Claim Missing Document
Check
Articles

ter, pe, ber RANCANG BANGUN SEAL UPGRADE DESIGN PADA SILINDER HIDROLIK CENTER POST MITSUBISHI DENGAN UJI TEKANAN KERJA 140 BAR Mardiana; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seal pada silinder hidrolik center post Mitsubishi berfungsi untuk menahan tekanan dan mencegah terjadinya kebocoran pada saat silinder hidrolik tersebut bekerja pada mesin curing pencetak ban. Seal tersebut akan mengalami kerusakan karena pemakaian, umur, aus dan temperatur. Seal yang rusak tersebut harus segera diganti agar tidak mengganggu produktifitas mesin curing. Seal pengganti pada silinder hidrolik dibuat berdasarkan analisa spesifikasi OEM, kemudian dibuat dan dimodifikasi bentuk, ukuran, atau materialnya untuk dapat mencapai target produktivitas dari silinder hidrolik tersebut. Proses pembuatan seal pengganti menggunakan software DMH dan mesin CNC seal yang mengacu pada data hasil analisa spesifikasi OEM nya. Seal pengganti yang sudah jadi di-assembling dengan komponen silinder yang lain dan diuji dengan tekanan maksimal 140 Bar.  
Analisa Kebocoran Hydraulic Cylinder Telescopic Pada Alat Angkut Mekanisasi Kelapa Sawit Tipe High Bin Kapasitas 500 Kilogram Hartono, Budi; Waluyo, Roy; Fitriani, Fitriani; Muhammad, Begawan
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v10i1.663

Abstract

Mekanisasi pada perkebunan berperan untuk mengefisienkan suatu pekerjaan yang dilakukan dengan bantuan alat atau mesin. Salah satu bentuk mekanisasi adalah dengan membuat peralatan pengangkut mini kelapa sawit. Pada alat atau mesin pengangkut ini salah satu komponen yang digunakan adalah hydraulic cylinder, sebuah alat yang menggunakan cairan atau fluida khususnya oli untuk mentransfer daya. Pada saat pengoperasian alat ini di kebun sawit, dimana unit yang digunakan adalah tipe High Bin ditemukan kondisi yang tidak normal. Hydroulic cylinder pada alat angkut tipe high bin tersebut sudah mengalami kebocoran oli dengan usia pakainya yang baru menyentuh angka 640 cycle atau 16 hari kerja. Kebocoran yang terlalu dini ini mengakibatkan proses evakuasi panen sawit mengalami down time atau terhenti. Penelitian ini membahas akar penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder telescopic, dengan cara menganalisa data lapangan, melakukan pengamatan visual, pengujian pressure/tekanan dan pengujian durability. Selanjutnya dilakukan analisa dengan metode root cause analysis (RCA) menggunakan diagram fishbone beserta solusinya. Berdasarkan hasil RCA diketahui bahwa penyebab masalah kebocoran hydraulic cylinder yaitu oleh faktor manusia, metode, material dan lingkungan. Setelah mendapatkan akar penyebab masalah, selanjutnya diolah dan dievaluasi sehingga didapatkan solusi untuk mencegah masalah yang sama agar tidak terulang kembali.
Investigasi Laju Aliran Massa Sirkulasi Alami dalam Pipa Penukar Kalor pada Tangki Pendingin Untai Uji Fassip-02 Ver.1 Anggraini, Yeni; Juarsa, Mulya; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Putra, Esa; Oktaviandi, Ryan; Moniaga, Prya; Maryadi, Shendy Akbar
Simetris: Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol 15, No 1 (2024): JURNAL SIMETRIS VOLUME 15 NO 1 TAHUN 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/simet.v15i1.10698

