Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Religiosity in Enhancing Academic Persistence among Adolescents in Orphanages Putri, Alifa Auliya; Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah
Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sosial.v6i2.8355

Abstract

Adolescents require support from their parents to help them face the challenges that arise during their development. However, in reality, not all adolescents receive parental guidance, and some end up living in orphanages. Adolescents in orphanages tend to experience pressure and problems more easily, especially in the academic field. Initial data shows that orphanage adolescents are more prone to giving up when faced with academic failure, and some have not yet determined their goals or aspirations after completing their education, which relates to academic persistence. Adolescents with a high level of religiosity tend to have better guidance and resilience. This study investigates how religiosity influences academic persistence in orphanage adolescents, highlighting its significant contribution to fostering resilience and goal-setting. The sample in this study consisted of 361 respondents, all of whom were adolescents living in orphanages in Makassar, selected using purposive sampling. The measurement tools in this study used the Centrality of Religiosity Scale (CSR-15) with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.713 and the Academic Persistence Scale with a Cronbach's Alpha coefficient of 0.672. The results show that religiosity influences academic persistence among adolescents in orphanages in Makassar, with a significance value of 0.000 (sig 0.000; sig < 0.05) and an R-square of 0.277 or a contribution effect of 27.7% contribution of religiosity to academic persistence and the broader implications. Based on the study's findings, orphanages should increase the focus on religious education to foster adolescents' motivation to continue and complete their education to the fullest.
Hubungan antara Kualitas Tidur dan Kondisi Neurovegetatif serta Pengembangan E-Modul Sleep Quality bagi Dewasa Awal: Sebuah Studi Mixed-Method Thalib, Tarmizi; Koanda, Naftalen
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 6 (2025): Desember 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i6.2326

Abstract

Social Loafing dan Kohesivitas Kelompok: Studi Korelasional pada KSR PMI di Kota Makassar Patade, Rindiani Natasya; Aditya, Andi Muhammad; Thalib, Tarmizi
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.6828

Abstract

Social loafing adalah kecenderungan seseorang untuk mengurangi kontribusi dan partisipasinya saat bekerja dalam kelompok dibandingkan saat bekerja sendiri. Salah satu faktor yang berperan dalam munculnya perilaku ini adalah kohesivitas kelompok, yaitu perasaan saling terikat dan terhubung antar anggota kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara social loafing dan kohesivitas kelompok pada KSR PMI di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan alat ukur berupa skala social loafing dan skala kohesivitas kelompok yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Sampel penelitian terdiri dari 443 anggota KSR PMI di Kota Makassar. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara social loafing dan kohesivitas kelompok, dengan koefisien korelasi sebesar -0,813. Artinya, semakin tinggi social loafing, semakin rendah kohesivitas kelompok.
Tingkat Gejala Neurovegetatif pada Dewasa Awal: Sebuah Studi Deskriptif Yulinarsih, Nurul Mufidah; Thalib, Tarmizi; Gismin, Sitti Syawaliyah; Koanda, Naftalen
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2025
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v5i2.7504

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat gejala neurovegetatif pada individu dewasa awal di Kota Makassar. Metode yang digunakan adalah survei dengan kuesioner dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori sedang (68,0%) dengan rata-rata skor sebesar 42, sedangkan 13,7% berada pada kategori rendah dan 18,3% pada kategori tinggi. Distribusi usia responden didominasi kelompok 18-20 tahun (57,7%), diikuti 21-23 tahun (29,1%), serta sebagian kecil 24-40 tahun. Selain itu, responden perempuan lebih banyak (80%) dibanding laki-laki (20%). Temuan ini memperkuat teori bahwa gejala neurovegetatif pada dewasa awal tidak hanya dipengaruhi oleh faktor biologis, tetapi juga tekanan psikologis dan sosial yang dihadapi pada fase transisi menuju kedewasaan. Variasi gejala juga dipengaruhi faktor internal dan eksternal, seperti kondisi kesehatan, dukungan sosial, serta pola hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap dukungan sosial dan psikologis bagi dewasa awal agar gejala neurovegetatif tidak berkembang menjadi gangguan psikologis yang lebih serius.
Tingkat Stress dan Perilaku Merokok: Studi Korelasional pada Mahasiswa Di Kota Makassar Elin Mangesa; Tarmizi Thalib; Nurhikmah Nurhikmah
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 6 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i5.207

