Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMIZATION CONDITION EXTRACTION USED ENZYME WITH RESPONSE SURFACE METHODOLOGY TO EXTRACT ROSELLE PETALS (Hibiscus sabdariffa L.) Mardiah, Mardiah; Hasanah, Rima Nidaul; Novidahlia, Noli; Hasan, A.E. Zainal
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 2 (2018): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v9i2.1477

Abstract

Roselle petals can be made into extracts as a source of raw material for food products and other products. Previous research states that the use of pectinase and cellulase enzymes can increase the yield including the anthocyanin content. This study aims to optimize the extraction conditions of roselle flower petals  (Hibiscus sabdariffa L.) using pectinase and cellulase enzymes by using Response Surface Methodology (RSM). The treatment conditions were using pectinase and cellulase enzyme (1: 1) with concentrations in the range between 500-1500 ppm, extraction temperature between 35-65 oC and extraction time between 30-90 minutes. Analysis of the best treatment was carried out on the yield level, anthocyanin content and total dissolved solids tested using central composite design, obtained R2 values for the three responses of 0.6. The results showed that based on the surface response, the optimum conditions of the best  extraction of the rosella at the addition of enzyme concentration of 1000 ppm, extraction temperature of 50 oC and extraction time of 10 minutes. In this condition, the yield of dried extracts of rosella was 84,20%, anthocyanins content 479,70 mg/L and total soluble solid 2,13 oBrix.
Karakteristik Kimia dan Sensori Crackers dengan Penambahan Tepung Campolay (Pouteria campechiana) dan Teping Ikan Teri Nasi (Stolephorus sp) Setiawati, Indri; Novidahlia, Noli; Nurlaela, Raden Siti
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v10i1.10118

Abstract

ingredients can be added to the manufacture such as campolay flour and ground wheat flour to increase the nutritional content of the crackers. This study aims to make crackers with the addition of campolay flour and rice anchovy flour as a form of food diversification and to find the selected formulation from the ratio of wheat flour: campolay flour: rice anchovy flour. This study used a completely randomized design (CRD) with one treatment factor, namely the ratio of wheat flour : campolay flour : anchovy flour (80:15:5), (70:20:10), (60:25:15), ( 50:30:20). Product analysis includes chemical analysis of water content, acid insoluble ash content, and protein content as well as sensory and hedonic quality tests as a determinant of selected products. The selected treatment was then subjected to further chemical analysis including calcium levels and beta-carotene levels. Data analysis and research used (ANOVA) with Duncan's further test with a 95% confidence interval. The results showed that the selected crackers were treated with a ratio of wheat flour: campolay flour: anchovy flour (70:20:10) with a quality that did not smell of campolay flour, smelled of anchovy rice flour, had a yellow color, had a textured crunchy and salty taste. Crackers had a moisture content of 4,89%, acid insoluble ash content of 0,11% and protein content of 13,28%, an average calcium content value of 4339,19 mg/100g and an average value of beta-carotene content of 1,015 mg/kg
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SNACK BAR AMPAS TAHU DENGAN PENAMBAHAN KACANG BOGOR Purnama, Hilman; Hutami, Rosy; Novidahlia, Noli
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 1 No. 2 (2019): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v1i2.3098

Abstract

Snack bar is solid food that shaped bar and is a mixture of various dry materials as cereal, nuts, fruits, combined into one with the binders assistance. This study aims to diversify fiber rich food waste based tofu dregs and bambara groundnut. This study uses a Completely Ramdomized Design (CRD) factorial with two factors methods and Completely Ramdomized Design (CRD) of one factors menthods. This study consisted of three stages of that make flour tofu dregs, temperature determination and roasting time and formulation snack bar. Testing used are hardness test used a texture analyzer, hedonic and sensory quality test which  attributes  are  flavor, color,  odor and hardness. Furthemore chemical test (moisture content, ash content, carbohydrates, protein, fat) and the dietary fibers  also used on  the selected sample  only. Analysis of the data used is  Analysis Of Variance (ANOVA) with a duncan  further test. Snack bar with temperature and time is snack bar with hardness of 1183.33 gf. The  results  of  chemical test shows that C3 snack bar has 57,18% of carbohydrates, 14.40% of protein, 15,69 fat, 11,62% of water content, 1,1% of ash content, 427 Kcal of calories, and dietary fibers 10,34%.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Bubur Bayi Instan Berbahan Dasar Tepung Kacang Kedelai Organik (Glycine max l. merill) dan Tepung Wortel (Daucus carota) dengan Flavor Apel Hapsari, Distya Riski; Novidahlia, Noli; Mukrimah, Siti
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10877

