cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Potensi Ekstrak Daun Kersen (Mutingia calabura L.) sebagai Sumber Antioksidan Alami Dalam Sediaan Eye Gel Adlina, Salsabila; Vikandari, Sonya Nurizki; Fauziah, Nurma Sari; Endah, Srie Rezeki Nur
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.692

Abstract

Kulit bawah mata merupakan bagian paling rapuh dan lebih rentan terlihat tanda kelelahan dan penuaan akibat meningkatnya radikal bebas. Untuk mengurangi tanda penuaan dibagian bawah mata dapat diatasi dengan menggunakan kosmetik yang mengandung antioksidan. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk membuat sediaan dengan bentuk eye gel menggunakan ekstrak daun ceri dan mengevaluasi sifat antioksidannya. Pada sediaan gel mata, ekstrak daun kersen dibuat dengan kekuatan formula I (1%), formula II (3%), dan formula III (5%). Hasil pengujiaan menunjukkan sediaan eye gel ekstrak daun kersen memenuhi parameter uji evaluasi fisik. Nilai antioksidan menunjukkan bahwa formula I memiliki nilai IC50 sebesar 83,742 ppm, formula II 73,936 ppm, dan formula III sebesar 66,154 ppm termasuk kedalam kategori aktivitas antioksidan yang kuat.
Penentuan Profil Metabolit dan Uji Aktivitas Antioksidan Pada Fraksi Daun Sawo Duren (Chrysophyllum Cainito L.) Agiel, Fadillah Maryam Bau; Umar, Abd. Halim; Ulfa, Maria; Mus, Suwahyuni; Imrawati, Imrawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.702

Abstract

Sawo duren (Chrysophyllum cainito L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan, diantaranya antiinflamasi, antidiabetes dan sebagai antioksidan. Daun sawo duren mengandung senyawa saponin, triterpenoid, flavonoid, fenolik, serta alkaloid dan steroid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengalisis dan membandingkan profil metabolit fraksi n-Butanol daun sawo duren berdasarkan analisis FTIR. Proses ekstraksi daun sawo duren dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol kemudian difraksinasi menggunakan pelarut etanol, n-heksan dan n-butanol. tahapan selanjutnya fraksi n-butanol dipilih untuk analisis FTIR. Hasil dari analisis spektrum untuk sampel fraksi daun sawo duren memiliki O-H (Fenol), C-H (Alkana), C-O (Alkohol), C=O (Aldehida), C=C (Alkena) terdeteksi pada sampel. Berdasarkan hasil data FTIR menunjukkan adanya gugus fungsi O-H yang diprediksi merupakan senyawa fenol, saponin dan tanin; C-H alkana diprediksi senyawa terpenoid dan steroid; C-H aromatic diprediksi senyawa fenol; dan C-O diprediksi senyawa flavonoid, alkaloid dan tanin.
Artikel Review: Formulasi Krim Liposome Ceramide, Nyamplung, VCO ¬dan Glutathione sebagai Sunscreen Moisturizer Adha, Muhammad Aidil; Saranani, Selpirahmawati; Andriani, Rina
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.566