Abstract

Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik dan sosial yang berpotensi menimbulkan stres, yang pada beberapa kasus berhubungan dengan perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku merokok pada mahasiswa di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional, melibatkan 407 mahasiswa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan teknik korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada mahasiswa di kota Makassar. Hal tersebut dapat dilihat dengan nilai P-value 0.560 (>0.05) yang berarti, tidak signifikan atau tidak memiliki hubungan pada mahasiswa di kota Makassar.
Adverse Childhood Experience dan Self Criticism: Studi pada Dewasa Awal di Kota Makassar Ode, Kemala Fauziyyah Suryanti; Thalib, Tarmizi; Nurhikmah, Nurhikmah
Indonesian Journal of Behavioral Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Behavioral Studies
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang, Sumatra Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/ijobs.v5i1.27176

Abstract

Self criticism merupakan hubungan yang intens dan terus menerus yang ditandai dengan adanya tuntutan tanpa henti akan standar yang tinggi dalam kinerja dan ekspresi kebencian serta penghinaan terhadap diri sendiri ketika standar tersebut tidak terpenuhi. Salah satu faktor penyebab self criticism adalah adverse childhood experience yaitu Adverse childhood experience merupakan pengalaman traumatis atau penuh tekanan yang terjadi pada awal kehidupan individu, khususnya pada usia 18 tahun. Penelitian ini melibatkan 429 dewasa awal dengan usia 18-25 tahun di Kota Makassar. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu self criticism scale dan adverse childhood experience quesionnaire. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi metode koefisien korelasi Spearman. Hasil penelitian ini mengungkapkan terdapat hubungan positif antara adverse childhood experience dengan self criticism pada dewasa awal di Kota Makassar dengan nilai signifikansi sebesar 0.001 (<0.05) dan nilai korelasi pearson sebesar 0.160. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak adverse childhood experience yang dialami oleh individu, maka semakin sering individu melakukan self criticism.
PKM PSIKOEDUKASI PREVENSI GANGGUAN KOGNITIF NEUROPSIKOLOGIS BAGI ORANG TUA SISWA SD INPRES SAILONG Tarmizi Thalib; Sitti Syawaliyah Gismin; Trisnawaty Trisnawaty; Muhammad Amirullah; Abdi Surya Negara; Nur Alisyah Nurdin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39349

Abstract

Psikoedukasi ini bertujuan untuk membantu orang tua siswa dalam meningkatkan keterampilan preventif gangguan kognitif neuropsikologis. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan dihadiri oleh 32 peserta. Evalusi kegiatan dilakukan pada dua hal, yakni efektivitas psikoedukasi dan kualitasnya berdasarkan kepuasan peserta, kualitas materi dan bahan ajar serta penyampaian pemateri. Data hasil evaluasi dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan teknik paired sample t-test. Hasil psikoedukasi ini menunjukkan efektivitas program dilihat dari sebelum dan setelah diberikannya perlakuan dengan nilai sig. = 0,004 (p < 0,05). Adapun respon peserta dalam psikoedukasi ini menunjukkan respon positif, baik dilihat kepuasan terhadap pemateri, materi dan bahan ajar serta pelaksana. Berdasarkan hasil tersebut, diharapkan program dapat berjalan secara berkelanjutan pada orang tua, guru dan anak.
Apakah Phubbing Memengaruhi Psychological Well-Being? Studi Mediasi Self-Esteem dan Relationship Satisfaction Pada Remaja Akhir St. Fatimah Basri; Patmawaty Taibe; Tarmizi Thalib
Schema: Journal of Psychological Research (Vol. 10, No. 02, November 2025) SCHEMA : Journal of Psychological Research
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/schema.v10i02.8596

Abstract

Phubbing merupakan salah satu bentuk pengabaian terhadap lawan bicara dalam proses interaksi sosial yang pada akhirnya menimbulkan perasaan tidak nyaman oleh individu yang diabaikan. Perasaan tentunya dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being individu yang mengalami phubbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku phubbing terhadap psychological well-being, dengan menguji self-esteem dan relationship satisfaction sebagai variabel mediator. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji hipotesis menggunakan path analisis melalui SEM di JASP sebagai medote analisis mediasi. Sebanyak 422 remaja akhir di Kota Makassar menjadi responden dalam penelitian ini dengan mengisi kuesioner secara online.Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku phubbing berpengaruh negatif secara signifikan terhadap psychological well-being pada remaja akhir di Kota Makassar. Pengaruh negatif yang signifikan, mengindikasikan bahwa analisis mediasi yang terjadi pada penelitian ini bersifat partial mediation (mediasi sebagian). Hal ini menekankan bahwa tanpa intervensi variabel mediasi, phubbing tetap berpengaruh secara langsung terhadap psychological well-being pada remaja akhir. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa relationship satisfaction secara signifikan memediasi perilaku phubbing terhadap psychological well-being pada remaja akhir. Pengaruh tersebut signfikan dengan arah negatif, yang mengindikasikan semakin tinggi perilaku phubbing maka menurunkan relationship satisfaction yang pada akhirnya berdampak pada penurunan psychological well-being pada remaja akhir di Kota Makassar. Adapun self-esteem tidak ditemukan dapat memediasi perilaku phubbing terhadap psychological well-being pada remaja akhir di Kota Makassar. Dengan adanya temuan pada penelitian ini, menunjukkan bahwa perlunya upaya dalam meningkatkan kualitas interaksi sosial serta kesadaran akan penggunaan smartphone yang bijak, guna meminimalisir terhadinya perilaku phubbing khususnya dikalangan remaja akhir.
Kesepian dan Kecenderungan Narsistik: Studi Pada Remaja Pengguna Instagram Hambali, Nur Mudia Andi; Thalib, Tarmizi; Umar, Muh. Fitrah Ramadhan
Jurnal Psikologi Jambi Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Psikologi Jambi
Publisher : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpj.v11i1.49200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik pada remaja pengguna instagram di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel yang digunakan berjumlah 409 responden, rentang usia 12-21 tahun yang tinggal di kota Makassar dan menggunakan instagram. Alat ukur yang dipakai yaitu skala Narcissistic Personality Inventory-16 (NPI-16) yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,830 dan UCLA Loneliness Scale Version 3 yang dimodifikasi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas 0,887. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui software IBM SPSS Statistic 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan positif yang signifikan antara kesepian dengan kecenderungan narsistik dengan nilai signifikansi (2-tailed) <0.001 < 0.05 dan nilai pearson correlation (r) sebesar 0,182 yang termasuk dalam kategori hubungan lemah. Artinya, semakin tinggi tingkat kesepian yang dialami remaja, semakin tinggi pula kecenderungan narsistik yang muncul dalam penggunaan Instagram. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa kesepian dapat menjadi salah satu faktor psikologis yang berkontribusi terhadap munculnya kecenderungan narsistik di kalangan remaja pengguna instagram.
Co-Authors Abdi Surya Negara Abdurrachman, Nur A. K. Aditya, Andi Muhammad Ahmad Razak Ahmad Yasser Mansyur Aide, Adryani Alwi, Muhammmad Ahkam Andi Diza Diaz Arie Gunawan H Zubair Arie Gunawan Hazairin Zubair Asyah, Fahranil Fathirah Ayu, Sarmila Parasticka Dwi Kristyana, Meizita Elin Mangesa Else Lady Angelin Fathurahman, Muhammad Fatimatuz Zahra, Fatimatuz Firman Menne Florentina Purwasetiawatik, Titin Gismin, Sitti Syawaliah Hambali, Nur Mudia Andi Hariyati Hariyati Harris, Sukmayanti Hasdayanti, Devi Hasyim, Shinta Aisyah Herlina Indillah, Nayla Syahirah Iskandar, Andi Nayla Tenri Awaru Koanda, Naftalen Konda, Denise Dasilva Lanula, Christin Lorenza Lestari, Ermitha Mandala, Andi Erika Mas’ud, Fajrul Islam Miftahul Jannah Muh. Fitrah Ramadhan Umar Muhajrah, Muhajrah Muhammad Amirullah Muhammad Hasbi Munir Muhammadong Mundi, Arnold Prayusma Mursid, Rahmia Musawwir, Musawwir Mustafa Naftalen Koanda Ningsih, Fahriya Nur Alisyah Nurdin Nur Hasmiatul Ulya, Siti Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurhikmah Nurul Habiba Makkatenni Ode, Kemala Fauziyyah Suryanti Paramma, Putry Leana Patade, Rindiani Natasya Patmawaty Taibe Primanthoro, Ramdhan Purwasetiawatik, Titin F. Purwasetiawatik, Titin Florentina Putri, Alifa Auliya Rabbani, Afiyah Bakhitah Rachim, Annisa Noradtasya Raisa Raisa, Raisa Randan, Brigitha Vianney Rosari Ratu Ratu Nur Faradhibah Rumbi, Willy Sabrina Bahar Sartoso, Widya Ulansari Satriana Saudi, A. Nur Aulia Saudi, Andi Nur Aulia Sausan Thifaal Atiqah Sinar Sitti Syawaliyah Gismin Sitti Syawaliyah Gismin Sri Hayati, Sri St. Fatimah Basri Syamsul Bachri Thalib Syamsul Bachri Thalib, Syamsul Bachri Taha, Muh Fauzan A. Tayeb, A. Nur Adnandya Isnan Nugraha Suaib Asyur Marwati Tri Iriani Masam, Natalia Trisnawaty Trisnawaty Umar, Muh. Fitrah Ramadhan Wuni Addawiyah Yasser Mansyur, Ahmad Yulinarsih, Nurul Mufidah Yulius, Chezya Felicy Grishelda Yumna Salsabila, Kesya Yumna, Andi S. Zhohiru, Muhammad Zubair, Arie Gunawan Hazairin