Claim Missing Document
Check
Articles

RANCANG BANGUN HEATER PADA AUTOCLAVE DENGAN KAPASITAS 3000WATT Farizal, Achmad; Pramono, Gatot Eka; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8129

Abstract

Dalam penelitian ini, perancangan heater oven autoclave dengan model pemanas jenis finned heater dilakukan dengan tujuan untuk mempermudah pembuatan produk dari material berbahan Kevlar terutamanya bagi mahasiswa teknik mesin UIKA. Rancang bangun yang dilakukan pada spesifikasi: diameter pipa sebesar 12 mm, diameter sirip 24 mm, dengan Temperature Contoller Autonic TC4S untuk mengatur temperatur yang diinginkan serta penambahan fungsi vacuum dan diberi tekanan sebesar 3 bar. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kecepatan kenaikan temperatur terhadap waktu yang dilihat pada layar lcd digital temperatur control per satu menit sampai mencapai temperatur 200ºC. Dari data pengujian didapatkan daya sebesar 3000-Watt dengan arus sebesar 13,59 A. Pada saat temperatur 200 ºC dan waktu pengoperasian tungku 6, konsumsi energi listrik adalah sebesar 0,3 kwh dengan nilai efisiensi termal sebesar 91%. Disimpulkan bahwa kerapatan dan ketebalan dinding oven autoclave sangat berpengaruh terhadap rugi panas yang terjadi pada alat.
Perancangan Konstruksi Tabung Sistem Pressure Swing Adsorption (PSA) Oksigen Konsentrator Syawaludin, Adrian; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8141

Abstract

Tabung Pressure Swing Adsorption (PSA) merupakan struktur utama yang mendukung kerja sistem PSA. Tabung ini berfungsi sebagai wadah zeolite untuk melakukan proses penyerapan udara bebas menjadi oksigen murni dengan diberi tekanan dari dalam. Agar tidak terjadi kebocoran, maka desain serta material yang dipilih harus tahan terhadap tekanan dan juga kebocoran. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui detail desain dari sistem PSA. Kemudian dilakukan pengujian untuk mengetahui ketahanan produk terhadap pengaruh tekanan, serta mengetahui tingkat kebocoran akibat pengaruh tekanan pada tabung PSA. Perancangan konstruksi dari tabung PSA dilakukan dengan desain menggunakan prinsip bejana tekan serta material menggunakan stainless steel 304. Tabung PSA yang dirancang memiliki spesifikasi tegangan izin material 8,4 í— 107 N/m2, volume tabung 1,3 liter, tebal tabung 0,003 m, serta tekanan perencanaan 4í—105 N/m2. Hasil analisa menunjukkan bahwa tebal tabung shell 2,6í—10-4 m dan flat head 1,1í—10-3 m. Tekanan maksimum tabung hasil analisa sebesar 4,3í—106 N/m2. Tegangan longitudinal 2,7í—106 N/m2, tegangan tangensial 5,5í—106 N/m2, tegangan hidrostatik 5,2í—105 N/m2, tegangan longitudinal akibat tekanan hidrostatik 3,5í—106 N/m2, dan tegangan tangensial akibat tekanan hidrostatik 7,1í—106 N/m2. Hasil analisa sambungan las menunjukkan tegangan izin kawat las 9,8í—107 N/m2 dan tegangan sambungan las 7,1í—103 N/m2. Hasil analisa pada sambungan ulir mencatat tegangan izin material ulir 8,4í—107 N/m2, tegangan aksial pada badan ulir 6í—105 N/m2, tegangan bending pada akar ulir 3,3í—106 N/m2, dan tegangan geser melintang pada pusat akar ulir 1,6í—106 N/m2. Dari hasil analisa struktur desain tabung PSA menunjukkan bahwa sambungan las serta sambungan ulir telah memenuhi persyaratan. Hal ini dikarenakan tegangan hasil analisa tidak melebihi tegangan izin material.Kata kunci :  analisa; bejana tekan; material; pressure swing adsorption; tabung PSA; tegangan
Rancang Bangun Mesin Belt Sander Setiawan, Ilham Heru; Pramono, Gatot Eka; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13890

Abstract

Pada penelitian ini dirancang mesin amplas sabuk (belt sander) yaitu mesin amplas yang menggunakan sabuk pegangan dari sisi – sisi amplas tersebut yang berfungsi untuk mengikis suatu permukaan yang ringan seperti kayu balok, logam ringan, alumunium dan yang merupakan benda kerja ringan. Unjuk kerja mesin ini yakni melalui perhitungan dan perancangan mesin dengan menggunakan program/aplikasi komputer menggunakan SolidWorks 2018. Dari hasil perhitungan dan perancangan disimpulkan bahwa mesin amplas (belt sander) menggunakan daya motor listrik dengan spesifikasi 1 hp (2800 Rpm) dengan menggunakan Pulley dengan perbandingan 2:1. Mesin ini juga dirancang untuk melakukan proses kerja pada posisi horizontal dan vertikal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perbandingan Pulley sangatlah berpengaruh pada kecepatan yang diinginkan untuk sebuah perancangan mesin yang berkali – kali salah pada ukuran dan desain yang tidak sesuai pada fungsinya.
Perancangan Sistem Kendali Nirkabel Robot Pengantar Barang AWH16 Menggunakan Modul Bluetooth Gustiana, Muhamad Halif; Sutisna, Setya Permana; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13893

Abstract

Saat ini teknologi robot semakin berkembang pesat, khususnya teknologi yang berhubungan dengan pengontrol otomatis, sehingga manusia selalu mencari proses otomatisasi yang pengoperasiannya dapat digunakan dengan mudah. Perancangan sistem robot pengantar barang AWH16 dikendalikan dengan sistem nirkabel menggunakan modul Bluetooth HC05, dimana modul akan bekerja untuk menggerakan robot yang dapat bergerak maju dan berbelok dalam mengantar barang. Hasil pengujian modul Bluetooth HC05 saat pengujian tanpa adanya halangan dapat menjangkau hingga jarak 10-meter atau 1000 cm dan ketika adanya halangan Bluetooth HC05 hanya mampu terkoneksi dan menjangkau jarak 9 meter. Kecepatan rata-rata robot ketika berjalan lurus dengan beban 2 kg adalah sebesar 0,099 m/s. Sementara dengan beban 20 kg diperoleh rata-rata kercepatan 0,080 m/s. Ketika robot berbelok 90 derajat dengan beban 2 kg diperoleh rata-rata kecepatan 0,236 m/s, sedangkan dengan beban 20 kg diperoleh rata-rata kecepatan 0,188 m/s. Dengan hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa modul Bluetooth HC05 dapat diaplikasi untuk mengendalikan robot pengantar barang dengan kendali jarak jauh.
Perhitungan Dan Design Komponen Pneumatik Alat Press Emping Melinjo Syawalludin, Muhammad Ilham; Hartono, Budi; Waluyo, Roy
ALMIKANIKA Vol 5 No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i2.13897

Abstract

Sistem pneumatik sangat berperan dalam penentuan berhasil atau tidaknya suatu sistem pneumatik. Dikarenakan suatu sistem pneumatik ada proses perpindahan udara dengan melakukan langkah piston sebagai tekanan suatu sistem itu sendiri. Langkah awal hingga akhir dalam sistem pneumatik merupakan proses terjadinya perpindahan tenaga kepada obyek yang akan mengalami proses tekanan. Menentukan desain dan perhitungan yang digunakan merupakan hal penting sebelum melakukan sistem pneumatik. Dari perhitngan daya kompresor, konsumsi udara pada piston, gaya efektifitas piston dan perhitungan tekanan kerja yang dilakukann. Berdasarkan besaran gaya yang sudah diperhitungkan, sehingga diharapkan suatu proses dapat melakukan sistem kerja dengan semestinya, pada alat ini obyek yang akan diberi tekanan kerja adalah melinjo agar dapat menjadi emping. Mesin press yang menggunakan sistem pneumatik untuk menghasilkan tekanan konstan dan waktu yang sesuai terhadap buah melinjo, sehingga menhasilkan ukuran yang sama.
Perancangan Prototype Konstruksi Pipa Industri Mengacu Pada ASME Code B 31.3 Nur Aziz; Roy Waluyo; Dwi Yuliaji
ALMIKANIKA Vol 5 No 3 (2023): Juli
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASME Code on Piping, B31 merupakan kode standar untuk sistem perpipaan yang banyak ditemukan di pabrik petrokimia, kilang minyak, pabrik kimia, pharmaceutical, tekstil, kertas, semi-konduktor, pabrik pemrosesan bahan makanan dan lainnya. Faktor utama diperlukannya standard atau code adalah terkait manajemen keamanan dan keselamatan jiwa manusia yang mengoperasikan mesin atau pabrik tersebut. Sehingga diperlukan perancangan yang menjaminan keamanan untuk konstruksinya. Dalam penelitian ini, perancangan dilakukan dengan meninjau diameter pipa yang digunakan, ketebalan pipa komersial, menganalisa tegangan pipa apakah masih dalam keadaan aman dengan menggunakan Software Caesar II 2018. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh perancangan sistem pipa industri dengan standart Code ASME B31.3 dan memperoleh besaran tegangan yang terjadi akibat beban sustained dengan tekanan 40,61 Psi (pada saat beroperasi). Hasil dari kalkulasi dengan nilai tebal minimum dinding masing-masing pipa yang mendekati tebal dinding minimum pipa schedule 5, dan nilai tegangan tertinggi pada pipa 1 inch sebesar 1589,01 Psi dan untuk tegangan pada pipa 1 1/4 inch sebesar 835,86 Psi. Kesimpulan dari data yang didapatkan pada analisa sistem perpipaan, dengan pipa schedule 5 masih dalam tahap aman untuk menahan tekanan operasi 40,61 Psi. Kata kunci : ASME code B31.3; CAESAR II; perancangan; schedule pipa; tegangan pipa; tumpuan.
Analisis Kemampuan Pendinginan Water Cooling Tank (WCT) Berdasarkan Perubahan Daya Heater pada Untai FASSIP-6S Faturahman, Rangga Aditya; Waluyo, Roy; Yuliaji, Dwi; Setiawan, Putut Hery; Maryadi, Shendy Akbar; Fauzan, Muhammad Ahsan; Juarsa, Mulya
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 2: Desember 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i2.2025.159-168

Abstract

Research on natural circulation phenomena is an important aspect in the development of passive safety systems in Nuclear Power Plants (NPP). To support this study, the National Research and Innovation Agency (BRIN) has designed and built a FASSIP-6S (Passive System Simulation Facility-6S) test facility, which serves to observe phenomena in passive cooling systems. The system is designed to operate without external power to extinguish reactors, dissipate decay heat, and resist the release of radioactive substances into the environment. This study is focused on testing the cooling ability of the Water-Cooling Tank (WCT) against variations in heating power. Experiments were carried out by varying the temperature of heating and cooling water, as well as measuring parameters such as power (W), inlet and outlet temperature (THin, THout, TCin, TCout), natural circulation flow (Q), and mass flow rate (m). The experiment was carried out on a medium-scale rectangular strand with dimensions of 2.5 meters high and 0.85 meters wide, with temperature measurements using a K-type thermocouple. The results show that the greater the heating power, the higher the cooling ability of the WCT. The average heat displacement at 1100W power is 793.03W, at 1300W it is 1026.51W, and at 1600W it is 1300.16W. The number of Reynolds obtained also increases as power increases, indicating an increase in natural circulatory flow
Analisis Kekuatan Coupling Machinoy-Connection Pemadam Kebakaran Terhadap Tekanan Fluida Air 10 Bar dan 15 Bar Hartono, Budi; Kurnianto, Angga; Waluyo, Roy; Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Y-Connection adalah bagian dari alat pada mobil pompa pemadam kebakaran yang fungsinya adalah memecah/membagi satu aliran air dengan diameter tertentu menjadi dua aliran agar petugas bisa membagi tugas di lapangan dan mempercepat pemadam api. Ketika air bertekanan tinggi melewati Y-Connection sering terjadi lepas kendali akibat patah sambungan atau lepas coupling. Hal ini menjadi salah satu penyebab resiko kerja petugas pemadam kebakaran menjadi sangat tinggi. Karena Y-Connection adalah satu alat yang terdiri dari sambungan dan percabangan sehingga beban akan terpusat di alat ini, sehingga diperlukan adanya analisis kekuatan. Metode penelitian dilakukan dengan 2 cara yaitu pengambilan data dan pengujian alat serta simulasi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dari kedua metode ini pengamatan diperluas menjadi 3 sub analisis yaitu (1) analisis tegangan, gaya dan laju aliran, (2) analisis Pressure Burst, dan (3) analisis melalui CFD. Pada Analisis tegangan, gaya dan laju aliran membuktikan adanya hukum Bernoulli dan kontinuitas sehingga perbedaan tekanan dan tegangan dapat terjadi pada aliran air yang berbeda luas penampang, Pada Analisis pressure burst menjelaskan keamanan alat berdasarkan ketebalan dinding outlet dan jenis bahan yang digunakan. Dengan tebal aktual dinding ujung outlet Y-Connection mampu menahan tekanan 1678,1 psi dan dinding ujung inletmampu menahan tekanan 1945,6 psi. Simulasi CFD memberikan gambaran letak titik kritis alat yang dapat menyebabkan deformasi, sehingga perlunya perhatian khusus pada titik-titik tersebut. Dengan begitu pemahaman terhadap alat Y-Connection dapat meningkat. Kata kunci : analisis pressure burst; titik kritis; Y-connection.
Uji Komisioning Fasilitas Sistem Simulasi Pasif 04 Versi 2 (FASSIP 04 Ver.2) Untuk Studi Kemampuan Pendinginan Pasif Pada Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Pramono, Gatot Eka; Setiawan, Putut Hery; Juarsa, Mulya
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i01.138

Abstract

Riset sistem pendinging pasif/Passive Cooling System (PCS) berbasis aliran sirkulasi alam menjadi topik penting dalam manajemen termal untuk keselamatan reaktor nuklir pasca gagalnya sistem pendingin aktif di kejadian kecelakaan PLTN Fukushima Dai-ichi, Jepang. Hal tersebut menjadikan riset eksperimental penting dilakukan untuk menentukan kondisi awal dan kondisi batas agar aliran sirkulasi fluida pada untai sirkulasi alam mencapai kondisi optimal. Sehinga dibangun fasilitas eksperimen untai rektangular FASSIP-04 versi 2 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alam dengan rejim aliran satu fase dan dua fase yang bekerja pada tekanan rendah. Tujuan penelitian dilakukan dalam rangka komisioning fasilitas untuk mengetahui batasan parameter daya dan temperatur selama pengoperasian. Metode komisioning dilakukan dalam dua tahap, yaitu komisoning statis dengan merekam data perubahan temperatur lingkungan dari semua sensor selama 3 hari tanpa dihidupkannya pemanas dan pendingin. Metode kedua adalah komisoning dinamis dengan memvariasikan temperatur air demineral di dalam tangki pemanas mulai dari 50° C (satu fase) hingga mencapai temperatur saturasi (dua fase). Sementara, daya pemanas divariasikan mulai dari 2,8 kW, 4,2 kW, dan 5,6 kW yang dibangkitkan dari immersion heater. Hasil komisioning statis menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi selama tiga hari terjadi pada siang hari dalam rentang 31oC – 40oC, dan terendah (stabil) di malam hari antara jam 20.00 – 07.00 dengan rentang sekitar 22oC – 24oC. Kemudian, hasil komisoning dinamis pada daya maksimal 5,6 kW, menunjukkan adanya pembentukan gelembung dari pemanas dan capaian temperatur tertinggi untuk aliran dua fase sebesar 105oC (di atas temperature saturasi). Hasil komisoning telah menjadi batasan parameter temperatur dan daya untuk menentukan matriks eksperimen selanjutnya. Kata kunci : FASSIP-04; komisioning; satu fase-dua fase; sirkulasi alam; variasi daya; variasi temperatur.
Komparasi Pemanfaatan Heat Loss Sistem Pembuangan Dan Sistem Pendinginan Mesin Menjadi Listrik Adi Yoga Pratama; Waluyo, Roy; Yuliaji, Dwi; Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan panas buang (heat loss) pada kendaraan bermotor dapat mengurangi dampak pemanasan global dan mengurangi emisi gas buangnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan heat loss yang dihasilkan oleh motor bakar. Terdapat dua sistem pada motor bakar yang memiliki nilai heat loss tertinggi, yaitu sistem pendinginan dan sistem pembuangan. Untuk memanfaatkan heat loss, Thermo Electric Generator (TEG) dipilih sebagai alat yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Thermo Electric Generator (TEG) dapat menghasilkan listrik berdasarkan Seeback effect dari perbedaan suhu pada alat tersebut. Untuk meningkatkan perbedaan suhu pada TEG, heatsink dipasangkan pada sisi dingin TEG agar dapat meningkatkan perbedaan suhu antara sisi panas dan sisi dingin TEG.  Daya listrik tertinggi didapatkan sebesar 15,8 x 10-3 VA pada sistem pendinginan dan 276 x 10-3 VA pada sistem pembuangan. Perbedaan suhu yang tinggi pada TEG, dapat menghasilkan daya listrik yang tinggi. Kata kunci :  heat loss; heatsink; Seeback effect; TEG.
Co-Authors Abdul Rahman Abdullah, Amri Abrista Devi Ade Fahrudin Adi Yoga Pratama Afriani, Ina Ahmad Suhaedi Amelia . Amri Abdulah Anggraini, Yeni Annisa, Sarah Chairul Anton Royanto Ahmad Ardi Rajab, Dede Ari Hidayat Arief Goeritno Atmaja, Muhammad Iqbal Azama, Irham Muhammad Beny Syawaludin Budi Hartono Budi Hartono Budiman, Arif Adtyas Budiyanto, Nur Rochman Chayati, Nurul Deendarlianto Dian Wulandari Dwi Rahmalina, Dwi Dwi Yuliaji Eko Hadi Purwanto Fahmi Aldiansyah Fahrudin, Ade Fahrulrizal Fahrulrizal Fahrulrizal, Fahrulrizal farizal, achmad Faturahman, Rangga Aditya Fauzan, Azka Rizqi Fauzan, Muhammad Ahsan Fauzan, Rifqi Fauzi, Amal Fauzy, Restu Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Gustiana, Angga Gustiana, Muhamad Halif Hakim, Muhammad Iqbal Furqonul Hana Subhiyah Hidayat, Muhamad Ari Husna, Agus Ilyas, Muslim Indarto Indarto Ismaya, Jimmy Isnaini, Ismet Jaenal, Jaenal Joki Irawan Jos Budi Sulistyo Kasmudin Kharisma, Sunandi Khoirudin Kurniansyah, Kurniansyah Kurnianto, Angga Kurniawan, Ainul Septian Kusmawan, Rudi Luluk Dianarini MAMAT RAHMAT Mamat Rahmat MARDIANA Maryadi , Shendy Akbar Maryadi, Shendy Akbar Moniaga, Prya Muhamad Lutfi Muhamad Yulianto Muhammad, Begawan Muhidin Muhidin Mulya Juarsa Nasution, Addiena Syahvina Nur Alam, Deden Nur Aziz Oktaviandi, Ryan PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR Pramono, Gatot Eka Pramono, Gatot Eka Prastowo, Dian Adi Putra, Esa Putut Hery Setiawan Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian Rajab, Dede Ardi Ramadhan, Afham Rezon, Kevin Ritzkal, Ritzkal Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Sanda Saputro, Ilham Aji Setiawan, Ilham Heru Setya Permana Sutisna Shieddique, Apang Djafar Slamet Widodo Sukarman SUMADI SUMADI Suratun Suratun Sutoyo, Edi Syaiful Syaiful Syawalludin, Muhammad Ilham Syawaludin, Adrian Tachli Supriyadi Taufik Ulhakim, Muhamad Tika Hafzara Siregar Tukiman Wahyuni, Asri Yanto, Ausatha Rabbany Yogi Sirod Gaoz Yusuf, Aditia Maulana