Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penguatan Iman Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Julia Ningsih, Denisa; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1627

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk menelaah secara komprehensif fenomena penguatan akhlak siswa melalui pemahaman rukun iman dalam konteks Pendidikan agama Islam. Metode kualitatif digunakan melalui pendekatan telaah pustaka untuk menelaah temuan-temuan penelitian sebelumnya secara sistematis. Adapun sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan pencarian pada “Google Scholar”, untuk lebih memperkaya penelusuran data yang diinginkan oleh peneliti. Data dikumpulkan melalui dokumentasi jurnal-jurnal nasional bereputasi, dengan sampel berupa artikel ilmiah yang relevan dengan tema pembinaan akhlak dan pemahaman keagamaan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui proses kategorisasi dan penarikan tema-tema utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemahaman rukun iman berkontribusi signifikan terhadap pembentukan akhlak melalui penguatan keyakinan, internalisasi nilai spiritual, dan pengembangan kesadaran moral. Selain itu, integrasi pembelajaran yang bersifat reflektif dan aplikatif ditemukan sebagai strategi yang efektif dalam meningkatkan perilaku religius siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengayaan teori pendidikan Islam, khususnya mengenai hubungan antara aspek keimanan dan pembinaan akhlak. Implikasi praktis mengarah pada perlunya model pembelajaran yang lebih holistik dan kontekstual dalam mata pelajaran PAI. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji implementasi model tersebut pada setting sekolah yang beragam demi mencapai pemahaman yang semakin komprehensif.
Peran Pendidikan Agama Dalam Membentuk Iman dan Akhlak Generasi Digital Pasha Rahmadhani, Nia; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1628

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi membawa dampak besar bagi kehidupan generasi muda, terutama dalam aspek sosial, budaya, dan moral. Di satu sisi, teknologi memudahkan akses informasi dan proses pembelajaran, tetapi di sisi lain juga menimbulkan masalah seperti penyalahgunaan media sosial dan menurunnya nilai moral. Oleh karena itu, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan iman, akhlak, dan karakter peserta didik. Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam menanamkan nilai keimanan, membina akhlak mulia, serta mengajarkan penggunaan teknologi secara bijak. Penguatan pendidikan iman dan akhlak berbasis karakter dapat menjadi benteng moral bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital. Untuk itu, diperlukan kerja sama antara pendidik, orang tua, dan lingkungan agar pembinaan karakter dapat berjalan secara berkelanjutan
Integrasi Agama, Iman dan Akhlak sebagai Solusi Krisis Moral Modern Izzati Ramadhan, Nabila; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1638

Abstract

Artikel ini melakukan kajian mendalam terhadap integrasi agama, iman, dan akhlak sebagai pendekatan komprehensif untuk mengatasi krisis moral yang semakin kompleks di era modern. Krisis moral ini tidak hanya terlihat dalam bentuk perilaku individu seperti korupsi, kekerasan, dan penyalahgunaan teknologi, tetapi juga dalam skala sosial yang lebih luas, termasuk degradasi nilai-nilai keluarga, intoleransi antar kelompok, dan penurunan kepercayaan publik terhadap institusi. Melalui analisis kualitatif terhadap referensi jurnal dari berbagai disiplin ilmu terkait pendidikan, etika, dan studi agama, artikel ini mengeksplorasi bagaimana ketiga elemen tersebut agama sebagai sumber nilai universal, iman sebagai keyakinan spiritual yang mendalam, dan akhlak sebagai praktik perilaku etis—dapat diintegrasikan secara sinergis dalam pendidikan, kebijakan sosial, dan kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini tidak hanya efektif dalam konteks pendidikan Islam, tetapi juga memiliki aplikasi luas untuk masyarakat pluralistik, dengan bukti empiris dari studi-studi yang menekankan peran pendidikan akhlak dalam membangun resiliensi moral dan harmoni sosial. Artikel ini juga membahas tantangan implementasi, seperti pengaruh globalisasi dan sekularisasi, serta potensi solusi melalui pendekatan interdisipliner. Kesimpulan utama adalah bahwa integrasi agama, iman, dan akhlak dapat menjadi fondasi untuk transformasi moral yang berkelanjutan, mendorong pembentukan karakter individu dan masyarakat yang lebih etis, toleran, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, artikel ini berkontribusi pada diskusi akademik tentang solusi alternatif terhadap krisis moral modern, yang sering kali diabaikan oleh pendekatan sekuler semata.
Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa di Sekolah Dasar Fian Naldi, M Dedi; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam pembentukan akhlak siswa di Sekolah Dasar karena usia tersebut merupakan fase awal pembentukan karakter dan kepribadian anak. Nilai-nilai moral dan religius yang ditanamkan sejak dini akan menjadi dasar dalam membentuk perilaku siswa pada jenjang pendidikan berikutnya. Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai proses transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana internalisasi nilai iman, ibadah, dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Pendidikan Agama Islam terhadap pembentukan akhlak siswa di Sekolah Dasar melalui pembelajaran di kelas, kegiatan pembiasaan, keteladanan guru, serta budaya sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan terhadap berbagai sumber yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara konsisten dan terintegrasi mampu membentuk sikap religius, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial siswa. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan dalam membentuk akhlak mulia siswa sejak dini.
Iman dan Akhlak Untuk Membangun Fondasi Masa Depan Anak Dengan Pendidikan Agama Islam Al Ihsan, Habibi; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1642

Abstract

Pendidikan Islam merupakan proses pembinaan menyeluruh yang bertujuan membentuk manusia seutuhnya melalui pengembangan aspek spiritual, intelektual, jasmani, dan moral. Dalam konteks ini, pendidikan akidah dan akhlak memiliki posisi sentral sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pendidikan akidah dan akhlak dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai sarana penguatan karakter peserta didik, peran guru dan orang tua dalam pembentukan karakter, serta tantangan pendidikan Islam di era disrupsi digital. Subjek kajian difokuskan pada konsep dan praktik pendidikan Islam yang relevan dengan pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran buku-buku keislaman, artikel jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif-analitis dengan mengkaji konsep iman, akhlak, serta implementasi PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akidah yang kuat menjadi dasar terbentuknya akhlak mulia, sedangkan akhlak merupakan manifestasi nyata dari keimanan. Implementasi PAI yang terintegrasi, didukung keteladanan guru dan orang tua, efektif membentuk karakter peserta didik. Namun, era digital menghadirkan tantangan moral, sehingga integrasi nilai iman, akidah, dan akhlak dalam kurikulum menjadi kebutuhan mendesak.
Hubungan Iman, Ibadah dan Akhlak Dalam Perspektif Pendidikan Islam Sindi, Alya; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1651

Abstract

Pendidikan Islam menempatkan iman, ibadah, dan akhlak sebagai tiga unsur utama yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam proses pembentukan kepribadian peserta didik. Iman berfungsi sebagai landasan keyakinan yang menuntun arah hidup manusia, ibadah menjadi wujud nyata dari keimanan tersebut dalam bentuk penghambaan kepada Allah SWT, sedangkan akhlak merupakan manifestasi nilai iman dan ibadah dalam perilaku sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji hubungan iman, ibadah, dan akhlak dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya dalam pembinaan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber yang berkaitan dengan konsep iman, ibadah, dan akhlak dalam ajaran Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman yang kuat akan mendorong pelaksanaan ibadah secara konsisten, dan ibadah yang dilakukan dengan benar akan melahirkan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu mengintegrasikan ketiga aspek tersebut secara seimbang agar mampu menghasilkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepribadian yang beriman, taat beribadah, dan berakhlak mulia.
Upaya Memperkokoh Pondasi Iman dan Transformasi Akhlak Siswa Ainun Nabihah, Natasya; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1652

Abstract

Pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman yang kuat dan akhlak yang mulia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, pendidikan menghadapi tantangan serius berupa degradasi moral dan melemahnya nilai-nilai keimanan pada peserta didik, khususnya di jenjang sekolah dasar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji upaya memperkokoh pondasi iman dan proses transformasi akhlak siswa melalui pendidikan agama Islam dengan menelaah faktor pendukung, faktor penghambat, serta strategi implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), dengan sumber data berupa buku, artikel ilmiah, dan jurnal penelitian yang relevan dengan tema iman, akidah, dan akhlak. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan iman dan transformasi akhlak siswa dapat dilakukan secara efektif melalui integrasi pendidikan agama dalam kurikulum, keteladanan guru, pembiasaan nilai religius, budaya sekolah yang kondusif, serta sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Namun, proses tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya kesadaran diri siswa, pengaruh negatif media digital, kurangnya keterlibatan orang tua, serta keterbatasan waktu dan metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang holistik, adaptif, dan berkelanjutan agar nilai-nilai iman dan akhlak dapat terinternalisasi secara optimal dalam kehidupan siswa.
Integrasi Pendidikan Agama Dalam Pembinaan Iman dan Akhlak Siswa Sekolah Dasar Eka Fitri Yana, Novela; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1655

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam pembinaan iman dan akhlak siswa sekolah dasar, terutama pada fase awal pembentukan kepribadian peserta didik. Namun, pelaksanaan pendidikan agama di sekolah dasar masih sering berorientasi pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam keseluruhan proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual peran integrasi pendidikan agama dalam pembinaan iman dan akhlak siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dan dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Data penelitian berupa hasil-hasil kajian ilmiah yang membahas integrasi pendidikan agama, pembinaan iman, pembentukan akhlak, serta pendidikan karakter religius pada jenjang sekolah dasar. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik melalui tahapan reduksi data, pengelompokan tema, dan sintesis temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama yang dilaksanakan secara menyeluruh melalui kurikulum, proses pembelajaran, keteladanan guru, dan budaya sekolah berperan penting dalam memperkuat pembinaan iman dan akhlak siswa. Integrasi tersebut memungkinkan nilai-nilai keimanan dan akhlak tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diinternalisasi dan diwujudkan dalam perilaku peserta didik.
Integrasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Karakter Untuk Meningkatkan Akhlak Mulia Siswa Satya Novita, Annisa; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1656

Abstract

Integrasi pendidikan agama dan pendidikan karakter merupakan pendekatan strategis dalam upaya meningkatkan akhlak mulia siswa di lingkungan sekolah. Pendidikan agama memberikan landasan nilai spiritual dan moral, sementara pendidikan karakter berperan dalam menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam sikap dan perilaku sehari-hari siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pendidikan agama dan pendidikan karakter serta perannya dalam membentuk akhlak mulia siswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama dan pendidikan karakter secara sistematis mampu memperkuat nilai keimanan, menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, serta membentuk perilaku akhlakul karimah pada siswa. Oleh karena itu, penerapan integrasi kedua pendekatan tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kurikulum, proses pembelajaran, dan keteladanan pendidik agar tujuan pembentukan karakter siswa dapat tercapai secara optimal.
Peran Nilai-Nilai Agama Dalam Membentuk Akhlak Mulia Generasi Muda Dwi Astika Sari, Yuliana; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1657

Abstract

Perkembangan zaman yang semakin pesat membawa dampak besar terhadap kehidupan generasi muda, terutama dalam aspek moral dan perilaku sosial. Arus globalisasi, kemajuan teknologi, serta perubahan pola pergaulan sering kali memengaruhi cara berpikir dan bertindak generasi muda, sehingga berpotensi menimbulkan krisis akhlak. Dalam kondisi tersebut, nilai-nilai agama memiliki peran yang sangat penting sebagai landasan moral dalam membentuk akhlak mulia. Nilai-nilai agama mengajarkan prinsip kebaikan, kejujuran, tanggung jawab, saling menghormati, dan kepedulian sosial yang menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran nilai-nilai agama dalam membentuk akhlak mulia generasi muda serta relevansinya dalam menghadapi tantangan moral di era modern. Melalui pendekatan kajian konseptual, artikel ini menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai agama sejak dini, baik melalui pendidikan formal, keluarga, maupun lingkungan sosial, dapat menjadi benteng moral yang kuat bagi generasi muda. Dengan demikian, penguatan nilai-nilai agama diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan berkepribadian luhur