Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STRATEGY TO IMPROVE BUSINESS PERFORMANCE OF PALM OIL SECTOR Othman, Lie; Heriyanto, Meyzi; Kasmiruddin, Kasmiruddin; Fadli, Mashur; Zulkarnaini, Zulkarnaini; Ikhsan, Masrul
Sosiohumaniora Vol 27, No 3 (2025): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v27i3.64023

Abstract

his study aims to analyze the effect of digital marketing, marketing strategy, and knowledge management on improving the performance of the palm oil sector in Merangkai Village, Siak Regency. The research method used is quantitative with a causal design. Primary data was collected through a census technique from the entire population, namely 35 business actors, using a structured questionnaire. The data was then analyzed using Partial Least Square (PLS)-based Structural Equation Modeling (SEM) to test the relationship between variables. The results revealed that marketing strategy had a positive and statistically significant effect on business performance. Conversely, digital marketing and knowledge management were found to have no significant direct effect. The adjusted R-square value of 0.443 indicates that the three independent variables together explain 44.3% of the variation in business performance, while the remaining 55.7% is influenced by factors outside the research model. The implications of these findings indicate that efforts to improve business performance should prioritize the refinement of marketing strategies, particularly in terms of market segmentation, target market determination, and appropriate positioning. Meanwhile, digitalization and knowledge management initiatives require more targeted and contextual intervention designs. Recommendations include capacity building programs for digital literacy, integration of local wisdom into business strategies, and continuous evaluation to ensure marketing effectiveness..
EFEKTIVITAS INOVASI PELAYANAN MELALUI APLIKASI MOBILE JKN DI KANTOR BPJS KESEHATAN CABANG PEKANBARU Zahara Nabilah Arnita; Masrul Ikhsan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1975-1983

Abstract

Mobile JKN merupakan sebuah inovasi yang dibuat oleh BPJS Kesehatan yang tujuannya untuk mengevisiensi waktu antrian serta untuk mempermudah keperluan peserta BPJS Kesehatan agar tidak lagi dating ke Kantor Cabang BPJS untuk mengurus hal-hal yang sederhana. Sebelum adopsi inovasi digital seperti aplikasi Mobile JKN, berbagai permasalahan kerap muncul dalam pelayanan kesehatan yang masih mengandalkan sistem manual, terutama pada aspek administrasi dan interaksi layanan. Permasalahan dalam layanan JKN di Kota Pekanbaru terlihat dari masih terjadinya antrean panjang pada proses pendaftaran pasien, baik di fasilitas kesehatan maupun di kantor BPJS Kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan efektivitas inovasi pelayanan melalui aplikasi Mobile JKN dan mengidentifikasi faktor penghambat efektivitas inovasi pelayanan dengan menggunakan teori efektivitas menurut Edy Sutrisno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa efektifitas inovasi pelayanan melalui aplikasi Mobile JKN telah memberikan kemudahan akses layanan, terutama pada fitur pendaftaran pelayanan, antrean online, dan cek status kepesertaan. Namun, masih terdapat kendala seperti kurangnya pemahaman peserta, gangguan aplikasi, serta keterbatasan literasi digital sebagian pengguna. Secara umum, aplikasi Mobile JKN dinilai cukup efektif, meskipun peningkatan kualitas informasi, sosialisasi, dan optimalisasi fitur masih diperlukan. Saran penelitian mencakup peningkatan edukasi pengguna, perbaikan stabilitas sistem, serta penguatan koordinasi internal dalam pengelolaan layanan digital.
ANALISIS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA DI KECAMATAN KAMPA Febru Wenti Kaisar; Masrul Ikhsan
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 7 (2026): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i7.2026.1830-1835

