cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Peningkatan pemahaman peserta didik tentang kekerasan terhadap anak melalui metode partisipatif dan kolaboratif di Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung Sleman Winriadirahman, Prameswara; Iqbal, Ahmad; Nasution, Ali Imran; Arini, Dita Rosalia; Tsirwiyati, Dwi Najah; Manuel, Elkristi Ferdinan; Nurkhaerani, Ema; Rahman, Faqih Zuhdi; Wahyudi, Slamet Tri; Rakhmi, Wendy Budiati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.37838

Abstract

Abstrak Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa kasus kekerasan di satuan pendidikan masih tinggi dan menyerupai fenomena “gunung es” karena banyak peristiwa tidak terungkap. Menyikapi kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pencegahan dan penanganan kekerasan  terhadap anak sesuai dengan kerangka hukum di Indonesia dan mendorong keberanian untuk melaporkan kekerasan terhadap anak serta memperkuat komitmen sekolah dalam menyediakan mekanisme pelaporan yang aman guna mewujudkan lingkungan belajar yang ramah anak. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung, Sleman, pada 23 Januari 2025 yang diikuti oleh 35 peserta didik. Metode yang digunakan melalui metode partisipatif dan kolaboratif dengan pendekatan diskusi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta didik terhadap kekerasan terhadap anak yang disampaikan, yang terlihat dari peserta didik yang menjawab kuis pada akhir kegiatan. Kata kunci: kekerasan terhadap anak; satuan pendidikan; partispatif dan kolaboratif. Abstract The 2023 data from the National Commission for Child Protection indicate that violence in educational units remains a serious concern and continues to reflect an “iceberg phenomenon,” in which many cases go unreported. In response to this situation, a community service program was conducted to improve students’ understanding of the prevention and handling of child violence within the framework of Indonesian law, to encourage them to speak up and report child violence, and to strengthen the school’s commitment to providing a safe and accessible reporting mechanism in order to foster a child-friendly learning environment. The activity took place at Madrasah Ibtidaiyah Sultan Agung, Sleman, on January 23, 2025, and was attended by 35 students. The program used a participatory and collaborative method through group discussions. The results of the activity indicated an improvement in students’ understanding of the issues discussed, as reflected in the quiz at the end of the session. Keywords: child violence; educational institutions; participatory and collaborative.
Workshop digitalisasi administrasi pendidikan pada guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 4 Tapung Ansori, Ahmad; Sabrifha, Eli; Damsir, Damsir; Ramadhan, Muhammad Aryo Ramadhan; Ratnasari, Vebi Reski Ratnasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37678

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut lembaga pendidikan untuk beradaptasi, terutama dalam pengelolaan surat-menyurat dan absensi yang sebelumnya dilakukan secara manual dan memerlukan waktu yang panjang. PKM ini bertujuan memberikan pendampingan praktis kepada peserta dalam membuat surat otomatis berbasis Google Workspace serta merancang absensi digital menggunakan Canva AI. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada pembuatan surat otomatis, peserta dilatih menyusun template surat digital pada Google Docs, membuat Google Form sebagai alat pengumpulan data, mengelola data melalui Google Spreadsheet, serta menggunakan add-on Autocrat untuk menghasilkan surat otomatis yang terkirim langsung ke email pengguna. Sementara itu, pada pembuatan absensi digital, peserta diperkenalkan pada fitur AI di Canva untuk membuat desain absensi berbasis instruksi teks, melakukan pengisian data kehadiran, serta mengunduh absensi dalam format digital yang dapat digunakan sebagai dokumen administrasi sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menerapkan teknologi digital untuk kebutuhan administrasi. Peserta mampu menghasilkan surat resmi secara otomatis dan mendesain absensi digital yang lebih efisien, rapi, dan mudah didistribusikan. Dengan demikian, kegiatan PKM ini berkontribusi pada terbentuknya budaya kerja administrasi berbasis digital yang lebih efektif, akurat, dan sesuai dengan tuntutan era modern. Kata kunci: digitalisasi administrasi; surat otomatis; absensi digital; google workscpace; Canva AI. Abstract The rapid development of technology requires educational institutions to adapt, particularly in managing correspondence and attendance systems that were previously handled manually and required considerable time. This Community Service Program (PKM) aims to provide practical assistance to participants in creating automated correspondence based on Google Workspace and designing digital attendance systems using Canva AI. The activity methods include material presentation, demonstrations, and hands-on practice. In the creation of automated letters, participants were trained to develop digital letter templates using Google Docs, create Google Forms as data collection tools, manage data through Google Spreadsheets, and utilize the Autocrat add-on to generate automated letters that are sent directly to users’ email addresses. Meanwhile, in designing digital attendance systems, participants were introduced to Canva’s AI features to create attendance designs based on text-based instructions, input attendance data, and download attendance files in digital formats suitable for school administrative documents. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding and skills in applying digital technology for administrative purposes. Participants were able to generate official letters automatically and design digital attendance records that are more efficient, well-organized, and easy to distribute. Thus, this PKM activity contributes to the establishment of a more effective, accurate, and modern digital-based administrative work culture. Keywords: administrative digitalization; automated correspondence; digital attendance; google workspace; Canva AI.
Bimbingan teknis budidaya cabai besar sistem surjan di Lahan Rawa Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Susanti, Hilda; Purnomo, Joko; Zairin, Zairin; Nazari, Yudhi Ahmad; Dewi, Indya; Sukmana, M. Laily Qadry; Prasetyo, Bayu; Indra, Indra; Kirana, Hashimia Nindya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35991

Abstract

Abstrak Kelompok Tani Timbul Tani Desa Abumbun Jaya Kecamatan Sungai Tabuk mengelola lahan rawa untuk budidaya padi sawah yang ditanam secara polikultur dengan tanaman hortikultura dengan sistem surjan.  Tanaman cabai besar merupakan tanaman andalan yang dibudidayakan sejak tahun 2020.  Permasalahan yang dihadapi petani setempat saat ini adalah penurunan produksi cabai jauh di bawah potensi hasil serta serangan organisme pengganggu tanaman.  Bimbingan teknis mengenai budidaya cabai besar sistem surjan di lahan rawa telah dilakukan pada bulan Agustus 2024 di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sungai Tabuk.  Kegiatan ini berbasis permasalahan pada pengolahan lahan dan tindak budidaya cabai pada lahan sub optimal rawa. Mitra sasaran adalah kelompok tani Timbul Tani dengan kategori masyarakat produktif secara ekonomi. Metode pelaksanaan adalah ceramah dan diskusi. Narasumber adalah tim pengabdi.  Petani menyatakan bahwa kegiatan ini sangat berharga karena petani dapat menyampaikan permasalahan yang dihadapi di lapangan dan bertukar pengalaman dalam melakukan budidaya.  Saat ini, petani telah melakukan rotasi tanaman untuk meningkatkan produktivitas cabai besar di lahan rawa pada pertanaman selanjutnya. Kata kunci: hortikultura; kelompok tani; pengabdian masyarakat; kearifan lokal. Abstract The Timbul Tani Farmer Group in Abumbun Jaya Village, Sungai Tabuk District, manages swamp land for cultivating lowland rice planted in polyculture with horticultural plants using the surjan system. Large chili plants are the mainstay plants that have been cultivated since 2020. The problems currently faced by local farmers are a decrease in chili production far below the potential yield and attacks by plant pests. Technical guidance on cultivating large chilies using the surjan system in swamp land was carried out in August 2024 at the Balai Penyuluhan Pertanian of Sungai Tabuk District. This activity is based on the problems faced in order to increase chili production in Abumbun Jaya Village. The target partners are the Timbul Tani farmer groups with an economically productive community category.. The implementation method is lectures and discussions. The resource person is a community service team. Farmers stated that this activity was very valuable because farmers could convey the problems faced in the field and exchange experiences in carrying out cultivation. This activity is expected to continue to help farmers increase the production of large chilies. Keywords: horticulture; farmer groups; community service; local wisdom.
Implementasi sistem informasi pelayanan di BUMDESMA LKD Cikoneng Kabupaten Ciamis Virgono, Agus; Setiady, R. Rogers Dwiputra; Isnawati, Anggun Fitrian; Ahmad, Umar Ali; Pamungkas, Wahyu; Wicaksono, Agung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35254

Abstract

AbstrakBUMDESMA Mentereng LKD di Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, merupakan lembaga yang berperan dalam penguatan ekonomi masyarakat desa. Namun, pelayanan administrasi yang masih dilakukan secara manual menimbulkan berbagai kendala, seperti keterlambatan pelayanan, antrean panjang, serta kesulitan dalam pencatatan dan pengarsipan data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pengembangan dan implementasi Sistem Informasi Pelayanan BUMDes (SIMPEL BUMDes) berbasis website. Kegiatan ini melibatkan 8 pengurus BUMDESMA, 6 mahasiswa pelaksana, dan 6 dosen pengusul melalui beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, perancangan sistem, pelatihan pengguna, serta sosialisasi dan serah terima aplikasi. Hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya sistem yang mampu mendukung layanan administrasi secara digital, mulai dari pendaftaran anggota, pengajuan dokumen daring, sistem antrean, hingga pengelolaan arsip elektronik. Implementasi SIMPEL BUMDes terbukti meningkatkan efisiensi pelayanan sekitar 90%, memperkuat transparansi, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi BUMDESMA. Kata kunci: administrasi; digital; sistem informasi; BUMDes; layanan publik. AbstractBUMDESMA Mentereng LKD in Cikoneng District, Ciamis Regency, plays an important role in strengthening the community’s economy. However, administrative services that are still carried out manually have caused various problems, such as delays in service, long queues, and difficulties in recording and archiving data. To address these issues, a web-based Village-Owned Enterprise Service Information System (SIMPEL BUMDes) was developed and implemented. This activity involved BUMDESMA administrators, student implementers, and the proposing lecturers through several stages, namely needs analysis, system design, user training, as well as socialization and system handover. The result of this activity is the establishment of a system that supports digital administrative services, including member registration, online document submission, queue management, and electronic archive management. The implementation of SIMPEL BUMDes has proven to increase service efficiency, strengthen transparency, and provide convenience for the community in accessing BUMDESMA administrative services. Keywords: administration; digital; information system; BUMDes; public services.
Optimalisasi gizi balita melalui edukasi penggunaan vitamin dan pemanfaatan daun moringa sebagai strategi pencegahan stunting Maharani Dewi, Rissa; Khavitasari, Zahra; Lestari, Widiyanti Sri; Khamidah, Winda; Nita, Yuyun Ayu; Ziano, Zaidan Aufa; Salsabila, Wentar Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.38007

Abstract

Abstrak Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis yang disebabkan oleh malnutrisi jangka panjang yang mempengaruhi perkembangan kognitif, kekebalan, dan produktivitas anak-anak di usia dewasa, sehingga pencegahannya memerlukan intervensi gizi yang komprehensif. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pentingnya suplementasi vitamin dan penggunaan daun moringa sebagai sumber mikronutrien alami dalam mencegah stunting melalui pendidikan terstruktur di Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu Semangka 2. Metode yang digunakan meliputi pemberian tes pra-edukasi, penyampaian materi edukasi, diskusi, dan pemberian tes pasca-edukasi kepada 25 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor pengetahuan, dengan rata-rata skor pra-tes 83,48 meningkat menjadi 100 pada tes pasca-edukasi, dan peningkatan rata-rata sebesar 16,52 persen. Semua peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang manfaat vitamin A, C, dan D serta cara mengolah daun moringa sebagai tambahan nutrisi untuk balita. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan pendidikan pra-pasca efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan mendukung praktik pemberian makan yang lebih baik, sehingga berpotensi memperkuat upaya pencegahan stunting berbasis komunitas. Kata kunci: stunting, pendidikan gizi; suplementasi vitamin; daun moringa; gizi balita; pos pelayanan kesehatan terpadu. Abstrak Stunting is a chronic growth disorder caused by long-term malnutrition that affects children's cognitive development, immunity, and productivity in adulthood, so its prevention requires comprehensive nutritional intervention. This community service activity aimed to increase the knowledge of mothers of toddlers about the importance of vitamin supplementation and the use of moringa leaves as a natural source of micronutrients in preventing stunting through structured education at the Semangka 2 Integrated Health Service Post. The methods used included administering a pre-test, delivering educational material, holding discussions, and administering a post-test to 25 participants. The results showed a significant increase in knowledge scores, with a pre-test average score of 83.48 increasing to 100 on the post-test, and an average increase of 16.52 percent. All participants experienced an increase in understanding of the benefits of vitamins A, C, and D and how to process moringa leaves as additional nutrition for toddlers. These findings confirm that the pre-post educational approach is effective in improving nutritional literacy and supporting better feeding practices, thereby potentially strengthening community-based stunting prevention efforts. Keywords: stunting, nutrition education; vitamin supplementation; moringa leaves; toddler nutrition; integrated health service post.
Pemberdayaan kader kesehatan: pelatihan strategi manajemen perilaku pengasuhan anak Ati, Maria Prieska Putri Panglipur; Sakti, Ifa Pannya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37944

Abstract

Abstrak Kader kesehatan memiliki 5 sasaran keterampilan, salah satunya adalah bayi dan balita. Keterampilan tersebut berfokus untuk menjamin kesehatan fisik bayi dan balita. Serta stimulasi perkembangannya sesuai dengan usia. Pencapaian tugas perkembangan sesuai dengan usia anak merupakan kewajiban orangtua. Guna mencapai hal tersebut diperlukan manajemen perilaku yang tepat sehingga perlu peran kader kesehatan dalam menyampaikan strategi manajemen perilaku yang efektif. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Balai Desa Purwosekar pada 18-21 November 2025. Sasaran kegiatan PkM ini adalah kader kesehatan di Desa Purwosekar, Tajinan berjumlah 37 orang. Tujuan kegiatan PkM ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader kesehatan dalam menerapkan strategi manajemen perilaku dalam pengasuhan anak. Kegiatan yang dilakukan dalam PkM ini yaitu memberikan edukasi dan pelatihan, topik edukasi yang diberikan adalah konsep pola asuh anak dan manajemen perilaku dalam pengasuhan anak, sedangkan kegiatan pelatihan yang diberikan adalah penerapan strategi manajemen perilaku dalam pengasuhan anak. Metode pemberdayaan yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah metode ceramah, diskusi dan simulasi. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata 3,8 (rentang 1-5) untuk penilaian pengetahuan pola asuh dan 4,4 (rentang 1-5) untuk penilaian pengetahuan manajemen perilaku, sedangkan untuk keterampilan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 56 menjadi 81. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan kader kesehatan dapat mendampingi orangtua anak untuk menerapkan strategi manajemen perilaku yang tepat. Kata kunci: anak; manajemen perilaku;  kader kesehatan;  pola asuh. Abstract Health cadres have five target skill areas, one of which focuses on infants and toddlers. These skills are aimed at ensuring the physical health of infants and toddlers as well as providing developmental stimulation appropriate to their age. Achieving age-appropriate developmental tasks is a fundamental responsibility of parents. To accomplish this, appropriate behavioral management is required; therefore, health cadres play an important role in delivering effective behavioral management strategies to caregivers. This community service activity was conducted at the Purwosekar Village Hall from 18 to 21 November 2025. The target participants were 37 health cadres from Purwosekar Village, Tajinan District. The objective of this community service program was to improve the knowledge and skills of health cadres in implementing behavioral management strategies in child-rearing practices. The activities carried out included education and training. The educational sessions covered topics on parenting concepts and behavioral management in child-rearing, while the training sessions focused on the practical application of behavioral management strategies in childcare. The empowerment methods employed in this program consisted of lectures, group discussions, and simulations. The results of this community service activity demonstrated an increase in knowledge, as indicated by an improvement in the mean score of 3.8 (range 1–5) for parenting knowledge and 4.4 (range 1–5) for behavioral management knowledge. In terms of skills, the mean score increased from 56 to 81. Through this community service activity, it is expected that health cadres will be able to assist parents in implementing appropriate behavioral management strategies in child-rearing. Keywords: children; behavioral management; health cadres; parenting practices.
Pelatihan penguatan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi untuk mencegah perilaku berisiko Simak, Valen Fridolin; Renteng, Septriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37507

Abstract

Abstrak Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting yang berpengaruh pada kualitas hidup dan perkembangan masa depan. Rendahnya pemahaman serta kurangnya kepercayaan diri remaja dalam mengambil keputusan sehat seringkali menjadi faktor pemicu terjadinya perilaku berisiko hal ini diakibatkan karena minimnya keterjangkauan remaja untuk mencapai layanan kesehatan, Terbatasnya pengetahuan serta pengaruh budaya Tabuh orang tua dalam memberikan pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy remaja dalam mengelola kesehatan reproduksi melalui pelatihan berbasis edukasi interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi role play. Program ini diikuti oleh remaja usia 15–19 tahun sejumlah 50 orang dan menggunakan desain pre–post test untuk menilai perubahan pengetahuan dan keyakinan diri. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan (86%) pada pengetahuan dan keyakinan diri (82%). Peserta juga memperlihatkan partisipasi aktif selama kegiatan, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan dalam komunikasi asertif dan pengelolaan tekanan sebaya. Pelatihan ini terbukti efektif dalam memperkuat self-efficacy remaja sehingga berpotensi menjadi strategi preventif dalam mencegah perilaku berisiko terkait kesehatan reproduksi. Program ini direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kerja sama sekolah, keluarga, dan komunitas guna memastikan perubahan perilaku yang lebih konsisten dan jangka panjang. Kata kunci: kesehatan reproduksi; remaja; self-efficacy. AbstractAdolescent reproductive health is a critical determinant of quality of life and future development. Limited understanding and low self-confidence in making healthy decisions often predispose adolescents to engage in risk-taking behaviors. These challenges are exacerbated by inadequate access to youth-friendly health services, insufficient knowledge, and persistent cultural taboos that hinder parents from providing comprehensive reproductive health education. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat/PKM) aimed to enhance adolescents’ self-efficacy in managing reproductive health through an educational intervention incorporating interactive learning, group discussions, case studies, and role-play simulations. The program involved 50 adolescents aged 15–19 years and employed a pre–post test design to assess changes in knowledge and self-efficacy. Post-test results demonstrated a substantial improvement in participants’ knowledge (86%) and self-efficacy (82%). Participants also exhibited high levels of active engagement throughout the sessions, indicating enhanced assertive communication skills and improved capacity to manage peer pressure. These findings suggest that the training was effective in strengthening adolescents’ self-efficacy and holds promise as a preventive strategy to reduce reproductive health–related risk behaviors. Sustained implementation through collaborative efforts among schools, families, and community stakeholders is recommended to support consistent and long-term behavioral change. Keywords: reproductive health; adolescents; self-efficacy
Peningkatan kompetensi kimia siswa MAN IC Kota Palu melalui pemanfaatan software Avogadro Firmansyah, Firmansyah; Puspitasari, Dwi Juli; Nurhaeni, Nurhaeni; Sumarni, Ni Ketut; Prismawiryanti, Prismawiryanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36159

Abstract

AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman konseptual siswa dalam memvisualisasikan struktur dan geometri molekul pada pembelajaran kimia, yang umumnya bersifat abstrak dan sulit dipahami hanya melalui penjelasan konvensional. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa kelas XI Madrasah ‘Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Palu melalui pemanfaatan perangkat lunak Avogadro sebagai media pembelajaran berbasis komputer. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah 40 siswa/siswi kelas XI MAN IC Kota Palu pada tanggal 8 September 2025 yang memiliki minat tinggi terhadap pembelajaran kimia. Metode pelaksanaan mencakup tahapan pengenalan konsep dasar Avogadro, pelatihan penggunaan perangkat lunak, praktik langsung dalam membangun dan menganalisis struktur molekul tiga dimensi, sesi diskusi interaktif, serta evaluasi hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman konseptual siswa. Rata-rata nilai meningkat dari 60 menjadi 81,76, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman bentuk molekul (dari 53,33% menjadi 91,67%) dan sudut ikatan (dari 46,67% menjadi 100%). Hasil survei kepuasan menunjukkan respons yang sangat positif, di mana 67,5% siswa menyatakan puas atau sangat puas terhadap kualitas materi, 62,5% puas atau sangat puas terhadap penyampaian narasumber, 70% puas atau sangat puas terhadap kemudahan pembelajaran kimia menggunakan Avogadro, serta 77,5% menyatakan puas atau sangat puas terhadap dukungan pihak sekolah dalam keberlanjutan program. Hasil wawancara dan observasi partisipatif juga menunjukkan meningkatnya keterlibatan aktif dan antusiasme siswa selama kegiatan berlangsung. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan perangkat lunak Avogadro efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan praktis, dan literasi digital siswa. Kata kunci: avogadro; kimia visual; pembelajaran berbasis komputer; peningkatan pemahaman konsep. AbstractThis community service activity was motivated by the still low level of students’ conceptual understanding in visualizing molecular structures and geometries in chemistry learning, which are generally abstract and difficult to comprehend through conventional explanations alone. To address this issue, the activity aimed to improve the understanding and skills of eleventh-grade students at Madrasah ‘Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Kota Palu through the use of Avogadro software as a computer-based learning medium. The target participants consisted of 40 eleventh-grade students of MAN IC Kota Palu, and the activity was conducted on September 8, 2025, involving students with a strong interest in chemistry learning. The implementation methods included the introduction of basic Avogadro concepts, software usage training, hands-on practice in constructing and analyzing three-dimensional molecular structures, interactive discussion sessions, and evaluation of learning outcomes through pre-tests and post-tests. The results of the activity indicated a significant improvement in students’ conceptual understanding. The average score increased from 60 to 81.76, with the highest improvement observed in molecular shape understanding (from 53.33% to 91.67%) and bond angle comprehension (from 46.67% to 100%). The satisfaction survey results showed a highly positive response, with 67.5% of students stating that they were satisfied or very satisfied with the quality of the materials, 62.5% satisfied or very satisfied with the delivery by the instructors, 70% satisfied or very satisfied with the ease of learning chemistry using Avogadro, and 77.5% satisfied or very satisfied with the school’s support for program sustainability. The results of interviews and participatory observations also revealed increased active engagement and enthusiasm among students throughout the activity. These findings indicate that the utilization of Avogadro software is effective in enhancing students’ conceptual understanding, practical skills, and digital literacy. Keywords: avogadro; visual chemistry; computer-based learning; conceptual understanding improvement.
Pendampingan pengembangan kreativitas siswa dalam menumbuhkan kontribusi sosial di MIN 3 Bondowoso Hutami, Trapsila Siwi; Anis, Fahimatul; Nugroho, Prasetyo Adi; Budiarso, Aris Singgih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35220

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya wadah kreativitas siswa MIN 3 Bondowoso dalam mengekspresikan kemampuan seni khususnya menggambar, sehingga perlu pendampingan yang sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi sosial dan memperluas wawasan siswa melalui pendampingan kreativitas. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian berupa ceramah, diskusi interaktif/tanya-jawab, serta praktik langsung. Mitra sasaran kegiatan adalah 20 siswa usia 6-12 tahun. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah untuk memberikan penjelasan dasar, diskusi interaktif dan tanya jawab untuk memperkuat pemahaman, serta praktik langsung untuk mengembangkan keterampilan menggambar siswa. Dengan menerapkan berbagai metode dalam pembelajaran, siswa lebih mudah untuk mengembangkan fleksibilitas berpikir dan kemampuan beradaptasi dengan situasi sosial yang berbeda. Secara keseluruhan, hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan yang berbasis kreativitas dan interaksi sosial dapat meningkatkan kepercayaan diri, komunikasi, dan empati siswa. Model pendampingan ini diharapkan dapat terus diterapkan pada berbagai program pembelajaran kreatif di masa mendatang. Kata kunci: pengembangan kreativitas; kontribusi sosial; pengabdian; pendampingan; siswa sekolah dasar. Abstract This community service program was initiated due to the limited opportunities for students at MIN 3 Bondowoso to express their artistic abilities, particularly in drawing, thereby highlighting the need for systematic and structured mentoring. The program aimed to enhance social contributions and broaden students’ perspectives through the mentoring of creativity. The implementation employed lectures, interactive discussions and question–answer sessions, as well as hands-on practice. The target group consisted of 20 students aged 6–12 years. Lectures were designed to provide fundamental explanations, interactive discussions and Q&A sessions to strengthen understanding, and hands-on practice to develop students’ drawing skills. By applying a variety of teaching methods, students were able to develop greater cognitive flexibility and adaptability to different social situations. Overall, the outcomes of this activity showed that education based on creativity and social interaction can enhance students’ self-confidence, communication, and empathy. This mentoring model is expected to continue to be implemented and adapted in various creative learning programs in the future. Keywords: creativity development; social contribution; service program; mentoring; elementary school students
Otomatisasi pengingat waktu sholat dan ketersediaan air di SMP IT Mutiara Hati Al-Janan, D. H.; Bahatmaka, A.; Kriswanto, Kriswanto; Firmansyah, H. N.; Setiadi, R.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.34231

Abstract

Abstrak SMP IT Mutiara Hati, Ngijo, Gunungpati, Semarang merupakan sekolah berbasis Islam, yang dipadukan pula dengan pondok tahfidz. Masalah yang mengemuka, pengingatan untuk masuk waktu masih berpedoman pada suara masjid lain disekitarnya, padahal sebagai sekolah, untuk pelaksanaan waktu sholat berjamaah perlu menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Sementara itu, pelaksanaan sholat juga sering terganggu karena ketersediaan air di tandon, karena belum adanya otomatisasi pengisian. Dua permasalah utama tersebut, menjadi dasar kegiatan pengabdian ini dengan focus kegiatan pengadaan jam waktu sholat (JWS) yang mampu bekerja dengan otomatis, mudah dikendalikan sehingga dapat memberikan informasi lain terkait dengan kegiatan belajar. Sementara itu, permasalahan ketersediaan air di tandon mampu diselesaikan melalui hybrid otomatisasi yang menjamin keterisian dua tandon air dengan elevasi ketinggian yang berbeda dan bersumber dari satu pompa. Dari hasil kegiatan ini menghasilkan, ketersediaan air bersih dapat terjaga serta para santri lebih mudah dalam menentukan waktu sholat. Kata kunci: SMP IT Mutiara Hati; JWS; hybrid otomatisasi Abstract SMP IT Mutiara Hati, Ngijo, Gunungpati, Semarang is an Islamic-based school, which is also combined with a tahfidz boarding school. The problem that emerged was that the reminder to enter the praying time was still guided by the adzan of other mosques around it, whereas as a school, the implementation of congregational praying times needed to be adjusted to the school schedule. Meanwhile, the implementation of prayers was also often disrupted due to the availability of water in the reservoir, because there was no automation of filling. These two main problems became the basis for this community service activity with the focus of the activity of procuring prayer time clocks (JWS) that were able to work automatically, were easy to control so that they could provide other information related to learning activities. Meanwhile, the problem of water availability in the reservoir was able to be solved through hybrid automation which guaranteed the filling of two water reservoirs with different elevations and sourced from one pump. This activity resulted that the availability of clean water being maintained and the students being easier to determine prayer times. Keywords: SMP IT Mutiara Hati; JWS; hybrid automation