Claim Missing Document
Check
Articles

DISCHARGE PLANNING PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI GARUT Hesti Platini
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 6 No 1 (2018): Januari-Juni
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.974 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v6i1.61

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit yang dapat mempengaruhi kesehatan bagi individu. Penderita tuberkulosis beberapa harus dilakukan perawatan untuk menangani penyakitnya. Selama perawatan di rumah sakit pasien dengan tuberkulosis membutuhkan discharge planning sebagai bentuk pemberian informasi agar penyampaian informasi dapat meningkatkan status kesehatan dan pengetahuan pasien. Sehingga perlu diketahui gambaran pelaksanaan discharge planning pada pasien tuberculosis paru sebagai bahan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain kuantitatif dengan studi desain analisis. Pada penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran secara objektif pelaksanaan discharge planning di RSUD dr Slamet Garut, Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan discharge planning dilakukan dengan baik menurut pasien (66,67%) dan perawat (86,67%). Pendokumentasian discharge planning rata-rata cukup baik (53,33%) dan masih ada yang kurang baik (13,33%). Kesimpulan dalam penelitian menunjukan bahawa sebagian besar pelaksanaan discharge planning sebagian besar sangat baik dan cukup optimal untuk mempersiapkan kepulangan pasien tuberkulosis paru walaupun belum sepenuhnya setiap detail kebutuhan pasien berbeda-beda. Discharge planning memerlukan perencanaan yang matang untuk memastikan kesinambungan perawatan. Kata Kunci : Discharge Planning, Tuberkulosis Paru.
TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI RUANG ZAMRUD RSUD Dr. SLAMET GARUT Sri Nopia Peni; Dyah Setiorini; Hesti Platini
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 6 No 2 (2018): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.403 KB) | DOI: 10.36973/jkih.v6i2.143

Abstract

Dampak tuberkulosis paru diantaranya dapat menyebabkan kecemasan bagi pasien yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, khawatir dengan keadaanya, takut tidak bisa menuntaskan pengobatannya dan takut menularkan penyakitnya pada orang lain. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kecemasan pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD Dr. Slamet Garut. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu dengan mengambil semua pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD Dr. Slamet Garut sebanyak 31 responden. Pengumpulan data menggunakan Kuesioner HARS-A (Hamilton Rating Scale For Anxiety). Analisa data dalam penelitian ini, yaitu: univariat dan penyajian data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien tuberkulosis paru sebagian kecil tidak mengalami kecemasan sebanyak 5 responden (15.6%), yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 6 responden (18.8%), hampir setengahnya mengalami kecemasan sedang sebanyak 14 responden (43.8%), dan sebagian kecil mengalami kecemasan berat sebanyak 6 responden (18.8%). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di Ruang Zamrud RSUD dr.Slamet Garut adalah hampir setengahnya mengalami kecemasan sedang dengan persentase 43.8%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi data dasar untuk peneliti selanjutnya, seperti hubungan tingkat kecemasan dengan lama pengobatan.
HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA CEMPAKA RAJA KECAMATAN SUNGKAI JAYA KABUPATEN LAMPUNG UTARA Hesti Platini; Endah Panca Lidya; Nurlaeci Nurlaeci
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.511 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v12i1.136

Abstract

Pendahuluan: Gagal jantung kongestif dapat menurunkan produktivitas bahkan dapat menyebabkan kematian. Angka kekambuhan setelah rawat inap sering terjadi akibat pola aktivitas yang tidak terkontrol dan gaya hidup yang kurang baik. Gagal jantung dapat mempengaruhi nilai saturasi oksigen, hal ini berkaitan dengan rehabilitasi pasien baik selama rawat inap maupun post hospitalisasi. Penatalaksanaan pasien gagal jantung yaitu dengan rehabilitasi sebagai upaya menstabilkan haemodinamik. penatalaksanaan diantaranya latihan pernapasan sebagai bentuk rehabilitasi non farmakologi untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahu pengaruh inspiration muscle training terhadap nilai saturasi oksigen (SpO2) pada pasien gagal jantung kongestif.Metode: kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan pre-post test. Metode pengambilan sampel yaitu concecutive sampling, sampel dalam penelitian ini yaitu 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol dengan total sampel 30 responden pasien gagal jantung di RSUD dr Slamet Garut. Analisa data dengan menggunakan uji Paired Sample Test.Hasil: menunjukan adanya pengaruh signifikan setelah dilakukan intervensi latihan otot diafragma (p=0,000) dengan kelompok kontrol (p=0,614). Inspiration Muscle Training dapat meningkatkan nilai saturasi oksigen (SpO2) pada pasien gagal jantung kongestif dan merupakan latihan pernapasan yang efektif untuk membantu menstabilkan sirkulasi oksigen.
Pengetahuan, sikap dan etika batuk pada penderita tuberkulosis paru Mohamad Ramdan; Mamat Lukman; Hesti Platini
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1030.176 KB) | DOI: 10.33024/hjk.v14i2.2395

