Claim Missing Document
Check
Articles

PURSED LIP BREATHING DAPAT MENURUNKAN SESAK PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DENGAN EFUSI PLEURA: CASE REPORT Rojabani, Daila Dahlia; Sari, Eka Afrima; Platini, Hesti
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2298

Abstract

Chronic Kidney Desease (CKD) adalah kegagalan fungsi ginjal yang ditandai dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang terus menerus lebih dari tiga bulan. Pasien dengan CKD dapat mengalami berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi pernafasan yang dapat terjadi namun jarang yaitu efusi pleura dengan insidensi 9.3% atau 10 dari 107 pasien. Manifestasi dari efusi pleura yaitu sesak napas. Pasien mengalami CKD stage 5 disertai efusi pleura dengan keluhan sesak skala 4 yang dirasakan terus menerus sejak 3 hari yang lalu, hasil pemeriksaan fisik suara lapang paru kanan ronkhi, hasil rontgen thorax adanya efusi pleura kanan, edema paru dan kardiomegali. Salah satu upaya dalam menurunkan gejala sesak ini yaitu memberikan intervensi pursed lip breathing. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan intervensi pursed lip breathing dalam menurunkan sesak pada pasien CKD dengan efusi pleura. Metode yang digunakan yaitu case report pada salah satu pasien CKD dengan efusi pleura yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit daerah wilayah Jawa Barat. Pasien diberikan intervensi pursed lip breathing sebanyak 1 sesi per hari yang dilakukan selama 4 hari. Setelah dilakukan intervensi keluhan sesak menurun dari skala 4 menjadi skala 2, SpO2 dalam rentang 96-97% dengan oksigen 3 lpm dari sebelumnya 95%, frekuensi napas menurun dari 24 x/menit menjadi 20 x/menit. Intervensi pursed lip breathing pada pasien ini dapat mengurangi sesak, meningkatkan saturasi dan menurunkan frekuensi napas dalam batas normal. Oleh karena itu, penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dalam menurunkan sesak pada pasien CKD dengan efusi pleura.
PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON PADA PASIEN DENGAN NYERI AKUT POST OPERASI INSISI DRAINASE ABSES SUBMANDIBULA: STUDI KASUS Lauren, Sherie Meiza Dania; Rifa'atul Fitri, Siti Ulfah; Platini, Hesti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 10 No 1 (2024): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v10i1.730

Abstract

Abses submandibula adalah abses (penumpukan nanah) yang terjadi pada ronga potensial di daerah submandibular serta harus ditangani dengan pembedahan untuk mengeluarkan abses. Nyeri merupakan salah satu manifestasi klinis yang paling umum terjadi pada pasien post operasi. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat mengatasi nyeri post operasi yaitu dengan aromaterapi lemon. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui intervensi pemberian aromaterapi lemon pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula. Studi kasus ini merupakan case study (studi kasus) dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien. Subjek yang digunakan dalam penulisan asuhan keperawatan ini merupakan pasien post operasi insisi drainase abses submandibula yang mengalami masalah keperawatan nyeri akut. Intervensi yang diberikan yaitu dengan pemberian terapi farmakologi dan non farmakologi aromaterapi lemon untuk menurunkan intensitas nyeri klien. Pada studi kasus ini menunjukkan bahwa klien mengalami penurunan skala nyeri (0-10) sebelum diberikan aromaterapi lemon berada pada skala 5, kemudian menjadi skala 2 setelah diberikan aromaterapi lemon selama 4 hari. Aromaterapi lemon dapat diberikan sebagai alternatif terapi non farmakologi yang memiliki efek untuk menurunkan intensitas nyeri, membantu menurunkan tekanan darah, penurunan denyut nadi dan ekspresi wajah pada klien. Diharapkan mahasiswa keperawatan atau perawat di ruang rawat inap dapat memberikan aromaterapi lemon ini sebagai intervensi non farmakologi pada pasien dengan nyeri akut post operasi insisi drainase abses submandibula.
Intervensi Latihan Pernapasan Pursed Lip Breathing dan Batuk Efektif Pada Pasien dengan Ppok: Studi Kasus Umiah, Siti Sonia; Platini, Hesti; N, Bambang Aditya
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.11258

