Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Siswa SD Negeri 1 Marga Agung Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Apriliana, Ety; Suwandi, Jhons Fatriyadi; Angraini, Dian Isti; Karima, Nisa; Jausal, Anisa Nuraisa; Mutiara, Utari Gita; Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v8i1.3175

Abstract

Angka gangguan kesehatan anak usia sekolah dasar, khususnya Provinsi Lampung masih tinggi. Kesehatan peserta didik dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan perilaku hidup bersih. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada murid sekolah dasar, membentuk perilaku hidup bersih dan sehat, serta menyediakan sarana dalam mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan ini dilakukan di SD Negeri 1 Marga Agung dengan peserta sebanyak 70 siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini dilakukan dengan carapenyuluhan mengenai perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Evaluasi dilakukan dengan pemberian pertanyaan secara langsung. Pada kegiatan edukasi mengenai PHBS, para siswa diberi pertanyaan-pertanyaan terdahulu secara langsung. Pada akhir penyuluhan pertanyaan kembali diajukan. Pada pertanyaan awal, siswa banyak memberikan jawaban yang salah dan di akhir penyuluhan siswa dapat memberikan jawaban yang benar. 1. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan kepada murid sekolah dasar meningkatsetelah diberikan penyuluhan. Dan dengan melakukan praktik CTPS, akan terbentuk salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Kata kunci: cuci tangan, PHBS, siswa SD
PENINGKATAN KESADARAN GEJALA SINDROM METABOLIK PADA LANSIA DI PUSKESMAS KORPRI BANDAR LAMPUNG Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda; Karima, Nisa; Jausal, Anisa Nuraisa; Irawati, Nur Ayu Virginia; Adnan, Ayu Zahera
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3306

Abstract

Pengabdian ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang sindrom metabolik pada masyarakat khususnya lansia agar dapat mengenali lebih dini gejala dan segera melakukan pemeriksaan ke pelayanan kesehatan. Pengabdian ini dilakukan dengan beberapa kegiatan meliputi penyuluhan tentang sindrom metabolic dan pemeriksaan kesehatan pada peserta pengabdian. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengukuran tekanan darah dan glukosa darah sewaktu. Manfaat yang diharapkan pada pengabdian ini yaitu masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai sindrom metabolik dan mengetahui hasil pemeriksaan kesehatannya. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang sindrom metabolik. Sebelum pemberian materi peserta diberikan pretes, setelah pemberian materi dilanjutkan dengan diskusi dan pemberian postes. Hasil postes memiliki nilai yang lebih baik dimana 90% peserta mendapatkan nilai >80 dibandingkan nilai pretes dimana 50% peserta mendapatkan nilai dibawah 50. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan kesehatan peserta berupa pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu. Hasil pemeriksaan langsung diberitahukan oleh tim pengabdian dan langsung diberikan edukasi terkait hasil pemeriksaan tersebut. Kata kunci: Lansiia, penyuluhan, sindrom metabolik.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA MASYARAKAT DESA KALIASIN, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Jausal, Anisa Nuraisa; Hadibrata, Exsa; Maulana, Muhammad; Ikhsan, Muhammad Al; Dwiputri, Maliya Finda; Nadifa, Shallu Afdha
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i1.3315

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah gangguan fungsi jantung akibat adanya plak aterosklerosis pada arteri koroner yang menyebabkan otot jantung kekurangan suplai darah. Saat ini banyak mitos yang beredar tentang penyakit jantung koroner (PJK) sehingga terjadi kesalahpahaman di masyarakat. Khususnya pada masyarakat yang tinggal di desa yang jarang terhubung dengan informasi rentan tersebar mitos di kalangan mereka. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan yang baik tentang pencegahan PJK dapat mengurangi resiko PJK yang pada akhirnya akan mengurangi prevalensi PJK khususnya pada masyarakat di Desa Kaliasin, Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Pengabdian dilakukan dengan pengukuran pengetahuan tentang penyakit jantung koroner (PJK) masyarakat Desa Kaliasin dengan pemberian pre dan post test; pemberian materi tentang PJK; dan pembahasan mitos dan fakta seputar PJK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Kaliasin tentang penyakit jantung koroner. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Kata kunci: masyarakat desa, pengetahuan, penyakit jantung koroner
Peningkatan Kesadaran Tentang Anemia Pada Remaja Melalui Edukasi di Sekolah Alam Lampung Kabupaten Lampung Selatan Jausal, Anisa Nuraisa; Nareswari, Shinta; Irawati, Nur Ayu Virginia; Putri, Giska Tri; Ratna, Maya Ganda; Setiorini, Anggi; Karima, Nisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v9i2.3348

