Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN DI PONPES CENDIKIA FAIHA Risti Amelia; Fabian Majid Yoga Isnawan; Silda Salsabila; Abdurrahmansyah
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/9ja1xr66

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of the deep learning approach in the PAI curriculum and learning at Ponpes Cendikia Faiha, including exploring teachers' perceptions, teaching practices, and identifying supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative methodology with purposive sampling technique. Data were collected through participative observation, semi-structured in-depth interviews with 5 teachers and 5 students, and documentation analysis. The findings indicate that the deep learning system, built upon three main pillars (mindful, meaningful, and joyful learning), makes a significant positive contribution to the quality of PAI education. Although their level of consistency varies, the educators have strived to implement this methodology, while students show positive responses reflected in increased activeness, ease of understanding the material, and strengthened memory retention. The success of this implementation is driven by teachers' internal motivation, students' learning enthusiasm, and training assistance from educational institutions. Conversely, the obstacles faced include limited preparation time, lack of diverse teaching media, and the need to continuously enhance teachers' professional capacity. Comprehensively, deep learning is proven to be more effective in the long term compared to traditional methods because it can achieve substantive and relevant material mastery for students.   Abstrak: Riset ini dilaksanakan untuk membedah implementasi pendekatan deep learning dalam kurikulum dan pembelajaran PAI di Ponpes Cendikia Faiha, yang mencakup penelusuran persepsi pendidik, implementasi pengajaran, serta pemetaan elemen pendorong maupun penghambatnya. Studi ini memakai metodologi kualitatif deskriptif dengan metode penentuan informan melalui purposive sampling. Perolehan data dilakukan lewat observasi partisipatif, dialog mendalam secara semi-terstruktur bersama 5 guru dan 5 murid, serta analisis dokumen pendukung. Temuan riset mengindikasikan bahwa sistem deep learning yang bersandar pada tiga fundamen utama (mindful, meaningful, dan joyful learning) memberikan kontribusi positif yang besar terhadap mutu edukasi PAI. Meskipun tingkat konsistensinya beragam, para pendidik telah mengupayakan praktik metodologi ini, sementara murid memperlihatkan reaksi positif yang nampak pada peningkatan keaktifan, kemudahan menyerap materi, serta penguatan retensi ingatan. Keberhasilan implementasi ini didorong oleh motivasi internal guru, gairah belajar siswa, dan asistensi bimbingan dari instansi pendidikan. Sebaliknya, kendala yang dihadapi berupa keterbatasan durasi persiapan, kurangnya keragaman media ajar, serta kapasitas profesionalisme guru yang harus terus diasah. Secara komprehensif, deep learning teruji lebih berdaya guna dalam skala jangka panjang ketimbang metode tradisional karena sanggup mewujudkan penguasaan materi yang substantif dan relevan bagi anak didik.
MENGGAGAS KURIKULUM BERBASIS CINTA DI TENGAH KRISIS MORAL PESERTA DIDIK Muhammad Zacky Fahurian; Khusnun Nadza Al Aslami; M Aidil Fitri; Dino Pradana; Abdurrahmansyah
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/vjyyj497

Abstract

Abstract:  The moral crisis among students has become a serious issue in today’s educational landscape. Phenomena such as low levels of empathy, increasing impolite behavior, and the rise of bullying indicate that education has not fully succeeded in optimally shaping students' character. So far, the education system tends to focus more on cognitive aspects rather than affective aspects. Therefore, a more humanistic approach is needed, one of which is through a Love-Based Curriculum. This study aims to examine the concept of a Love-Based Curriculum and its relevance in addressing the moral crisis among students. The method used in this study is a literature review by analyzing various sources related to character education and humanistic approaches in learning. The results show that the Love-Based Curriculum emphasizes values such as compassion, empathy, and role modeling in the learning process, thereby creating a more conducive and meaningful educational environment. Thus, the Love-Based Curriculum can serve as an alternative solution in developing students with noble character.  Abstrak:  Krisis moral pada peserta didik menjadi salah satu permasalahan serius dalam dunia pendidikan saat ini. Fenomena seperti rendahnya sikap empati, meningkatnya perilaku tidak sopan, serta maraknya tindakan perundungan menunjukkan bahwa pendidikan belum sepenuhnya berhasil membentuk karakter peserta didik secara optimal. Selama ini, sistem pendidikan cenderung lebih menitikberatkan pada aspek kognitif dibandingkan aspek afektif. Oleh karena itu, diperlukan suatu pendekatan yang lebih humanis, salah satunya melalui Kurikulum Berbasis Cinta. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep Kurikulum Berbasis Cinta serta relevansinya dalam mengatasi krisis moral peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait pendidikan karakter dan pendekatan humanistik dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada nilai kasih sayang, empati, dan keteladanan dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih kondusif dan bermakna. Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi salah satu alternatif solusi dalam membangun karakter peserta didik yang berakhlak mulia. 
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG TUBERKULOSIS (TBC) MELALUI METODE SOSIALISASI DI KELURAHAN KOTA SEPANG, KECAMATAN LABUHAN RATU, KOTA BANDAR LAMPUNG, PROVINSI LAMPUNG Abdurrahmansyah; Ruth; Cacang, M. Mughnityaz Syahrial; Hani, Sadiya Aludra; Fathir, M. Kevin Abdul; Pratama, M. Aldo; Susanti, Rina; Angelita, Tiara; Sabela, Ica Putri; Andani, Shinta Rahayu; Cioninina, Riska Lovrina; Farizka, Monicta Ekda; Selvia, Geby
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v6n1.3343

Abstract

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit yang mempengaruhi sistem pernapasan, terutama paru-paru, dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit menular yang penyebarannya melalui udara. Tingginya angka kejadian TBC dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kondisi lingkungan, status gizi, kepadatan penduduk, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengobatan TBC. Permasalahan ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-3 yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia, yang salah satu targetnya adalah mengakhiri epidemi penyakit menular termasuk tuberkulosis pada tahun 2030. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji gambaran umum penyakit tuberkulosis, faktor risiko, upaya pencegahan, serta pentingnya deteksi dan pengobatan dini dalam menekan angka penularan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanggulangan yang komprehensif melalui peningkatan edukasi kesehatan, penguatan peran fasilitas pelayanan kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian TBC sebagai bagian dari kontribusi terhadap pencapaian target SDGs. Upaya tersebut diharapkan mampu menurunkan angka kejadian dan penularan penyakit tuberkulosis di Kota Sepang secara berkelanjutan.
Curriculum Analysis as a Guideline for Learning in Schools: Analisis Kurikulum Sebagai Pedoman Proses Pembelajaran di Sekolah Sila Monika; Rini Chairunnisa; Siti Aisyah; Abdurrahmansyah
Bestari: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/bjpd.v7i1.4960

Abstract

This research was conducted with the aim of exploring the function of criteria as a reference in the learning process in educational institutions. The approach used in this study was qualitative with a literature review. Data were collected through an analysis of ten references consisting of seven scientific journals and three books related to curriculum studies. Data collection techniques were carried out through documentation, while data analysis was carried out using the content analysis method, which includes the steps of data reduction, data presentation, and conclusions. The findings of this study indicate that the curriculum serves as the primary reference that directs educational objectives, material selection, teaching methods, and assessment of learning outcomes in an integrated education system. However, its implementation still faces various challenges, such as limited teacher capabilities, minimal facilities and resources, and the curriculum's inconsistency with students' needs. Therefore, the success of curriculum implementation depends heavily on the readiness of educators, the availability of adequate facilities, and continuous evaluation.