cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
Pengendalian hipertensi pada lansia dengan gaya hidup sehat Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Erman, Imelda; Martini, Sri; Mediarti, Devi; Pastari, Marta; Aguscik, Aguscik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37989

Abstract

Abstrak Lanjut usia ditandai dengan penurunan fungsi organ vital dan berkurangnya massa otot, sehingga lansia menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang sering ditemukan pada lansia. Penerapan intervensi gaya hidup sehat masih terbatas oleh rendahnya kesadaran dan konsistensi lansia. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan edukasi dan pembinaan gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu lansia mengontrol tekanan darah serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif dengan pengukuran dan edukasi. Hasil didapat sebanyak 66,67% lansia mengalami hipertensi. Dengan nilai pre test pengetahuan 61,54% baik dan meningkat pada post test pengetahuan 82,05% baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dengan gaya hidup sehat. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak diperlukan untuk mempertahankan dan memperluas dampak kegiatan mulai dari skrining dan edukasi kesehatan. Kata kunci: gaya hidup sehat; lansia; pengendalian hipertensi Abstract Aging is characterized by a decline in vital organ function and reduced muscle mass, making the elderly more susceptible to various diseases, including hypertension. Hypertension is one of the main non-communicable diseases frequently found in the elderly. The implementation of healthy lifestyle interventions is still limited by low awareness and consistency in the elderly. This condition emphasizes the need for an educational approach and healthy lifestyle coaching to prevent complications and improve the quality of life of the elderly. The goal of this community service is to help the elderly control their blood pressure and reduce the risk of complications. The method used is a participatory approach with measurement and education. The results obtained were 66.67% of the elderly have hypertension. With a pre-test knowledge score of 61.54% good and increased in the post-test knowledge to 82.05% good. This community service activity is effective in increasing the elderly's knowledge about hypertension through a healthy lifestyle. Continued support from various parties is needed to maintain and expand the impact of activities ranging from screening and health education. Keywords: healthy lifestyle; elderly; hypertension control.
Program promosi kesehatan untuk penguatan budaya K3 Di SMA Negeri 12 Makassar Bonita, Andi Ferina Herbourine; Fitriani, Fitriani; Firmansyah, Yura Witsqa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37727

Abstract

Abstrak Lingkungan sekolah memiliki berbagai potensi bahaya (hazard) yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Namun, pemahaman dan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih terbatas sehingga diperlukan upaya promotif yang efektif untuk meningkatkan budaya keselamatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran warga sekolah terhadap penerapan K3 melalui edukasi yang terstruktur. Mitra sasaran adalah SMA Negeri 12 Makassar, dengan jumlah peserta sebanyak 87 orang yang terdiri atas siswa dan tenaga pendidik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyampaian materi K3 menggunakan presentasi ilmiah, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab untuk mendorong keterlibatan aktif peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman, serta observasi partisipatif untuk menilai respons peserta. Hasil kegiatan menunjukkan rerata pengetahuan sebelum program sebesar 75 dan setelah program menjadi 85, disertai perubahan sikap yang lebih positif terhadap penerapan prinsip keselamatan. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan merumuskan dua rencana tindak lanjut, yaitu melakukan identifikasi potensi bahaya di lingkungan sekolah serta menyusun langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit terkait aktivitas sekolah. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat budaya K3 di sekolah dan menjadi dasar bagi program keselamatan berkelanjutan. Kata kunci: bahaya; keselamatan dan kesehatan kerja; promosi kesehatan; budaya keselamatan. Abstract The school environment contains various potential hazards that may threaten the safety and health of all school members, including students, teachers, and education personnel. However, understanding and implementation of Occupational Safety and Health (OSH) principles in schools remain limited, necessitating effective promotive efforts to strengthen a safety culture. This community service activity aims to improve the knowledge, attitudes, and awareness of school members regarding OSH application through structured educational intervention. The target partner was SMA Negeri 12 Makassar, with a total of 87 participants consisting of students and teaching staff. The program was delivered through OSH material presentations, interactive discussions, and question-and-answer sessions to encourage active participation. Evaluation was conducted using pre-test and post-test assessments to measure improvements in understanding, complemented by participatory observation to assess participants’ responses. The results showed that the average knowledge score increased from 75 before the program to 85 afterward, accompanied by more positive attitudes toward the implementation of safety principles. Qualitatively, participants demonstrated high enthusiasm and formulated two follow-up plans: (1) conducting systematic identification of potential hazards within the school environment, and (2) developing preventive measures to reduce the risk of accidents and school-related illnesses. This activity contributed to strengthening the OSH culture at the school and served as a foundation for developing sustainable safety programs. Keywords: hazard; health promotion; occupational health and safety; safety culture.
Pemanfaatan teknologi digital untuk pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan website di BUMDes Langgeng Jaya Nganjuk Maulana, Hendra; Kartika, Dhian Satri Yudha; Via, Yisti Vita; Atasa, Dita; Fitri, Anivea Fachmi Nur
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35917

