Claim Missing Document
Check
Articles

Perubahan Perbaikan Luka Abses DM Post Debridemen Selama Perawatan Luka dengan Octenidine Dihydrochloride : Laporan Kasus Rahmawati, Lidya; Pebrianti, Sandra; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10951

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease caused by insulin resistance and can cause complications, one of which is an abscess. surgical debridement is the initial medical treatment for abscesses that cause injury. wound care is needed to speed up the healing process, reduce the risk of infection, and absorb wound fluid. Purpose of this paper is to find out how the development of the debridemen wound repair with diabetes on the left shoulder. Used was a case study in post-debridement diabetes patients with wound care using a moist NaCl  0.9% dressing and adding the topical drug octenidine dihydrochloride. wound repair was measured using the bates-jensen wound assessment tool (bwat). The treatment found the development of wound repair and a decrease in the bwat score by 6 points in 3 days of treatment. Wound care with NaCl 0.9% moist gauze with octenidine dihydrochloride wound healing process. wound care with this method can be an alternative choice in treating wounds in people with diabetes Keywords:  Abscess, Debridement, Diabetes Mellitus, Octenidine Dihydrochloride, Wound Care.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan dapat menimbulkan komplikasi salah satunya abses. debridemen bedah merupakan penatalaksanaan medis awal untuk mengatasi abses yang menyebabkan perlukaan. diperlukan perawatan luka untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, mengurangi resiko infeksi, dan absorbsi cairan luka.Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana perkembangan perbaikan luka debridemen pada bahu kiri pasien dengan diabetes. Metode yang digunakan yaitu analisis studi kasus pada pasien diabetes post debridemen dengan perawatan luka menggunakan balutan lembab NaCl 0,9 % yang dan ditambahkan obat topikal octenidine dihydrochloride (OCT) dengan perbaikan luka diukur dengan menggunakan bates-jensen wound assessment tool (BWAT). Hasil dari perawatan ditemukan perkembangan perbaikan luka dan penurunan skor BWAT sebesar 6 poin dalam 3 hari perawatan. Kesimpulan perawatan luka dengan balutan kasa lembab NaCl 0,9% dengan octenidine dihydrochloride (OCT) proses penyembuhan luka. Berdasarkan hal tersebut, perawatan luka dengan metode balutan lembab yang ditambahkan obat topikal dapat menjadi alternatif pilihan dalam melakukan perawatan luka pada penderita diabetes. Kata Kunci: Abses, Debridemen, Diabetes Melitus, Octenidine Dihydrochloride, Perawatan Luka.
Pengenalan Tanda Gejala Dan Perawatan Mandiri Mengenai Rheumatoid Arhtritis Platini, Hesti; Maulana, Indra; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12925

Abstract

ABSTRAK Rheumatoid arthtritis dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan produktivitas. Apabila peradangan tidak terkendali, maka dapat merusak tulang rawan, jaringan elastis yang menutupi ujung tulang di sendi, dan juga menyerang tulang. Sendi bisa menjadi longgar, tidak stabil, menyakitkan dan kehilangan mobilitasnya. Deformitas sendi dapat terjadi, sehingga kerusakan dapat terjadi. Sehingga diperlukan upaya pengenalan tanda gejala dan perawatan rheumatoid artritis. Tujuan kegiatan yaitu mensosialisasikan pendidikan kesehatan kepada masyrakat agar mengetahui tanda gejala penyakit reumatik dan dapat melakukan perawatan mandiri. Metode yang digunakan yaitu melalui pemberian informasi melalui penyuluhan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada warga masyarakat melalui media audio visual dan leaflet. Hasil Pendidikan Kesehatan signifikan menunjukan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan yaitu rata-rata peserta mengalami peningkatan pengetahuan (pretest: 45, Rata-rata postest: 82). Kesimpulan menunjukan peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai rematik dan juga manajemennya. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Penyuluhan, Reumatoid Arthritis  ABSTRACT Rheumatoid arthritis can cause disability and decreased productivity. If inflammation is not controlled, it can damage cartilage, the elastic tissue that covers the ends of bones in joints, and also attack the bones. Joints can become loose, unstable, painful and lose mobility. Joint deformity may occur, resulting in damage. This requires efforts to recognize signs and symptoms and treat rheumatoid arthritis. The aim of the activity is to disseminate health education to the community so that they know the signs and symptoms of rheumatic disease and can carry out self-care. The method used is through providing information through outreach in the form of health education to community members through audio-visual media and leaflets. The results of Health Education showed significant changes before and after health education, namely that the average participant experienced an increase in knowledge (pretest: 45, average posttest: 82). The conclusion shows that participants experienced increased knowledge about rheumatism and its management. Keywords: Health Education, Knowledge, Rheumatoid Arthritis
KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR EKSTERMITAS BAWAH: KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR EKSTERMITAS BAWAH Platini, Hesti; Chaidir, Rizal; Rahayu, Urip
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.473 KB) | DOI: 10.33867/jka.v7i1.166

Abstract

Fraktur merupakan salah satu penyebab cacat diantaranya akibat kecelakaan. Fraktur ekstremitas bawah sering terjadi terkait dengan morbiditas yang cukup besar dan meenyebabkan perawatan panjang di rumah sakit. Gangguan akibat fraktur berdampak pada toleransi aktivitas sehingga mengurangi produktivitas. Selama ini karakteristik penderita fraktur ektermitas bawah belum diketahui, sehingga jika tidak dilakukan tidak dapat diketahui pencegahan resiko fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien fraktur ektermitas bawah. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan observasional. Tekhnik sampling yang digunakan yaitu total sampling, sehingga didapatkan responden sebanyak 40 orang. Analisa hasil yaitu menggunakan analisis statistik distribusi frekeunsi. Hasil dari penelitian ini yaitu semua responden berjenis kelamin laki-laki (100%), sebagian besar responden berusia 36-45 (42,5%), untuk jenis fraktur sebagian besar yaitu fraktur terbuka sebanyak 25 (62,5%) dan lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia sebanyak 26 responden (62,5%). Fraktur dapat mempengaruhi produktivitas penderita akibat adanya gangguan ektermitas akibat cedera yang menganggu fungsi tubuh. Dengan mengetahui karakteristik pasien fraktur ektermitas bawah, maka perawat dapat melakukan intervensi keperawatan yang sesuai. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko yang mempengaruhi fraktur ektermitas bawah yang dikaitkan dengan karakteristik
AKTIVITAS FISIK PASIEN HIPERTENSI: Indonesia neng yulia maudi; Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.209 KB) | DOI: 10.33867/jka.v8i1.239

Abstract

Aktivitas fisik termasuk manajemen nonfarmakologi yang dapat memengaruhi tekanandarah. Kurang aktivitas fisik menyebabkan tekanan darah selalu tinggi melebihi rentangnilai normal 130/90 mmHg, jika dalam waktu lama akan berisiko komplikasi. Tekanandarah penderita hipertensi minimal dapat dikendalikan dengan melakukan aktivitasfisik sehingga dapat mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana gambaran aktivitas fisik pasien hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kuantitatif. Sampel sebanyak 99 penderita hipertensi tanpa komplikasi,ditetapkan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAC) yangmerupakan kuesioner baku dengan 27 pertanyaan dan nilai uji validitas r hitung (0,444)> r tabel (0,361) serta Cronbach alpha 0,713 menyatakan reabilitas. Hasil penelitiandianalisis menggunakan analisa univariat, disajikan dalam bentuk tabel distribusifrekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden melakukan aktivitasfisik sedang dengan presentase (62,6%). Responden yang termasuk aktivitas fisik berat(28,3%), dan sebagian kecil termasuk aktivitas fisik ringan (9,1%). Aktivitas fisik beradapada kategori sedang dan berat tetapi masih ada sebagian kecil yang termasuk aktivitasfisik ringan. Hal ini perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh pihak puskesmas sepertimeningkatkan Program Posbindu melalui penyuluhan, pelaksanaan aktivitas fisik khususpenderita hipertensi.
Efek Samping Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Kosim, Kosim; Maulana, Indra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i2.465

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi salah satu sepuluh penyakit mematikan di dunia.Meskipun strategi pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru yang direkomendasikantelah diterapkan, namun masih banyak pasien yang gagal menyelesaikan pengobatan obatanti tuberkulosis karena berbagai faktor termasuk keluhan efek samping yang dirasakan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek samping pengobatan yang di alamipenderita TB Paru. Metode penelitian ini adalah desain studi observational deskriptifdengan desain kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien TB Paru dalam masapengobatan, sampel sebanyak 61 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa efeksamping yang di alami yaitu terdapat 13 keluhan yang muncul, keluhan terbanyak padapenelitian ini adalah Mual (55.74%). Pada kasus TB Paru dewasa lanjut memerlukanpenanganan khusus. Selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi perlunyapemantauan oleh perawat pada penderita TB Paru terhadap efek samping yang mungkindialami
Metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia: A literature review Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Platini, Hesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12096

Abstract

Background: Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by major disturbances in thoughts and emotions. Patients with schizophrenic disorders have disturbances in cognitive function characterized by disturbances in the cognitive system, so metacognitive training therapy is needed. Metacognitive Training Therapy is a combination of psychoeducation, cognitive remediation therapy and cognitive behavioral therapy aimed at reducing the overall severity of symptoms and improving several neurocognitive subdomains and social cognitive functions.Purpose: This study aims to identify metacognitive training interventions in patients with schizophrenia.Method: The databases used were EBSCOhost (Cinahl) and Pubmed and 159 articles were found.Results: Stage through the initial selection obtained 32 articles. Then, articles were selected based on inclusion criteria in the form of publications in the last 10 years (2013-2023), national and international journals in Indonesian and English, articles with full text, and 5 peer-reviewed articles. Next, articles were selected based on research title, country, research objectives, research methods, population and sample, and research results.Conclusion: This study found that participants who had quite severe symptoms at the start of training were greatly helped in reducing the overall severity of symptoms by the metacognitive therapy they underwent.Keywords: Metacognitive; Schizophrenia; Training.Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran dan emosi. Pada pasien dengan gangguan skizofrenia memiliki gangguan dalam fungsi kognitif ditandai dengan adanya gangguan sistem kognitif sehingga diperlukan terapi Metacognitive Training. Terapi Metakognitif Training merupakan gabungan dari psikoedukasi, terapi remediasi kognitif dan terapi kognitif perilaku bertujuan untuk menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan serta memperbaiki beberapa subdomain neurokognitif dan fungsi kognitif sosial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intevensi metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia.Metode: Database yang dilakukan adalah EBSCOhost (Cinahl) dan Pubmed dan ditemukan sebanyak 159 artikel.Hasil: Tahap melalui seleksi awal diperoleh 32 artikel. Kemudian, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa terbit 10 tahun terakhir (2013-2023), jurnal nasional maupun internasional yang berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full text, dan artikel yang peer reviewed didapatkan sebanyak 5 artikel. Selanjutnya, artikel diseleksi berdasarkan judul penelitian, negara, tujuan penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, dan hasil penelitian.Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang memiliki gejala-gejala yang cukup parah pada awal pelatihan sangat dibantu dalam menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan oleh terapi metakognitif yang dijalani.
Correlation between self-efficacy in treatment and rehabilitation programs with functional status among post-stroke patients Pratiwi, Sri Hartati; Fitriani, Nur; Platini, Hesti
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.2247

Abstract

Background: Stroke patients must comply with medication and undergo rehabilitation to prevent recurrent attacks. Self-efficacy plays a significant role in patient adherence to and compliance with these programs. Post-stroke patients have varying functional statuses, which may result in differences in their levels of self-efficacy in carrying out these programs. Purpose: To identify the relationship between patients' self-efficacy in undergoing rehabilitation and treatment. Method: A correlational descriptive study using accidental sampling conducted on 69 post-stroke patients. Data were collected using the Stroke Self-Efficacy Questionnaire (SSEQ), the Self-Efficacy for Appropriate Medication use Scale (SEAMS), and the Barthel Index. Data analysis was performed using Spearman's analysis. Results: Most respondents (40.6%) had high self-efficacy in rehabilitation, 62.3% had high self-efficacy in medication, and 56.5% had mild dependence. There was a significant relationship between self-efficacy in carrying out rehabilitation and the functional status of patients (p = 0.000), and there was a significant relationship between self-efficacy in carrying out medication and the functional status of patients (p = 0.000). Conclusion: There is a significant relationship between self-efficacy in undergoing rehabilitation and treatment and the functional status of patients. Health workers, especially nurses, must motivate patients to undergo treatment and rehabilitation, particularly those with low functional status. Keywords: Functional Status; Rehabilitation; Self-Efficacy; Treatment.
Effects of e-health on family caregiving burden of cancer patients: A scoping review Platini, Hesti; Pratiwi, Sri Hartati; Maulana, Indra
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2026): January Edition 2026
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i5.2260

Abstract

Background: The increasing incidence of cancer means that more people are living with cancer, which increases the responsibility of informal caregivers. Most caregivers are not prepared to fulfil their duties when taking on responsibility for the treatment and care of patients, which can become a burden on caregivers and affect the care of cancer patients. Purpose: To conduct a literature review that assesses the effects of e-health interventions on the burden of informal caregivers. Method: The research method was a literature review using a scoping review approach. The scoping review used inclusion criteria for articles published between 2020 and 2025, using a randomized control trial and experimental study design, and published in English. Article selection used the PRISMA Flow Diagram. The databases used were PubMed and EBSCO. Proquest and engine search Google Scholar. Results: The results of this literature search found 16,690 articles on e-health. However, only 18 articles met the inclusion criteria. Ten articles were complete but did not focus on the benefits of e-health on caregiver burden. Thus, only five articles met the inclusion criteria. Four e-health interventions were found to have an effect on reducing caregiver burden, such as stress, in family caregivers. Conclusion: These findings indicate that e-health interventions have beneficial effects for informal caregivers of cancer patients in long-term care. Keyword: Burden; Cancer; E-Health; Family Caregiver; Informal Caregiver.
Application of Warm Compress Therapy to Reduce Pain in Cholelithasis Patients with Acute Kidney Injury and Liver Insufficiency A Case Study Putri, Dina Mala; Purba, Chandra Isabella Hostanida; Platini, Hesti
Journal of Nursing Care Vol 8, No 3 (2025): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v8i3.64575

Abstract

Cholelithiasis occurs due to the formation of stones in the gallbladder that block the flow of bile, causing right upper abdominal pain, nausea, vomiting, and fever. This case study adds new data that warm compress therapy is effective in significantly reducing pain levels in cholelithiasis patients with complications of acute kidney injury and liver insufficiency aged 59 years. The method used in this study was the Numerical Pain Rating Scale (NPRS) to assess the level of pain, and observation, interview, physical examination, and hospital medical records were used. The NPRS rating scale is a scale of 0 to 10. The number 0 means no pain while the number 10 indicates maximum pain. The application of warm compress therapy was carried out by placing a cloth soaked in 38°C water on the patient's right upper abdominal area, with a duration of implementation of around 15 to 20 minutes for 4 days. The results showed a significant decrease in pain levels after warm compress therapy. Before the intervention, the pain felt was 7/10, and after the intervention, the pain decreased by 4/10 on the fourth day of the intervention. The role of nurses in non-pharmacological pain management, particularly warm compress therapy, includes roles as nursing care providers, educators, and patient safety advocates. However, this study has limitations in the use of cloth as a compressed medium because the cloth is not able to maintain a stable hot temperature during the intervention. As a result, the temperature received by the patient's body may differ from the initial temperature of the compress. Thus, it is recommended that further researchers use special bags, such as hot water bags, for warm compress therapy so that the hot temperature can be maintained more stably and effectively.  
Dukungan Perawat untuk Gejala Pasien Kanker dan Beban Pengasuh: Sebuah Scoping Review Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Nugraha, Bambang Aditya; Purnama, Martia Dewi; Budhiaji, Purbayanty
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.329-336

Abstract

Pasien kanker umumnya mengalami gejala multidimensi termasuk nyeri, kelelahan, mual, dispnea, kecemasan, dan depresi. Pada saat yang sama, pengasuh informal menghadapi beban fisik, emosional, sosial, dan ekonomi akibat tanggung jawab pengasuhan.. Perawat memainkan peran penting dalam manajemen gejala dan dalam mendukung pengasuh di sepanjang perjalanan perawatan kanker. Tujuan Scoping review ini untuk memetakan bukti yang ada mengenai dukungan keperawatan untuk manajemen gejala pada pasien kanker dan menjelaskan bagaimana intervensi tersebut memengaruhi beban pengasuh. Desain penelitian ini yaitu scoping review. dilakukan menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley. Studi diidentifikasi dari basis data utama dan disintesis menggunakan analisis tematik. Pencarian artikel menggunakan empat basis data yaitu EBSCO, science direct, Scopus dan mesin pencari Google Scholar. Hasil: Lima tema utama muncul: (1) asesmen gejala yang dipimpin perawat dan intervensi klinis; (2) dukungan psikososial dan emosional; (3) edukasi pasien dan pengasuh untuk manajemen diri; (4) intervensi keperawatan khusus pengasuh; dan (5) dukungan keperawatan berbasis digital dan telehealth. Bukti menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dapat secara efektif mengurangi keparahan gejala pada pasien kanker dan secara substansial meringankan beban pengasuh.Kata Kunci: beban, kanker, dukungan, pengasuh, perawat
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Ahmad Ihsan Fathurrizki Ai Mardhiyah Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Artanti Lathifah Ayyida Aini Rahmah Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Ciptaan, Meta Agil Daila Dahlia Rojabani Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Panca Lidya Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira D.A Ida Maryati Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Liza Rizki Amalia Mamat Lukman Mira Trisyani Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya neng yulia maudi Nita Fitria NUR FITRIANI Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Nurul Sopia Purnama, Martia Dewi Puspaningrum, Sepdian Putri, Dina Mala Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risang Pawestri Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Syiffa Salsabila Rausanfikra Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Wilan Fitriana Windiramadhan, Alvian Pristy Yani Maryani Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan