Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Agama Sebagai Fondasi Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar Nabila Inka, Zahwa; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1720

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius siswa sekolah dasar sejak usia dini. Pada fase perkembangan ini, siswa berada pada tahap pembentukan nilai, sikap, dan kebiasaan yang akan memengaruhi perilaku mereka di masa depan. Pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai moral dan spiritual yang tercermin dalam sikap religius, toleransi, kejujuran, disiplin, serta tanggung jawab. Melalui proses pembelajaran yang terintegrasi antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, pendidikan agama mampu membimbing siswa untuk memahami ajaran agama sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam pembentukan karakter religius siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama yang dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan didukung oleh keteladanan guru serta lingkungan sekolah yang religius berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter religius siswa. Oleh karena itu, pendidikan agama perlu dikelola secara sistematis dan berkelanjutan sebagai upaya membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur.
Peran Iman dan Akhlak Dalam Pembentukan Karakter Generasi Muda Riddayani, Riddayani; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1721

Abstract

Pembentukan karakter generasi muda menjadi isu penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial pada era modern. Menurunnya pemahaman dan pengamalan akhlak yang baik di kalangan generasi muda tidak terlepas dari minimnya perhatian keluarga, lemahnya kontrol sosial, serta pengaruh negatif media digital dan media sosial. Dalam konteks ini, iman dan akhlak memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki kepribadian yang kuat, bermoral, dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran iman dan akhlak dalam pembentukan karakter generasi muda. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap buku akademik, artikel jurnal ilmiah, dan sumber tertulis relevan lainnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa iman berperan sebagai pengendali sikap dan perilaku, sedangkan akhlak menjadi wujud nyata nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan karakter berbasis iman dan akhlak mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki empati sosial, tanggung jawab, serta kesiapan menjadi generasi penerus bangsa yang beradab, berilmu, dan bertakwa.
Pendidikan Agama Terintegrasi: Fondasi Iman Dan Akhlak Rahmi, Yulia; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1722

Abstract

Pendidikan Islam tidak hanya sekadar penyampaian ilmu, melainkan juga penanaman nilai‐nilai etis yang menjiwai keseluruhan hidup manusia. Akhlak,Fondasi ini berfungsi sebagai dasar dalam pembentukan akhlak tanpa pijakan nilai jelas,Integrasi ilmu dan iman dapat diterapkan dalam berbagai aspek pendidikan, Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research (penelitian kepustakaan). Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur pada database ilmiah dan repositori akademik, seperti Google Scholar, portal jurnal nasional maupun internasional.Proses pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur pada database ilmiah dan repositori akademik, seperti Google Scholar dan portal jurnal nasional maupun internasional.Metode ini dipilih karena penelitian berfokus pada pengkajianPendidikan Islam adalah pendidikan dengan melalui ajaran-ajaran agama Islam, Pendidikan akhlak merupakan pusat perhatian utama dalam ajaran islam dan salah satu misi diutusnya Nabi Muhammad SAW kedunia. Untuk membangun dan memperkuat keimanan dalam diri siswa, bisa dilakukan melalui pengajaran agama, pembinaan akhlak mulia, pemberian teladan yang baik.pendidikan agama Islam yang terintegrasi memiliki peranan sangat strategis dalam membangun fondasi iman dan akhlak peserta didik. Pendidikan agama Islam tidak hanya dipahami sebagai proses transfer ilmu pengetahuan keagamaan semata, tetapi juga sebagai upaya sistematis untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, dan moral kepribadian peserta didik secara utuh.Integrasi antara iman dan akhlak menjadi landasan penting agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual.
Penguatan Iman dan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Rhamadani, Fitri; Suniarti, Nining
Catha : Jurnal Penelitian Kreatif dan Inovatif Vol. 3 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/catha.v3i1.182

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam sistem pendidikan nasional, terutama pada jenjang sekolah dasar yang menjadi fase golden age perkembangan moral. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan iman dan akhlak siswa sekolah dasar melalui mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Akidah Akhlak. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini mengeksplorasi hubungan teologis antara iman sebagai akar dan akhlak sebagai buah dalam kepribadian Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai rukun iman, pemanfaatan teknologi di era industri 4.0 dan disrupsi, serta keteladanan guru menjadi faktor kunci keberhasilan pembentukan karakter. Penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembelajaran reflektif dan tadabbur Al-Qur’an terbukti efektif dalam memitigasi krisis moral dan spiritualitas siswa. Kesimpulannya, sinergi antara pemahaman akidah yang kuat dan praktik akhlak mahmudah menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki integritas spiritual.
Penguatan Pemahaman Ibu tentang Pola Asuh Digital Sehat dalam Penggunaan Gadget pada Anak Usia Dini Puspita, Yenda; Joni, Joni; Suniarti, Nining; Flora, Dwi Elsi
Dinamika: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2025): Mei-Agustus 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/dinamika.v2i1.19

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi orang tua dalam mengasuh anak usia dini, terutama terkait penggunaan gadget yang berlebihan. Banyak orang tua belum memahami dampak jangka panjang paparan gawai tanpa pendampingan yang dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kesehatan fisik anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ibu tentang pola asuh digital sehat melalui sosialisasi dan pendampingan berbasis partisipasi komunitas. Metode yang digunakan adalah Community-Based Participatory Research (CBPR) dengan melibatkan 25 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun di TK Sekar Melati, Desa Rimba Beringin. Kegiatan meliputi pemaparan materi, penyusunan family media plan, diskusi kelompok, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman ibu mengenai pengaturan durasi, pemilihan konten sesuai usia, serta pendampingan aktif. Peserta juga mampu menyusun aturan keluarga dan alternatif kegiatan non-digital, sejalan dengan temuan bahwa penggunaan gadget berlebihan berdampak pada kecanduan, penurunan fokus, hambatan komunikasi, dan gangguan tidur anak.
Internalisasi Nilai-Nilai Hadis Larangan Ikhtikar Hidayat, Hidayat; Paisal, Paisal; Suniarti, Nining
Jurnal Pendidikan Islam Indonesia Vol. 1 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : EL-EMIR Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63477/jupendia.v1i2.416

Abstract

Internalization of the values ​​of the hadith prohibiting ikhtikar (hoarding goods for one-sided gain) in the younger generation and the factors that influence it in the context of modern economic life. The hadith prohibiting ikhtikar contains a moral message about justice, social responsibility, and protection of the interests of society. However, technological developments, consumption patterns, and practical economic orientation among the younger generation have the potential to weaken the understanding and application of these values. This article aims to examine the importance of the younger generation in managing goods so that the balance between supply and demand to avoid excess or shortage of stock in particular, which ultimately minimizes costs and increases efficiency. Through qualitative methods and a literature review. Thus, the younger generation's knowledge of the hadith prohibiting ikhtikar is still relatively low, while the internalization of its values ​​is influenced by the level of religious education, family environment, religious community, and Islamic economic literacy. Furthermore, economic pressures and modern consumer culture are inhibiting factors in the internalization of the moral values ​​of commerce taught by Islam. This study emphasizes the importance of strengthening education in Islamic economic values ​​and ethics for the younger generation, particularly through educational institutions, communities, and digital media, so that the principles of economic justice can be more effectively implemented in social life.