cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,821 Documents
Pengelolaan ZISWAF sebagai sarana pendidikan islam di SMA dan SMK Kecamatan Panyabungan Hamdanil, Hamdanil; Pratami, Fuji; Lubis, Willy Akmansyah; Alwadipa, Bagus Pria
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38820

Abstract

Abstrak Pemahaman masyarakat, termasuk peserta didik, terhadap pengelolaan Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) masih tergolong rendah karena keterbatasan alokasi waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Di sisi lain, muncul stigma negatif yang menyamakan pengumpulan infaq di sekolah dengan pungutan liar (pungli), seperti yang terjadi di SMK Negeri 1 Panyabungan. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan pengelolaan Ziswaf sebagai sarana pendidikan karakter dan literasi finansial syariah bagi Generasi Z di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di empat sekolah mitra (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, dan SMKN 2 Panyabungan) dengan melibatkan pengurus OSIS dan guru. Metode yang digunakan adalah Service Learning (SL) yang mencakup tiga tahapan utama: persiapan (survei dan diskusi masalah), pelayanan (sosialisasi dan pendampingan intensif), dan refleksi (evaluasi ketercapaian tujuan). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemandirian pengurus OSIS dalam mengelola dana Ziswaf secara transparan dan akuntabel. Pendampingan yang dilakukan berhasil memberikan legitimasi hukum melalui edukasi distingsi antara pungli dan filantropi Islam, sehingga sekolah yang sebelumnya terkendala stigma (SMKN 1) mulai menginisiasi kembali pengumpulan infaq secara mandiri. Berdasarkan survei kepuasan, ketercapaian tujuan pengabdian berada pada kategori sangat baik dengan persentase 70,8%. Sosialisasi dan pendampingan berbasis teknologi mampu mengubah persepsi siswa terhadap Ziswaf dari sekadar praktik tradisional menjadi identitas sosial yang modern dan transparan. Pengelolaan Ziswaf yang dikelola langsung oleh siswa terbukti efektif sebagai media internalisasi nilai-nilai keislaman dan empati sosial bagi remaja Generasi Z. Kata kunci: ZISWAF; sarana; pendidikan islam. Abstract Public understanding of Zakat, Infaq, Alms, and Waqf (Ziswaf), particularly among students, remains relatively low due to the limited time allocated for Islamic Religious Education in schools. Furthermore, a negative stigma has emerged equating school-based infaq collection with illegal levies (pungli), as observed in SMKN 1 Panyabungan. This study aims to strengthen Ziswaf management as a medium for character education and Sharia financial literacy for Generation Z in the school environment. This community service project was conducted at four partner schools (SMAN 2 Plus, SMAN 3, SMKN 1, and SMKN 2 Panyabungan), involving student council (OSIS) members and teachers. The method employed was Service Learning (SL), consisting of three main stages: preparation (surveys and problem identification), service (socialization and intensive mentoring), and reflection (evaluation of objective achievement). The results indicate an increase in the independence of student councils in managing Ziswaf funds transparently and accountably. The mentoring process successfully provided legal legitimacy by educating stakeholders on the distinction between illegal levies and Islamic philanthropy. Consequently, schools previously hindered by stigma (SMKN 1) have begun re-initiating independent infaq collection. Based on the satisfaction survey, the achievement of the program's objectives was categorized as "Excellent" with a percentage of 70.8%. Technology-based socialization and mentoring have successfully shifted students' perceptions of Ziswaf from a traditional practice to a modern and transparent social identity. Student-led Ziswaf management is proven effective as a medium for internalizing Islamic values and social empathy among Generation Z adolescents. Keywords: ZISWAF; facilities; islamic education.
Pemberdayaan kader kesehatan Desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang tentang pembuatan minuman kesehatan kombucha kulit buah naga Andika, Venny Kurnia; Nuraini, Ika
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38123

Abstract

Abstrak Kombucha telah dikenal sebagai minuman kesehatan karena mengandung senyawa bioaktif seperti asam organik, enzim, vitamin, flavonoid, asam amino, dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba. Konsumsi kombucha diyakini dapat membantu menurunkan risiko penyakit degeneratif karena kemampuannya menetralisir radikal bebas. Inovasi pemanfaatan limbah seperti kulit buah naga sebagai bahan baku kombucha terus berkembang. Selain meningkatkan nilai gizi dan manfaat fungsional, langkah ini juga berkontribusi pada pengurangan limbah organik dan menciptakan nilai ekonomi. Kombucha dari kulit buah naga dapat menjadi produk minuman fungsional lokal yang bernilai komersial dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Sebanyak 50 orang kader kesehatan dengan rentang usia 30-50 tahun di Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, belum memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pengolahan limbah pangan lokal seperti kulit buah naga. Permasalahan mitra yang diidentifikasi mencakup kurangnya pengetahuan kader tentang manfaat kulit buah naga, belum adanya keterampilan membuat kombucha, dan belum dikenalnya potensi kulit buah naga sebagai bahan olahan kesehatan. Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan melalui pelatihan dan praktek langsung. Kegiatan pengabdian dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali yang diisi dengan pemberian materi tentang pemanfaatan limbah kulit buah naga, cara membuat minuman kesehatan kombucha dari kulit buah naga serta praktek pembuatan kombucha kulit buah naga. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata peserta PkM sebesar 49,52% dengan nilai rata-rata N-gain adalah 0,96 dan dikategorikan sebagai peningkatan tinggi (g ≥ 0,7). Peningkatan tersebut mengindikasikan keberhasilan implementasi program PkM yang diberikan. Kata kunci: kombucha; kulit buah naga; fermentasi; kader Kesehatan. Abstract Kombucha has been recognized as a health drink due to its bioactive compounds such as organic acids, enzymes, vitamins, flavonoids, amino acids, and phenolic compounds, which possess antioxidant and antimicrobial activity. Kombucha consumption is believed to help reduce the risk of degenerative diseases due to its ability to neutralize free radicals. Innovations in utilizing waste such as dragon fruit peel as a raw material for kombucha continue to develop. In addition to increasing nutritional value and functional benefits, this step also contributes to reducing organic waste and creating economic value. Kombucha made from dragon fruit peel can be a local functional beverage product with commercial value and supports environmental sustainability. Fifty health cadres aged 30-50 years in Sempalwadak Village, Bululawang District, Malang Regency, lack the knowledge and skills to process local food waste such as dragon fruit peel. Identified partner problems include a lack of knowledge about the benefits of dragon fruit peel, a lack of kombucha-making skills, and a lack of awareness of the potential of dragon fruit peel as a health ingredient. The objective of this community service program is to improve the knowledge and skills of health cadres through training and hands-on practice. Community service activities were carried out 3 (three) times, filled with providing material on the utilization of dragon fruit peel waste, how to make kombucha health drinks from dragon fruit peels, and the practice of making dragon fruit peel kombucha. The evaluation results showed an increase in the average knowledge of PkM participants by 49.52% with an average N-gain value of 0.96 and categorized as a high increase (g ≥ 0.7). This increase indicates the success of the implementation of the PkM program provided. Keywords: kombucha; pitaya peels; fermentation; health cadre
Pelatihan pemanfaatan teknologi akuaponik cerdas berbasis artificial intelligence dan internet of things di SMKN 10 Surabaya dan Komunitas Inisiatif Bangkalan Endriantono, Dafit Ody; Saputra, Muhammad Krisnanda Vilovan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38568

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital menuntut kemampuan guru untuk dapat mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi ke dalam pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Namun, guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, masih menghadapi keterbatasan kompetensi teknologi, rendahnya kemampuan mengintegrasikan budaya lokal ke dalam materi ajar, serta minimnya pendampingan praktik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan calon guru dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk merancang pembelajaran berbasis budaya lokal. Mitra kegiatan adalah guru dan calon guru pendidikan anak usia dini di wilayah Nimbokrang dengan jumlah peserta 16 orang. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan berbasis praktik, workshop pengembangan materi, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test disertai refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator, yaitu pemahaman teknologi, kemampuan integrasi budaya lokal, penggunaan teknologi untuk evaluasi pembelajaran, pengembangan materi kontekstual, peningkatan rasa percaya diri, dan komitmen penggunaan teknologi secara berkelanjutan. Seluruh peserta mencapai kategori sangat baik pada aspek kompetensi dan menunjukkan kesiapan menerapkan hasil pelatihan di lembaga masing-masing. Kata kunci: pendidikan anak usia dini; teknologi informasi dan komunikasi; budaya lokal; pelatihan guru; pembelajaran kontekstual. Abstract The development of digital technology demands that teachers integrate information and communication technology into contextual and culturally relevant learning. However, early childhood teachers and teacher candidates in Nimbokrang, Jayapura Regency, still face limited technological competency, low ability to integrate lokal culture into open materials, and minimal practical mentoring. This community service activity aims to improve the competency of teachers and teacher candidates in utilizing information and communication technology to design lokal culture-based learning. The activity partners are early childhood teachers and teacher candidates in the Nimbokrang area with 16 participants. The implementation method includes needs analysis, practice-based training, material development workshops, mentoring, and evaluation through pre- and post-tests accompanied by joint reflection. The activity results showed significant improvements in all indicators, namely understanding technology, the ability to integrate lokal culture, the use of technology for learning evaluation, the development of contextual materials, increased self-confidence, and commitment to the sustainable use of technology. All participants achieved the very good category in the competency aspect and demonstrated readiness to apply the training results in their respective institutions. Keywords: early childhood education; information and communication technology; lokal culture; teacher training; contextual learning
Pendampingan dan optimalisasi implementasi SIMBADA dalam pengelolaan aset daerah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pada BPKAD Kabupaten Bangkalan Ba'riyand, Noresa; Zakiyah, Rahayu Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38877

Abstract

Abstrak penyelenggaraan pemerintahan. Namun, implementasi Sistem Informasi Manajemen Barang Daerah (SIMBADA) di berbagai instansi masih menghadapi sejumlah kendala, seperti ketidaksesuaian data aset, ketidakakuratan perhitungan penyusutan, serta belum optimalnya integrasi data antar–unit=2 kerja. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pengelolaan data berbasis sistem informasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi observasi, wawancara, telaah dokumen, serta pendampingan langsung kepada pengelola aset pada BPKAD Kabupaten Bangkalan. Pendampingan difokuskan pada proses ekstraksi, rekapitulasi, dan penataan data aset dari SIMBADA ke dalam format Microsoft Excel agar data lebih rapi, terstruktur, dan mudah dianalisis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kerapian dan konsistensi data, kemudahan akses informasi, serta percepatan proses verifikasi aset. Pendampingan juga meningkatkan pemahaman pegawai terkait pengelolaan aset berbasis sistem informasi. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperbaiki efektivitas implementasi SIMBADA sekaligus mendukung terwujudnya pengelolaan aset daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Kata kunci: pengabdian; SIMBADA; aset daerah; pengelolaan aset; BPKAD. Abstract      Regional asset management is a crucial element in supporting transparency and accountability in government administration. However, the implementation of the Regional Asset Management Information System (SIMBADA) in various agencies still faces several challenges, such as inconsistent asset data, inaccurate depreciation calculations, and suboptimal data integration between work units. This situation highlights the need to improve the quality of information system-based data management.The methods used in this community service activity included observation, interviews, document review, and direct mentoring of asset managers at the Bangkalan Regency Regional Revenue and Expenditure Agency (BPKAD). The mentoring focused on extracting, summarizing, and organizing asset data from SIMBADA into Microsoft Excel format to improve data organization, structure, and facilitate analysis. The results of the activity demonstrated significant improvements in data tidiness and consistency, ease of access to information, and accelerated asset verification processes. The mentoring also enhanced employee understanding of information system-based asset management. Thus, this activity contributed to improving the effectiveness of SIMBADA implementation while supporting more transparent and accountable regional asset management. Keywords: community service; SIMBADA; regional assets; asset management; BPKAD.
Skrining antropometri sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan obesitas pada anak sekolah di SDI Plus Darul Ulum Mulyoto, Raufina Riandhani; Karang, Ni Nyoman Melani; Adyasputri, A A I Ayesa Febrinia; Rezmaylatifa, Rezmaylatifa; Az Zahra, Salsabila Hilwa; Meivianty, Jevelien Tesalonika; Tsani, Haya Almayra; Setiansyah, Najwa Ramadhani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38305

Abstract

Abstrak Obesitas saat ini menjadi satu permasalahan yang ada di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Terdapat 2 faktor yang dapat memengaruhi obesitas, yaitu faktor yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Interaksi antara faktor-faktor yang kompleks ini dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak. Maka dari itu, diperlukan deteksi dini untuk pencegahan obesitas. Kegiatan ini bertujuan untuk deteksi dini untuk upaya pencegahan obesitas pada anak, salah satunya dengan melakukan pemeriksaan secara berkala. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap proses persiapan, pelaksanaan, dan pengolahan hasil dari pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di SDI Plus Darul Ulum pada 24 November 2025 menggunakan metode demonstrasi yang melibatkan 24 siswa/i. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mayoritas anak berada pada kategori IMT normal (58.3%) dan risiko obesitas rendah (87.5%). Nilai rata-rata WHtR responden berada di bawah ambang risiko obesitas sentral (0.43 ± 0.04), yang mengindikasikan bahwa secara umum risiko penumpukan lemak abdominal masih rendah. Kegiatan pemeriksaan antropometri tidak hanya berfungsi sebagai skrining, tetapi juga sebagai dasar penyusunan program promotif dan preventif di sekolah. Pendekatan kolaboratif antara sekolah, tenaga kesehatan, dan orang tua diharapkan mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal serta menurunkan risiko masalah gizi di masa mendatang.  Kata Kunci : deteksi dini; obesitas; pemeriksaan antropometri. Abstract Obesity is currently a problem in various countries, including Indonesia. Two factors can influence obesity: non-modifiable and modifiable factors. The interaction between these complex factors can lead to obesity in children. Therefore, early detection is needed to prevent obesity. This activity aims to provide early detection for obesity prevention efforts in children, one of which is through regular examinations. This community service activity is carried out in three stages: preparation, implementation, and processing of the examination results. This activity was carried out at SDI Plus Darul Ulum on November 24, 2025, using a demonstration method involving 24 students. The examination results showed that the majority of children were in the normal BMI category (58.3%) and low risk of obesity (87.5%). The average WHtR value of respondents was below the threshold for central obesity risk (0.43 ± 0.04), indicating that the risk of abdominal fat accumulation is generally low. Anthropometric examinations serve not only as screening but also as a basis for developing promotive and preventive programs in schools. A collaborative approach between schools, health workers, and parents is expected to support optimal child growth and development and reduce the risk of nutritional problems in the future. Keywords: early detection; obesity; anthropometric examination.
Implementasi literasi hukum untuk generasi muda melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal Defriza, Rita; Banjarnahor, Jupri Wandy; Fahmi, Zul; Asrofi, Asrofi; Pebriyanti, Pebriyanti; Aisyah, Nur; Nasution, Roni Risky; Aulia, Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38573

Abstract

AbstrakRendahnya literasi dan pemahaman hukum di kalangan peserta didik dapat memperbesar risiko keterlibatan mereka dalam perundungan, kenakalan remaja, penyalahgunaan media sosial, narkotika, judi daring, serta berbagai perilaku berisiko lainnya. Artikel pengabdian ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) oleh Kejaksaan Negeri Mandailing Natal sebagai salah satu upaya peningkatan kesadaran hukum di lingkungan pendidikan. Kegiatan dilakukan dengan pendekatan deskriptif-dokumenter melalui tahapan perencanaan, koordinasi, penyuluhan, diskusi, dan evaluasi administratif. Data dikumpulkan dari laporan kegiatan, materi presentasi, notulen, foto dokumentasi, serta wawancara singkat dengan tim pelaksana. Program JMS dilaksanakan di sebelas lembaga pendidikan di Kecamatan Panyabungan, yang meliputi SMP, SMA/MA, SMK, dan perguruan tinggi. Materi penyuluhan mencakup perundungan, kenakalan remaja, bahaya narkotika, etika bermedia sosial, judi daring, pertambangan ilegal, serta isu malpraktik dan aborsi dalam perspektif kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program JMS berjalan secara sistematis, komunikatif, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta, meskipun menghadapi sejumlah hambatan administratif, teknis, dan penyesuaian jadwal lapangan. Kegiatan ini juga menghasilkan dokumentasi operasional yang dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan model penyuluhan hukum serupa di tingkat lokal. Kata kunci: generasi muda; jaksa masuk sekolah; litreasi hokum; penyuluhan hukum. AbstractLow levels of legal literacy and legal awareness among students may increase their vulnerability to bullying, juvenile delinquency, social media misuse, narcotics abuse, online gambling, and other at-risk behaviors. This community service article aims to describe the implementation of the Jaksa Masuk Sekolah (Prosecutor Goes to School, JMS) program by the Mandailing Natal District Prosecutor’s Office as an initiative to strengthen legal awareness in educational settings. The program was carried out using a descriptive documentary approach through the stages of planning, coordination, legal outreach, discussion, and administrative evaluation. Data were obtained from activity reports, presentation materials, minutes of meetings, photographic documentation, and brief interviews with the implementation team. The JMS program was conducted at eleven educational institutions in Panyabungan Subdistrict, comprising junior high schools, senior high schools/madrasahs, vocational schools, and a university. The outreach materials covered bullying, juvenile delinquency, the dangers of narcotics, ethics in social media use, online gambling, illegal mining, and issues related to medical malpractice and abortion within a health-law context. The results show that the JMS program was implemented in a systematic, communicative, and responsive manner, although several administrative, technical, and field scheduling constraints were encountered. The program also produced operational documentation that may serve as a reference for the development of similar legal outreach models at the local level. Keywords: young generation; prosecutors in schools; legal literacy; legal education.
Pendampingan perancangan smart botanical garden pada pelajar Kota Medan Barus, Ertina Sabarita; Panjaitan, Christin Erniati; Nainggolan, Winner; Irwanto, Muhammad; Sholeha, Dewi; Gultom, Togar Timoteus; Fahmi, Muhammad Ikhwan; Tarigan, Amani Darma; Maha, Denny Hasminta S.
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38811

Abstract

Abstrak Pendampingan ini diberikan dikarenakan minimnya pengajar di sekolah yang memahami robotik dan sarana yang kurang mendukung. Sehingga pendampingan ini diperlukan karena minimnya pengetahuan para pelajar dalam merakit robot. Pendampingan perancangan ini diberikan kepada siswa-siswa kota Medan untuk mengenalkan konsep dasar elektronika sehingga pelajar tersebut semakin tertarik tentang robotika. Pendampingan ini diberikan oleh staff Teknik Elektro UNPRI. Peserta yang hadir dari jenjang SD, SMP dan SMA dengan total 70 orang. Dalam pendampingan ini siswa akan diberikan motivasi dan materi merakit robot Smart Botanical Garden. Lalu siswa akan dipecah berdasarkan kelompok jenjang pendidikan. Adapun tingkat kesulitan setiap kelompok akan disesuaikan dengan jenjang pendidikannya. Setiap kelompok akan dipersiapkan dengan komponen robot. Dan layout disediakan untuk tempat testing dan running hasil rakitan. Hasil pendampingan ini adalah siswa-siswa semakin memahami komponen dan fungsinya dan selektif memilih komponen yang akan dipakai dalam perakitan. Kata kunci : pendampingan; robot; perakitan; komponen Abstract This support is rendered due to the deficiency of educators in schools knowledgeable in robotics and the insufficient infrastructure. Consequently, this mentorship is essential owing to the students' inadequate understanding of robot assembly. This design mentoring is offered to students in Medan to familiarize them with fundamental electrical ideas, consequently enhancing their interest in robots. This guidance is provided by the staff of the Electrical Engineering Department at UNPRI. The participants, numbering 70 individuals, represent elementary, middle, and high school levels. During this mentorship session, students will receive motivation and resources to construct the Smart Botanical Garden robot. The kids will thereafter be categorized into groups according to their educational levels. The challenge level for each group will be modified based on their educational attainment. Every group will receive robotic components. A layout will be supplied for the evaluation and execution of the combined outcomes. This coaching results in students gaining a deeper understanding of the components and their functions, enabling them to be discerning in their selection of components for assembly. Keywords: coaching; robot; assembly; components
Edukasi preventif siswa sekolah dasar terhadap bahaya perilaku merokok melalui kegiatan psikoedukasi Raahman, Mohammad Afifur; Fiatika, Retha Mella; Al-qadri, Nada Hanifah; Prabawanti, Ciptasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38899

Abstract

AbstrakPerilaku merokok pada usia anak dan remaja merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang perlu dicegah sejak dini. Anak usia sekolah dasar berada pada fase perkembangan yang rentan terhadap pengaruh lingkungan, sehingga memerlukan edukasi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap preventif siswa sekolah dasar terhadap bahaya perilaku merokok melalui kegiatan psikoedukasi. Kegiatan dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Bodon, Kota Yogyakarta, dengan melibatkan 54 siswa. Metode pengabdian menggunakan pendekatan psikoedukasi preventif melalui penyampaian materi interaktif, media visual, permainan edukatif, serta diskusi sederhana. Evaluasi ketercapaian kegiatan dilakukan menggunakan pengukuran sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi partisipasi siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai bahaya rokok, yang ditunjukkan oleh peningkatan skor rata-rata dari 6,87 sebelum kegiatan menjadi 9,24 setelah kegiatan, dengan perbedaan yang signifikan. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan partisipasi dan sikap menolak perilaku merokok. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi efektif sebagai upaya preventif dalam menanamkan kesadaran perilaku hidup sehat sejak usia sekolah dasar. Kata kunci: psikoedukasi; pencegahan merokok; siswa sekolah dasar; promosi kesehatan; perilaku sehat AbstractSmoking behavior among children and adolescents is a public health issue that needs to be prevented early on. Elementary school children are in a developmental phase that is vulnerable to environmental influences, so they need health education appropriate to their developmental characteristics. This community service activity aims to increase knowledge and shape elementary school students' preventive attitudes towards the dangers of smoking through psychoeducation activities. The activity was carried conucted with 54 fourth-grade students at Muhammadiyah Bodon Elementary School, Yogyakarta City. The community service method used a preventive psychoeducational approach employing interactive materials, visual media, educational games, and simple discussions. The evaluation of the activity's achievement was carried out using pre- and post-activity measurements and observations of student participation. The results of the activity showed an increase in students' knowledge about the dangers of smoking, as indicated by an increase in the average score from 6.87 before the activity to 9.24 after the activity, with a significant difference. In addition, students showed increased participation and an attitude of rejecting smoking behavior. These findings indicate that psychoeducation activities are effective as a preventive measure in instilling awareness of healthy behavior from elementary school age. Keywords: psychoeducation; smoking prevention; elementary school students; health promotion; healthy behavior
Transformasi digital ibu posyandu : peningkatan kapasitas melalui konten kreatif media sosial untuk edukasi dan ekonomi kreatif Sembiring, Asha; Elyana, Mahlian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38630

Abstract

Abstrak Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader Posyandu Desa Pasar Melintang dalam pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya literasi digital, dokumentasi kegiatan yang tidak terstruktur, dan belum optimalnya penyebaran pesan kesehatan melalui platform digital. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pelatihan partisipatif berbasis lokakarya satu hari yang memadukan prinsip community-based education dan learning by doing. Peserta dilatih untuk merencanakan pesan edukatif, memproduksi konten kreatif sederhana menggunakan aplikasi gratis (Canva, CapCut), serta menyusun kalender unggahan dan arsip digital bersama di Google Drive. Hasil kegiatan diukur secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test yang menilai kemampuan peserta dalam merancang pesan kesehatan, membuat konten edukatif, dan mengelola distribusi informasi melalui media sosial. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan kader pada ketiga aspek tersebut. Selain itu, terbentuk sistem kerja digital sederhana berupa kalender unggahan dan struktur folder arsip yang mempermudah pengelolaan serta re-use konten lintas kegiatan. Program ini menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dengan strategi konten kreatif berpotensi memperluas jangkauan edukasi kesehatan Posyandu, yang ditunjukkan melalui peningkatan produksi dan publikasi konten, sekaligus membuka peluang ekonomi keluarga melalui promosi produk rumah tangga yang etis dan bertanggung jawab. Kata kunci: literasi digital; posyandu; pelatihan partisipatif; konten kreatif; pemberdayaan ekonomi. Abstract This community engagement program aims to enhance the capacity of Posyandu cadres in Pasar Melintang Village to utilize social media as a medium for health education and family economic empowerment. The main problems faced by the community partner include low digital literacy, unstructured activity documentation, and the suboptimal dissemination of health messages through digital platforms. The program was implemented through a one-day participatory workshop that combined the principles of community-based education and learning by doing. Participants were trained to design educational messages, produce simple creative content using free applications such as Canva and CapCut, and develop a posting calendar and shared digital archive on Google Drive. The program outcomes were measured quantitatively through pre-tests and post-tests assessing participants’ ability to design health messages, create educational content, and manage information dissemination through social media. The evaluation results showed an improvement in cadres’ abilities across these three aspects. In addition, a simple digital work system was established in the form of a posting calendar and an archive folder structure that facilitated content management and cross-activity content reuse. This program shows that the integration of digital literacy and creative content strategies has the potential to expand the reach of Posyandu health education, as indicated by the increase in content production and publication, while also creating family economic opportunities through the ethical and responsible promotion of household products. Keywords: digital literacy; posyandu; participatory training; creative content; economic empowerment.
Pemberdayaan kader kesehatan untuk mempertahankan fungsi kognitif lansia melalui pembuatan sirup curcumin Ariesti, Ellia; Prihanto, Yafet Pradikatama; Lahardo, Devanus
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37802

Abstract

Abstrak Curcumin yang berasal dari kunyit kuning memiliki efek neuroprotektif dan antioksidan yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak serta mencegah penurunan fungsi kognitif pada lansia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memahami manfaat curcumin serta mampu memproduksi sirup curcumin sebagai intervensi sederhana untuk mendukung kesehatan kognitif lansia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga sesi, yaitu edukasi kesehatan tentang pentingnya mempertahankan fungsi kognitif lansia dan manfaat curcumin, pelatihan praktik pembuatan sirup curcumin yang higienis dan bernilai gizi, serta redemonstrasi pengolahan herbal lokal kunyit/curcumin. Kegiatan ini diikuti oleh 44 kader kesehatan di Desa Gunungronggo. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan 10 pertanyaan. Hasil menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 66,14 dan post-test sebesar 76,14, sehingga terjadi peningkatan nilai rata-rata sebesar 10 poin. Kemampuan redemonstrasi pengolahan kunyit/curcumin memperoleh nilai rata-rata sangat baik sebesar 88,40, sedangkan redemonstrasi teknik terapi tebak gambar memperoleh nilai rata-rata 84. Kegiatan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam mendukung upaya mempertahankan fungsi kognitif lansia. Kata kunci: fungsi kognitif; kader kesehatan; sirup curcumin. Abstract Curcumin, derived from turmeric, has neuroprotective and antioxidant effects that are beneficial for maintaining brain health and preventing cognitive decline in the elderly. This activity aims to enhance the knowledge and skills of community health workers in understanding the benefits of curcumin and enabling them to produce curcumin syrup as a simple intervention to support cognitive health in the elderly. The activity was conducted in three sessions: health education on the importance of maintaining cognitive function in the elderly and the benefits of curcumin; practical training on the hygienic and nutritious preparation of curcumin syrup; and a demonstration of the processing of local turmeric/curcumin. This activity was attended by 44 health cadres in Gunungronggo Village. Evaluation was conducted through pre- and post-tests using 10 questions. The results showed an average pre-test score of 66.14 and a post-test score of 76.14, indicating an increase of 10 points in the average score. The ability to demonstrate turmeric/curcumin processing received a very good average score of 88.40, while the demonstration of the picture-guessing therapy technique received an average score of 84. This activity was effective in improving the health cadres’ knowledge and skills in supporting efforts to maintain cognitive function in the elderly. Keywords: cognitive function; curcumin syrup; health cadres.