cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Senam Kaki Diabetes Dalam Upaya Mencegah Ulkus Diabetik Pada Lansia di RW 19 Kelurahan Kota Wetan Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Witdiawati, Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18586

Abstract

ABSTRAK Penderita diabetes mellitus sering mengabaikan aktivitas fisik atau pergerakan tubuh karena berbagai alasan. Kurangnya aktivitas yang dilakukan oleh penderita diabetes mellitus akan menyebabkan tingginya gula darah dalam tubuh. Salah satu komplikasi yang terjadi pada penderita diabetes mellitus adalah terjadinya luka pada permukaan kulit yang dapat disertai dengan kematian jaringan. Pasien diabetes melitus beresiko 15–20 persen mengalami ulkus kaki diabetik dalam waktu lima tahun, dengan tingkat kekambuhan 50–70%, dan 85% akan menjalani amputasi. Pengelolaan diabetes melitus yang efektif dan terkendali dapat dilakukan dengan pengelolaan non farmakologis yaitu berupa kegiatan jasmani dan aktivitas fisik. Senam kaki diabetes adalah latihan yang dirancang khusus untuk pasien diabetes mellitus dengan tujuan utama meningkatkan sirkulasi darah atau aliran darah ke bagian kaki serta mencegah terjadinya luka dan komplikasi lainnya. Tujuan kegiatan adalah memberikan edukasi mengenai pendidikan kesehatan tentang senam kaki diabetes dalam upaya mencegah ulkus diabetik pada lansia di RW 19 Kelurahan Kota Wetan Garut.Metode yang digunakan pada aktivitas ini adalah lektur, diskusi dan interview. Nilai Tengah yang didapat peserta pada pre-test ialah 66 dan nilai Tengah yang didapat peserta setelah post test ialah 76 yang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yaitu sebesar 10 poin setelah dilakukannya diskusi “Senam Kaki Diabetes Dalam Upaya Mencegah Ulkus Diabetik Pada Lansia”. terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 10 poin setelah diberikan edukasi kesehatan tentang senam kaki diabetes dalam upaya mencegah ulkus diabetik pada lansia Di RW 19 Kelurahan Kota Wetan, Kabupaten Garut dan diharapkan setelah dilakukan edukasi pendidikan kesehatan, para peserta mengetahui dan memahami tentang senam kaki dalam upaya mencegah ulkus diabetic dan mau aktif di kegiatan senam diabetes yang diselenggarakan di Posbindu RW 19. Kata Kunci: Senam Kaki Diabetes, Mencegah, Ulkus Diabetik ABSTRACT People with diabetes mellitus often ignore physical activity or body movement for various reasons. Lack of activity by people with diabetes mellitus will cause high blood sugar. One of the complications that occurs in people with diabetes mellitus is the occurrence of wounds on the surface of the skin which can be accompanied by tissue death. Patients with diabetes mellitus are at risk of 15-20 percent experiencing diabetic foot ulcers within five years, with a recurrence rate of 50-70%, and 85% will undergo amputation. Effective and controlled management of diabetes mellitus can be done with non-pharmacological management, namely physical activity and physical activity. Diabetic foot exercise is an exercise specifically designed for patients with diabetes mellitus with the main aim of increasing blood circulation or blood flow to the feet and preventing wounds and other complications. The purpose of the activity is to provide health education about diabetic foot exercise to prevent diabetic ulcers in the elderly in RW 19, Kelurahan Kota Wetan Garut. The methods used in this activity are reading, discussion, and interview. The median score obtained by participants in the pre-test was 66 and the median score obtained by participants after the post-test was 76, indicating an increase in knowledge of 10 points after the discussion "Diabetic Foot Exercises to Prevent Diabetic Ulcers in the Elderly" was conducted. There was an increase in knowledge of 10 points after being given health education about diabetic foot exercises to prevent diabetic ulcers in the elderly in RW 19, Kota Wetan Village, Garut Regency and it is hoped that after health education, participants will know and understand about foot exercises to prevent diabetic ulcers and want to be active in diabetic exercise activities held at Posbindu RW 19. Keywords: Diabetic Foot Exercises, Preventing, Diabetic Ulcers
Program Edukasi dan Simulasi Pemanfatan Teknologi Layanan Ambulans Kesehatan Daerah untuk Tingkatkan Kesiapan Masyarakat pada Penanganan Prehospital Kegawatdaruratan Stroke dengan Kader Kesehatan di Jakarta Barat Pompey, Cut Sarida; Yulianti, Retno; Kariasa, I Made; Fathurahman, Muhamad; Fajariyanto, Muhammad Iqbal; Anhari, Anhari; R, Maya; Effendy, Pepen
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18929

Abstract

ABSTRAK Kurangnya pemahaman dan kesiapan masyarakat pada pengambilan keputusan penanganan stroke menyebabkan prehospital delay dengan tingkat keparahan tinggi pasien stroke. Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Provinsi DKI Jakarta memiliki tugas fokus berorientasi kepada pelayanan prehospital, evakuasi medis dari lokasi kejadian ke rumah sakit, maupun dari rumah sakit ke rumah sakit. Kondisi masyarakat dan peran UPT PK3D Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta yang signifikan sebagai mitra dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat.Meningkatan kesiapan kader kesehatan dan masyarakat RW 14 Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat dalam penanganan prehospital stroke dan pemanfaatan layanan ambulans dinas kesehatan daerah. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan meliputi sosialisasi kegiatan dan diskusi awal dengan kader, memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stroke dan kegawatdaruratannya, pengenalan dan simulasi penggunaan teknologi pemeriksaan kesehatan, pengembangan aplikasi edukatif tentang kewaspadaan dan prehospital stroke, aplikasi layanan kegawatdaruratan dan penggunaan fasilitas ambulans. Hasil pegabdian masyarakat menunjukkan jumlah kader meningkat yang mengetahui tentang stroke dan penanganan kegawatdaruratnnya, serta kader sudah dapat mencoba penggunaan aplikasi layanan kegawatdaruratan pada call center 119 dan permintaan layanan fasilitas ambulans daerah DKI Jakarta melakui aplikasi JAKI. Kader kesehatan menjadi bagian penting di masyarakat untuk penangananan prehospital kegawatdaruratan stroke dengan memiliki pemahaman tentang stroke dan kemampua pemanfaatan layanan ambulans kesehatan untuk pertolongan kegawatdaruratan. Pendampingan dan evaluasi kader dan masyarakat perlu dilakukan berkesinambungan serta penentuan program yang berkelanjutan. Kata Kunci: Ambulans Kesehatan, Kegawatdaruratan, Prehospital Stroke   ABSTRACT Lack of understanding and readiness of the community in making decisions about stroke management causes prehospital delays with high severity of stroke patients. PK3D DKI Jakarta Province has a task focused on prehospital services, medical evacuation from the scene to the hospital, and from hospital to hospital. The condition of the community and the significant role of UPT PK3D DKI Jakarta Provincial Health Office as a partner in implementing community empowerment. To increase the readiness of posyandu cadres and the community of RW 14 Kapuk Village, Cengkareng, West Jakarta in prehospital stroke management and utilization of regional health office ambulance services. Community service that has been carried out includes socialization of activities and initial discussions with cadres, providing training to increase knowledge about stroke and its emergencies, introduction and simulation of the use of health examination technology, development of educational applications on stroke awareness and prehospital, emergency service applications and use of ambulance facilities. The results of community service show an increasing number of cadres who know about stroke and its emergency handling, and cadres have been able to try using the emergency service application at the 119 call center and request for DKI Jakarta regional ambulance service facilities through the JAKI application. Health cadres are an important part of the community for the handling of stroke emergency prehospitals by having an understanding of stroke and the ability to use health ambulance services for emergency assistance. Assistance and evaluation of cadres and the community need to be carried out continuously and determine sustainable programs. Keywords: Health Ambulance, Emergency, Prehospital Stroke.
Health Extension on Prevention of Anemia for Female Cadres in Krendang Village, West Jakarta Alvina, Alvina; Pusparini, Pusparini; Merijanti, Lie Tanu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.17855

Abstract

ABSTRACT Anemia is one of the conditions that may result in decreased work productivity and low academic achievement, because a person with anemia becomes weak, exhausted, fatigued, and limp, all of which may disturb the person’s concentration in working and learning. There are several factors that can cause anemia, one of which is poor knowledge about the prevention of anemia. Female cadres are expected to assist the government in disseminating the knowledge required in the prevention of anemia. The purpose of this Community Service (Pengabdian Kepada Masyarakat, PKM) is to provide education through health extension on the prevention of anemia to the female cadres of Krendang village (kelurahan), West Jakarta. During the Community Service tests are given before and after the health extension to determine the understanding of the participants about the presented matter. The test results showed an increased understanding after the health extension. Education through health extension was able to increase the understanding and knowledge of the female cadres. Further education of the female cadres is needed such that they become able to disseminate the prevention of anemia to the community. Keywords: Knowledge, Anemia, Female Cadres
Pemberdayaan Kader Posyandu Lansia dalam Meningkatkan Perilaku Perawatan Diri pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Tajinan Kabupaten Malang Sakti, Ifa Pannya; Ariesti, Ellia; Purwadhani, Lea Widhia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19613

Abstract

ABSTRAK Posyandu lansia merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memeriksa kondisi kesehatan lansia, termasuk pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan oleh kader posyandu. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebagian besar lansia mengalami hipertensi, sehingga diperlukan perilaku perawatan diri yang optimal guna mengendalikan tekanan darah dan mencegah komplikasi. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu lansia mengenai upaya peningkatan perilaku perawatan diri pada lansia hipertensi di Puskesmas Tajinan, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan edukasi ini meliputi ceramah, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), serta demonstrasi terapi tertawa dan pijat akupresur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 18–20 November 2024 di aula Puskesmas Tajinan dengan melibatkan 14 kader posyandu lansia. Tingkat pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, dengan hasil rata-rata pre-test sebesar 59,38 dan post-test 83,04. Peningkatan skor ini menunjukkan bahwa kegiatan PkM memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta. Edukasi kesehatan bagi kader posyandu lansia perlu dilakukan secara berkala agar tekanan darah lansia penderita hipertensi dapat terkontrol dengan baik. Kata Kunci: Hipertensi, Lansia, Perilaku Perawatan Diri  ABSTRACT The elderly Posyandu (integrated health service post) is a routine activity aimed at monitoring the health conditions of elderly individuals, including blood pressure checks conducted by Posyandu cadres. Examination results indicate that most elderly individuals experience hypertension, necessitating optimal self-care behavior to manage blood pressure and prevent complications. This Community Service Program (PkM) aims to enhance the knowledge of elderly Posyandu cadres regarding efforts to improve self-care behavior among elderly individuals with hypertension at Puskesmas Tajinan, Malang Regency. The educational activities employed various methods, including lectures, Focus Group Discussions (FGD), and demonstrations of laughter therapy and acupressure massage. This program was conducted from November 18 to 20, 2024, at the Puskesmas Tajinan hall, involving 14 elderly Posyandu cadres.Participants knowledge levels were assessed using pre-test and post-test questionnaires, with an average pre-test score of 59.38 and a post-test score of 83.04. The increase in scores indicates that this PkM activity provided significant benefits to the participants. Regular health education for elderly Posyandu cadres is necessary to ensure better blood pressure control for elderly individuals with hypertension. Keywords: Hypertension, Elderly, Self-Care Behavior
Membentuk Kader Unggul: Pelatihan Komunikasi Efektif dan Pemantauan Kesehatan Mental dalam Program Pencegahan Stunting Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19061

