cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Edukasi Tingkatkan Pengetahuan Pasien Prolanis tentang Resistensi Antibiotik di Puskesmas Haurngombong, Pamulihan, Sumedang Friana, Derina Agus; Hasanah, Muna Shintya; Hidayat, Taufik
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21357

Abstract

ABSTRAK Resistensi antibiotik, krisis kesehatan global, menyebabkan 1,69 juta kematian per tahun dan diproyeksikan mencapai 10 juta pada 2050 jika tidak ditangani (World Health Organization, 2024). Di Indonesia, khususnya Pamulihan, Sumedang, penyalahgunaan antibiotik akibat rendahnya literasi kesehatan dan praktik swamedikasi mendorong resistensi bakteri seperti Escherichia coli (34,1% resisten terhadap ampisilin) dan Staphylococcus aureus (53% resisten terhadap metisilin), dengan dampak ekonomi USD 1,5 miliar per tahun (Kementerian Kesehatan RI, 2022; Murray et al., 2022). Inisiatif pengabdian masyarakat pada 17 April 2025 di UPTD Puskesmas Haurngombong menargetkan 23 pasien perempuan Prolanis untuk meningkatkan pengetahuan tentang resistensi antibiotik melalui penyuluhan interaktif, leaflet budaya, role-playing, dan diskusi kasus. Metode meliputi wawancara, kuesioner pre-post test, dan analisis Paired Sample T-Test, menunjukkan peningkatan skor pengetahuan dari 4,96 menjadi 8,00 (skala 10, P<0,001). Berbasis Teori Kognitif Sosial, Health Belief Model, dan Theory of Planned Behavior, intervensi ini meningkatkan literasi kesehatan dan kepatuhan terhadap penggunaan antibiotik yang rasional, sejalan dengan Rencana Aksi Nasional Pengendalian Resistensi Antimikroba Indonesia (2025-2029) dan SDG 3 (Kementerian Kesehatan RI, 2023; United Nations, 2023). Inisiatif ini memberdayakan perempuan pedesaan untuk mencegah resistensi di komunitas. Kata Kunci: Resistensi Antibiotik, Pengetahuan Pasien, Program Prolanis, Edukasi Kesehatan, Indonesia Pedesaan.  ABSTRACT Antibiotic resistance, a global health crisis, claims 1.69 million lives annually, projected to reach 10 million by 2050 if unaddressed (World Health Organization, 2024). In rural Pamulihan, Sumedang, Indonesia, antibiotic misuse due to low health literacy and self-medication drives resistant pathogens like Escherichia coli (34.1% resistant to ampicillin) and Staphylococcus aureus (53% resistant to methicillin), costing USD 1.5 billion yearly (Kementerian Kesehatan RI, 2022; Murray et al., 2022). A community service initiative on April 17, 2025, at UPTD Puskesmas Haurngombong targeted 23 female Prolanis patients to enhance antibiotic resistance knowledge through interactive counseling, culturally tailored leaflets, role-playing, and case discussions. Methods included interviews, pre-post test questionnaires, and Paired Sample T-Test analysis, showing a significant knowledge score increase from 4.96 to 8.00 (10-point scale, P<0.001). Grounded in Social Cognitive Theory, Health Belief Model, and Theory of Planned Behavior, this intervention improved health literacy and adherence to rational antibiotic use, aligning with Indonesia’s National Action Plan for Antimicrobial Resistance Control (2025-2029) and SDG 3 (Kementerian Kesehatan RI, 2023; United Nations, 2023). Empowering rural women, it lays a scalable foundation for community-level resistance prevention. Keywords: Antibiotic Resistance, Patient Knowledge, Prolanis Program, Health Education, Rural Indonesia.
Edukasi Perawatan Luka Diabetes dengan Rebusan Daun Sirih Merah pada Ibu-Ibu PKK Desa Cipacing Adam, Saddam Febriansyah; Nursiswati, Nursiswati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21657