Abstract

Kejadian anemia sering dialami pada remaja, terutama perempuan. Penyebab utama anemia pada remaja meliputi kurangnya asupan zat besi, vitamin, dan protein, serta konsumsi makanan dan minuman yang menghambat penyerapan zat besi. Anemia pada remaja perempuan juga dapat dipengaruhi oleh faktor risiko menstruasi tiap bulannya yang menyebabkan kehilangan zat besi. Remaja yang mengalami anemia dapat mengalami kelelahan hingga penurunan konsentrasi yang bisa mengganggu proses belajar. Kejadian anemia pada remaja dapat dicegah dengan screening pemeriksaan hemoglobin dan pemberian tablet zat besi pada remaja. Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan dengan sasaran para siswi yang duduk di bangu SMP dan SMA. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia terutama pada remaja putri di Sekolah Alam Lampung, Kabupaten Lampung Selatan. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai anemia dan pemberian buku panduan tentang anemia pada remaja. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para remaja putri di Sekolah Alam Lampung tentang anemia pada remaja. Oleh karena itu, kedepannya diperlukan edukasi yang berkelanjutan dan menyeluruh untuk mencegah kejadian anemia pada remaja.
EDUKASI CEDERA PADA OLAHRAGA PADA PEGAWAI MINI SOCCER BANDAR LAMPUNG Irawati, Nur Ayu Virginia; Fadli, Muhammad Yogie; Irawati, Nur Bebi Ulfah; Jausal, Anisa Nuraisa; Setiorini, Anggi; Ratna, Maya Ganda; Putri, Giska Tri; Karima, Nisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3530

Abstract

Cedera olahraga merupakan risiko yang umum terjadi terutama pada olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola. Penanganan yang tidak tepat dapat menurunkan performa dan kualitas hidup pelaku olahraga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pegawai Mini Soccer Enterpro Bandar Lampung tentang pencegahan dan penanganan cedera olahraga melalui penyuluhan dan simulasi. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi partisipatif, serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 75% setelah penyuluhan, yang mencerminkan efektivitas pendekatan edukatif yang diterapkan. Simulasi penanganan cedera dan diskusi interaktif juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam memberikan pertolongan pertama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang terstruktur dan kontekstual dapat memperkuat kesiapsiagaan serta menciptakan lingkungan olahraga yang lebih aman dan profesional. Kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam menangani cedera olahraga.
PENINGKATAN KESADARAN GIZI SEIMBANG PADA REMAJA MELALUI EDUKASI DI MAN 1 BANDAR LAMPUNG Sulya, Hana; Marta, Annisa Tiara; Jausal, Anisa Nuraisa; Maulana, Muhammad; Iyos, Rekha Nova; Wardhana, Muhammad Fitra
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 10 No. 1 (2025): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v10i1.3640

Abstract

Adolescents are a vulnerable age group prone to nutritional problems due to a lack of knowledge and awareness regarding healthy eating patterns and the importance of limiting sugar intake. This condition increases the risk of non-communicable diseases such as obesity, diabetes mellitus, and hypertension from a young age. This community service activity was carried out as part of the work program of the Community Service Department, BEM FK Unila, under the "Health Day" initiative in commemoration of World Health Day 2025, with the subtopic of balanced nutrition in adolescents. The service included educational outreach through a podcast on balanced nutrition for adolescents, health counseling, and health checks (blood sugar and anthropometric measurements) for students and teachers at MAN 1 Bandar Lampung. The results showed high participant enthusiasm and increased adolescent understanding of the importance of balanced nutrition and the dangers of excessive sugar consumption. This activity demonstrated that an educational approach using media and direct health screening is effective in raising nutritional awareness among adolescents. Ongoing counseling is recommended to strengthen the development of healthy lifestyle habits starting from school age.
Peningkatan kesadaran skincare palsu, ilegal dan berbahaya pada remaja sekolah di SMA YP UNILA sebagai upaya menuju Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) Islami, Suryadi; Damayanti, Ervina; Jausal, Anisa Nuraisa; Fauzi, Ahmad; Panjaitan, Annisa Tamara; Arif, Ahmad Fauzan; Ikhsan, Muhammad Ali; Atmaja, Ghozi Purna; Nadly, Alan Arindo; Arif, Muhammad Farhan; Hardiansyah, Ridwan; Callista, Eugenia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.36137

