cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan Premarital Skrining HIV/AIDS Vitania, Wiwit; Pratami, Yustika Rahmawati; Hasnia, Hasnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.19938

Abstract

ABSTRAKPremarital screening HIV/AIDS merupakan langkah penting dalam upaya deteksi dini untuk mencegah penularan HIV dari pasangan ke pasangan serta dari ibu ke anak di masa depan. Meskipun pemeriksaan ini memiliki manfaat yang signifikan, tingkat kesadaran dan partisipasi pasangan yang akan menikah masih tergolong rendah di Indonesia. Faktor stigma, kurangnya informasi, serta keterbatasan akses menjadi kendala utama dalam implementasi premarital screening HIV/AIDS. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya premarital screening HIV/AIDS, meningkatkan cakupan pemeriksaan HIV sebelum pernikahan, serta mengurangi stigma terhadap pasangan yang menjalani pemeriksaan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kepada pasangan yang akan menikah, pemberian layanan konseling, serta fasilitasi pemeriksaan HIV secara sukarela. Penyuluhan dilakukan melalui ceramah interaktif dengan media presentasi dan diskusi kelompok. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta, serta analisis tingkat partisipasi dalam pemeriksaan HIV. Penyuluhan diikuti oleh 8 pasangan yang akan menikah, di mana sebelum kegiatan, hanya 50% peserta yang memiliki pemahaman baik tentang premarital screening HIV/AIDS. Setelah penyuluhan, angka ini meningkat menjadi 88%. Dari total peserta. Kegiatan penyuluhan dan pemeriksaan premarital screening HIV/AIDS terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya deteksi dini HIV. Edukasi yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang lebih kuat diperlukan untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan dan mengurangi stigma di masyarakat. Kata Kunci: Premarital Screening, HIV/AIDS, Deteksi Dini, Penyuluhan, Calon Pengantin.  ABSTRACT Premarital screening for HIV/AIDS is a crucial step in early detection efforts to prevent HIV transmission between partners and from mother to child in the future. Although this screening offers significant benefits, awareness and participation levels among couples planning to marry remain relatively low in Indonesia. Factors such as stigma, lack of information, and limited access serve as major barriers to the implementation of premarital HIV/AIDS screening. This initiative aims to enhance engaged couples' understanding of the importance of premarital HIV/AIDS screening, increase the coverage of HIV testing before marriage, and reduce stigma toward couples undergoing the screening. The methods used in this initiative include educational counseling for engaged couples, the provision of counseling services, and the facilitation of voluntary HIV testing. The educational sessions were conducted through interactive lectures utilizing presentations and group discussions. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to assess participants’ knowledge improvement, along with an analysis of the participation rate in HIV screening. The counseling sessions were attended by ten engaged couples, of whom only 50% had a good understanding of premarital HIV/AIDS screening before the sessions. Following the education program, this figure increased to 85%. The educational and premarital HIV/AIDS screening activities proved effective in raising awareness and understanding among engaged couples about the importance of early HIV detection. Continuous education and stronger policy support are needed to increase screening coverage and reduce societal stigma. Keywords: Premarital Screening, HIV/AIDS, Early Detection, Counseling, Engaged Couples.
Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Implementasi Perbaikan K3 Di SMK Atisa Dipamkara Serumena, Gherice E.; Haqa, Mirza Nafaru; Andrean, Reno Bagas; Faturahman, Muhammad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22055