Abstract

ABSTRAK Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perawatan luka diabetes menjadi tantangan dalam upaya pencegahan komplikasi, terutama di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas program SIMER DANCING(Sirih Merah untuk PKK Desa Cipacing), yakni sebuah edukasi berbasis penyuluhan dan demonstrasi, dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengenai perawatan luka diabetes menggunakan rebusan daun sirih merah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain one-group pretest-posttest. Intervensi dilakukan dalam satu sesi edukatif yang melibatkan 15 peserta, dengan pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor jawaban benar peserta dari rerata 58,3% pada pretest menjadi 81,6% saat posttest. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi edukasi dan diskusi, yang mencerminkan ketertarikan serta penerimaan terhadap topik yang disampaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis komunitas seperti SIMER DANCING, yang memanfaatkan tanaman herbal lokal, berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai perawatan luka diabetes. Oleh karena itu, program serupa direkomendasikan untuk dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam manajemen penyakit kronis di masyarakat. Kata Kunci: Perawatan Luka Diabetes, Edukasi Kesehatan, Daun Sirih Merah, PKK, Penyuluhan Komunitas  ABSTRACT Lack of public understanding regarding diabetic wound care remains a significant challenge in preventing complications, especially at the community level. This study aims to evaluate the effectiveness of the SIMER DANCING program (Sirih Merah untuk PKK Desa Cipacing), a community education initiative based on lectures and demonstrations, in increasing the knowledge of women from the Family Welfare Movement (PKK) in Cipacing Village, Jatinangor District, Sumedang Regency, West Java, on diabetic wound care using boiled red betel leaves. A quasi-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The intervention consisted of a single educational session involving 15 participants, with knowledge assessed before and after the activity. Results showed an increase in the average correct answer score from 58.3% in the pretest to 81.6% in the posttest. Participants demonstrated high enthusiasm during the educational and discussion sessions, reflecting interest and receptivity to the topic presented. These findings indicate that community-based health education programs like SIMER DANCING, which utilize local herbal resources, contribute positively to improving public understanding of diabetic wound care. Therefore, similar programs are recommended to be developed continuously as part of promotive and preventive efforts in chronic disease management at the community level. Keywords: Diabetic Wound Care, Health Education, Red Betel Leaf, PKK, Community-Based Outreach
Pemberdayaan Caregiver dalam Pencegahan Penyakit pada Lansia dengan Personal Hygiene sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan di LKS-LU Pangesti Lawang Anisyah, Luluk; Sipollo, Berliany Venny; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21861

Abstract

ABSTRAK   Personal hygiene merupakan suatu tindakan merawat diri sendiri, dimana lansia seringkali mengalami penurunan fungsi tubuh, kondisi fisik dan mobilitas. Akibatnya mereka kurang mampu menjaga personal hygiene, sehingga berdampak pada kualitas hidup lansia. Salah satu penyakit yang bisa terjadi pada lansia selain penyakit kulit adalah penyakit kecacingan, hal itu disebabkan karena kurang mampunya dalam menjaga personal hygiene. Faktor yang erat kaitannya dengan infeksi kulit maupun kecacingan pada lansia erat hubungannya dengan personal hygiene. Prevalensi kecacingan di Indonesia sendiri bervariasi antara 2,5% - 62% dan dapat terjadi pada semua usia di Indonesia berkisar antara 40% - 60%. Infeksi kecacingan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi yang berakibat terganggunya kesehatan pada lansia. Sasaran kegiatan ini adalah caregiver sejumlah 14 di LKS-LU Pangesti. Tujuan kegiatan Pengabdian adalah diharapkan caregiver mampu meningkatkan pengetahuan dan pendampingan para lansia dalam melakukan personal hygiene, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit kulit maupun kecacingan pada lansia dan kesehatan lansia dapat terjaga dengan baik. Menurut pemerintah untuk dapat memutus mata rantai penyakit infeksi pada kulit maupun kecacingan  di kalangan masyarakat terutama lansia salah satunya adalah dapat dilakukan dengan memberikan informasi pengetahuan terkait personal hygiene. Metode kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, pada tahap pertama dilakukan kegiatan pendekatan terhadap caregiver.  Hasil evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 61,67% (Baik) dengan nilai Pre-test = 60,0 dan Post-test = 97,0. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Caregiver, Kulit, Kecacingan, Lansia, Personal Hygiene  ABSTRACT Personal hygiene is a self-care practice, where the elderly often experience a decline in body function, physical condition, and mobility. As a result, they are less able to maintain personal hygiene, which impacts the elderly's quality of life. One disease that can occur in the elderly besides skin diseases is worm disease, this is caused by the inability to maintain personal hygiene. Factors closely related to skin infections and worms in the elderly are closely related to personal hygiene. The prevalence of worms in Indonesia itself varies between 2.5% - 62% and can occur at all ages in Indonesia ranging from 40% - 60%. Worm infections can cause digestive disorders and nutrient absorption resulting in impaired health in the elderly. The target of this activity is 14 caregivers at LKS-LU Pangesti. The purpose of the Community Service activity is expected to be able to caregivers to increase knowledge and support the elderly in maintaining personal hygiene, so that they can prevent skin diseases and worms in the elderly and can maintain their health well. According to the government, one way to break the chain of infectious diseases of the skin and worms among the community, especially the elderly, is by providing information and knowledge related to personal hygiene. The method of community service activities that have been carried out, in the first stage, an approach was carried out with caregivers. The evaluation results for increased knowledge were 61.67% (Good) with a Pre-test value of 60.0 and Post-test value of 97.0. The conclusion is that the goal of increasing knowledge in Community Service activities has been achieved well. Keywords: Caregiver, Skin, Worm Infestation, Elderly, Personal Hygiene
Pendampingan Personal Hygiene tentang Scabies dan Pedikulosis di Dayah Al’athiyah Aceh Besar Jumadewi, Asri; Wahab, Irwana; Erlinawati, Erlinawati; Ichwansyah, Fahmi; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22089

