medis, jenis kelamin, umur, diagnosis hipertensi dengan penyerta CHF, hasil tekanan darah, obat kombinasi antihipertensi yang diberikan. Selanjutnya dilakukan pengukuran tekanan darah pasien setelah terapi. Seluruh data penelitian dimasukkan ke dalam lembar pengumpulan data untuk dilakukan tahap selanjutnya yaitu analisis statistik. Analisis dilakukan secara deskriptif terhadap perubahan tekanan darah sebelum dan sesudah terapi pada masing-masing kombinasi obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi Beta Blocker+Angiotensin Receptor Blocker dengan Beta Blocker+diuretik sama-sama menurunkan tekanan darah tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan. Hasil ini dapat menjadi pertimbangan bagi tenaga medis dalam pemilihan terapi kombinasi yang optimal.