Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI KONDISI EKSTRAKSI MENGGUNAKAN ENZIM DENGAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM) TERHADAP EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdariffa L.) Mardiah, Mardiah; Hasanah, Rima Nidaul; Novidahlia, Noli; Hasan, Akhmad Endang Zainal
JURNAL PERTANIAN Vol 9, No 2 (2018): OCTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.242 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1391

Abstract

Ekstrak kelopak bunga rosela banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku pada produk pangan maupun non-pangan. Berdasarkan penelian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan pektinase dan selulase dapat meningkatkan kadar antosianin yang diperoleh dari ekstrak. Pada penelitian ini, dilakukan optimasi kondisi ekstraksi kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) menggunakan pektinase dan selulase dengan Response Surface Methodology (RSM) dengan perlakuan konsentrasi penambahan pektinase dan selulase 1:1 (500-1500 ppm), suhu ekstraksi (35-65 oC) dan waktu ekstraksi (30-90 menit). Pengaruh konsentrasi penambahan enzim, suhu dan waktu ekstraksi terhadap rendemen, kadar antosianin dan total padatan terlarut diuji dengan menggunakan central composite design, diperoleh nilai R2 pada ketiga respon sebesar 0,6. Berdasarkan hasil persamaan yang diperoleh pada setiap respon yang dianalisis, kondisi optimum diperoleh pada penambahan konsentrasi enzim 1000 ppm, suhu ekstraksi 50 oC dan waktu ekstraksi 10 menit . Pada keadaan ini diperoleh rendemen sebesar 84,20%, kadar  antosianin 479,70 mg/L dan total padatan terlarut 2,13 oBrix.
A synergistic of pectinase, cellulase, and glucoamylase on anthocyanin content and extraction yield of roselle petals (Hibiscus sabdariffa L.) Mardiah Mardiah; Noli Novidahlia; Ma’rifat Khoirunnisa; Hanafi Hanafi; Aminullah Aminullah
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 26, No 2 (2021): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v26i2.65-71

Abstract

The Roselle petals contain anthocyanin pigment which functions as an antioxidant and a natural food colorant. The objective of this research was to study the effect of three enzymes: pectinase, cellulase, and glucoamylase, on the quality of the extract of the Roselle petals. The fresh and dried Roselle petals were extracted using distilled water in a ratio of 1:4 and divided into five parts, in which each part was added by pectinase (P) of 1000ppm; pectinase and cellulase (PC) of 500:500ppm; pectinase and glucoamylase (PG) of 500:500ppm; and pectinase, cellulase and glucoamylase (PCG) of 333:333:333ppm, and without enzyme (TE) as a control. Furthermore, 1% of citric acid was added to all treatments. Determination of the chosen treatment used was based on residue extract, anthocyanin analysis, and the pH value. The results showed that fresh Rosella extract with PC has a yield value of 7.60% and it was not significantly different from the extract with PCG which yielded 7.37%.  Dried Rosella extract with PCG had the highest yield of 22.10% compared to the control (without enzyme) of 12.96%. However, the PCG addition generated a sticky product. Both fresh and dried Roselle extracts with PC contained the highest anthocyanin content of 156.64±1.30mgL-1 and 35.09±0.04 mgL-1, respectively. The pH values of fresh and dried Roselle extracts were 2.65 and 2.24, respectively. This research showed that the treatment of fresh and dried Roselle petals with the addition of  P, PC, or PCG increased the extraction yield value. Additionally, these enzymes could also increase the anthocyanin content of the extracts.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA TEPUNG CAMPOLAY (Pouteria campechiana) TERMODIFIKASI SECARA FISIK DAN BIOLOGI Sri Rejeki Retna Pertiwi; Noli Novidahlia; Muhammad Mustofa; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROTEKNOLOGI Vol 16 No 01 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/j-agt.v16i01.27853

Abstract

Flour modifications can be conducted to expand its utilization into processed products. This research aimed to study the effect of physical and biological modification on the physicochemical properties of canistel (Pouteria campechiana) flour. The research method included making canistel flour unmodified (native), physical modification using heat moisture treatment (HMT) method, and biological modification by fermentation. Physical properties analysis included color and morphology of starch granules, while chemical analysis included water content, total sugar content, starch content, amylose content, and amylopectin content. The data were analyzed statistically using One Way ANOVA and continued with the Duncan post hoc test. Statistical analysis showed that modification of canistel flour could decrease brightness and increase a value and decrease b value. Native, HMT-modified, and fermented-modified canistel flour had colors of incarnation, rose pink, and fresh plaster, respectively. In addition, the fermented modified canistel flour tends to have higher total sugar content, although the HMT modified flour tends to decrease compared to the native canistel flour. Modified canistel flour tends to have lower starch, amylose, and amylopectin content than native flour. Morphologically, modifications to canistel flour have no effect on flour morphology. Keywords: fermentation, heat moisture treatment, modified flour, Pouteria campechiana
RASIO TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG SUKUN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN ORGANOLEPTIK MI BASAH Novidahlia Noli
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 1 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.664 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i1.370