Abstract

ABSTRAK Sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak orang dengan berbagai aktivitas yang bisa menimbulkan bahaya bagi keselamatan dan kesehatan penghuninya. Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sekolah masih sering diabaikan karena kurangnya pemahaman dan minimnya kebijakan yang mengatur keselamatan secara menyeluruh. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya guru dan siswa SMK Atisa Dipamkara, dalam mengenali potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta merancang perbaikan sederhana terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan sekolah melalui seminar dan workshop interaktif yang aplikatif. Dalam Penelitian ini digunakan metode deskriptif, mencakup analisis kualitatif dari catatan observasi, hasil diskusi, dan wawancara, serta analisis risiko berdasarkan skor tingkat bahaya yang meliputi frekuensi, kemungkinan dan dampak bahaya, menilai risiko, serta melakukan perbaikan. Selain itu, dilakukan inspeksi langsung di berbagai area sekolah menggunakan checklist untuk mencatat kondisi berbahaya. Kegiatan ini menunjukan bahwa di SMK Atisa Dipamkara ditemukan 35 kondisi berbahaya yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan, seperti penyimpanan bahan kimiaa yang tidak aman, kabel listrik yang berantakan, ventilasi yang buruk, serta kurangnya pemeliharaan alat pemadam kebakaran. Tingkat risiko di beberapa area bervariasi dari sedang hinggga sangat tinggi dan perlu dilkukan perbaikan segera, seperti perbaikan infrastruktur, pelatihan K3 serta inspeksi rutin. Sekolah belum menerapkan K3 dengan baik karena kurangnya pemahaman dan minimnya tindakan pencegahan. Maka, perlu ada peningkatan kesadaran melalui sosialisasi, inspeksi rutin serta kebijakan yang lebiih ketat agar lingkungan sekolah lebih aman dan nyaman bagi semua yang beraktivitas di dalamnya.  Kata Kunci: Inspeksi Mitigasi, Risiko, K3, Sekolah  ABSTRACT Schools are a gathering place for many people with various activities that can pose a danger to the safety and health of their residents. The implementation of Occupational Safety and Health (K3) in schools is still often ignored due to a lack of understanding and lack of policies that regulate safety as a whole. This activity aims to improve the understanding and skills of participants, especially teachers and students of SMK Atisa Dipamkara, in recognizing potential hazards, assessing risk levels, and designing simple improvements related to occupational safety and health (K3) in the school environment through applicable interactive seminars and workshops. In this study, a descriptive method was used, including qualitative analysis of observation notes, discussion results, and interviews, as well as risk analysis based on hazard level scores which include frequency, likelihood and impact of hazards, assessing risks, and making improvements. In addition, direct inspections were carried out in various school areas using checklists to record dangerous conditions. This activity showed that at SMK Atisa Dipamkara, 35 dangerous conditions were found that were at risk to safety and health, such as unsafe storage of chemicals, messy electrical cables, poor ventilation, and lack of maintenance of fire extinguishers. The level of risk in some areas varies from moderate to very high and needs immediate improvements, such as infrastructure improvements, K3 training and routine inspections. Schools have not implemented K3 properly due to lack of understanding and lack of preventive measures. Therefore, there needs to be an increase in awareness through socialization, routine inspections and stricter policies so that the school environment is safer and more comfortable for all those who are active in it.  Keywords: Mitigation Inspection, Risk, K3, Schools
Upaya Edukasi Swamedikasi dan Perilaku Hidup Sehat Pada Warga Dusun Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta Mizranita, Vinci; Astuti, Rini Budi; Ikakusumawati, Novita Dhewi; Sholihah, Inayatush; Pratama, Tiara Dewi Salindri; Manurung, Devi Yanthre Sari; Nugraha, Akbar Eka
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21803

Abstract

ABSTRAK Sampah merupakan bahan yang berasal dari aktivitas manusia dan hewan yang dibuang karena dianggap tidak memiliki manfaat lagi. Pengelolaan sampah yang tidak baik dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, salah satunya masalah kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, dan diare. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo merupakan salah satu TPA di Kota Surakarta. Jumlah sampah di TPA Putri Cempo meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Peningkatan timbunan sampah ini menimbulkan gangguan kesehatan, utamanya pernapasan, pencernaan, dan kulit. Dusun Randusari menjadi salah satu tempat yang terdampak akibat timbunan sampah tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat yaitu pengobatan secara mandiri atau swamedikasi. Program sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat Dusun Randusari dalam upaya untuk mengurangi dan mencegah terjadinya masalah kesehatan akibat sampah. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh 24 warga. Kegiatan diawali dengan pre-test, pemaparan materi swamedikasi dan pola hidup sehat, post-test, praktik swamedikasi penyakit kulit (panu), dan diakhiri dengan evaluasi keberhasilan program. Hasil nilai rata-rata pre-test dan post-test berturut-turut adalah 76,25 dan 88,3. Dari hasil tersebut, menandakan bahwa terdapat peningkatan pemahaman mengenai swamedikasi dan pola hidup sehat.  Kata Kunci: Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Swamedikasi, Infeksi, Panu, Pernapasan  ABSTRACT Waste is material that comes from human and animal activities that is discarded because it is considered to have no more benefits. Poor waste management can cause various negative impacts, one of which is health problems such as respiratory tract infections, skin diseases, and diarrhea. Putri Cempo Final Disposal Site (TPA) is one of the TPAs in Surakarta City. The amount of waste in Putri Cempo TPA increases along with the population growth. The increase in waste piles causes health problems, especially respiratory, digestive, and skin. Randusari Hamlet is one of the places affected by the pile of waste. One way that can be done by the community is self-medication. This socialization program is expected to be able to increase the knowledge of the Randusari Hamlet community to reduce and prevent health problems caused by waste. This socialization activity was attended by 24 residents. The activity began with a pre-test, presentation of self-medication material and healthy lifestyles, post-test, self-medication practice for skin diseases (tinea versicolor), and ended with an evaluation of the success of the program. The average pre-test and post-test scores were 76.25 and 88.3, respectively. These results indicate that there is an increase in understanding of self-medication and healthy lifestyles.  Keywords: Socialization, Healthy Lifestyle, Self-medication, Infection, Tinea Versicolor, Respiratory
Sosialisasi Program Jkn dengan Pemeriksaan Kesehatan Serta Pengendalian Hipertensi melalui Edukasi dan Ramuan Herbal di Kepunduhan Cihanjuang Desa Sinagar Alghifari, Anugerah; Nur, Fauzan Khoeruman; Syabani, Gita Nur; Ramdani, Ilham Muhamad; Insani, Imelda Dwi; Husna, Lubna Aliatul; Wati, Mira; Suryaman, Novita Deris; Nadiroh, Cici Cahyati; Wijaya, Meylani Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22143

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan serta pengendalian hipertensi, ditambah kurangnya pemanfaatan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap program JKN, memberikan edukasi mengenai pencegahan hipertensi, serta memperkenalkan pemanfaatan ramuan herbal sebagai terapi pendukung. Metode yang digunakan meliputi pemeriksaan kesehatan (pengukuran tekanan darah), penyuluhan dengan media edukasi berupa leaflet dan buku saku, diskusi kelompok, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 8 Agustus 2025 di Kepunduhan Cihanjuang dengan sasaran lansia dan ibu-ibu pengajian. Analisis menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah penyuluhan (p < 0,05). Rata-rata skor pre-test meningkat dari 78,00 menjadi 86,00 pada dataset pertama, dan dari 51,67 menjadi 89,33 pada dataset kedua. Kategori pengetahuan juga berubah dari “Kurang” atau “Cukup” menjadi “Baik”. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan kesadaran dalam menerapkan perilaku hidup sehat seperti kepatuhan minum obat, menjaga pola makan rendah garam, aktivitas fisik rutin, serta pemeriksaan kesehatan berkala. Edukasi terstruktur yang mengintegrasikan sosialisasi JKN, layanan pemeriksaan kesehatan, dan pengenalan terapi herbal terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan pengendalian hipertensi secara berkelanjutan. Kata Kunci: Jaminan Kesehatan Nasional, Hipertensi, Edukasi Kesehatan,  Ramuan Herbal, Prolanis     ABSTRACT Hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases and a leading cause of morbidity and mortality worldwide. Limited community knowledge regarding prevention and control of hypertension, along with low utilization of the National Health Insurance (JKN) program, remains a challenge in improving public health. This community service aimed to enhance public understanding and participation in JKN, provide education on hypertension prevention, and introduce the use of herbal remedies as supportive therapy. The methods included health examination (blood pressure measurement), counseling using educational media such as leaflets and booklets, group discussions, and evaluation through pre-test and post-test. The activity was conducted on August 8, 2025, in Kepunduhan Cihanjuang targeting the elderly and women’s religious groups. Paired sample t-test analysis showed a significant improvement in participants’ knowledge after counseling (p < 0.05). The average pre-test score increased from 78.00 to 86.00 in the first dataset, and from 51.67 to 89.33 in the second dataset. Knowledge categories improved from “Poor” or “Fair” to “Good”. Additionally, participants reported increased awareness in adopting healthy lifestyles such as medication adherence, low-salt diet, regular physical activity, and periodic health checks.Structured education integrating JKN socialization, health services, and introduction to herbal remedies proved effective in improving knowledge and building community awareness in the sustainable prevention and control of hypertension. Keywords: National Health Insurance, Hypertension, Health Education, Herbal Remedies, Prolanis
Pemberian Edukasi Faktor Penyebab Stunting oleh Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) UNSIQ di Posyandu Desa Kaligowong Utami, Wiji Tri; Mudrikahzain, Lufiyana; Hidayah, Nida Nur; Husnina, Nur Laili; Mustajab, Abdullah Azam
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22002

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian stunting di Wonosobo terus mengalami penurunan pada tahun 2020 sebesar 38,51% dan turun pada tahun 2024 menjadi 15,25%. Stunting dikaitkan dengan berat badan lahir, diare, pengetahuan dan tingkat pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan sanitasi. Bidan desa memberikan saran untuk pemberian edukasi kepada orangtua balita terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan stunting pada balita. Memberikan edukasi faktor penyebab stunting untuk pencegahan dan menekan kejadian stunting di Desa Kaligowong. Melakukan pengukuran antropometri pada balita meliputi tinggi badan, berat badan, lingkar lengan atas (LILA) dan lingkar kepala. Sedangkan untuk orangtua balita juga dilakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut dan pengukuran tekanan darah serta dilakukan pemberian edukasi faktor penyebab stunting. Orangtua balita antusias mengikuti kegiatan Posyandu dan pemberian edukasi tentang faktor penyebab stunting pada balita. Peserta yang hadir sebanyak 42 orangtua dan balita. Pengetahuan orangtua sangat berpengaruh terhadap perilaku atau pola asuh yang akan dilakukan terhadap anak-anaknya seperti mengetahui cara merawat bayinya dan cara pemberian nutrisi yang adekuat. Kata Kunci: Edukasi, Faktor Risiko, Posyandu, Stunting  ABSTRACT The incidence of stunting in Wonosobo continued to decline in 2020 by 38.51% and decreased in 2024 to 15.25%. Stunting is associated with birth weight, diarrhea, maternal knowledge and education level, family income, and sanitation. Village midwives provide suggestions for providing education to parents of toddlers regarding the factors that cause stunting in toddlers. Provide education on the factors that cause stunting to prevent and reduce the incidence of stunting in Kaligowong Village. Conduct anthropometric measurements on toddlers including height, weight, mid-upper arm circumference, and head circumference. Meanwhile, for parents of toddlers, weight, height, abdominal circumference, and blood pressure measurements were also carried out, as well as providing education on the factors that cause stunting. Parents of toddlers enthusiastically participated in Posyandu activities and provided education on the factors that cause stunting in toddlers. 42 parents and toddlers attended. Parental knowledge greatly influences the behavior or parenting patterns that will be carried out towards their children, such as knowing how to care for their babies and how to provide adequate nutrition.  Keywords: Education, Posyandu, Risk Factors, Stunting 
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat untuk upaya penurunan angka stunting dengan program Gerakan Masyarakat Cegah Stunting (GEMASTING) di Dusun Ciakar, Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Taskmalaya Herawati, Tantri; Maria, Hana Diana; Amin, Saeful; Wibisono, Mohammad Alfin; Apriliani, Cici; Paridah, Dea Nur; Wardiah, Shelya Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22080

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Dusun Ciakar, Desa Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting melalui edukasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Materi penyuluhan meliputi pengenalan stunting, pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), konsep gizi seimbang berbasis pangan lokal, serta edukasi “Isi Piringku”. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 79,44 menjadi 94,72. Penyuluhan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai pencegahan stunting. Keterlibatan kader dan tokoh lokal turut memperkuat keberhasilan kegiatan. Dengan peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat membentuk perilaku positif dalam pengasuhan dan pemenuhan gizi anak, sehingga mendukung upaya penurunan angka stunting secara berkelanjutan. Kata Kunci: Stunting, Edukasi Kesehatan, Gizi Seimbang, Pangan Lokal, Kesehatan Anak   ABSTRACT Stunting is one of the chronic nutritional problems that remains a major challenge in Indonesia, particularly in rural areas such as Ciakar Hamlet, Sukaratu Village, Tasikmalaya Regency. This activity aims to improve mothers' knowledge about stunting prevention through community-based education. The methods used include lectures, discussions, and pre-tests and post-tests to measure knowledge improvement. The educational materials covered an introduction to stunting, the importance of the first 1,000 days of life (HPK), the concept of balanced nutrition based on local foods, and the “Isi Piringku” (My Plate) education program. Evaluation results showed a significant increase in the average knowledge score of participants from 79.44 to 94.72. This educational program proved effective in improving mothers' understanding of stunting prevention. The involvement of community health workers and local leaders further strengthened the success of the activity. With this increased knowledge, it is hoped that positive behaviors in child care and nutrition will be fostered, thereby supporting sustained efforts to reduce stunting rates.  Keywords: Stunting, Health Education, Balanced Nutrition, Local Food, Child Health 
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui Simulasi pada Remaja Imamah, Ida Nur; Mulyaningsih, Mulyaningsih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21903

Abstract

ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan diantaranya adalah serangan jantung. Kejadian henti jantung Sebagian besar terjadi di luar rumah sakit. Kenaikan kesempatan hidup apabila dilakukan pertolongan pertama dengan pemberian bantuan hidup Dasar (BHD). Pasien yang mendapatkan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pasien tersebut memiliki kesempatan hidup yang lebih mungkin terjadi. BHD ini harus dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak terbatas pada petugas paramedic dan tim medis. Masyarakat yang tidak paham tentang pemberian pertolongan pertama akan cenderung memberikan pertolongan seadanya tanpa memikirkan tindakan yang dilakukan itu tepat atau tidak. Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini menggunakan metode simulasi yang terdiri dari pemberian materi dasar BHD dan dilanjutkan dengan simulasi cara melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Pengetahuan remaja sebelum dilakukan simulasi BHD nilai rata-rata 71,8 mayoritas pengetahuan cukup. Setelah dilakukan simulasi BHD nilai rata-rata 90,5 dengan mayoritas pengetahuan baik. Peningkatan skor pengetahuan BHD remaja sebesar 18,7. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja putri setelah dilakukan simulasi BHD. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Pertolongan Pertama, Remaja, Simulasi ABSTRACT One of the emergency conditions is cardiac arrest. Most cases of cardiac arrest occur outside the hospital. The chance of survival increases when first aid is administered through Basic Life Support (BLS). Patients who receive BLS have a significantly higher chance of survival. BLS should be understood and practiced by all levels of society, not only by paramedics or medical teams. People who lack knowledge about providing first aid tend to give assistance without considering whether their actions are correct or effective. This community service program (PKM) used a simulation method, which consisted of delivering basic BLS material followed by a hands-on simulation on how to perform cardiopulmonary resuscitation (CPR). The average knowledge score of adolescents before the BLS simulation was 71.8, with most having a moderate level of knowledge. After the simulation, the average score increased to 90.5, with most participants demonstrating a good level of knowledge. There was an 18.7-point increase in BLS knowledge among adolescents. There was an improvement in the knowledge of adolescent girls after the BLS simulation was conducted. Keywords: Basic Life Support, First Aid, Teenagers, Simulation
Optimalisasi Kemandirian Ibu Hamil melalui Inovasi Kukis Ikan Kembung untuk Pencegahan Stunting Desa Pagedangan Udik Rohanah, Rohanah; Wijaya, Rafika Dora; Muayah, Muayah; Puspita, Ratumas Ratih
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22153

