Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Tortilla Chips dengan Penambahan Tepung Ampas Kecap Titi Rohmayanti; Noli Novidahlia; Imay Damayanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.873 KB) | DOI: 10.30997/jah.v5i1.1695

Abstract

Ampas kecap merupakan sisa pembuatan kecap dengan bahan dasar kedelai yang memiliki kandungan protein cukup tinggi. Proses pembuatan ampas kecap melalui beberapa tahap sebelum diperoleh hasil utama kecap dan hasil samping berupa ampas kecap yang berwarna coklat kehitaman. Untuk menambah jenis olahan pangan berbahan ampas kecap ini dilakukan pembuatan tortilla chips. Ampas kecap dapat dijadikan tepung untuk ditambahkan kedalam bahan tortilla chips. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan persentase masa jagung dengan tepung ampas kecap pada pembuatan tortilla chips dengan perbandingan persentase A1 (44,4% : 10%), A2 (36,4% : 18,2%), A3 (33,3% : 25%) dengan dua kali ulangan. Analisis yang digunakan meliputi organoleptik (uji mutu sensori dan skala hedonik), uji kadar protein, dan untuk tortilla chips terpilih yaitu nilai gizi dan uji serat pangan. Perbandingan persentase masa jagung dengan tepung ampas kecap pada tortilla chips berpengaruh terhadap sifat organoleptik tortilla chips. Tortilla chips dengan penambahan tepung ampas kecap yang terpilih adalah tortilla chips dengan formulasi A2 (36,4% : 18,2%) memiliki kadar air 2.35%, abu 5.78%, lemak 19.94%, protein 14.76%, karbohidrat 57.17%, nilai energi 467.18 kkal/100gr, dan serat pangan 6.22%.
Minuman Ekstrak Bayam Merah (Alternanthera amoena Voss) dengan Penambahan Ekstrak Jahe (Zingiber officinale) dan Gula Aren Muhammad Fakih Kurniawan; Noli Novidahlia; Dwi Novian Irawanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(1)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.474 KB) | DOI: 10.30997/jah.v7i1.3204

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh perbedaan formulasi minuman ekstrak bayam merah dengan penambahan ekstrak jahe dan gula aren terhadap uji organoleptik serta uji fisik dan mengetahui jumlah zat besi dan antioksidan pada produk terpilih. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga taraf perlakuan (ekstrak bayam merah : ekstrak jahe : gula aren) yaitu (70% : 15% : 15%), (80% : 10%10%) dan (85% : 7,5% : 7,5%). Analisis produk yang dilakukan meliputi uji organoleptik (uji hedonik), nilai pH, total padatan terlarut (TPT) untuk menentukan produk terpilih. Analisis terhadap produk minuman ekstrak bayam merah terpilih yaitu uji zat besi dan antioksidan. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dan uji lanjut Duncan. Minuman ekstrak bayam merah terpilih adalah (ekstrak bayam merah 70%, ekstrak jahe 15% dan gula aren 15%), yang memiliki nilai pH 7,2, total padatan terlarut 15,5 °Brix, dan zat besi 0,39 mg/100 g dan antioksidan dengan nilai 7,58 mg/mL (7580 ppm).
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MINUMAN SEREAL INSTAN DARI SORGUM (Sorgum bicolor) DAN TEPUNG TEMPE Noli Novidahlia; Intan Kusumaningrum; Aisyah Intan Pamela
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Agroindustri Halal 6(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.831 KB) | DOI: 10.30997/jah.v6i2.3248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk minuman sereal instan dari sorgum dan tepung tempe serta untuk mengetahui dan mempelajari tentang karakteristik fisikokimia dan sensori produk minuman sereal instan dari sorgum dan tepung tempe. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor dan tiga taraf perlakuan. Faktor perlakuannya adalah perbandingan sorgum dan tepung tempe dengan tiga taraf perlakuan , yaitu (25%:10%), (20%:10%), (15%:15%). Analisis yang dilakukan meliputi uji fisik (daya serap air, waktu rehidrasi, dan viskositas), uji kimia (kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, dan karbohidrat), uji sensori (hedonik). Produk terpilih akan dihitung nilai energi. Berdasarkan hasil data penelitian minuman sereal instan terpilih yaitu perlakuan perbandingan sorgum dan tepung tempe (20%:10%) mengandung daya serap air 269,03 %, waktu rehidrasi 269,50 seconds,  viskositas 6,09 cp , kadar air 4,60 %, kadar abu 3,28 %, kadar protein14,81 %, kadar lemak 14,80 %, kadar serat kasar 2,09 %, karbohidrat 62,85 % , total kalori 444 Kkal.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Jelly Drink Sari Buah Mangga (Magnifera indica) dengan Penambahan Sari Buah buni (Antidesma bunius) dan Karagenan M. Ikhsan Pratama Inonu; Noli Novidahlia; Tiana Fitrillia
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Agroindustri Halal 7(1)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.596 KB) | DOI: 10.30997/jah.v7i1.4097

Abstract

Jelly drink adalah suatu minuman semi padat yang terbuat dari sari buah-buahan, yang dimasak didalam gula dengan penambahan bahan pembentuk gel. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perbandingan sari buah mangga dan sari buah buni dengan konsentarsi karagenan terhadap produk jelly drink. Metode penenlitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan  dua faktor. Faktor pertama perbandingan sari buah mangga dan sari buah buni yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 80%:20%, 85%:15%, 90%:10% dan faktor yang kedua yaitu konsentrasi karagenan  yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0,50%, 0,60%, 0,70% dengan 2 kali ulangan. Analisa produk yang digunakan yaitu uji sensori (mutu sensori dan hedonik), fisik (Total Padatan Terlarut), dan kimia (Kadar air, dan pH).   Analisa untuk produk jelly drink terpilih yaitu kadar serat pangan dan aktivitas antioksdian. Jelly drink terpilih adalah (Sari buah mangga 85%: Sari buah buni 15%: Konsentrasi karagenan 0,50%). Memiliki mutu sensori aroma ke arah tidak tercium aroma mangga, warna ke arah merah terang, rasa ke arah manis, tekstur ke arah kenyal, kemudahan sedot ke arah mudah disedot. Memiliki hedonik aroma, warna, rasa, tekstur, dan kemudahan sedot ke arah suka, kadar air 20,6%, pH 5,6, total padatan terlarut 19,3 ˚Brix, kadar serat pangan 3,22%, aktivitas antioksidan dengan nila IC50 116,22 ppm.Kata kunci : Jelly drink, karagenan, mangga, buni, serat pangan, antioksidan
Formulasi Food Bar Sebagai Pangan Darurat Berbasis Tepung Ubi Jalar Oranye (Ipomoea Batatas L.) Dan Tepung Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Noli Novidahlia; Siti Maulida Ulfa; Titi Rohmayanti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(1)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.464 KB) | DOI: 10.30997/jah.v8i1.4854

Abstract

Food is the most needed necessity in an emergency situation such as natural disaster. The application of local food like orange sweet potatoes and red beans in producing food bar as the emergency food is one of the efforts to establish the food security. The purpose of this research is determine the ratio of orange sweet potato flour and red bean flour to the nutritional value and characteristics of food bars for emergency food. Food bars are selected based on their nutritional value and total calories produced. The selected food bar is formulation which consists of 10% orange sweet potato flour and 30% red bean flour. The results of the analysis of the nutritional value of 50g food bar resulted in water content 4.17g, ash content 1,41 g, fat content 7.32g, protein content 4.86g, carbohydrate content 32.36g, beta-carotene content 6.61mg/50g, total calories 214.34 Kcal, and hardness 3054.50 g/f. The results of the sensory quality unpleasant smell, a hard texture, and sweet taste.
Sifat Mutu Kimia dan Sensori Cookies Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) dengan Penambahan Tepung Kacang Hijau (Vigna Radiata): Chemical and Sensory Quality Properties of Cookies from Red Dragon Fruit Skin (Hylocereus Polyrhizus) Flour with the Addition of Green Bean Flour (Vigna Radiata) Hanna Marzuuqoh Utami; Noli Novidahlia; Aminullah Aminullah
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Agroindustri Halal 8(2)
Publisher : Lembaga Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v8i2.6936

Abstract

Cookies merupakan produk patiseri yang terbuat dari bahan tepung terigu, gula, Lemak dan telur. Bedasarkan penelitian Rohmawati (2019) mengenai pembuatan cookies berbahan tepung kulit buah naga dan tepung terigu perlakuan terbaik yaitu dengan perbandingan 90:10 dengan suhu pemanggangan 150°C selama 20 menit, dan diketahui hasil uji yang dilakukan yaitu dengan kadar air 8.06%, kadar abu 6,81%, kadar protein 5.63%, kadar lemak 27,03%, kadar serat kasar 31,26% dan kadar karbohidrat 52,47%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu perbandingan tepung kulit buah naga merah dan tepung kacang hijau (90% : 10%), (80% : 20%), (70% : 30%), (60% : 40%). Analisis data yang digunakan adalah ANOVA dan uji lanjut Duncan dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cookies terpilih adalah perlakuan A4 (tepung kulit buah naga merah 60% dan tepung kacang hijau 40%). Cookies terpilih memiliki kadar air 4,91%, abu 2,36%, protein 29,57% lemak 21,55%, serat kasar 31,40%, karbohidrat 40,6% dan kalori 474,63 Kkal. Produk terpilih dilakukan uji rating menunjukkan hasil dengan parameter warna, rasa, aroma dan overall panelis agak menyukai produk cookies terpilih, namun tidak menyukai tekstur dari cookies terpilih.
Karakteristik Kimia dan Sensori Kulit Pie Berbahan Dasar Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) dan Tepung Kepala Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Noli Novidahlia; Cici Fitriani; Distya Riski Hapsari
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(1)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i1.8169

Abstract

Pie is processed food products consisting of pie crust dough and filling. A good pie crust is crispy and crumbs but not easily to crumble. In this research, pie crust were made using mocaf flour and catfish dumbo head flour. The purpose of this research was to study the effect of mocaf flour and catfish dumbo head flour substitution on physicochemical and sensory pie crust. The method used was analysis of variance (RAL) with one factor that is the ratio betwn mocaf flour and catfish dumbo head flour with four treatment levels, 100:0, 95:5, 90:10, and 85:15. The product analysis included sensory tests (sensory and hedonic quality) and chemical tests (moisture content, protein content, and calcium content). The result showed that pie crust with treatment mocaf 5%: catfish head flour 15% produced a product with good chemical composition and sensory quality.
Karakteristik Kimia dan Sensori Roti Kering Bagelen Substitusi Tepung Kacang Arab (Cicer arietinum) Zazti Kinasih; Noli Novidahlia; Muhammad Fakih Kurniawan
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 9 No. 3 (2023): Jurnal Agroindustri Halal 9(3)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v9i3.10015

Abstract

Wheat flour is highly used as a main material of processing bread, one of the developments is bagelen bread. The intent of this study is to innovate bagelen dried-bread product with the proportion of chickpea flour, increasing protein (based on SNI) and fibre content. This research was using a one-factor Complete Randomized Design (RAL) method, 2 repeats, with wheat flour: chickpea flour treatment rates each are 100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%. ANOVA variance and Duncan test were carried out with a 95% confidence interval. The results of the data analysis stated that the substitution of chickpea flour had a significant effect on protein and fibre level, sensory and hedonic quality, but it has no noticeable effect on the moisture level. The selected product is bagelen dried-bread with the proportion of 80% wheat flour and 20% chickpea flour with moisture content of 6,09%, protein 9,93%, crude fibre 29,5%, ash 1.49%, fat 29.97%, carbohydrate 52.50%, total calorie value of 519,53 kcal. Based on the results of sensory quality tests, bagelen dried-bread was obtained with more brownish-yellowish color, bagelen smell, chickpea smell, baked smell, not smelled langu, tasted sweet like bagelen, chickpea taste, more crispy texture. By hedonic tests, panelists tend to like the color, odor, taste, crispiness, and overalls of the product.
Textural and Physical Qualities of Starch Noodles Made from Heat-Moisture Treatment Canistel Starch (Pouteria campechiana) and Arrowroot Starch (Maranta arundinacea L.) Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli; Apriani, Yasri; Aminullah, Aminullah
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 12 No 1 (2023): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/10.30598/jagritekno.2023.12.1.23

Abstract

Glosor noodles were generally made from palm sago starch; in this study, glosor noodles were made from HMT (Heat-Moisture Treatment) modified canistel starch and arrowroot starch. This study aimed to investigate the effect of the ratio between canistel starch and arrowroot starch on the physical and textural qualities of glosor noodles and to determine the selected product of HMT-modified canistel starch and arrowroot starch. This study used the one-factor Completely Randomized Design method, consisting of five levels of canistel starch and arrowroot starch, i.e 100:0%, 90:10%, 80:20%, 70:30%, and 60:40%. The textural properties of hardness, gumminess, springiness, and elongation percentage, as well as the physical properties of cooking loss, water absorption, and swelling power, were analyzed. The results showed that the higher the addition of arrowroot starch, the lower the springiness, cooking loss, water absorption, and swelling index of glossy noodles; however, the higher the hardness, gumminess, and elongation percentage. The chosen glosor noodle was HMT-modified canistel and arrowroot starch with a ratio of 70:30%. It had a hardness of 3,600 N, a gumminess of 1.391 N, a springiness of 0.778 mm, and a percent elongation of 275.938%. In addition, it also had a cooking loss of 5.462%, a water absorption capacity of 130.095%, and a swelling index of 12.19%.
Mutu Kimia dan Sensori Kukis Berbahan Baku Tepung Kedelai dan Tepung Biji Bunga Matahari Sebagai Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS). Apriliani, Renti; Pertiqi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 1 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i6.11208

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah kegiatan pemberian makanan kepada peserta didik sekolah dasar dalam bentuk kudapan yang aman dan bergizi, dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Kukis yang memiliki tekstur serta rasa yang enak dan cocok untuk dijadikan makanan selingan pada anak-anak sekolah. Penelitian ini bertujuan sebagai diversifikasi produk pangan lokal penunjang PMT-AS serta sebagai alternatif intoleransi gluten. Penelitian ini disusun menggunakan (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Analisis produk merujuk kepada regulasi pangan yaitu SNI 2973-2022 Tentang Biskuit, meliputi uji kimia, uji sensori, dan pemenuhan asupan gizi sebagai PMT-AS. Analisis data penelitian menggunakan uji sidik ragam dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Perbandingan tepung kedelai dan tepung biji bunga matahari berpengaruh meningkatkan mutu kimia dan sensori. Penggunaan tepung biji bunga matahari 30% menghasilkan kukis dengan mutu kimia memenuhi standar kukis, yaitu memiliki kadar air (3,81%) di bawah maksimal 5%, abu (0,12%) sedikit di atas maksimal 0,1%, protein (10,96%) di atas minimal 4,5%, serta tinggi kadar lemak (14,17), karbohidrat (70,92%), dan serat kasar (24,57%). Kukis terpilih memiliki mutu sensori warna kuning kecoklatan, aroma tidak langu, rasa manis dan tidak langu, tekstur renyah, serta nilai hedonik kearah suka pada semua atribut sensori. Kukis terpilih dapat dijadikan sebagai alternatif PMT-AS dengan pemenuhan asupan gizi mencapai 91,01%.
Co-Authors A.E. Zainal Hasan AA Sudharmawan, AA Adha, Siti Aulia Ainii, Aafiyah Nuur Ainii, Aafiyah Nuur Aisyah Intan Pamela Akhmad Endang Zainal Hasan Almaahi, Royyan Abdulamtin Althafry Kartawiria, Rifky fauzi amanah amanah AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Apriani, Yasri Apriliani, Renti Aulannisa, Fairuza Azizah, Liza Shinta Nur Badriansyah, Liska Budiman, Muhamad Arif Choironi, Nida Cici Fitriani Damayanti, Imay Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Dzaki, Reaska Akmal Eliska, Arshyla Erna Puspasari Fadhilah , Syifa Fauziah, Ratu Dwi Febriani, Rindiana Febriyanti, Anisa Dwi Ferlincha, Kiki Nola Fitrillia, Tiana Gusrani, Salsabila Syifa Gusti Pratiwi Pangandian Hanafi Hanafi Hanna Marzuuqoh Utami Hasanah, Rima Nidaul Hastuti, Arti Imay Damayanti Indradewa, Rhian Indriyani, Resty Inonu, M. Ikhsan Pratama Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Januarisca, Brida Januarisca, Brida Kurniawan, M. Fakih Lestari, Dede Amara Lia Amalia LIA AMALIA Lidiyani, Nurfitri M. Ikhsan Pratama Inonu maharani, Azmi Mardiah Mashudi Mashudi Maulidia , Mira Ma’rifat Khoirunnisa Muhammad Mustofa Muhammad Rifqi Mukrimah, Siti Mulya, Sahnur nahwan Tsabita, Elsya Niken Pramesti Nur Mila Sari Nurjanah, Eka Wulan Nurlaela, Raden Siti Pamela, Aisyah Intan Pamungkas, Wisnu Pangandian, Gusti Pratiwi Pangandian, Gusti Pratiwi Pertiqi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Pratiwi , Ratika Pravitri, Nabila Feby Purnama, Hilman Puspa Pertiwi, Inno Ariska Putri, Cantyka Meisa Nurul Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Ramadhan, Muhamad Fauzi Rambe, Muhammad Ikbal Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Rini Suhartani Rosmoyanti, Dewi Rosy Hutami Sadiah, Siti Saniyya, Ashila Nasyadhiya Sartika Widianingsih Setiawati, Indri Siti Fauziah Siti Maulida Ulfa Siti Nurhalimah Siti Nurjanah Slamet, Hendra Sofyan, Nurul azfy Soraya, Dina Ayu Soraya, Dina Ayu Suhartani, Rini Suhartani, Rini Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira Susanto, Muhammad Fajry Syifa, Nurhaeni Tiana Fitrillia Titi Rohmayanti Ulif Yuhana Widianingsih, Sartika Yuhana, Ulif Yuhana, Ulif Yuliana, Resti Yuliana, Resti Yuni Nurmilasari Zahra Putri Ardyansyah, Amanda Nurlita Zakiyyah, Syahla Zazti Kinasih