Claim Missing Document
Check
Articles

Identifikasi Kesulitan Pengambilan Keputusan Karier Pada Siswa SMK Hasdayanti, Devi; Nurhikmah, Nurhikmah; Thalib, Tarmizi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i1.3753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kesulitan dalam pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XII SMK Techno Terapan Makassar. Sampel pada penelitian ini berjumlah 258 siswa SMK berasal dari jurusan yang berbeda-beda dan berusia 16-19 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Career Desicion Making Questions dengan nilai relibialitas sebesar 0.887. Berdasarkan dari hasil analisis masih ada siswa SMK yang kesulitan dalam mengaambil keputusan karir, dengan penggolongan aspek informasi yang tidak konsisten memiliki nilai paling tertinggi diantar a ketiga aspek dari pengambilan keputusan karir, dengan nilai skor tinggi sebesar 23.55%, dan hasil dari kategorisasi demografi jenis kelamin siswa laki-laki memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dari pada siswa perempuan dengan skor nilai sebesar 12.97%.
The Role of Religiosity in Enhancing Academic Persistence among Adolescents in Orphanages Putri, Alifa Auliya; Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah
Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sosial.v6i2.8355

Abstract

Adolescents require support from their parents to help them face the challenges that arise during their development. However, in reality, not all adolescents receive parental guidance, and some end up living in orphanages. Adolescents in orphanages tend to experience pressure and problems more easily, especially in the academic field. Initial data shows that orphanage adolescents are more prone to giving up when faced with academic failure, and some have not yet determined their goals or aspirations after completing their education, which relates to academic persistence. Adolescents with a high level of religiosity tend to have better guidance and resilience. This study investigates how religiosity influences academic persistence in orphanage adolescents, highlighting its significant contribution to fostering resilience and goal-setting. The sample in this study consisted of 361 respondents, all of whom were adolescents living in orphanages in Makassar, selected using purposive sampling. The measurement tools in this study used the Centrality of Religiosity Scale (CSR-15) with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.713 and the Academic Persistence Scale with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.672. The results show that religiosity influences academic persistence among adolescents in orphanages in Makassar, with a significance value of 0.000 (sig 0.000; sig < 0.05) and an R-square of 0.277 or a contribution effect of 27.7% contribution of religiosity to academic persistence and the broader implications. Based on the study's findings, orphanages should increase the focus on religious education to foster adolescents' motivation to continue and complete their education to the fullest.
Cerminan Pernikahan Orang Tua: Bagaimana Status Perkawinan Orang Tua Membentuk Sikap Anak Dewasa Awal Terhadap Pernikahan Pakombong, Insani Natalia; Zubair , Arie Gunawan Hazairin; Thalib, Tarmizi
SEED: Journal of Scientific Research Vol. 2 No. 2 (2026): SEED: Journal of Scientific Research, Maret 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/seed.v2i2.308

Abstract

This study aims to determine the differences in attitudes towards marriage among young adults based on their parents’ marital status. The background of this study is the increasing divorce rate in Indonesia, which affects young people’s perspectives on marriage. The research method used was quantitative comparative with purposive sampling, involving 468 unmarried young adults in Makassar City. The instrument used was the General Attitudes Towards Marriage Scale (GAMS), which had been tested for validity and reliability (Cronbach’s Alpha = 0.897). The results of the hypothesis test showed a significance value of 0.020 (p < 0.05), indicating a significant difference between respondents with intact parents and those with divorced parents. Respondents with intact parents showed a more positive attitude towards marriage compared to those with divorced parents. These findings highlight that parental marital status plays an important role in shaping young adults’ perspectives on marriage.
Hubungan antara Kualitas Tidur dan Kondisi Neurovegetatif serta Pengembangan E-Modul Sleep Quality bagi Dewasa Awal: Sebuah Studi Mixed-Method Thalib, Tarmizi; Koanda, Naftalen
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2326

Abstract

Fatherless dan Kenakalan: Sebuah Studi Regresional Pada Narapidana Remaja di Lapas Kelas 1 Makasar Tandung, Jesita; Thalib, Tarmizi; Syarvia, Syarvia
Journal of Psychology and Social Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): Journal of Psychology and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jpss.v3i4.1309

Abstract

Pola asuh negatif sering dikaitkan dengan meningkatnya kenakalan remaja, yang jika dibiarkan dapat menjerumuskan mereka dalam perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fatherless terhadap kenakalan remaja di Lapas Kelas 1 Makassar. Populasi penelitian melibatkan 105 responden berusia 17–22 tahun. Instrumen yang digunakan adalah skala fatherless berdasarkan aspek Hawskin dan skala kenakalan remaja berdasarkan aspek Jensen. Uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal (kurtosis Y = 1,9036; X = 1,2205) dan memiliki hubungan linier (deviasi linieritas = 0,085). Analisis regresi sederhana mengungkapkan bahwa ketiadaan ayah berpengaruh signifikan terhadap kenakalan remaja dengan kontribusi 33% dan arah pengaruh negatif. Artinya, semakin tinggi tingkat fatherless, kecenderungan melakukan kenakalan justru menurun. Temuan ini menegaskan bahwa ketiadaan figur ayah tidak secara langsung meningkatkan kenakalan remaja, melainkan dipengaruhi faktor lain yang lebih kompleks.
Social Loafing dan Kohesivitas Kelompok: Studi Korelasional pada KSR PMI di Kota Makassar Patade, Rindiani Natasya; Aditya, Andi Muhammad; Thalib, Tarmizi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.6828

Abstract

Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi kontribusi dan partisipasinya saat bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja sendiri. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya perilaku ini adalah kohesivitas kelompok, yaitu perasaan saling terikat dan terhubung antar anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social loafing dan kohesivitas kelompok pada KSR PMI di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur berupa skala social loafing dan skala kohesivitas kelompok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel penelitian terdiri dari 443 anggota KSR PMI di Kota Makassar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara social loafing dan kohesivitas kelompok, dengan koefisien korelasi sebesar -0,813. Artinya, semakin tinggi social loafing, semakin rendah kohesivitas kelompok.
Tingkat Gejala Neurovegetatif pada Dewasa Awal: Sebuah Studi Deskriptif Yulinarsih, Nurul Mufidah; Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah; Koanda, Naftalen
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat gejala neurovegetatif pada individu dewasa awal di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang (68,0%) dengan rata-rata skor sebesar 42, sedangkan 13,7% berada pada kategori rendah dan 18,3% pada kategori tinggi. Distribusi usia responden didominasi kelompok 18-20 tahun (57,7%), diikuti 21-23 tahun (29,1%), serta sebagian kecil 24-40 tahun. Selain itu, responden perempuan lebih banyak (80%) dibanding laki-laki (20%). Temuan ini memperkuat teori bahwa gejala neurovegetatif pada dewasa awal tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga tekanan psikologis dan sosial yang dihadapi pada fase transisi menuju kedewasaan. Variasi gejala juga dipengaruhi faktor internal dan eksternal, seperti kondisi kesehatan, dukungan sosial, serta pola hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap dukungan sosial dan psikologis bagi dewasa awal agar gejala neurovegetatif tidak berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.
Dampak Silent Treatment terhadap Friendship Quality pada Santriwati Pesantren Hadayullah, Puteri Ayu; Alim, Syahrul; Thalib, Tarmizi
Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jipbs.v4i1.1311

Abstract

Santriwati yang tinggal di pesantren lebih banyak berinteraksi dengan teman sebaya daripada keluarga, dalam lingkungan sosial yang memiliki hierarki, aturan komunikasi perempuan, dan budaya diam sebagai bentuk kesopanan. Hal ini membuat friendship quality menjadi aspek penting, sementara perilaku silent treatment bisa dianggap wajar secara sosial meski berdampak negatif pada hubungan. Dalam konteks pesantren, silent treatment dipahami sebagai pengabaian atau sengaja tidak merespons teman untuk menyampaikan ketidaknyamanan atau ketidaksetujuan. Penelitian ini meneliti pengaruh silent treatment terhadap friendship quality dengan pendekatan kuantitatif korelasional. Sebanyak 398 santriwati dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi McGill Friendship Questionnaire–Friend’s Function dan skala Silent Treatment yang dikembangkan berdasarkan dimensi ostracism. Hasil regresi linear sederhana menunjukkan hubungan negatif signifikan antara silent treatment dan friendship quality (B = -0.854, β = -0.718, t = -20.550, p < 0.001, 95% CI [-0.937, -0.771]), dengan R² sebesar 0.516. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin sering silent treatment terjadi, friendship quality yang dirasakan semakin rendah, meskipun faktor lain masih turut memengaruhi. Karena desain penelitian bersifat korelasional, hasil hanya menunjukkan hubungan, bukan hubungan sebab-akibat.
Development of An Open Journal Systems (OJS) Based Journal Article Publication E-Module for Students of Universitas Bosowa Bintang, Rahmat S.; Thalib, Tarmizi
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v7i1.5310

Abstract

Student barriers in publishing scientific articles such as limited guidance, insufficient academic writing skills, and a lack of technical understanding of the Open Journal Systems (OJS) highlight the need for digital learning innovation. This study aims to analyze the effectiveness of an OJS-based journal article publication e-module for students at Universitas Bosowa. The e-module was developed using the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), which enables systematic material development and the integration of theoretical concepts of scientific publication with practical steps for using OJS. The study employed a quasi-experimental approach with a one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 30 students selected using a cluster sampling technique. The test instrument was developed based on two main components of the e-module: theoretical framework and practical activities. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results indicate a significant improvement in students’ article publication abilities after using the e-module, with the mean pretest score of 10.80 increasing to 12.50 in the posttest (p = 0.006). These findings demonstrate that the e-module is effective in enhancing both the theoretical understanding and practical skills of students related to article publication through OJS. This study concludes that the development of the e-module serves as a strategic solution to strengthen students’ scientific publication literacy while supporting improvements in learning quality and higher education accreditation outcomes.
Adverse Childhood Experience dan Self Criticism: Studi pada Dewasa Awal di Kota Makassar Ode, Kemala Fauziyyah Suryanti; Thalib, Tarmizi; Nurhikmah, Nurhikmah
Indonesian Journal of Behavioral Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Behavioral Studies
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ijobs.v5i1.27176