Abstract

Fenomena sirkulasi alami terjadi karena adanya gabungan gaya Buoyancy dengan gaya hambatan friksi tanpa adanya intervensi dari gaya luar (listrik/mekanik). Besaran laju aliran massa penting ditentukan untuk analisis perubahan energi internal yang terjadi, demikian juag dengan rejim aliran yang terbentuk. Sehingga, tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mendapatkan karkteristik nilai laju aliran massa serta besaran bilangan Reynold pada aliran sirkulasi alami di dalam pipa penukar kalir di tangki pendingin. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan merubah kondisi awal setting temperatur air di dalam bagian tangki pemanas dengan variasi dari 50oC, 60oC dan 70oC. Eksperimen dilakukan selama 22 jam dan proses perekaman data menggunakan sistem akuisisi data dengan sampling rate satu data per detik dan pengambilan data difokuskan pada perubahan temperatur di inlet dan oulet pipa penukar kalor di dalam tangki pendingin, selain perubahan laju aliran volumetrik menggunakan flowmeter elektromagnetik direkam. Nilai laju aliran massa dipengaruhi oleh perbedaan temperatur berdasarkan data aliran sirkulasi alami yang diukur, sehingga semakin tinggi temperatur pada WHT maka rata-rata laju aliran massa sirkulasi alami pada kondisi tunak semakin tinggi dari 0.05348 kg/s menjadi 0.07890 kg/s. Rejim aliran pada temperature 50oC, 60oC dan 70oC merupakan aliran turbulen yang secara berturut-turut ditunjukkan dengan bilangan Reynold dari 4485, 6744, dan 7714. Hasil Analisa menunjukan bahwa perbedaan temperature antara bagian WCT dan WHT menetukan aliran sirkulasi alamiah, dimana semakin tinggi temperature atur WHT maka aliran sirkulasi alami nya semakin besar.
Pengembangan Nano-Coolant Alumina Dan Solar Heat Exchanger (SHX) Sebagai Pendingin Panel Surya Ardi Rajab, Dede; Abdulah, Amri; Nur Alam, Deden; Sukarman; Khoirudin; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja solar heat exchanger (SHX) dengan menggunakan fluida nano sebagai cairan pendingin (nano-coolant). SHX berfungsi sebagai sarana penyerap panas dari panel surya. Desain SHX disesuaikan untuk panel surya dengan kapasitas 20 Wp, yaitu 35 x 45 cm. Nano-coolant yang dipersiapkan yaitu campuran 0.5% Al+etilen glikol/air (10:90). Metode uji eksperimental dilakukan untuk kinerja fluida dan SHX dengan variasi laju aliran volumetrik 1−3 LPM, dengan suhu saluran masuk fluida dipertahankan pada 35°C. Hasil penelitian didapatkan model solar heat exchanger (SHX) sebagai alat perpindahan kalor telah berhasil melakukan penyerapan panas secara maksimal dengan desain yang dibuat berliku, untuk memperluas area sentuh pada panel surya. Nano-coolant telah mencapai performa terbaik dibandingkan cairan dasar EG murni. Peningkatan terjadi sebesar masing masing 9.29, 10, dan 10.64% dibandingkan dengan EG yaitu 4.29, 5.71, dan 6.4% pada laju aliran 1, 2, dan 3 LPM. Penurunan tekanan yang terjadi dibandingkan pada cairan dasar saat laju aliran 1 LPM, dan diperoleh pressure drop nano-coolant (ΔPnc) lebih tinggi 3% dibandingkan pressure drop EG (ΔPEG).
ANALISIS GAYA DORONG DAN TORSI PROPELLER PADA MESIN PERAHU TEMPEL MENGGUNAKAN FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Hartono, Budi; Sutoyo, Edi; Fitriani, Fitriani; Eka Pramono, Gatot; Waluyo, Roy; Fauzy, Restu
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v11i1.1293

Abstract

Sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan, perahu menjadi salah satu alat transpotasi yang penting. Salah satu komponen pengerak perahu adalah propeller.  Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan parameter perbandingan nilai gaya dorong, torsi dan velocity propeller mesin perahu tempel dengan menggunakan metoda finite element analysis (FEA) pada variasi putaran 200 rpm hingga 1200 rpm. Berdasarkan hasil simulasi CFD didapatkan nilai gaya dorong dari -0,908 N hingga 402,968 N. Adapun nilai torsi yang diperoleh untuk variasi putaran dari 200 hingga 1200 rpm adalah dalam rentang nilai -0,604 Nm hingga 21,211Nm. Kecepatan aliran air pada propeller yang dianalisis dengan CFD menunjukkan variasi nilai dari 2,540 m/s hingga 14,18 m/s. Hasil simulasi menunjukkan hubungan peningkatan linear dimana semakin tinggi kecepatan putaran propeller maka semakin besar gaya dorong, torsi, dan kecepatan aliran air yang dihasilkan. Hal ini menunjukkan hubungan yang kuat antara kecepatan putaran propeller dengan kinerja propulsi perahu.
Rancang Bangun CNC Mini Router 3 Axis untuk Keperluan Praktikum CAD/CAM Pramono, Gatot Eka; Yuliaji, Dwi; Waluyo, Roy; Jaenal, Jaenal
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.576 KB) | DOI: 10.32832/ame.v1i1.102

Abstract

Penggunaan dan kebutuhan mesin cnc mini router 3 axis di Indonesia saat ini mengalami peningkatan diantaranya untuk kegiatan produksi dan praktikum disekolah-sekolah kejuruan dan universitas-universitas teknik di Indonesia. Namun harga mesin CNC mini dipasaran masih cukup tinggi yakniberkisar 30-40 jutaan. Sehingga tidak semua sekolah ataupun universitas mampu membelinya. Oleh karena itu perlu adanya langkah-langkah kongkrit untuk mengatasi hal itu diantaranya dengan mendesain dan merancang bangun mesin CNC yang dikhususkan untuk keperluan praktikum. Desain dan rancang bangun mesin CNC mini router 3 axis meliputi pemilihan bahan dan proses produksi, perhitungan daya router, perhitungan defleksi poros, dan menguji kinerja mesin CNC mini router 3 axis. Pada penelitian ini diperoleh daya router minimal untuk memotong segala jenis kayu adalah 336 Watt, dengan torsi router sebesar 0,0211 Nm dan kecepatan putaran pahat minimal adalah 15924 rpm, diameter pahat 6 mm, panjang langkah pada sumbu x sebesar 0,5 m, pada sumbu y sebesar 0,3 m, dan pada sumbu z sebesar 0,1 m. Mesin CNC mini router 3 axis ini mampu digunakan untuk segala jenis kayu dengan tegangan geser maksimum 124 kg/cm2. Defleksi maksimal poros dengan beban 20 kgpada sumbu x adalah sebesar 0,48 mm dan pada sumbu y adalah sebesar 0,041 mm. Akurasi gerakan pada sumbu x dan y adalah 0,2 mm. Pemakanan sepanjang sumbu x menghasilkan permukaan benda kerja yang cembung dengan tinggi maksimum cembungan adalah 0,5 mm. Sedangkan pemakanansepanjang sumbu y menghasilkan permukaan benda kerja yang cekung dengan cekungan maksimum adalah 0,08 mm. Defleksi tools dengan beban 5 kg pada sumbu x adalah 2 mm sedangkan pada sumbu y adalah 1,2 mm.
RANCANG BANGUN MODEL KETEL SEBAGAI PENUNJANG PEMBANGKIT KALOR PADA SISTEM ORGANIC RANKINE CYCLE (ORC) sutoyo, edi; Rahmat, Mamat; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.475 KB) | DOI: 10.32832/ame.v2i1.347

Abstract

Penggunaan sinar matahari sebagai sumber energi panas (khususnya di indonesia) memiliki banyak keterbatasan. Keterbatasan tersebut antara lain, energi panas dari matahari hanya tersedia di siang hari dan tidak optimal saat mendung dan hujan. Oleh karena itu diperukan pembangkit kalor sebagai penunjang, yang dapat menaggulangi kelemahan sistem yang ada. Ketel merupakan salah satu Solusi alternatif sebagai penunjang operasi sistem ORC saat cuaca mendung, hujan atau saat malam hari. Ketel berfungsi sebagai pemanas air pengganti energi panas matahari. Suplai air panas ke epavorator yang semula dihasilkan dari solar kolektor diganti dengan air panas yang berasal dari ketel. Sumber panas untuk ketel berasal burner biomassa. Pengujian ketel dilakukan dengan memvariasikan tiga debit yang berbeda yaitu: 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit. Hasil pengujian dengan debit 7 liter/menit, 24 liter/menit dan 43 liter/menit menghasilkan ?T rata-rata berturut-turut sebesar 10,4 OC, 0,46 OC dan 0,37OC sedangkan Effisiensi ketel maksimum terjadi pada debit 7 liter/menit, pada yaitu sebesar 0,032%. Dari rancangan yang dihasilkan dan pengjian yang dilakukan ketel mampu berfungsi sebagai pembangkit atau penyuplai panas di sistem ORC untuk menggantikan solar collector ketika sumber panas dari iradiasi matahari tidak diperoleh.
UJI PERFORMASI DISC BRAKE SEPEDA MOTOR MATERIAL KOMPOSIT MATRIKS ALUMINIUM BERPENGUAT PARTIKEL KERAMIK waluyo, roy; Rahmalina, Dwi
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.296 KB) | DOI: 10.32832/ame.v3i1.462

Abstract

Komposit matriks aluminium berpenguat partikel keramik banyak dikembangkan untuk aplikasi komponen otomotif. Keunggulan komposit matriks aluminium diantaranya mempunyai berat jenis rendah dibanding logam ferro serta memiliki performa yang baik seperti kekuatan tinggi, kekerasan tinggi, sifat tahan aus dan koefisien ekspansi panas rendah. Penelitian ini bertujuan mendapatkan performa, yaitu waktu berhenti saat pengereman pada kecepatan 40 km/jam dari disc brake dengan material komposit matriks (Al-3Si+1.2Cu) dan partikel penguat (SiC+Al2O3) serta mendapatkan gradien temperatur pada disc brake akibat proses pengereman melalui simulasi termal dengan metode Finite element analysis. Hasil pengujian menunjukan komposit matriks aluminium dengan Cu 1.2%wt. yang diberi perlakuan aging 180°C dengan holding time 6 jam memiliki waktu berhenti rata-rata 2,70, lebih cepat dibanding disc brake dari logam ferro yang memiliki waktu berhenti rata-rata sebesar 2,84. Hasil simulasi termal menunjukan terjadi gradien temperatur dari 30,2°C yang terjadi pada sepanjang brake lining pusat pengereman dan 29.9°C pada daerah mendekati titik pusat disc brake.
Perbandingan Metode Kalibrasi Jaringan Saraf Tiruan Dengan Persamaan Polynomial Pada Proses Kalibrasi Sensor Gaya 6 Aksis Ahmad, M.Sc, Anton Royanto; Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.192 KB) | DOI: 10.32832/ame.v3i2.768

Abstract

Sensor gaya dan momen enam aksis telah banyak digunakan dan menjadi komponen yang sangat penting dalam otomasi dan robotika. Desain struktur, susunan strain gage dan kalibrasi menjadi faktor untuk mendapatan sensor yang akurat dan decoupled. Dalam studi kali ini akan digunakan struktur silang dan susunan yang barudengan menggunakan strain gage yang parallel. Dua tipe kalibrasi akan digunakan dan dibandingkan yaitu Jaringan saraf tiruan dan persamaan polynomial. Percobaan menggunakan gaya dan momen gaya secara terpisah menunjukan bahwa jaringan saraf tiruan lebih baik ketimbang polynomial.
STRESS ANALYSIS PADA HORIZONTAL AXIS WIND TURBINE BLADE BERBAHAN KAYU Waluyo, Roy
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.132 KB) | DOI: 10.32832/ame.v4i2.1537

Abstract

The blade turbine is a component that experiences a very high stress on a wind turbine. Materialsoften used are aluminum composite, polymer and even steel. Aluminum has a high fatigue. Plasticis very suitable But it requires mold while steel has a great weight. Wood is an alternative materialfor a blade turbine. Because it is lightweight, strong, easily shaped, and has high fatique resistanceand is easy to obtain. In this research, a stress analysis on a blade with balsa wood material withfixed force 5 Newton is applied. The result of analysis by using Autodesk Inventor student version,shows that the minimum Stress that occurs is: 12.1265 N / m ^ 2 and the maximum stress is:955595 N / m ^ 2. The maximum stress occurs at the point / node 390 or the area near theassembly hub or fixed geometry marked in red.
Co-Authors Abdul Rahman Abdullah, Amri Abrista Devi Ade Fahrudin Adi Yoga Pratama Afriani, Ina Ahmad Suhaedi Amelia . Amri Abdulah Anggraini, Yeni Annisa, Sarah Chairul Anton Royanto Ahmad Ardi Rajab, Dede Ari Hidayat Arief Goeritno Atmaja, Muhammad Iqbal Azama, Irham Muhammad Beny Syawaludin Budi Hartono Budi Hartono Budiman, Arif Adtyas Budiyanto, Nur Rochman Chayati, Nurul Deendarlianto Dian Wulandari Dwi Rahmalina, Dwi Dwi Yuliaji Eko Hadi Purwanto Fahmi Aldiansyah Fahrudin, Ade Fahrulrizal Fahrulrizal Fahrulrizal, Fahrulrizal farizal, achmad Faturahman, Rangga Aditya Fauzan, Azka Rizqi Fauzan, Muhammad Ahsan Fauzan, Rifqi Fauzi, Amal Fauzy, Restu Fithri Muliawati Fitriani Fitriani Fitriani Fitriani Gustiana, Angga Gustiana, Muhamad Halif Hakim, Muhammad Iqbal Furqonul Hana Subhiyah Hidayat, Muhamad Ari Husna, Agus Ilyas, Muslim Indarto Indarto Ismaya, Jimmy Isnaini, Ismet Jaenal, Jaenal Joki Irawan Jos Budi Sulistyo Kasmudin Kharisma, Sunandi Khoirudin Kurniansyah, Kurniansyah Kurnianto, Angga Kurniawan, Ainul Septian Kusmawan, Rudi Luluk Dianarini MAMAT RAHMAT Mamat Rahmat MARDIANA Maryadi , Shendy Akbar Maryadi, Shendy Akbar Moniaga, Prya Muhamad Lutfi Muhamad Yulianto Muhammad, Begawan Muhidin Muhidin Mulya Juarsa Nasution, Addiena Syahvina Nur Alam, Deden Nur Aziz Oktaviandi, Ryan PAMUNGKAS, ADHIKA ENGGAR Pramono, Gatot Eka Pramono, Gatot Eka Prastowo, Dian Adi Putra, Esa Putut Hery Setiawan Rahmat Maulana Putra, Dwi Dian Rajab, Dede Ardi Ramadhan, Afham Rezon, Kevin Ritzkal, Ritzkal Rudi Irawan Rulhendri Rulhendri Sanda Saputro, Ilham Aji Setiawan, Ilham Heru Setya Permana Sutisna Shieddique, Apang Djafar Slamet Widodo Sukarman SUMADI SUMADI Suratun Suratun Sutoyo, Edi Syaiful Syaiful Syawalludin, Muhammad Ilham Syawaludin, Adrian Tachli Supriyadi Taufik Ulhakim, Muhamad Tika Hafzara Siregar Tukiman Wahyuni, Asri Yanto, Ausatha Rabbany Yogi Sirod Gaoz Yusuf, Aditia Maulana