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Pagedangan Udik, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah dengan optimalisasi asupan gizi ibu hamil melalui pemanfaatan sumber daya lokal, seperti ikan kembung yang kaya protein, omega-3, kalsium, dan zat besi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi, keterampilan pengolahan pangan local berupa kukis ikan kembung, serta strategi pemasaran produk olahan kukis ikan kembung bagi ibu hamil dan kader posyandu. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan gizi seimbang, pelatihan pembuatan dan pengemasan kukis ikan kembung dengan e-modul dan video tutorial, serta workshop branding produk melalui media sosial dan toko online. Kegiatan diikuti oleh 47 peserta (40 ibu hamil dan 7 kader). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan gizi peserta dari 19% menjadi 96% kategori baik setelah penyuluhan dan kegiatan ini. Keterampilan pengolahan kukis ikan kembung meningkat, dan peserta mampu memproduksi serta mengemas produk secara mandiri. Workshop branding membuka peluang pemasaran digital, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas potensi usaha rumah tangga. Program ini berhasil mengintegrasikan edukasi gizi, keterampilan praktis, dan pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga berkontribusi pada pencegahan stunting sekaligus kemandirian keluarga dalam pemenuhan gizi. Disarankan kegiatan serupa dikembangkan di wilayah lain dengan potensi lokal berbeda, serta dilakukan pendampingan berkelanjutan untuk menjamin keberlangsungan program. Kata Kunci: Stunting, Pemberdayaan Ibu Hamil, Ikan Kembung  ABSTRACT Stunting remains a chronic nutritional problem with a high prevalence in Indonesia, including in Pagedangan Udik Village, Kronjo District, Tangerang Regency. One of the efforts to prevent stunting is optimizing maternal nutrition intake through the utilization of local resources such as mackerel fish, which is rich in protein, omega-3, calcium, and iron. This community service program aimed to improve nutritional knowledge, local food processing skills, and product marketing strategies for mackerel fish cookies among pregnant women and Posyandu cadres. The methods included balanced nutrition education, training on mackerel fish cookie production and packaging using e-modules and video tutorials, as well as a product branding workshop through social media and online stores. The program involved 47 participants (40 pregnant women and 7 cadres). The results showed a significant increase in participants’ nutritional knowledge from 19% to 96% in the “good” category after the education session. Skills in processing mackerel fish cookies improved, enabling participants to independently produce and package the products. The branding workshop expanded digital marketing opportunities, enhanced product value, and opened potential household business prospects. This program successfully integrated nutrition education, practical skills, and economic empowerment based on local resources, contributing to stunting prevention and family self-reliance in nutrition fulfillment. It is recommended that similar programs be developed in other regions with different local potentials, accompanied by ongoing mentoring to ensure program sustainability. Keywords: Stunting, Maternal Empowerment, Mackerel Fish
Efisiensi Personal Hygiene Melalui Pemanfataan Tanaman Pekarangan Aloe Vera Pada Wanita Usia Subur Di Desa Pakintelan Gunung Pati Wiranti, Iin; Setiyowati, Widyah; Lestari, Riski Muji
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.22009

Abstract

ABSTRAK Pengendalian penyakit berbasis kemandirian masyarakat dapat dimulai dengan mencuci tangan sebagai upaya dasar untuk memutus rantai penyakit. Salah satunya menggunakan hand sanitizer yang memberikan kemudahan, efesiensi kepada penggunanya, bahkan dengan pemanfaatan tanaman pekarangan sebagai bahan dasar pembuatannya. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi dan pelatihan tentang mencuci tangan menggunakan hand sanitizer aloe vera. Metode yang dilakukan pre dan test untuk mengetahui pemahaman respoden dilanjutkan pemparanan materi, diskusi dan praktik pembuatan hand sanitizer aloe vera. Hasil edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dibuktikan melalui pre dan post test mencuci tangan menggunakan hand sanitizer aloe vera. Kesimpulanbahwa edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan WUS untuk memanfaatkan aloe vera sebagai hand sanitizer serta cara penggunaannya sehingga diharapkan WUS mampu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat sehingga keluarga lebih sejahtera.  Kata Kunci: Aloe Vera, Hand Sanitizer, Mencuci Tangan, Personal Hygiene  ABSTRACT Community-based disease control can begin with hand washing as a basic measure to break the chain of disease transmission. One such measure is the use of hand sanitizer, which offers convenience and efficiency to users, even when utilizing backyard plants as the primary ingredient in its production. The objective of this activity is to provide education and training on hand washing using aloe vera hand sanitizer. The method involved pre- and post-tests to assess respondents' understanding, followed by a presentation of the material, discussion, and practical demonstration of making aloe vera hand sanitizer. The results obtained are that the educational outcomes showed an increase in knowledge and skills, as evidenced by pre- and post-tests on handwashing using aloe vera hand sanitizer. The conclusion is that education and training enhance the knowledge and skills of WUS in utilizing aloe vera as hand sanitizer and its proper use, thereby enabling WUS to improve clean and healthy living behaviors, leading to greater family well-being. Keywords: Aloe Vera, Hand Sanitizer, Hand Wash, Personal Hygiene
Penerapan Metode SCREEM pada Program Skrining Penyakit Tidak Menular Puskesmas Nanjungmekar dalam Mengevaluasi Ketidakpatuhan Minum Obat Hipertensi Syahrul, Habib; Putri, Delima Istio Prawiradhani
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.20801

Abstract

ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan hipertensimenjadi salah satu faktor risiko utama yang perlu diatasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketidakpatuhan pasien hipertensi dalam menjalani pengobatan di Puskesmas Nanjungmekar, menggunakan metode SCREEM untuk mengidentifikasi faktor- faktor biopsikososial yang berperan. Dalam kegiatan ini, 53 warga Desa Nanjungmekar menjalani skrining, dan terdapat 28 individu dengan hipertensi. Metode wawancara dilakukanterhadap 20 individu dengan hipertensi untuk mengumpulkan data. Dari 28 individu, 20 orang (71,4%) tidak patuh terhadap pengobatan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa lima aspek dominan—sosial (75%), pendidikan (55%), budaya (20%), ekonomi (15%), dan religius (10%)—mempengaruhi ketidakpatuhan pengobatan hipertensi. Aspek medis tidak ditemukan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketidakpatuhan pengobatan pada kelompok ini.Penerapan metode SCREEM memberikan informasi spesifik terkait faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan hipertensi melalui pendekatan yang lebih komprehensif dalam layanan kesehatan masyarakat. Luaran dari penerapan metode SCREEM ini dapat menjadi dasar rekomendasi untuk merancang program yang berfokus pada penguatan aspek sosial dan pendidikan dalam mendukung kepatuhan pengobatan hipertensi di Puskesmas Nanjungmekar. Kata Kunci: SCREEM, Hipertensi, Kepatuhan Pengobatan, Puskesmas Nanjungmekar, Penyakit Tidak Menular.  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are one of the leading causes of death in Indonesia, with hypertension being oneof the main risk factors that need to be managed. This study aimed to evaluate hypertension patients' non-compliance with treatment at Puskesmas Nanjungmekar, using the SCREEM method to identify biopsychosocial factors at play. In this study, 53 individuals from Nanjungmekar village were screened, and 28 individuals with hypertension were found. An interview method was conducted with 20 individuals with hypertension to gather data. Of the 28 individuals, 20 (71.4%) were not compliant with their medication. The results showed that five dominant aspects—social (75%), educational (55%), cultural (20%), economic (15%), and religious (10%)—affecthypertension treatment non- compliance. Medical aspects were not found to contribute significantly to treatment non-compliance in this group. The application of the SCREEM method provides specific information regardingfactors that need to be considered to improve adherence to hypertension treatment through a more comprehensive approach in public health services. The outcomes of the application of the SCREEM method can be the basis of recommendations for designing programs that focus on strengthening social and educational aspects in supporting hypertension treatment compliance at the Puskesmas Nanjungmekar. Keywords: SCREEM, Hypertension, Medication Compliance, Puskesmas Nanjungmekar, Non-Communicable Disease.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue