Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Pendidikan Agama di Sekolah Sebagai Sarana Pembentukan Iman dan Akhlak Eka Putri Zaini, Revina; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1698

Abstract

Integrasi pendidikan agama di sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk iman dan akhlak peserta didik di tengah tantangan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter dan nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran integrasi pendidikan agama dalam proses pembentukan iman dan akhlak peserta didik melalui kegiatan pembelajaran formal dan budaya sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menganalisis berbagai buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama yang dilakukan secara sistematis dan kontekstual mampu memperkuat keimanan peserta didik serta membentuk akhlak mulia, seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial. Integrasi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kurikulum, keteladanan guru, pembiasaan nilai-nilai keagamaan, serta dukungan lingkungan sekolah yang religius. Dengan demikian, pendidikan agama yang terintegrasi secara optimal di sekolah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan kehidupan modern.
Peran Kristen Dalam Membangun Masyarakat Yang Lebih Baik Cavind Hasiando, Frans; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1702

Abstract

Agama memiliki peran strategis dalam membentuk nilai moral, etika sosial, serta pola interaksi dalam kehidupan bermasyarakat. Kekristenan, sebagai salah satu agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia dan dunia, mengajarkan nilai-nilai universal seperti kasih, keadilan, perdamaian, tanggung jawab sosial, dan penghargaan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam upaya pembangunan masyarakat yang adil, harmonis, dan berkeadaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Kekristenan dalam pembangunan masyarakat melalui telaah terhadap ajaran dan implementasinya dalam kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang bersumber dari buku ilmiah dan artikel jurnal mutakhir periode 2023–2025. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi konsep, nilai, dan tema utama terkait peran sosial Kekristenan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kekristenan berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan masyarakat melalui pelayanan sosial, pendidikan, penguatan toleransi dan perdamaian, serta pembentukan etika sosial dalam ruang publik.
Peran Pendidikan Agama Dalam Menanamkan Iman dan Akhlak di Era Modren Habiba, Nur; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1703

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai iman dan akhlak di tengah pesatnya perkembangan era digital. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak positif sekaligus tantangan serius terhadap moral, sikap, dan perilaku generasi muda. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media pembinaan karakter yang menyeluruh, meliputi aspek aqidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah, seperti buku, jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berkontribusi signifikan dalam meningkatkan sikap moral, pengendalian diri, serta kemampuan peserta didik dalam menyikapi perkembangan teknologi secara kritis dan bijaksana. Penanaman nilai iman dan akhlak dilakukan melalui proses pembelajaran formal di sekolah, kegiatan keagamaan, serta sinergi dengan lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, Pendidikan Agama Islam menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan zaman secara bertanggung jawab.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk meningkatkan Iman dan Akhlak Siswa Zatil Himma, Alya; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1709

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran PAI di sekolah belum sepenuhnya berhasil dalam menginternalisasikan nilai-nilai tersebut, yang ditandai dengan maraknya berbagai patologi sosial di kalangan remaja. Kondisi ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran PAI yang diterapkan masih cenderung konvensional dan kurang responsif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran dan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan iman dan akhlak peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran seperti metode persuasif, metode kisah yang mengandung targhīb dan tarhīb, metode nasihat melalui pengambilan pelajaran dan peringatan, serta pemberian sanksi yang bersifat mendidik memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk kepribadian muslim peserta didik. Melalui pembelajaran Aqidah Akhlak yang memuat rukun iman dan nilai-nilai akhlak mulia, peserta didik diharapkan mampu menjadi pribadi yang saleh dan salehah, baik dalam pelaksanaan ibadah individual maupun ibadah sosial. Dengan demikian, pengembangan strategi pembelajaran PAI yang inovatif dan kontekstual menjadi kebutuhan penting dalam upaya mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Penguatan Akhlak Untuk Mencegah Penyimpangan Seksual Eriana, Ninda; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1713

Abstract

Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik, khususnya dalam mencegah penyimpangan seksual yang semakin marak di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan efektivitas pendidikan agama dalam membangun kesadaran moral, etika, dan spiritual peserta didik sebagai benteng terhadap perilaku seksual menyimpang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka, dengan sumber data berupa buku ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan pendidikan agama dan pembentukan akhlak. Teknik analisis data dilakukan melalui content analysis untuk mengidentifikasi pola hubungan antara pendidikan agama, penguatan akhlak, dan pencegahan penyimpangan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama mampu menanamkan nilai kesucian diri, tanggung jawab sosial, serta kontrol diri yang kuat pada peserta didik. Selain itu, integrasi pendidikan agama dengan program pencegahan kekerasan seksual di sekolah terbukti meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap bahaya pornografi, pelecehan, dan perilaku seksual menyimpang. Pembahasan menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam memperkuat internalisasi nilai-nilai agama sebagai fondasi pembentukan karakter. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pembelajaran, tetapi juga sebagai strategi preventif yang efektif dalam membangun generasi berakhlak mulia dan bermoral kuat di tengah tantangan perkembangan zaman.
Integrasi Pendidikan Agama Terhadap Iman dan Akhlak Aulia Putri, Nesa; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1714

Abstract

Integrasi pendidikan agama merupakan aspek penting dalam membentuk iman dan akhlak peserta didik di tengah tantangan sosial dan budaya modern. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep integrasi pendidikan agama, landasan teorinya, karakteristik, strategi, serta perannya dalam pembentukan iman dan akhlak dalam lingkungan pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis buku dan sumber ilmiah yang relevan dengan pendidikan agama, pembentukan iman, pendidikan akhlak, dan teori pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan agama merupakan proses holistik dan sistematis yang menghubungkan pemahaman kognitif, internalisasi nilai, serta penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi yang efektif mendorong peserta didik untuk memperkuat keimanan, membentuk akhlak mulia, serta mengamalkan nilai-nilai moral secara konsisten dalam kehidupan akademik dan sosial. Dengan demikian, integrasi pendidikan agama perlu diterapkan secara menyeluruh dalam proses pembelajaran guna meningkatkan perkembangan spiritual dan pembentukan karakter peserta didik.
Peran Nilai Agama Dan Etika Dalam Mencegah LGBT Dalam Remaja Hanifah Zahra, Nur; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1715

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nilai agama dan etika, khususnya pendidikan Agama Islam, dalam mencegah perilaku LGBT di kalangan remaja. Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender) menjadi isu yang semakin banyak diperbincangkan, terutama di tengah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya. Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, perilaku LGBT sering dipandang bertentangan dengan norma agama dan norma sosial yang berlaku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang diberikan kepada responden remaja untuk mengetahui pemahaman, sikap, dan pengaruh pendidikan agama terhadap perilaku mereka. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik deskriptif untuk melihat kecenderungan dan hubungan antara pendidikan agama, nilai etika, dan pencegahan perilaku LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Agama Islam memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter, moral, dan sikap remaja agar tetap berpegang teguh pada ajaran agama serta memiliki kontrol diri yang kuat terhadap perilaku yang dianggap menyimpang. Pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai moral dan etika yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penguatan pendidikan agama dan etika di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam membina remaja yang berakhlak mulia dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai agama dan sosial.
Integrasi Nilai-Nilai Agama Dalam Pembelajaran Untuk Meningkatkan Iman Dan Akhlak Siswa Sururum Marfu’ah, Adinda; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1716

Abstract

Integrasi nilai-nilai agama dalam pembelajaran merupakan strategi penting dalam membentuk keimanan dan akhlak peserta didik di tengah tantangan era modern yang ditandai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan perubahan sosial yang pesat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi nilai-nilai agama dalam proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan iman dan akhlak siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka yang relevan, meliputi buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pendidikan agama, pembentukan karakter, serta pembelajaran berbasis nilai. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai agama yang dilakukan secara sistematis, konsisten, dan kontekstual dalam proses pembelajaran mampu memperkuat pemahaman keagamaan peserta didik, menumbuhkan sikap religius, serta membentuk perilaku akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, integrasi nilai-nilai agama juga berkontribusi dalam pengembangan sikap sosial dan kesadaran moral siswa. Dengan demikian, pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai agama tidak hanya berorientasi pada pencapaian aspek kognitif, tetapi juga berperan penting dalam penguatan dimensi afektif dan moral peserta didik secara holistik.
Peran Kampus Dalam Membangun Budaya Iman Dan Akhlak Yang Positif di Kalangan Mahasiswa Zulfan, Ahmad; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1718

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi membawa tantangan pada pembentukan nilai iman dan akhlak mahasiswa. Sebagai lembaga pendidikan tinggi, kampus memiliki tanggung jawab membentuk karakter beriman dan berakhlak mulia selain pengembangan kompetensi akademik. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran dan strategi kampus dalam membangun budaya iman dan akhlak positif, dengan fokus pada konteks Riau dan Dumai. Metode kajian pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dari buku referensi, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi. Hasil menunjukkan peran kampus meliputi empat dimensi: fasilitator pembelajaran nilai, teladan praktis, pengembang ruang dan kegiatan, serta agen pembimbing. Strategi efektif meliputi penguatan kurikulum terintegrasi, pengembangan budaya organisasi, kolaborasi dengan masyarakat dan keluarga, serta pemanfaatan teknologi. Implementasi di perguruan tinggi Riau dan Dumai menunjukkan keberhasilan bergantung pada kerja sama sinergis seluruh komponen. Disarankan kampus melakukan evaluasi berkelanjutan dan mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan nilai baik.
Pendekatan Integratif Pendidikan Agama Islam Dalam Mewujudkan Peserta Didik Beriman dan Berakhlak Luthfi Fauzan, Ahmad; Suniarti, Nining
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i2.1719

Abstract

Pendekatan integratif dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan nilai-nilai keislaman dengan berbagai disiplin ilmu, pengalaman sehari-hari, dan konteks sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep, implementasi, dan kontribusi pendekatan integratif PAI dalam membentuk peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, dengan menganalisis berbagai sumber relevan berupa buku, jurnal ilmiah, dan dokumen pendidikan yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan integratif mampu menginternalisasikan nilai iman dan akhlak secara menyeluruh melalui sinergi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, sehingga peserta didik tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga mampu menerapkannya dalam perilaku sehari-hari. Strategi ini mencakup integrasi lintas mata pelajaran, pembiasaan akhlak, pembelajaran berbasis proyek, serta peran guru sebagai teladan dan fasilitator. Pendekatan ini terbukti efektif dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan refleksi spiritual, sekaligus membekali peserta didik dengan karakter yang kuat dan keterampilan sosial yang relevan. Dengan demikian, pendekatan integratif PAI berperan penting dalam menghadapi tantangan degradasi moral di era globalisasi dan digital, serta mendukung terciptanya peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, adaptif, dan siap menghadapi dinamika kehidupan secara kontekstual.