Abstract

ABSTRACT Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a disease characterized by progressive airflow limitation and progressive destruction of lung tissue. COPD risk factors are smoking and age. This study was conducted to determine the effect of pursed lip breathing and effective coughing on COPD patients. The patient in this case report is a 60-year-old man with health complaints in the form of a cough that is not accompanied by phlegm and shortness of breath that increases when the patient is active. Nursing problems in patients are ineffective airway clearance associated with accumulation of mucus and excess secretions characterized by ineffective coughing, excess sputum, rhonchi sounds in the vesicular area. The results obtained in this study using non-pharmacological intervention methods used for symptom management in patients with COPD, namely pursed lip breathing and coughing, are effective in reducing symptoms of shortness of breath, although the decrease is not significant. After administering the intervention the patient's mMRC scale was 3 and the change in the COPD Assessment Test (CAT) score was 20 which means Moderate, COPD interferes with the patient's daily activities, respiratory frequency decreases and oxygen saturation can be maintained. The effect of effective physiotherapy and coughing accompanied by breathing exercises shows an increase in quality of life and reduces the symptoms felt by the patient. This intervention can be an alternative option to be carried out independently at home without using costs. Keywords: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Effective Cough Exercise, Pursed Lip Breathing  ABSTRAK Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan penyakit yang ditandai dengan keterbatasan aliran udara progresif hingga kerusakan jaringan paru. Faktor risiko PPOK yaitu merokok dan usia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan pernapasan pursed lip breathing dan batuk efektif pada pasien PPOK. Pasien dalam laporan kasus ini adalah seorang laki-laki berusia 60 tahun dengan keluhan kesehatan berupa batuk yang tidak disertai dahak dan sesak yang bertambah ketika pasien beraktifitas. Masalah keperawatan pada pasien yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penumpukan lendir dan sekresi berlebih ditandai dengan batuk tidak efektif, sputum berlebih, terdengar bunyi ronchi di area vesikuler. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini dengan menggunakan metode intervensi non farmakologis yang digunakan untuk manajemen gejala pada pasien dengan PPOK yaitu latihan pernapasan pursed lip breathing dan batuk efektk mampu mengurangi gejala sesak meskipun penurunannya tidak signifikan. Setelah pemberian intervensi skala mMRC pasien yaitu 3 dan perubahan pada skor COPD Assessment Test (CAT) yaitu 20 yang artinya Sedang, PPOK menggangu aktivitas sehari-hari pasien,frekuensi napas menurun dan saturasi oksigen dapat dipertahankan. Efek fisioterapi dan batuk efektif yang disertai latihan pernapasan menunjukkan peningkatan kualitas hidup dan menurunkan gejala yang dirasakan pasien. Intervensi ini dapat menjadi salah satu pilihan alternatif untuk dilakukan secara mandiri di rumah tanpa menggunakan biaya. Kata Kunci: Chronic Obstructive Pulmonary Disease, Effective Cough  Exercise, Pursed Lip Breathing
Gambaran Kualitas Tidur Mahasiswa Keperawatan yang Sedang Menyusun Skripsi Salsabila, Nabela Normaulida; Fitria, Nita; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15339

Abstract

ABSTRACT Sleep is an important human physiological process that aims to maintain health and maintain biopsychosocial functions. Sleep quality has an impact on physical, psychological health and daily activities. Some students have irregular sleep patterns, characterized by changes in sleep start and end times. This study aims to identify a description of the sleep quality of Padjadjaran University nursing students in preparing their thesis. This is quantitative descriptive reasearch. The sample for this research was 135 students from the nursing faculty who were writing their theses. using the Total Population sampling technique. The instrument uses the PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) which has been tested for validity and reliability with results of 0.474 – 0.607 and a Cronbach's Alpha value of 0.830. This research uses univariate data analysis.The results showed that 12 students (8.90%) had good sleep quality and 123 students (91.10%) had poor sleep quality. The activity dysfunction dimension is the dimension that contributes the most to poor sleep quality outcomes, while the dimension of sleeping medication use is the dimension with the lowest average in poor sleep quality outcomes.This research concludes that almost all students have poor sleep quality and the activity dysfunction dimension is the dimension that contributes most so that students need to do balanced physical activity. Research about factors that influence student sleep quality can be used as recommendations for further research.  Keywords: Nursing Student, Sleep Quality, Thesis  ABSTRAK Tidur merupakan proses fisiologis penting manusia yang bertujuan untuk menjaga Kesehatan dan mempertahankan  fungsi  biopsikososial. Kualitas tidur berdampak terhadap kesehatan fisik, psikologis dan aktivitas sehari-hari. Beberapa mahasiswa memiliki pola tidur tidak teratur, ditandai dengan perubahan waktu mulai dan waktu berakhir tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kualitas tidur mahasiswa keperawatan dalam menyusun skripsi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa fakultas keperawatan yang sedang menyusun skripsi berjumlah 135 mahasiswa, dengan teknik sampling Total Populasi. Instrumen menggunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitasnya dengan hasil 0,474 – 0,607 dan nilai Cronbach’s Alpha 0,830. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 12 mahasiswa (8,90%) memiliki kualitas tidur baik dan sebanyak 123 mahasiswa (91,10%) memiliki kualitas tidur buruk. Dimensi disfungsi aktivitas merupakan dimensi yang berkontribusi paling besar dalam hasil kualitas tidur buruk, sedangkan dimensi penggunaan obat tidur merupakan dimensi dengan rata-rata terendah dalam hasil kualitas tidur buruk. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hampir seluruh mahasiswa memiliki kualitas tidur buruk dan dimensi disfungsi aktivitas merupakan dimensi yang paling berkontribusi. Disarankan bagi mahasiswa untuk melakukan aktivitas fisik yang seimbang. Penelitian terkait faktor yang mempengaruhi kualitas tidur mahasiswa dapat dijadikan rekomendasi untuk penelitian lanjutan. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Mahasiswa Keperawatan, Skripsi.
Perubahan Perbaikan Luka Abses DM Post Debridemen Selama Perawatan Luka dengan Octenidine Dihydrochloride : Laporan Kasus Rahmawati, Lidya; Pebrianti, Sandra; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10951

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease caused by insulin resistance and can cause complications, one of which is an abscess. surgical debridement is the initial medical treatment for abscesses that cause injury. wound care is needed to speed up the healing process, reduce the risk of infection, and absorb wound fluid. Purpose of this paper is to find out how the development of the debridemen wound repair with diabetes on the left shoulder. Used was a case study in post-debridement diabetes patients with wound care using a moist NaCl  0.9% dressing and adding the topical drug octenidine dihydrochloride. wound repair was measured using the bates-jensen wound assessment tool (bwat). The treatment found the development of wound repair and a decrease in the bwat score by 6 points in 3 days of treatment. Wound care with NaCl 0.9% moist gauze with octenidine dihydrochloride wound healing process. wound care with this method can be an alternative choice in treating wounds in people with diabetes Keywords:  Abscess, Debridement, Diabetes Mellitus, Octenidine Dihydrochloride, Wound Care.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan dapat menimbulkan komplikasi salah satunya abses. debridemen bedah merupakan penatalaksanaan medis awal untuk mengatasi abses yang menyebabkan perlukaan. diperlukan perawatan luka untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, mengurangi resiko infeksi, dan absorbsi cairan luka.Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana perkembangan perbaikan luka debridemen pada bahu kiri pasien dengan diabetes. Metode yang digunakan yaitu analisis studi kasus pada pasien diabetes post debridemen dengan perawatan luka menggunakan balutan lembab NaCl 0,9 % yang dan ditambahkan obat topikal octenidine dihydrochloride (OCT) dengan perbaikan luka diukur dengan menggunakan bates-jensen wound assessment tool (BWAT). Hasil dari perawatan ditemukan perkembangan perbaikan luka dan penurunan skor BWAT sebesar 6 poin dalam 3 hari perawatan. Kesimpulan perawatan luka dengan balutan kasa lembab NaCl 0,9% dengan octenidine dihydrochloride (OCT) proses penyembuhan luka. Berdasarkan hal tersebut, perawatan luka dengan metode balutan lembab yang ditambahkan obat topikal dapat menjadi alternatif pilihan dalam melakukan perawatan luka pada penderita diabetes. Kata Kunci: Abses, Debridemen, Diabetes Melitus, Octenidine Dihydrochloride, Perawatan Luka.
Pengenalan Tanda Gejala Dan Perawatan Mandiri Mengenai Rheumatoid Arhtritis Platini, Hesti; Maulana, Indra; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12925

Abstract

ABSTRAK Rheumatoid arthtritis dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan produktivitas. Apabila peradangan tidak terkendali, maka dapat merusak tulang rawan, jaringan elastis yang menutupi ujung tulang di sendi, dan juga menyerang tulang. Sendi bisa menjadi longgar, tidak stabil, menyakitkan dan kehilangan mobilitasnya. Deformitas sendi dapat terjadi, sehingga kerusakan dapat terjadi. Sehingga diperlukan upaya pengenalan tanda gejala dan perawatan rheumatoid artritis. Tujuan kegiatan yaitu mensosialisasikan pendidikan kesehatan kepada masyrakat agar mengetahui tanda gejala penyakit reumatik dan dapat melakukan perawatan mandiri. Metode yang digunakan yaitu melalui pemberian informasi melalui penyuluhan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada warga masyarakat melalui media audio visual dan leaflet. Hasil Pendidikan Kesehatan signifikan menunjukan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan yaitu rata-rata peserta mengalami peningkatan pengetahuan (pretest: 45, Rata-rata postest: 82). Kesimpulan menunjukan peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai rematik dan juga manajemennya. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Penyuluhan, Reumatoid Arthritis  ABSTRACT Rheumatoid arthritis can cause disability and decreased productivity. If inflammation is not controlled, it can damage cartilage, the elastic tissue that covers the ends of bones in joints, and also attack the bones. Joints can become loose, unstable, painful and lose mobility. Joint deformity may occur, resulting in damage. This requires efforts to recognize signs and symptoms and treat rheumatoid arthritis. The aim of the activity is to disseminate health education to the community so that they know the signs and symptoms of rheumatic disease and can carry out self-care. The method used is through providing information through outreach in the form of health education to community members through audio-visual media and leaflets. The results of Health Education showed significant changes before and after health education, namely that the average participant experienced an increase in knowledge (pretest: 45, average posttest: 82). The conclusion shows that participants experienced increased knowledge about rheumatism and its management. Keywords: Health Education, Knowledge, Rheumatoid Arthritis
KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR EKSTERMITAS BAWAH: KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR EKSTERMITAS BAWAH Platini, Hesti; Chaidir, Rizal; Rahayu, Urip
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.473 KB) | DOI: 10.33867/jka.v7i1.166

Abstract

Fraktur merupakan salah satu penyebab cacat diantaranya akibat kecelakaan. Fraktur ekstremitas bawah sering terjadi terkait dengan morbiditas yang cukup besar dan meenyebabkan perawatan panjang di rumah sakit. Gangguan akibat fraktur berdampak pada toleransi aktivitas sehingga mengurangi produktivitas. Selama ini karakteristik penderita fraktur ektermitas bawah belum diketahui, sehingga jika tidak dilakukan tidak dapat diketahui pencegahan resiko fraktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien fraktur ektermitas bawah. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan observasional. Tekhnik sampling yang digunakan yaitu total sampling, sehingga didapatkan responden sebanyak 40 orang. Analisa hasil yaitu menggunakan analisis statistik distribusi frekeunsi. Hasil dari penelitian ini yaitu semua responden berjenis kelamin laki-laki (100%), sebagian besar responden berusia 36-45 (42,5%), untuk jenis fraktur sebagian besar yaitu fraktur terbuka sebanyak 25 (62,5%) dan lokasi fraktur terbanyak yaitu pada tibia sebanyak 26 responden (62,5%). Fraktur dapat mempengaruhi produktivitas penderita akibat adanya gangguan ektermitas akibat cedera yang menganggu fungsi tubuh. Dengan mengetahui karakteristik pasien fraktur ektermitas bawah, maka perawat dapat melakukan intervensi keperawatan yang sesuai. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor resiko yang mempengaruhi fraktur ektermitas bawah yang dikaitkan dengan karakteristik
AKTIVITAS FISIK PASIEN HIPERTENSI: Indonesia neng yulia maudi; Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.209 KB) | DOI: 10.33867/jka.v8i1.239

Abstract

Aktivitas fisik termasuk manajemen nonfarmakologi yang dapat memengaruhi tekanandarah. Kurang aktivitas fisik menyebabkan tekanan darah selalu tinggi melebihi rentangnilai normal 130/90 mmHg, jika dalam waktu lama akan berisiko komplikasi. Tekanandarah penderita hipertensi minimal dapat dikendalikan dengan melakukan aktivitasfisik sehingga dapat mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana gambaran aktivitas fisik pasien hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kuantitatif. Sampel sebanyak 99 penderita hipertensi tanpa komplikasi,ditetapkan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAC) yangmerupakan kuesioner baku dengan 27 pertanyaan dan nilai uji validitas r hitung (0,444)> r tabel (0,361) serta Cronbach alpha 0,713 menyatakan reabilitas. Hasil penelitiandianalisis menggunakan analisa univariat, disajikan dalam bentuk tabel distribusifrekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden melakukan aktivitasfisik sedang dengan presentase (62,6%). Responden yang termasuk aktivitas fisik berat(28,3%), dan sebagian kecil termasuk aktivitas fisik ringan (9,1%). Aktivitas fisik beradapada kategori sedang dan berat tetapi masih ada sebagian kecil yang termasuk aktivitasfisik ringan. Hal ini perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh pihak puskesmas sepertimeningkatkan Program Posbindu melalui penyuluhan, pelaksanaan aktivitas fisik khususpenderita hipertensi.
Efek Samping Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Kosim, Kosim; Maulana, Indra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i2.465

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi salah satu sepuluh penyakit mematikan di dunia.Meskipun strategi pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru yang direkomendasikantelah diterapkan, namun masih banyak pasien yang gagal menyelesaikan pengobatan obatanti tuberkulosis karena berbagai faktor termasuk keluhan efek samping yang dirasakan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek samping pengobatan yang di alamipenderita TB Paru. Metode penelitian ini adalah desain studi observational deskriptifdengan desain kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien TB Paru dalam masapengobatan, sampel sebanyak 61 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa efeksamping yang di alami yaitu terdapat 13 keluhan yang muncul, keluhan terbanyak padapenelitian ini adalah Mual (55.74%). Pada kasus TB Paru dewasa lanjut memerlukanpenanganan khusus. Selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi perlunyapemantauan oleh perawat pada penderita TB Paru terhadap efek samping yang mungkindialami
Metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia: A literature review Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Maulana, Indra; Platini, Hesti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 17, No 8 (2023)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v17i8.12096

Abstract

Background: Schizophrenia is a psychotic disorder characterized by major disturbances in thoughts and emotions. Patients with schizophrenic disorders have disturbances in cognitive function characterized by disturbances in the cognitive system, so metacognitive training therapy is needed. Metacognitive Training Therapy is a combination of psychoeducation, cognitive remediation therapy and cognitive behavioral therapy aimed at reducing the overall severity of symptoms and improving several neurocognitive subdomains and social cognitive functions.Purpose: This study aims to identify metacognitive training interventions in patients with schizophrenia.Method: The databases used were EBSCOhost (Cinahl) and Pubmed and 159 articles were found.Results: Stage through the initial selection obtained 32 articles. Then, articles were selected based on inclusion criteria in the form of publications in the last 10 years (2013-2023), national and international journals in Indonesian and English, articles with full text, and 5 peer-reviewed articles. Next, articles were selected based on research title, country, research objectives, research methods, population and sample, and research results.Conclusion: This study found that participants who had quite severe symptoms at the start of training were greatly helped in reducing the overall severity of symptoms by the metacognitive therapy they underwent.Keywords: Metacognitive; Schizophrenia; Training.Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang ditandai dengan gangguan utama dalam pikiran dan emosi. Pada pasien dengan gangguan skizofrenia memiliki gangguan dalam fungsi kognitif ditandai dengan adanya gangguan sistem kognitif sehingga diperlukan terapi Metacognitive Training. Terapi Metakognitif Training merupakan gabungan dari psikoedukasi, terapi remediasi kognitif dan terapi kognitif perilaku bertujuan untuk menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan serta memperbaiki beberapa subdomain neurokognitif dan fungsi kognitif sosial.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi intevensi metacognitive training pada pasien dengan skizofrenia.Metode: Database yang dilakukan adalah EBSCOhost (Cinahl) dan Pubmed dan ditemukan sebanyak 159 artikel.Hasil: Tahap melalui seleksi awal diperoleh 32 artikel. Kemudian, artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi berupa terbit 10 tahun terakhir (2013-2023), jurnal nasional maupun internasional yang berbahasa Indonesia dan Inggris, artikel dengan full text, dan artikel yang peer reviewed didapatkan sebanyak 5 artikel. Selanjutnya, artikel diseleksi berdasarkan judul penelitian, negara, tujuan penelitian, metode penelitian, populasi dan sampel, dan hasil penelitian.Simpulan: Penelitian ini menemukan bahwa peserta yang memiliki gejala-gejala yang cukup parah pada awal pelatihan sangat dibantu dalam menurunkan keparahan gejala secara keseluruhan oleh terapi metakognitif yang dijalani.
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Ahmad Ihsan Fathurrizki Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Artanti Lathifah Ayyida Aini Rahmah Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Ciptaan, Meta Agil Daila Dahlia Rojabani Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Panca Lidya Fadila, Salsabila Sakhi Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira D.A Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Liza Rizki Amalia Mamat Lukman Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya Nauli, Yolanda Erica neng yulia maudi Nita Fitria NUR FITRIANI Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Purnama, Martia Dewi Puspaningrum, Sepdian Putri, Dina Mala Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sopia, Nurul Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Windiramadhan, Alvian Pristy Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan