Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Ironi Kebijakan Energi Pemerintah dan Peran Ormas di Dalamnya Eka Ratna Amelia; Didik Bagus Setiawan; Eduwin Eduwin; Uni W. Sagena; Jauchar B
Kompak :Jurnal Ilmiah Komputerisasi Akuntansi Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Komputer Akuntansi (KOMPAK)
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/kompak.v17i2.2020

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk mendeksripsikan ironi dari keterlibatan Organisasi Masyarakat Keagamaan dalam sektor pertambangan energi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dan mengkaji dampak Peraturan Pemerintah (PP) No. 25 Tahun 2024, seperti yang diubah oleh PP No. 96 Tahun 2021, tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun izin tambang yang diberikan kepada Ormas dapat berdampak besar pada tata kelola pertambangan, kebijakan ini menimbulkan kontroversi karena kemungkinan melanggar Undang-Undang Minerba. Ironisnya, dampak pertambangan yang dihasilkan oleh Ormas justru diperburuk. Fokus utama diskusi ini adalah konsekuensi hukum, ekonomi, dan lingkungan dari kebijakan ini. Penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan Ormas dalam industri pertambangan berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan yang signifikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa kebijakan publik harus dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa pengelolaan sumber daya mineral tetap berkelanjutan secara ekologis.
KEBIJAKAN PEMERINTAH KALIMANTAN TIMUR DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP MENURUT UU NOMOR 32 TAHUN 2009 Dado Shobari Wicaksono; Armeyn Arbianto; Isai Mangele; Uni W.Sagena; Jauchar B
E-Bisnis : Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 17 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN BISNIS
Publisher : LPPM Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/e-bisnis.v17i2.2028

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana kebijakan lingkungan hidup yang diterapkan oleh pemerintah Kalimantan Timur sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam UU Nomor 32 Tahun 2009. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dengan metode tinjauan literatur (library research). Hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan tujuan pengelolaan lingkungan melalui pencegahan dan penanggulangan pencemaran, maka diperlukan suatu strategi pendekatan yang tepat dalam pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan secara optimal keberadaan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup. Sebagai pendukung terlaksananya aturan tersebut adalah harus dilibatkan aparatur pemerintah yang memahami secara benar pelaksanaan dan penegakan hukum lingkungan sebagai hukum fungsional. Keberaadan hukum lingkungan memiliki peran penting dalam rangka menanggulangi berbagai kerusakan lingkungan yang terjadi selama ini. Tidak cukup dengan aturan hukum, pengelolaan lingkungan hidup melalui kebijakan juga bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam rangka memberikan perlindungan dan pengelolaan lingkungan.
Strategi Pemerintah Desa Dalam Pembangunan Fisik di Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan Rusdin; Jauchar; Nur Hasanah
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jip.v9i3.897

Abstract

This study aims to determine the strategy undertaken by the Village Government of Aji Kuning in carrying out physical development. The research method used in the preparation of this thesis is a qualitative descriptive research method and is a field research using data obtained from observation, interviews, documentation and secondary data. The results of the study show that in carrying out physical development the village has several strategies, namely in formulating a vision and mission through a bottom up approach, namely prioritizing community interests, development planning that looks at environmental aspects so that in development it also prioritizes natural disaster management, guarantees apparatus capacity by increasing capacity village apparatus through training and technical guidance, motivating the apparatus so that the competition that occurs can be positive in order to improve the work ethic and establish good communication and coordination with internal and external parties. From the several strategies carried out, it can be seen that the pattern of development strategy used is the pattern of integrated rural development. In the process of implementing development, there are also supporting and inhibiting factors. The supporting factors are the high participation of the village community in the stages of planning, implementation, up to monitoring the evaluation of the results of physical development and the existence of an attitude of transparency on the part of the Village Government in terms of implementing physical development. The inhibiting factor is the lack of human resources, namely technical experts and also the difficulty in obtaining heavy equipment assistance in supporting the development implementation process.
Eco-City as A Concept of Samarinda City Development After the Relocation of The National Capital Idris, Ahmad Syahir; Hariadi, Akhmad; Yenita, Yenita; B, Jauchar; Alaydrus, Anwar; Nurmiyati, Niken
Journal of Governance Volume 10 Issue 1: (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31506/jog.v10i1.25727

Abstract

The relocation of the country's capital has had a positive and a negative impact on the city of Samarinda. The eco-city concept was put forward as a solution to this challenge. This research aims to explore the application of eco-city in the construction of Samarinda City. Descriptive analysis and interviews are the methods employed. The results show that eco-cities can boost economic growth while reducing the impact of excessive urbanization. This research is qualitative, using a literary study approach. The study looks at the concept of eco-cities by focusing on indicators of mass transport development, building decent, affordable, and versatile housing, and reducing pollution and waste. The findings of this study indicate that the Samarinda City Government's vision, mission, and regional excellence programs have indirectly adopted the principle of eco-city. However, in terms of implementation, it is still far from the concept of an eco-city itself.
PENGELOLAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI KECAMATAN LONG PAHANGAI KABUPATEN MAHAKAM ULU Suyati, Suyati; Jauchar B; Niken Nurmiyati
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the management of Solar Power Plants (PLTS) in Long Pahangai District, Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan. The background of this research is the significant challenges related to energy access in Indonesia’s border areas, where infrastructure is limited and operational costs for conventional electricity provision are high. The research methodology used is a descriptive qualitative approach with a case study, which allows for an in-depth understanding of the implementation of renewable energy technology. The findings of the study show that the government subsidy policy for the installation of PLTS has a positive impact on increasing access to renewable energy, which in turn has led to improvements in the social and economic activities of the local community. However, limitations in human resources (HR), geographical challenges, and extreme weather conditions have been significant barriers in the management of PLTS. In addition, ineffective coordination between agencies has hindered the implementation of the program. The discussion reveals that to overcome these challenges, there is a need for increased technical training for the community, the use of communication technology to address geographical barriers, and improved coordination among the involved agencies. In conclusion, although PLTS offers long-term benefits, better collaboration between the government and the community is crucial to overcome the existing challenges, ensuring that the program runs effectively and sustainably
Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Air Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu Laing, Piter; Gunawan, Andri; B, Jauchar
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 3 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mahakam Ulu Regency possesses abundant water resources, particularly from the Mahakam River, which is vital to the lives of local communities. However, pressures from population growth, natural resource exploitation, and industrial activities have led to pollution, deforestation, and a decline in water quality. This study employs a descriptive qualitative method. The findings highlight the importance of a holistic and sustainable approach to water resource management, involving active community participation, strengthening government capacity, and fostering collaboration among stakeholders. Policies that are responsive to changing environmental conditions and community needs will be more effective in ensuring the sustainability of water resources. With appropriate measures, Mahakam Ulu Regency is expected to manage its water resources more effectively for community welfare and environmental preservation. Furthermore, institutional strengthening, policy integration across sectors, and increased public awareness are necessary to maintain the sustainability of the Mahakam River. Adaptive and ecosystem-based management policies emerge as strategic solutions to ensure the continued ecological and social functions of the river in the future. Keyword: regulation, management, water resources Abstrak Kabupaten Mahakam Ulu memiliki sumber daya air melimpah, terutama dari sungai mahakam, yang vital bagi kehidupan masyarakat. Namun, tekanan dari pertumbuhan populasi, eksploitasi sumber daya alam, dan aktivitas industri menyebabkan pencemaran, deforestasi, dan penurunan kualitas air. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini menemukan pentingnya pendekatan holistik dan berkelanjutan dalam pengelolaan sumber daya air, dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintah, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan. Kebijakan yang responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat akan lebih efektif dalam memastikan keberlanjutan sumber daya air. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan Kabupaten Mahakam Ulu dapat mengelola sumber daya airnya secara lebih efektif untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan selain itu diperlukan penguatan kelembagaan, integrasi kebijakan antar sektor, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Sungai Mahakam. Kebijakan pengelolaan yang adaptif dan berbasis ekosistem menjadi solusi strategis untuk menjamin keberlangsungan fungsi ekologis dan sosial sungai di masa mendatang. Kata Kunci: kebijakan, pengelolaan, sumber daya air
Model Tata Kelola CSR Berbasis Collaborative Governance dan Kearifan Lokal Higau, Emanuel; B, Jauchar; Nurmiyati, Niken
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 3 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze a CSR governance model based on local wisdom through a collaborative approach between mining companies and indigenous communities in Kampung Tukul, West Kutai. The approach used is descriptive qualitative, with data obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies. The analysis was conducted using the Collaborative Governance theory. The results show that CSR practices in Kampung Tukul have transformed from symbolic to participatory. Cross-actor collaboration has formed deliberative forums, mapped indigenous territories, and developed CSR programs tailored to local cultural values. This process has enhanced social legitimacy, strengthened community institutions, and minimized conflicts. The implication is that a collaborative CSR model based on local wisdom can serve as a sustainable development strategy in indigenous territories, while also being replicated in similar communities with contextual adaptations. Keywords: Corporate Social Responsibility Governance, Indigenous Communities, Collaboration, Participation Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis model tata kelola CSR berbasis kearifan lokal melalui pendekatan kolaboratif antara perusahaan tambang dan masyarakat adat di Kampung Tukul, Kutai Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan teori Collaborative Governance (Emerson et al., 2012). Hasil menunjukkan bahwa praktik CSR di Kampung Tukul telah bertransformasi dari simbolik menjadi partisipatif. Kolaborasi lintas aktor membentuk forum deliberatif, pemetaan wilayah adat, dan program CSR yang disesuaikan dengan nilai budaya lokal. Proses ini meningkatkan legitimasi sosial, memperkuat kelembagaan masyarakat, serta meminimalkan konflik. Implikasinya, model CSR kolaboratif berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi pembangunan berkelanjutan di wilayah adat, sekaligus direplikasi di komunitas serupa dengan adaptasi kontekstual. Kata Kunci: Tata Kelola Corporate Social Responsibility, Masyarakat Adat, Kolaborasi, Partisipasi
Navigating Challenges and Opportunities in Sustainable Natural Resources Management in Long Pahangai District Ding, Thomas; B, Jauchar; Patty, Alberto Noviano
Golden Ratio of Social Science and Education Vol. 5 No. 2 (2025): June - November
Publisher : Manunggal Halim Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52970/grsse.v5i2.1737

Abstract

Long Pahangai District, located in Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan, has significant natural resource potential in forestry, agriculture, plantations, and ecotourism. However, this potential remains underutilized due to isolation, weak infrastructure, and ecological degradation. The importance of this research lies in discussing the limited academic attention to sustainable natural resource management (SNRM) in remote border areas that face governance and development asymmetry. Unlike previous research centered on accessible areas, this study fills the gap by examining the potential and barriers of SNRM in Long Pahangai, where indigenous ecological knowledge interacts with fragile institutional systems. This study uses a qualitative systematic literature review (SLR) using thematic content analysis of academic publications, government reports, and local initiatives. The data are categorized into thematic clusters to identify contextual patterns of sustainability. These findings reveal substantial potential, including strong traditional forest management, adaptive agroforestry practices, and the growth of community-based ecotourism. Instead, the main obstacles consist of poor transportation infrastructure, limited renewable energy capacity, ongoing deforestation, and low technology adoption. Conceptually, this research contributes to the discourse of polycentric environmental governance by positioning border areas as critical but marginalized spaces for sustainability innovation. It highlights how integrating indigenous institutions with local governments and civil society can foster ecological resilience and balance. The study recommends policy directions focused on community empowerment, decentralized renewable energy, and participatory ecotourism development. Future research should include participatory fieldwork to enrich the empirical foundation and validate the dynamics of adaptive governance in Indonesia's border regions.
LITERATUR REVIEW: KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH KOTA SAMARINDA DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DENGAN KOLAM RETENSI DAN POLDER Oktavianus Resky Panala; Said Fadely Muhammad; Jauchar Barlian
Media Bina Ilmiah Vol. 20 No. 3: Oktober 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Pemerintah Kota Samarinda dalam melaksanakan kebijakan atau program penanggulangan banjir dan pengendalian banjir dengan sistem retensi dan polder. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan, teknik pengumpulan data melalui berbagai sumber seperti jurnal, dokumen, berita dan beragam media lainnya yang memiliki keterkaitan dengan tema penelitian. Dengan melihat berdasarkan 3 (tiga) aspek pada Undang-Undang 24 Tahun 2007 penanggulangan bencana: mulai dari tahapan prarencana, saat tanggap darurat, dan pasca bencana. Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Kota Samarinda melakukan kesiapan dan kesiapan mulai dari terbentuknya program Probebaya di basis kecamatan, pembangunan kolam retensi di beberapa wilayah titik rawan banjir, revitalisasi Polder Air Hitam, dan pendukung drainase lainnya: relokasi Bantaran Sungai Karang Mumus & DAS. Merespon situasi banjir dengan melakukan pembentukan tim pengendalian banjir, evakuasi, patori wilayah terdampak, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim, serta menerbitkan Surat Darurat Bencana 360.2/0960/300.06. Melakukan langkah cepat dengan melakukan normalisasi sungai atas sendimentasi, relokasi bantaran sungai Karang Mumus, pembongkaran drainase pengalokasian anggaran pada infrastruktur pengendalian banjir, dan melakukan koordinasi antarlembaga sebagai bahan evaluasi serta bantuan untuk pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.
OLIGARKI TAMBANG MENGGERUS DEMOKRASI LOKAL KALIMANTAN TIMUR Novi Marinda Putri; Widya Sri Ningsih; Jauchar Barlian
Media Bina Ilmiah Vol. 20 No. 3: Oktober 2025
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana struktur oligarki tambang di Kalimantan Timur menggerus prinsip-prinsip demokrasi lokal melalui dominasi kekuasaan ekonomi dalam ruang-ruang legislasi dan perizinan publik. Dengan pendekatan normatif dan menggunakan analisis peraturan perundang-undangan serta dokumen kelembagaan, kajian ini menjelaskan bahwa pembentukan konfigurasi oligarki ditopang oleh konstruksi hukum yang permisif serta lemahnya mekanisme check and balances di tingkat daerah. Berlandaskan teori oligarki oleh Jeffrey A. Winters (2011), artikel ini menunjukkan bahwa segelintir elite ekonomi menggunakan kekayaan untuk mengontrol arah kebijakan tambang, terutama pasca revisi UU Minerba Tahun 2020. Sementara itu, prinsip-prinsip demokrasi lokal yang secara normatif diatur dalam UU Pemerintahan Daerah dan UU Perlindungan Lingkungan Hidup tidak diimplementasikan secara substansial. Partisipasi masyarakat, khususnya komunitas adat, hanya bersifat simbolik dan formalistik. Fenomena ini memperlihatkan terjadinya demokrasi prosedural tanpa kedalaman representasi rakyat. Oleh karena itu, artikel ini menegaskan perlunya reformasi hukum dan penguatan kapasitas kelembagaan untuk mengembalikan demokrasi lokal sebagai arena keadilan ekologis dan distributif.
Co-Authors Abdul Gafur Adam Idris Adi Suhendra Adi Suhendra Alaydrus , Anwar Alaydrus, Anwar Alaydrus, Anwar Alberto Noviano Patty Aminurosyah, Jemi Andriyani, Lusi Anita Wahyuni Anwar Alaydrus Anwar Alaydrus Anwar, Fachrizal Arini Hidayati Armeyn Arbianto Budiman Budiman Budiman Budiman Budiman Dado Shobari Wicaksono Denny Dharma Wahyu* DEWI SARTIKA Dharma Mulyawati, Mellyda Dhea Ananda Malik Didik Bagus Setiawan Ding, Thomas Eduwin Eduwin Eka Kasmi Fitrian Eka Ratna Amelia Fadil, M. Nizam Ihsan Fahmi, Ahmad Rizal Fatimah, Andi Besse Ferdinand, Agus Ficky Cahyo Purwono Gunawan, Andri Gustiana Kambo Hani Fadilah Humaira Hariadi, Akhmad Higau, Emanuel I Ketut Gunawan Idris, Adam Idris, Ahmad Syahir Imam Syahid Isai Mangele Islamy, Putri Raisa Jefri Firnando Jefri Jefri Jemi Aminurosyah Jumansyah Jumansyah Khaerunnisa, Ayu Kusuma Wijaya, Angga Laing, Piter Lung, Natalia Kahat Malik, Dhea Ananda Marwah Hermansyah, Andi Melati Dama Millenia, Yoseva MUH. FICHRIYADI HASTIRA Muh. Jamal Muhammad Hairul Saleh Muhammad Jamal Muhammad Jamal Amin Mujiburrahman Mujiburrahman Mulka, Sry Reski Nanik Handayani Nasir, Badruddin Niken Nurmiyati Novi Marinda Putri NUR HASANAH Nurmiyati, Niken Oktavianus Resky Panala Purwanti, Silviana Qolbi, Yahdi Rahmadiansyah Rezky Rizandy Ridwan, Wachid Rina Wahyuningtyas Riswin Wizandani Rusdin Said Fadely Muhammad Saputra, Herdin Arie Sonny Sudiar, Sonny Suci Azizah Febriyani Suyati - Sya’baniyah, Siti Uni W. Sagena Uni W. Sagena Uni W.Sagena Wahid, Jumiati Widya Astuti Widya Sri Ningsih Wirawan, Gigih widya Yenita, Yenita