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk mendukung transformasi digital bagi pelaku UMKM di bawah naungan BUMDes Langgeng Jaya, Desa Gempol, Kabupaten Nganjuk. Fokus utama kegiatan ini adalah pengembangan dan pelatihan pengelolaan website sebagai sarana promosi dan pemasaran produk lokal, seperti kerajinan tangan, hasil pertanian, dan makanan olahan. Program ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu identifikasi kebutuhan, perancangan website, pelatihan literasi digital, serta evaluasi hasil kegiatan. Website yang dikembangkan berfungsi menampilkan katalog produk, profil pengrajin, informasi harga, dan kontak pemesanan agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Pelatihan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pengurus BUMDes, perwakilan kelurahan, dan pelaku UMKM. Hasil evaluasi yang menggunakan pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah pemaparan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman digital, dengan nilai rata-rata peserta meningkat dari 5,6 pada pre-test menjadi 9,2 pada post-test. Capaian ini menegaskan bahwa pelatihan berjalan efektif dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam pengelolaan website dan strategi pemasaran digital. Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM Desa Gempol mampu memanfaatkan teknologi secara mandiri untuk memperkuat daya saing, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong keberlanjutan ekonomi desa di era digital. Kata kunci: digital marketing; digital transformation; community empowerment; msmes; website development. Abstract This community service activity is carried out to support digital transformation for MSME actors under the management of BUMDes Langgeng Jaya, Gempol Village, Nganjuk Regency. The main focus of this activity is the development and training of website management as a means to promote and market local products, such as handicrafts, agricultural products, and processed foods. The program is implemented through four stages: needs identification, website design, digital literacy training, and activity evaluation. The developed website functions to display product catalogs, artisan profiles, pricing information, and order contact details, enabling it to reach a wider market. The training was attended by 30 participants, including BUMDes administrators, village representatives, and MSME actors. Evaluation using pre-test and post-test measurements shows a significant increase in digital understanding, with the participants’ average score rising from 5.6 in the pre-test to 9.2 in the post-test. These results confirm that the training effectively improves participants’ skills in website management and digital marketing strategies. Through this activity, it is expected that MSME actors in Gempol Village can independently utilize technology to strengthen competitiveness, expand market reach, and promote the sustainability of the village economy in the digital era. Keywords: community empowerment; digital marketing; digital transformation; msmes; website development.
Pemberian edukasi bumil beraksi (ibu hamil bebas komplikasi) dalam rangka peningkatan pengetahuan Firdausi, Rieh; Azlina, Fitri Ayatul; Hasibuan, Nana Astriana; Dzulkaidah, Azkalina Putri; Tsuraya, Nada; Meidiani, Ananda Humaira
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.36643