Abstract

ABSTRAK Prevalensi scabies, dan pedikulosis masih tergolong tinggi dan sering diabaikan. Pemeriksaan klinis scabies ditandai dari ruam, pruritus (gatal hebat di malam hari), papula, pustula, dan ekskoriasi serta hiposensitisasi atau akan menginfeksi orang disekitarnya. Screening laboratoris melalui pengambilan spesimen kerokan kulit pada penderita scabies, menjadi diagnosa pasti penunjang ditemukannya Sarcoptes scabiei sebagai penyebab scabies. Sedangkan pedikulosis adalah gangguan pada rambut dan kulit kepala akibat infestasi dan sensitisasi kutu rambut, Pedikulus kapitis. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan berupa gangguan psikososial, berkurangnya kualitas tidur, menurunkan konsentrasi belajar bahkan anemia pada anak. Program PkM ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang scabies dan pedikulosis, serta pendampingan personal hygiene melalui cuci tangan enam langkah dan menjaga peralatan pribadi agar tidak digunakan secara bersama untuk mencapai ponpes bebas scabies dan pedikulosis. Sasaran PkM ini adalah santri Dayah Al-athiyah Aceh Besar sebanyak 30 orang, yang dilakukan pada tanggal 22 Juli 2025. Tahapan screening scabies dan pedikulosis, edukasi dan pendampingan personal hygiene dengan cuci tangan enam langkah dan menjaga barang pribadi tidak dipakai secara bersama, beserta evaluasi pengetahuan. Hasil PKM menunjukkan bahwa pendampingan edukasi personal hygiene sebagai preventif scabies dan pedikulosis menunjukkan peningkatan pengetahuan personal hygiene dari kategori cukup 53,3% menjadi kategori baik (83,3%). Hal ini menyimpulkan bahwa pendampingan edukasi PkM efektif dan dapat menjadi diseminasi informasi di lingkungan Dayah. Kata Kunci: Pendampingan, Pedikulosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies  ABSTRACT The prevalence of scabies and pediculosis remains high and is often overlooked. Clinical examination of scabies is characterized by a rash, pruritus (severe itching at night), papules, pustules, and excoriations, as well as hyposensitization, or the potential for infection by others. Laboratory screening, through skin scrapings from scabies sufferers, provides a definitive diagnosis, supporting the identification of Sarcoptes scabiei as the cause of scabies. Pediculosis, on the other hand, is a hair and scalp disorder caused by infestation and sensitization by the head louse, Pediculus capitis. The resulting health problems include psychosocial problems, reduced sleep quality, decreased concentration in learning, and even anemia in children. This Community Service Program aims to provide health education about scabies and pediculosis, as well as personal hygiene guidance through six-step handwashing and preventing the sharing of personal equipment, to achieve a scabies- and pediculosis-free Islamic boarding school. The target of this PkM is 30 students of Dayah Al-athiyah Aceh Besar, which was carried out on July 22, 2025. The stages of scabies and pediculosis screening, education and assistance in personal hygiene with six-step hand washing and keeping personal items from being shared, along with knowledge evaluation. The results of the PkM show that personal hygiene education assistance as a preventative measure for scabies and pediculosis shows an increase in personal hygiene knowledge from the sufficient category of 53.3% to the good category (83.3%). This concludes that the PkM education assistance is effective and can be used as information dissemination in the Dayah environment.  Keywords: Assistance, Pediculosis, Sarcoptes Scabiei, Scabies
Edukasi HIV/AIDS pada Remaja SMA Tolitoli melalui Media Permainan Tradisional Engklek Edukatif Kurniawan, Rahmat; Faisal, T. Iskandar; Nurmiaty, Nurmiaty; Khaira, Nuswatul; Fitry, Adheyatul; B., Supriadi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21958

