cover
Contact Name
Arief Setyawan
Contact Email
arief.setyawan@trunojoyo.ac.id
Phone
+6285702411446
Journal Mail Official
metalingua.pbsi@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Program Studi PBSI, Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang, Kamal - Bangkalan Location: Bangkalan, Jawa Timur
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua
ISSN : 25284371     EISSN : 25286684     DOI : https://doi.org/10.21107/metalingua
Core Subject : Education,
Metalingua journal is a journal that focuses on the problems that occurred in the field of education, language, and Indonesian literature. Metalingua facilitate the research of teachers, lecturers, postgraduate research students and experts who participate actively in the Indonesian language and literature education.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Analisis Stereotipe Ras dalam Iklan Axis “Move On” Syarofi, Abdullah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33612

Abstract

This article will explain the stereotypes in the Axis advertisement "Move On". The theoretical basis used in this article is Stuart Hall's theory which answers how the media becomes a place for the production and transformation of ideology using a critical approach. The media helps create and change ideologies, including the definition and description of etnic. The media does this through inferential racism, which is a representation of events related to hidden racism. This type of research is qualitative research, using a semiotic approach and racial stereotypes proposed by Stuart Hall. By using this approach the author attempts to explain how the process of racism occurs in this advertisement. The results obtained are that the media is very interesting to be used as a product offering and minority figures are very effective as material for advertising parodies and stereotypes of an advertisement as if it has become a familiar item for product makers, it cannot be denied that this AXIS advertisement has also utilized all of that. This advertisement tells the story of Nick as one of the children of the Nick Au tribe who is shocked when he receives a short message “break up” from his girlfriend Micka. After he gave up, he immediately updated his Twitter status with the words "Nick. Single #MoveOn." Seeing Nick's update like that, the women who found out immediately became hysterical and started teasing Nick. In the end, Micka regretted it and asked Nick to get back. This advertisement contains many stereotypical elements that are presented, including Papuans who are proud of their traditional clothing, but it is unfortunate that the actor who plays the role is not a native Papuan.
Menelisik Penerapan Prinsip Kerja Sama Grice dalam Dialog Kartun Sunny Girl No.23 Candra, Lila Ayu
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan prinsip kerja sama Grice dalam percakapan animasi kartun "Sunny Girl No.23". Belum ada penelitian yang secara khusus membahas penerapan prinsip kerja sama dalam media kartun terutama kartun animasi asing yang di dubbing ke dalam bahasa Indonesia. Kartun menjadi sarana komunikasi visual yang sangat disukai oleh banyak orang memberikan kesempatan untuk melihat bagaimana maksim-maksim kerja sama Grice digunakan dalam percakapan sehari-hari yang ditampilkan dalam situasi yang berbeda. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas teknik simak, baca, dan catat. Teknik simak dilakukan dengan memutar animasi kartun Sunny Girl No.23 di setiap episodenya kemudian mentranskrip setiap episode. Selanjutnya dilakukan teknik baca naskah hasil transkrip dan mencatat setiap penemuan kalimat yang sesuai dengan topik penelitian. Hasil dan pembahasan penelitian berupa deskripsi hasil penerapan prinsip kerja sama Grice yang telah dilakukan proses analisis data. Terdapat 4 maksim yang diterapkan dalam animasi kartun tersebut. Data yang diperoleh sebanyak 7 data yang terbagi ke dalam 4 maksim. Maksim kuantitas sejumlah 3 data, maksim kualitas sejumlah 2 data, maksim relevansi atau maksim hubungan sejumlah 1 data, dan maksim pelaksana atau maksim cara sejumlah 1 data
Representasi Realitas Sosial Cerpen Mata yang Enak Dipandang serta Implementasinya dalam Pembelajaran Kelas XI SMK Aufa, Rifqi Atik; Waningyun, Prissilia Prahesta
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.34391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk realitas sosial yang ada dalam kumpulan cerpen Mata yang Enak Dipandang karya Ahmad Tohari serta mengkaji relevansinya dalam lingkup pembelajaran cerpen di kelas XI SMK. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa delapan cerpen yang dianalisis menggunakan perspektif realisme sosialis yang dikemukakan oleh Georg Lukács. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen-cerpen tersebut merepresentasikan berbagai bentuk realitas sosial, yaitu kemiskinan, kriminalitas, masalah keluarga, pelanggaran norma sosial, serta integrasi sosial sebagai bentuk keseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa realitas sosial dalam cerpen memiliki relevansi yang kuat dalam pembelajaran, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, empati, dan kesadaran sosial siswa. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui kegiatan analisis teks, diskusi, dan refleksi yang memungkinkan siswa mengaitkan isi cerpen dengan realitas kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran cerpen berbasis realitas sosial dapat menjadi sarana efektif dalam mengembangkan kompetensi literasi sekaligus membentuk karakter siswa yang peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Pengembangan Modul Ajar Digital Interaktif “Resensi” Menggunakan Book Creator untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di Politeknik Utari, Dian Asa; Miftachudin, Miftachudin; Puspandari, Lusia Eni; Cahyaningati, Desi Tri; Erawati, Ika; Auliya, Prativi Khilyatul; Fathoni, Muhammad Rofiful
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar digital interaktif untuk pembelajaran Bahasa Indonesia pada topik “Resensi” menggunakan aplikasi Book Creator dan mengevaluasi implementasinya di perguruan tinggi vokasi (Politeknik). Jenis penelitian ini adalah Research and Development (RD) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Modul yang dikembangkan divalidasi oleh ahli materi dan media serta diuji coba kepada 38 mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan 20 butir yang mengukur aspek kemudahan penggunaan, keterlibatan belajar, kreativitas, kolaborasi, dan hasil belajar. Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merespons positif: 94,7% menyatakan pembelajaran lebih menyenangkan, 89,5% merasa lebih kreatif mengekspresikan ide, 97,4% melaporkan pemahaman struktur penulisan lebih baik, dan 97,4% puas dengan pengalaman belajar secara keseluruhan. Modul berbasis Book Creator efektif menciptakan lingkungan belajar yang menarik, kreatif, dan kolaboratif, serta mendukung pengembangan kompetensi berbahasa Indonesia yang relevan dengan literasi digital abad ke-21. Simpulan penelitian ini adalah modul digital interaktif merupakan solusi potensial untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi dalam pembelajaran bahasa di pendidikan vokasi. 
Hermeneutika Teks Lirik Lagu “Tapi Diterima” Karya Nadin Amizah (Tinjauan Hans-Georg Gadamer) Dewi Anjania, Ramaya Octavia; Haerussaleh, Haerussaleh; Faizin, Afan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33491

Abstract

This study is motivated by the understanding that song lyrics can be treated as literary texts that contain symbols and open up space for interpretation. Nadin Amizah's album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya (For the World, Love, and Filth) presents reflective lyrics that represent human experiences in various symbolic fields. This study aims to examine the construction of symbolic fields in the song “Tapi Diterima” as part of the album's horizon of meaning through Hans-Georg Gadamer's hermeneutic approach. This study uses a descriptive qualitative method with library research techniques. The object of research is the lyrics of the song “Tapi Diterima,” which are treated as symbolic texts and analyzed in relation to the overall meaning of the album. The analysis process is carried out through hermeneutic reading by limiting the interpretation to the horizon of the text, without explicitly involving the empirical reader's horizon or the author's intention. In this position, the researcher is positioned as an explicit reader who enables the understanding of the meaning offered by the text. The results of the study show that the song “Tapi Diterima” constructs a symbolic field composed of dominant symbols and supporting symbols that are internally related. This symbolic field represents existential and relational experiences that are understood as part of a coherent meaning structure in the album Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya. Thus, symbolic meaning is understood as the result of a dialogue between the meaning structure in the text and the process of understanding enabled by the text itself.
Persepsi Mahasiswa terhadap Penggunaan AI-Assisted Writing dalam Penulisan Teks Akademik Putera, Zulmy Faqihuddin; Shofiah, Nurul
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.34397

Abstract

Studi ini bertujuan menjabarkan persepsi mahasiswa pendidikan tinggi vokasi terhadap penggunaan AI-Assisted Writing dalam konteks institusi politeknik. Studi ini membahas terbatasnya penelitian tentang penggunaan AI di kalangan siswa vokasi, khususnya di lingkungan pendidikan tinggi. Menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) sebagai kerangka teoretis, penelitian ini berfokus pada persepsi mahasiswa tentang kegunaan, kemudahan penggunaan, dan tantangan yang terkait dengan AI-Assisted Writing. Pendekatan fenomenologis kualitatif diadopsi, melibatkan 20 mahasiswa dari berbagai jurusan di Politeknik Negeri Malang (Polinema) yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memandang alat AI seperti ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot secara positif, terutama untuk mendukung pengembangan ide, parafrase, pemeriksaan tata bahasa, dan meningkatkan kualitas penulisan akademik. Mahasiswa juga menganggap alat-alat ini relatif mudah digunakan, dengan pembelajaran dari teman sebaya dan eksplorasi mandiri memainkan peran penting dalam adopsinya. Meskipun ada manfaat-manfaat ini, beberapa kekhawatiran muncul, termasuk informasi yang dihasilkan AI yang tidak akurat, ketergantungan berlebihan pada AI, pengurangan keterlibatan berpikir kritis, dan ketidakpastian mengenai integritas akademik. Banyak siswa menekankan pentingnya memverifikasi konten yang dihasilkan oleh AI, terutama untuk informasi teknis dan akademis. Siswa yang menunjukkan literasi AI yang lebih kuat cenderung menggunakan AI secara kritis dan bertanggung jawab, memperlakukannya sebagai alat bantu belajar daripada pengganti pemikiran mandiri. Studi ini menyoroti pentingnya mengembangkan kebijakan institusional yang jelas dan mengintegrasikan literasi AI ke dalam pengajaran penulisan akademik di pendidikan tinggi vokasi. Temuan ini berkontribusi pada diskusi yang sedang berlangsung mengenai integrasi AI yang etis dan bertanggung jawab dalam lingkungan pembelajaran akademik.Keywords: Penulisan Berbantuan AI Persepsi mahasiswa; Model Penerimaan Teknologi; Penulisan akademikThis study examines vocational higher education students’ perceptions of AI-Assisted Writing (AI-AW) tools in academic writing within the context of a polytechnic institution. The study addresses the limited research on AI use among vocational students. Using the Technology Acceptance Model (TAM) as the theoretical framework, the research focuses on students’ perceptions of the usefulness, ease of use, and challenges associated with AI-AW tools. A qualitative phenomenological approach was adopted, involving 20 students from different academic departments at Malang State Polytechnic (Polinema), Indonesia, selected through purposive sampling. Data were gathered through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings indicate that most participants viewed AI tools such as ChatGPT, Grammarly, and QuillBot positively, especially for supporting idea development, paraphrasing, grammar checking, and improving the quality of academic writing. Students also considered these tools relatively easy to use, with peer learning and self-directed exploration playing an important role in their adoption. Despite these benefits, several concerns emerged, including inaccurate AI-generated information, overreliance on AI, reduced critical thinking engagement, and uncertainty regarding academic integrity. Many students emphasized the importance of verifying AI-generated content, particularly for technical and academic information. Students who demonstrated stronger AI literacy tended to use AI critically and responsibly, treating it as a learning aid rather than a replacement for independent thinking. The study highlights the importance of developing clear institutional policies and integrating AI literacy into academic writing instruction in vocational higher education. These findings contribute to ongoing discussions regarding ethical and responsible AI integration in academic learning environmentsKata Kunci: AI-Assisted Writing; students' perceptions; Technology Acceptance Model; academic writing; vocational higher education
Hedonisme Tokoh-Tokoh dalam Novel She’s The Boss! Karya Wiwi Suyanti Rusmaina, Laila; Faqih, Fiyan Ilman; Setyawan, Arief; Syarifudin, Albitar Septian
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.32426

Abstract

Gaya hidup hedonisme bisa tercermin melalui perilaku, kebiasaan, kebutuhan, keinginan, dan pemikiran seseorang. Hedonisme merupakan gaya hidup yang mengupayakan dan menginginkan tercapainya kebahagiaan. Gaya hidup hedonisme juga tergambarkan melalui tokoh dalam sebuah novel. Salah satunya pada novel ciptaan Wiwi Suyanti yang berjudul She’s The Boss! yang terbit pada tahun 2018.  Hedonisme yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hedonisme menurut Epicurus. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk hedonisme dalam novel yang dikaji. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bentuk-bentuk hedonisme menurut Epicurus dalam novel She’s The Boss!. Melalui penelitian ini ditemukan 56 data, keinginan alamiah yang mutlak perlu 17 data, keinginan alamiah yang dapat ditunda 20 data, dan keinginan alamiah yang sia-sia 19 data. Kenikmatan badani dan rohani muncul sebagai tujuan yang ingin dicapai dan juga hasil akhir dari tiga jenis keinginan tersebut.
Struktur Morfologis sebagai Pembangun Daya Persuasif Iklan Layanan Masyarkat (ILM) Bidang Kesehatan Lutfitasari, Wevi; Vidiarama, Made Arya; Taembo, Maulid; Ubaidillah, Ubaidillah
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.34098

Abstract

This study focuses on a morphological analysis of public service advertisements (PSAs) in the health sector. The selection of morphological forms influences the construction of persuasive messages in PSAs. Accordingly, this study aims to examine morphological forms along with their meanings, both morphologically and syntactically, as constituents of the grammatical structure of PSA language containing persuasive elements. In addition, this study seeks to describe the relationship between morphological forms and persuasion in health-related PSAs.This research is categorized as a qualitative descriptive study employing a case study approach. The data consist of morphological forms derived from public service advertisements uploaded by the Health Office of Bangkalan Regency through its official account, @Dinkesbangkalan. Data were collected using documentation techniques and subsequently analyzed using the distributional method. The findings reveal four characteristics of morphological structures in PSAs as constituents of persuasive language. First, the morphological process identified is limited to affixation. Second, the types of affixation include prefixes (peN-, meN-, ber-), confixes (ke-an, peN-an, meN-i), and suffixes (-kan, -i, -an). Third, the resulting morphological forms occupy core syntactic functions, namely Subject and Predicate. Fourth, affixation functions as a marker of instruction or direct persuasion and supports the clarity of commands. In conclusion, the morphological forms found in PSAs are exclusively derived from affixation, functioning both as core elements of sentence structure and as markers of persuasion.
Potret Literasi Digital Mahasiswa dalam Pembelajaran Sastra Sembiring, Sri Ulina Br; Lande, Tri; Erawati, Yolani
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.33144

Abstract

This study aims to describe the level of digital literacy among students in literary studies in the technological era. The method used is descriptive qualitative with 145 students of Indonesian Language and Literature Education Programme at Universitas Negeri Medan as subjects. Data were obtained through questionnaires and analysed descriptively. The results of the study show that the aspects of access and utilisation of digital technology obtained an average score of 3.87, the ability to search for and evaluate digital literary information 3.47, creativity in the production of digital literary content 3.56, and critical attitude and digital ethics 3.73, all of which are in the high category. Meanwhile, the aspect of collaboration in the digital space scored 3.39 (medium category). Overall, the students' digital literacy level was in the high category with an average score of 3.60. These findings indicate that students have been able to access, utilise, and behave ethically in the digital space, but still need to improve in collaboration. A learning strategy is needed to foster cooperation and critical digital literacy through creative projects and a practice-based digital curriculum so that students can become critical, creative, ethical, and collaborative users and creators of digital literature.
Humor dan Representasi Kehidupan Urban dalam Kumpulan Cerpen Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang Taufiqi, Achmad Rizal; Sudikan, Setya Yuwana; Indarti, Titik
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Metalingua Vol 11, No 1: Metalingua, Edisi April 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/metalingua.v11i1.34163

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji humor sebagai strategi estetik dan ideologis dalam merepresentasikan kehidupan urban dalam kumpulan cerpen Kisah-kisah Perdagangan Paling Gemilang karya Ben Sohib. Humor dipahami tidak sekadar sebagai unsur hiburan, melainkan sebagai mekanisme naratif yang mengungkap kontradiksi ruang kota, ketimpangan sosial, dan relasi kuasa yang dialami masyarakat kelas bawah urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan pembacaan naratif, serta memanfaatkan teori humor (superioritas, inkongruitas, dan pelepasan) dan teori sastra urban sebagai kerangka analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor dalam cerpen-cerpen Ben Sohib muncul dari ketidaksesuaian antara ruang yang dirancang secara normatif (conceived space) dan ruang yang dialami secara konkret oleh tokoh (perceived space). Ketegangan tersebut memproduksi situasi ironis, absurd, dan komikal yang berfungsi sebagai kritik implisit terhadap logika kapitalisme urban, otoritas simbolik, dan kegagalan ruang sosial menjalankan fungsi idealnya. Humor juga berperan sebagai mekanisme pelepasan ketegangan sosial dan pembongkar wibawa simbolik tanpa konfrontasi langsung. Dengan demikian, humor dalam karya Ben Sohib dapat dipahami sebagai medium reflektif yang efektif dalam menyingkap kompleksitas relasi ruang, kelas, dan kehidupan urban.