Abstract

AbstrakKesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Kehamilan termasuk fase kritis yang memerlukan upaya promotif dan preventif agar ibu hamil dapat memiliki kesadaran dan pengetahuan dalam menjaga kehamilannya. Salah satu desa di Kabupaten Banjar yang belum pernah mendapatkan edukasi kesehatan mengenai mengenai komplikasi kehamilan adalah Desa Keliling Benteng Ulu, Kecamatan Martapura Barat. Program Bumil Beraksi (Ibu Hamil Bebas Komplikasi) dirancang bertujuan sebagai bentuk intervensi spesifik dalam mencegah komplikasi kehamilan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian one-group pretest posttest pada 22 ibu hamil di wilayah setempat dengan mengikuti rangkaian program dari pretest, edukasi sampai post test. Populasi penelitian adalah ibu hamil dengan trimester I, II, dan III. Ibu hamil menerima edukasi terkait komplikasi yang sering terjadi yaitu anemia, hipertensi gestasional dan diabetes gestasional. Evaluasi pretest dan posttest diberikan menggunakan kuesioner sebanyak 10 pertanyaan sesuai materi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (p<0,000) yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil. Program Edukasi “Bumil Beraksi” terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil di wilayah pinggiran sungai Martapura. Peningkatan pengetahuan ini diharaokan dapat berkontribusi pada perubahan perilaku kesehatan yang baik, dan perawatan ANC yang rutin. Disarankan agar program ini dapat diintegrasikan ke dalam program Puskesmas setempat sehingga memastikan keberlanjutan dan jangkauan lebih luas. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu hamil; komplikasi; pinggiran sungai AbstractMaternal health is an important indicator of public health. Pregnancy is a critical phase that requires promotive and preventive efforts to ensure pregnant women have awareness and knowledge in maintaining their pregnancies. One village in Banjar Regency that has never received health education regarding pregnancy complications is Keliling Benteng Ulu Village, West Martapura District. The Bumil Beraksi (Complication-Free Pregnant Women) program was designed as a specific intervention to prevent pregnancy complications. This study used a one-group pretest-posttest design on 22 pregnant women in the local area who participated in a series of programs from pretest, education, to posttest. The study population was pregnant women in their first, second, and third trimesters. Pregnant women received education regarding common complications, namely anemia, gestational hypertension, and gestational diabetes. Pretest and posttest evaluations were conducted using a 10-question questionnaire based on the educational material. The results showed a significant effect (p<0.000), indicating that the activity significantly increased pregnant women's knowledge. The "Bumil Beraksi" Education Program has proven effective in improving the knowledge of pregnant women in the Martapura Riverbank area. It is hoped that this increased knowledge will contribute to changes in healthy health behaviors and regular ANC care. It is recommended that this program be integrated into local community health center programs to ensure sustainability and broader reach. Keywords: health education; pregnant women; complications; riverbanks
Menguatkan literasi numerasi siswa SD melalui perkalian kontekstual berbasis RME Rahayu, Puji; Warli, Warli; Uripno, Gusti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37823

Abstract

Abstrak Literasi numerasi merupakan kompetensi dasar yang esensial bagi siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Namun, fenomena di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa sekolah dasar masih kesulitan memahami konsep matematika secara bermakna, terutama pada materi perkalian. Siswa cenderung menghafal fakta angka tanpa memahami logika di baliknya, sehingga gagap saat dihadapkan pada soal berbasis cerita. Artikel ini mendeskripsikan implementasi program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi siswa kelas III UPT SD Negeri Sugiharjo 1 Tuban melalui pelatihan metode perkalian kontekstual berbasis Realistic Mathematics Education (RME). Kegiatan melibatkan kolaborasi tiga dosen dan 14 mahasiswa sebagai fasilitator pendamping. Metode yang digunakan meliputi tahapan observasi, persiapan media konkret berbasis kearifan lokal, pelatihan dengan pendekatan hands-on, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan media konkret dan Lembar Kerja Siswa (LKS) kontekstual mampu mengubah pola belajar siswa dari hafalan mekanistik menjadi pemahaman konseptual. Selain itu, pendampingan intensif dalam kelompok kecil terbukti efektif mengatasi heterogenitas kemampuan siswa. Program ini memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan bermakna, serta menjadi inspirasi bagi guru kelas untuk mengembangkan strategi pembelajaran inovatif berbasis kurikulum merdeka. Kata kunci: literasi numerasi; perkalian kontekstual; RME; media konkret. Abstract Numeracy literacy is an essential foundational competency for students to solve problems in everyday life. However, field observations indicate that many elementary school students still struggle to understand mathematical concepts meaningfully, particularly in the subject of multiplication. Students tend to memorize numerical facts without understanding the underlying logic, leading to difficulties when encountering word-based problems. This article describes the implementation of a community service program aimed at enhancing the numeracy literacy of third-grade students at UPT SD Negeri Sugiharjo 1 Tuban through training in contextual multiplication methods based on Realistic Mathematics Education (RME). The activity involved a collaboration between three lecturers and 14 students serving as accompanying facilitators. The methods employed included observation stages, the preparation of concrete media based on local wisdom, training with a hands-on approach, and evaluation through pre-tests and post-tests. The results of the activity indicate that the use of concrete media and contextual Student Worksheets (LKS) successfully shifted student learning patterns from mechanistic memorization to conceptual understanding. Furthermore, intensive mentoring in small groups proved effective in addressing the heterogeneity of students' abilities. This program provides a significant contribution to creating enjoyable and meaningful mathematics learning and serves as an inspiration for classroom teachers to develop innovative learning strategies based on the Kurikulum Merdeka. Keywords: numeracy literacy; contextual multiplication; RME; concrete media
Pemberdayaan ekonomi melalui digitalisasi dan pelatihan manajemen bisnis untuk produk TOGA di Desa Kebontunggul Kabupaten Mojokerto Putra, Andhika Cahyono; Novita, Dina; Astomo, Reynanda Bagus Widyo; Saputro, Andre Ridho; Marina, Nurul Fitria; Kusnanto, Hadi; Hafizha, Naufal Atha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37780

Abstract

Abstrak Kurangnya literasi digital dan manejemn bisnis menjadi hambatan utama warga Desa Kebontunggul dalam mengkomersialkan produk TOGA. Program pelatihan digitalisasi dan manajemen bisnis ini bertujuan untuk membekali warga dengan keterampilan pengolahan produk, pemasaran digital, dan manajemen bisnis dengan metode berupa ceramah, demonstrasi, dan pendampingan. Program ini dilaksanakan di Desa Kebontunggul, Mojokerto, mulai 2 September 2025 dengan 25 peserta. Hasil penilaian pra-tes dan pasca-tes menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan yakni sebesar 40%. Secara teknis, 64% perserta (16/25) berhasil membuat akun bisnis serta mengunggah produk di marketplace, dan 40% (10/25) mampu mengembangkan desain kemasan profesional. Program ini berhasil memproduksi beberapa produk turunan TOGA termasuk minuman herbal dan makanan diproduksi dengan kemasan profesional dan dipasarkan secara online. Kesimpulannya, pelatihan ini secara signifikan meningkatkan literasi digital peserta dan keterampilan manajerial warga, sehingga berdampak dalam meningkatkan potensi kemandirian ekonomi dan perluasan akses pasar untuk produk-produk berbasis desa. Kata kunci: TOGA; pelatihan digitalisasi; pengembangan bisnis; produk herbal; ekonomi pedesaan. Abstract This training program on digitalization and business management for family medicinal plants (TOGA) was conducted in Kebontunggul Village, Mojokerto, from 2 September 2025 with 25 participants. The program aimed to equip residents with skills in product processing, digital marketing, and business management through lectures, demonstrations, and mentoring. Pre-test and post-test assessments showed none disagreed with the program, and there was an increase in the number of residents who strongly agreed with the program after the training. Results indicated that 64% of participants (16/25) successfully created business accounts and uploaded products to marketplaces, while 40% (10/25) developed complete product packaging designs. Several TOGA-derived products including herbal drinks and food were produced with professional packaging and marketed online. The program significantly enhanced participants' digital literacy and is expected to improve economic independence and market access for village-based products." Keywords: TOGA; digitalization training; business development; herbal products; rural economy
Peningkatan kompetensi petugas rekam medis dalam analisis indikator pelayanan rawat inap melalui program pemberdayaan Krisnawati, Endang; Maulana, Moh.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37818

Abstract

AbstrakProgram pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi petugas rekam medis dalam menganalisis indikator pelayanan rawat inap melalui kegiatan pemberdayaan. Kegiatan dilaksanakan di sebuah klinik tingkat pertama dengan melibatkan tiga orang petugas rekam medis sebagai peserta. Metode yang digunakan meliputi pre-test, penyuluhan konsep indikator pelayanan rawat inap (BOR, ALOS, TOI, BTO, dan Grafik Barber Johnson), pelatihan pengolahan data, praktik analisis indikator, serta post-test. Evaluasi peningkatan pengetahuan dilakukan menggunakan perhitungan Normalized Gain (N-gain), sedangkan keterampilan dianalisis melalui lembar observasi checklist. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mengalami peningkatan pemahaman pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,79. Skor keterampilan praktik berada pada rentang 9–10 dari skor maksimal 10, yang menunjukkan bahwa peserta telah mampu melakukan perhitungan, analisis, dan interpretasi indikator pelayanan rawat inap dengan baik. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas rekam medis serta mendorong pemanfaatan data rekam medis sebagai sumber informasi manajerial. Pemberdayaan yang berkelanjutan disarankan untuk memperkuat kemampuan peserta dalam menyusun rekomendasi berbasis hasil analisis guna mendukung peningkatan mutu pelayanan rawat inap. Kata kunci: pemberdayaan; rekam medis; indikator pelayanan rawat inap; N-Gain. AbstractThis community service program aimed to enhance the competence of medical record officers in analyzing inpatient service indicators through an empowerment program. The activity was conducted at a primary health care clinic and involved three medical record officers as participants. The methods included a pre-test, counseling on the concepts of inpatient service indicators (BOR, ALOS, TOI, BTO, and the Barber Johnson Graph), data processing training, practical indicator analysis, and a post-test. Knowledge improvement was evaluated using the Normalized Gain (N-gain) method, while skills were assessed using an observation checklist. The results showed that all participants achieved a high level of improvement, with an average N-gain value of 0.79. Practical skill scores ranged from 9 to 10 out of a maximum of 10, indicating that participants were able to correctly calculate, analyze, and interpret inpatient service indicators. This program proved effective in improving both knowledge and technical skills of medical record officers and in promoting the use of medical record data as a source of managerial information. Continuous empowerment programs are recommended to strengthen the ability of officers to formulate analysis-based recommendations in order to support the improvement of inpatient service quality. Keywords: empowerment; medical record; inpatient service indicators; N-Gain.
Pemberdayaan kader kesehatan dalam pembuatan produk herbal teh celup daun kelor-bunga rosela di Desa Gunungronggo Lahardo, Devanus; Irawan, Fransisca Elsia One
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37556

Abstract

AbstrakDesa Gunungronggo memiliki potensi sumber daya herbal yang melimpah, namun 409 lansia di wilayah tersebut belum mendapatkan layanan kesehatan harian berbasis bukti ilmiah, ditambah dengan kurangnya keterampilan teknis kader kesehatan dalam mengolah tanaman herbal secara standar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan dalam pengolahan daun kelor dan bunga rosela menjadi produk teh celup yang terstandar serta meningkatkan peran mereka sebagai edukator kesehatan lansia. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan materi fitokimia, workshop pembuatan simplisia, dan praktikum langsung pembuatan teh celup. Kegiatan ini dilaksanakan selama enam bulan (September 2025 – Februari 2026) dengan melibatkan 44 kader kesehatan di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Evaluasi keberhasilan program diukur melalui instrumen pre-test dan post-test untuk aspek kognitif, serta uji redemonstrasi untuk aspek psikomotorik. Hasil PkM menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan kader dengan rata-rata nilai pre-test 65,45 naik menjadi 80,22 pada post-test (peningkatan sebesar 22,57%). Pada aspek keterampilan teknis (hardskill), rata-rata nilai redemonstrasi mencapai 85 (kategori sangat baik). Program ini berhasil mentransformasi kader menjadi produsen herbal yang terampil dan edukator yang kompeten, memberikan nilai tambah ekonomis pada tanaman lokal, serta menciptakan fondasi layanan kesehatan lansia yang mandiri dan berkelanjutan. Kata Kunci : bunga rosela; daun kelor; kader kesehatan; lansia; teh celup. AbstractGunungronggo Village has abundant herbal resources, but 409 elderly people in the area have not received evidence-based daily health services, compounded by the lack of technical skills among health cadres in processing herbal plants in a standardized manner. This community service activity (PkM) aims to empower health cadres in processing moringa leaves and roselle flowers into standardized tea bags and to enhance their role as health educators for the elderly. The implementation methods include socialization, phytochemical material counseling, simplisia making workshops, and hands-on tea bag making practicums. This activity was carried out over six months (September 2025 – February 2026) involving 44 health cadres in Gunungronggo Village, Tajinan District, Malang Regency. The program's success was evaluated using pre-test and post-test instruments for cognitive aspects and a redemonstration test for psychomotor aspects. The results of the Community Service Program showed a significant increase in the knowledge of cadres, with an average pre-test score of 65.45 rising to 80.22 on the post-test (an increase of 22.57%). In terms of technical skills (hard skills), the average redemonstration score reached 85 (very good category). This program has successfully transformed cadres into skilled herbal producers and competent educators, providing economic added value to local crops and creating the foundation for independent and sustainable elderly health services. Keywords: roselle flowers; moringa leaves; health cadres; elderly peopl; tea bags.
Pengenalan aplikasi turbo pascal untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa di SMAN 1 Titehena Hurit, Roberta Uron; Weking, Alfian Nara; Watomakin, Dominikus Boli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37498

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan kemampuan Pemecahan Masalah siswa SMAN 1 Titehena. Peningkatan kemampuan ini dilakukan dengan melaksanakan proses pembelajaran matematika mengunakan aplikasi Turbo Pascal. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 30 siswa SMAN 1 Titehan. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 3 Tahap, yaitu: 1) Tahap ceramah/presentasi, 2) Tahap Demostrasi, 3) Tahap Eksperimen dan Simulasi. Luaran dari PkM ini telah dibuat modul hasil Kegiatan Pembelajaran Matematika dengan Aplikasi Turbo Pascal dan telah di serahkan ke sekolah. Untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah ini digunakan 4 indikator kemampuan pemecahan masalah menurut Polya yakni:  yaitu: (1) Memahami masalah (2) Merencanakan penyelesaian masalah, (3) Melaksanakan penyelesaian masalah, (4) Memeriksa kembali hasil yang diperoleh. Hasil PkM ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa dalam menghitung luas dan volume bangun datar sudah maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan semua peserta didik sudah memenuhi indikator kemampuan pemecahan masalah siswa dalam hal ini mampu menghitung luas dan volume bangun datar mengunakan aplikasi Turbo Pascal. Kata kunci: turbo pascal; geometri; kemampuan pemecahan masalah; aplikasi. AbstractThis Community Service (PkM) activity aims to improve the problem-solving skills of students of SMAN 1 Titehena. This ability improvement is carried out by implementing a mathematics learning process using the Turbo Pascal application. This community service activity was attended by 30 students of SMAN 1 Titehan. The method of implementing the activity is carried out in 3 stages, namely: 1) Lecture/presentation stage, 2) Demonstration stage, 3) Experiment and Simulation stage. The output of this PkM has been made into a Mathematics Learning Activity result module with the Turbo Pascal application and has been submitted to the school. To measure this problem-solving ability, 4 indicators of problem-solving ability according to Polya are used, namely: (1) Understanding the problem (2) Planning problem solving, (3) Implementing problem solving, (4) Re-checking the results obtained. The results of this PkM show that students' problem-solving abilities in calculating the area and volume of flat shapes are at their maximum. This is indicated by all students having fulfilled the indicators of students' problem-solving abilities in this case being able to calculate the area and volume of flat shapes using the Turbo Pascal application. Keywords: turbo pascal; geometry; problem solving skills; application
Literasi informasi dan smart notetaking: penguatan pembelajaran mandiri di MAN 1 Sarolangun Astalini, Astalini; Maison, Maison; Falah, Hebat Shidow; Lestari, Neneng; Dharma, Budi Eka
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35528

Abstract

Abstrak Rendahnya literasi informasi dan dominasi strategi belajar pasif (rote learning) menjadi permasalahan fundamental di MAN 1 Sarolangun, yang terkonfirmasi dari rendahnya capaian asesmen kompetensi siswa pada kategori dasar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan memperkuat strategi pembelajaran mandiri melalui penguasaan literasi informasi dan teknik mencatat efektif (smart notetaking). Metode pelaksanaan kegiatan berupa workshop partisipatoris bagi para pendidik yang mengintegrasikan tiga tahapan intervensi: (1) pelatihan pencarian informasi kredibel, (2) penerapan metode pencatatan terstruktur Cornell Notes, dan (3) pelatihan organisasi ide visual menggunakan Mind Mapping. Evaluasi program menunjukkan hasil yang signifikan, di mana pemahaman konseptual pendidik meningkat drastis dengan persentase jawaban benar pada post-test mencapai 100% untuk topik kunci. Selain itu, terbentuk "Alur Kerja Pembelajaran Mandiri Terpadu" yang meningkatkan efikasi diri mitra. Intervensi ini berhasil meningkatkan kualitas hard skill (teknik mencatat) dan soft skill (kemandirian belajar) mitra guna mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Kata kunci: literasi; cornell notes; mind mapping; pembelajaran mandiri; pengabdian. Abstract Low information literacy and the dominance of passive learning strategies (rote learning) are fundamental problems at MAN 1 Sarolangun, as evidenced by low student competency assessment scores in the basic category. This community service program aims to solve this problem by strengthening independent learning strategies through mastery of information literacy and effective note-taking techniques (smart note-taking). The implementation method of the activity is a participatory workshop for educators that integrates three stages of intervention: (1) training in searching for credible information, (2) application of the structured note-taking method Cornell Notes, and (3) training in visual idea organization using Mind Mapping. The program evaluation showed significant results: educators’ conceptual understanding increased significantly, with the percentage of correct answers on the post-test reaching 100% for key topics. In addition, an “Integrated Independent Learning Workflow” was formed that increased the partners’ self-efficacy. This intervention successfully improved partners’ hard skills (note-taking techniques) and soft skills (learning independence), supporting the achievement of the university’s Key Performance Indicators (KPIs). Keywords: literacy; cornell notes; mind mapping; independent learning; community service.