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pelayanan publik pada tiga  kantor desa yang ada di Kecamatan Kampa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yang bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara berbagai sumber informasi, observasi, dan pengamatan langsung di lapangan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pelayanan publik yang prima belum terlaksana dengan bak atau maksimal pada ketiga desa tersebut, sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan teori Lenvinne dimana teori tersebut mempunyai tiga indikator teori. Indikator teori terdiri dari 1) Responsivitas, belum terlaksana dengan maksimal dibuktikan dengan tidak adanya bentuk fisik pengaduan resmi atau kotak saran, dari saluran resmi pengaduan, sehingga masyrakat bingung kemana harus memberikan kritik dan saran jika terjadi kesalahan dalam pelayanan publik, karena tidakk semua masayarakat bisa mengadu lewat hp 2) Responsibilitas, masih ada terdapat keluhan dari masyarakat tentang etika pelayanan yaitu menyangkut etika  keramahan dan pelayanan yang belum sesuai SOP 3) Akuntabilitas, masih terlaksana belum optimal dapat dibuktikan dengan tanggung jawab belum dilaksanakan sepenuhnya oleh aparat desa, dibuktikan dengan aparat yang tidak mampu menuliskan jejak masyarakat yang harusnya ada di dalam data. Adapun faktor penghambatnya yaitu, kurangnya anggaran sehingga pelatihan etika tidak di adakan, kualitas sumber daya manusia yang masih rendah dan masih kurang, minimnya kesaaran masyarakat untuk memeberikan umpan balik sehingga data yang diperoleh tidak maksimal. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pelatihan mengenai etika keramahan, dan kesadaran masyarakat agar pelayanan publik dapat berjalan dengan maksimal dan prima.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Eduwisata Lebah Madu di Lahan Gambut Dadang Mashur; Arya Arismaya Metananda; Mimin Sundari Nasution; Masrul Ikhsan; Zulfarina Zulfarina; Zaili Rusli; Abdul Sadad; zulkarnaini zulkarnaini; Indra Mardeni Putra; Andri Sulistyani; Iswandi Iswandi; Vera Darasni Putri; Asri Dewi; Leonardo Manullang
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.76-86

Abstract

The peatlands in Tanjung Leban Village, Bandar Laksamana District, Bengkalis Regency, have great potential to be developed into conservation-based and creative economy-based educational tourism areas. One of the leading potentials is honeybee cultivation, which is not only environmentally friendly but can also increase community income. However, to date, this potential has not been developed sustainably. The purpose of this community service activity is to empower the community through honeybee educational tourism by increasing community capacity in honeybee cultivation, raising awareness of the importance of peatland conservation through an educational approach, and encouraging village economic growth through environmentally friendly tourism and creative economy sectors. The methods of this community service activity include counseling on honeybee cultivation techniques, training on peatland management for honeybee cultivation and educational tourism, workshops on modern bee cultivation techniques, group mentoring in honeybee educational tourism management and product marketing, and training on honeybee educational tourism promotion through social media and marketplaces. The results of community service show that there is an increase in community capacity and knowledge, diversification of livelihoods and improvement of the local economy, development of infrastructure and educational tourism destinations, contribution to peatland conservation and strengthening of community institutions.
Kolaborasi Multi-Sektoral dalam Penguatan Branding, Packaging, dan Akses Pasar Madu Lokal untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Mimin Sundari Nasution; Dadang Mashur; zulkarnaini zulkarnaini; Taryono Taryono; Harapan Tua; Masrul Ikhsan; Arya Arismaya Metananda
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.578-586

Abstract

This community service program aims to enhance the competitiveness of the local honey product “Madu Biene” in Bengkalis Regency through strengthening branding, packaging, and market access to support sustainable development. Prior to implementation, the partner MSME had no Trade Business License (IUD), which hindered market expansion and formal cooperation. The method employed was Participatory Action Research (PAR), involving local government, entrepreneurs, academics, communities, and the private sector as strategic partners. Activities included training on brand identity design, development of eco-friendly packaging, facilitation of online and offline marketing, and socialization as well as assistance in obtaining the IUD. The results showed improvements in packaging quality and brand image, expansion of marketing networks, increased understanding of sustainability principles among business actors, and the issuance of the IUD, which strengthened business legality. Multi-sectoral collaboration proved effective as a catalyst for empowering MSMEs based on local resources, while contributing to the achievement of SDGs, particularly goals 8, 12, and 17.
Implementasi Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Tahun 2020-2025 di Kabupaten Kampar Rudy Dwiyanto; Masrul Ikhsan
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6992

Abstract

Implementasi kebijakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar dalam memperkuat industri pariwisata di daerah ini sangat penting untuk mendukung perkembangan dan keberhasilan pembangunan pariwisata di tingkat nasional. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar memiliki tanggung jawab untuk secara berkelanjutan mengelola potensi yang bisa dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pelaksanaan kebijakan pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Kampar sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 14 Tahun 2020 serta mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menghambat pelaksanaan kebijakan pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Kampar mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Kampar Nomor 14 Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan di dalam penulisan ini ialah jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian adalah Dinas Pariwisata dan Kubudayaan Kabupaten Kampar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan pengembangan pariwisata alam di Kabupaten Kampar dianggap berhasil, sebab komunikasi dalam pelaksanaan kebijakan pariwisata telah dilakukan dengan menyampaikan informasi kepada semua pihak terkait dan konsisten dalam menjalin komunikasi. Dan sumber daya meliputi sumber daya manusia, finansial, material, dan informasi, namun untuk sumber daya informasi masih terdapat kekurangan. Tantangan yang dihadapi dalam pengembangan destinasi wisata alam di Kabupaten Kampar.
REFRAMING POLITIK LINGKUNGAN MELALUI ASPIRASI PEMUDA: PERSPEKSTIF MAHASISWA GENERASI Z DI UNIVERSITAS RIAU Fadhiilatun Nisaa; Sesdia Angela; Masrul Ikhsan; Hazqon Fuadi Nasution
GOVERNANCE: Jurnal Ilmiah Kajian Politik Lokal dan Pembangunan Vol. 13 No. 6 (2026): 2026 Juni
Publisher : Lembaga Kajian Ilmu Sosial dan Politik (LKISPOL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56015/gjikplp.v13i6.899

Abstract

Generasi Z tumbuh dalam konteks disrupsi digital dan krisis ekologis yang semakin kompleks, sehingga keterlibatan mereka dalam politik lingkungan menjadi penting untuk dikaji secara empiris. Di Kota Pekanbaru, permasalahan lingkungan seperti banjir, pengelolaan sampah, dan berkurangnya ruang terbuka hijau menunjukkan perlunya partisipasi aktif generasi muda dalam tata kelola lingkungan. Namun, kajian yang menghubungkan kesadaran ekologis, aktivisme digital, dan pembentukan wacana politik lingkungan di kalangan mahasiswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran ekologis terhadap sikap politik lingkungan, pengaruh aktivisme digital terhadap partisipasi politik lingkungan, serta pengaruh keduanya terhadap pembentukan framing politik lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei pada mahasiswa Universitas Riau yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dan dengan tools JASP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran ekologis dan aktivisme digital berpengaruh positif terhadap sikap dan partisipasi politik lingkungan, serta berkontribusi dalam membentuk framing politik lingkungan. Temuan ini menegaskan bahwa Generasi Z merupakan aktor politik baru yang aktif membentuk wacana lingkungan melalui keterlibatan digital, serta berkontribusi pada pengembangan teori Youth Environmentalism dan framing politik dalam konteks lokal. Kata kunci: aktivisme digital, framing politik, generasi Z, kesadaran ekologis, politik lingkungan
Partisipasi Masyarakat Terhadap Perbaikan Jalan Di Kecamatan Kubu Babussalam Kabupaten Rokan Hilir Ziky Zakiah; Masrul Ikhsan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1328

Abstract

Penelitian ini di latarbelakangi oleh kondisi Jalan Jendral Sudirman di Kecamatan Kubu Babussalam yang masih menunjukkan permukaan jalan kurang memadai. Adanya upaya perbaikan secara swadaya yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Berdasarkan teori partisipasi masyarakat menurut Tjokroamidjojo dalam Kumolontang et al. (2024), partisipasi dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu:Penentuan Arah Pembangunan (perencanaan), Pelaksanaan Kegiatan, dan Pemanfaatan Hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam cukup baik akan tetapi belum optimal dalam pelaksanaanya, mencakup tiga aspek dari teori Tjokroamidjojo: (1)Penentuan Arah Pembangunan (Perencanaan) melalui forum Musrenbang dan usulan maupun upaya perbaikan melalui forum UPIKA(Camat, Anggota Dewan ,Polsek, Masyarakat); (2)Pelaksanaan Kegiatan berupa usaha penimbunan secara mandiri, gotong royong dan pemliharaan berupa penimbunan mandiri yang dilakukan olehh masyarakat, (3)Pemanfaatan hasil, akses yang lancar, pemeliharaan berkelanjutan yang belum optimal. Dalam perbaikan jalan terdapat dua faktor kendala dalam partisipasi masyarakat terhadap perbaikan jalan di Kecamatan Kubu Babussalam, yaitu faktor dana yang terbatas dan faktor Kondisi Lingkungan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam optimalisasi partisipasi masyarakat, guna mewujudkan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.