Abstract

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki paparan sinar UV yang cukup tinggi, yang dapat menyebabkan kulit terbakar, dehidrasi, ruam, hiperpigmentasi, penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, diperlukan produk perawatan kulit yang dapat melindungi kulit dari radikal bebas dan mencegah masalah kulit tersebut. Salah satu solusi efektif adalah menggunakan krim tabir surya yang mengandung formula bahan alami yang di kombinasikan dengan sistem pengiriman liposome yang aman dan efektif karena dapat menyimpan bahan yang larut dalam air maupun dalam minyak di dalam membrannya. Selain itu juga ramah lingkungan, tidak beracun, dan tidak menyebabkan reaksi alergi. Liposome membantu menjaga kelembaban kulit dan meningkatkan penyerapan bahan aktif di kulit. Tujuan artikel review ini yaitu untuk mengetahui potensi kombinasi bahan alami yakni nyamplung, Virgin Coconut Oil (VCO), dan gluthatione yang dapat dibuat dalam bentuk sediaan krim sunscreen. Metode yang digunakan adalah studi literatur ilmiah dari pustaka yang berasal dari jurnal nasional, jurnal internasional, seminar nasional ilmiah, dan buku ilmiah yang diterbitkan selama sepuluh tahun terakhir. Hasil review menunjukan bahwa dari beberapa artikel ilmiah nasional maupun internasional bahwa kombinasi dari tiga bahan alami yakni nyamplung, VCO dan gluthatione dapat diformulasikan sebagai krim sunscreen yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV serta memberikan efek moisturizer, sangat direkomendasikan untuk dikembangkan menggunakan drug delivery system atau teknologi penghantaran zat aktif, yakni liposome. Sehingga dapat disimpulkan kombinasi dari tiga bahan alami yakni nyamplung, VCO, dan gluthatione dapat diformulasikan sebagai krim sunscreen moisturizer.
Artikel Review: Studi Etnobotani dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Coleus Sjahrul, Enjelin Nur Fathika; Saranani, Selpirahmawati; Andriani, Rina
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.639

Abstract

Antioksidan dapat disintesis secara kimia atau ditemukan secara alami pada mikroorganisme, tumbuhan, dan mamalia. Ada berbagai teknik dalam memilih tanaman untuk mencari zat bioaktif baru, termasuk taksonomi, skrining fitokimia, dan etnobotani. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan adalah Coleus. Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan tanaman Coleus oleh etnis di Indonesia serta mengkaji aktivitas antioksidan yang terdapat dalam Coleus. Metode yang digunakan adalah mengkaji sumber ilmiah dari pustaka jurnal nasional & internasional ber ISSN, proceeding, buku ilmiah dan karya tulis ilmiah yang diterbitkan selama 10 tahun terakhir. Hasil review menunjukkan Coleus dimanfaatkan oleh beberapa etnis di Indonesia sebagai obat batuk, antibakteri, obat nyeri pinggang dan antituberkulosis. Beberapa penelitian menunjukkan empat jenis Coleus yang dikaji, C. scutellarioides, C. atropurpureus, C. blumei dan C. amboinicus mempunyai aktivitas antioksidan yang beragam dengan kandungan senyawa yang berpotensi sebagai pengobatan tradisional, yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, glikosida, steroid, terpenoid, antosianin, asam rosmarinik, minyak atsiri dan senyawa fenolik. Sehingga dengan populasinya di berbagai daerah, beberapa etnis di Indonesia menjadikan Coleus sebagai pengobatan tradisional.
Uji Toksisitas Akut pada Tempe Koro Kratok dengan Penambahan Kunyit terhadap Parameter Hepar Mencit Hariyanto, Istiqomah; Maharani, Trias; Yanti, Eka Fitri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.666

Abstract

Koro kratok adalah kacang lokal di wilayah Jawa Timur yang memiliki keunggulan dikembangkan sebagai olahan sebagai olahan pangan tempe karena tinggi protein dan protein lemak. Tempe sudah dikenal sebagai pangan harian dalam perbaikan sindrom metabolik. Penambahan kunyit bubuk dalam tempe koro kratok diharapkan mampu meningkatkan nilai fungsionalnya. Jenis olahan tempe yang beracun telah ditemukan seperti tempe bongkrek dari ampas kelapa. Sementara itu asam sianida pada koro kratok perlu diteliti keamanannya saat menjadi tempe. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi keamanan tempe koro kratok kunyit pada uji toksisitas akut dengan paramater hepar mencit menggunakan metode toksisitas fixed dose. Koro kratok ditambahkan bubuk kunyit di fermentasi selama 24 jam an-aerob dan 4 jam aerob. Sampel tempe koro kratok dilarutkan dalam aquades hingga homogen, kemudian dilanjutkan uji pendahuluan dan uji utama toksisitas akut. Dosis tempe koro kratok kunyit 300 mg/kg BB dilakukan pada uji pendahuluan. Setelah 24 jam hasil menunjukkan tidak terdapat gejala toksik, kemudian dosis ditingkatkan menjadi 2000 mg/kg BB. Pengamatan dilakukan selama 14 hari. Pada hari ke-15, mencit dikorbankan dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Berat badan mengalami perbedaan signifikan hari ke-14 dosis 2000 mg/kg. Berat organ absolut dan relatif juga tidak ada perubahan makroskopis. Hasil SGOT dan SGPT dalam batas normal serta menunjukkan perbaikan signifikan terhadap kontrol mencit. Secara keseluruhan tempe koro kratok dengan penambahan kunyit bubuk LD50 >2000-5000 mg/kg tidak menyebabkan toksisitas.
Hubungan Rasionalitas Antibiotik Terhadap Outcome Klinik Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Infeksi Saluran Kemih di Sebuah Rumah Sakit Badung Bali Pratama, I Putu Yuda; Ratnasari, Pande Made Desy; Dari, Ni Putu Desy Ratna Wulan; Angelina, Ni Putu Amara
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.685

Abstract

Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) rentan mengalami infeksi salah satunya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Antibiotik menjadi pilihan terapi utama yang harus diberikan secara rasional untuk mencegah kondisi penyakit yang semakin memburuk. Temuan menunjukkan, rasionalitas penggunaan antibiotik ISK di Indonesia tidak mencapai 100%. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis hubungan rasionalitas penggunaan antibiotik untuk ISK dengan outcome klinik pasien. Penelitian ini dilakukan secara observasional cross-sectional pada periode Januari 2023-Juli 2024. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif menggunakan teknik purposive sampling menggunakan catatan pengambilan data pada rekam medik. Kriteria inklusi meliputi pasien DMT2 dengan ISK yang menjalani terapi rawat jalan atau inap, mendapatkan terapi antidiabetik dan antibiotik serta data rekam medik lengkap. Kriteria eksklusi yaitu memperoleh antibiotik pada waktu <24 jam (rawat jalan), atau <72 jam (rawat inap). Kajian rasionalitas penggunaan antibiotik dianalisis menggunakan metode Gyssens berdasarkan pedoman terapi, dikategorikan menjadi rasional dan tidak rasional. Outcome klinik dikategorikan menjadi membaik dan tidak membaik. Hubungan rasionalitas dengan outcome klinik diuji dengan Kendall’s-Tau b. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 86 responden yang terdiri 75 pasien rawat jalan dan 11 pasien rawat inap. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional ditemukan pada beberapa kategori, yaitu IVa (17,83%), IVc (25,97%), IVd (26,74%), IIIa (4,26%), IIIb (10,85%), IIa (9,69%), dan IIb (3,49%) pada pasien rawat jalan, serta kategori IVa (20,59%), IVc (20,59%), IVd (20,59%), IIIa (2,94%), IIIb (20,59%), dan IIb (5,88%) pada pasien rawat inap. Jenis antibiotik yang paling sering digunakan adalah sefiksim (50,67%) Terdapat hubungan signifikan antara rasionalitas penggunaan antibiotik dan outcome klinis pada pasien rawat jalan (p=0,018; r=-0,237) dan pasien rawat inap (p=0,040; r=0,592). Temuan ini mengindikasikan penggunaan antibiotik secara rasional berperan penting dalam meningkatkan perbaikan outcome klinis pasien.
Formulasi dan Evaluasi Produk Gigi Mouthwash Ekstrak Rimpang Walay (Zingiberaceae) untuk Pengobatan Plak dan Karies Gigi Jumain, Muhammad Asman Setiawan; Sofyan, Suhikma; Daud, Nur Saadah; Setiawan, Muhammad Azdar; Tee, Selfyana Austin; Nurhikmah, Eny; Fauziah, Yulianti; Musdalipah, Musdalipah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.693

Abstract

Zingiberaceae merupakan salah satu family tumbuhan terbesar yang diyakini memiliki potensi aktivitas biologis yang tinggi untuk mengatasi berbagai penyakit. Beberapa generasi Zingiberaceae, seperti Cinnamomum, Meistera, dan Wurfbainia, telah diidentifikasi. Tumbuhan walay (Zingiberaceae) merupakan salah satu tanaman endemik Sulawesi Tenggara yang memiliki khasiat sebagai pengobatan. Skrining fitokimia rimpang walay menunjukkan kandungan senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid dan terpenoid dan memiliki aktivitas sebagai antibakteri pada Staphylococcus aureus, Streptococcus mutans dan Bacillus subtilis. Formulasi produk gigi menggunakan bahan dasar herbal sedang menjadi sorotan utama dalam upaya mengurangi peradangan gusi. Oleh karena itu, penting untuk menyesuaikan perawatan gigi dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi, termasuk dalam pemilihan bentuk produk gigi yang sesuai. Salah satu produk yang digunakan ialah mouthwash. Penelitian ini bertujuan untuk formulasi mouthwash berbasis herbal rimpang walay dan efektivitasnya sebagai antibakteri penyebab plak dan karies gigi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Ekstrak rimpang walay dibuat dalam bentuk Mouthwash dengan tiga formula konsentrasi A(10%), B(20%) dan C(30%). Pengujian evaluasi sediaan dilakukan dengan parameter pengujian yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, dan kejernihan. Selanjutnya sediaan dilakukan pengujian antibakteri pada Streptococcus mutans ATCC 25175. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak rimpang walay pada formula A, B, C dapat dibuat sediaan mouthwash dan memenuhi persyaratan evaluasi sediaan, yaitu sediaan memiliki aroma mentol, berwarna bening kecoklatan, tekstur cair, homogen, pH berkisar 6-7. Aktivitas antibakteri pada bakteri Streptococcus mutans ATCC 25175 memiliki daya hambat dengan diameter zona bening secara berturut-turut pada konsentrasi 10%, 20%, dan 30% sebesar 6,47 mm, 9,3 mm dan 12,57 mm serta kontrol positif (moutwash herbal x) sebesar 1,49 mm. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan sediaan mouthwash dapat digunakan sebagai produk gigi untuk pengobatan plak dan karies gigi.
Pengaruh Brand Image dan Kualitas Pelayanan Terhadap Loyalitas Konsumen di Apotek X Putri, Natalia Christiani; Ruslin, Ruslin; Sahidin, Sahidin; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati; Wahyuni, Wahyuni; Akib, Nur Illiyyin; Fristiohady, Adryan
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.694

Abstract

Perkembangan jumlah apotek di Kota Kendari yang semakin bertambah menyebabkan persaingan bisnis apotek semakin ketat, dengan banyak apotek yang saling berlomba untuk menarik pelanggan. Dalam konteks ini, brand image dan kualitas pelayanan menjadi aspek krusial yang bisa memengaruhi keputusan konsumen ketika memilih apotek. Apotek X sebagai salah satu apotek yang telah lama beroperasi di Kota Kendari tentunya memiliki brand image dan standar kualitas pelayanan. Tujuan penelitian ini berfokus guna memahami pengaruh brand image dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan di Apotek X Kota Kendari. Sampel penelitian sebanyak 100 partisipan merupakan pelanggan yang sudah membeli produk obat di Apotek X minimal dua kali. Metode pengambilan sampel yakni purposive sampling. Skala yang dimanfaatkan penelitian ini ialah skala likert. Teknik analisis data memanfaatkan analisis deskriptif dan SEM PLS yang disusun dengan bantuan software Smart PLS 4.0. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwasanya variabel baik brand image maupun kualitas pelayanan berpengaruh positif dan substansial pada loyalitas pelanggan.
Evaluasi Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Lepo-Lepo Kota Kendari dengan Metode SERVQUAL dan Zone of Tolerance (ZoT) Kuncoro, Shienny; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, Sahidin; Irnawati, Irnawati; Arba, Muhammad; Ruslin, Ruslin; Fristiohady, Adryan
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.697

