Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Pengetahuan dan Sikap tentang Higiene Perorangan Jemaat GMIM Exodus Sagerat Weru Dua dalam Pencegahan Covid-19 Jemima Kisy Olga Lariwu; Ricky C. Sondakh; Oksfriani J. Sumampouw
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Lentera - Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/0131fa65

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakanㅤpenyakit menular dikarenakan virus bernama SARS-CoV-2. Penularan COVID-19 dapatㅤdicegah dengan menjaga kualitas personal hygiene yang baik.Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pengetahuan danㅤsikap tentang higiene perorangan jemaat GMIM ExodusSageratWeru Dua dalam pencegahan COVID-19. Metode penelitian ini ialah penelitian dalamㅤbentuk survei yangㅤbersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Penentuan besar sampel menggunakan rumus TaroYamane yaitu sebanyak 220 dan Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik nonprobability sampling denganㅤmetode Accidental Sampling.Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 74,1% respondenㅤmemiliki pengetahuan baik, 24,1% responden memiliki pengetahuan cukup, dan 1,8% responden yang memiliki pengetahuan kurang. Sebanyak 70,9% responden memiliki sikap baik, 28,2% responden memiliki sikap cukup, dan 0,9% responden yang memiliki sikap kurang.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan sebagian besar Jemaat GMIM Exodus Sagerat Weru Duaㅤmemiliki pengetahuanㅤdan sikapㅤyang baikㅤdalam pencegahanㅤCOVID-19. Saran untuk Instansi kesehatan dapat melakukan kegiatan preventif promotif dan kepada Jemaat dapat menerapkan protokol kesehatan.
Analisis Risiko Kesehatan Konsumsi Kerang (Tridacna Squamosa, Conumurex Luhuanus) yang Mengandung Merkuri (Hg) di Teluk Manado Gilfardo Jeriko Raranta; Sri Seprianto Maddusa; Oksfriani J. Sumampouw
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2025): December : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan aktivitas industri telah memberikan tekanan besar terhadap kualitas air, khususnya melalui akumulasi logam berat di wilayah pesisir. Kontaminan ini kemudian masuk ke ekosistem perairan, diserap oleh organisme laut, dan akhirnya terakumulasi dalam jaringan tubuh mereka. Di antara berbagai jenis logam berat, merkuri menjadi salah satu yang paling berbahaya karena sifatnya yang persisten di sedimen, tingkat kelarutan yang rendah, serta kemampuannya untuk mengalami bioakumulasi pada biota perairan. Kerang Tridacna squamosa dan Conomurex luhuanu, yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, berpotensi menjadi media perpindahan merkuri ke manusia. Penelitian ini dilakukan untuk menilai potensi risiko kesehatan yang muncul akibat konsumsi kerang terkontaminasi merkuri di wilayah Teluk Manado. Metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) dengan pendekatan deskriptif digunakan, melibatkan 65 responden. Sampel kerang diperoleh dari tiga titik lokasi, yaitu Sungai Desa Molas, Sungai Malalayang, dan Daerah Aliran Sungai Tondano, masing-masing sebanyak 100 gram, kemudian dianalisis di Laboratorium Air Nusantara (WLN). Hasil pengujian menunjukkan bahwa rata-rata kadar merkuri pada kerang mencapai 0,008 mg/kg. Melalui analisis dengan proyeksi paparan seumur hidup, diperoleh nilai rasio risiko (RQ) yang melebihi angka 1, yang mengindikasikan potensi dampak kesehatan non-karsinogenik dalam 30 tahun mendatang. Untuk meminimalkan risiko tersebut, masyarakat dianjurkan untuk membatasi konsumsi kerang dari area tersebut atau menggantinya dengan sumber protein lain yang lebih aman.
Peningkatan Kualitas Pelayanan melalui Daya Tanggap dan Keandalan Staf untuk Kepuasan Pasien di RSKDGM Manado Wandha Cindhy Mandalika; Jeanette I. Ch. Manoppo; Oksfriani Jufri Sumampouw
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5622

Abstract

This community service activity aims to improve the quality of services at the Manado Regional Dental and Oral Hospital (RSKDGM) by strengthening two essential aspects of healthcare delivery: the responsiveness and reliability of medical staff. The background of this activity stems from persistent patient complaints regarding service quality, including delays, ineffective communication, and a lack of empathy from some medical personnel. These issues are particularly concerning given that RSKDGM is widely recognized for its complete and modern dental facilities. The methods used in this activity included intensive training sessions for both medical and non-medical staff on excellent service delivery, simulations of daily service situations to enhance staff readiness in handling various types of patients, and participatory evaluation sessions involving patients and hospital management. These evaluations aimed to gather direct feedback from patients on the changes implemented and to serve as input for continuous improvement. The results of the activity showed a significant increase in staff awareness of the importance of providing fast, accurate, and empathetic service. Staff members became more communicative, responsive to patient needs, and demonstrated higher levels of professionalism. From the patients’ perspective, there was an improvement in satisfaction, particularly regarding the speed of service and the quality of interactions with medical personnel. This community service project made a tangible contribution to fostering a patient-centered service culture and strengthening the relationship between healthcare providers and the community. Furthermore, the approach used in this program can serve as a model for continuous training in similar hospitals, especially those specializing in dental care.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Diare Pada Anak di Rumah Sakit Tingkat II R.W. Mongisidi Manado Veidi Powa; Odi Roni Pinontoan; Jeannette I. Ch. Manoppo; Oksfriani Jufri Sumampouw; Dina Rombot
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43613

Abstract

Pengetahuan dan pendidikan orang tua berperan besar dalam penerapan perilaku pencegahan seperti pemberian ASI eksklusif, kebersihan makanan, serta cuci tangan pakai sabun. Studi menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak yang menderita diare dibanding ibu dengan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit diare pada anak di Rumah Sakit Tingkat (RS Tk.) II R.W. Mongisidi Manado. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Variabel bebas yaitu usia orang tua, pendidikan orang tua, pengetahuan orang tua, dan sarana kesehatan. Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan diare pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan orang tua (p= 0,729), usia orang tua (p= 0,316) dan pendidikan orang tua (p=1,000) dengan perilaku pencegahan diare anak sedangkan variabel sarana kesehatan diperoleh nilai p=0,024 (p< 0,05) yang berarti sarana kesehatan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan diare anak. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dari semua variabel independen (bebas) yang diduga memengaruhi perilaku pencegahan diare anak terdapat 1 (satu) variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan diare anak dengan p-value 0,004 yaitu variabel sarana kesehatan. Nilai OR terbesar diperoleh yaitu 4,080 artinya sarana kesehatan dalam upaya pencegahan diare anak oleh responden mempunyai peluang 4,080 kali perubahan perilaku pencegahan diare anak. Kesimpulan penelitian ini yaitu sarana kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan diare anak di RS Tk. II R.W. Mongisidi Manado.
Pengaruh Berkumur Rebusan Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Indeks Plak Pada Wanita Dewasa Ni Made Yuliana; Anneke Tahulending; Aprilia Anastasya A. Walewangko; Jeanne d’arc Zafera Adam; Novarita Mariana Koch; Oksfriani Jufri Sumampouw; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44681

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut wanita dewasa di Indonesia menghadapi tantangan kompleks, terutama karena pengaruh hormonal dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya perawatan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur rebusan daun salam (S. polyanthum)  terhadap Indeks plak wanita dewasa. Jenis penelitian  penelitian Quasi Experiment Design dengan rancangan pendekatan One Group pre-posttest dilaksanakan di Desa Kalasey Dua Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Sebanyak 46 wanita dewasa menjadi responden. Pengukuran plak menggunakan metode Indeks Plak (Plaque Index/PI). Alat yang digunakan yaitu cermin mulut (mouth mirror), eksplorer periodontal, kertas indeks dan pensil/skor sheet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata indeks plak sebelum berkumur rebusan daun salam sebesar 3,8 dan sesudah berkumur rebusan daun salam sebesar 1,0. Rata-rata indeks plak ini mengalami penurunan sebesar 2,8. Hasil analisis statistik diperoleh nilai penurunan dengan mean rank sebesar 23,50 yang artinya adanya 23 responden yang mengalami penurunan plak indeks. Nilai p diperoleh sebesar 0,000 (p< 0,05), nilai ini menunjukkan bahwa berkumur rebusan daun salam efektif menurunkan plak. Kesimpulan penelitian ini yaitu berkumur rebusan daun salam (S. polyantum) berpengaruh terhadap penurunan indeks plak pada wanita dewasa.
Implementasi Promosi Kesehatan Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah ODSK Provinsi Sulawesi Utara Tammy Sinthya Rengkung; Bernabas Harold Ralph Kairupan; Oksfriani Jufri Sumampouw; Margareth Rosalinda Sapulete; Grace Debbie Kandou
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44705

Abstract

Promosi kesehatan merupakan proses yang memberdayakan masyarakat dalam rangka optimalisasi derajat kesehatan. Salah satu ruang lingkup promosi kesehatan dapat dilakukan di rumah sakit (RS). Tujuan penelitianuntuk mengevaluasi PKRS di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berjumlah 8 orang yang terdiri dari manajemen, tenaga promosi kesehatan, sumber daya manusia RS, pasien/keluarga pasien dan pengunjung/masyarakat menggunakan teknik purposif sampling. Pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber/ data dan metode/teknik untuk menguji menguji kredibilitas dalam rangka mengurangi kemungkinan terjadinya bias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara dalam PKRS hanya melakukan beberapa kegiatan saja, seperti penyuluhan di ruang tunggu rawat jalan dan edukasi menggunakan media baik media sosial maupun media cetak walaupun dengan jumlah yang sangat terbatas. Implementasi PKRS yang tidak dilakukan atau belum optimal dilaksanakan baik dari segi manajemen PKRS maupun dari segi pemenuhan standar PKRS diantaranya tidak dilakukan perencanaan, pelaksanaan kegiatan yang hanya terdiri dari jadwal penyuluhan di ruang tunggu poli rawat jalan serta monitoring dan evaluasi yang tidak dilakukan secara berjenjang. Selain itu, tidak adanya regulasi dan tidak dilakukannya asesmen kebutuhan promosi kesehatan bagi sasaran PKRS sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan PKRS.
Pengaruh Berkumur Larutan Madu Terhadap Derajat Keasaman Saliva Remaja Berumur 13-15 Tahun Youla Karamoy; Jeanne d’arc Zafera Adam; Vega Roosa Fione; Jeana Maramis; Rosalin Ticoalu; Oksfriani Jufri Sumampouw; Jeini Ester Nelwan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45514

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan komponen integral dalam menjaga kesehatan umum manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh berkumur dengan larutan madu 15% terhadap perubahan pH saliva pada remaja berumur 13-15 tahun. Metode penelitian ini merupakan studi eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain “one group pretest-posttest” yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Distribusi responden terdiri dari 50% laki-laki dan 50% perempuan, dengan mayoritas berusia 14 tahun (64,7%). Sebelum intervensi, mayoritas responden (58,8%) memiliki pH saliva dalam kategori asam. Setelah berkumur dengan larutan madu, terjadi peningkatan signifikan pada kategori netral (76,5%), dengan hanya 8,8% yang tetap dalam kategori asam dan 14,7% masuk kategori basa. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna antara pH saliva sebelum dan sesudah berkumur. Sebanyak 24 responden menunjukkan peningkatan pH (positive ranks), enam responden tidak mengalami perubahan, dan empat responden mengalami penurunan pH (negative ranks). Kesimpulan penelitian ini yaitu berkumur dengan larutan madu 15% secara signifikan dapat meningkatkan pH saliva dari kondisi asam menuju netral atau basa, yang berdampak positif terhadap pencegahan demineralisasi enamel gigi dan karies. Kandungan fruktosa dan mineral alkali dalam madu berperan dalam meningkatkan sekresi saliva dan menetralkan lingkungan asam di rongga mulut. Oleh karena itu, larutan madu dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif alami dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Pencegahan Dini Karies Gigi Anak Dengan Fissure Sealant Pada Siswa Sekolah Dasar Rianne Rollin Pangau; Fione Vesty Logor; Oksfriani Jufri Sumampouw
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/gqefne25

Abstract

Dental caries is experienced by 60-90% of children in many countries, both developing and industrialized countries. Riskesdas 2018 shows that the prevalence of caries in Indonesia in 2018 reached 45.3%. This condition shows that the prevalence of caries in Indonesia, both adults and children, is still high. One preventive measure to prevent dental caries is to apply fissure sealant to teeth that have deep pits and fissures. The objective this activity to provide education and application for preventing dental caries in children aged 6-7 years. This activity is carried out through several stages, namely preparation, data collection, problem identification, and implementation of activities. The result showed that the target caries index for primary teeth (deft) was in the high category, while the caries index for permanent teeth (DMFT) in children was in the low category. 25 children who had permanent molars with deep fissures underwent fissure sealant procedures. It can be concluded that this activity has been carried out according to plan. The elementary school students have received promotive and preventive services in the field of dental health, namely providing fissure sealant applications.
The correlation between work climate with work-related fatigue among parking ticket Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon; Oksfriani Jufri Sumampouw; Vennetia Ryckerens Danes
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 8 No. 2 (2026): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v8i2.6968

Abstract

Hot work climate is a physical environmental factor that can affect both physical and mental health of workers. Continuous exposure to excessive heat without adequate control may trigger physiological responses. This study aimed to determine the correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants in the Megamas Manado area. This study employed quantitative approach using an analytical survey design with cross-sectional method. The study population consisted of all 63 parking ticket attendants. Data were collected through direct measurement of heat exposure using heat stress monitor and assessment of work-related fatigue using standardized fatigue questionnaire. Statistical analysis was conducted using the Pearson correlation test. The statistical analysis revealed significant correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants (p-value = 0.001). The correlation coefficient (r = 0.401) indicated moderate positive correlation, suggesting that higher heat exposure was associated with increased levels of work-related fatigue. There is significant positive correlation between hot work climate and work-related fatigue among parking ticket attendants. These findings highlight the importance of implementing effective heat control measures to reduce fatigue and improve occupational health and work performance.
Co-Authors Aaltje Elleb Manampiring Aaltje Ellen Manampiring Abdullah, Rusli Adam, Jeanne d'Arc Zafera Adam, Jeanne d’arc Z. Adam, Jeanne d’arc Zafera Aditia, Donny Afnal Asrifuddin Agung Nur Cahyanta, Agung Nur Andrew Christian Pangemanan Anggi Ayudea Agustina Engka Anita Linda Yohana Pratasik Anneke Tahulending Aprilia Anastasya A. Walewangko Arda, Darmi Ardiansa Tucunan B H. R. Kairupan Bernabas Harold Ralph Kairupan Bidjuni, mustapa Budi Tamardy Ratag Christina Lombogia Dahlan Abdullah Dewi, Chitra Dina Rombot Diqna Noventi Ellen Deivi Tamuntuan Fatimawali . Fifie Polak Fione Vesty Logor Firsty Jovial Noli Fitri M. Suhartoyo Frelly Valentino Kuhon Gilfardo Jeriko Raranta Gloria Joseph Gloria Joseph Grace Debbie Kandou Grace Debbie Kandou Grace Korompis Harfika, Meiana Ivonny Melinda Sapulete Jean Hendry Raule Jeana Lydia Maramis Jeana Maramis Jeanette I. Ch. Manoppo Jeanne d’arc Zafera Adam Jeanne d’Arc Zafera Adam Jeannette I. Ch. Manoppo Jeineke Ellen Ratuela Jeini E. Nelwan Jeini Ester Nelwan Jeini Ester Nelwan Jemima Kisy Olga Lariwu Jootje M.L. Umboh Junita Maja Pertiwi Junita Maja Pertiwi Karamoy, Youla Koch, Novarita M Landangkasiang, Erma Nafratilova Linda E. Mantiri Margareth Rosalinda Sapulete Margareth Rosalinda Sapulete Martha M. Kaseke Martin Simanjuntak Monica Eunike Majesty Sumual Monisye Lesawengen1 Musa, Ester Candrawati Mutiara Hikmah Nathania Degista Tololiu Nelwan, Ester Jeini Ni Made Yuliana Novarita Mariana Koch Novie H. Rampengan Novie Homenta Rampengan Novisca Prisicillya Kumbea Nursiah, Andi Odi Roni Pinontoan Odi Roni Pinontoan Pannyiwi, Rahmat Pinontoan, Odi Roni Punuh, Maureen I Rahmat, Rezqiqah Aulia Ralph Kairupan Ramli, Rahmat Ratuela, Jeineke Ratuela, Jeineke E. Ratuela, Jeineke Ellen Raule, Jean Raule, Jean Henry Rianne Rollin Pangau Ricky C. Sondakh Rinna Merlin Sorongan Ronald Imanuel Ottay Rosalin Ticoalu Sabriana, Riska Septa Ayu Bungasari Setyaningsih, Rahayu Sima, Yenny Sri Seprianto Maddusa Starry Homenta Rampengan Starry Homenta Rampengan Tahulending, Anneke A Tahulending, Anneke A. Tammy Sinthya Rengkung Thalib, Kiki Uniatri Thesalonika Elisabeth Loucianna Sunkudon Timothy Sean Kairupan Van Grayen Lowing Vega Roosa Fione Vega Rosa Fiona Veidi Powa Vennetia R Danes Vennetia Ryckerens Danes Wandha Cindhy Mandalika Wijayanti, Lumastari Ajeng Wulan Kaunang Wulan Pingkan Julia Kaunang Yoan Yeni Manoppo Youla Karamoy Yuke Tyneke Darado Yuliana, Ni made