Abstract

Knowledge, attitude and cough etiquette among patient with pulmonary tuberculosisBackground: Tuberculosis is the main cause of death. The high number of tuberculosis is due to the transmission through droplets. Cough etiquette is one of prevention behaviors of tuberculosis transmission.Purpose: To describe the knowledge, attitude and cough etiquette among patient with pulmonary tuberculosisMethod: A quantitative descriptive design with the respondent population was patient with pulmonary tuberculosis hospitalized in the Zamrud room of RSUD. Dr. Slamet Garut and the sample was selected using total sampling for one month, got of 30 respondents. The data were collected through questionnaires an observation sheets. The data were analyzed by using unnivariate analysis.Results : Showing that of 30 respondents, those who have good a knowledge were 50%, negative attitude were 63.3% and has no a cough etiquette were 56.7%.Conclusion: To be consideration to improve education delivery that is more focused on attitudes and conduct in preventing tuberculosis transmission to pulmonary tuberculosis patients and families so that they understand and apply, and can prevent tuberculosis transmission from its source.Keywords: knowledge; attitude; cough etiquette; patient; pulmonary tuberculosis Pendahuluan : Tuberkulosis penyebab kematian utama, tingginya angka kejadian tuberkulosis karena penularan melalui droplet. Etika batuk salah satu komponen perilaku pencegahan penularan tuberkulosis.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan, sikap dan tindakan etika batuk pada penderita tuberkulosis.Metode: Deskriptif kuantitatif dengan populasinya semua pasien tuberkulosis paru dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling untuk 1 bulan sebanyak 30 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi.Hasil : Menunjukan dari 30 responden, yang memiliki pengetahuan etika batuk yang baik sebesar 50%, sikap yang negatif sebesar 63.3% dan tidak beretika/tidak beradap dalam batuk sebesar 56.7%.Simpulan : Dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan penyampaian edukasi yang lebih berfokus pada sikap dan tindakan dalam pencegahan penularan tuberkulosis kepada penderita tuberkulosis paru dan keluarga sehingga memahami dan menerapkannya, serta dapat mencegah penularan tuberkulosis dari sumbernya.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA INTERNET DI SMK YBKP 3 GARUT, JAWA BARAT Indra Maulana; Hesti Platini
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 2 Nomor 1 April 2019
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v2i1.1206