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual seperti HIV/AIDS. Di Kabupaten Tolitoli, meningkatnya kasus HIV dan pernikahan anak menjadi perhatian serius. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja melalui edukasi berbasis permainan tradisional engklek. Metode yang digunakan adalah edukasi langsung kepada 33 siswa SMKN 1 Tolitoli pada tanggal 5 Juni 2025. Intervensi dilakukan melalui permainan edukatif engklek yang berisi pertanyaan seputar kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap remaja: dari 57,58% menjadi 100% untuk pengetahuan baik, dan dari 60,6% menjadi 100% untuk sikap baik. Pembahasan mengungkap bahwa metode edukasi interaktif mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap positif terhadap isu kesehatan reproduksi. Edukasi berbasis permainan juga dianggap efektif menjangkau remaja dan memudahkan penyampaian materi yang sensitif. Kesimpulannya, metode permainan edukatif tradisional engklek terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS, serta direkomendasikan untuk digunakan sebagai strategi edukasi yang menyenangkan dan kontekstual di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Edukasi, Engklek Edukatif, HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi Remaja  ABSTRACT Adolescents are an age group that is vulnerable to reproductive health problems and sexually transmitted infections such as HIV/AIDS. In Tolitoli District, the increase in HIV cases and child marriage is a serious concern. This community service activity aims to improve the knowledge and attitudes of adolescents through education based on the traditional game of engklek. The method used was direct education to 33 students of SMKN 1 Tolitoli on June 5, 2025. The intervention was carried out through the educational game of engklek which contained questions about reproductive health and HIV/AIDS. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. Results showed a significant increase in adolescents' knowledge and attitude: from 57.58% to 100% for good knowledge, and from 60.6% to 100% for good attitude. The discussion revealed that interactive education methods are able to increase understanding and form positive attitudes towards reproductive health issues. Game-based education is also considered effective in reaching adolescents and facilitating the delivery of sensitive material. In conclusion, the traditional educational game method of engklek is proven effective in improving adolescents' knowledge and attitudes regarding reproductive health and HIV/AIDS, and is recommended to be used as a fun and contextual educational strategy in the school environment. Keywords: Education, Educational Engklek, HIV/AIDS, Adolescent Reproductive Health
Update Knowledge Peningkatan Pengetahuan dan Ketrampilan Partograf, Peningkatan Level STR, dan Perpanjangan SIPB pada Bidan Octavia, Rina; Melda, Byba; Adista, Nuria Fitri; Jakiah, Ucu; Fitria, Elli
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22253

Abstract

ABSTRAK Bidan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kebidanan yang komprehensif, sehingga dituntut untuk senantiasa memperbarui pengetahuan dan keterampilan agar layanan yang diberikan tetap berkualitas, aman, dan sesuai perkembangan ilmu. Salah satu instrumen penting adalah partograf yang berfungsi memantau kemajuan persalinan, mendeteksi dini komplikasi, serta mendukung pengambilan keputusan klinis. Namun, penggunaan partograf di Indonesia masih rendah, hanya sekitar 17,7% pada saat rujukan maternal, sehingga turut berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi akibat perdarahan, eklampsia, dan infeksi. Di Kota Serang, pemanfaatan partograf belum optimal meskipun telah ada berbagai program pelatihan, dan hal ini diperkuat dengan masih rendahnya pemahaman bidan mengenai proses naik level STR serta perpanjangan SIPB yang kini mensyaratkan bukti kompetensi terbaru. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan Update Knowledge seluruh ranting IBI Cabang Kota Serang tahun 2025 dilaksanakan pada 50 bidan dengan tahapan workshop partograf, sosialisasi regulasi STR dan SIPB, pendampingan administratif, inovasi media booklet ber-HKI, serta evaluasi menggunakan pretest–posttest dan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta (p=0,000), sementara booklet ber-HKI terbukti efektif sebagai media edukasi praktis dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kompetensi bidan terkait penggunaan partograf serta pemahaman regulasi profesi, sekaligus memberikan kontribusi terhadap mutu pelayanan kebidanan dan keselamatan ibu serta bayi. Program ini diharapkan dapat direplikasi secara berkala di berbagai wilayah dengan dukungan pemerintah dan organisasi profesi agar peningkatan kompetensi bidan dapat berlangsung secara merata dan berkesinambungan. Kata Kunci: Bidan, Partograf, Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktik Bidan (SIPB).  ABSTRACT Midwives play a highly strategic role in providing comprehensive maternal health services; therefore, they are consistently required to update their knowledge and skills to ensure that the care delivered remains high-quality, safe, and aligned with scientific advancements. One essential instrument is the partograph, which functions to closely monitor the progress of labor, promptly detect complications, and effectively support timely clinical decision-making. However, the utilization of the partograph in Indonesia remains relatively low, recorded at only 17.7% during maternal referrals, thereby contributing to the persistently high maternal and neonatal mortality rates caused by hemorrhage, eclampsia, and infection. In Serang City, the application of the partograph has not yet been fully optimized despite various training programs, and this challenge is further emphasized by the limited understanding of midwives regarding the process of upgrading their Registration Certificate (STR) and renewing their Midwifery Practice License (SIPB), which currently require documented proof of updated competencies. To address these issues, the Update Knowledge program of the Serang City IBI Branch in 2025 was implemented for 50 midwives through a series of activities including a partograph workshop, dissemination of STR and SIPB regulations, administrative mentoring, the development of an HKI-registered booklet as an innovative learning medium, and evaluation using pretest–posttest as well as the Wilcoxon Signed Rank Test. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge and skills (p=0.000), while the HKI-registered booklet was proven to be an effective, practical, and sustainable educational tool. Consequently, this program was shown to be highly effective in enhancing midwives’ competencies in utilizing the partograph and understanding professional regulations, while simultaneously contributing to the quality of midwifery services and the safety of mothers and newborns. It is strongly recommended that similar programs be replicated periodically in various regions with the support of government and professional organizations to ensure equitable and continuous improvement of midwives’ competencies. Keywords: Midwife, Partograph, Registration Certificate (STR), Midwifery Practice License (SIPB).
Demonstration of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) Six-Step Hand Washing at SDN Sumbersari Khafifah, Rizky May; Fatimah, Siti; Wahdah, Ismah Ulia; Arbab, Maula Sholahudin; Anjarwati, Yulica Wulan; Mustajab, Abdullah Azam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22045

Abstract

ABSTRAK Tangan menjadi penyebab paling sering terkontaminasi kuman penyakit yang menyebabkan seseorang mengalami masalah kesehatan seperti diare, typhus, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), dan cacingan. Oleh karena itu, kebersihan tangan perlu dijaga dengan melakukan cuci tangan enam langkah Tindakan pencegahan supaya siswa dan siswi SDN Sumbersari terhindar dari penyakit yang disebabkan dari transmisi mikroorganisme yang telah mengkontaminasi tangan. Melakukan demonstrasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) cuci tangan enam langkah pada siswa dan siswi SDN Sumbersari. Siswa dan siswi yang hadir mengikuti kegiatan demosntrasi sangat antusias dan bersemangat untuk mempraktikkan enam langkah cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun. Siswa dan siswi yang rutin melakukan cuci tangan 6 langkah sebelum dan sesudah makan atau pada saat tangan tampak kotor bisa terhindar dari penyakit. Kata Kunci: Cuci tangan, Demonstrasi, Enam Langkah, PHBS  ABSTRACT Hands are the most common cause of contamination by germs that cause someone to experience health problems such as diarrhea, typhus, upper respiratory tract infections, and worms. Therefore, hand hygiene needs to be maintained by doing six-step hand washing. Preventive measures so that students of Sumbersari Elementary School avoid diseases caused by the transmission of microorganisms that have contaminated their hands. Conducting a demonstration of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) six-step hand washing to students of Sumbersari Elementary School. Students who attended the demonstration were very enthusiastic and eager to practice the six-step hand washing using running water and soap. Students who routinely wash their hands 6 steps before and after eating or when their hands appear dirty can avoid disease.  Keywords: Demonstration, Hand washing, PHBS, Six-step 
Ceramah Gizi: Transformasi Digital Dalam Edukasi Gizi Ramadan Amrinanto, Ahmad Hisbullah; Fitridewi, Putu Bunga; Putra, Muh Guntur Sunarjono
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21785

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan media sosial sebagai platform edukasi gizi telah berkembang pesat, didorong oleh peningkatan penggunaan internet dan media sosial secara global. Edukasi gizi melalui media sosial cukup relevan untuk diterapkan di bulan Ramadan, mengingat periode ini membawa perubahan signifikan pada pola makan dan waktu konsumsi masyarakat muslim. Kurangnya pemahaman gizi selama bulan Ramadan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk ketidakseimbangan asupan zat gizi. Tujuan dari kegiatan ini untuk mengedukasi gizi selama Ramadan melalui siaran langsung Instagram dan melihat respon masyarakat terhadap peningkatan kesadaran gizi seimbang. Kegiatan dilaksanakan selama 6 hari dengan durasi 20 menit per sesi menggunakan metode microlearningdengan mahasiswa menjadi narasumber dan membawakan topik yang dikemas secara kontekstual serta interaktif.Respon masyarakat diukur melalui tingkat partisipasi, interaksi (pertanyaan/komentar), dan umpan balik kualitatif.Kegiatan ini menjangkau 153 viewers dan menghasilkan respon positif, ditunjukkan oleh partisipasi aktif dan pertanyaan spesifik. Durasi singkat dan format interaktif Live Instagram terbukti efektif dalam menyampaikan informasi gizi, sehingga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang selama Ramadan. Kata Kunci: Edukasi Gizi, Media Sosial, Ramadan  ABSTRACT The utilization of social media as a nutritional education platform has rapidly expanded, driven by the increasing global use of the internet and social media. Nutrition education through social media is particularly relevant during the Ramadan, as this period brings significant changes in eating patterns and meal timing among muslims. A lack of nutritional understanding during Ramadan may lead to various health issues, including imbalanced nutrient intake. The objective of this activity was to provide nutrition education during Ramadan through Instagram Live sessions and to assess the public's response in terms of increased awareness of balanced nutrition. The activity was conducted over 6 days, with each session lasting 20 minutes, utilizing a microlearning method. Students served as speakers, presenting topics in a contextual and interactive manner. Public response was measured through participation levels, interaction (questions/comments), and qualitative feedback. The program reached 153 viewers and received positive responses, as reflected in active participation and specific questions from the audience. The short duration and interactive format of Instagram Live sessions, proved effective in delivering nutrition information, thereby increasing public awareness of the importance of balanced nutrition during Ramadan. Keywords: Nutrition Education, Social Media, Ramadan
Strategi Penguatan UMKM melalui Sinergi Kewirausahaan dan Pemasaran Digital Berbasis Pemanfaatan Pangan Lokal: Studi Penyuluhan di Dusun Cihanjuang, Desa Sinagar Falah, Chandra Nurul; Maulida, Elvira Natasya; Aliyasa, Nelza; Qurrotu’Aini, Nadila Zalfa; Makia, Fina Fatihatul; Salasanti, Citra Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22142

Abstract

ABSTRAK Kampung Cihanjuang memiliki potensi besar dalam sektor perikanan air tawar, namun pengolahan hasil panen masih terbatas sehingga nilai jual rendah dan rentan terhadap kerugian pascapanen. Inovasi pengolahan ikan menjadi kerupuk ikan daun kelor berpotensi meningkatkan nilai tambah, memperpanjang masa simpan, dan memperbaiki gizi masyarakat. Tujuannya adalah meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk pangan fungsional, memanfaatkan potensi lokal daun kelor, dan mendorong tumbuhnya UMKM berbasis potensi wilayah. Metode yang digunakan melalui penyuluhan yang mencakup penyampaian materi, pemutaran video edukatif praktik pembuatan kerupuk ikan daun kelor, serta pelatihan pemasaran digital dan legalitas PIRT. Penilaian efektivitas dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap masyarakat. Hasil dari penyuluhan adalah masyarakat mengalami peningkatan pengetahuan mengenai manfaat gizi ikan dan daun kelor, keterampilan teknis pengolahan, serta pemahaman strategi pemasaran digital. Produk kerupuk ikan daun kelor mendapat respons positif berdasarkan uji coba penerimaan. Pelatihan ini efektif dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Kata Kunci: Kerupuk Ikan, Daun Kelor, UMKM, Pangan Fungsional, Perberdayaan Masyarakat  ABSTRACT Cihanjuang Village has significant potential in the freshwater fisheries sector; however, post-harvest processing remains limited, resulting in low market value and vulnerability to post-harvest losses. The innovation of processing fish into moringa leaf fish crackers has the potential to increase added value, extend shelf life, and improve community nutrition. The aim is to enhance community skills in processing fish into functional food products, utilize the local potential of moringa leaves, and encourage the growth of MSMEs based on regional potential. The research method used was a penyuluhan that included the delivery of materials, the screening of educational videos, hands-on practice in making moringa leaf fish crackers, as well as training in digital marketing and PIRT licensing. Effectiveness was assessed through pre-tests and post-tests with participants. The results showed that participants experienced an increase in knowledge about the nutritional benefits of fish and moringa leaves, technical processing skills, and understanding of digital marketing strategies. The moringa leaf fish cracker product received positive feedback based on acceptance tests. This training was effective in improving community skills and knowledge, while also creating sustainable business opportunities based on local resources Keywords: Fish Crackers, Moringa Leaves, Msmes, Functional Food, Community Empowerment
Sapa Jiwa Bersama Keluarga Meringankan Beban, Menguatkan Harapan Dalam Perawatan ODGJ Slametiningsih, Slametiningsih; Widiastuti, Eni; Nursanti, Irna; Rita, Erni; Sukma, Bagja Angga; Kusmayadi, Yadi; Somana, Aan; Wahyuni, Sri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21981

Abstract

ABSTRAK Keluarga memiliki peran utama dalam merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), namun kerap menghadapi beban emosional, sosial, dan ekonomi. Minimnya akses terhadap edukasi dan dukungan psikososial membuat peran ini menjadi semakin berat. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meringankan beban keluarga pengasuh ODGJ melalui edukasi psikososial, diskusi kelompok, dan fasilitasi akses layanan kesehatan jiwa di Kelurahan Leuwi Gajah, Bandung. Metode: Kegiatan melibatkan 11 responden yang merupakan keluarga ODGJ. Mayoritas berjenis kelamin perempuan (63,6%) dengan usia rata-rata 39,6 tahun. Tingkat pendidikan sebagian besar adalah SMA (45,5%) dan SMP (36,4%). Hubungan responden dengan ODGJ sebagian besar adalah orang lain (54,5%) dan saudara kandung (36,4%). Sebagian besar menggunakan BPJS (90,9%) dan telah merawat ODGJ lebih dari satu tahun (90,9%). Perawatan dilakukan secara bergantian (81,8%), dan sebagian besar rutin melakukan kontrol ke rumah sakit (63,6%). Hasil: Sebelum intervensi, rata-rata skor beban keluarga sebesar 27,5 dan menurun menjadi 25,7 setelah intervensi. Meskipun tidak signifikan secara statistik, peserta melaporkan peningkatan pemahaman dan rasa lebih kuat secara emosional. Kesimpulan: Program “SAPA JIWA” memberikan dampak positif dalam meringankan beban keluarga dan memperkuat peran mereka dalam perawatan ODGJ. Pendekatan komunitas yang partisipatif menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ketahanan keluarga. Kata Kunci: Pengabdian Masyarakat, ODGJ, Beban Keluarga, Edukasi Psikososial, Kesehatan Jiwa Komunitas.  ABSTRACT Families play a central role in caring for people with mental disorders (ODGJ), yet often face emotional, social, and financial burdens. Limited access to education and psychosocial support further complicates their role. Objective: This community service activity aimed to ease caregiver burden through psychosocial education, group discussions, and access to mental health services in Leuwi Gajah, Bandung. Methods: The program involved 11 respondents who were family members of ODGJ. Most were female (63.6%) with an average age of 39.6 years. Educational backgrounds were mostly high school (45.5%) and junior high (36.4%). The majority were non-parental caregivers (54.5%) and siblings (36.4%). Most used BPJS insurance (90.9%) and had been caring for the patient for more than one year (90.9%). Caregiving was mostly done in shifts (81.8%) and 63.6% routinely visited mental health services. Results: The average caregiver burden score decreased from 27.5 to 25.7 after the program. Although not statistically significant, participants reported improved understanding and emotional resilience. Conclusion: The “SAPA JIWA” program had a positive impact on reducing caregiver burden and strengthening the family's role in supporting ODGJ. A participatory, community-based approach was key to fostering family resilience. Keywords: Community Service, Mental Disorders, Caregiver Burden, Psychosocial Education, Community Mental Health

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue