cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PEMBERDAYAAN GURU SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENDUKUNG PROGRAM ADIWIYATA MENUJU SEKOLAH HIJAU BERKELANJUTAN Isaskar, Riyanti; Aprilia, Anisa; Noor, Arif Yustian Maulana; Safitri, Mega; Khairani, Akmaliza; Sakinaturrizqi, Geubrina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i1.28453

Abstract

Abstrak: Kota Malang membutuhkan bantuan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menanggulangi permasalahan sampah serta pemanfaatan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan. Kegiatan pemberdayaan sekolah ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian lingkungan dan pengetahuan guru sekolah dalam pengolahan sampah berkelanjutan menggunakan eco-enzyme, serta menjaring kolaborasi pemangku kepentingan dalam mewujudkan sekolah adiwiyata yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Pemberdayaan sekolah ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Mitra dalam kegiatan ini terdiri dari 14 sekolah binaan yang mencakup jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kota Malang, dengan total 21 guru yang terlibat sebagai pendamping. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan sebesar 4,05% dalam sikap kesadaran lingkungan, 7% dalam pengetahuan tentang eco-enzyme, serta 24% dalam persepsi guru terkait Adiwiyata. Hal ini membuktikan bahwa program Adiwiyata berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman tentang pengolahan sampah di sekolah.Abstract: The city of Malang requires support in preserving the environment, addressing waste management issues, and tackling the unsustainable use of natural resources. This school empowerment initiative aims to enhance environmental awareness and increase teachers' knowledge of sustainable waste management using eco-enzyme, while fostering stakeholder collaboration to create clean, healthy, and sustainable Adiwiyata schools. The program employs the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The partners involved include 14 target schools, encompassing elementary, middle, high, and vocational schools in Malang, with a total of 21 teachers serving as mentors. Evaluation results from pre-test and post-test assessments indicate a 4.05% improvement in environmental awareness, a 7% increase in knowledge about eco-enzyme, and a 24% enhancement in teachers' perceptions of Adiwiyata. These findings demonstrate that the Adiwiyata program contributes to improving understanding of waste management in schools.
SOSIALISASI BIJAK MENGGUNAKAN GADGET TERHADAP PESERTA DIDIK KELAS IV SD 1 TALISE Isnayanti, Andi Nur; Purnamasari, Danti Indriastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i2.30057

Abstract

Abstrak: Gadget merupakan alat komunikasi berukuran mini dengan banyak kegunaan yang dapat diperoleh di dalamnya. Di SD 1 Talise, terdapat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penggunaan gadget di kalangan peserta didik kelas IV. Pertama, banyak siswa yang menghabiskan waktu berlebihan di depan layar gadget, yang mengakibatkan penurunan minat belajar dan prestasi akademik. Kedua, siswa sering terpapar konten yang tidak sesuai dengan usia mereka, yang dapat memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial mereka. Oleh karena itu, pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi bijak penggunaan gadget sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa kelas IV yang terdiri dari 18 siswa di SD 1 Talise Kota Palu Sulawesi Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap utama, yaitu persiapan, tim pengabdian akan melakukan koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal pelaksanaan, dan materi yang akan disampaikan dan sebelum kegiatan dimulai, materi sosialisasi dibuat sesuai dengan kebutuhan siswa. Penyuluhan, presentasi interaktif digunakan untuk memberikan instruksi tentang penggunaan bijak gadget yaitu membahas manfaat dan risiko penggunaan gadget, serta cara mengatur waktu yang tepat untuk menggunakannya. Monitoring dan Evaluasi dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui pemahaman siswa mengenai penggunaan gadget yang bijak. Hasil dari PKM ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa tentang penggunaan gadget yang bijak. Sebelum sosialisasi, hanya 44% yang menjawab benar pada kuesioner terkait penggunaan gadget yang bijak. Setelah sosialisasi, persentase siswa yang menjawab benar meningkat menjadi 94%. Berdasarkan hal tersebut, maka menunjukkan keberhasilan kegiatan sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran siswa tentang gadget, manfaat, resiko dan cara penggunaan yang bijak.Abstract:  Gadgets are mini communication devices with a wide range of functionalities. At SD 1 Talise, there are several issues related to gadget usage among fourth-grade students. First, many students spend excessive time in front of gadget screens, leading to a decline in their interest in learning and academic performance. Second, students are often exposed to age-inappropriate content, which can affect their psychological and social development. Therefore, community service through the socialization of wise gadget usage is essential to provide a better understanding to the fourth-grade students, consisting of 18 students at SD 1 Talise in Palu City, Central Sulawesi. The implementation of this activity consists of three main stages: preparation, where the service team coordinates with the school to determine the schedule and materials to be presented. Before the activity begins, the socialization materials are tailored to the students' needs. Counseling, where interactive presentations are used to provide instructions on wise gadget usage, discussing the benefits and risks of gadget use, as well as how to manage appropriate screen time. Monitoring and Evaluation, using questionnaires to assess students' understanding of wise gadget usage. The results of this community service program indicate a significant increase in students' understanding of wise gadget usage. Before the socialization, only 44% of students answered correctly on the questionnaire related to wise gadget usage. After the socialization, the percentage of students answering correctly increased to 94%. This demonstrates the success of the socialization activity in raising students' awareness about gadgets, their benefits, risks, and how to use them wisely.
OPTIMIZING STUDENT LEADERSHIP AND SCIENTIFIC LITERACY THROUGH PARTICIPATORY AND PROJECT-BASED TRAINING Taufikin, Taufikin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30913

Abstract

Abstrak: Permasalahan umum dalam organisasi pelajar adalah lemahnya kapasitas kepemimpinan dan rendahnya literasi ilmiah di kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan dua aspek tersebut melalui pendekatan pelatihan terpadu berbasis praktik langsung dan pembelajaran kolaboratif. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan kepemimpinan, workshop penulisan karya ilmiah, dan proyek sosial berbasis sekolah. Kegiatan ini melibatkan 60 siswa MAN Demak yang merupakan pengurus OSIS dan anggota Karya Ilmiah Remaja (KIR). Evaluasi dilakukan melalui observasi, wawancara, serta angket pre-test dan post-test sebanyak 15 pertanyaan, dengan skor rata-rata post-test meningkat 34% dibandingkan pre-test. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga aspek utama: pertama, keterampilan kepemimpinan menunjukkan inisiatif lebih besar dalam berbicara di depan publik, perencanaan program, dan pemecahan masalah organisasi, kedua, kemampuan menulis ilmiah berhasil merancang proposal penelitian sederhana terkait isu lingkungan sekitar, dan ketiga kolaborasi tim menunjukkan kreativitas dan kemampuan mengintegrasikan nilai kepemimpinan dalam praktik nyata.Abstract: Common problems in student organizations are weak leadership capacity and low scientific literacy among students. This research aims to improve these two aspects through an integrated training approach based on hands-on practice and collaborative learning. The implementation methods included leadership training, scientific writing workshops, and school-based social projects. This activity involved 60 State Islamic Senior High School (MAN Demak) students who were student council administrators and Youth Scientific Work (KIR) members. The evaluation was conducted through observations, interviews, and pre-test and post-test questionnaires consisting of 15 questions. The average post-test score increased by 34% compared to the pre-test. The results of the study demonstrate significant improvement in three key areas: first, leadership skills, with students showing greater initiative in public speaking, program planning, and organizational problem-solving; second, scientific writing ability, with students successfully designing simple research proposals related to local environmental issues; and third, team collaboration, where students exhibited creativity and the ability to integrate leadership values into practical applications. 
EDUKASI PERENCANAAN USIA MENIKAH DAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PEDESAAN MELALUI MEDIA FILM Pamangin, Lisda Oktavia Madu; Juniasti, Helen Try; Asriati, Asriati; Nurdin, Muhammad Akbar; Nabuasa, Christin Debora; Pamangin, Wilda Wijayani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30139

Abstract

Abstrak: Pernikahan dini dan kehamilan pada remaja dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti nilai social budaya yang masih sangat kuat, serta pengetahuan dan persepsi yang masih kurang tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melaksanakan edukasi kepada remaja tentang perencanaan usia menikah dan kesehatan reproduksi, sehingga terjadi peningkatan pemahaman kepada remaja pedesaan. Pemberian edukasi dilakukan dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media film. Sasaran dalam kegiatan ini yakni remaja di MAN Jayapura sebanyak 30 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengukuran pengetahuan dan persepsi tentang kesehatan reproduksi remaja, sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan kuesioner. Indikator keberhasilan kegiatan terlihat dari peningkatan nilai rata-rata skor pengetahuan dan persepsi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa media film mampu meningkatkan skor pengetahuan menjadi 79.8% dari skor total dan skor persepsi remaja tentang kesehatan reproduksi menjadi 88.9% dari skor total.Abstract: Early marriage and pregnancy in adolescents can occur due to various factors, such as socio-cultural values that are still very strong, as well as knowledge and perceptions that are still lacking about reproductive health. This community service activity aims to provide education to adolescents about planning for marriage age and reproductive health, so that there is an increase in understanding for rural adolescents. Education is provided in the form of counseling using film media. The target of this activity is adolescents at MAN Jayapura as many as 30 people. Evaluation of the activity is carried out by measuring knowledge and perceptions about adolescent reproductive health, before and after counseling using a questionnaire. The indicator of the success of the activity can be seen from the increase in the average score of knowledge and perception. The results of this activity show that film media is able to increase the knowledge score to 79.8% of the total score and the adolescent perception score about reproductive health to 88.9% of the total score.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KADER NASYIATUL AISYIYAH TENTANG PENGELOLAAN OBAT AMAN MELALUI EDUKASI DAGUSIBU BERBASIS KOMUNITAS DI KABUPATEN LAMONGAN Sakti, Aditya Sindu; Negara, Sri Bintang Sahara Mahaputra Kusuma; Mayangsari, Fransisca Dita; Rokhman, Abdul; Fadel, Muhammad Nurul; Zuhri, Mukhammad Syaifuddin; Imtiyaaz, Moh Thaariq Zelda; Setianingsih, Elfrida Rosselly; Nurin, Eka Filza; Mutamimah, Siti; Adhimi, Cici Sayyidatul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32002

Abstract

Abstrak: Pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan obat yang aman dan rasional masih rendah, berpotensi meningkatkan risiko Drug-Related Problems (DRPs). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader Nasyiatul Aisyiyah tentang konsep DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) agar mereka dapat menjadi agen perubahan dalam edukasi kesehatan komunitas. Penyuluhan berbasis komunitas dilakukan terhadap 49 kader di Desa Blawi, Lamongan, dengan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam tingkat pengetahuan kader setelah intervensi,sebanyak 68% kader mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti penyuluahan berbasis komunitas ini. Mayoritas peserta juga menyatakan kepuasan terhadap metode edukasi yang diterapkan. Edukasi berbasis komunitas melalui kader terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan terkait pengelolaan obat yang tepat.Abstract: Public awareness of safe and rational drug management remains low, increasing the risk of Drug-Related Problems (DRPs). This program aimed to enhance the knowledge of Nasyiatul Aisyiyah cadres on DAGUSIBU (Obtain, Use, Store, Dispose) so they can act as community health educators. A community-based counseling session was conducted for 49 cadres in Blawi Village, Lamongan, with pre-test and post-test evaluations. The results demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with 68% of the cadres showing increased understanding following the intervention. Most participants also expressed satisfaction with the educational method applied. Community-based education through cadres has proven effective in improving health literacy related to proper drug management.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN DALAM MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN EKONOMI PADA IKATAN REMAJA MASJID AS-SALAM Putri, Linzzy Pratami; Christiana, Irma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31359

Abstract

Abstrak: UMKM di Indonesia berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja. Sebanyak 70% anggota IKRAMA adalah lulusan SMA yang belum bekerja, sehingga dibutuhkan unit usaha untuk meningkatkan kemandirian ekonomi anggota dan organisasi. Mitra memiliki keinginan besar untuk bisa memiliki unit usaha bersama yang dapat membantu organisasi dan keluarga, akan tetapi mitra belum pernah mendapatkan pelatihan kewirausahaan sebelumnya. Target dan luaran aktivitas ini adalah peningkatan pengetahuan, pemberdayaan, dan pendapatan mitra. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pelatihan langsung yang terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu: Metode pelaksanaan dalam bidang manajemen kewirausahaan, Metode pelaksanaan pemasaran produk, Serta demontrasi pembuatan produk jajanan sehat. Mitra dalam kegiatan ini adalah anggota Ranting Aisyiyah yang berjumlah 20 orang dengan evaluasi menggunakan wawancara dan kuesioner dengan 4 (empat) pertanyaan dan hasilnya menyatakan bahwa 90% peserta kegiatan memahami pelatihan yang diberikan dan IKRAMA sudah memiliki logo sendiri untuk setiap produk yang dihasilkan.Abstract: MSMEs in Indonesia play an important role in driving economic growth and reducing unemployment by providing jobs. As many as 70% of IKRAMA members are high school graduates who are not yet working, so a business unit is needed to increase the economic independence of members and organizations. Partners have a great desire to be able to have a joint business unit that can help the organization and family, but partners have never received entrepreneurship training before. The target and output of this activity is to increase knowledge, empowerment, and income of partners. The method of implementing this community service activity is carried out through direct training consisting of several activities, namely: Implementation method in the field of entrepreneurship management, Product marketing implementation method, and demonstration of making healthy snack products. Partners in this activity are members of the Aisyiyah Branch totaling 20 people with evaluation using interviews and questionnaires with 4 (four) questions and the results stated that 90% of activity participants understood the training provided and IKRAMA already had its own logo for each product produced.
PIJAT BAYI SEBAGAI STRATEGI INTERVENSI DINI: PENGUATAN KAPASITAS IBU DALAM MERAWAT TUMBUH KEMBANG ANAK Putri, Noviyati Rahardjo; Windarena, Diyas
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31910

Abstract

Abstrak: Pijat bayi merupakan salah satu bentuk stimulasi dini yang efektif dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi-batita. Namun, praktik pijat bayi secara mandiri oleh ibu masih belum umum dilakukan, terutama di komunitas pekerja industri. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu anggota Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT SGN Unit PG Pesantren Baru Kediri dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah interaktif, demonstrasi pijat bayi menggunakan boneka peraga, dan pemberian modul dalam bentuk PDF. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah pengurus dan anggota IKBI PT SGN Unit PG PSB, Kediri sebanyak 40 orang ibu/ istri karyawan.. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest dengan menggunakan kuesioner tertutup sebanyak 10 soal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 63,25 menjadi 94 setelah intervensi. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur dapat meningkatkan pemahaman ibu tentang pijat bayi dan mendorong praktik rutin di rumah. Pengabdian lanjutan dapat dikembangkan melalui pendampingan praktik dan pelibatan kader lokal guna memastikan keberlanjutan program.Abstract: Infant massage is an effective form of early stimulation that supports the growth and development of babies and toddlers. However, independent baby massage practice by mothers remains uncommon, particularly among industrial worker communities. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of mothers from the Family Wives Association (IKBI) at PT SGN PG Pesantren Baru Kediri in performing baby massage independently. The implementation methods included interactive lectures, baby massage demonstrations using training dolls, and distribution of digital modules in PDF format. The community service partners in this program were the board and members of IKBI at PT SGN, PG PSB Unit, Kediri, consisting of 40 women who are the wives of the employees. Evaluation was carried out using a closed-question pretest and posttest consisting of 10 items. The results showed an increase in the average score from 63.25 to 94 after the intervention. This program demonstrates that structured education effectively improves mothers’ understanding of infant massage and encourages regular home practice. Follow-up community service may include routine practice mentoring and local cadre involvement to ensure program sustainability.
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK EFFERVESCENT BUNGA TELANG SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN ANTIHIPERTENSI Imran, Arlan K.; Wicita, Prisca S.; Jahja, Sitti Rhomlah; Sulfiani, Elin; Ma’ruf, Melis; Panigoro, Nur’ainun; Tilamuhu, Divya Shakira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31348

Abstract

Abstrak: (1) Bunga Telang (Clitoria ternatea Wild) merupakan tanaman yang terbukti mampu menurunkan hipertensi. Data Pis PK Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango tahun 2021 menunjukkan Desa Talango merupakan penyumbang kejadian hipertensi yang tinggi.(2)Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat (Dasa Wisma) Desa Talango dalam membuat sedian serbuk effervescent bunga telang (Clitoria ternatea L) sebagai Anti Hipertensi. (3) Metode kegiatan yang digunakan melalui kombinasi ceramah dan praktik, ceramah untuk pemberian materi dan praktik langsung untuk meningkatkan keterampilan peserta. Penilaian pengetahuan dan keterampilan dinilai melalui prestest dan postest pengetahuan 2 Pertanyaan dan keterampilan prosedural pembuatan sediaan effervescent bunga telang 3 Pertanyaan diakhir kegiatan terhadap 15 peserta. (4) Hasil yang diperoleh terhadap 2 item pertanyaan terkait kandungan senyawa, khasiat bunga telang dan komposisi sediaan effervescent masing-masing meningkat menjadi 100% dan 80% serta Hasil penilaian keterampilan terhadap 3 item prosedur pembuatan mengalami peningkatan menjadi 80%.Abstract: (1) Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea Wild) is a plant that has been proven to be able to lower hypertension. Data from the Bone Bolango Regency Health Service's 2021 Pis PK showed that Talango Village is a high contributor to hypertension cases. (2) This community service aims to improve the knowledge and skills of community groups (Dasa Wisma) in Talango Village in making effervescent powder preparations of butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L) as an Antihypertensive. (3) The activity method used is a combination of lectures and practice, lectures for providing material and direct practice to improve participant skills. Assessment of knowledge and skills is assessed through a pretest and posttest of knowledge 2 Questions and procedural skills for making effervescent preparations of butterfly pea flowers 3 Questions at the end of the activity for 15 participants. (4) The results obtained for 2 question items related to the content of compounds, the efficacy of butterfly pea flowers and the composition of effervescent preparations increased to 100% and 80% respectively and the results of the skills assessment for 3 items of the manufacturing procedure increased to 80%.
SOSIALISASI SISTEM INFORMASI DESA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK Lahada, Galip; Akib, Karmila; Rahman, Abdul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31439

Abstract

Abstrak: Sistem Informasi Desa (SID) adalah seperangkat alat dam proses pemanfaatan data dan informasi untuk mendukung pengelolaan sumber daya di tingkat desa. Sistem Informasi Desa adalah bagian dari penerapan e-Government sebagaimana telah diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional tentang Pengembangan E-Government. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada para aparatur desa yang berkaitan dengan Sistem Informasi Desa untuk menunjang pelayanan publik di desa. Metode yang dilakukan adalah dengan sosialiasi melalui ceramah kemudian pengenalan pengoperasian sistem pelayanan administrasi desa berbasis web (Open SID) dan dilanjutkan dengan diskusi dan evaluasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah Pemerintah Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir yang berjumlah 11 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test dengan jumlah pertanyaan sebanyak lima (5) poin, dimana hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mitra terkait Sistem Informasi Desa khususnya sistem pelayanan administrasi desa berbasis web (Open SID) dari sebelumnya 62.5%menjadi 82.9.Abstract: Village Information System (SID) is a set of tools and processes for utilizing data and information to support resource management at the village level. The Village Information System is part of the implementation of e-Government as mandated in Presidential Instruction Number 3 of 2003 concerning National Policy and Strategy on E-Government Development. The purpose of this community service activity is to provide understanding and knowledge to village officials related to the Village Information System to support public services in the village. The method used is through socialization through lectures then introduction to the operation of the web-based village administration service system (Open SID) and continued with discussion and evaluation. The partners in this activity are the Kilo Village Government, Poso Pesisir District, totaling 11 people. The evaluation of the activity was carried out through a pre-test and post-test with a total of five (5) questions, where the results of the activity showed an increase in partner knowledge related to the Village Information System, especially the web-based village administration service system (Open SID) from the previous 62.5% to 82.9.
PROGRAM PENDIDIKAN PRANIKAH TERPADU UNTUK REMAJA MUHAMMADIYAH SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA SUKABUMI Basri, Burhanuddin; Utami, Tri; Safariyah, Erna; Abidinsah, Zainal; Oktaviana, Marcella; Sagita, Aqila Nur; Hidayat, Rini Alamsyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30995

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah gizi serius yang memengaruhi 30% anak di Indonesia, berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif mereka. Kurangnya pemahaman mengenai gizi dan kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebabnya, terutama di kalangan remaja Muhammadiyah di Kota Sukabumi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja Muhammadiyah mengenai stunting, kesehatan reproduksi, dan kesiapan mental dalam pernikahan. Metode yang digunakan termasuk sosialisasi, penyuluhan, dan kampanye media sosial, melibatkan 86 remaja di SMP/SMA/SMK Muhammadiyah Sukabumi. Sistem evaluasi yang digunakan adalah pre-test dan post-test dengan kuesioner terstruktur untuk mengukur peningkatan pengetahuan remaja Muhammadiyah terkait kesehatan reproduksi, gizi, peran keluarga, dan pencegahan stunting. Hasilnya dianalisis secara kuantitatif guna menilai efektivitas program pendidikan pranikah terpadu. Hasilnya, pengetahuan peserta meningkat signifikan, seperti tentang pendidikan seksual komprehensif dari 50% menjadi 90%, dan perilaku seksual pranikah dari 65% menjadi 92%. Sebanyak 92% peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 95% puas dengan materi yang disampaikan. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui integrasi ke kurikulum sekolah dan kerjasama dengan tenaga kesehatan lokal.Abstract: Stunting is a serious nutritional problem that affects 30% of children in Indonesia, affecting their physical and cognitive development. Lack of understanding about nutrition and reproductive health is one of the causes, especially among Muhammadiyah teenagers in Sukabumi City. This community service program aims to increase awareness of Muhammadiyah teenagers about stunting, reproductive health, and mental readiness for marriage. The methods used include socialization, counseling, and social media campaigns, involving 86 teenagers in Muhammadiyah Junior High Schools/Senior High Schools/Vocational High Schools in Sukabumi. The evaluation system used is a pre-test and post-test with a structured questionnaire to measure the increase in knowledge of Muhammadiyah teenagers regarding reproductive health, nutrition, family roles, and stunting prevention. The results were analyzed quantitatively to assess the effectiveness of the integrated premarital education program. As a result, participants' knowledge increased significantly, such as about comprehensive sexual education from 50% to 90%, and premarital sexual behavior from 65% to 92%. As many as 92% of participants felt that this activity was very useful, with 95% satisfied with the material presented. This program is expected to continue through integration into the school curriculum and collaboration with local health workers.