Abstract

ABSTRAK Stunting, atau ketidakmampuan anak untuk mencapai potensi penuh pertumbuhan dan perkembangannya masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting, salah satunya adalah dengan optimalisasi pemanfaatan posyandu dan peran penting kader kesehatan. Sayangnya, masih banyak kader kesehatan yang belum memenuhi kompetensi terutama dalam memberikan edukasi secara efektif berkaitan dengan hambatan penyampaian komunikasi program pencegahan stunting. Pengabdian ini bertujuan untuk membentuk kader unggul melalui coaching komunikasi efektif dan pemantauan kesejahteraan mental dalam upaya pencegahan stunting di Desa Parakanmanggu. Metode yang digunakan kuantitatif menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai kemampuan komunikasi efektif serta kuesioner SRQ untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan mental kader. Pelatihan ini melibatkan 20 kader kesehatan yang berasal dari posyandu yang ada di sekitar Desa Parakanmanggu. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader mengenai komunikasi efektif sedangkan hasil analisis menggunakan SRQ Sebagian besar kader sebanyak 75% dari 20 orang tidak menunjukkan adanya gejala neurosis. Kesimpulan dari pengabdian ini, terjadi Peningkatan kemampuan komunikasi efektif para kader hal ini bermanfaat agar informasi dan pesan edukasi yang disampai ke masyarakat bisa disampaikan secara jelas. Selain itu, pemahaman terkait kesejahteraan mental kader menjadi indikator Kesehatan yang mendukung kader dalam menjalankan perannya secara efektif dan efisien dalam melakasanakan edukasi program pencegahan stunting. Kata Kunci: Kader, Komunikasi Efektif, Mental, Pelatihan, Stunting  ABSTRACT Stunting, or the inability of children to reach their full growth and development potential, is still a serious challenge in Indonesia. The government has made various efforts to reduce stunting rates, including optimizing the use of posyandu and the important role of health cadres. Unfortunately, many health cadres still need to meet competencies, especially in providing effective education related to barriers to the delivery of stunting prevention program communication. This service aims to form superior cadres through effective communication coaching and monitoring mental well-being to prevent Parakanmanggu Village stunting. The method used was quantitative, using pre-test and post-test questionnaires to assess practical communication skills and SRQ questionnaires to identify the mental health conditions of cadres. This training involved 20 health cadres from posyandu around ParakanmangguVillage. Based on the pre-test and post-test results, cadres' knowledge and skills regarding effective communication increased, while the analysis used SRQ. Most cadres, as much as 75% of the 20 people, did not show any symptoms of neurosis. Conclusion: This service concludes that there is an increase in the practical communication skills of cadres, this is useful so that information and educational messages conveyed to the community can be conveyed clearly. In addition, understanding related to the mental well-being of cadres is a health indicator that supports cadres in carrying out their roles effectively and efficiently in carrying out stunting prevention program education. Keywords: Cadres, Effective Communication, Mental, Stunting, Trainin
Virtual School's Health Unit: Digital-Based Adolescent Health Services in Schools Misrawati, Misrawati; Tampubolon, Masrina Munawarah; Tampubolon, Nurhannifah Rizky; Al aminuddin, Al aminuddin; Maesaroh, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18774

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode kritis terhadap kesehatan sehubungan dengan peningkatan perubahan fisik, psikologis dan social yang drastis. Sekolah merupakan sarana yang dapat mendukung upaya peningkatan kesehatan remaja. Fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) belum dapat termanfaatkan sebagai media promotive dan preventif. Inovasi UKS berbasis virtual dirancang sebagai media yang fleksibel dan kreatif digunakan remaja. Platform website dinamakan uksku.id Pengembangan media platform uksku.id dilaksanakan oleh tim influencer yang telah dilatih. Media dimanfaatkan oleh siswa/siswi untuk mendapatkan informasi kesehatan yang telah diupload influencer. Pemanfaatan media juga diberikan kepada sekolah agar dapat mengakses informasi kesehatan siswa/siswa sebagai landasan dalam pengembangan program kesehatan sekolah. Pihak puskesmas juga diberikan akses dalam menggunakan media agar mengintegrasi kesinambungan intervensi dengan pihak sekolah. Pihak sekolah diharapkan dapat terus memanfaatkan keberadaan website yang telah tersedia. Perlu pengembangan aplikasi lanjut yang lebih aplikatif dan terintegrasi dengan berbagai institusi Pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat. Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Remaja, Sekolah, Uks, Virtual  ABSTRACT Adolescence is a critical period for health due to the drastic physical, psychological, and social changes that occur. Schools can support efforts to improve adolescent health. However, School Health Unit (UKS) facilities have not been effectively utilized as promotional and preventive media. To address this, a virtual-based UKS innovation was designed as a flexible and creative medium for teenagers. The website is called uksku.id. The development of the uksku.id platform was undertaken by a team of trained influencers. This media platform is used by students to access health information uploaded by influencers. Additionally, schools have access to the media to obtain student health information, which serves as a foundation for developing school health programs. Health centers are also granted access to use the media to ensure the continuity of intervention with schools. It is recommended that schools continue to utilize the existing website. Further development of applications that are more practical and integrated with various educational institutions and public health services is necessary integrated with various educational institutions and public health services Keywords: Adolescent, Health Service, School's Health Unit
Increasing Understanding of Medicines in the Community Through the Implementation of DAGUSIBU as a Prevention of Antibiotic Resistance in Pasir Jengkol Village, Karawang Regency Zahra, Aliya Azkia; Malau, Jekmal; Kasasiah, Ahsanal; Ratnasari, Devi; Septiani, Dia; Sholih, Mally Ghinan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.18936

Abstract

ABSTRACT Antibiotic resistance occurs when microorganisms become unresponsive to antibiotic treatment, rendering common therapies ineffective against infections. As a result, the infection becomes increasingly challenging to treat, posing a heightened risk of severe disease progression and increasing the risk of spreading the disease. The causes of the emergence of antibiotic resistance include a number of factors, including excessive use of antibiotics from self-medication, to inappropriate disposal of antibiotic drugs. Karawang Regency, a region in West Java which consists of 10 sub-districts and has a population of more than 2.4 million people. Research conducted in Karawang shows the potential for antibiotic resistance based on use and the environment. It is known that the people of Karawang Regency have poor knowledge and perception regarding antibiotic resistance and use, one of which is Pasir Jengkol village. Therefore, it is necessary to increase understanding of medicines among the people of Karawang Regency, including by socializing the DAGUSIBU movement (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat) or Proper Use, Storage and Disposal of Medications and its implementation as a measure to prevent antibiotic resistance. The output of this activity is primarily an increase in understanding of public knowledge through questionnaires which are analyzed using statistics. The results obtained were then tested using a statistical test showing a significant influence (Sig 0.002) increase in knowledge through the difference in pre-test and post-test scores. This outreach activity, which provides educational materials on preventing resistance, has positively impacted the Pasir Jengkol community's knowledge. Therefore, this socialization initiative can be replicated in other areas, particularly in Karawang Regency. Keywords: Antibiotic,  Drug Resistance, DAGUSIBU, Karawang.
Program Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kesiapan menjadi Ibu di Desa Pasir Tanjung, Jawa Barat Ernawati, Ernawati; Ariyani, Mira; Wahyuni, Lussy Dwiutami; Putri, Fildzah Rudyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18627

Abstract

ABSTRAK Kesiapan menjadi ibu merupakan hal penting bagi setiap wanita karena berdampak signifikan pada perkembangan anak. Pengasuhan yang baik dari ibu, terutama dalam aspek psikososial, dapat memengaruhi perkembangan motorik, kognitif, sosial-emosional, serta moral dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program psikoedukasi terhadap kesiapan menjadi ibu di desa pasir tanjung, kecamatan tanjung sari, jawa barat.Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah alat ukur kesiapan menjadi orang tua yang dikembangkan oleh Putri Wulan Sari, 2020) . Instrumen ini mencakup empat dimensi kesiapan, yaitu emosi, finansial, fisik, dan dukungan dari suami. Penelitian melibatkan 16 orang ibu sebagai responden. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Responden mengikuti pre-test sebelum program diberikan dan post-test setelah program selesai. Penelitian menunjukkan adanya peningkatan kesiapan menjadi ibu setelah pelaksanaan program psikoedukasi. Program psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan menjadi ibu di Desa Pasir Tanjung, Kecamatan Tanjung Sari, Jawa Barat. kegiatan psikoedukasi untuk meningkatkan kesiapan menjadi ibu sangat direkomendasikan karena dapat meningkatkan kualitas pengasuhan ibu kepada anaknya. Hal ini  juga akan meningkatkan kesehatan mental ibu dan juga menambah kesiapan ibu dalam menghadapi berbagai tantangan ketika mengasuh anak.  Kata Kunci: Psikoedukasi, Kesiapan Menjadi Ibu, Parenting  ABSTRACT Readiness to become a mother is essential for every woman, as it significantly impacts a child’s development. Mothers who provide good care, especially in the psychosocial aspect, influence their child’s motor, cognitive, socio-emotional, and moral/character development. This study aims to determine the effectiveness of a psychoeducation program in improving maternal readiness in Pasir Tanjung Village, Tanjung Sari Sub-district, West Java. The study employs a quasi-experimental design. The instrument used is a parental readiness scale developed by Putri Wulan Sari (2020). This scale measures parental readiness across four dimensions: emotional, financial, physical, and husband support. Sixteen mothers participated as respondents in the study. Data were analyzed using the Wilcoxon test. Respondents underwent a pre-test before the program and a post-test after its completion. The findings revealed an increase in maternal readiness following the implementation of the psychoeducation program. The psychoeducation program was proven effective in enhancing maternal readiness in Pasir Tanjung Village, Tanjung Sari Sub-district, West Java. Psychoeducation activities to enhance readiness for motherhood are highly recommended, as they can improve the quality of maternal parenting. This will also enhance the mother's mental health and increase her preparedness to face various challenges when raising children. Keywords : Psychoeducation, Motherhood Readiness, Parenting.
Upaya Penurunan Stress melalui Self-Compassion pada Lansia dengan Hipertensi di Dusun Mojogedang Vierdiana, Dyah; Budiman, Amin Aji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18636

Abstract

ABSTRAK Gangguan mental merupakan gangguan jiwa yang prevalensinya paling tinggi. Kasus gangguan mental tertinggi yaitu prevalensinya 8,9% terdapat pada kelompok umur lansia. Salah satu masalah yang sering dialami lansia adalah Stress. Lansia sering merasa tidak berharga, stress yang berakibat sering mengamuk dan marah – marah. Salah satu cara yang dilakukan adalah memperbaiki kemampuan self compassion dalam seorang individu. Lansia terutama di kelompok umur 60 – 74 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Compassion dalam Menurunkan Stress pada Lansia dengan Hipertensi di Dusun Mojogedang. Jenis penelitian eksperimen. Teknik pelaksanaan menggunakan wawancara dan tanya jawab. Analisis data menggunakan analisis deksriktif. Hasil penelitian menunjukkan intervensi Self–Compassion berhasil menurunkan stress pada lansia dengan hipertensi di di Dusun Mojogedang. Kata kunci: Lansia, Self-compassion, Stress  ABSTRACT Mental disorders are mental disorders with the highest prevalence. The highest cases of mental disorders, namely the prevalence of 8.9%, are found in the elderly age group. One of the problems often experienced by the elderly is stress. The elderly often feel worthless, stress that results in frequent tantrums and anger. One way to do this is to improve the ability of self-compassion in an individual. The elderly, especially in the age group 60-74 years. This study aims to determine the effect of Self-Compassion in Reducing Stress in the Elderly with Hypertension in Mojogedang Hamlet. The type of research is experimental. The implementation technique uses interviews and questions and answers. Data analysis uses descriptive analysis. The results showed that the Self-Compassion intervention was successful in reducing stress in the elderly with hypertension in Mojogedang Hamlet. Keywords: Elderly, Self-compassion, Stress
Pemberdayaan Kader Posyandu untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Keterampilan Ibu Balita Stunting dan Risiko Stunting tentang Terapi Bermain Misniarti, Misniarti; Utario, Yossy; Haryani, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18512

Abstract

ABSTRAK Stunting dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan motorik pada anak toodler. Studi sebelumnya menunjukkanbeberapa anak dengan keadaan stunting, kemampuan perkembangannya tidak sesuai dengan usia anak seharusnya. Terapi bermain merupakan salah satu bentuk stimulasi perkembangan anak. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader dan ibu balita tentang terapi bermain. Kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dan ibu balita stunting tentang terapi bermain. Meliputi identifikasi masalah, sosialisasi kegiatan, edukasi kesehatan dan praktik simulasi pemeriksaan perkembangan menggunakan KPSP dan terapi bermain pada balita pada melalui kader posyandu, pendampingan kader ke keluarga balita resiko stunting dan stunting. Kegiatan dilakukan pada di wilayah kerja Puskesmas Talang Rimbo Lama Kabupaten Rejang Lebong. Peserta terdiri dari 10 orang kader dan pendampingan pada 40 orang ibu balita stunting. Bentuk kegiatan adalah pemberdayaan kader posyandu dan pendampingan kader untuk memberikan edukasi kepada ibu balita resiko stunting dan stunting mengenai terapi bermain. Rerata skor pengetahuan kader sebelum edukasi adalah 40,6 dan setelah edukasi 60,3, serta skor pengetahuan ibu balita stunting dan risiko stunting sebelum edukasi adalah 36 dan setelah edukasi 59. Terdapat peningkatan pengetahuan kader dan ibu balita stunting serta mampu mempraktikkan kembali cara pemeriksaan perkembangan anak dan terapi bermain. Kata Kunci: Pemberdayaan Kader Posyandu, Pendampingan Ibu Balita Risiko Stunting, Terapi Bermain   ABSTRACT Stunting can affect cognitive and motor development in toddlers. Previous research has found that some stunted children have developmental abilities that do not correspond to their chronological age. Play therapy is a form of stimulation for child development. Efforts are needed to increase the knowledge and abilities of cadres and mothers of toddlers about play therapy. The purpose of community service activities is to increase the knowledge and skills of cadres and stunted mothers about play therapy. Identifying problems, participating in socializing activities, providing health education, and practicing developmental check simulations for toddlers at posyandu cadres using KPSP and play therapy, as well as assisting cadres with families of stunted toddlers and the risk of stunting, are all service methods.The activity was carried out in the working area of the Talang Rimbo Lama Health Center, Rejang Lebong Regency. Participants consisted of 10 cadres, who provided assistance to 40 stunting mothers. The activity consists of empowering posyandu cadres and assisting cadres in providing education to mothers of stunted toddlers about the risk of stunting and play therapy. The average score of knowledge of cadres before education is 40.6 and after education is 60.3, and the knowledge score of stunting mothers and the risk of stunting before education is 36 and after education is 59. That there is an increase in the knowledge of cadres and stunting mothers and that they are able to practice again how to check child development and use play therapy. Keywords: Empowerment of Posyandu Cadres, Assistance for Mothers and Toddlers at Risk of Stunting, Play Therapy

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue