Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Penanganan Demam Pada Anak Balita di Poliklinik Anak Rsud Dr Slamet Garut Wafa Siti Alawiyah; Hesti Platini; Fanny Adistie
Jurnal Keperawatan BSI Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.255 KB)

Abstract

ABSTRAK Demam merupakan suhu tubuh lebih dari normal dan demam berbahaya apabila suhu tubuh sudah >41o C dan apabila demam tidak segera ditangani akan berpotensi kejang demam, dehidrasi, dan gangguan lainnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu mengenai penanganan demam pada anak balita di poliklinik anak RSUD dr Slamet Garut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Dengan kriteria inklusi ibu yang memiliki anak usia kurang dari 5 tahun, ibu yang memiliki anak demam, bersedia menjadi responden, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Penelitian ini menggunakan instrumen yang di adopsi dari instrumen Athamneh (2014) untuk mengidentifikasi pengetahuan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 165 responden pada umumnya ibu memberikan obat dengan cara diminum sebanyak 98,8%, 83,0% ibu tidak memberikan antibiotik tanpa persetujuan dokter, sebagian besar yaitu 58,8% ibu mengukur suhu dengan tangan, sebagian kecil yaitu 2,4% ibu tidak tahu mengukur suhu, dan 1,8% ibu berkonsultasi dengan orang lain saat akan menghitung dosis obat. Kesimpulan dari pengetahuan ibu di Poliklinik Anak RSUD dr Slamet Garut menunjukan masih ada ibu yang mengelola penanganan demam belum sesuai dengan manajemen demam. Diperlukan intervensi dari perawat selaku tenaga kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu. Intervensi yang diberikan diharapkan dapat mempertahankan pengetahuan ibu dalam menangani demam pada anak. Kata kunci: Demam, Penanganan demam, Pengetahuan ABSTRACT Fever is more than normal body temperature and dangerous fever when the body temperature is> 41, and if a fever is not immediately treated will have the potential for febrile seizures, dehydration and other disorders. Knowledge of the right mother in treating fever are very necessary to avoid complications. The purpose of this study was to find out the description of knowledge regarding fever treatment in children under five at child Polyclinic of RSUD Dr. Slamet Garut. This study belongs to quantitative descriptive and purposive sampling was selected to choose the sample. The characteristics for the samples were mothers whose children are less than 5 years old and have fever, willing to be respondents, and able to communicate well. This study used the instrument adopted from Athamneh instrument (2014) to identify knowledge. The data analysis was conducted by using frequency distribution. The result of the study showed that from 165 respondents; in general mothers gave medicine by taking 98,8%, 83% mother did not give antibiotik without the doctor’s consent , most of them 58,8% of mothers measured costs by hand, in part small, 2,4% of mothers do not know how to measure temperature, and 1,8% mothers agree with others when calculating drug dosages. In conclusion, the mother’s knowledge in child polyclinic of dr. Slamet Hospital Garut showed that there were still mothers who manage the treatment of fever not in accordance with fever management. There is still a need interventions from nurses as health workers to health education to mothers. The intervention provided is expected to maintain maternal knowledge in dealing with fever in children. Keywords :Fever, Fever Treatment, Knowlegde
Observasi Penggunaan Posisi High Fowler Pada Pasien Efusi Pleura di Ruang Perawatan Penyakit Dalam Fresia 2 RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung : Studi Kasus Windiramadhan, Alvian Pristy; Sicilia, Asha Grace; Sari, Eka Afrima; Pratiwi, Sri Hartati; Platini, Hesti; Hamidah, Hamidah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.984 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i1.446

Abstract

Efusi pleura merupkaan penimbunan cairan yang berlebihan pada rongga pleura sehingga menyebabkan seseorang mengalami sesak nafas. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi sesak nafas dan meningkatkan oksigenasi agar tidak ketergantungan dengan pemberian oksigen dalam jangka panjang yaitu dengan posisi high fowler. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan studi kasus tentang penggunaan posisi high fowler pada pasien efusi pleura di Ruang Fresia 2 RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus pada 3 orang pasien dengan krieria pasien yang di diagnosis efusi pleura pasien yang mengalami sesak nafas (RR > 24 x/menit), pasien dewasa atau lanjut, pasien dapat berkomunikasi dan bersedia diwawancara, terpasang CTT atau pigtail dan terpasang oksigen. Setelah dilakukan observasi selama tiga hari ada perbedaan nilai pernafasan dan saturasi oksigen sebelum dan sesudah posisi high fowler. Rentang nilai pernafasan sebelum posisi high fowler adalah 24 – 30 kali/menit dengan nilai saturasi oksigen 97 – 98%. Sedangkan rentang nilai pernafasan sesudah posisi high fowler adalah 22 – 27 kali/menit dengan nilai saturasi oksigen 98 – 99%. Posisi high fowler merupakan posisi pilihan untuk pasien yang mengalami sesak nafas khususnya pada pasien yang mengalami efusi pleura. Observation of Using High Fowler Position in Pleura Efficient Patients in The Medical Ward in Fresia 2 Dr. Hasan Sadikin Bandung Hospital: Case Study. Pleural effusion is an excessive accumulation of fluid in the pleural cavity and causing a person to experience shortness of breath. Actions that can be taken to reduce shortness of breath and increase oxygenation so as not to depend on the provision of oxygen in the long term is by positioning high fowler. Therefore researchers interested in conducting a case study of the use of high fowler positions in pleural effusion patients in Fresia Room 2 Dr.Hasan Sadikin Hospital Bandung. The study was conducted with a case study approach on 3 patients with patients who were diagnosed with pleural effusion of patients experiencing shortness of breath (RR> 24 x / min), adult or advanced patients, patients can communicate and be willing to be interviewed, CTT or pigtail attached and attached oxygen. After observing for three days there were differences in respiratory values and oxygen saturation before and after the high fowler position. The range of respiratory values before the high fowler position is 24-30 times / minute with an oxygen saturation value of 97-98%. While the range of respiratory values after the high fowler position is 22-27 times / minute with an oxygen saturation value of 98 - 99%. The high fowler position is the position of choice for patients who experience shortness of breath, especially in patients who experience pleural effusion. 
Observasi Latihan Relaksasi Nafas Pada Pasien Chronic Kidney Diseases Dengan Fatigue Rohaeti, Sri Elis; Sutandi, Andi; Sari, Eka Afrima; Pratiwi, Sri Hartati; Platini, Hesti; Hamidah, Hamidah
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020): May 2020
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.509 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v4i1.452

Abstract

Menilai fatigue merupakan hal yang sangat penting karena fatigue sering meningkat secara langsung setelah dialysis.Masalah akan timbul jika fatigue pada pasien CKD tidak teratasi salah satunya adalah kualitas hidup yang buruk. Latihan nafas adalah teknik alami merupakan bagian strategi holistik self care untuk mengatasi keluhan seperti fatigue. Menggunakan teknik pernafasan yang efektif untuk menurunkan tingkat fatigue dapat menjadi manajemen fatigue yang dapat ditawarkan pada pasien CKD. Studi kasus ini bertujuan untuk mengobservasi penggunaan latihan nafas untuk mengatasi fatigue pada pasien CKD di Ruang Fresia 2 RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung. Penelitian dilakukan dengan pendekatan studi kasus pada 3 orang pasien dengan kriteria: pasien CKD stadium 5 dengan usia > 18 tahun, menjalani hemodialisis kurang dari 1 tahun, yang mengalami fatigue, dan lama rawat inap minimal 3 hari. Ketiga pasien mengalami fatigue dengan skor rata-rata fatigue hari pertama sebelum latihan relaksasi nafas 59.6 dan skor rata-rata setelah latihan relaksasi nafas adalah 55.6, skor rata-rata fatigue hari kedua sebelum latihan 54.6 dan setelah latihan 49, terdapat penurunan skor rata-rata setelah pasien mempraktikan latihan nafas pada hari pertama dan kedua. Hasil latihan relaksasi nafas yang dilakukan pasien dapat menurunkan level fatigue yang dirasakan pasien.Breathing relaxation observation in chronic kidney diseases patients with fatigue. Assessing fatigue is very important because fatigue often increases directly after dialysis. Problems will arise if fatigue in CKD patients is not resolved, one of which is poor quality of life. Breath training is a natural technique that is part of a holistic self care strategy to deal with complaints such as fatigue. Using effective breathing techniques to reduce the level of fatigue can be a management of fatigue that can be offered to CKD patients. This case study aims to observe the use of breathing exercises to overcome fatigue in CKD patients in Fresia Room 2 Dr.Hasan Sadikin Hospital Bandung. The study was conducted with a case study approach on 3 patients with criteria: stage 5 CKD patients> 18 years old, undergoing hemodialysis less than 1 year, who experienced fatigue, and a minimum stay of 3 days. All three patients experienced fatigue with an average score of fatigue the first day before breathing relaxation exercise 59.6 and the average score after breathing relaxation exercise was 55.6, the average score of fatigue the second day before exercise 54.6 and after exercise 49, there was a decrease in the average score after the patient practices breathing exercises on the first and second day. Conclusion: The results of breathing relaxation exercises by the patient can reduce the level of fatigue that is felt by the patient. 
SWAMEDIKASI PEMAKAIAN ANTIBIOTIK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Harun, Hasniatisari; Yusshy Kurnia Herliani; Siti Ulfah Rifa'atul Fitri; Hesti Platini
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2021): August 2021
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.89 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v5i2.784

Abstract

Pemakaian antibiotik yang tidak rasional dalam swamedikasi sering terjadi di berbagai kalangan tidak terkecuali mahasiswa. Ketidaktepatan pemakaian antibiotik menyebabkan peningkatan resiko efek samping obat serta resistensi antibiotik. Mahasiswa keperawatan yang nantinya akan menjadi perawat professional perlu mendukung pelaksanaan swamedikasi secara rasional sebelum mengimplementasikannya kepada pasien. Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana Pemakaian antibiotik di kalangan mahasiswa keperawatan. sehingga diperlukan implementasi swamedikasi yang tepat. Sampel pada penelitian yaitu Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran secara purposive sampling sebanyak 188 Metode pengumpulan diambil secara kuantitatif dengan menggunakan google form. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, dll). Hasil penelitian menunjukan bahwa swamedikasi pemakaian antibiotik yang dilakukan responden yaitu mayoritas responden menggunakan antibiotik ketika diresepkan (88%) dan lebih dari setengah responden menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan (69%). Temuan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk dilakukan penelitian selanjutnya terkait faktor-faktor yang mempengaruhi  mahasiswa tidak menghabiskan antibiotik yang telah diresepkan dalam upaya pengendalian angka resistensi antibiotik.. 
Nursing Students’ Practicum Readiness Using Virtual Learning Reality: A Pre-Experimental One Group Study Farah Huwaida Qurrota Aini; Restuning Widiasih; Hesti Platini
Journal of Nursing Care Vol 6, No 1 (2023): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v6i1.44334

Abstract

Technology can be utilized in various fields, with no exception of nursing education in which virtual reality is used as an educational tool. However, the use of virtual reality as a learning media for nursing is still limited, especially as an introductory tool to practicum sessions. This study aimed to give a description on the use of virtual reality as a learning media towards the readiness of students in Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran. A pre-experimental one-group post-test only design was used. A total of 68 nursing students participated and completed a virtual reality suctioning simulation for 20 minutes. The data were analysed using a descriptive analysis consisting scores of minimums, maximums, mean, and standard deviation. The means and standard deviation for practicum readiness were 16.84 and 6.899 respectively. The minimum score acquired in total was 6 out of a possible correct answer of 45, with the maximum score acquired being 34. Based on the result, virtual reality as a learning media has effects on practicum readiness. Further studies should take the implementation of a comparison group and the number of opportunities for participants to do the simulation procedure into consideration so that practicum readiness is more comprehensively described
Efektivitas Aktivitas Fisik terhadap Penurunan Nyeri pada Lansia dengan Rheumatoid Arthritis Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani; Hesti Platini; Devi Nurrahmawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1092

Abstract

Upaya untuk mengatasi penyakit rheumatoid arthritis. Salah satunya dengan pemberian obat-obatan tertentu, seperti obat analgesik, steroid non inflamatori, dan kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi gejala dan peradangan. Jika mengalami rheumatoid arthritis atau rematik,  harus mewaspadai berbagai penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya yang mungkin disebabkan oleh peradangan yang semakin parah atau dampak dari pengobatan rheumatoid arthritis tersebut. Menyikapi hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan pendekatan Literatur review  tentang “Efektivitas Aktivitas Fisik Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis. Tujuan dari penyusunan laporan penelitian ini adalah untuk mengetahui intervensi atau efektivitas aktivitas fisik terhadap penurunan nyeri  pada lansia dengan rheumatoid arthritis untuk diimplementasikan pada komunitas. Metode scoping review untuk mengetahui metode efektif aktivitas fisik terhadap penurunan nyeri  pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Pencerian literatur dengan menggunakan beberapa sumber yaitu Ebscoshot, Google Scholar dan Pubmed.  Untuk memudahkan mendapatkan literatur yang sesuai digunakan Teknik PICO dalam melakukan pencarian literatur, P (population/ problem/ patient), I (intervention, prognostic factor, exposure), C (comparison, control), dan O (outcome). Kata kunci yang di gunakan dalam bahasa Inggris “Elderly, Rheumatoid arthritis”,  “Randomized Controlled Trial”, “Exercise”, “Pain”. Sementara untuk mencari literatur Bahasa Indonesia, kata kunci yang digunakan adalah “Lansia dengan Rheumatoid Arthritis” DAN “Aktivitas fisik” DAN “penurunan nyeri”. Hasil 4 artikel pada 10 tahun terakhir, dari tahun 2013-2023, dengan Kesimpulan sementara Aktivitas fisik mampu membantu pasien lansia dalam meningkatkan aktivitas sehari-harinya. Aktivitas fisik yang memungkinkan dilakukan oleh pasien lansia dengan Rheumatoid Arthritis adalah Yoga, Latihan Resistensi Progresif dan Latihan Aerobik yang mampu meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari dan status kesehatan pasien. Berdasarkan hasil literatur review yang telah kami lakukan, terdapat implikasi yang dapat digunakan untuk peningkatan dalam keperawatan khususnya dalam intervensi. Bahwa dengan melakukan beberapa intervensi dalam literatur review di atas dapat memberikan pilihan dalam mengatasi nyeri dan meningkatkan fungsi fisik pasien lansia dengan RA, salah satunya dengan yoga  
Interventions to Improve Quality of Life Among Patients with Breast Cancer: A Scoping Review Aep Maulid Mulyana; Hesti Platini; Risma Dwi Nur Pratiwi; Sidik Maulana
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.414 KB)

Abstract

Breast cancer is the most common cancer that affects women and can impact the quality of life (QoL) of patients. Objective: The aim of this study is to identify interventions to improve the QoL of breast cancer patients. Method: This study uses a systematic scoping review approach on Pubmed, CINAHL, Cochrane Library, and ScienceDirect with a publication range of articles from 2018-2022, full-text articles, and randomized controlled trials. The quality assessment of the study uses critical appraisal checklist tools for randomized controlled trial research from the Joanna Briggs Institute (JBI). Results: Overall, 11 studies found interventions that are effective in improving the QoL of breast cancer patients, including nutritional counseling, Qigong, Yoga, music therapy, lymphedema self-management education, adapted physical activity and diet "APAD," patient-centered self-management support programs, Calorie Restriction and Synbiotics (CRS), and patient navigation. Recommendation: Our study highlights the potential of self-management approaches to improve the QoL of breast cancer patients. These findings can be a recommendation for nurses and other healthcare professionals in determining interventions to improve the QoL of breast cancer patients.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengenalan dan Penatalaksanaan Tuberkulosis Paru Hesti Platini; Indra Maulana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9622

Abstract

ABSTRAK Pandemi penyakit coronavirus (COVID-19) telah menimbulkan efek negatif yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kesehatan. Sinergi terkait tuberculosis (TB) menjadi kurang diperhatikan. Sehingga diperlukan upaya pencegahan peningkatan kejadian TB melalui penyuluhan Kesehatan. Tujuan kegiatan yaitu Pendidikan kesehatan dalam pengenalan dan penatalaksanaan penyakit tuberkulosis paru melalui pemberdayaan masyarakat dalam upaya pencegahan peningkatan angka kejadian TB. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan dalam bentuk pendidikan kesehatan yang dilakukan secara langsung pada warga masyarakat melalui media audio visual dan leaflet. Hasil Pendidikan Kesehatan menunjukan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan yaitu rata-rata peserta mengalami peningkatan pengetahuan antara pretest (59) dengan posttest (86). Berdasarkan hasil kuesioner, sebelum dan sesudah dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang TB Paru pengetahuan peserta menjadi meningkat, maka dapat disimpulkan bahwa peserta mengetahui memahami dari apa yang sudah dijelaskan terkait materi TB Paru baik secara penegatahuan maupun dalam penatalaksaanaanya. Kata kunci: Pemberdayaan, Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, TB Paru  ABSTRACT The coronavirus disease (COVID-19) pandemic has had unprecedented negative effects on health. The synergies related to tuberculosis (TB) are receiving less attention. There is necessary to prevent an increase in the incidence of TB through health education. The aim of the activity is health education in the introduction and management of pulmonary tuberculosis through community empowerment in an effort to prevent an increase in the incidence of TB. The method used is counseling in the form of health education which is carried out directly to the community members through audio-visual media and leaflets. The results of health education showed that there were changes before and after health education, namely the average participant experienced an increase in knowledge between pretest (59) and posttest (86). Based on the results of the questionnaire, before and after the Health Education about Pulmonary TB the participants' knowledge increased, it can be concluded that the participants know and understand what has been explained regarding the material on Pulmonary TB both in knowledge and in its management.  Keyword: Empowerment, Health Education, Knowledge, Pulmonary TB
PARENT'S ROLE PREVENTING EARLY MARRIAGE Suci Larasati; Tetti Solehati; Hesti Platini
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v10i1.1925

Abstract

Background: Early marriage has many negative impacts; therefore, parents needed an effort to prevent early marriage. Purpose: To describe the role of parents in preventing early marriage. Method: quantitative descriptive, Accidental sampling technique, with a sample size of 95. The study was conducted in May 2019. The research instrument was a questionnaire on the Role of Parents in Preventing Early Marriage, modified from Novianti (2017), contained 30 questions, with a validity score of 0.3785 and alpha cronbach 0.707. Data analysis using frequency distribution. This research had been registered to the ethics committee with the ethics number of 535/UN6.KEP/EC/2019. Result: 56 people (59%) parents done their role excellent in preventing early marriage. Of the five roles of parents, the role of parents was an educator 64 (67%), role models and friends 46 (48%), counselor 40 (53%), and 60 (63%) as a communicator. Conclusion: the role of parents in preventing early marriage was categorized as either the role of educator, communicator and counselor, while the role of parents as friends and role models was said to be wrong. Suggestion: education about early marriage to the community and adolescents to reduce or minimize early marriage incidence Keywords: Prevention, Early Marriage, Role of Parents 
Intervensi Keterampilan Sosial Berbasis Kognitif dan Perilaku pada Pasien Skizofrenia : Scoping Review Indra Maulana; Iyus Yosep; Hesti Platini
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 6 No. 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v6i2.29893

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu gangguan kejiwaan kompleks saat seseorang mengalami kesulitan dalam proses berpikir sehingga menimbulkan halusinasi, delusi, dan gangguan berpikir. Sebagian besar orang dengan skizofrenia ditandai dengan gangguan kemampuan untuk terlibat secara sosial dengan orang lain.Untuk mengetahui pengaruh Terapi Cognitive Behavioral Social Skill Training Tahap Melatih Kemampuan Berkomunikasi Pada Pasien Skizofrenia. Penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan design scoping review serta menggunakan Prisma flow, pencarian literatur dilakukan pada Database Pubmed, CINAHL. Menggunakan kata kunci yang telah ditentukan dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 7 artikel yang sesuai dan layak digunakan dalam studi literatur. Dari hasil pencarian di dapatkan 7 artikel Hasil terapi CBSST ini memiliki berbagai macam manfaat diantaranya Mempengaruhi fungsi kognitif, meningkatkan kognisi sosial, penurunan gejala negatif. Hasil studi literatur ini diharapkan dapat mengembangkan atau menjadi pembaharuan penelitian mengenai Intervensi Cognitive Behavioral Social Skills Training untuk menangani pasien yang mengalami permasalahan psikosa Skizofrenia.
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Amira, Iceu Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Bambang Aditya Nugraha Cepi Restiadi Ciptaan, Meta Agil Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari, Eka Afrima Endah Panca Lidya Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Mamat Lukman Maulana, Indra Maulana Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya Nauli, Yolanda Erica neng yulia maudi Nita Fitria Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Puspaningrum, Sepdian Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sopia, Nurul Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Urip Rahayu Urip Rahayu, Urip Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Windiramadhan, Alvian Pristy Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan