Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kekuatan Coupling Machinoy-Connection Pemadam Kebakaran Terhadap Tekanan Fluida Air 10 Bar dan 15 Bar Budi Hartono; Angga Kurnianto; Roy Waluyo; Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Y-Connection adalah bagian dari alat pada mobil pompa pemadam kebakaran yang fungsinya adalah memecah/membagi satu aliran air dengan diameter tertentu menjadi dua aliran agar petugas bisa membagi tugas di lapangan dan mempercepat pemadam api. Ketika air bertekanan tinggi melewati Y-Connection sering terjadi lepas kendali akibat patah sambungan atau lepas coupling. Hal ini menjadi salah satu penyebab resiko kerja petugas pemadam kebakaran menjadi sangat tinggi. Karena Y-Connection adalah satu alat yang terdiri dari sambungan dan percabangan sehingga beban akan terpusat di alat ini, sehingga diperlukan adanya analisis kekuatan. Metode penelitian dilakukan dengan 2 cara yaitu pengambilan data dan pengujian alat serta simulasi menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD). Dari kedua metode ini pengamatan diperluas menjadi 3 sub analisis yaitu (1) analisis tegangan, gaya dan laju aliran, (2) analisis Pressure Burst, dan (3) analisis melalui CFD. Pada Analisis tegangan, gaya dan laju aliran membuktikan adanya hukum Bernoulli dan kontinuitas sehingga perbedaan tekanan dan tegangan dapat terjadi pada aliran air yang berbeda luas penampang, Pada Analisis pressure burst menjelaskan keamanan alat berdasarkan ketebalan dinding outlet dan jenis bahan yang digunakan. Dengan tebal aktual dinding ujung outlet Y-Connection mampu menahan tekanan 1678,1 psi dan dinding ujung inletmampu menahan tekanan 1945,6 psi. Simulasi CFD memberikan gambaran letak titik kritis alat yang dapat menyebabkan deformasi, sehingga perlunya perhatian khusus pada titik-titik tersebut. Dengan begitu pemahaman terhadap alat Y-Connection dapat meningkat. Kata kunci : analisis pressure burst; titik kritis; Y-connection.
Uji Komisioning Fasilitas Sistem Simulasi Pasif 04 Versi 2 (FASSIP 04 Ver.2) Untuk Studi Kemampuan Pendinginan Pasif Pada Sistem Keselamatan Reaktor Nuklir Dwi Yuliaji; Roy Waluyo; Gatot Eka Pramono; Putut Hery Setiawan; Mulya Juarsa
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i01.138

Abstract

Riset sistem pendinging pasif/Passive Cooling System (PCS) berbasis aliran sirkulasi alam menjadi topik penting dalam manajemen termal untuk keselamatan reaktor nuklir pasca gagalnya sistem pendingin aktif di kejadian kecelakaan PLTN Fukushima Dai-ichi, Jepang. Hal tersebut menjadikan riset eksperimental penting dilakukan untuk menentukan kondisi awal dan kondisi batas agar aliran sirkulasi fluida pada untai sirkulasi alam mencapai kondisi optimal. Sehinga dibangun fasilitas eksperimen untai rektangular FASSIP-04 versi 2 untuk mempelajari fenomena aliran sirkulasi alam dengan rejim aliran satu fase dan dua fase yang bekerja pada tekanan rendah. Tujuan penelitian dilakukan dalam rangka komisioning fasilitas untuk mengetahui batasan parameter daya dan temperatur selama pengoperasian. Metode komisioning dilakukan dalam dua tahap, yaitu komisoning statis dengan merekam data perubahan temperatur lingkungan dari semua sensor selama 3 hari tanpa dihidupkannya pemanas dan pendingin. Metode kedua adalah komisoning dinamis dengan memvariasikan temperatur air demineral di dalam tangki pemanas mulai dari 50° C (satu fase) hingga mencapai temperatur saturasi (dua fase). Sementara, daya pemanas divariasikan mulai dari 2,8 kW, 4,2 kW, dan 5,6 kW yang dibangkitkan dari immersion heater. Hasil komisioning statis menunjukkan bahwa temperatur rata-rata tertinggi selama tiga hari terjadi pada siang hari dalam rentang 31oC – 40oC, dan terendah (stabil) di malam hari antara jam 20.00 – 07.00 dengan rentang sekitar 22oC – 24oC. Kemudian, hasil komisoning dinamis pada daya maksimal 5,6 kW, menunjukkan adanya pembentukan gelembung dari pemanas dan capaian temperatur tertinggi untuk aliran dua fase sebesar 105oC (di atas temperature saturasi). Hasil komisoning telah menjadi batasan parameter temperatur dan daya untuk menentukan matriks eksperimen selanjutnya. Kata kunci : FASSIP-04; komisioning; satu fase-dua fase; sirkulasi alam; variasi daya; variasi temperatur.
Komparasi Pemanfaatan Heat Loss Sistem Pembuangan Dan Sistem Pendinginan Mesin Menjadi Listrik Adi Yoga Pratama; Roy Waluyo; Dwi Yuliaji; Fitriani
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan panas buang (heat loss) pada kendaraan bermotor dapat mengurangi dampak pemanasan global dan mengurangi emisi gas buangnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memanfaatkan heat loss yang dihasilkan oleh motor bakar. Terdapat dua sistem pada motor bakar yang memiliki nilai heat loss tertinggi, yaitu sistem pendinginan dan sistem pembuangan. Untuk memanfaatkan heat loss, Thermo Electric Generator (TEG) dipilih sebagai alat yang dapat mengubah energi panas menjadi energi listrik. Thermo Electric Generator (TEG) dapat menghasilkan listrik berdasarkan Seeback effect dari perbedaan suhu pada alat tersebut. Untuk meningkatkan perbedaan suhu pada TEG, heatsink dipasangkan pada sisi dingin TEG agar dapat meningkatkan perbedaan suhu antara sisi panas dan sisi dingin TEG.  Daya listrik tertinggi didapatkan sebesar 15,8 x 10-3 VA pada sistem pendinginan dan 276 x 10-3 VA pada sistem pembuangan. Perbedaan suhu yang tinggi pada TEG, dapat menghasilkan daya listrik yang tinggi. Kata kunci :  heat loss; heatsink; Seeback effect; TEG.
Optimasi Cairan Pendingin Fluida Nano (SiO2+EG/W) Menggunakan RSM-CCD Pada Pendingin Panel Surya Dede Ardi Rajab; Amri Abdullah; Ina Afriani; Sukarman; Khoirudin; Muhamad Taufik Ulhakim; Roy Waluyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Intensitas radiasi matahari dan suhu udara di sekitar berpengaruh pada tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel surya. Semakin rendah intensitas penyinaran matahari, semakin rendah pula arus dan tegangan yang dihasilkan. Tegangan yang dihasilkan menurun seiring dengan kenaikan suhu. Kondisi ini memerlukan suatu alat yang dapat mengatur keadaan suhu pada panel surya. Penelitian ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan panas pada panel surya melalui optimasi sifat termal fluida pendingin dengan menambahkan partikel SiO2 berukuran nano ke cairan dasar W/EG, yang umum disebut fluida nano (Nanofluids). Pembuatan desain serpentine channel sebagai alat penukar kalor juga turut dilakukan. Proses optimasi perpindahan panas dilakukan menggunakan Respon Surface Metodology-Central Composite Design  (RSM-CCD), lalu proses uji eksperimental dilakukan dengan variasi laju alir 1 - 3 LPM dan suhu masuk dijaga pada 35oC. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian antara hasil RSM-CCD dan hasil percobaan dengan alat uji, dimana laju alir fluida pendingin tertinggi merupakan kondisi yang paling optimum. Penurunan suhu T2 masing-masing sebesar 12,568oC pada laju alir 3 LPM, 11,286oC pada laju alir 2 LPM dan 11oC pada laju alir 1 LPM. Dari uji coba selama 13 menit pada masing-masing laju alir dengan suhu masuk dijaga 35oC diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan  ΔTavg sebesar 28,62%. Kata kunci: fluida nano; panel surya; RSM-CCD; serpentine channel; SiO2.
ANALISIS KESELAMATAN RADIASI PERSONEL KENDARAAN TAKTIS DENGAN BODI BERBAHAN ARMOUR MENGGUNAKAN CODE MCNPX Kasmudin; Isnaini, Ismet; Sulistyo, Jos Budi; Yanto, Ausatha Rabbany; Subhiyah, Hana; Tukiman; Prastowo, Dian Adi; Syawaludin, Beny; Rezon, Kevin; Sanda; Fauzan, Azka Rizqi; Fauzi, Amal; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.561

Abstract

Kendaraan CBRN (Chemical, Biological, Radiological, and Nuclear) didesain untuk beroperasi dalam kondisi lingkungan berbahaya dan penuh risiko sehingga personel yang mengoperasikannya atau bekerja didalamnya harus dilindungi dari potensi bahaya CBRN, khususnya dari bahaya radiasi sinar gamma. BRIN bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan desain prototipe kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keselamatan personel di dalam kendaraan taktis CBRN dengan bodi berbahan armour baja Secure 600 setebal 8 mm terhadap laju dosis serap efektif radiasi gamma yang dipancarkan Co-60 atau Cs-137 dengan cara pemodelan dan simulasi menggunakan code MCNPX. Hasil simulasi berupa nilai laju dosis serap efektif detektor yang dipasang di beberapa titik menggunakan tally F5 MCNPX di dalam kendaraan dan hasilnya dibandingkan dengan nilai batas dosis untuk pekerja radiasi. Secara umum dinding kendaraan taktis CBRN dari baja Secure 600 setebal 8 mm untuk kuat sumber Co-60 atau Cs-137 sampai 1 mCi menghasilkan laju dosis aman, sedangkan untuk kuat sumber di atas 1 mCi tidak aman bagi personel di dalam kendaraan CBRN. Penemuan ini sangat penting dalam desain dan pengembangan kendaraan taktis CBRN yang memberi perlindungan maksimum bagi personel di dalamnya terhadap paparan radiasi sinar gamma.  
ter, pe, ber RANCANG BANGUN SEAL UPGRADE DESIGN PADA SILINDER HIDROLIK CENTER POST MITSUBISHI DENGAN UJI TEKANAN KERJA 140 BAR Mardiana; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seal pada silinder hidrolik center post Mitsubishi berfungsi untuk menahan tekanan dan mencegah terjadinya kebocoran pada saat silinder hidrolik tersebut bekerja pada mesin curing pencetak ban. Seal tersebut akan mengalami kerusakan karena pemakaian, umur, aus dan temperatur. Seal yang rusak tersebut harus segera diganti agar tidak mengganggu produktifitas mesin curing. Seal pengganti pada silinder hidrolik dibuat berdasarkan analisa spesifikasi OEM, kemudian dibuat dan dimodifikasi bentuk, ukuran, atau materialnya untuk dapat mencapai target produktivitas dari silinder hidrolik tersebut. Proses pembuatan seal pengganti menggunakan software DMH dan mesin CNC seal yang mengacu pada data hasil analisa spesifikasi OEM nya. Seal pengganti yang sudah jadi di-assembling dengan komponen silinder yang lain dan diuji dengan tekanan maksimal 140 Bar.  
Analisa Kebocoran Hydraulic Cylinder Telescopic Pada Alat Angkut Mekanisasi Kelapa Sawit Tipe High Bin Kapasitas 500 Kilogram Hartono, Budi; Waluyo, Roy; Fitriani, Fitriani; Muhammad, Begawan
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.663

Abstract

Mekanisasi pada perkebunan berperan untuk mengefisienkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan bantuan alat atau mesin. Salah satu bentuk mekanisasi adalah dengan membuat peralatan pengangkut mini kelapa sawit. Pada alat atau mesin pengangkut ini salah satu komponen yang digunakan adalah hydraulic cylinder, sebuah alat yang menggunakan cairan atau fluida khususnya oli untuk mentransfer daya. Pada saat pengoperasian alat ini di kebun sawit, dimana unit yang digunakan adalah tipe High Bin ditemukan kondisi yang tidak normal. Hydroulic cylinder pada alat angkut tipe high bin tersebut sudah mengalami kebocoran oli dengan usia pakainya yang baru menyentuh angka 640 cycle atau 16 hari kerja. Kebocoran yang terlalu dini ini mengakibatkan proses evakuasi panen sawit mengalami down time atau terhenti. Penelitian ini membahas akar penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder telescopic, dengan cara menganalisa data lapangan, melakukan pengamatan visual, pengujian pressure/tekanan dan pengujian durability. Selanjutnya dilakukan analisa dengan metode root cause analysis (RCA) menggunakan diagram fishbone beserta solusinya. Berdasarkan hasil RCA diketahui bahwa penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder yaitu oleh faktor manusia, metode, material dan lingkungan. Setelah mendapatkan akar penyebab masalah, selanjutnya diolah dan dievaluasi sehingga didapatkan solusi untuk mencegah masalah yang sama agar tidak terulang kembali.
Investigasi Laju Aliran Massa Sirkulasi Alami dalam Pipa Penukar Kalor pada Tangki Pendingin Untai Uji Fassip-02 Ver.1 Anggraini, Yeni; Juarsa, Mulya; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Putra, Esa; Oktaviandi, Ryan; Moniaga, Prya; Maryadi, Shendy Akbar
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 1 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i1.10698

Abstract

Fenomena sirkulasi alami terjadi karena adanya gabungan gaya Buoyancy dengan gaya hambatan friksi tanpa adanya intervensi dari gaya luar (listrik/mekanik). Besaran laju aliran massa penting ditentukan untuk analisis perubahan energi internal yang terjadi, demikian juag dengan rejim aliran yang terbentuk. Sehingga, tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mendapatkan karkteristik nilai laju aliran massa serta besaran bilangan Reynold pada aliran sirkulasi alami di dalam pipa penukar kalir di tangki pendingin. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan merubah kondisi awal setting temperatur air di dalam bagian tangki pemanas dengan variasi dari 50oC, 60oC dan 70oC. Eksperimen dilakukan selama 22 jam dan proses perekaman data menggunakan sistem akuisisi data dengan sampling rate satu data per detik dan pengambilan data difokuskan pada perubahan temperatur di inlet dan oulet pipa penukar kalor di dalam tangki pendingin, selain perubahan laju aliran volumetrik menggunakan flowmeter elektromagnetik direkam. Nilai laju aliran massa dipengaruhi oleh perbedaan temperatur berdasarkan data aliran sirkulasi alami yang diukur, sehingga semakin tinggi temperatur pada WHT maka rata-rata laju aliran massa sirkulasi alami pada kondisi tunak semakin tinggi dari 0.05348 kg/s menjadi 0.07890 kg/s. Rejim aliran pada temperature 50oC, 60oC dan 70oC merupakan aliran turbulen yang secara berturut-turut ditunjukkan dengan bilangan Reynold dari 4485, 6744, dan 7714. Hasil Analisa menunjukan bahwa perbedaan temperature antara bagian WCT dan WHT menetukan aliran sirkulasi alamiah, dimana semakin tinggi temperature atur WHT maka aliran sirkulasi alami nya semakin besar.
Pengembangan Nano-Coolant Alumina Dan Solar Heat Exchanger (SHX) Sebagai Pendingin Panel Surya Ardi Rajab, Dede; Abdulah, Amri; Nur Alam, Deden; Sukarman; Khoirudin; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja solar heat exchanger (SHX) dengan menggunakan fluida nano sebagai cairan pendingin (nano-coolant). SHX berfungsi sebagai sarana penyerap panas dari panel surya. Desain SHX disesuaikan untuk panel surya dengan kapasitas 20 Wp, yaitu 35 x 45 cm. Nano-coolant yang dipersiapkan yaitu campuran 0.5% Al+etilen glikol/air (10:90). Metode uji eksperimental dilakukan untuk kinerja fluida dan SHX dengan variasi laju aliran volumetrik 1−3 LPM, dengan suhu saluran masuk fluida dipertahankan pada 35°C. Hasil penelitian didapatkan model solar heat exchanger (SHX) sebagai alat perpindahan kalor telah berhasil melakukan penyerapan panas secara maksimal dengan desain yang dibuat berliku, untuk memperluas area sentuh pada panel surya. Nano-coolant telah mencapai performa terbaik dibandingkan cairan dasar EG murni. Peningkatan terjadi sebesar masing masing 9.29, 10, dan 10.64% dibandingkan dengan EG yaitu 4.29, 5.71, dan 6.4% pada laju aliran 1, 2, dan 3 LPM. Penurunan tekanan yang terjadi dibandingkan pada cairan dasar saat laju aliran 1 LPM, dan diperoleh pressure drop nano-coolant (ΔPnc) lebih tinggi 3% dibandingkan pressure drop EG (ΔPEG).
ANALISIS GAYA DORONG DAN TORSI PROPELLER PADA MESIN PERAHU TEMPEL MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Hartono, Budi; Sutoyo, Edi; Fitriani, Fitriani; Eka Pramono, Gatot; Waluyo, Roy; Fauzy, Restu
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1293

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, perahu menjadi salah satu alat transpotasi yang penting. Salah satu komponen pengerak perahu adalah propeller.  Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan parameter perbandingan nilai gaya dorong, torsi dan velocity propeller mesin perahu tempel dengan menggunakan metoda finite element analysis (FEA) pada variasi putaran 200 rpm hingga 1200 rpm. Berdasarkan hasil simulasi CFD didapatkan nilai gaya dorong dari -0,908 N hingga 402,968 N. Adapun nilai torsi yang diperoleh untuk variasi putaran dari 200 hingga 1200 rpm adalah dalam rentang nilai -0,604 Nm hingga 21,211Nm. Kecepatan aliran air pada propeller yang dianalisis dengan CFD menunjukkan variasi nilai dari 2,540 m/s hingga 14,18 m/s. Hasil simulasi menunjukkan hubungan peningkatan linear dimana semakin tinggi kecepatan putaran propeller maka semakin besar gaya dorong, torsi, dan kecepatan aliran air yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara kecepatan putaran propeller dengan kinerja propulsi perahu.
Co-Authors Abdul Rahman Abrista Devi Ade Fahrudin Adi Yoga Pratama Ahmad Suhaedi Amelia . Amri Abdulah Amri Abdullah Angga Kurnianto Anggraini, Yeni Annisa, Sarah Chairul Anton Royanto Ahmad Ardi Rajab, Dede Ari Hidayat Arief Goeritno Atmaja, Muhammad Iqbal Azama, Irham Muhammad Beny Syawaludin Budi Hartono Budi Hartono Budiman, Arif Adtyas Budiyanto, Nur Rochman Chayati, Nurul Dede Ardi Rajab Deendarlianto Dian Wulandari Dwi Rahmalina, Dwi Dwi Yuliaji Eko Hadi Purwanto Fahmi Aldiansyah Fahrudin, Ade Fahrulrizal Fahrulrizal Fahrulrizal, Fahrulrizal farizal, achmad Fauzan, Azka Rizqi Fauzan, Rifqi Fauzi, Amal Fauzy, Restu Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Fitriani Gustiana, Angga Gustiana, Muhamad Halif Hakim, Muhammad Iqbal Furqonul Hana Subhiyah Hidayat, Muhamad Ari Husna, Agus Ilyas, Muslim Ina Afriani Indarto Indarto Ismaya, Jimmy Isnaini, Ismet Jaenal, Jaenal Joki Irawan Jos Budi Sulistyo Kasmudin Kharisma, Sunandi Khoirudin Khoirudin Kurniansyah, Kurniansyah Kurniawan, Ainul Septian Kusmawan, Rudi Luluk Dianarini MAMAT RAHMAT Mamat Rahmat MARDIANA Maryadi , Shendy Akbar Maryadi, Shendy Akbar Moniaga, Prya Muhamad Lutfi Muhamad Taufik Ulhakim Muhamad Yulianto Muhammad, Begawan Muhidin Muhidin Mulya Juarsa Mulya Juarsa Nasution, Addiena Syahvina Nur Alam, Deden Nur Aziz Oktaviandi, Ryan PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR Pramono, Gatot Eka Pramono, Gatot Eka Prastowo, Dian Adi Putra, Esa Putut Hery Setiawan Putut Hery Setiawan Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian Rajab, Dede Ardi Ramadhan, Afham Rezon, Kevin Ritzkal, Ritzkal Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Sanda Saputro, Ilham Aji Setiawan, Ilham Heru Setya Permana Sutisna Shieddique, Apang Djafar Slamet Widodo Sukarman Sukarman SUMADI SUMADI Suratun Suratun Sutoyo, Edi Syaiful Syaiful Syawalludin, Muhammad Ilham Syawaludin, Adrian Tachli Supriyadi Tika Hafzara Siregar Tukiman Wahyuni, Asri Yanto, Ausatha Rabbany Yogi Sirod Gaoz Yusuf, Aditia Maulana