Abstract

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat gizi buruk adalah memperbaiki pola makan bayi dengan memberikan MP-ASI (makanan pendamping ASI). Bubur instan berbahan dasar tepung kedelai organik dan tepung wortel merupakan alternatif produk pangan pendamping ASI. Penelitian ini bertujuan membuat bubur bayi instan dengan pengaruh perbandingan tepung kedelai organik dan tepung wortel untuk menghasilkan bubur bayi terbaik berdasarkan faktor kandungan energi, hasil pengujian fisikokimia (kelarutan, daya serap air, bulk densitas, kadar air, kadar abu , kadar protein, lemak, karbohidrat, serat), pengujian sensori (mutu sensori dan hedonik) yang diuji dalam skala garis dan rating. Selanjutnya akan dilakukan pengujian kadar betakaroten dan mineral (Na dan Zn) untuk bubur bayi instan yang terpilih. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor. Faktor yang digunakan merupakan perbandingan tepung kacang kedelai organik dan tepung wortel dengan 3 taraf perlakuan yaitu 80:20, 60: 40, 40:60. Hasil Uji bubur instan MP-ASI formulasi yang terpilih karena disukai panelis dengan perlakuan A1 dengan perbandingan 80g tepung kedelai organik dan tepung wortel 20g didapatkan hasil uji fisikokimia, uji mutu sensori, uji hedonik serta uji  kadar betakaroten dan mineral (Na dan Zn). Hasil uji fisikokimia meliputi kelarutan 55,00%, daya serap air 0,74%, bulk densitas 0,78%, kadar air 8,50%, kadar abu 3,78% kadar protein 25,50%, lemak 19,48%, karbohidrat 42,87%, serat 6,43%. Hasil uji mutu sensori meliputi warna 4,12, aroma 3,64, rasa 3,99, tekstur 4,31, overall 3,87. Hasil uji hedonik meliputi warna 3,80, aroma 3,83, rasa 3,87, tekstur 3,63, dan overall 3,96. Serta hasil uji kadar betakaroten 10,72 µg/g, mineral Na 102,77 mg, mineral Zn 3,00mg.
Karakteristik Kimia dan Sensori Kukis Berbahan Tepung Kedelai (Glycine max L.) dan Tepung Biji Bunga Matahari (Heliantus annus L.) Sebagai Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) Apriliani, Renti; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Novidahlia, Noli
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.10919

Abstract

Pemberian Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS) adalah kegiatan pemberian makanan kepada peserta didik sekolah dasar dalam bentuk kudapan yang aman dan bergizi. Kukis memiliki tekstur serta rasa yang enak, cocok untuk dijadikan makanan selingan pada anak-anak sekolah. Penelitian ini bertujuan sebagai diversifikasi produk pangan lokal penunjang (PMT-AS). Penelitian ini disusun menggunakan (RAL) satu faktor dengan 4 taraf perlakuan dan 2 kali ulangan. Analisis produk meliputi uji kimia, sensori, hedonik. Analisis data penelitian menggunakan uji sidik ragam dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil kukis produk terpilih, kadar air 3,81%, kadar abu 0,12%, serat kasar 24,57%, lemak 14,17%, protein 10,96%, karbohidrat 70,92%. Mutu sensori berupa warna kuning kecoklatan, aroma tidak langu, rasa manis dan tidak langu, tekstur renyah serta memiliki penilaian hedonik kearah suka. Karakteristik mutu sensori, hedonik, dan kimia yang memenuhi persyaratan, sehingga kukis tepung kedelai dan biji bunga matahari dapat dijadikan sebagai alternatif PMT-AS dengan pemenuhan asupan gizi mencapai 91,01%.
Profil Sensori Hard Candy Ekstrak Wortel (Daucus carota L.) Menggunakan Metode CATA (Check-All-That-Apply) Budiman, Muhamad Arif; Novidahlia, Noli; Rifqi, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i2.13399

Abstract

Hard candy adalah produk makanan berbentuk padat yang dibuat dari gula atau pemanis lainnya dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain. Beta-karoten yang merupakan salah satu sumber vitamin A zat gizi tertinggi yang terkandung dalam wortel. Penambahan ekstrak wortel pada premen ini dapat menjadi alternatif untuk diversifikasi pangan. Metode CATA (Check-All-That-Apply) merupakan metode evaluasi sensori berbasis konsumen yang banyak digunakan. Salah satu pemanfaatan wortel yaitu dapat dijadikan hard candy. Tujuan dari penelitian untuk memanfaatan wortel dalam proses pembuatan hard candy. Hard candy ektsrak wortel kemudian dilakukan pengujian organoleptik dengan menggunakan metode CATA (Check-All-That-Apply). Berdasarkan hasil sample 1, 2 dan 3 adalah sample yang paling mendekati produk ideal dibanding dengan sample 4 yang jauh dari titik produk ideal. Dari hasil pemetean (PcoA) memberikan atribut dominan yang berpengaruh positif pada produk kesukaan panelis yaitu atribut aroma khas wortel, warna orange clear dan tekstur keras. Untuk hasil penalty analysis tidak ada hasil yang masuk pada atribut must have, nice to have, not have namun beberapa atribut memiliki potensi untuk masuk atribut nice to have. Hasil analisis countour plot sample 2 memiliki nilai rata-rata kesukaan paling tinggi yaitu 62%, A1 52%, A3 38% dan A4 46%.
Penerapan HACCP pada Proses Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Berukuran 220 mL di PT. Jaya Lestari Sejahtera Pradita, Reyna Fatma; Novidahlia, Noli
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 1 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i1.15664

Abstract

Air minum merupakan kebutuhan primer bagi seluruh makhluk hidup sehingga perlu dipastikan keamanannya supaya tidak menimbulkan bahaya bagi tubuh. Kondisi fisik yang terlihat aman tidak menjamin keamanan air minum secara kimia dan mikrobologis. Sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) merupakan salah satu upaya menjaga keamanan pangan yang dapat mengontrol bahaya biologi, fisika dan kimia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan air minum dalam kemasan dan mempelajari penerapan sistem HACCP pada proses produksi tersebut. Metode penelitian dilakukan melalui atau observasi, wawancara, pencatatan, analisis data, diskusi, dan telaah pustaka. Analisis data dilakukan secara deskriptif sebab data yang diperoleh didasarkan pada hasil observsai lapangan dan fakta empiris untuk kemudian disesuaikan konsep HACCP. Penerapan sistem HACCP pada proses produksi Air minum dalam kemasan (AMDK) di PT. Jaya Lestari Sejahtera telah berjalan dengan baik, sebab seluruh langkah HACCP telah terpenuhi dengan maksimal dan sesuai dengan pedoman SNI 01-4852-1998.
Karakteristik Sensori Ikan Asin Jambrong (Harpadon nehereus) Balado dengan Berbagai Jenis Pemanis Sofyan, Nurul azfy; Novidahlia, Noli; Amalia, Lia
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v7i1.17052

Abstract

Ikan jambrong terkenal sebagai makanan khas Jawa Barat. Ikan asin jambrong balado merupakan olahan ikan jambrong dengan bumbu cita rasa pedas dan gurih dengan berbagai macam rempah di dalamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengaktifkan karakteristik mutu sensori dan hedonik pada 4 (empat) produk olahan ikan asin jambrong balado yang menggunakan pemanis berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan empat tahap perlakuan yaitu gula pasir (A1), gula jawa (A2), madu murni (A3) dan maltitol sirup (A4). Selanjutnya dilakukan uji kimia pada produk ikan asin jambrong balado terpilih yaitu dengan pemanis gula pasir (A1) untuk mengukur kandungan nutrisinya meliputi kadar udara, abu, lemak, protein, karbohidrat dan kalsium. Hasil analisis yang dihasilkan menunjukkan bahwa produk dengan penambahan pemanis gula pasir (A1) sebagai produk pilihan dengan karakteristik warna kecoklatan yang kuat, aroma amis yang tidak tercium, rasa pedas yang tidak tertutup oleh rasa manis, hampir tidak meninggalkan sisa rasa pahit dan memiliki terkstur yang renyah dan hasil uji kimia menunjukkan bahwa kadar udara produk 19,21%, kadar abu 7,8%, kadar lemak 29,89%, protein 23,2%, karbohidrat 19,91% dan kalsium 7,78%.
Karakteristik Kimia dan Sensori Egg Roll Berbahan Dasar Tepung Ubi Jalar Ungu dengan Substitusi Tepung Umbi Porang Novidahlia, Noli; Nurlaela, Raden Siti; Saniyya, Ashila Nasyadhiya
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.17067

Abstract

Egg roll consumption in 2022 reached 22,185%/capita/year. The purpose of the study was to study the effect of the comparison of purple sweet potato flour with porang tuber flour on chemical analysis, sensory quality, and hedonic. This study used a 1-factor Complete Randomized Design, namely the comparison of the concentration of purple sweet potato flour with porang tuber flour. It has 4 treatment levels, consisting of 100%: 0%, 90%: 10%, 80%: 20%, 70%: 30%, and 2 replications. The parameters tested include chemical analysis, sensory quality, and hedonic. The results showed that the addition of porang tuber flour can increase ash content, protein, carbohydrates, texture sensory, and the level of acceptance in terms of taste, aroma, and texture, but reduce fat content and color acceptance level. The selected egg roll product in this study, namely the comparison of the concentration of purple sweet potato flour 70% with porang tuber flour 30%. Having a water content of 3.31%, ash 3.04%, protein 2.94%, fat 22.83%, carbohydrate 67.88%, crude fiber 33.51%. The results of the sensory quality test of purple color, sweet taste, and crunchy texture tend to be strong. The results of the hedonic test of all parameters tend to like.
Senyawa Volatil Daging Celeng (Sus scrofa vittatus) dengan Berbagai Pengolahan Menggunakan Metode SPME-GC/MS Amalia, Lia; Novidahlia, Noli; Kusumaningrum, Intan; Mulya, Sahnur; Mardiah; Jumiono, Aji; Eliska, Arshyla; Ramadhan, Muhamad Fauzi; Lidiyani, Nurfitri
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v11i1.18382

Abstract

Food adulteration involving the mixing of non-halal meat into halal products is a sensitive issue in Indonesia. Wild boar meat (Sus scrofa vittatus) is often found to be used in such practices, making it essential to identify its volatile compound profile. This study aims to identify volatile compounds in wild boar meat processed through boiling, frying, and roasting, using Solid-Phase Microextraction (SPME) combined with Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). The research was conducted qualitatively with three treatments and five replications for each cooking method. The analysis showed that boiled wild boar meat contained 156 volatile compounds, fried meat 142 compounds, and roasted meat 163 compounds, with total intensities of 779, 691, and 819, respectively. Principal Component Analysis (PCA) yielded an R²X value of 0.842 and a cumulative Q² of 0.747, indicating clear separation between samples. The main contributing volatile compounds were 2-Octenal (E)-, Longifolene, and Cyclopropyl carbinol.
Co-Authors A.E. Zainal Hasan AA Sudharmawan, AA Adha, Siti Aulia Ainii, Aafiyah Nuur Ainii, Aafiyah Nuur Aisyah Intan Pamela Akhmad Endang Zainal Hasan Almaahi, Royyan Abdulamtin Althafry Kartawiria, Rifky fauzi amanah amanah AMINULLAH Aminullah Aminullah Aminullah Aminullah, Aminullah Apriani, Yasri Apriliani, Renti Aulannisa, Fairuza Azizah, Liza Shinta Nur Badriansyah, Liska Budiman, Muhamad Arif Choironi, Nida Cici Fitriani Damayanti, Imay Distya Riski Hapsari Dwi Novian Irawanti Dzaki, Reaska Akmal Eliska, Arshyla Erna Puspasari Fadhilah , Syifa Fauziah, Ratu Dwi Febriani, Rindiana Febriyanti, Anisa Dwi Ferlincha, Kiki Nola Fitrillia, Tiana Gusrani, Salsabila Syifa Gusti Pratiwi Pangandian Hanafi Hanafi Hanna Marzuuqoh Utami Hasanah, Rima Nidaul Hastuti, Arti Imay Damayanti Indradewa, Rhian Indriyani, Resty Inonu, M. Ikhsan Pratama Intan Kusumaningrum Irawanti, Dwi Novian Januarisca, Brida Januarisca, Brida Kurniawan, M. Fakih Lestari, Dede Amara LIA AMALIA Lia Amalia Lidiyani, Nurfitri M. Ikhsan Pratama Inonu maharani, Azmi Mardiah Mashudi Mashudi Maulidia , Mira Ma’rifat Khoirunnisa Muhammad Mustofa Muhammad Rifqi Mukrimah, Siti Mulya, Sahnur nahwan Tsabita, Elsya Niken Pramesti Nur Mila Sari Nurjanah, Eka Wulan Nurlaela, Raden Siti Pamela, Aisyah Intan Pamungkas, Wisnu Pangandian, Gusti Pratiwi Pangandian, Gusti Pratiwi Pertiqi, Sri Rejeki Retna Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pradita, Reyna Fatma Pratiwi , Ratika Pravitri, Nabila Feby Purnama, Hilman Puspa Pertiwi, Inno Ariska Putri, Cantyka Meisa Nurul Raden Siti Nurlaela Rahmawati, Siti Irma Ramadhan, Muhamad Fauzi Rambe, Muhammad Ikbal Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Ramdani, Hisworo Rini Suhartani Rosmoyanti, Dewi Rosy Hutami Sadiah, Siti Saniyya, Ashila Nasyadhiya Sartika Widianingsih Setiawati, Indri Siti Fauziah Siti Maulida Ulfa Siti Nurhalimah Siti Nurjanah Slamet, Hendra Sofyan, Nurul azfy Soraya, Dina Ayu Soraya, Dina Ayu Suhartani, Rini Suhartani, Rini Suprayatmi, Mira Suprayatmi, Mira Susanto, Muhammad Fajry Syifa, Nurhaeni Tiana Fitrillia Titi Rohmayanti Ulif Yuhana Widianingsih, Sartika Yuhana, Ulif Yuhana, Ulif Yuliana, Resti Yuliana, Resti Yuni Nurmilasari Zahra Putri Ardyansyah, Amanda Nurlita Zakiyyah, Syahla Zazti Kinasih