Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Pemetaan Sosial di Wilayah Kerja Sudiar, Sonny; Jauchar, Jauchar; Purwanti, Silviana; Gafur, Abdul; Anwar, Fachrizal; Fadil, M. Nizam Ihsan
FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 26 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jfor.v26i1.15595

Abstract

Artikel ini disintesis untuk memberikan gambaran tentang keberadaan dan kondisi sosial masyarakat di lokasi sasaran yang menjadi objek penelitian. Secara substansial, artikel ini merupakan hasil analisis data yang diperoleh di lapangan. Pemetaan sosial dimaksudkan untuk memberikan gambaran kondisi sosial di beberapa desa sasaran dan dilakukan secara sistematis. Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif penelitian lapangan yang diterapkan. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan beberapa informan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif, dengan penekanan pada proses segmentasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring sosial di desa-desa yang menjadi subjek penelitian sebagai salah satu kawasan buffer zone PT Kruing Lestari Jaya penting untuk dipetakan guna memperoleh gambaran yang komprehensif tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat dan budaya masyarakat setempat. Ada banyak aktor dalam proses interaksi sosial di wilayah ini, baik secara individu maupun dalam kelompok dan institusi. Dalam interaksi mereka, aktor-aktor ini saling terkait, dan masing-masing memiliki karakteristik dan latar belakang sosial yang berbeda
Model Kirkpatrick Sebagai Metode Mengukur Hasil Pelatihan Responsibility Dalam Berorganisasi Nanik Handayani; Hani Fadilah Humaira; Jefri Firnando; Jauchar B; Adi Suhendra; Dhea Ananda Malik
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v6i1.13218

Abstract

Masa remaja merupakan fase bagi tiap individu mempelajari banyak mengenai kehidupannya. Tidak jarang beberapa individu mengalami kesalahan dalam belajar dan membuat kenakalan remaja. Lepas dari tanggung jawab menjadi salah satu dari bentuk kenakalan remaja. Lepas dari tanggung jawab menjadi salah satu dari bentuk kenakalan remaja. Pelatihan dilaksanakan dalam upaya meningkatkan tanggung jawab dalam berorganisasi. Tujuan dari pelatihan ini yaitu mendorong siswa MAN 1 Samarinda meningkatkan sikap tanggung jawab dalam organisasi OSIS dan tugas tugas akademik. Metode pelatihan meliputi ice breaking, ceramah, dan diskusi serta dievaluasi menggunakan model 4 level kirkpatrik yang terdiri dari reaksi, kognitif, perilaku, dan hasil. Hasil dari pelatihan ini yaitu yang didapatkan dari pre-test sebesar 2872, kemudian untuk hasil skor keseluruhan dari post-test sebesar 2892. Maka penulis dapat simpulkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dan signifikan di antara hasil belajar yang ditampilkan pada hasil pre-test dan post-test. Implikasi dari pelatihan ini peningkatan produktivitas, perubahan sikap, peningkatan kemampuan, pengurangan individu yang tidak bertanggung jawab dalam organisasi serta implikasi juga dapat memicu penelitian baru yang perlu didalami.Adolescence is a phase for each individual to learn a lot about life. It is not uncommon for some individuals to experience mistakes in learning and create juvenile delinquency. Escape from responsibility is one of the forms of juvenile delinquency. Disengagement from responsibility is one of the forms of juvenile delinquency. The training was carried out in an effort to increase responsibility in the organisation. The purpose of this training is to encourage MAN 1 Samarinda students to improve their attitude of responsibility in the student council organisation and academic assignments. The training methods included ice breaking, lectures, and discussions and were evaluated using the 4-level kirkpatrik model consisting of reaction, cognitive, behaviour, and results. The results of this training were obtained from the pre-test of 2872, then for the overall score of the post-test of 2892. Then the author can conclude that there is a real and significant difference between the learning outcomes displayed in the pre-test and post-test results. The implication of this training is increased productivity, attitude change, increased ability, reduction of irresponsible individuals in the organisation and implications can also trigger new research that needs to be explored.
OTONOMI DAERAH DAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR (Studi Kasus Kewenangan Pengelolaan Kehutanan, Pertambangan dan Perkebunan) B., Jauchar
Jurnal Borneo Administrator Vol. 8 No. 1 (2012)
Publisher : Pusjar SKPP Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.363 KB) | DOI: 10.24258/jba.v8i1.81

Abstract

Natural resources management comes to the attention of the local government nowadays. This is due to the damage caused by the irresponsible natural resource management along this time. The provincial government's role in organizing and coordinating all aspects related to the natural resource management in the region is the key word of these issues. The East Kalimantan' strategic position as the region which has such potential natural resources has become the central point of the various natural resource management activities within the area. The emphasis of the regional autonomy at the district/city level has become a major obstacle for the provincial government in implementing the control functions of the natural resources management. The limited access to both the authority and the funding in the managerial sector which owned by the provincial government has caused the uncoordinated natural resource management policies in the region. Therefore, the provincial government needs to get a larger share in terms of managing the natural resource, so that a variety of natural resource management problems in the future can be minimize; especially in order to grasp the development of a sustainable natural resource.  Keywords : Policy, Authority, Management, Local GovernmentPengelolaan sumber daya alam menjadi perhatian pemerintah daerah dewasa ini. Hal tersebut disebabkan karena kerusakan yang ditimbulkan sebagai dampak pengelolaan sumber daya alam yang tidak memperhatikan keseimbangan lingkungan. Peran pemerintah propinsi dalam menyelenggarakan dan mengkoodinasikan semua aspek yang tekait dengan pengelolaan sumber daya alam di daerah menjadi kata kunci dari berbagai persoalan tersebut. Posisi strategis Propinsi Kalimantan Timur sebagai daerah dengan potensi sumber daya alam yang begitu besar menjadi sentral dari berbagai aktifitas pengelolaan sumber daya alam di wilayahnya. Titik berat otonomi daerah pada level kabupaten/kota menjadi kendala utama bagi pemerintah propinsi dalam melaksanakan fungsi kontrol terhadap pengelolaan sumber daya alam di daerah ini. Keterbatasan akses baik dari sisi kewenangan maupun pendanaan dalam pengelolaan sumber daya alam menyebabkan tidak terkoodinasinya secara baik berbagai kebijakan pengelolaan sumber daya alam di wilayah Propinsi Kalimantan Timur. Pemerintah propinsi perlu mendapatkan porsi kewenangan yang lebih besar dalam hal pengelolaan sumber daya alam sehingga berbagai masalah pengelolaan sumber daya alam ke depan dapat diminimalisir. Hal tersebut terutama dalam upaya mewujudkan pembangunan sumber daya alam yang berkelanjutan.  Kata kunci : Kebijakan, Kewenangan, Pengelolaan, Pemerintah Daerah
Civil society and street politics: contesting state legitimacy through demonstrations in emerging democracies Barlian, Jauchar; Mujiburrahman, Mujiburrahman; Budiman, Budiman; Syahid, Imam; Qolbi, Yahdi; Fichriyadi Hastira, Muh
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 16 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Department of Government Studies, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ojip.v16i1.19963

Abstract

The wave of street demonstrations in Indonesia in recent years has highlighted tensions between the state and civil society, particularly when representative institutions are perceived as no longer capable of engaging in deliberative communication with citizens. This study aims to analyze street demonstrations as a political practice of civil society in response to the weakening of trust in formal democratic channels. This study focuses on a series of protests demanding the dissolution of the House of Representatives on August 25–31, 2025. This study used a phenomenological approach to analyze the symbolic and moral meanings emerging from the demonstrations. Data were collected through an analysis of media reports, civil society organization reports, official state documents, and social media content. The analytical process followed the Miles and Huberman model through data reduction, presentation, and conclusions. The findings indicate that when communication between the state and citizens is disrupted and public trust weakens, street politics emerges as a space to articulate criticism and ethical demands. The escalation of violence, differing narratives regarding the victims, and high public dissatisfaction with the handling of protests highlight the tension between electoral legitimacy and moral legitimacy. This study suggests that democratic legitimacy is dynamic and continuously negotiated through interactions between the state and civil society, as well as non-electoral participation in the public sphere.
Co-Authors Abdul Gafur Adam Idris Adi Suhendra Adi Suhendra Alaydrus , Anwar Alaydrus, Anwar Alaydrus, Anwar Alberto Noviano Patty Aminurosyah, Jemi Andriyani, Lusi Anita Wahyuni Anwar Alaydrus Anwar Alaydrus Anwar, Fachrizal Arini Hidayati Armeyn Arbianto Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Dado Shobari Wicaksono Denny Dharma Wahyu* DEWI SARTIKA Dharma Mulyawati, Mellyda Dhea Ananda Malik Didik Bagus Setiawan Ding, Thomas Eduwin Eduwin Eka Kasmi Fitrian Eka Ratna Amelia Fadil, M. Nizam Ihsan Fahmi, Ahmad Rizal Fatimah, Andi Besse Ferdinand, Agus Ficky Cahyo Purwono Gunawan, Andri Gustiana Kambo Hani Fadilah Humaira Hariadi, Akhmad Higau, Emanuel I Ketut Gunawan Idris, Adam Idris, Ahmad Syahir Imam Syahid Isai Mangele Islamy, Putri Raisa Jefri Firnando Jefri Jefri Jemi Aminurosyah Jumansyah Jumansyah Khaerunnisa, Ayu Kusuma Wijaya, Angga Laing, Piter Lung, Natalia Kahat Malik, Dhea Ananda Marwah Hermansyah, Andi Melati Dama Millenia, Yoseva MUH. FICHRIYADI HASTIRA Muh. Jamal Muhammad Hairul Saleh Muhammad Jamal Muhammad Jamal Amin Mujiburrahman Mujiburrahman Mulka, Sry Reski Nanik Handayani Nasir, Badruddin Niken Nurmiyati Novi Marinda Putri NUR HASANAH Nurmiyati, Niken Oktavianus Resky Panala Purwanti, Silviana Qolbi, Yahdi Rahmadiansyah Rezky Rizandy Ridwan, Wachid Rina Wahyuningtyas Riswin Wizandani Rusdin Said Fadely Muhammad Saputra, Herdin Arie Sonny Sudiar, Sonny Suci Azizah Febriyani Suyati - Sya’baniyah, Siti Uni W. Sagena Uni W. Sagena Uni W.Sagena Wahid, Jumiati Widya Astuti Widya Sri Ningsih Wirawan, Gigih widya Yenita, Yenita