Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Digital Storytelling Public Relations Pada Konten Ramadan Provider Telekomunikasi Indonesia (Studi Komparasi Pada Akun Media Sosial Instagram @Telkomsel, @Indosat, dan @MyXL) Hana, Jessica Melly; Astuti, Sri Wahyuning
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.342

Abstract

Provider Indonesia, seperti Telkomsel, Indosat, dan XL Axiata memanfaatkan media sosialnya dengan baik untuk memberikan dampak yang positif bagi perusahaan. Penting nya menerapkan strategi storytelling di Instagram agar pesan yang disajikan pada masing-masing konten dapat dengan maksimal disesuaikan pada setiap karakteristik audiens nya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menemukan dan mengetahui perbedaan dari setiap karakteristik konten Ramadan pada penggunaan digital storytelling Humas melalui  akun Instagram @Telkomsel, @Indosat, dan @MyXL dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan audiensnya. Data dan informasi yang dapat menunjang penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara mendalam bersama narasumber kunci, observasi langsung terhadap konten yang dipublikasikan pada Instagram, dan analisis konten Instagram. Penelitian ini membahas mengenai keterkaitan antara akun Instagram @Telkomsel, @Indosat, dan @MyXL dengan menggunakan The Circular Model of SoMe, serta menganalisis konten Ramadan dengan konsep G.R.E.A.T untuk melihat kesuksesan dari adanya storytelling yang ada pada konten di Instagram. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa strategi storytelling konten Instagram sudah sesuai dengan proses implementasi yang sudah dilakukan oleh team Humas, sehingga kontennya dapat terfokus dari isi pesan, audiens, dan konteks dalam memberikan manfaat dengan solusi yang optimal.
Peran Komunikasi Interpersonal bagi Korban Perselingkuhan dalam Upaya Rekonstruksi Diri Lingga, Nindya Elsanora; Astuti, Sri Wahyuning
JURNAL SOCIAL LIBRARY Vol 4, No 3 (2024): JURNAL SOCIAL LIBRARY NOVEMBER
Publisher : Granada El-Fath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/sl.v4i3.361

Abstract

Luka emosional yang diakibatkan perselingkuhan dalam pernikahan meninggalkan rasa sakit yang mendalam bagi korban terutama hilangnya kepercayaan. Namun beberapa pasangan ada yang tetap memilih bersama dengan harapan hubungannya dapat pulih sebagaimana semula meski harus menghadapi luka emosional tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi interpersonal dalam membantu korban perselingkuhan merekonstruksi dirinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, menggunakan wawancara tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima dimensi komunikasi interpersonal punya peran penting dalam upaya rekonstruksi diri bagi korban, lima dimensi tersebut antara lain: keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Dimensi-dimensi ini memungkinkan korban dan pasangan untuk saling memahami, mengatasi emosi negatif, dan membangun kembali kepercayaan. Korban dapat menyampaikan perasaannya secara jujur, sementara pasangan yang bersalah dapat menunjukkan penyesalan dan komitmen untuk memperbaiki hubungan. Keterlibatan kedua belah pihak dalam komunikasi yang dialogis juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih suportif dan inklusif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi interpersonal yang efektif dapat menjadi alat penting dalam proses rekonstruksi diri korban perselingkuhan, membantu mereka menemukan kembali kepercayaan diri dan mengembangkan hubungan pernikahan yang lebih sehat. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang pentingnya komunikasi dalam mengatasi konflik dalam pernikahan.
Dampak Toxic Relationship pada Perilaku Sosial Mahasiswa Telkom Sari, Nirwana Ayunda; Astuti, Sri Wahyuning
Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/interaksi.v9i1.19595

Abstract

Toxic Relationship adalah hubungan yang merugikan salah satu pihak sementara menguntungkan pihak lain (Yani et al., 2021). Karena manusia adalah makhluk sosial, mereka tidak bisa hidup sendiri dan memerlukan interaksi dengan orang lain, karena dalam kehidupan sehari-hari kita selalu membutuhkan orang lain (Arifiyanto Safa’at, 2014). Membatasi pertemanan pasangan masuk ke dalam perilaku posesif. Menurut Mashita (2016), sikap posesif adalah sikap yang dilakukan untuk mengontrol pasangan secara berlebihan. Perilaku posesif ini termasuk membatasi lingkup pertemanan pasangan, cemburu berlebihan, merasa pasangan hanya milik sendiri, dan memiliki rasa takut yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi dengan paradigma kontruktivisme. Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa dampak dari hubungan beracun terhadap perilaku sosial para informan terjadi karena kurangnya interaksi sosial dengan teman-temannya akibat tekanan dari pasangan mereka, yang pada akhirnya mempengaruhi relasi dan komunikasi dengan lingkungan mereka.
Membuka Mental Block dengan Hypnotherapy Astuti, Sri Wahyuning; Putra, Dedi Kurnia Syah; Nayaka, Sayu Gede
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1613

Abstract

Masa transissi yang tengah dihadapi Remaja, membuat mereka menjadi individu yang mudah sekali mengalami stress. Selain tekanan lingkungan, mulai dari orang tua, teman sebaya hingga sekolah, remaja menghadapi masa pubertas. Keinginan untuk mendapatkan perhatian dari lingkungan membuat remaja melakukan tindakan untuk dapat menarik perhatian lingkungan. Stress yang dihadapi remaja ini harus ditangani dengan baik sebelum berdampak pada fisik dan psikologis. Salah satu intervensi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan Hypnotherapy. Pengabdian Masyarakat di SMK Negeri 2 Garut berhasil menggali menggali permasalahan yang dihadapi oleh remaja, dengan melakukan pre-talk dan memetakan masalah yang dihadapi. Remaja kemudian diberikan sugesti untuk membuka Mental Block yang mereka hadapi dan merelease persoalan yang Tengah dihadapi. Proses Hypnotherapy bisa dilakukan berulang secara mandiri dengan melakukan Self-Hypnotherapy
ANALISIS JARINGAN KOMUNIKASI PADA KOMENTAR DEBAT PERTAMA CAPRES 2024 DI KANAL YOUTUBE KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) Sena Reselina; Sri Wahyuning Astuti

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v12i2.5400

Abstract

As the 2024 elections approach, political discussions and debates in Indonesia are heating up. These discussions also occur on social media platforms, particularly YouTube, which rapidly disseminates information, allowing a broad audience to access and engage with the content. This research aims to analyze the relationships among actors (nodes) and social networks in the comments on the first presidential debate of 2024 on the Komisi Pemilihan Umum (KPU) YouTube channel. Utilizing Social Network Analysis (SNA), this study identifies communication patterns, relationship types, and network connections formed from actor interactions. The findings reveal that the social network structure is a one-mode network with 6000 comments filtered to 2400 for analysis. The relationship types indicate key actors with high centrality, playing crucial roles in shaping public opinion and discussion dynamics. The communication patterns reflect significant issues discussed in the debate, influencing public responses to the presidential candidates' arguments. These insights offer a deeper understanding of social interaction dynamics on social media during political campaign periods. Keywords: Elections; Social Networks; YouTube; Actor Centrality; Presidential Debate
Pelatihan Berbicara di depan Umum atau Public Speaking untuk Seniman di Sanggar Seni Reak Tibelat Cibiru Kota Bandung Putra, Dedi Kurnia Syah; Astuti, Sri Wahyuning
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.2007

Abstract

Sanggar Seni Reak Tibelat adalah sebuah komunitas seni yang berdedikasi untuk melestarikan kesenian Reak, sebuah bentuk kesenian tradisional yang sempat hampir punah. Sanggar yang berada di Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat  menampilkan seni pertunjukan tradisional yang menggabungkan unsur musik, tari, dan teater diantaranya perayaan adat. Seiring dengan meningkatnya popularitas Sanggar Seni Reak Tibelat, tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta budayawan yang tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang kesenian Reak. Kehadiran wisatawan dan budayawan, terutama yang berasal dari luar negeri, memberikan tantangan baru bagi sanggar ini, terutama dalam hal komunikasi. Menghadapi tantangan ini, Tim Abdimas dari Telkom University berinisiatif untuk membantu dengan memfasilitasi pelatihan berbicara di depan umum atau public speaking 2 Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi para seniman sehingga mereka dapat berinteraksi dengan lebih baik dengan wisatawan asing, menjelaskan kesenian Reak, serta berbagi pengetahuan tentang budaya Sunda kepada dunia internasional. Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan berberbicara di depan umum atau public speaking para seniman, tetapi juga memperkuat daya tarik Sanggar Seni Reak Tibelat sebagai destinasi wisata budaya yang terbuka untuk pengunjung dari seluruh dunia.
Literasi Keamanan Digital Antisipasi Cat Fishing Astuti, Sri Wahyuning; Imran, Ayub Ilfandhy; Purnama, Hadi; Nayaka, Sayu Gede
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.2008

Abstract

Kejahatan didunia maya khususnya catfishing masih menjadi persoalan serius seiring semakin meningkatnya penggunaan media sosial. Catfishing bisa menimpa siapa saja, baik mereka yang sudah lama menggunakan media sosial maupun pengguna baru. Penipuan dengan menyentuh psikologis korban membuat korban susah melepaskan diri dari pelaku. Catfishing perlu mendapatkan perhatian serius mengingat dampak sosial yang ditimbulkan. Korban Catfishing yang sebagian adalah usia remaja, umumnya mengalami kerugian secara materil hingga menjadi pelaku bunuh diri. Catfishing didalam ruang maya terdiri dari berbagai macam jenis yakni mengubah identitas, merubah foto, melakukan rayuan romantis hingga penipuan. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi terkait bahaya kejahatan digital dalam hubungan romantis dengan mitra sasar anggota pramuka pandega yang juga merupakan siswa SMA dan Mahasiswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan literasi terkait kejahatan dunia maya dan antisipasi untuk menghindarinya. Peserta juga diberikan pemahaman untuk melakukan therapy mandiri jika menjadi korban cat fishing.
LEVEL OF ALEXITHYMIA AS A MEDIATOR OF EMPATHY AND COMMUNICATION SATISFACTION Adiningtyas, Nurul; Astuti, Sri Wahyuning
Biopsikososial: Jurnal Ilmiah Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Mercubuana Jakarta Vol 8, No 2 (2024): VOL. 8 NO. 2 OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/biopsikososial.v8i2.24115

Abstract

The Digital Generation is considered a generation that lacks empathy. Based on the research results, this generation tends to think for themselves. One that makes a person have low empathy is alexithymia, which is a person's lack of ability to identify and describe and identify emotions within themselves. The lack of emotion and the absence of emotion makes satisfaction in communication also low. This study aims to see the level of alexithymia and empathy on communication satisfaction and relationship satisfaction. The research method used is descriptive quantitative. There were 102 research participants using random sampling technique. Data collection used the Alexithymia Scale (α=840) Empathy Scale (α=675) and Communication Satisfaction Scale (α=819). Test results using Path Analysis show that Alexithymia mediates the relationship between empathy and communication satisfaction with a contribution of 83%. It can be concluded that individuals who have high levels of alexithymia have high empathy and communication satisfaction.
Social Comparison Sebagai Prediktor Kecemasan Sosial Pada Remaja Pengguna Media Sosial Komala, Putri; Astuti, Sri Wahyuning
Merpsy Journal Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/merpsy.v16i2.33102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social comparison terhadap kecemasan sosial pada remaja pengguna media sosial di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data menggunakan kuisisioner pada remaja berusia 15-18 tahun di Jakarta yang aktif menggunakan media sosial. Menggunakan teknik sampling accidental, didapatkan 364 responden. Pengukuran variabel Social Comparison menggunakan alat ukur Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) dan variabel kecemasan sosial menggunakan alat ukur SAS-A. Data dianalisis menggunakan teknik regresi linear sederhana. Hasil uji hipotesis membuktikan bahwa social comparison berpengaruh diperoleh nilai R Square sebesar 0.465 (46,5%) yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari social comparison terhadap kecemasan sosial.
Representasi Gaya Hidup Konsumtif Generasi Muda Pada Meme “Lambang Baru Kemapanan” Azmi, Rayhan Muhammad; Astuti, Sri Wahyuning
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 23, No. 2 December 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v23i2.4129

Abstract

The young generation is considered to have and implement consumer lifestyle practices that have indirectly harmed them. This consumer life then received criticism for using memes as a medium. The research method used is Norman Fairclough's critical discourse analysis by implementing the 3 dimensions of critical discourse analysis and then analyzing it using Norman Fairclough's "4 steps of social wrong" method to be able to find solutions to social irregularities that occur in society. This research aims to look at the representation that the "new symbol of the establishment" meme is trying to show in the lifestyle of the younger generation today by dissecting it through the dimensions of text, discursive practices and socio-cultural praxis. The results obtained from this research are that many young people practice consumerism just to increase their social status. Apart from that, peer pressure occurs in the social environment, forcing them to buy things beyond their means. This research concludes that the criticism made by the sltyhub Instagram account also represents the social reality conditions of the younger generation, especially the practice of consumerism to improve their social status.
Co-Authors Adiningtyas, Nurul Akbar, Muhammad Alif Amalia Djuwita Amna, Lutfiya Anter Venus Aptiyanti, Melani Asyhar, Sayyidah Rafida Atie Rachmiatie Atwar Bajari Azmi, Rayhan Muhammad Bintar Mupiza Bustami, Mohammad Reevany Caesar Mukti Al Ghozali Choiria Anggraini Christiany Suwartono Dearly Dedi Kurnia Syah Putra Devi, Sayu Gede Nayaka Prajna Dewi K.Soedarsono Dhani Irmawan Dinanti, Aurelia Dara Dyah Pradoto Dyah Sri Subandiah Egavitarsyah Annuril Akbar Fadilah, Riza Fariz Dharma Syahputra Fasya, Allysa Chiquita Fathurrohman, Fauzan Febriansyah, Mochamad Firdaus, Moh Honey Gathan, Muhammad Ghozali, Caesar Mukti Al Hadi Purnama, Hadi Hana, Jessica Melly Imran, Ayub Ilfandhy Istiqomah Joynicholl Judson Sakai Karimani, Ghina Sakha Komala, Putri Laila Meiliyandrie Indah Wardani Lingga, Nindya Elsanora Lucy Pujasari Supratman Maharani, Fani Maharani, Kadek Ayu Maretha Devi Martha Tri Lestari Meidini, Bidi Ashri Mochamad Rafi MTW, Leila Muhammad Alif Akbar Mukti Al Ghozali, Caesar Nabila Yasmin Aulia Nabila, Isnaini Amirotu Nayaka, Sayu Gede Nofha Rina Nugraheni, Hayu Prima Widi Nugroho, Lidia Nur Ardelia Nurhayani Saragih Pangestuti, Retno Putri, Ananda Safira Riza Putri, Desca Angelina Rafsan Prasida Ramadhan, Muhammad Zidan Dwi Reni Nuraeni, Reni Reselina, Sena Rizki Dawanti Romadhona, Putri Cyntya Awalia Romaria, Gustina Roro Retno Wulan Sabrina, Hanisa June Sabrina, Wilda Aula Salsabila, Shyiva Sarah Sari, Nirwana Ayunda Sena Reselina Sheren, Sheren Sukendar, Shabilla Noor Shaharani Putri Teuku Nanda Faris Maulana Tita Melia Milyane Tsaqif, Muh. Alif Abid Warasenda, Sang Ayu Putu Vajravany Yudyaputri Yenny . Yenny Yenny YENNY YENNY Yenny, Yenny Zahran Kamal Muharam