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan tepung terigu dan tepung sukun yang tepat pada pembuatan mi basah dan mengetahui kandungan komposisi kimianya. Pada penelitian ini dibuat mi dengan 3 formula, yaitu A1 (tepung terigu 75% : tepung sukun 25%), A2 (tepung terigu 50% : tepung sukun 50%), and A3 (tepung terigu 25% : tepung sukun 75%). Formula terpilih ditentukan berdasarkan uji hedonik dan mutu sensori. Uji hedonik dan uji mutu sensori mi meliputi tekstur, rasa, aroma, dan warna. Mi formula terpilih selanjutnya dibandingkan komposisi kimianya dengan mi yang dibuat dari tepung terigu 100% (mi standar). Formula tepilih adalah A1 yaitu mi yang dibuat dari tepung terigu 75%: tepung sukun 25%. Mi basah formula terpilih memiliki kadar air 62.69%, abu 0.86%, protein 5.05%, lemak 1.27%, dan karbohidrat 30.12%. Mi basah standar memiliki kadar air 64.60%, abu 0.36%, protein 7.12%, lemak 1.99%, dan karbohidrat 25.93%.
COOKIES RENDAH KALORI BERBAHAN BAKU TEPUNG BERAS MENIR DAN PATI GARUT Novidahlia Noli
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 1 No. 2 (2015): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.377 KB) | DOI: 10.30997/jah.v1i2.560

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah pembuatan cookies rendah kalori berbahan baku tepung beras menir dan pati garut. Tahap  pertama penelitian ini adalah pembuatan tepung beras menir dan trial and error untuk menentukan formulasi. Selanjutnya dibuat tiga formula cookies b dengan tiga perbandingan tepung beras menir dan tepung garut, yaitu 30% : 70%, 50% : 50%, 70% : 30%. Cookies terbaik dipilih berdasarkan uji hedonik. Selanjutnya cookies terpilih dianalisis kandungan kimia dan nilai energinya.. Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa perbedaan perbandingan tepung beras menir dan pati garut tidak berpengaruh nyata (p>0.05) terhadap tingkat kesukaan panelis terhadap  warna, aroma, rasa, dan tekstur cookies rendah kalori yg dihasilkan . Berdasarkan metode pembobotan,  didapatkan nilai terbaik adalah cookies dengan perbandingan tepung beras menir dan pati garut 70% : 30%.  Cookies rendah kalori terpilih memiliki kadar air 7.48%, abu 2.00%, protein 9.22%, lemak 6.53%, karbohidrat 74.78%, dan kalori 395 kkal. Nilai kalori cookies terpilih lebih rendah dibandingkan nilai kalori cookies sudah beredar di pasaran. 
Penggunaan Bubuk Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Sebagai Adsorben Terhadap Sifat Fisikokimia Minyak Jelantah Aminullah Aminullah; Rini Suhartani; Noli Novidahlia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.601 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1289

Abstract

Adsorben dari kulit pisang kepok dapat memperbaiki sifat fisikokimia minyak jelantah. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh penambahan jumlah bubuk kulit pisang dan lama perendaman terhadap kecerahan, viskositas dan bilangan peroksida minyak jelantah. Penelitian ini terdiri dari 2 tahap yaitu pembuatan bubuk kulit pisang dan pengujian sifat fisikokimia minyak jelantah dengan menggunakan bubuk kulit pisang kepok sebanyak  5 g, 7,5 g dan 10 g, serta perendaman selama 24 jam, 36 jam dan 48 jam dengan 2 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa rendemen bubuk kulit pisang sebesar 37,38% dengan kandungan IC50 sebesar 228,07 ppm. Minyak segar memiliki nilai kecerahan sebesar 0,591 Abs, viskositas sebesar 26,60 cpoise dan bilangan peroksida sebesar 0,75 mek O2/Kg. Sedangkan minyak jelantah memiliki nilai kecerahan 3,566 Abs, viskositas 63,30 cpoise dan bilangan peroksida 12,65 mek O2/Kg. Penelitian utama menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi bubuk kulit pisang dan semakin lama perendaman yang diterapkan mengakibatkan tingkat kecerahan semakin meningkat, viskositas yang semakin rendah dan  bilangan peroksida yang semakin menurun.
Karakteristik Red Smoothies dari Buah Pisang Ambon dan Naga Merah dengan Penambahan CMC (Carboxymethyl Cellulose) Noli Novidahlia; Gusti Pratiwi Pangandian; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.446 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1329

Abstract

Smoothies merupakan produk yang berbahan dasar buah dan atau sayuran yang menonjolkan parameter kelembutan pada produknya. Tujuan dari penelitian ini untuk mempelajari pengaruh dari perbandingan buah pisang ambon dan naga merah serta penambahan konsentrasi CMC (Carboxymethyl Cellulose) terhadap karakteristikred smoothies. Metode penelitian dilakukan dengan formulasi perbandingan dari buah pisang ambon dan buah naga dengan rasio perbandingan 75:25, 50:50, dan 25:75 serta dilakukan penambahan CMC dengan konsentrasi sebesar 0%, 0,05% dan 0,1%. Analisis produk yang dilakukan meliputi uji organoleptik, uji pH, uji viskositas dan uji TPT (Total Padatan Terlarut) dari red smoothies dengan dua kali ulangan. Selanjutnya, red smoothies yang terpilih berdasarkan analisis produk dilakukan uji proksimat/analisis kimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan buah berpengaruh terhadap rasa, warna, aroma, dan kelembutan red smoothies. Sedangkan, penambahan CMC berpengaruhterhadap viskositas dan TPT tetapi tidak berpengaruh terhadap pH, rasa dan aroma. Red smoothies yang terpilih adalah red smoothies dengan perbandingan buah pisang dan naga merah 75:25 dan penambahan CMC 0,05%. Hasil analisis proksimat menunjukkan red smoothies mengandung kadar air 85,49%, abu 0,33%, protein 2,06%, lemak 0,87%, kabohidrat 11,25%, dan nilai energi 61 Kkal/100g bahan.
Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Manisan Kering Cabai Merah (Capsicum annuum L.) dengan Menggunakan Response Surface Methodology (RSM) Hisworo Ramdani; Noli Novidahlia; Ulif Yuhana
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 4 No. 2 (2018): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.325 KB) | DOI: 10.30997/jah.v4i2.1339

Abstract

The aims of the research were to determine the optimum condition of  submerging time in 2% CaCl2 and various sugar solutions on sweetened dried red chili characteristics using Response Surface Methodology (RSM). Red chili were  submerged in 2% CaCl2 for 8, 10, 15, 20, and 22 minutes, and in 56%, 60% 70%, 80% and 84% sugar solutions.  The output combination of two factors are 13 run units.  The analysis included physics (color), chemical (moisture, vitamin C, total sucrose), hedonic test (color, taste, texture), descriptive test (color, sweetness, spiciness, texture).  The results showed that submerged time in 2% CaCl2 had significant effect on sweetness of sweetened dried red chili. The optimal condition processing of sweetened dried red chili was reached on combination of submerged time in 2% CaCl2 8 minutes and in 74% sugar solution with chroma 21.16, moisture 8.88 % db, vitamin C 9.34 mg/100 g, total sucrose  50°Brix,  hedonic score: color 5.03 (rather like), taste 4.43 (neutral), texture 4.42 (neutral), and descriptive sensory: color 5.24 (rather red), sweetness 4.05 (neutral), spiciness 5.05 (rather spicy), and texture 4.53 (rather rubbery).Keywords: optimization, sweetened, red chili, RSM
Karakteristik Minuman Fungsional Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.) dengan Penambahan Ekstrak Jahe Titi Rohmayanti; Noli Novidahlia; Sartika Widianingsih
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.239 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1683

Abstract

Buah alpukat (Persea americana Mill.) merupakan salah satu buah yang banyak digemari karena memiliki rasa yang enak. Buah alpukat terdiri dari 70% daging buah dan 30% biji. Penelitian terkini mengungkapkan bahwa biji alpukat terbukti memiliki berbagai macam senyawa bioaktif dan senyawa-senyawa ini terbukti memiliki efek yang menguntungkan bagi tubuh, sehingga dilakukan diversifikasi produk yaitu minuman fungsional. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan minuman fungsional terbaik, mengetahui minuman fungsional  yang disukai dan mengetahui pengaruh konsentrasi perbandingan ekstrak biji buah alpukat dan ekstrak jahe terhadap minuman fungsional yang dihasilkan. Metode analisis yang digunakan adalah metode rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan perbandingan (ekstrak biji buah alpukat dan ekstrak jahe) yaitu 60%:40%, 70%:30%, 80%:20% dengan 2 kali ulangan. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dan uji lanjut Duncan. Minuman fungsional terpilih adalah A1 (ekstrak biji buah alpukat 60% dan ekstrak jahe 40%) memiliki kadar air 83,81%, abu 0,04%, lemak 0,52%, protein 10,34%, karbohidrat 5,29%, total padatan terlarut sebesar 16,1 oBrix, nilai pH 7,6, antioksidan dengan nilai IC50 8,04 mg/mL dan positif mengandung senyawa fitokimia yaitu tanin, flavonoid dan saponin.
Karakteristik Fisikokimia Jelly Drink Daging Semangka, Albedo Semangka, dan Tomat dengan Penambahan Karagenan dan Tepung Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Noli Novidahlia; Titi Rohmayanti; Yuni Nurmilasari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.183 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan karagenan dan tepung porang terhadap jelly drink. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu A1 (karagenan dan tepung porang 0.10%), A2 (karagenan dan tepung porang 0.15%), A3 (karagenan dan tepung porang 0.20%), dan A4 (karagenan dan tepung porang 0.20%). Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dan uji lanjut Duncan. Analisis produk yang digunakan yaitu uji sensori (mutu sensori dan hedonik), uji kimia (kadar air dan pH) dan fisik (total padatan terlarut). Analisis terhadap produk jelly drink terpilih yaitu kadar serat pangan dan antioksidan. Jelly drink terpilih adalah A3 (karagenan dan tepung porang 0.20%), jelly drink ini memiliki kadar air 89.92%, pH 6.4, total padatan terlarut 8.9 °Brix,  serat pangan  4.09%, antioksidan dengan nilai IC50130.42 mg/mL.Kata kunci: karagenan, tepung porang, semangka, tomat,  jelly drink
Co-Authors A.E. Zainal Hasan AA Sudharmawan, AA Adha, Siti Aulia Ainii, Aafiyah Nuur Ainii, Aafiyah Nuur Aisyah Intan Pamela Aji Jumiono Akhmad Endang Zainal Hasan Almaahi, Royyan Abdulamtin Althafry Kartawiria, Rifky fauzi amanah amanah AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Apriani, Yasri Apriliani, Renti Aulannisa, Fairuza Azizah, Liza Shinta Nur Badriansyah, Liska Budiman, Muhamad Arif Choironi, Nida Cici Fitriani Damayanti, Imay Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Dzaki, Reaska Akmal Eliska, Arshyla Erna Puspasari Fadhilah , Syifa Fauziah, Ratu Dwi Febriani, Rindiana Febriyanti, Anisa Dwi Ferlincha, Kiki Nola Fitrillia, Tiana Gusrani, Salsabila Syifa Gusti Pratiwi Pangandian Hanafi Hanafi Hanna Marzuuqoh Utami Hasanah, Rima Nidaul Hastuti, Arti Imay Damayanti Indradewa, Rhian Indriyani, Resty Inonu, M. Ikhsan Pratama Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Januarisca, Brida Januarisca, Brida Jefferson, Karina Aida Kurniawan, M. Fakih Lestari, Dede Amara Lia Amalia Lidiyani, Nurfitri M. Ikhsan Pratama Inonu maharani, Azmi Mardiah Mashudi Mashudi Maulidia , Mira Ma’rifat Khoirunnisa Muhammad Mustofa Muhammad Rifqi Mukrimah, Siti Mulya, Sahnur nahwan Tsabita, Elsya Niken Pramesti Nur Mila Sari Nurjanah, Eka Wulan Nurlaela, Raden Siti Pamela, Aisyah Intan Pamungkas, Wisnu Pangandian, Gusti Pratiwi Pangandian, Gusti Pratiwi Pertiqi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Pratiwi , Ratika Pravitri, Nabila Feby Purnama, Hilman Puspa Pertiwi, Inno Ariska Putri, Cantyka Meisa Nurul Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Ramadhan, Muhamad Fauzi Rambe, Muhammad Ikbal Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Rini Suhartani Rosmoyanti, Dewi Rosy Hutami Sadiah, Siti Saniyya, Ashila Nasyadhiya Sartika Widianingsih Setiawati, Indri Siti Fauziah Siti Maulida Ulfa Siti Nurhalimah Siti Nurjanah Slamet, Hendra Sofyan, Nurul azfy Soraya, Dina Ayu Soraya, Dina Ayu Suhartani, Rini Suhartani, Rini Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira Susanto, Muhammad Fajry Syifa, Nurhaeni Tiana Fitrillia Titi Rohmayanti Ulif Yuhana Widianingsih, Sartika Yuhana, Ulif Yuhana, Ulif Yuliana, Resti Yuliana, Resti Yuni Nurmilasari Zahra Putri Ardyansyah, Amanda Nurlita Zakiyyah, Syahla Zazti Kinasih