Claim Missing Document
Check
Articles

Uji Komisioning Fasilitas Sistem Simulasi Pasif 04 Versi 2 (FASSIP 04 Ver.2) Untuk Studi Kemampuan Pendinginan Pasif Pada Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir Dwi Yuliaji; Roy Waluyo; Gatot Eka Pramono; Putut Hery Setiawan; Mulya Juarsa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i1.138

Abstract

Riset sistem pendinging pasif/Passive Cooling System (PCS) berbasis aliran sirkulasi alam menjadi topik penting dalam manajemen termal untuk keselamatan reaktor nuklir pasca gagalnya sistem pendingin aktif di kejadian kecelakaan PLTN Fukushima Dai-ichi, Jepang. Hal tersebut menjadikan riset eksperimental penting dilakukan untuk menentukan kondisi awal dan kondisi batas agar aliran sirkulasi fluida pada untai sirkulasi alam mencapai kondisi optimal. Sehinga dibangun fasilitas eksperimen untai rektangular FASSIP-04 versi 2 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alam dengan rejim aliran satu fase dan dua fase yang bekerja pada tekanan rendah. Tujuan penelitian dilakukan dalam rangka komisioning fasilitas untuk mengetahui batasan parameter daya dan temperatur selama pengoperasian. Metode komisioning dilakukan dalam dua tahap, yaitu komisoning statis dengan merekam data perubahan temperatur lingkungan dari semua sensor selama 3 hari tanpa dihidupkannya pemanas dan pendingin. Metode kedua adalah komisoning dinamis dengan memvariasikan temperatur air demineral di dalam tangki pemanas mulai dari 50° C (satu fase) hingga mencapai temperatur saturasi (dua fase). Sementara, daya pemanas divariasikan mulai dari 2,8 kW, 4,2 kW, dan 5,6 kW yang dibangkitkan dari immersion heater. Hasil komisioning statis menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi selama tiga hari terjadi pada siang hari dalam rentang 31oC – 40oC, dan terendah (stabil) di malam hari antara jam 20.00 – 07.00 dengan rentang sekitar 22oC – 24oC. Kemudian, hasil komisoning dinamis pada daya maksimal 5,6 kW, menunjukkan adanya pembentukan gelembung dari pemanas dan capaian temperatur tertinggi untuk aliran dua fase sebesar 105oC (di atas temperature saturasi). Hasil komisoning telah menjadi batasan parameter temperatur dan daya untuk menentukan matriks eksperimen selanjutnya. Kata kunci : FASSIP-04; komisioning; satu fase-dua fase; sirkulasi alam; variasi daya; variasi temperatur.
Komparasi Pemanfaatan Heat Loss Sistem Pembuangan Dan Sistem Pendinginan Mesin Menjadi Listrik Adi Yoga Pratama; Roy Waluyo; Dwi Yuliaji; Fitriani Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i2.180

Abstract

Pemanfaatan panas buang (heat loss) pada kendaraan bermotor dapat mengurangi dampak pemanasan global dan mengurangi emisi gas buangnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan heat loss yang dihasilkan oleh motor bakar. Terdapat dua sistem pada motor bakar yang memiliki nilai heat loss tertinggi, yaitu sistem pendinginan dan sistem pembuangan. Untuk memanfaatkan heat loss, Thermo Electric Generator (TEG) dipilih sebagai alat yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Thermo Electric Generator (TEG) dapat menghasilkan listrik berdasarkan Seeback effect dari perbedaan suhu pada alat tersebut. Untuk meningkatkan perbedaan suhu pada TEG, heatsink dipasangkan pada sisi dingin TEG agar dapat meningkatkan perbedaan suhu antara sisi panas dan sisi dingin TEG.  Daya listrik tertinggi didapatkan sebesar 15,8 x 10-3 VA pada sistem pendinginan dan 276 x 10-3 VA pada sistem pembuangan. Perbedaan suhu yang tinggi pada TEG, dapat menghasilkan daya listrik yang tinggi. Kata kunci :  heat loss; heatsink; Seeback effect; TEG.
Optimasi Cairan Pendingin Fluida Nano (SiO2+EG/W) Menggunakan RSM-CCD Pada Pendingin Panel Surya Dede Ardi Rajab; Amri Abdullah; Ina Afriani; Sukarman Sukarman; Khoirudin Khoirudin; Muhamad Taufik Ulhakim; Roy Waluyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i2.360

Abstract

Intensitas radiasi matahari dan suhu udara di sekitar berpengaruh pada tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel surya. Semakin rendah intensitas penyinaran matahari, semakin rendah pula arus dan tegangan yang dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan menurun seiring dengan kenaikan suhu. Kondisi ini memerlukan suatu alat yang dapat mengatur keadaan suhu pada panel surya. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan panas pada panel surya melalui optimasi sifat termal fluida pendingin dengan menambahkan partikel SiO2 berukuran nano ke cairan dasar W/EG, yang umum disebut fluida nano (Nanofluids). Pembuatan desain serpentine channel sebagai alat penukar kalor juga turut dilakukan. Proses optimasi perpindahan panas dilakukan menggunakan Respon Surface Metodology-Central Composite Design  (RSM-CCD), lalu proses uji eksperimental dilakukan dengan variasi laju alir 1 - 3 LPM dan suhu masuk dijaga pada 35oC. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara hasil RSM-CCD dan hasil percobaan dengan alat uji, dimana laju alir fluida pendingin tertinggi merupakan kondisi yang paling optimum. Penurunan suhu T2 masing-masing sebesar 12,568oC pada laju alir 3 LPM, 11,286oC pada laju alir 2 LPM dan 11oC pada laju alir 1 LPM. Dari uji coba selama 13 menit pada masing-masing laju alir dengan suhu masuk dijaga 35oC diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan  ΔTavg sebesar 28,62%. Kata kunci: fluida nano; panel surya; RSM-CCD; serpentine channel; SiO2.
Co-Authors Abdul Rahman Abrista Devi Addiena Syahvina Nasution Ade Fahrudin Adi Yoga Pratama Ahmad Suhaedi Amelia . Amri Abdulah Amri Abdullah Angga Kurnianto Anggraini, Yeni Annisa, Sarah Chairul Anton Royanto Ahmad Ardi Rajab, Dede Ari Hidayat Arief Goeritno Atmaja, Muhammad Iqbal Azama, Irham Muhammad Beny Syawaludin Budi Hartono Budi Hartono Budiman, Arif Adtyas Budiyanto, Nur Rochman Chayati, Nurul Dede Ardi Rajab Deendarlianto Dian Wulandari Dwi Rahmalina, Dwi Dwi Yuliaji Eko Hadi Purwanto Fahmi Aldiansyah Fahrudin, Ade Fahrulrizal Fahrulrizal Fahrulrizal, Fahrulrizal farizal, achmad Faturahman, Rangga Aditya Fauzan, Azka Rizqi Fauzan, Muhammad Ahsan Fauzan, Rifqi Fauzi, Amal Fauzy, Restu Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Gustiana, Angga Gustiana, Muhamad Halif Hakim, Muhammad Iqbal Furqonul Hana Subhiyah Hidayat, Muhamad Ari Husna, Agus Ina Afriani Indarto Indarto Ismaya, Jimmy Isnaini, Ismet Jaenal, Jaenal Joki Irawan Jos Budi Sulistyo Kasmudin Kharisma, Sunandi Khoirudin Khoirudin Khoirudin Kurniansyah, Kurniansyah Kurniawan, Ainul Septian Kusmawan, Rudi Luluk Dianarini MAMAT RAHMAT Mamat Rahmat MARDIANA Maryadi , Shendy Akbar Maryadi, Shendy Akbar Moniaga, Prya Muhamad Lutfi Muhamad Taufik Ulhakim Muhamad Yulianto Muhammad, Begawan Mulya Juarsa Mulya Juarsa Muslim Ilyas Nur Alam, Deden Nur Aziz Oktaviandi, Ryan PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR Pramono, Gatot Eka Pramono, Gatot Eka Prastowo, Dian Adi Putra, Esa Putut Hery Setiawan Putut Hery Setiawan Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian Rajab, Dede Ardi Ramadhan, Afham Rezon, Kevin Ritzkal, Ritzkal Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Sanda Saputro, Ilham Aji Septiawan, Dedy Setiawan, Ilham Heru Setya Permana Sutisna Shieddique, Apang Djafar Slamet Widodo Sukarman Sukarman Sukarman SUMADI SUMADI Suratun Suratun Sutoyo, Edi Syaiful Syaiful Syamsudin, Tangtang Syawalludin, Muhammad Ilham Syawaludin, Adrian Tachli Supriyadi Tika Hafzara Siregar Tukiman Wahyuni, Asri Yanto, Ausatha Rabbany Yogi Sirod Gaoz Yusuf, Aditia Maulana