Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kesadaran Kanker Payudara dengan Praktik Skrining Kanker Payudara pada Wanita Usia Subur Mumtazah, Dina Zahrotunnisa; Mamuroh, Lilis; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15322

Abstract

ABSTRACT Breast cancer in Indonesia is the cancer with the most cases as well as the second leading cause of cancer death in women. Breast cancer continues to increase and patients at reproductive age have a higher potential for malignancy. This study is a descriptive correlational study conducted on women of childbearing age wih accidental sampling technique. Data collection was carried out using primary data using Indonesian version of the breast cancer awareness scale (BCAS-I) questionnaire. Data analysis used was univariate and bivariate data analysis. The purpose of this study was to determine correlation between awareness and breast cancer screening practices. The results showed that women of childbearing age had a moderate level of breast cancer awareness (53.2%) and good breast cancer screening practices (58.6%). The findings showed a moderate and significant positive correlation between breast cancer awareness and breast cancer screening practices (p-value 0.001). The researcher suggested that health workers can also utilize social media and display health promotion tools related to breast cancer at health puskesmas to increase women of childbearing age. To improve breast cancer screening practices, a routine program that invites women of childbearing age in clinical breast examination can be held.  Keywords: Breast Cancer, Awareness, Women of Childbearing Age  ABSTRAK Kanker payudara di Indonesia merupakan kanker dengan kasus terbanyak sekaligus penyebab kematian kedua kanker terbanyak pada perempuan. Kanker payudara terus mengalami peningkatan dan penderita pada usia reproduktif memiliki potensi keganasan yang lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesadaran kanker payudara dengan praktik skrining kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional yang dilakukan pada 111 wanita usia subur (WUS) dengan teknik sampling accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan data primer menggunakan kuesioner Indonesian version of the breast cancer awareness scale (BCAS-I). Analisa data yang digunakan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WUS memiliki tingkat kesadaran kanker payudara yang moderat (53.2%) dan praktik skrining kanker payudara yang baik (58.6%). Temuan ini menunjukkan hubungan positif cukup signifikan antara kesadaran kanker payudara dan praktik skrining kanker payudara (p-value 0,001). Peneliti menyarankan tenaga kesehatan dapat memanfaatkan media sosial maupun memajang alat promosi kesehatan terkait kanker payudara untuk meningkarkan kesadaran. Untuk meningkatkan praktik skrining kanker payudara dapat dilakukan dengan membuat sebuah program rutin yang mengundang WUS dalam pemeriksaan payudara klinis (SADANIS). Kata Kunci: Kanker Payudara, Kesadaran, Skrining Kanker Payudara, Wanita Usia Subur
Pengurangan Rasa Nyeri pada Pasien Post Operasi melalui Teknik Relaksasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Yosep, Iyus
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v7i2.34669

Abstract

Teknik relaksasi napas dalam merupakan suatu bentuk asuhan keperawatan yang dalam hal ini perawat mengajarkan kepada pasien bagaimana cara melakukan napas dalam Ada tiga hal yang utama yang diperlukan dalam relaksasi yaitu posisi yang tepat, pikiran beristirahat, lingkungan yang tenang. Posisi pasien diatur senyaman mungkin dengan semua bagian tubuh disokong (misal bantal menyokong leher), persendian fleksi, dan otot-otot tidak tertarik (misal tangan dan kaki tidak disilangkan). tujuan dari teknik relaksasi napas dalam adalah untuk mengurangi stres baik stres fisik maupun emosional yaitu menurunkan intensitas nyeri dan menurunkan kecemasan. Database yang digunakan untuk mencari artikel dalam literature review ini yaitu  Pubmed, Chinahl, dan Scopus dengan kata kunci bahasa inggris “Patient post surgery”, “Relaxation Therapy”, dan “Pain Relief”, Sehingga mendapat jumlah artikel dari database Pubmed 23 artikel, Cinahl 9 artikel, dan Scopus 110 dengan kriteria inklusi yaitu penelitian berjenis Randomized Control Trial (RCT), artikel dengan sampel >30 orang. Setelah dilakukan seleksi peneliti mendapatkan 6 artikel yang sesuai. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan skala nyeri pada pasien post-operative. Ada beberapa teknik relaksasi atau terapi relaksasi untuk mengurangi nyeri pada pasien post operasi yang dapat diterapkan, diantaranya adalah teknik relaksasi napas dalam, relaksasi benson, relaksasi otot progresif serta relaksasi progresif. Penggunaan teknik ini dapat diterapkan perawat untuk manajemen nyeri di ruang perawatan pasca operasi dengan keuntungan dapat menghemat waktu, hemat biaya, mudah dipelajari, dan bebas risiko.
Manajemen Keperawatan pada Pasien dengan Kanker Paru Dextra: Sebuah Studi Kasus Menggunakan Adaptasi Model Roy Platini, Hesti; Rahmayani, Melly; Pratiwi, Sri Hartati
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.218-225

Abstract

Kanker paru primer adalah tumor ganas yang berasal dari epitel bronkus. Kanker paru merupakan ancaman bagi penduduk di dunia. Kanker paru seringkali terlambat ditangani karena gejala dirasakan muncul setelah stadium lanjut.hingga muncul gejala yang menyerupai penyakit lain. Gejala yang dapat muncul dapat berupa batuk, nyeri, sesak, sesak semakin berat karena dapat muncul komplikasi efusi pleura. Kasus kanker paru ini menjadikannya penyakit yang menarik untuk disajikan sebagai kasus klinis dengan rencana model asuhan keperawatan. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan intervensi berdasarkan model adaptasi Roy. Kasus: pasien laki-laki berusia 59 tahun dengan kanker paru dextra disertai komplikasi dan mengalami batuk berdarah, sesak dan nyeri. Rencana perawatan menerapkan model adaptasi Roy. Kebutuhan utama berdasarkan pendekatan adaptasi Roy yang ditemukan adalah oksigenasi (pola napas tidak efektif), sensasi (nyeri), kebutuhan akitivitas dan istirahat (intoleransi aktivitas) perlindungan (resiko infeksi), dan konsep diri (kecemasan). Metode penelitian yaitu studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui pendekatan adaptasi teori model Callista Roy. Pendekatan model adaptasi Roy berguna dalam kasus ini karena berfokus pada kemampuan adaptasi pasien yang sesuai untuk digunakan dalam manajemen pasien kanker paru disertai perawatan kolaboratif. Kata Kunci: callista roy, kanker paru, manajemen keperawatan, model adptasi
Manajemen Fatigue pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis: Literature Review Pratiwi, Sri Hartati; Platini, Hesti
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.226-235

Abstract

Fatigue merupakan salah satu gejala yang paling banyak dirasakan pasien hemodialisis. Fatigue dapat memperberat kondisi pasien, dan menurunkan kualitas hidup. Fatigue pada pasien hemodialisis harus dikurangi melalui berbagai intervensi. Tujuan studi literature  ini adalah untuk mengidentifikasi intervensi komplementer yang terbukti dapat menurunkan fatigue pada pasien hemodialisis. Literatur review ini menggunakan metoda scoping review dengan mencari literatur dari beberapa databased seperti Ebsco Host, Scopus, Science Direct, Sage Journals, Springer, dan Pubmed. Selain itu, pencarian literatur juga dilakukan dalam mesin pencari yaitu Google Scholar dengan menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “hemodialysis” OR “haemodialysis” OR “dialysis” AND “Complementary Intervention” AND “fatigue management” OR “energy concervation” OR “energy management” OR “managing fatigue”. Kriteria inklusi yang digunakan dalam literature review ini yaitu artikel terbit antara 2014-2024 (10 tahun terakhir), menggunakan metoda Randomized Controlled Trials (RCT), berbahasa Inggris. Untuk artikel dengan hasil tidak terbukti dapat menurunkan fatigue dieksklusi dari  review ini. Berdasarkan hasil pencarian  didapatkan 13 artikel yang membuktikan bahwa terapi akupresure, terapi pijat dengan menggunakan minyak zaitun, terapi recreasional, dan beberapa latihan fisik dapat menurunkan fatigue.  Kata Kunci: fatigue, hemodialisis, penyakit  ginjal  kronik, terapi komplementer
Pengaruh Distraksi Musik pada Orang dengan Halusinasi: Literature Review Maulana, Indra; Platini, Hesti; Shalahuddin, Iwan
Jurnal Sains Kesehatan Vol 31, No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.31.3.208-217

Abstract

Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya stimulus nyata dari kelima indra, sering kali membuat penderitanya sulit membedakan antara realitas dan halusinasi. Jika tidak ditangani, halusinasi dapat berdampak buruk pada kualitas hidup individu. Selain terapi farmakologi, terapi non-farmakologi seperti terapi musik telah digunakan untuk membantu mengontrol halusinasi. Terapi musik diketahui dapat merangsang kinerja otak dan mengalihkan perhatian dari stimulus halusinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi musik dalam mengurangi gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik, Tinjauan literatur dilakukan dengan pendekatan sistematik menggunakan kriteria inklusi berdasarkan format PICO. Artikel dicari melalui database Google Scholar, PubMed, dan EBSCO, dengan tahun terbit 2013-2023 dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Jenis musik yang digunakan dalam intervensi meliputi musik relaksasi dan instrumental tanpa lirik. Dari enam artikel yang dianalisis, hasil menunjukkan bahwa terapi musik dengan intervensi berkelanjutan secara signifikan efektif dalam mengurangi intensitas dan frekuensi halusinasi auditorik. Musik bekerja dengan mengalihkan perhatian pasien dari stimulus halusinasi serta merangsang area otak yang berkaitan dengan pengaturan emosi. Terapi musik memiliki potensi sebagai intervensi tambahan non-farmakologi untuk mengontrol gejala halusinasi, khususnya halusinasi auditorik. Studi lebih lanjut diperlukan untuk memvalidasi efektivitas terapi ini pada populasi yang lebih beragam dan untuk mengeksplorasi mekanisme kerja yang lebih rinci.Kata Kunci: distraksi, musik, halusinasi
KAJIAN HARDINESS KELUARGA SEBAGAI CAREGIVER PADA PASIEN GAGAL JANTUNG Nauli, Yolanda Erica; Platini, Hesti; Rahayu, Urip
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2684

Abstract

Gagal jantung menjadi fokus permasalahan di dunia kesehatan. Penatalaksanaan gagal jantung bersifat jangka panjang, sehingga menimbulkan beban bagi caregiver keluarga. Beban psikologis adalah beban yang paling banyak dirasakan. Hardiness atau karakter tahan banting dan tangguh membantu individu mengatasi permasalahan beban tersebut, individu dengan tingkat hardiness yang semakin tinggi cenderung memberikan asuhan keperawatan kepada pasien dengan optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran hardiness keluarga sebagai caregiver pada pasien gagal jantung di poliklinik RSUD Sumedang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2024 dengan desain penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga sebagai caregiver mendampingi perawatan pasien gagal jantung di Poliklinik Jantung RSUD Sumedang, dengan jumlah 140 orang dan sampel 103 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner Family Hardiness Index dengan skala Likert yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Hasil penelitian menemukan bahwa hampir sebagian besar caregiver keluarga memiliki tingkat hardiness sedang sebanyak 71 responden (68,9%) pada dasarnya caregiver keluarga mampu bertahan menghadapi tantangan yang dialami namun belum dapat menghadapi beban yang dialami dengan optimal. Hal tersebut dapat berdampak terhadap kualitas pendampingan dan perawatan yang diberikan caregiver keluarga kepada pasien gagal jantung. Perlunya pengembangan intervensi asuhan keperawatan yang berfokus kepada keluarga untuk mendukung kesiapan keluarga dalam menghadapi beban atau permasalahan saat menjadi seorang caregiver.
INTERVENSI KEPERAWATAN PRE DAN POST OPERASI PADA PASIEN DEWASA DENGAN BUERGER DISEASE DAN ANEMIA STUDI KASUS Puspaningrum, Sepdian; Platini, Hesti; Kurniawan, Titis
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 4 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, April 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i4.2514

Abstract

Latar belakang: Buerger disease adalah penyakit inflamasi progresif, nonaterosklerotik, yang sering menyerang arteri kecil dan menengah pada ekstremitas atas dan bawah. Anemia adalah kondisi kurangnya Hb yang berfungsi mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Pengobatan penyakit Buerger tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan sirkulasi pada ekstremitas, namun pada kasus yang parah, amputasi menjadi pilihan bagi pasien. Pada dewasa, tindakan operasi sering kali memunculkan berbagai masalah, sehingga diperlukan asuhan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut Kasus: seorang wanita berusia 65 tahun dirawat dengan keluhan nyeri dan kehitaman pada kaki kanan dan diagnosa medis gangren pedis ec. Buerger disease dan anemia, klien direncanakan untuk menjalani tindakan amputasi. Masalah keperawatan pada klien seperti kecemasan, kurang pengetahuan, nyeri, gangguan integritas kulit. Metode: Metode penelitian yang dilakukan merupakan case study dimana studi kasus dilakukan dengan melakukan asuhan keperawatan secara komprehensif dari mulai pengkajian hingga evaluasi Rencana perawatan: rencana asuhan keperawatan menggunakan standar SDKI, SIKI dan SLKI dengan intervensi utama berupa reduksi ansietas, manajemen nyeri, edukasi kesehatan dan perawatan luka. Kesimpulan: proses pemberian asuhan keperawatan pada kasus ini berfokus pada fase pre operasi dan post operasi, dengan intervensi pre operasi berfokus pada reduksi ansietas, dan edukasi. Sementara intervensi post operasi berfokus pada perawatan luka, pencegahan infeksi dan manajemen nyeri.
Application of Hand Held Fan Therapy and Orthopneic Position to Reduce Dyspnea in Congestive Heart Failure (CHF) Patients: Case Report Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa; Platini, Hesti; Sari, Eka Afrima
Journal of Nursing Care Vol 8, No 2 (2025): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v8i2.63827

Abstract

Introduction: Congestive Heart Failure (CHF) is a condition in which the heart is unable to pump blood effectively to meet the body’s needs, resulting in decreased cardiac output. This leads to fluid accumulation in the lungs due to increased pulmonary venous pressure, which subsequently triggers pulmonary edema. Pulmonary edema causes impaired oxygen diffusion in the alveoli, resulting in dyspnea as the primary complaint in CHF patients. The main nursing problem that arises is impaired gas exchange, indicated by an increased respiratory rate, decreased oxygen saturation, and the use of accessory respiratory muscles. To help address impaired gas exchange in CHF patients, non-pharmacological therapies such as the use of a hand-held fan and the implementation of an upright sitting position (orthopnea position) can be utilized. Purpose: To evaluate the effectiveness of the hand-held fan and orthopneic position interventions in CHF patients experiencing shortness of breath. Methods: This study employed a case study approach based on observation, interviews, and medical record reviews. The interventions hand-held fan and orthopneic position were administered over three days, with each session lasting 5 minutes. Results: Following the interventions, respiratory rate decreased from 30 breaths per minute to 25 breaths per minute, and oxygen saturation increased from 95% to 98%. The patient reported feeling more relieved, comfortable during breathing, and able to sleep more easily, although occasional shortness of breath persisted. Discussion: The interventions are physiologically beneficial: the orthopneic position helps reduce venous return to the heart, thereby lowering pulmonary pressure, while hand-held fan therapy alleviates the perception of breathlessness through sensory stimulation of the face, which activates the V2 branch of the trigeminal nerve. Conclusion: The combination of hand-held fan therapy and the orthopneic position is effective in relieving dyspnea, reducing respiratory rate, and improving oxygen saturation in patients with congestive heart failure
GAMBARAN SELF-EFFICACY PENGOBATAN PASIEN PASKA STROKE DI RSUD UMAR WIRAHADIKUSUMAH Nur Fitriani; Sri Hartati Pratiwi; Hesti Platini
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 1 (2025): Vol. 10 No. 1 Juni 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i1.2015