Abstract

ABSTRAK Dampak positip internet terhadap pelajar sangat besar. Dari pengamatan penggunaan internet bagi pelajar pada warnet, bisa diketahui bahwa semakin lama penggunaan internet semakin penting sebagai sarana komunikasi pelajar terutama pada kalangan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Fasilitas internet seperti e-mail, situs web (www), YM ( Yahoo Massenger ) dan jejaring social facebook sudah sangat popular di antara para pelajar, baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data untuk penelitian lain juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Selain itu, penggunaan internet telah menimbulkan adanya bahasa baru yang dikenal sebagai ‘bahasa internet’. Memang, bahasa yang dipakai dengan menggunakan internet tergantung pada siapa dan dengan siapa pengguna internet berkomunikasi. Karena dampak positif internet bagi pelajar sangat banyak, maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menggunakan internet sebagai sarana komunikasi yang tercepat dan tercanggih untuk saat ini dengan resiko menerima dampak negatifnya. Dampak negatip internet terhadap pelajar secara umum adalah Cyber crime Adalah kejahatan yang di lakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifat, Melintasi batas Negara, Perbuatan dilakukan secara illegal, Kerugian sangat besar, Sulit pembuktian secara hukum. Bentuk cybercrime Hacking, Cracking, Pornografi, Violence And Gore, Penipuan, Carding. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Bahaya Internet, Remaja Anak Sekolah  ABSTRACT The positive impact of the internet on students is very large. From observing the use of the internet for students at the internet cafe, it can be seen that the longer the use of the internet the more important as a means of communication of students, especially in middle school and high school. Internet facilities such as e-mail, website (www), YM (Yahoo Massenger) and Facebook social networks are already very popular among students, both as a means of communication and a tool for finding data for other research as well as a tool to expand relationships and introductions between internet users. In addition, internet usage has given rise to a new language known as 'internet language'. Indeed, the language used by using the internet depends on who and with whom internet users communicate. Because the positive impact of the internet for students is very much, so like it or not, like it or not, we must use the internet as the fastest and most sophisticated means of communication at the moment with the risk of receiving negative impacts. Negative impact of the internet on students in general is Cyber crime. It is a crime committed by a person by means of the internet in a virtual world that is crossing national borders. Deeds are carried out illegally. Losses are very large. It is difficult to prove legally, Violence And Gore, Fraud, Carding. Keywords: Health Education, Internet Danger, Youth School Children
Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Tentang Perawatan Diri Pada Keluarga Pasien Bedah Laki-Laki Hesti Platini; Hasniatisari Harun
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 2 April 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i2.2809

Abstract

ABSTRAK  Kebersihan merupakan hal yang sangat penting dan harus diperhatikan karena mempengaruhi kesehatan dan psikologis seseorang. Kondisi seseorang sakit, masalah kebersihan biasanya kurang diperhatikan. Hal ini terjadi karena masalah kebersihan dianggap masalah kecil, akan tetapi jika hal tersebut dibiarkan terus dapat memengaruhi kesehatan secara umum. Tujuan dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan diri (personal hygiene). Pemeliharaan perawatan diri diperlukan untuk kenyamanan individu, keamanan, dan kesehatan terutama pada pasien bedah. Metode  pelaksanaan Program pengabdian Masyarakat ini adalah pendidikan dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan evaluasi melalui pretest dan posttest. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 25 orang, 10 orang mahasiswa. Tahapan kegiatan dimulai dari perencanaa, pelaksanaan kemudian evaluasi. Hasil kegiatan yaitu terdapat perubahan dalam pengetahuan (100%). Aspek keterampilan hampir semua peserta dapat mempraktekan cara perawatan diri pada pasien bedah (100%). Kegiatan pendidikan kesehatan mengenai perawatan diri pada pasien bedah dapat dijadikan salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi dengan upaya perawatan diri pasien yang dirawat di pelayanan kesehatan. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan menjadi usaha promosi kesehatan dalam perawatan diri pada pasien di ruang perawatan bedah. Kata kunci: Bedah, Perawatan Diri    ABSTRACT  Personal hygiene is a very important thing and must be considered because it affects one's health and psychological well-being. Cleanliness is influenced by individual values and habits. A person's condition is sick, hygiene problems are usually less attention. This happens because hygiene problems are considered minor problems, but if left unchecked can continue to affect general health. The aim is to provide health education about personal care (personal hygiene). Self-care maintenance is needed for individual comfort, safety, and health especially in surgical patients. The method of implementing this Community Service Program is education in the form of health education which is evaluated through pretest and posttest. The number of participants who attended was 25 people, 10 students. Stages of activities start from the planning, implementation and then evaluation. The result of the activity is that there is a change in knowledge (100%). The skill aspects of almost all participants can practice self-care in surgical patients (100%). Health education activities regarding self-care for surgical patients can be used as an effort to prevent and control infection with self-care efforts for patients treated in health services. It is hoped that this activity can be carried out as a health promotion effort in self-care for patients in the surgical inpatient room. Key words: Personal hygiene, Surgical
Peningkatan Kesehatan Mata Melalui Pendidikan Kesehatan “Save Your Eyes, You Must Know Hasniatisari Harun; Yusshy Kurnia Heliani; Siti Ulfah Rifa’atul Fitri; Hesti Platini; Cepi Restiadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i3.5504

Abstract

ABSTRAK  Sebagian besar pekerjaan yang ada pada abad ke 21 melibatkan penggunaan komputer dan lebih dari 90 juta orang dewasa di dunia yang menggunakan komputer dalam kehidupannya. Di samping memudahkan berbagai pekerjaan manusia, komputer juga memberikan dampak negatif bagi para penggunanya terutama terhadap masalah kesehatan. Kumpulan gejala yang sering dikeluhkan para pengguna komputer dikenal sebagai Computer Vision Syndrome. CVS dapat dikatakan sebagai penyebab berbagai efek yang sangat mengganggu produktivitas, kebugaran dan kualitas hidup sehari-hari. Oleh sebab itu program pengabdian masyarakat ini adalah pendidikan dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan evaluasi melalui pretest dan posttest mengunakan media zoom dalam bentuk webinar. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 34 orang. Metode pendidikan kesehatan dilakukan dengan menyiapkan area pertemuan yaitu zoom meeting sebagai media untuk pertemuan virtual, menyiapkan media edukasi yang diperlukan serta memberikan link pre-test dan post test untuk menilai pengetahuan dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah diberikannya pendidikan Kesehatan. Data demografi responden menjukkan bahwa banyak peserta yang menggunakan laptop >4 jam (94,1%) dan dari presentase tersebut banyak pula yang merasakan tanda gejala dari comupter vision syndrome sebanyak 88,2%. Hasil kegiatan yaitu terdapat perubahan dalam pengetahuan (100%). Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam bentuk pendidikan kesehatan ini dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat umum serta meningkatkan pencegahan terhadap kejadian Computer Vision Syndrome. Kata Kunci: Computer Vision Syndrome, Pendidikan Kesehatan, Tingkat Pengetahuan ABSTRACT Most of the work that exists in the 21st century involves the use of computers and more than 90 million adults in the world use computers in their lives. In addition to facilitating various human jobs, computers also have a negative impact on their users, especially on health problems. A collection of symptoms that computer users often complain about is known as Computer Vision Syndrome. CVS can be said to be the cause of various effects that greatly interfere with productivity, fitness and quality of daily life. Therefore, this community service program is education in the form of health counseling which is evaluated through pretest and posttest using zoom media in the form of webinars. The number of participants who attended was 34 people. The health education method is carried out by preparing a meeting area, namely a zoom meeting as a medium for virtual meetings, preparing the necessary educational media and providing pre-test and post-test links to assess participants' knowledge and understanding before and after the Health education is given. Demographic data of respondents showed that many participants used laptops >4 hours (94.1%) and from that percentage, many felt the symptoms of computer vision syndrome as much as 88.2%. The result of the activity is that there is a change in knowledge (100%). It is hoped that the information that has been conveyed in the form of health education can become useful knowledge for the general public and increase the prevention of the occurrence of Computer Vision Syndrome. Keywords: Computer Vision Syndrome, Health Education, Knowledge
Gambaran Kelelahan pada Pasien Gagal Jantung Bambang Aditya Nugraha; Sandra Pebrianti; Hesti Platini
Jurnal Medika Cendikia Vol 5 No 01 (2018): JURNAL MEDIKA CENDIKIA
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heart failure are heart inability to maintain both systemic and pulmonary circulation. In congestive heart failure circulatory failure occures, characterized by jugular venous congestion in the cervical area. Circulatory failure causes changes in the body's metabolism and energy formation resulting in chronic fatigue. The purpose of the study was to describe fatigue in patients with congestive heart failure at Garut District Government Hospital. The research design is descriptive. The sampling technique using concecutive sampling as much as 30 respondents. Instrument for measuring fatigue using Fatigue Assessment for Chronic Illness Therapy (FACIT) Fatigue Scale. The results showed that fatigue level of patients who experience congestive heart failure mostly in the category of mild fatigue as 7 people (26%) and as 23 people (76%) are in the category of severe fatigue. The conclusion of this study is the level of fatigue of respondents mostly in the severe category.
Manajemen Kecemasan pada Pasien yang Menjalani Pembedahan Jantung Bambang Aditya Nugraha; Sandra Pebrianti; Hesti Platini; Gusgus Ghraha Ramdhanie
Jurnal Medika Cendikia Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v6i2.112

Abstract

Anxiety is a problem that found in patients with heart disease. Anxiety will increase when the patient has to undergo the cardiac surgery procedure. Anxiety management must be conducted to prevent postoperative hemodynamic instability and neurohormonal deterioration. Thus it becomes important to formulate the anxiety management to improving the recovery process after surgery and patients quality of life of. The purpose of this literature review is to identify anxiety management on cardiac surgery patient. The search method uses Google Scholar databases using inclusion criteria proposed in consideration management that support heart surgery procedures, the year of publication between 2010-2020, containing the full article, in bahasa and english. Search results found 62 articles, 27 met the criteria of the year and 13 represented the complete article. And finally found as many as 6 articles that match the focus of the search. There are to type anxiety management e.g educational supportive and relaxation technique. Relaxation and supportive educative technique interventions can be used to manage anxiety to improve the post-surgical recovery process and quality of life.
Kualitas Tidur Pasien Gagal Jantung Leni Handayani; Urip Rahayu; Hesti Platini
Jurnal Medika Cendikia Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v7i1.121

Abstract

Right heart failure occurs if abnormal underlying primary right ventricles such as pulmonary stenosis pulmonary hypertension against lung thromboembolism that occurs systemic venous congestion. This research method uses descriptive method, sampling by purposive sampling, arrested 62 people. The instrument used was the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire with a validity of 0.810 and a reliability of 0.42 univariate data analysis. The results of this study indicate that the sleep quality of right heart failure patients largely improves poor sleep quality (79.0%). The conclusion shows the quality of sleep in patients with right heart failure, almost all respondents Suggestions for health facilities are expected to make policies to overcome problems related to sleep comfort for patients with heart failure, for example every nurse provides education to overcome sleep problems in patients with right heart failure.
Co-Authors Aaron Tigor Sihombing Aep Maulid Mulyana Ahmad Ihsan Fathurrizki Andoko Andoko Arisunyoto, Wisnu Artanti Lathifah Ayyida Aini Rahmah Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cepi Restiadi Chandra Isabella Hostanida Purba Ciptaan, Meta Agil Daila Dahlia Rojabani Devi Nurrahmawati Dhini Andriani Dyah Setiorini Eka Afrima Sari Elfrida Ratnawati ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Endah Panca Lidya Fadila, Salsabila Sakhi Faizal Musthofa Fanny Adistie Farah Huwaida Qurrota Aini Fredrick Dermawan Purba Gusgus Ghraha Ramdhanie Hamidah . Hana Rizmadewi Agustina Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hastuti, Widia Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira D.A Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iskandarsyah, Aulia Iwan Shalahuddin Iwan Shalahudin Iyus Yosep Janah, Syahratul Kosim Kosim K Kosim Kosim Lauren, Sherie Meiza Dania Leni Handayani Leni Handayani Lilis Mamuroh Liza Rizki Amalia Mamat Lukman Mohamad Ramdan Mumtazah, Dina Zahrotunnisa N, Bambang Aditya Nauli, Yolanda Erica neng yulia maudi Nita Fitria NUR FITRIANI Nur Fitriani Nur'aeni, Yuni Nurlaeci Nurlaeci Purnama, Martia Dewi Puspaningrum, Sepdian Putri, Dina Mala Rahmawati, Lidya Rahmayani, Melly Restuning Widiasih Risma Dwi Nur Pratiwi Rizal Chaidir, Rizal Rizki, Indrianti Alvini Rohaeti, Sri Elis Rojabani, Daila Dahlia Saepul, Saepul Salsabila, Nabela Normaulida Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sepdian Puspaningrum Sicilia, Asha Grace Sidik Maulana Sidik Maulana Simanjuntak, Dikes Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sopia, Nurul Sri Hartati Pratiwi Sri Nopia Peni Suci Larasati Sutandi, Andi Tetti Solehati Theresia Eriyani Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Umiah, Siti Sonia Urip Rahayu Wafa Siti Alawiyah Widia Hastuti Widia Hastuti Windiramadhan, Alvian Pristy Yanti Hermayanti Yusshy Kurnia Heliani Yusshy Kurnia Herliani Zahrotur Rusyda Hinduan