Claim Missing Document
Check
Articles

INOVASI CETING GETELOR (CEGAH STUNTING DENGAN NUGET TEMPE KELOR) DI DESA PEMANGGILAN KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2024 Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani; Velinda, Veronika Heni
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2024): Vol 6 No 2 November 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v6i2.17880

Abstract

Stunting merupakan suatu kasus kurangnya gizi untuk masa pertumbuhan pada anak yang bersifat kronik. Stunting menjadi masalah bagi negara-negara berkembang yang sangat beresiko karena berhubungan dengan meningkatnya resiko penyakit dan kematian. Asian Development Bank menunjukkan bahwa kasus stunting mencapai 31,8 % pada tahun 2020. Stunting dapat menurunkan kecerdasan yang disebabkan oleh kurangnya asupan bergizi. Permasalah kurang gizi juga dapat berdampak menurunkan kualitas sumber daya manusia.Tujuan dari inovasi ini adalah pembentukan dan peningkatan ketrampilan kader pendamping ibu balita dengan pemanfaatan tempe dan kelor untuk meningkatkan gizi balita.Metode kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan inovasi ini dilakukan dengan cara mengundang tenaga kesehatan setempat, tokoh masyarakat setempat (kepala desa, kepala RT ,RW, kader) dengan cara memberi penjelasan berupa penyuluhan tentang pencegahan stunting dengan terus memberikan makanan yang baik bagi anak pada tanggal 26 Juni 2024 di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Selanjutnya demonstrasi membuat olahan nugget tempe kelor, serta pembagian leaflet.Terdapat peningkatan pengetahuan setelah di berikan pendidikan kesehatan dan telah di lakukan pelaksanaan dengan hasil semua ibu memiliki balita BGM mendapatkan porsi Nugget  serta leaflet cara pembuatan  nugget agar di praktikan dirumah.Pemberdayaan kader memiliki dampak positif terhadap pemanfaatan tempe kelor sebagai untuk membantu dalam pemberian makanan tambahan pada balita merupakan salah satu pendekatan untuk meningkatkan berat badan anak.Kata kunci : Balita, Stunting, Tempe, Kelor, Pemberdayaan Kader. 
Overview Of The Incidence Of Anemia In Women Of Childbearing Age Putri, Elsya Bela; Kurniasari, Devi; Iqmy, Ledy Octaviani
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17093

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang dapat dialami oleh semua kelompok umur mulai dari balita sampai usia lanjut. usia subur wanita adalah pada saat mereka berusia 15-49 tahun. Sementara puncak masa subur dan kualitas telur terbaik wanita berada pada 20-30 tahun.Tujuan: untuk mengetahui gambaran kejadian anemia pada Wanita usia subur di puskesmas rawat inap way kandis pada bulan januari tahun 2024.Metode: Jenis penelitian yang di gunakan adalah kuantitatif, menggunakan datu sekunder. Pengumpulan data menggunakan rekam medis pasien yang sesuai dengan kebutuhan peneliti. Penelitian ini disajikan dalam bentuk analisis univeriat dengan menggunakan metode desktiftif retrospekif mengunakan Variable kadar Hb, dan umur.Hasil: dari 56 responden yang kadar hemoglobin atau anemia ringan (11-11.9 gr/dL) sebanyak 26 (46.43%), anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%), anemia berat (8 gr/dL) sebanyak 0. Dan dari 56 responden yang memiliki usia beresiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Sedangkan responden usia beresiko tinggi (20 tahun - 35 tahun) sebanyak 8 (14.29%) responden. Kesimpulan: WUS dengan anemia di puskesmas way kandis didominasi anemia sedang anemia sedang (8-10.9 gr/dL) sebanyak 30 (53.57%) dan didominasi oleh umur dengan resiko rendah (20-35 tahun) sebanyak 48 (85.71%). Kata kunci: Anemia, Wanita, Wanita Usia Subur ABSTRACT Background: Anemia is one of the public health problems in Indonesia that can be experienced by all age groups from toddlers to the elderly. The fertile age of women is when they are 15-49 years old. Meanwhile, the peak of the fertile period and the best egg quality of women is at 20-30 years.Objective: to find out the picture of the incidence of anemia in women of childbearing age at the Way Kandis inpatient health center in January 2024.Methods: The type of research used is quantitative, using secondary datu. Data collection uses patient medical records that are in accordance with the researcher's needs. This study is presented in the form of a univenirate analysis using a retrospective descriptive method using Variable Hb levels, and age.Results: out of 56 respondents whose hemoglobin or anemia levels were mild (11-11.9 gr/dL) as many as 26 (46.43%), moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as many as 30 (53.57%), severe anemia (8 gr/dL) as many as 0. And of the 56 respondents who have a low-risk age (20-35 years), as many as 48 (85.71%). Meanwhile, respondents of high-risk age (20 years - 35 years) were 8 (14.29%) respondents.Conclusion: WUS with anemia in the Way Kandis Health Center was dominated by moderate anemia (8-10.9 gr/dL) as much as 30 (53.57%) and dominated by low-risk age (20-35 years) as much as 48 (85.71%). Keywords: Anemia, Women, Women of Childbearing Age.
Analysis Of Factors Causing Low Birth Weight (Lbw) Incidents Afriani, Nasita; Rachmawati, Fijri; Mariza, Ana; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i3.18224

Abstract

Latar Belakang Data World Health Organization (WHO) menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencapai 111.719 kasus pada tahun 2019. Kasus kematian bayi di Kota Bandar Lampung tahun 2022 sebanyak 56 kasus atau 3,1 per kelahiran hidup. Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin menunjukkan terdapat 1.197 bayi yang lahir pada tahun 2021-2023. Berdasarkan observasi ada 30 (0,02%) bayi yang mengalami BBLR.  Dampak bayi BBLR yaitu rentan stunting, IQ rendah, disabilitas permanen, gangguan kognitif, gangguan perkembangan syaraf, dan rentan infeksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya BBLR di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Tahun 2021-2023. Metode Penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bintang Amin dilakukan pada bulan Maret-juli. Populasi bayi lahir di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin 2021-2023 sebanyak 1.197 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 responden. Variabel independent dalam penelitian ini adalah usia ibu, paritas, anemia, status gizi ibu dan ketuban pecah dini dengan variabel dependent kejadian bayi BBLR. Teknik sampling purposive sampling, Analisa data univariate dan bivariate menggunakan uji chi square. Hasil analisis dari 60 bayi, BBLR sebanyak 30 responden (50,0%) dan tidak BBLR sebanyak 30 (50,0%) responden. Faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu p-value 0,000 (<0,05), paritas p-value 0,000 (<0,05), anemia p-value 0,000 (<0,05), status gizi p-value 0,000 (<0,05), ketuban pecah dini p-value 0,004(<0,05). Sehingga usia ibu, paritas, anemia, status gizi, dan ketuban pecah dini berhubungan dengan kejadian BBLR. Diharapkan dapat diberikan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan BBLR sedini mungkin. Kata Kunci : BBLR, Usia, Paritas, Gizi, Anemia ABSTRACT Background World Health Organization (WHO) data shows that the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia reached 111,719 cases in 2019. Cases of infant mortality in Bandar Lampung City in 2022 were 56 cases or 3.1 per 100,000 live births. Pertamina Bintang Amin Hospital showed that there were 1,197 babies born in 2021-2023. Based on observations, there were 30 (0.02%) babies who experienced LBW. The impact of LBW babies is prone to stunting, low IQ, permanent disability, cognitive disorders, neurodevelopmental disorders, and susceptibility to infection. The purpose of the study was to determine the factors that influence the occurrence of LBW at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023. Quantitative research with a cross-sectional research design. The study was conducted at Bintang Amin Hospital in March-July. The population of babies born at Pertamina Bintang Amin Hospital in 2021-2023 was 1,197 people. The sample in this study was 60 respondents. Independent variables in this study were maternal age, parity, anemia, maternal nutritional status and premature rupture of membranes with dependent variables of LBW infants. The sampling technique was purposive sampling, Univariate and bivariate data analysis using the chi square test. The results of the analysis of 60 infants, LBW as many as 30 respondents (50.0%) and non-LBW as many as 30 (50.0%) respondents. Factors related to the incidence of LBW are maternal age p-value 0.000 (<0.05), parity p-value 0.000 (<0.05), anemia p-value 0.000 (<0.05), nutritional status p-value 0.000 (<0.05), premature rupture of membranes p-value 0.004 (<0.05). So that maternal age, parity, anemia, nutritional status, and premature rupture of membranes are related to the incidence of LBW. It is expected that public knowledge can be provided about preventing LBW as early as possible. Keywords : LBW, Age, Parity, Nutrition, Anemia 
The Effect Of Consumption Of Tangerine Juice On Blood Pressure Reduction In Pregnant Women With Gestational Hypertension Jayanti, Violita Puspita; Astriana, Astriana; Susilawati, Susilawati; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.11669

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja, tanpa memandang usia maupun status sosial ekonomi. Sekitar 90% penderita hipertensi mengalami hipertensi gestasional. Di Provinsi Lampung, hipertensi gestasional mencapai 20,86% pada tahun 2020, sedangkan di Kabupaten Lampung Timur mencapai 17,86% pada tahun yang sama.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur tahun 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2023 di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design dengan pendekatan pretest-posttest with one group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling.Hasil: Tekanan darah rata-rata sebelum mengonsumsi jus jeruk keprok adalah 146,62 mmHg (sistolik), dengan simpangan baku (SD) 3,420 dan galat baku (SE) 0,587. Tekanan darah sistolik minimum yang tercatat adalah 140 mmHg, dan maksimum 155 mmHg. Tekanan darah diastolik rata-rata adalah 103,53 mmHg, dengan SD 8,663 dan SE 1,186. Tekanan darah diastolik minimum yang tercatat adalah 90 mmHg, dan maksimum 115 mmHg. Setelah mengonsumsi jus jeruk keprok, tekanan darah rata-rata berkurang menjadi 121,32 mmHg (sistolik), dengan SD 7,417 dan SE 1,272. Tekanan darah sistolik minimum yang tercatat adalah 110 mmHg, dan maksimum 145 mmHg. Rata-rata tekanan darah diastolik adalah 91,50 mmHg, dengan SD 6,458 dan SE 1,108. Tekanan darah diastolik terendah yang tercatat adalah 70 mmHg, dan tertinggi adalah 100 mmHg. Nilai p yang diperoleh adalah 0,000 (lebih kecil dari 0,05), yang berarti hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Sumber Rejo Kabupaten Lampung Timur tahun 2023.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan konsumsi jus jeruk keprok terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional.Saran: Disarankan kepada pihak puskesmas agar memberikan informasi tentang penatalaksanaan penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi gestasional dengan menggunakan terapi jus jeruk keprok. Kata Kunci: Hipertensi Gestasional, Kehamilan, Jus Jeruk Keprok. ABSTRACT Background: Hypertension is a disease that can affect anyone, regardless of age or socioeconomic status. Approximately 90% of hypertensive patients were affected by gestational hypertension. In Lampung Province, gestational hypertension accounted for 20.86% in the year 2020, while in East Lampung Regency, it reached 17.86% in the same year.Purpose: The objective of this study was to determine the effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension in the working area of Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency in the year 2023.Methods: This research employed a quantitative approach. It was conducted in May 2023 within the working area Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency. The research design used was a pre-experimental design with a pretest-posttest approach with one group. The purposive sampling technique was used.Result: The average blood pressure before consuming tangerine juice was 146.62 mmHg (systolic), with a standard deviation (SD) of 3.420 and a standard error (SE) of 0.587. The minimum systolic blood pressure recorded was 140 mmHg, and the maximum was 155 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 103.53 mmHg, with an SD of 8.663 and an SE of 1.186. The minimum diastolic blood pressure recorded was 90 mmHg, and the maximum was 115 mmHg. After consuming tangerine juice, the average blood pressure reduced to 121.32 mmHg (systolic), with an SD of 7.417 and an SE of 1.272. The minimum systolic blood pressure recorded was 110 mmHg, and the maximum was 145 mmHg. The mean diastolic blood pressure was 91.50 mmHg, with an SD of 6.458 and an SE of 1.108. The minimum diastolic blood pressure recorded was 70 mmHg, and the maximum was 100 mmHg. The obtained p-value was 0.000 (less than 0.05), meaning that the alternative hypothesis (Ha) was accepted, indicating that there is a significant effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension in the working area of Sumber Rejo Inpatient Public Health Center of East Lampung Regency in 2023.Conclusion: There is a significant effect of tangerine juice consumption on blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension.Suggestion: It is recommended for the public health center is to provide information on the management of blood pressure reduction in pregnant women with gestational hypertension using tangerine juice therapy. Keywords: Gestational Hypertension, Pregnancy, Tangerine Juice.
The Analysis Of Parenting Style Towards Adolescent Premarital Sexual Behavior At Public Senior High School 9 Bandar Lampung Suharman, Suharman; Aryawati, Wayan; Kurniasari, Devi; Hermawan, Desi; Utami, Vida Wira
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.12503

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Perilaku seksual pranikah remaja merupakan suatu perilaku yang dapat menimbulkan hal-hal negatif apabila tidak diungkapkan dengan cara yang tidak sehat dan bertentangan dengan norma yang berlaku. Data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (2018) menunjukkan bahwa 4,5% remaja laki-laki dan 0,7% remaja perempuan mengaku melakukan hubungan seks pranikah. Di Provinsi Lampung terdapat data 20,9% remaja melakukan perilaku seksual berisiko dan 5,1% diantaranya melakukan hubungan seksual.Tujuan Penelitian: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua (demokratis, permisif, dan otoriter) dengan persepsi remaja terhadap perilaku seksual pranikah di SMA Negeri 9 Bandar Lampung.Metode Penelitian: Sampel penelitian adalah 200 siswa berusia 16-18 tahun. Pemilihan peserta melalui teknik kombinasi Accidental Sampling dan Purposive Sampling yang dilakukan secara langsung. Seluruh variabel dalam penelitian pola asuh demokratis, permisif, dan otoriter diukur dengan metode self-report menggunakan instrumen kuesioner.Hasil Penelitian: Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan positif antara pola asuh permisif dan demokratis terhadap perilaku seks pranikah remaja (p-value = 0,006 dan p-value = 0,000) dan tidak terdapat hubungan signifikan dengan pola asuh otoriter (p-value = 0006).Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bagi orang tua siswa dalam mengasuh anak akan disertai dengan motivasi yang tinggi untuk menghindari perilaku seksual pranikah.Saran: Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai saran pendekatan pendidikan seks bagi remaja yang tepat yaitu melalui keterlibatan langsung orang tua dalam pengasuhan anak seperti berdiskusi bersama, berlibur bersama, berolahraga bersama, agar dapat mendekatkan hubungan dan untuk menciptakan ruang bagi anak-anak untuk bercerita. Kata Kunci: Perilaku seksual pranikah, pola asuh demokratis, pola asuh permisif, pola asuh otoriter. ABSTRACT Backgound of Study: Adolescent premarital sexual behavior was a behavior which was able to lead to negative things when it was not expressed in an unhealthy manner and contrary to prevailing norms. The Indonesian Basic Health Research (2018) data showed that 4.5% of male adolescents and 0.7% of female adolescents admitted to have premarital sex. In Lampung Province there was data that 20.9% of adolescents had risky sexual behavior and 5.1% of them had sexual intercourse.Purpose of Study: This study was conducted to determine the correlation between parenting style (democratic, permissive, and authoritarian) and adolescents' perceptions of pre-marital sexual behavior at Public Senior High School 9 Bandar Lampung.Method of Study: The sample of study was 200 students aged 16-18 years. Selection of participants through a combination technique of accidental sampling and purposive sampling which was carried out directly. All variables in the study were democratic, permissive, and authoritarian parenting measured by the self-report method using a questionnaire instrument.Result of Study: Statistical analysis showed there was a positive correlation between permissive and democratic parenting styles on adolescent premarital sex behavior (p-value = 0.006 and p-value = 0.000) and there was not significant correlation with authoritarian parenting (p-value = 0006).Conclusion: This results of study showed that for students of parents in parenting would be accompanied by a high motivation to avoid premarital sexual behavior.Suggestions: These results of study could be used as suggestions for an appropriate approach to sex education for adolescents that was through direct parental involvements in child care such as having discussion time together, vacationing together, playing sports together, in order to draw closer relationships and to create space for children to tell their stories. Keywords: Premarital sexual behaviour, democratic parenting, permissive parenting, authoritarian parenting. 
Pengaruh Pemberian Kurma Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Ibu Hamil Dengan Anemia di Desa Bumisari Natar Ramadhiena Destia Murtisari; Devi Kurniasari; Anissa Ermasari; Nurul Isnaini
Inovasi Kesehatan Global Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Inovasi Kesehatan Global
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/ikg.v2i1.1219

Abstract

Anemia in pregnant women is a health problem that is often faced in Indonesia. Anemia requires special attention because it can have a significant impact on maternal and neonatal health. Based on data for May 2024 at the Bumisari Village posyandu, there were 67 pregnant women and 46.2% of them had anemia. An effort to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia is by giving them dates which contain high levels of iron. The aim of the research is to determine the effect of giving dates to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia in Bumisari Natar Village in 2024. Quantitative research type, pre-experimental research method with a one group pretest-posttest design approach. The population is all 67 pregnant women recorded in May 2024 with a sample of 31 respondents. 7 dates were given per day for 7 consecutive days. Data collection used observation sheets, univariate and bivariate data analysis (t-test). Based on the research results, it is known that the average hemoglobin level of pregnant women with anemia before consuming dates is 9,652 gr/dl, while the average hemoglobin level of pregnant women with anemia after consuming dates is 11,545 gr/dl. There was an effect of giving dates to increase hemoglobin levels in pregnant women with anemia in Bumisari Natar Village in 2024 (p-value 0.001) with a difference in increase in hemoglobin levels of 1,893 gr/dl. Advice for health workers, especially midwives, is to advise pregnant women to consume dates as a companion to Fe tablets because they can increase hemoglobin levels in pregnant women.
The Relationship Between the Utilization of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and Knowledge and Frequency of Antenatal Care (ANC) Visits at Candipuro Inpatient Health Center in 2025 Sari, Yuni Maryana; Ermasari, Anissa; Kurniasari, Devi; Fitria, Fitria
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i9.22539

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data rekam medis di Puskesmas Rawat Inap Candipuro tahun 2024 diketahui dari 1147 ibu hamil dengan kunjungan K1 sebesar 88,93%, K4 sebesar 81,26% dan K6 sebesar 71,3%. Keberhasilan program kesehatan ibu dapat dinilai melalui indikator utama Angka Kematian Ibu (AKI). Ibu hamil yang membaca buku KIA akan mengalami peningkatan pengetahuan dan kesadaran kesehatan.Tujuan: Tujuan penelitian diketahui hubungan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) Dengan pengetahuan dan frekuensi kunjungan antenatal care (ANC) di Puskesmas Rawat Inap Candipuro Tahun 2025Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Candipuro sebanyak 68 ibu hamil dengan sampel yang digunakan sebanyak 54 responden, meggunakan teknik acidental sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, analisis data secara univariat dan bivariat (uji chisquare).Hasil: Hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 28 (51,9%) responden memanfaatkan buku KIA, sebanyak 35 (64,8%) responden memiliki pengetahuan baik, dan sebanyak 30 (55,6%) responden melakukan kunjungan ANC tidak sesuai.Kesimpulan: . Ada hubungan pemanfaatan buku KIA dengan pengetahuan ibu hamil (p-value =0,013) dan hubungan pemanfaatan buku KIA dengan frekuensi kunjungan ANC pada ibu hamil (p-value =0,00) di Puskesmas Rawat Inap Candipuro tahun 2025.Saran: Saran bagi Ibu hamil diharapkan dapat memanfaatkan Buku KIA dengan membaca isinya secara rutin dan membawanya saat kunjungan ANC sebagai sumber informasi dan pencatatan kesehatan kehamilan. Kata Kunci: frekuensi kunjungan ANC, Ibu hamil, pemanfaatan buku KIA, pengetahuan ABSTRACT Background: Based on medical records at Candipuro Inpatient Health Center in 2024, out of 1,147 pregnant women, the percentage of K1 visits was 88.93%, K4 visits was 81.26%, and K6 visits was 71.3%. The success of maternal health programs can be assessed through a key indicator, the Maternal Mortality Rate (MMR). Pregnant women who read the Maternal and Child Health (MCH) Handbook are expected to experience an increase in knowledge and health awareness.Purpose This study aimed to determine the relationship between the utilization of the Maternal and Child Health (MCH) Handbook and knowledge as well as the frequency of antenatal care (ANC) visits at Candipuro Inpatient Health Center in 2025.Methods: This was a quantitative study with a cross-sectional design. The population consisted of all pregnant women in the working area of Candipuro Inpatient Health Center, totaling 68 women, with a sample of 54 respondents selected using accidental sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses (Chi-square test).Results: The results showed that 28 respondents (51.9%) utilized the MCH Handbook, 35 respondents (64.8%) had good knowledge, and 30 respondents (55.6%) had ANC visits that were not in accordance with the recommended schedule.Conclusion: There was a significant relationship between the utilization of the MCH Handbook and maternal knowledge (p-value = 0.013), as well as between the utilization of the MCH Handbook and the frequency of ANC visits among pregnant women (p-value = 0.00) at Candipuro Inpatient Health Center in 2025.Suggestion: Pregnant women are encouraged to make use of the MCH Handbook by regularly reading its contents and bringing it during ANC visits as a source of information and a record of maternal health. Keywords: ANC visit frequency, pregnant women, utilization of the MCH Handbook, knowledge
PEMBERIAN SARI KURMA TERHADAP KADARHEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL Sari, Anggi Yunita; Yantina, Yuli; Lathifah, Neneng Siti; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 4 (2021): Volume 1 Nomor 4, Desember 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i4.4459

Abstract

Giving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes :To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung RegencGiving Date Palm Jiuce  (Phoenix Dactylifera) To Increase of Hemoglobin levels in pregnant Background: Anemia is a biggest health problem in the world. Approximately 42% of pregnant women suffer from anemia greater than nonpregnant women. The cause of anemia in pregnant women is iron deficiency, folic acid, and acute bleeding. Dates (Phoenix dactylifera) are often referred to as foods that can increase hemoglobin levels because of their high iron content.Purposes : To determine the effect of giving palm juice to hemoglobin levels in pregnant women in the Mekar Jaya village in the working area of Mataram Merbau Health Center in South Lampung Regency in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci             : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamily in 2020.Method: Uses a Quasi Experimental design with a non randomized pre-test-post-test with control group approach design. The population in this study were all pregnant women with mild anemia in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency. The sample size is 22 respondents, with 11 respondents included in the control group and 11 other respondents included in the experimental group.Results : Showed the average difference in increased Hb levels of pregnant women between pre-test and post-test in the experimental group was 1.5636 gr% greater than the average difference in the control group that was 0.7364 gr%. By using the t-independent statistical test the Sig. (2-tailed) 0,000 <0.05Conclusion: There is an effect of giving palm juice to the increase in hemoglobin levels in pregnant women in the village of Mekar Jaya, the working area of the Merbau Public Health Center in Mataram, South Lampung Regency in 2020. Keywords: Anemia, Hemoglobin,  Palm Extract , Pregnant Woman Latar Belakang: Anemia merupakan suatu permasalahan kesehatan terbesar di dunia. Sekitar 42% ibu hamil menderita anemia lebih besar  dari  pada wanita tidak hamil. Penyebab anemia pada wanita hamil adalah kekurangan zat besi, asam folat, dan perdarahan akut. Sari buah kurma (Phoenix dactylifera) sering disebut sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin karena kandungan zat besi yang tinggi.Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kurma terhadap kadar Hemoglobin pada ibu hamil di desa mekar jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020.Metode: Menggunakan rancangan Quasi Eksperimental dengan pendekatan non randomized pre test-post test with control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan anemia ringan yang ada di desaMekar Jaya Wilayah Kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Besar sampel adalah 22 responden, dengan 11 responden masuk ke dalam kelompok kontrol dan 11 responden lainnya masuk ke dalam kelompok eksperimen.Hasil:  Dari hasil penelitian menunjukkan selisih rata-rata peningkatan kadar Hb ibu hamil antara pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen adalah 1.5636 gr% lebih besar dari pada selisih rata-rata kelompok kontrol yaitu 0.7364 gr%. Dengan menggunakan uji statistik t-independent didapatkan hasil nilai Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05. Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian sari kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil di desa Mekar Jaya wilayah kerja Puskesmas Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2020. Kata Kunci           : Anemia, Hemoglobin, Sari Kurma, Ibu Hamil 
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Fenniokha, Nabela Gyandra; Kurniasari, Devi; Susilawati, Susilawati
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 3 (2024): Volume 4, Nomor 3 September 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i3.17505

Abstract

The contraception that is mostly chosen by acceptors in Indonesia is 61.4% injectable contraception, but injection contraception has an impact that can cause weight gain. acceptors revealed that by using injectable contraception they felt it was more practical in the family planning process. The purpose of the study was to find the effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain in Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung in 2020. This type of quantitative research, analytical research design with true experiment approach with two group posttest only design with control group design population in this study were all 804 family planning ask-receptors, 40 samples divided into 2 groups, simple random sampling technique, this research has conducted in July 2020. data collection using observation sheets. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test). The results showed that the mean increase in body weight for 3 months injection family planning acceptors was 3,7 kg, the mean increase in body weight for 1 month injection family planning acceptors was 1,8 kg. There is no effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain at the Gedong Air Bandar Lampung Community Health Center in 2020, the statistical test results obtained p-value = 0.016 (p-value> α = 0.05). Health workers are expected to be able to provide counseling for hormonal contraceptive acceptors, especially injections to be able to switch to long-term nonhormonal contraceptives such as IUDs. Key words: contraception, 3 months injection, body weight ABSTRAKKontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB.tujuan penelitian Diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group postest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh askseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, tekhnik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah di lakukan bulan Juli 2020.  pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7  Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Tidak ada Pengaruh  Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD. Kata kunci: kontrasepsi, suntik 3 bulan , berat badan
Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Sani, Novriyana; Yantina, Yuli; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 2 (2024): Volume 4, Nomor 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i2.15607

Abstract

Back graound Lampung Province health in 2018 the coverage of exclusive breastfeeding was 56.1%, while in 2019 it decreased to 42.7%. The number of post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in February 2020 was 280 post partum mothers, of which 112 mothers (41.2%) had breastfeeding out at 72 hours post partum (breastfeeding was slow), 11 mothers (4%) had more milk. than 72 hours or can be categorized as late, 104 mothers (35.3%) at 48 hours post partum, and 53 mothers (19.5%) breastfeeding out at 24 hours post partum which can be categorized as fast. The purpose of this study was to determine the factors associated with breastfeeding in postpartum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital in 2020. This type of research is quantitative using a cross sectional approach design. The population in this study were all post partum mothers at Puri Betik Hati mother and child hospital, as many as 185 respondents, the sample of all postpartum mothers at the time of the study were 109 respondents, using the sampling technique, namely Accidental Sampling. Based on the results of statistical tests, it was found that there was a relationship between maternal age and breastfeeding with the Chi-Square test p-value of 0.040 ≤ α (0.05) and an OR value of 2.987. There is a relationship between maternal parity on breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.155. There is no relationship between maternal occupation and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.395 ≥ α (0.05) and the OR value of 1.417. There is no correlation factor between maternal education and breastfeeding expenditure with the results of the Chi-Square test p-value of 0.452 ≥ α (0.05) and an OR value of 1.607.Conclusion There is a relationship between husband's support for breastfeeding and the results of the Chi-Square test p-value of 0.000 ≤ α (0.05) and the OR value of 0.033. There is no relationship between Early Initiation of Breastfeeding and breastfeeding with the Chi-Square test results p-value of 0.338 ≥ α (0.05) and an OR value of 0.671.Suggestion expected to provide information about the factors associated with breastfeeding in post-partum mothers, that the husbands will continue to provide support to mothers in breastfeeding and reduce anxiety levels in postpartum mothers. Keywords : release of breast milk,postpartum ABSTRAK Latar Belakang Profil data kesehatan Provinsi Lampung pada tahun 2018 cakupan pemberian ASI eksklusif sebesar 56,1% sedangkan pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 42,7%. Jumlah ibu post partum di RSIA Puri Betik Hati pada bulan Februari 2020 adalah sebanyak 280 ibu post partum, dimana diantaranya 112 ibu (41.2%) ASI keluar pada 72 jam post partum (pengeluaran ASI lambat), 11 ibu (4%) ASI keluar lebih dari 72 jam atau dapat dikategorikan lambat, 104 ibu (35.3%) pada 48 jam post partum, dan 53 ibu (19.5%) ASI keluar pada 24 jam post partum yang dapat dikategorikan cepat.Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu Post Partum di RSIA Puri Betik Hati Bandar Lampung tahun 2020. Jenis Penelitinan ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di  RSIA Puri Betik Hati yaitu sebanyak 185 responden, sampel seluruh ibu postpartum pada saat penelitian berlangsung sebanyak 109 responden, dengan menggunakan teknik Pengambilan sampel yaitu Accidental Sampling.Hasil Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan bahwa ada hubungan antara Usia ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,040 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 2.987. Ada hubungan antara Paritas ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,155. Tidak Ada hubungan antara Pekerjaan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,395 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.417. Tidak Ada faktor hubungan antara Pendidikan ibu terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,452 ≥ α (0,05) dan nilai OR sebesar 1.607.Kesimpulan Ada hubungan antara Dukungan Suami terhadap pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,000 ≤ α (0,05) dan nilai OR sebesar 0,033. Tidak Ada hubungan antara Inisiasi Menyusu Dini dengan pengeluaran ASI dengan hasil uji Chi-Square p-value sebesar 0,338 ≥ α (0,05) dan  nilai OR sebesar 0,671.Saran memberikan informasi tentang faktor – faktor yang berhubungan dengan pengeluaran ASI pada ibu post partum, dan diharapkan agar suami untuk tetap memberikan dukungan kepada ibu dalam memberikan ASI dan dapat menurunkan tingkat kecemasan pada ibu postpartum. Kata Kunci : Pengeluaran ASI,Post partum Bakri, I., Sari, M. M., & Pertiwi, F. D. (2019). HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMPUR KOTA BOGOR TAHUN 2018. PROMOTOR, 2(1), 27-36.Hani, R. U. (2014). Hubungan dukungan suami terhadap keberhasilan pemberian Asi eksklusif pada ibu primipara di wilayah kerja puskesmas pisangan.Hartini, S., & Subiyatun, S. (2014). Hubungan Tingkat Pendidikan Ibu dengan Keberhasilan ASI Eksklusif pada Bayi Umur 6-12 Bulan di Puskesmas Kasihan II Yogyakarta (Doctoral dissertation, STIKES'Aisyiyah Yogyakarta).Huang, Y. Y., Lee, J. T., Huang, C. M., & Gau, M. L. (2009). Factors related to maternal perception of milk supply while in the hospital. Journal of Nursing Research, 17(3), 179-188.Infodatin, B. (2018). Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI,“. Indokator dan Target”, Jakarta.Kusumawardhani. (2010). ASI Bikin Anak Cerdas. Jakarta. Djambatan.Mamonto, T. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian ASI Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Kotobangon Kecamatan Kotamobagu Timur Kota Kotamobagu. KESMAS, 4(1).Mawaddah, S. (2018). Hubungan Inisiasi Menyusu Dini Dengan Pemberian Asi Ekslusif Pada Bayi. Jurnal Info Kesehatan, 16(2), 214-225.Nasihah, L. (2015). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Ibu dalam Pemberian Asidi BPM Ny. Andre Kediri. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 2(2), 144-149.Nisman, W. A., Margaretha, E. M., Sandi, A., & Lesmana, S. (2011). Panduan Ibu Pintar Menyusui.Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan, Rineka Cipta. Jakarta. Indonesia.Nurliawati, E. (2010). Faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi air susu ibu pada ibu pasca seksio sesarea di wilayah kota dan kabupaten tasikmalaya. Jurnal FIK UI.Nyqvist, K. H., Häggkvist, A. P., Hansen, M. N., Kylberg, E., Frandsen, A. L., Maastrup, R., ... & Haiek, L. N. (2013). Expansion of the baby-friendly hospital initiative ten steps to successful breastfeeding into neonatal intensive care: expert group recommendations. Journal of Human Lactation, 29(3), 300-309.Ojong, I. N., Uga, A. L., & Chiotu, C. N. (2015). Knowledge and attitude of pregnant women towards focused ante natal care services in university of calabar teaching hospital, calabar, cross river state. Nigeria, 1(1), 14-23.Puspitasari, S., & Pujiastuti, W. (2015). HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP STATUS GIZIPADA BAYI USIA 7-8 BULAN DI WILAYAH PUSKESMAS TLOGOMULYO, KABUPATEN TEMANGGUNG TAHUN 2014. Jurnal Kebidanan, 4(8), 62-69.Rahmawati, A., & Prayogi, B. (2017). Analisis Faktor yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu (ASI) pada Ibu Menyusui yang Bekerja. Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery), 4(2), 134-140.Raharjo, B. B. (2014). Profil ibu dan peran bidan dalam praktik inisiasi menyusu dini dan asi eksklusi. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(1), 53-63.Risneni, A. Y. (2016). Buku Ajar Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info Media.SDKI. (2017). Survei Demografi Kesehatan Indonesia. JakartaUNICEF, W. (2018). Capture the Moment–Early initiation of breastfeeding: The best start for every newborn. New York: UNICEF.World Health Organization. (2002). The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review. In The optimal duration of exclusive breastfeeding: a systematic review.World Health Organization. (2017). Guideline: protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services (No. 9789241550086). World Health Organization.   
Co-Authors Afriani, Nasita Anggraini Anggraini Anisa Ermasari Annisa Rahma wati Aprilia Dwi Sukowati Arfina Yulistiani Aryawati, Wayan Astriana Astriana, Astriana Auliya Warda Ningrum Azzahra, Balqis Berthilia Berthilia Dewi Yuliasari Diah Astika Winahyu Dwi Marlina Syukri Dwi Nopitasari Ema Listiyaningsih Ermasari, Anissa Erna Listyaningsih Eva Nauli Evayanti, Yulistiana Fadhillah, Reza Fadhillah Fadilah, Intan Falinda Falinda Febriyanti, Putri Nabila Fenniokha, Nabela Gyandra Ferlinthany Ferlinthany Fiki Arifandini Fitri Ekasari Fitria Fitria Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Hadika, Afifah Nur Aini Henny Prihatni Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Herti Dwi Lestari Hidayah, Renita Tri Nur Iis Maisaroh Iqmy, Ledy Octaviani Jayanti, Violita Puspita Karlina Herawati Lathifah, Neneng Siti Mariza, Ana Marlinda Marlinda Meisya Royani Mona Oktalira Nabela Gyandra Fenniokha Ni Wayan Warniyati Nita Evriana Sari Novalina, Fera Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Oktiana oktiana Panca Nursela Putri Lia Rosa Putri, Elsya Bela Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi R, Leni Novaria Rachmawati, Fijri Ramadhiena Destia Murtisari Ratna Dewi Putri Rizka Nur Fadilah Rosmiyati M.Kes Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Sandayanti, Vira Sani, Novriyana Sari Prawardani Sari, Anggi Yunita Sari, Yuni Maryana Sholiha, Sangidatus Siti Selvia Vebriani Siti Suprihatin Suharman Suharman, Suharman Sukmawati, Ndari Sunarsih Sunarsih Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Utami, Vida Wira Velinda, Veronika Heni Vera Lusi Alvionita Watini, Watini Winahyu, Diah Astika Wulan Anggarini Yetti Amir Astuti Yohana Christine Simatupang Yuistiana Evayanti Yuli Yantina Yuliana Tampubolon Yuliasari, Dewi Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima Zarma H Zarma Zarma Zarma, Zarma Zelpita, Dela Zuhraini, Rani Zuriah Zuriah