p-Index From 2021 - 2026
7.466
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Hubungan Internasional Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan PKN Journal of Governance Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Pertahanan : Media Informasi tentang Kajian dan Strategi Pertahanan yang Mengedepankan Identity, Nasionalism dan Integrity Kemudi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial JSHP (Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan) Unes Law Review Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Sospol : Jurnal Sosial Politik Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan International Journal of Demos Journal of Social Political Sciences (JSPS) Jurnal Kewarganegaraan Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo) International Journal of Science and Society (IJSOC) INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) International Journal of Humanities Education and Social Sciences Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Formosa Journal of Science and Technology (FJST) Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Interdependence Journal of International Studies Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Jurnal Ledalero Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Multidisciplinary Science: MIKAILALSYS Jurnal Sosial, Politik dan Budaya (SOSPOLBUD) Hasanuddin Journal of Strategic and International Studies Economic Military and Geographically Business Review Hikmatuna Jurnal Keamanan Nasional International Journal of Education, Vocational and Social Science
Claim Missing Document
Check
Articles

VAKSIN PANCASILA MELALUI MEDIA SEBAGAI STRATEGI KONTRATERORISME BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME SAAT PANDEMI COVID-19 Nur Hajizah, Yasmin; Gustarina Cempaka Timur, Fauzia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.965-978

Abstract

Di tengah pandemi COVID-19, ancaman terorisme tetap menjadi bayangan serius bagi keamanan nasional. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertanggung jawab untuk menghadapi ancaman ini dan perlu merancang strategi yang efektif. Dalam konteks ini, konsep Vaksin Pancasila, yang ditujukan untuk mencegah radikalisme dan ekstremisme berbasis ideologi, menjadi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kontraterorisme yang diterapkan oleh BNPT dengan menggunakan pendekatan Vaksin Pancasila melalui media dalam menghadapi ancaman terorisme selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BNPT telah mengadopsi pendekatan Vaksin Pancasila dalam melawan radikalisme dan ekstremisme dengan memanfaatkan media sebagai alat utama. Strategi ini melibatkan penggunaan media sosial, kampanye pencegahan, edukasi publik, dan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat, organisasi non-pemerintah, dan lembaga pendidikan. Melalui pendekatan ini, BNPT berusaha memperkuat kesadaran masyarakat tentang bahaya terorisme, mempromosikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi radikalisme. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi strategi ini, seperti perluasan cakupan media sosial yang luas, penyebaran konten yang akurat dan informatif, serta upaya koordinasi yang intensif antara BNPT dan berbagai pihak terkait. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi kontraterorisme yang diterapkan oleh BNPT dalam menghadapi ancaman terorisme selama pandemi COVID-19. Implikasi penelitian ini adalah perlunya memperkuat peran media dalam pencegahan terorisme, meningkatkan kerjasama antara BNPT dan media, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya kontraterorisme.Di tengah pandemi COVID-19, ancaman terorisme tetap menjadi bayangan serius bagi keamanan nasional. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bertanggung jawab untuk menghadapi ancaman ini dan perlu merancang strategi yang efektif. Dalam konteks ini, konsep Vaksin Pancasila, yang ditujukan untuk mencegah radikalisme dan ekstremisme berbasis ideologi, menjadi relevan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kontraterorisme yang diterapkan oleh BNPT dengan menggunakan pendekatan Vaksin Pancasila melalui media dalam menghadapi ancaman terorisme selama pandemi COVID-19. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisis dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BNPT telah mengadopsi pendekatan Vaksin Pancasila dalam melawan radikalisme dan ekstremisme dengan memanfaatkan media sebagai alat utama. Strategi ini melibatkan penggunaan media sosial, kampanye pencegahan, edukasi publik, dan pendekatan kolaboratif dengan masyarakat, organisasi non-pemerintah, dan lembaga pendidikan. Melalui pendekatan ini, BNPT berusaha memperkuat kesadaran masyarakat tentang bahaya terorisme, mempromosikan nilai-nilai Pancasila sebagai pemersatu bangsa, dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memerangi radikalisme. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi strategi ini, seperti perluasan cakupan media sosial yang luas, penyebaran konten yang akurat dan informatif, serta upaya koordinasi yang intensif antara BNPT dan berbagai pihak terkait. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang strategi kontraterorisme yang diterapkan oleh BNPT dalam menghadapi ancaman terorisme selama pandemi COVID-19. Implikasi penelitian ini adalah perlunya memperkuat peran media dalam pencegahan terorisme, meningkatkan kerjasama antara BNPT dan media, dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam upaya kontraterorisme.
IMPLEMENTASI DIPLOMASI PERTAHANAN MELALUI KONTRIBUSI SATUAN TUGAS PENGAMANAN PERBATASAN INDONESIA – TIMOR LESTE SEKTOR BARAT Tampubolon, Ronald; Banyu Perwita, A. A.; Cempaka Timur, Fauzia
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.559-566

Abstract

Keputusan Timor Leste untuk memisahkan diri dari Indonesia dan menjadi negara merdeka, menyisakan masalah tersendiri antara Indonesia dan Timor Leste yaitu mengenai batas kedua negara. Indonesia dengan Timor Leste berbatasan darat langsung di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perbatasan Provinsi NTT dengan Timor Leste di darat secara keseluruhan memiliki panjang 268,8 km. Permasalahan eksodus masyarakat Timor Leste ke Indonesia dan penetapan delimitasi wilayah perbatasan kedua negara yang disebut daerah Un-resolved segment dan Un-Surveyed segment di wilayah perbatasan Sektor Barat masih belum terselesaikan. Keberadaan Satgas pasukan penjaga perbatasan (Satgas Pamtas) sangat penting sebagai implementasi dari diplomasi pertahanan Indonesia dalam menyelesaikan isu tersebut. Kontribusi Satgas Pamtas RI-RDTL sektor Barat di wilayah perbatasan menjadi hal penting untuk menjaga keamanan negara dan membangun rasa saling percaya antara kedua negara. Dukungan peralatan dan perlengkapan yang memadai sangat dibutuhkan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat, pada kegiatan sub meeting bidang keamanan Joint Border Meeting peran Satgas Pamtas menentukan regulasi pengawasan perbatasan bersama pihak Timor Leste dan menjamin daerah un-resolved dan un-surveyed bebas dari pengelolaan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik. Diplomasi terdepan dari militer dalam bentuk penjagaan dan penghentian kegiatan illegal pada daerah konflik akan menjamin stabilitas wilayah sehingga penyelesaian secara diplomasi terkait sengketa perbatasan lebih mudah dilakukan.
PELIBATAN SATUAN BRAVO 90 DALAM UPAYA MENGATASI ANCAMAN NON MILITER DI INDONESIA DALAM RANGKA PERTAHANAN NEGARA Isnain Sidin, Muhammad; Cempaka Timur, Fauzia; Nefo Handayani Kertopati, Susaningtyas
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1035-1043

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran Satbravo 90 dalam mengatasi ancaman nonmiliter di Indonesia sebagai bagian integral dari strategi pertahanan negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Satbravo 90 terlibat dalam menghadapi ancaman nonmiliter di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, melibatkan wawancara, analisis dokumen kebijakan pertahanan, dan tinjauan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Satbravo 90 memiliki peran strategis dalam menanggapi ancaman nonmiliter, seperti terorisme, separatisme, dan ancaman nonkonvensional lainnya. Selain memberikan dukungan taktis dan operasional kepada aparat keamanan, Satbravo 90 juga terlibat dalam inisiatif pencegahan dan deradikalisasi. Satbravo 90 memainkan peran yang penting dalam operasi kontijensi, terutama dalam tanggapan darurat terhadap terorisme, baik di lingkungan udara seperti pesawat, bandara, atau aero drome, maupun dalam operasi gabungan dengan pihak terkait. Meskipun begitu, hingga saat ini, keterlibatan Satbravo 90 belum sepenuhnya mencapai tingkat optimal. Pelibatan Satbravo 90 dalam beberapa tugas terbatas pada peran bantuannya kepada kepolisian. Penelitian ini memberikan gambaran holistik tentang dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh Satuan Bravo 90 dalam menjalankan misinya. Implikasi temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk perbaikan kebijakan dan strategi pertahanan negara terutama dalam mengoptimalkan keterlibatan Satbravo 90 demi mewujudkan efektivitas dalam penanganan ancaman non militer di Indonesia.
PERAN MEDIA SOSIAL DALAM UPAYA MENANGKAL RADIKALISME DAN TERORISME (STUDI KASUS INSTAGRAM @AKUTAHU) Rizania, Risa; Gustarina Cempaka Timur, Fauzia; Sutanto, Rudy
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 9 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i9.2023.4517-4527

Abstract

Peran media sosial saat ini semakin besar, termasuk dalam hal penyebaran paham radikalisme dan terorisme. Media sosial juga memiliki kapasitas untuk tidak saja menangkal radikalisme dan terorisme, tetapi juga melakukan penyebaran konten radikal positif sebagai kontra dari radikalisme dan terorisme yang hingga kini masih menyebar di internet, termasuk di media sosial.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media sosial yaitu oleh media sosial Instagram Media AKUTAHU dalam akun @akutahu dalam upaya menangkal radikalisme dan terorisme. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi dan kajian pustaka. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa instagram @akutahu memiliki peran sebagai sumber informasi, sebagai media kampanye kontra-radikalisasi, sebagai wadah partisipasi masyarakat serta sebagai sarana pemantauan opini publik. Selain itu Media AKUTAHU juga berperan dalam menyajikan konten radikal positif sebagai salah satu bentuk kontra terhadap narasi paham radikalisme dan terorisme di Indonesia
MEDIA SOSIAL DAN PENGARUHNYA PADA PEMBENTUKAN KARAKTER DAN RASA CINTA TANAH AIR GENERASI MUDA Rakhma, Shofia; Gustarina Cempaka Timur, Fauzia; H. Sulistiyono Reksoprodjo, Agus
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 2 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i2.2024.468-478

Abstract

Wacana hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara menemui tantangan, khususnya pada generasi muda dan media sosial. Upaya pembinaan bela negara melalui pembentukan karakter dan cinta tanah air pada generasi muda sangat penting. Generasi muda, yang hidup dalam era digital dan media sosial, perlu bijak dalam memilah informasi. Media sosial juga berpengaruh pada perubahan sosial dan karakter generasi muda, yang dapat mempengaruhi pelaksanaan hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan adalah studi kepustakaan. Penting membentuk karakter dan cinta tanah air dalam menjalankan hak dan tanggung jawab warga negara, terutama generasi muda. Media sosial memfasilitasi informasi, namun perlu penyaringan berkualitas dan tanggung jawab atas berita palsu. Pengaruh budaya luar melalui media sosial bisa memudarkan budaya Indonesia. Pendidikan dan pengawasan media sosial diperlukan agar generasi muda menginternalisasi nilai nasional, sambil bijak menggunakan literasi digital. Karakter dan literasi digital membantu generasi muda menyaring informasi di media sosial dan memproduksi konten positif. Media sosial memiliki dampak yang signifikan terhadap implementasi hak dan kewajiban warga negara dalam bela negara di Indonesia, tercermin dalam penargetan generasi muda, peran Kementerian Komunikasi dan Informasi, pemanfaatan influencer, perubahan komunikasi, serta transformasi sosial, ekonomi, dan politik yang dipengaruhi oleh media sosial.
Propaganda Budaya sebagai Moral Warfare: Musik Populer dan Resistensi Etik di Era Peperangan Asimetris Al Fauzi, Muhammad Ridwan; Akmal, Mula; Cempaka Timur, Fauzia Gustarina; Widodo, Pujo
Interdependence Journal of International Studies Vol. 6 No. 2 (2025): Interdependence Journal of International Studies
Publisher : Department of International Relations, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/ijis.v6i2.96

Abstract

Entering the era of asymmetric warfare signifies that power is no longer confined to military capability but to the construction of moral legitimacy and cultural narratives. This transformation defines moral warfare, a conflict fought through values, ethics, and symbols that shape public consciousness. This research examines how cultural propaganda, particularly popular music, functions as an instrument of moral warfare and ethical resistance to ideological hegemony. Using integrative qualitative analysis of literature (2020–2025) on war ethics, soft power, and cultural hegemony, the study reveals that popular music influences collective moral awareness through artistic representation, lyrics addressing social issues, and digital dissemination. As a form of counter-hegemonic moral discourse, music integrates ethical, aesthetic, and communicative dimensions, enabling cultural transformation and serving as a non-military defence strategy based on moral persuasion and shared human values.
Strategic Communication of Indonesian Parliament in Countering Political Disinformation Dwiki Setya Hendrawan; Priyanto; Fauzia G. Cempaka Timur
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 5 No. 02 (2026): International Journal of Education, Vocational and Social Science( IJVESS)
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v5i02.3141

Abstract

This research aims to analyze the function of strategic communication in combating political disinformation within The House of Representatives of the Republic of Indonesia. This study seeks to elucidate the necessity for communication tactics to evolve in response to the emergence of digital information environments, characterized by the swift dissemination of disinformation via digital platforms that shape public perception. The research examines digital disinformation and strategic communication, with the use of narrative tactics and the Ends-Ways-Means paradigm in enhancing institutional communication. The findings reveal that disinformation encompasses not only the spread of false information but also the creation of narratives that influence public perception, necessitating institutions to transition from reactive measures to more proactive and systematic communication strategies. Strategic communication significantly influences public perception, affects information interpretation, and upholds institutional credibility, especially through counter-narratives and alternative narratives that address false information. Moreover, effective communication necessitates consistency in messaging, active public interaction, and the capacity to function within dynamic digital settings. This study advances strategic communication strategies inside political institutions, specifically aimed at bolstering public trust, sustaining institutional legitimacy, and improving resilience against digital disinformation in modern political environments.
Dinamika Insurgensi Dalam Konflik Horizontal Di Papua Melalui Pola Gerakan Dan Respons Negara Anugrah, Muhammad Lutfi; Timur, Fauzia G. Cempaka; Utomo, Bambang
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64285

Abstract

The horizontal conflict in Papua remains one of the most complex and enduring conflicts in Indonesia, involving the interaction of historical grievances, identity politics, security responses, and struggles over legitimacy. Previous studies have tended to examine Papuan conflict in partial ways, such as armed resistance, securitization, media representation, or humanitarian issues, leaving limited analysis that integrates insurgent movement patterns and state responses within a single asymmetric warfare framework. This study aims to analyze the dynamics of insurgency in Papua by examining the patterns of insurgent movements and the state’s responses in the context of horizontal conflict. The research employed a qualitative case study approach, using in-depth interviews, documentation, and literature review as data collection techniques. The findings show that the Papuan conflict reflects the characteristics of asymmetric conflict, marked by unequal power relations between the state and non-state actors. Insurgent movements have shifted from predominantly territorial armed resistance to multi-arena strategies operating in political, international, and digital spaces. At the same time, state responses remain dominated by security approaches, although they are also accompanied by development, administrative governance, and narrative management. The study concludes that the persistence of conflict in Papua is shaped by the relational interaction between insurgent adaptation and state response. Therefore, conflict management requires a more integrative, adaptive, and context-sensitive approach that goes beyond a purely territorial and coercive logic.
Hybrid Threats in the South China Sea: A Neoclassical Realist Comparative Response Analysis of Indonesia, the Philippines, and Malaysia Alif Asy'ari; Aulia Akmalina; Fauzia Gustarina Cempaka Timur
Hasanuddin Journal of Strategic and International Studies (HJSIS) Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/hjsis.v4i2.52067

Abstract

This article examines why Indonesia, the Philippines, and Malaysia respond differently to broadly similar hybrid threats from China in the South China Sea. It adopts a qualitative, most-similar-systems design and applies a neoclassical realist framework in which hybrid pressure is treated as a common systemic stimulus filtered through three domestic dimensions: elite perception, institutional capacity and integration, and state-society relations. The analysis shows that the Philippines has shifted toward denial, backed by formal alliance ties and a deliberate strategy of public transparency; Indonesia relies on diversification, combining legal firmness with diplomatic and operational choices that avoid overdependence on any single partner; and Malaysia maintains soft balancing oriented around the protection of offshore economic interests. These divergent outcomes cannot be explained by material asymmetry alone. By applying a neoclassical realist framework to these three cases, this article links hybrid coercion at sea to the domestic filters that turn similar external pressure into distinct policy paths.
State-owned bullion banking through gold institutionalization as the foundation of Indonesia's economic sovereignty Alif Asy’ari; Fauzia Gustarina Cempaka Timur; Aulia Akmalina
Economic Military and Geographically Business Review Vol. 4 No. 1: (July) 2026
Publisher : Institute for Advanced Science Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/emagrap.v4i1.2026.3483

Abstract

Background: The freezing of USD 300 billion in Russian reserves by Western nations in February 2022 exposed a critical vulnerability: foreign exchange reserves have become weaponized instruments of geopolitical coercion. For developing economies, this shift has prompted reassessment of reserve composition and ownership. Gold, with jurisdictional independence and absence of counterparty risk, has re-emerged as a strategic hedge against financial coercion, sanctions, and currency dependencies. Indonesia, a resource-rich developing economy integrated into the global financial system, faces pressures to balance monetary stability with strategic autonomy. This article examines how Indonesia institutionalizes gold as economic resilience through legal, regulatory, and institutional innovation. Methods Qualitative research design using conceptual and policy-oriented analytical approaches. The study relies on document analysis and systematic literature review to examine regulatory structures, institutional governance, and their strategic implications, interpreted within political economy and security studies without conducting original quantitative estimation. Findings: The article identifies a tripartite gold ecosystem (upstream: Bullion supply chain actors; midstream: Bank Indonesia; downstream: Bullion distributors) and proposes three institutional pillars: (1) Structure & management of financial reserves; (2) Open and Fair Institutional Governance; and (3) Shifting to Security Instrument in Strategic Realm. Conclusion: Gold's strategic value is institutionally contingent. Recent reforms position Pegadaian as a state-owned bullion bank transforming sovereign reserves into operational liquidity, household inclusion, and non-kinetic resilience. This represents quiet hedging constructing parallel institutional capacity for strategic autonomy without rejecting dollar integration or accepting weaponization vulnerability. Novelty/Originality of this article: This work fills a critical gap by connecting gold reserve policy to institutional design and security governance in a Global South context. Unlike existing macro-reserve or enforcement-centric literature, it integrates political economy, institutional economics, and gray-zone theory to demonstrate how gold institutionalization simultaneously addresses macroprudential resilience, domestic value retention, and illicit finance prevention.
Co-Authors Afifuddin, Moch Agni, Wanti Agus Adriyanto Agus H. Sulistiyono Reksoprodjo Agus H.S Reksoprodjo Agus Hasan S. Reksoprodjo Ahmad G. Dohamid Ahmad G. Dohamid Ahmad G. Dohamid Ahmadi Fadillah Akbar, Mujaddid Akmal, Mula Akmalina, Aulia Al Fauzi, Muhammad Ridwan Aldelita Putri Balqis Romulia Alif Asy'ari Alif Asy’ari Almuchalif Suryo Alsodiq Alsodiq Anak Agung Banyu Perwita Andayani, Lily Andy Charman Gartika Anugrah, Muhammad Lutfi Aulia Akmalina Aulia Akmalina Aulia, M. Rezza Nuril Banyu Perwita, A. A. Bayu Nur Alam Bayu Nur’Alam Beny Abukhaer Tatara Dina Subagia Dohamid, Ahmad G Dr. Muhammad Hadianto Dudi Gurnadi Kartasasmita Dwiki Setya Hendrawan Dyah Aryati Nugraha Ningsih Fachry Fachraddin Rahman Febyorita Amelia Frega Wenas Inkiriwang H. Sulistiyono Reksoprodjo, Agus I Wayan Midhio Irwan Setyawan Isnain Sidin, Muhammad Ita Nurjanah Jodi Quanandi Kartikaningrum, Pratiwi Ika Kaunang, Elfira Sylviani KBG Sumudu Madutharanga KBG Sumudu Madutharanga1 Khoirul Umam M. Rezza Nuril Aulia Mahendro Bhirowo Mardi Siswoyo Maria Anatasya Sekar Pamungkas Maria Chris Lievonne Martadinata, Ilham Meo, Reinardus L Moch Afifuddin Mochammad Afifuddin Muh Fachrul Febriansyah Muhammad Halkis Muhammad Sutomo Nefo Handayani Kertopati, Susaningtyas Ningsih Susilawati Nur Hajizah, Yasmin Pedrason, Rodon Perwita, Anak Agung Banju Priyanto Priyanto Priyanto Priyanto, Priyanto Pujo Widodo Pujo Widodo, Pujo Pure, Solihin Rachmat Setiawibawa Rachmawati, Dewi Tiur Rahim, Abdillah Satari Rahmat Adi Anggoro Rakha Pratama Rakhma, Shofia Reksoprodjo, Agus Hasan S. Risa Rizania Risman, Helda Rizania, Risa Rizerius Eko Hadisancoko Rizki, Aththaariq Ronika, Yulia Febi Zita Rudy Sutanto Rudy Sutanto Saleha Mufida Savero, Vito Setyawan, Irwan Singgih Wiryono Siswoputro, Suspada Sitti Faridah Soya Ani Prasetyo Stellar Mella Sugiarta, Yannisa Rakhmani Surachman Surjaatmadia Surachman Surjaatmadja Surryanto Djoko Waluyo Surryanto Waluyo Suryadi, Muhammad Susaningtyas N.H. Kertopati Swastanto, Yoedhi Syakirin, Jamaluddin Syamsul Arifin Tampubolon, Ronald Titis Margiyati Utomo, Bambang Yannisa Rakhmani Sugiarta Yanyan M. Yani Yulia Febi Zita Ronika