Abstract

Self criticism merupakan hubungan yang intens dan terus menerus yang ditandai dengan adanya tuntutan tanpa henti akan standar yang tinggi dalam kinerja dan ekspresi kebencian serta penghinaan terhadap diri sendiri ketika standar tersebut tidak terpenuhi. Salah satu faktor penyebab self criticism adalah adverse childhood experience yaitu Adverse childhood experience merupakan pengalaman traumatis atau penuh tekanan yang terjadi pada awal kehidupan individu, khususnya pada usia 18 tahun. Penelitian ini melibatkan 429 dewasa awal dengan usia 18-25 tahun di Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu self criticism scale dan adverse childhood experience quesionnaire. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi metode koefisien korelasi Spearman. Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat hubungan positif antara adverse childhood experience dengan self criticism pada dewasa awal di Kota Makassar dengan nilai signifikansi sebesar 0.001 (<0.05) dan nilai korelasi pearson sebesar 0.160. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak adverse childhood experience yang dialami oleh individu, maka semakin sering individu melakukan self criticism.
Co-Authors Abdi Surya Negara Abdurrachman, Nur A. K. Aditya, Andi Muhammad Ahmad Razak Ahmad Yasser Mansyur Aide, Adryani Alwi, Muhammmad Ahkam Amirullah, Muhammad Andi Diza Diaz Arie Gunawan H Zubair Arie Gunawan Hazairin Zubair Asyah, Fahranil Fathirah Ayu, Sarmila Parasticka Bintang, Rahmat S. Dwi Kristyana, Meizita Else Lady Angelin Fathurahman, Muhammad Fatimatuz Zahra, Fatimatuz Firman Menne Florentina Purwasetiawatik, Titin Gismin, Sitti Syawaliah Hadayullah, Puteri Ayu Hariyati Hariyati Harris, Sukmayanti Hasdayanti, Devi Hasyim, Shinta Aisyah Herlina Indillah, Nayla Syahirah Iskandar, Andi Nayla Tenri Awaru Koanda, Naftalen Konda, Denise Dasilva Lanula, Christin Lorenza Lestari, Ermitha Mandala, Andi Erika Mas’ud, Fajrul Islam Miftahul Jannah Muh. Fitrah Ramadhan Umar Muhajrah, Muhajrah Muhammad Amirullah Muhammad Hasbi Munir Muhammadong Mundi, Arnold Prayusma Mursid, Rahmia Musawwir, Musawwir Mustafa Naftalen Koanda Ningsih, Fahriya Nur Alisyah Nurdin Nur Hasmiatul Ulya, Siti Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Habiba Makkatenni Ode, Kemala Fauziyyah Suryanti Pakombong, Insani Natalia Paramma, Putry Leana Patade, Rindiani Natasya Primanthoro, Ramdhan Purwasetiawatik, Titin F. Purwasetiawatik, Titin Florentina Putri, Alifa Auliya Putri, Rina Ika Rabbani, Afiyah Bakhitah Rachim, Annisa Noradtasya Raisa Raisa, Raisa Randan, Brigitha Vianney Rosari Ratu Ratu Nur Faradhibah Rumbi, Willy Sabrina Bahar Sartoso, Widya Ulansari Satriana Saudi, A. Nur Aulia Saudi, Andi Nur Aulia Sausan Thifaal Atiqah Sinar Sitti Syawaliyah Gismin Sitti Syawaliyah Gismin Sri Hayati, Sri Syahrul Alim Syamsul Bachri Thalib Syamsul Bachri Thalib, Syamsul Bachri Syarvia Syarvia, Syarvia Taha, Muh Fauzan A. Tandung, Jesita Tayeb, A. Nur Adnandya Isnan Nugraha Suaib Asyur Marwati Tri Iriani Masam, Natalia Trisnawaty Trisnawaty Trisnawaty, Trisnawaty Umar, Muh. Fitrah Ramadhan Wuni Addawiyah Yasser Mansyur, Ahmad Yulinarsih, Nurul Mufidah Yulius, Chezya Felicy Grishelda Yumna Salsabila, Kesya Yumna, Andi S. Zhohiru, Muhammad Zubair , Arie Gunawan Hazairin Zubair, Arie Gunawan Hazairin