Abstract

AbstrakRemaja merupakan kelompok yang rentan terhadap pengaruh promosi produk perawatan kulit yang belum tentu aman dan berizin. Kurangnya pengetahuan serta sikap kritis terhadap penggunaan skincare dapat menimbulkan risiko kesehatan kulit dan paparan bahan berbahaya. Program Regenera-CARE (Remaja Gen Z Pintar Skincare) dilaksanakan di SMA YP UNILA Bandar Lampung dengan tujuan meningkatkan sikap remaja mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 39 peserta (18 laki-laki dan 21 perempuan) yang mengikuti edukasi kesehatan melalui metode ceramah interaktif dan diskusi. Instrumen pre-test dan post-test berupa kuesioner sikap terdiri dari 15 pernyataan skala Likert (1–4) dengan reverse scoring pada butir negatif digunakan untuk mengevaluasi peningkatan setelah edukasi. Hasil menunjukkan bahwa pada peserta laki-laki rata-rata skor sikap pre-test sebesar 3,34 ± 0,35 dan post-test 3,28 ± 0,35, sedangkan pada peserta perempuan meningkat dari 3,41 ± 0,39 menjadi 3,49 ± 0,24. Proporsi sikap kategori “Baik” meningkat dari 67% menjadi 78% pada laki-laki, dan dari 76% menjadi 81% pada perempuan. Uji statistik (paired t-test dan independent t-test) menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antar waktu maupun antar jenis kelamin (p>0,05). Meskipun demikian, terjadi perbaikan kecenderungan sikap positif terhadap penggunaan skincare aman setelah intervensi edukatif. Program Regenera-CARE terbukti efektif meningkatkan kesadaran dan sikap remaja terhadap pemilihan produk skincare yang aman, serta dapat diadaptasi sebagai model edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mendorong perilaku perawatan kulit yang sehat dan bertanggung jawab. Kata kunci: edukasi kesehatan; remaja; skincare; sikap; Regenera-CARE. AbstractAdolescents are a vulnerable group to the influence of skincare product promotions that are not always safe or officially registered. Limited knowledge and a lack of critical attitudes toward skincare use can pose risks to skin health and exposure to harmful ingredients. The Regenera-CARE (Generation Z Smart Skincare) program was implemented at YP UNILA Senior High School in Bandar Lampung to improve adolescents’ knowledge and attitudes toward the safe use of skincare products. This community program involved 39 participants (18 males and 21 females) who took part in health education delivered through interactive lectures and discussions. A pre-test and post-test questionnaire consisting of 15 Likert-scale statements (1–4) with reverse scoring on negative items was used to evaluate changes following the education session. The results showed that the mean attitude score for male participants was 3.34 ± 0.35 at pre-test and 3.28 ± 0.35 at post-test, while for female participants it increased from 3.41 ± 0.39 to 3.49 ± 0.24. The proportion of participants categorized as having a “Good” attitude increased from 67% to 78% among males and from 76% to 81% among females. Statistical analysis using paired t-test and independent t-test indicated no significant differences between time points or genders (p>0.05). Nevertheless, there was a positive trend in attitude improvement toward safe skincare use following the educational intervention. The Regenera-CARE program proved effective in enhancing adolescents’ awareness and attitudes toward safe skincare choices and could be adapted as a school-based health education model to promote responsible and healthy skincare behavior. Keywords: health education; adolescents; skincare; attitude; Regenera-CARE.
Pelatihan Deteksi Dini Stunting pada Balita Menggunakan Web-Based Screening Tools Bagi Kader dan Tenaga Kesehatan Angraini, Dian Isti; Jausal, Anisa Nuraisa; Febriani, Wiwi; Firdaus, Rangga; Carolia, Novita
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/pjpm.v6i2.3831

Abstract

Stunting is a condition of chronic malnutrition. Efforts to prevent stunting involve many parties, besides government, community participation is also needed, including health workers and health cadres in assessing child growth, development and preventing stunting. The purpose is to train health workers and health cadres to conduct growth, development assessments, early detection of toddlers stunting using web-based screening tools, and to improve nutritional knowledge of toddler mothers. The method used is training in early detection of stunting in using web-based screening tools with the address "modelprestasi.com" through interactive lectures, discussions and practices. This activity was carried out for 1 day at the Sungai Langka Village Hall, Pesawaran Regency, Lampung on Thursday, March 7, 2024 with 50 midwives and cadres as participants. The evaluation results showed that there was an increase in participant understanding of 92% to good, 8% of sufficient, and no participants had a poor understanding of the causes, risk factors, impacts, prevention methods, early detection of toddlers stunting so that they were able to educate and intervene in toddler eating behavior. This activity can improve participants' skills in an effort to improve nutritional knowledge of toddler mothers to monitor toddler growth and development, prevent and overcome stunting