Abstract

Efikasi diri merupakan faktor dalam diri pasien yang dapat mempengaruhi kepatuhan dalam menjalankan pengobatan. Semakin tinggi efikasi diri , maka pasien cenderung lebih patuh sedangkan efikasi diri yang rendah dapat memperlambat proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui efikasi diri pengobatan pasien paska stroke. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 69 pasien paska stroke rawat jalan di poli saraf dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner Self-Efficacy for Appropriate Medication use Scale (SEAMS). Hasil pada penelitian ini adalah sebagian besar pasien paska stroke memiliki efisiensi pengobatan yang tinggi (62,3%). Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pasien paska stroke merasa yakin bahwa dirinya mampu menjalani pengobatannya. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan tenaga kesehatan perlu memberikan perhatian pada pasien dengan efikasi diri yang rendah. Kata kunci: Pengobatan, Self-Efficacy, Stroke
Manajemen Keperawatan pada Pasien TB Paru Dengan Diabetes Melitus: Sebuah Studi Kasus Menggunakan Adaptasi Virginia Henderson Platini, Hesti; Ciptaan, Meta Agil; Maulana, Indra
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.1.116-125

Abstract

Tuberkulosis pada pasien diabetes melitus lebih dari tiga kali lebih tinggi dibandingkan dengan populasi umum. Gejala yang dapat muncul dapat berupa batuk, sesak, sesak penurunan berat badan. Komplikasi pada kedua penyakit ini menjadikannya penyakit yang menarik untuk disajikan sebagai kasus klinis dengan rencana asuhan keperawatan berdasarkan teori kebutuhan. Kasus: Pasien laki-laki 58 tahun, dirawat di ruang isolasi infeksi. Saat dilakukan pengkajian pasien mengeluhkan sesak dan nyeri pada bagian dada, diketahui pasien menderita TB Paru dan Diabetes Melitus Tipe II. Rencana Perawatan: Penerapan teori kebutuhan model Virgina Henderson dalam rencana perawatan. Kebutuhan utama yang ditemukan adalah oksigenasi (pola napas tidak efektif, Kebutuhan bergerak, mempertahankan postur tubuh dan mobilisasi (Intoleransi Aktivitas)perlindungan (resiko infeksi), dan kebutuhan makan dan minum (ketidakseimbangan nutrisi dan ketidakstabilan kadar glukosa darah). Metode penelitian yaitu studi kasus dengan asuhan keperawatan secara komprehensif melalui pendekatan kebutuhan Virginia Henderson. Hasil dan Kesimpulan yaitu Pendekatan kebutuhan Henderson berguna dalam kasus ini karena melakukan penilaian yang komprehensif pada pasien TB paru dengan komorbid diabetes melitus.Kata Kunci:diabetes melitus, henderson manajemen keperawatan, teori kebutuhan,tuberkulosis paru virgina henderson
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Ahmad Ihsan Fathurrizki Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Artanti Lathifah Ayyida Aini Rahmah Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Ciptaan, Meta Agil Daila Dahlia Rojabani Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Panca Lidya Fadila, Salsabila Sakhi Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira D.A Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Liza Rizki Amalia Mamat Lukman Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya Nauli, Yolanda Erica neng yulia maudi Nita Fitria NUR FITRIANI Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Purnama, Martia Dewi Puspaningrum, Sepdian Putri, Dina Mala Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sopia, Nurul Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Windiramadhan, Alvian Pristy Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan