Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Rangsangan Puting Susu Terhadap Lamanya Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Multigravida R, Leni Novaria; Kurniasari, Devi; Astriana, Astriana; Putri, Ratna Dewi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v3i1.5020

Abstract

Background : Prolonged labor is labor that lasts more than 24 hours in primigravidas, and more than 18 hours in multigrades, which is one of the leading causes of maternal and newborn mortality. Interventions that can be done to increase uterine contractility include acupressure, artificial membrane rupture and nipple stimulation. Nipple stimulation is a technique that can encourage an initial contraction by doing a circular motion, rubbing or gently massaging the area around the nipple. Purpose : The purpose of the study was to determine the effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Work Area of the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in 2021.Methods : This type of quantitative research with a true experimental approach. The population of this study was 95 multigravida mothers with a sample of 30 people, of which 15 people will be experimented with and 15 people will be the kontrol  group. The object of this research is nipple stimulation and duration of active phase I labor in multigravida. The research was carried out in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center in June - July 2021. The data was collected using partographs and observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate.Result : The results of the study the average length of labor in the intervention group was 148.6 hours/minute while the average length of labor in the kontrol  group was 170.5 hours/minute. Conclusion There is an effect of nipple stimulation on the duration of active phase I labor in multigravida in the Rawapitu Tulang Bawang Health Center Work Area in 2021 with a p-value = 0.010. Suggestion: It is hoped that for the next pregnancy the patient can use nipple stimulation as an effort to increase contractions. Keywords: first stage of labor, nipple stimulation, and multigravida ABSTRAK Latar Belakang : Persalinan lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam pada primigradiva, dan lebih dari 18 jam pada multigradiva, dengan angka kejadian 4,3%. Intervensi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kontraktilitas uterus antara lain dengan stimulasi puting susu.Tujuan : Tujuan penelitian diketahui pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021.Metode : Penelitian kuantitatif rancangan quasi eksperimen. Populasi ibu bersalin multigravida sebanyak 95 orang dengan sampel sebanyak 30 orang, dimana sebanyak 15 orang diberikan intervensi dan 15 orang sebagai kelompok kontrol. Objek penelitian rangsangan puting susu dan lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida. Penelitian telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang pada bulan Juni - Juli 2021. Pengumpulan data menggunakan partograf dan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat.Hasil : Hasil penelitian rata-rata lamanya persalinan kelompok intervensi adalah 138,6 menit sedangkan rata-rata lamanya persalinan kelompok kontrol adalah 156,6 menit.Kesimpulan Ada pengaruh rangsangan puting susu terhadap lamanya persalinan kala I fase aktif pada multigravida di Wilayah Kerja Puskesmas Rawapitu Tulang Bawang tahun 2021 dengan nilai p-value = 0,000. Saran : Diharapkan puskesmas menerapkan asuhan sayang ibu dengan membuat standar prosedur operational (SPO) rangsangan putting susu menjadi SPO tetap di wilayah kerja Puskesmas. Kata Kunci : rangsangan puting susu, persalinan kala I fase aktif, multigravida
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Skrining Serologi Infeksi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Marlinda, Marlinda; Kurniasari, Devi; Evayanti, Yulistiana; Utami, Vida Wira
MIDWIFERY JOURNAL Vol 4, No 4 (2024): Volume 4, Nomor 4 Desember 2024
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v4i4.18405

Abstract

The World Healt Organitation (WHO) estimates that as many as 37 million births in the Southeast Asian region each year, while the total maternal and newborn deaths in this region are estimated at 170 and 1.3 million per year. AKI related to pregnancy, childbirth and childbirth was 305 per 100,000 live births. To find out the factors related to the serological screening behavior of maternal infections in pregnant women at the Karang Anyar Health Center in South Lampung Regency in 2019.Type of quantitative research, analytical research design and cross sectional approach. The population of all pregnant women was 42 people and a sample of 42 people with purposive sampling technique. Data collection uses questionnaire sheets and observations and statistical tests used Chi-Square statistical tests.There is a correlation between knowledge and serological screening behavior, obtained p-value (0,000 <α 0,05). OR: 19.00. There is a relationship between attitude and serological screening behavior, obtained p-value (0.006 <α 0.05). OR: 7,933. There is a relationship between health worker support and serological screening behavior, obtained by p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600.There is a relationship between knowledge, attitudes and support of health workers by serological screening of maternal infections. It is necessary for pregnant women to increase their knowledge so that they understand more about the knowledge of the dangers of infection in mothers by routinely appreciating health education activities carried out by health workers. Keywords : Behavior Screening Maternal Infection, Knowledge, Attitude, Health Officer Support ABSTRAK World Healt Organitation (WHO) memperkirakan, sebanyak 37 juta kelahiran dikawasan Asia Tenggara setiap tahun, sementara total kematian ibu dan bayi baru lahir dikawasan ini diperkirakan 170 dan 1,3 juta pertahun. AKI yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan, dan nifas sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini adalah diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal pada ibu hamil di Puskesmas Karang Anyar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian analitik dan pendekatan  cross sectional. Populasi seluruh ibu hamil sebanyak 42 orang dan sampel sebanyak 42 orang dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi dan Uji statistik yang digunakan uji statistik Chi-Square.Ada hubungan pengetahuan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p- value (0,000 <α 0,05). OR: 19,00. Ada hubungan sikap dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,006 <α 0,05). OR: 7,933. Ada hubungan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi, diperoleh p-value (0,000 <α 0,05). OR: 30,600. Ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan petugas kesehatan dengan perilaku skrining serologi infeksi maternal. Disarankan ibu hamil meningkatkan pengetahuan agar lebih mengetahui tentang pengetahuan akan bahaya infeksi maternal pada kehamilan dengan cara rutin berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan atau pendidikan kesehatan yang dilakukan petugas kesehatan. Kata Kunci : Perilaku Skrining Serologi Infeksi Maternal, Pengetahuan, Sikap, Dukungan Petugas Kesehatan 
Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Mempengaruhi Kenaikan Berat Badan Ibu Fenniokha, Nabela Gyandra; Susilawati, Susilawati; Kurniasari, Devi; Evayanti, Yulistiana
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3,September 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i3.8416

Abstract

Background The contraception that is mostly chosen by acceptors in Indonesia is 61.4% injectable contraception, but injection contraception has an impact that can cause weight gain. acceptors revealed that by using injectable contraception they felt it was more practical in the family planning process. The purpose of the study was to find the effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain in Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung in 2020. Methods This type of quantitative research, analytical research design with true experiment approach with two group posttest only design with control group design population in this study were all 804 family planning askreceptors, 40 samples divided into 2 groups, simple random sampling technique, this research has conducted in July 2020. data collection using observation sheets. Univariate and bivariate data analysis t-test (t-test). The results showed that the mean increase in body weight for 3 months injection family planning acceptors was 3,7 kg, the mean increase in body weight for 1 month injection family planning acceptors was 1,8 kg. Conclusion There is no effect of 3-month injection contraception on maternal weight gain at the Gedong Air Bandar Lampung Community Health Center in 2020, the statistical test results obtained p-value = 0.016 (pvalue> α = 0.05). Suggestion Health workers are expected to be able to provide counseling for hormonal contraceptive acceptors, especially injections to be able to switch to long-term nonhormonal contraceptives such as IUDs. Key words: body weight, contraception, 3 months injection,Kontrasepsi yang banyak dipilih oleh akseptor di Indonesia adalah kontrasepsi suntik sebanyak 61,4%, namun kontrasepsi suntik memiliki dampak yang dapat menyebabkan penambahan berat badan. akseptor mengungkapkan dengan menggunakan kontrasepsi suntik mereka merasa lebih praktis dalam proses KB. Tujuan penelitian diketahui Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020. Metode : Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian analitik dengan pendekatan true eksperimen dengan rancangan two group postest only With Control group design populasi dalam penelitian ini adalah seluruh askseptor KB sebanyak 804, sampel sebanyak 40 yang dibagi 2 kelompok, tekhnik sampling secara simple random sampling, penelitian ini telah di lakukan bulan Juli 2020. pengumpulan data dengan lembar observasi. Analisa data univariat dan bivariat uji t (t-test). Hasil penelitian Diketahui mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 3 bulan seberat 3,7 Kg, mean peningkatan berat badan akseptor KB Suntik 1 bulan seberat 1,8 Kg. Kesimpulan Tidak ada Pengaruh Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Terhadap Kenaikan Berat Badan Ibu Di Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Tahun 2020, hasil uji statistik didapatkan p-value = 0,016 (p-value > α = 0,05). Saran tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan konseling pada akseptor kontrasepsi hormonal khususnya suntik untuk bisa beralih kekontrasepsi nonhormonal jangka panjang seperti IUD. Kata kunci: berat badan kontrasepsi, suntik 3 bulan
Hubungan Prenatal Yoga Terhadap Kecemasan Ibu Hamil Trimester III Di TPMB Tri Imawati S.ST., Bdn Kota Metro Fadilah, Intan; Kurniasari, Devi; Zarma, Zarma
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 September 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i3.22385

Abstract

Anxiety in pregnant women in the third trimester is a psychological problem that often occurs before childbirth. High levels of anxiety can have a negative impact on the condition of the mother and fetus. Prenatal yoga is a non-pharmacological intervention that has been proven effective in reducing anxiety during pregnancy.This study aims to determine the relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester at TPMB Tri Imawati SST., Bdn Metro City. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 20 pregnant women in their third trimester who were selected using  accidental  sampling.  Data  were  collected  using  the  Prenatal  Anxiety  Screening  Scale  (PASS) questionnaire and analyzed using the Chi-Square test.The results showed that of the 10 pregnant women who participated in prenatal yoga, the majority experienced mild anxiety and none experienced anxiety. In contrast, of the 10 pregnant women who did not participate in prenatal yoga, all experienced severe anxiety. The analysis results showed a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels (p < 0.05).There is a significant relationship between prenatal yoga and anxiety levels in pregnant women in their third trimester. Prenatal yoga can be used as an alternative intervention to reduce anxiety before childbirth. Keywords: Prenatal yoga, anxiety, pregnant women, third trimester ABSTRAK Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan permasalahan psikologis yang sering terjadi menjelang persalinan. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat berdampak buruk terhadap kondisi ibu dan janin. Prenatal yoga merupakan intervensi non- farmakologis yang terbukti efektif dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara prenatal yoga terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil  trimester  III  di  TPMB  Tri  Imawati  SST.,  Bdn  Kota  Metro.  Penelitian  ini  menggunakan  pendekatan kuantitatif  dengan  desain  cross-  sectional.  Sampel  terdiri  dari  20  ibu  hamil  trimester  III  yang  dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Prenatal Anxiety Screening Scale (PASS) dan dianalisis dengan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 ibu hamil yang mengikuti prenatal yoga, mayoritas mengalami kecemasan ringan dan tidak ada kecemasan. Sebaliknya, dari 10 ibu hamil yang tidak mengikuti prenatal yoga, seluruhnya mengalami kecemasan berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan  antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan (p < 0,05).Terdapat hubungan yang signifikan antara prenatal yoga dengan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III. Prenatal yoga dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi dalam menurunkan kecemasan menjelang persalinan Kata Kunci: Prenatal yoga, kecemasan, ibu hamil, trimester III
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BIT DENGAN PENINGKATAN HB PADA REMAJA PUTRI Zuhraini, Rani; Anggraini, Anggraini; Kurniasari, Devi; Suharman, Suharman
MIDWIFERY JOURNAL Vol 1, No 3 (2021): Vol 1.No.3 September 2021
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v1i3.5221

Abstract

Backgrund :The prevalence of anemia in Indonesia is 21.7%. The prevalence of anemia in women is higher than in men. Based on the results of a pre survey conducted on 6 female students of Bandar Lampung 14 high school about adolescent anemia, it was found that 4 respondents (60%) did not understand well what anemia was in adolescents, and there were anemia symptoms such as anemic, weak, tired, lethargic, after hemorrhoid examination. Hb values are varied, which is 8.5-10.6 mg / dl while the remaining 2 people (20%) can understand anemia in adolescent anemia, and do not find anemia symptoms in these students. The purpose of this study is to know the effect of giving beet juice with increased Hb in adolescent girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Purpose :It is known that there is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in girls in SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Methode :Quasi Experimental research design with one group pretest - posttest design approach. The population in this study was the first and second grade teenage girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019 as many as 49 people. The sampling technique uses purposive sampling technique. The independent variable (independent) is beet juice, while the dependent variable is the Hb level, univariate data analysis to determine the average hemoglobin level before and after administration of beet juice, bivariate data analysis using T-test dependent test.Result :The results of this study are known that the average Hb in adolescent girls before being given beetroot juice is equal to 10.682 gr / dl. The average after being given beet juice is 11,088 gr / dl. It is known that there is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in adolescent girls at SMAN 14 Bandar Lampung in 2019, t test was obtained (p value 0.001 <a 0.05). Suggestions in this study are for young women to consume beet juice as a way to increase hemoglobin levels.Conclusion :There is an effect of giving beet juice with an increase in Hb in girls in SMAN 14 Bandar Lampung in 2019Suggestions are expected to consume 250 ml of beetroot juice 1 time / day, for 7 days to overcome the occurrence of anemia. Keywords            : Beet juice, Adolance, Haemaglobin ABSTRAK : PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH BIT DENGAN PENINGKATAN HB PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 14 BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019Latar Belakang :Prevalensi anemia diIndonesia yaitu 21,7%. Prevalensi anemia pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Berdasarkan hasil pre survey yang dilakukan terhadap 6 siswi SMA 14 Bandar Lampung tentang anemia remaja, didapat 4 responden (60%) tidak memahami dengan baik apa anemia pada remaja, dan terdapat gejala anemia seperti anemis, lemah, letih, lesu, setelah dilakukan pemeriksaan Hb didapat nilai Hb yang bervariasi yaitu 8.5-10.6 mg/dl sedangkan 2 orang sisanya (20%) dapat memahami anemia pada anemia remaja, dan tidak ditmukan gejala anemia pada siswi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Tujuan :Diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putrid di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Metode :Rancangan penelitian Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian  ini adalah remaja putri kelas 1 dan 2 di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019 sebanyak 49 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas (independen) yaitu Jus buah bit, sedangkan variabel terikat (dependen) yaitu Kadar Hb, analisa data univariat untuk mengetahui rata-rata kadar hemoglobin sebelum dan setelah pemberian jus buah bit, analisa data bivariat menggunakan uji T-test dependent.Hasil :Hasil penelitian ini adalah diketahui rata-rata Hb pada remaja putri sebelum diberikan jus buah bit yaitu sebesar 10,682 gr/dl. Rata-rata sesudah  diberikan jus buah bit sebesar 11,088 gr/dl. Diketahui ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putri di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019, uji t didapat (p value 0,001 <a 0.05). Kesimpulan :Ada pengaruh pemberian jus buah bit dengan peningkatan Hb pada remaja putrid di SMAN 14 Bandar Lampung Tahun 2019Saran diharapkan untuk mengkonsumsi jus buah bit 1 kali/ hari sebanyak 250ml, selama 7 hari untuk mengatasi terjadinya anemia.  Kata Kunci          : Jus buah bit, Remaja, Hemaglobin
Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Meningkatkan Suhu Bayi Baru Lahir Dan Mencegah Hipotermia Fadhillah, Reza Fadhillah; Nurliyani, Nurliyani; Rosmiyati, Rosmiyati; Kurniasari, Devi
MIDWIFERY JOURNAL Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4, Desember 2022
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v2i4.8699

Abstract

Background : Health problems in children are one of the main problems in the world of health in Indonesia. The degree of children's health describes the degree of health of the nation, because children are the next generation of the nation who have abilities that can be developed in the development of the nation. Newborns are babies born during the first hour of birth. Newborns are babies from birth to 4 weeks of age. Birth is usually at 38-42 weeks' gestation. Hypothermia is an abnormal body temperature of a newborn (<36°C) when measuring temperature through the axillae, where the body temperature of a normal newborn is 36.5°C-37.5°C (axillary temperature). Hypothermia is a sign of danger because it can cause changes in the body's metabolism which will end in heart-pulmonary failure and death. Management that can be done in hypothermic patients is to do the kangaroo method and swaddle with cloth in regulating the baby's body temperature.Purpose : To Know the Effectiveness of Using the Kangaroo Method and Cloth Swaddles to Warm and Increase the Body Temperature of Newborns for the Prevention of Hypothermia in PMB Kemiling Region.Methods: This quantitative research applied pre-experimental method with pretest posttest research design. The sample in this study was 30 infants, conducted by purposive sampling technique. This research found that there was an increase in the temperature of newborns after being given the kangaroo and cloth swaddling method. Based on the result of swaddling the cloth there was an increase of 82.50 and when the kangaroo method was used there was an increase of 68.89 with a p-value of 0.045.Results : It can be concluded that the use of the kangaroo method and cloth swaddling can increase body temperature in newborns and the use of cloth swaddles was more influential in increasing body temperature. Therefore, it is suggested that the results of this study can be applied by midwives to reduce hypothermia in newborns. Keywords : Newborn Baby, Hypothermia, Cloth Swaddling, Kangaroo Method ABSTRAK Latar Belakang : Masalah kesehatan pada anak adalah salah satu masalah utama dalam dunia kesehatan di indonesia. Derajat kesehatan anak menggambarkan derajat kesehatan bangsa, dikarenakan anak sebagai generasi penerus bangsa yang memiliki kemampuan yang dapat di kembangkan dalam perkembangan bangsa. Bayi Baru lahir adalah bayi yang baru lahir selama satu jam pertama kelahiran. Bayi baru Lahir adalah bayi yang baru lahir sampai usia 4 minggu. Lahirnya biasanya dengan usia gestasi 38-42 minggu. Hipotermia adalah suhu tubuh bayi baru lahir yang tidak normal (<36ºC) pada pengukuran suhu melalui aksila, dimana suhu tubuh bayi baru lahir normal adalah 36,5ºC-37,5ºC (suhu aksila). Hipotermi merupakan suatu tanda bahaya karena dapat menyebabkan terjadinya perubahan metabolisme tubuh yang akan berakhir dengan kegagalan fungsi jantung paru dan kematian. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien hipotermia adalah dengan melakukan metode kangguru dan pembedongan dengan kain dalam pengaturan suhu tubuh bayi.Tujuan Penelitian : Diketahui Efektifitas Penggunaan Metode Kanguru Dan Bedong Kain Untuk Menghangatkan Dan Peningkatan Suhu Tubuh Bayi Baru Lahir Untuk Pencegahan Hipotermia di PMB Wilayah Kemiling.Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan metode Pre-eksperimental dengan rancangan penelitian pre test-post test desagn. Sample dalam penelitian ini adalah 30 bayi dengan teknik purposive sampling. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan suhu Bayi Baru Lahir setelah diberikan Metode Kangguru dan Bedong Kain. Dengan hasil saat dilakukan Bedong Kain terjadi peningkatan 82,50  dan pada saat dilakukan Metode Kangguru terjadi peningkatan 68,89 dengan P Value 0,045.Hasil Penilitian : Disimpulkan bahwa penggunaan Metode Kangguru dan Bedong Kain dapat meningkatkan suhu tubuh pada bayi baru lahir dan penggunaan Bedong Kain lebih berpengaruh  untuk menaikkan suhu tubuh. Oleh karena itu disarankan hasil penelitian ini dapat diaplikasikan oleh bidan untuk mengurangi Hipotermia pada Bayi Baru Lahir. Kata kunci : BBL, Bedong Kain, Hipotermia, Metode Kangguru
The Effect Of The Medication And Food Monitoring Program (Mfmp) On Anemia In Pregnant Women Nuroni, Nuroni; Yantina, Yuli; Isnaini, Nurul; Kurniasari, Devi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.11708

Abstract

Latar Belakang: Anemia dianggap sebagai faktor risiko dan dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janin . Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan merupakan program yang bertanggung jawab dalam mengawasi ibu hamil dalam mengkonsumsi obat serta makanan yang diperbolehkan.Tujuan: Mengetahui pengaruh Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan terhadap anemia pada ibu hamil di Puskesmas Pinang Jaya Tahun 2023.Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre-eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil di Puskesmas Pinang Jaya Tahun 2023. Variabel independen adalah Program Pemantau Minum Obat Dan Makanan dan variabel dependen adalah kadar Hb Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji T Independen.Hasil: skor pengetahuan sebelum (tidak PMOM) yaitu 10.175, dan standar deviasi .5475. Sedangkan rerata pengetahuan sesudah (tidak PMOM) yaitu 10.204, dan standar deviasi .5507 dari 56 responden . Sedangkan rerata skor pengetahuan sebelum (PMOM) yaitu 10.114, dan standar deviasi .7006 .Sedangkan rerata pengetahuan sesudah (PMOM) yaitu 10.514, dan standar deviasi .6047 dari 56 responden.Kesimpulan: Ada pengaruh PMOM terhadap anemia pada ibu hamil.Saran: Bagi Puskesmas Pinang Jaya diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak puskesmas dalam membuat kebijakan yang berkaitan dengan pencegahan anemia pada ibu hamil. Kata kunci : PMOM, Anemia, Ibu Hamil ABSTRACT Background: Anemia is considered a risk factor and can lead to complications that threaten the life of the mother and fetus. The Medication and Food Monitoring Program (MFMP) is a program that is responsible for supervising pregnant women in consuming permitted drugs and food.Objective: To determine the effect of the Medication and Food Monitoring Program on anemia in pregnant women at the Pinang Jaya Health Center in 2023.Methods: The design used in this study was pre-experimental. The population in this study were all pregnant women at the Pinang Jaya Health Center in 2023. The independent variable was the Medication and Food Monitoring Program and the dependent variable was Hb levels. Data collection used an observation sheet. Data analysis used the Independent T test.Results: Knowledge score (not MFMP) is 10.175, and standard deviation is 0.5475. While the average knowledge after (not MFMP) is 10.204, and the standard deviation is 0.5507 from 56 respondents. Meanwhile, the mean score of prior knowledge (MFMP) was 10.114, and the standard deviation was 0.7006. Meanwhile, the average post knowledge (MFMP) was 10.514, and the standard deviation was 0.6047 from 56 respondents.Conclusion: There is an effect of MFMP on anemia in pregnant women.Suggestion: It is hoped that the Pinang Jaya Community Health Center can provide useful information for the community health center in making policies related to the prevention of anemia in pregnant women. Keywords: MFMP, Anemia, Pregnant Women 
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pemberian Asi Eksklusif di Puskesmas Mulyojati Metro Barat Kota Metro Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi; Kurniasari, Devi
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 1 (2024): Volume 6 Nomor 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i1.12072

Abstract

ABSTRACT Exclusive breastfeeding is breastfeeding only for 6 months without additional food. According to WHO, in 2020, 44% of infants aged 0-6 months throughout the world were given exclusive breastfeeding. Coverage of exclusive breastfeeding in Lampung Province in 2020 (70.1%), Metro City District (78.7%) but the coverage of exclusive breastfeeding is still low at the Mulyojati Health Center (54.7%). Factors that influence exclusive breastfeeding are knowledge, age, education, and employment. The purpose of the research is to know the relationship between knowledge, age, education, and work regarding exclusive breastfeeding at the Mulyojati Metro Barat Health Center in 2023. This research method includes a type of quantitative research using a cross-sectional approach. The population and sample were mothers with infants aged >6-12 months, totaling 69, using a total sampling technique. Univariate and bivariate data analysis, statistical tests using chi-square test and logistic regression. The results of this study show the results of univariate analysis of 69 respondents, the majority (62.3%) of mothers gave exclusive breastfeeding, the majority (55.1%) of mothers had good knowledge, the majority (55.1%) of mothers aged 20-35 years, the majority (71.0%) of mothers are highly educated, the majority (58.0%) of working mothers. The results of the bivariate analysis showed that there was a relationship between knowledge (p=0.000 OR=9.697), age (p=0.016 OR=3.913), education (p=0.007 OR=5.143), occupation (p=0.006 OR=5.305). Suggestions for mothers, it is hoped that breastfeeding mothers will add knowledge, insight and seek as much information as possible about the correct way of breastfeeding and improve relationships between individuals who can later share information, experience and support each other in providing breastfeeding to their children. Keywords: Knowledge, Age, Education, Occupation, Exclusive Breastfeeding  ABSTRAK ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja selama 6 bulan tanpa makanan tambahan. Menurut WHO pada tahun 2020 yang  memberikan ASI Eksklusif sebanyak 44%  bayi usia 0-6 bulan disuluh dunia yang mendapatkan ASI Eksklusif   Cakupan ASI eksklusif di Provinsi Lampung pada tahun 2020 (70,1%), Kabupaten Kota Metro (78,7%) namun cakupan pemberian ASI eksklusif masih rendah di Puskesmas Mulyojati (54,7%). Faktor yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu pengetahuan, umur, pendidikan, dan pekerjan. Tujuan penelitian Diketahui hubungan pengetahuan pengetahuan, umur, pendidikan, dan pekerjan tentang pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Mulyojati Metro Barat Tahun 2023. Metode penelitian ini termasuk  Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pendekatan cros sectional. Populasi dan sampel adalah ibu bayi usia >6-12 bulan berjumlah 69, dengan teknik total sampling. Analisa data univariat dan bivariat, uji statistik menggunakan uji chi-square dan regresi logistik.  Hasil penelitian ini menunjukan Hasil analisis univariat dari 69 responden sebagian besar (62,3%) ibu memberikan ASI eksklusif, sebagian besar (55,1%) ibu berpengetahuan baik, sebagian besar (55,1%) ibu umur 20-35 tahun, sebagian besar (71,0%) ibu berpendidikan tinggi, sebagian besar (58,0%) ibu bekerja. Hasil analisis bivariate menunjukan ada hubungan pengetahuan (p=0,000 OR=9.697), umur (p=0,016 OR=3.913), pendidikan (p=0,007 OR=5.143), pekerjaan (p=0,006 OR=5.305). Saran bagi ibu diharapkan para ibu menyusui menambah pengetahuan, wawasan dan mencari informasi yang sebanyakbanyaknya  tentang cara menyusui yang benar serta meningkatkan hubungan antar individu yang nantinya bisa berbagi informasi, pengalaman serta saling mendukung dalam memberikan ASI kepada anaknya Kata Kunci: Pengetahuan, Umur, Pendidikan, Pekerjaan, ASI Eksklusif  
The Effect Of Dragon Fruit Juice Consumption On The Increase Of Hemoglobin (Hb) Levels In Pregnant Women Susella, Yessa; Kurniasari, Devi; Lathifah, Neneng Siti; Riyanti, Riyanti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.11506

Abstract

Latar belakang : Ibu hamil pada survey data tahun 2022 didapatkan data sebanyak 126 orang, dan yang mengalami anemia kehamilan sebanyak 34 orang (26,98%), sedangkan ibu hamil yang tidak mengalami anemia pada tahun 2022 sebanyak 66 orang (73,02%). Dari data yang diperoleh oleh penulis ditemukan adanya kenaikan persentasi anemia pada kehamilan dan angka tersebut masih termasuk kategori tinggi, dan jika tidak ditangani dapat menyebabkan perdarahan saat persalinan. Tujuan: Mengetahui pengaruh konsumsi jus buah naga dengan kenaikan Hb ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Batu Ketulis Kabupaten Lampung Barat Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan pendekatan quasy eksperimen dengan merancang two group pretest-posttest design, dilaksanakan bulan Juni di Puskesmas Batu Ketulis Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 orang ibu hamil yang mengalami anemia ringan yang dibagi dalam 2 kelompok, 15 orang akan dilakukan pemberian jus buah naga atau sebagai kelompok eksperimen dan 15 orang lainnya akan diberikan tablet Fe saja pada kelompok kontrol. Pemberian jus buah naga selama 14 hari dengan aturan minum setiap pagi sebanyak 250 gram di tambah dengan tablet Fe. Pengukuran Hb dilakukan pada hari pertama yaitu pretes. Setelah 14 hari dilakukan kembali pengukuran Hb pada hari ke 15 yaitu postest menggunakan alat ukur Easy Touch GCHb. Instrumen penelitian Alat Easy Touch GCHb, lembar observasi, dan buah naga merah seberat 250 gram atau 1 gelas sehari dan tablet fe pada pagi hari. Tehnik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data dengan cara analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t-tes independent. Hasil : Didapatkan nilai rata-rata kadar Hb ibu hamil sebelum intervensi sebesar 10,18 dengan standar deviasi 0,490. Sedangkan nilai rata-rata Hb sesudah intervensi sebesar 11,10 gr/dl dengan standar deviasi 0,189. Hasil uji statistic didapatkan nilai P-value = 0,001, yang berarti terdapat pengaruh konsumsi jus buah naga dengan kenaikan Hb ibu hamil Trimester III. Kesimpulan : Jus buah naga terbukti menaikkan Hb pada ibu hamil. Saran: Dapat diberikan jus buah naga ditambah tablet Fe selama masa kehamilan. Kata Kunci : Hemoglobin, Ibu hamil, Jus buah naga, Kehamilan. ABSTRACT Background: In a survey conducted in 2022, data on 126 pregnant women were obtained, with 34 of them (26.98%) experiencing pregnancy anemia, while 66 pregnant women (73.02%) did not have anemia. The data collected by the author showed an increase in the percentage of anemia during pregnancy, and this figure still falls under the high category, which, if left untreated, can lead to bleeding during childbirth. Objective: To determine the effect of dragon fruit juice consumption on the increase in Hemoglobin (Hb) levels in third-trimester pregnant women in the working area of Public Health Center Batu Ketulis, West Lampung Regency, in 2023. Method: This research is quantitative in nature, using a quasi-experimental approach with a two-group pretest-posttest design, conducted in June at Public Health Center Batu Ketulis, West Lampung. The study included a sample of 30 pregnant women with mild anemia, divided into 2 groups: 15 women received dragon fruit juice as the experimental group, and the other 15 were given only Fe tablets as the control group. Dragon fruit juice was given for 14 days with a dosage of 250 grams each morning, along with Fe tablets. Hb measurement was conducted on the first day as the pretest. After 14 days, Hb was measured again on the 15th day as the posttest using the Easy Touch GCHb measuring tool. The research instruments used were the Easy Touch GCHb device, observation sheets, and 250 grams of red dragon fruit or one glass per day and Fe tablets in the morning. Purposive sampling technique was used for sampling. Data analysis involved univariate and bivariate analyses using independent t-test. Results: The average Hb level of pregnant women before intervention was 10.18, with a standard deviation of 0.490. Meanwhile, the average Hb level after intervention was 11.10 g/dl with a standard deviation of 0.189. The statistical test resulted in a P-value of 0.001, indicating a significant effect of dragon fruit juice consumption on the increase in Hb levels in third-trimester pregnant women. Conclusion: Dragon fruit juice has been proven to increase Hb levels in pregnant women. Recommendation: Dragon fruit juice, along with Fe tablets, can be provided during pregnancy. Keywords: Hemoglobin, Pregnant women, Dragon fruit juice, Pregnancy.
Co-Authors Afriani, Nasita Anggraini Anggraini Anisa Ermasari Annisa Rahma wati Aprilia Dwi Sukowati Arfina Yulistiani Aryawati, Wayan Astriana Astriana, Astriana Auliya Warda Ningrum Azzahra, Balqis Berthilia Berthilia Dewi Yuliasari Diah Astika Winahyu Dwi Marlina Syukri Dwi Nopitasari Ema Listiyaningsih Ermasari, Anissa Erna Listyaningsih Eva Nauli Evayanti, Yulistiana Fadhillah, Reza Fadhillah Fadilah, Intan Falinda Falinda Febriyanti, Putri Nabila Fenniokha, Nabela Gyandra Ferlinthany Ferlinthany Fiki Arifandini Fitri Ekasari Fitria Fitria Fredy Setiawan Furqoni, Prima Dian Hadika, Afifah Nur Aini Henny Prihatni Hermawan, Desi Hermawan, Dessy Herti Dwi Lestari Hidayah, Renita Tri Nur Iis Maisaroh Iqmy, Ledy Octaviani Jayanti, Violita Puspita Karlina Herawati Lathifah, Neneng Siti Mariza, Ana Marlinda Marlinda Meisya Royani Mona Oktalira Nabela Gyandra Fenniokha Ni Wayan Warniyati Nita Evriana Sari Novalina, Fera Nurliyani Nurliyani Nuroni, Nuroni Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Nurul Isnaini Oktiana oktiana Panca Nursela Putri Lia Rosa Putri, Elsya Bela Putri, Ratna Dewi Putri, Ratna Dewi R, Leni Novaria Rachmawati, Fijri Ramadhiena Destia Murtisari Ratna Dewi Putri Riyanti Riyanti Rizka Nur Fadilah Rosmiyati M.Kes Rosmiyati Rosmiyati Samino Samino Sandayanti, Vira Sani, Novriyana Sari Prawardani Sari, Anggi Yunita Sari, Yuni Maryana Sholiha, Sangidatus Siti Selvia Vebriani Siti Suprihatin Suharman Suharman, Suharman Sukmawati, Ndari Sunarsih Sunarsih Susella, Yessa Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Utami, Vida Wira Velinda, Veronika Heni Vera Lusi Alvionita Watini, Watini Winahyu, Diah Astika Wulan Anggarini Yetti Amir Astuti Yohana Christine Simatupang Yuistiana Evayanti Yuli Yantina Yuliana Tampubolon Yuliasari, Dewi Yuviska, Ike Ate Yuviska, Ike Ate Zaima Zaima Zarma H Zarma Zarma Zarma, Zarma Zelpita, Dela Zuhraini, Rani Zuriah Zuriah