Abstract

Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan, Puskesmas Lepo-Lepo senantiasa menampung semua saran, keluhan dan pengaduan dari masyarakat yang menyoroti tentang kualitas pelayanan yang telah diterima. Sehingga perlu dilakukan evaluasi kualitas pelayanan. Pengukuran kualitas pelayanani di Puskesmas Lepo-Lepo dapat i diukuri dengani menggunakani metodei servicei qualityi (servqual).i Metodei servquali pertamai kalii dikenalkani olehi Parasuramani meliputii 5i i dimensii yaitui Tangible,ii Reliability,ii Responsiveness,ii Assurance,ii Emphaty.i Metodei inii seringi digunakani untuki melihati sejauhi manai kesenjangani antarai harapani padai suatui layanani dani kenyataani layanani yangi diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kualitas pelayanan di Puskesmas Lepo-Lepo apakah sudah  sesuai dengan harapan pasien atau sebaliknya sehingga Puskesmas Lepo-Lepo dapat melakukan perbaikan yang lebih baik. Pada penelitian ini telahi dilakukani wawancarai dengani menggunakani kuisoner kepada 100 responden jumlah pasien Puskesmas Lepo-Lepo tahun 2023.  Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai GAP untuk dimensi tangible nilai GAP terkecil -0,57  dan terbesar -0,46, untuk dimensi reliability nilai GAP terkecil -0,49  dan terbesar -0,46, untuk dimensi responsiveness  nilai GAP terkecil -0,51  dan terbesar -0,31, untuk dimensi assurance  nilai GAP terkecil -0,51  dan terbesar -0,32, dan untuk dimensi emphaty  nilai GAP terkecil -0,39  dan terbesar -0,28. Nilai GAP pada tiap dimensi masih negatif menunjukkan bahwa ada beberapa pasien merasa tidak puas terhadap pelayanan Puskesmas Lepo-Lepo. Nilai GAP kemudian dianalisis dengan metode Zone of  Tolerance (ZoT) untuk melihat apakah ketidakpuasan pasien masih bisa diterima atau tidak.  Hasil analisis dengan ZoT  positif  yaitu pada  0,36 – 0,58, dapat disimpulkan bahwa meskipun pasien tidak sepenuhnya puas, kualitas pelayanan yang diberikan masih dalam batas yang dapat diterima.
Quercetin-Lesitin Kompleks dalam In Situ Vaginal Gel Sebagai Peningkat Terapi Kanker Serviks Sukmawaty, Muli; Karim, Djuniasti; Priyambodo, R. Ardian; Daswi, Dwi Rachmawaty; Arisanty, Arisanty
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.698

Abstract

Secara global kanker serviks menduduki posisi kedua tertinggi di dunia dari seluruh kanker yang menyerang perempuan. Quercetin (QC) merupakan flavonoid yang telah terbukti memiliki efek antipoliperatif dan sitotoksik. QC tergolong BCS kelas II dengan permeabilitas tinggi namun kelarutan rendah sehingga sulit mencapai bioavabilitas yang tinggi. Kompleksasi antara lipid dan zat aktif diketahui dapat meningkatkan kelarutan zat aktif. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kelarutan QC yang selanjutnya dimasukkan dalam formula in situ gel vagina untuk meningkatkan efektifitas terapi kanker serviks. Quercetin-Lecitin Kompleks (QC-LK) dibuat dalam 13 formula menggunakan Central Composite Design (CCD) aplikasi Design-Expert®. Formula optimum selanjutnya dibuat in situ gel vagina menggunakan Poloxamer (PX) dan HPMC. Karateristik gel ditentukan dengan penentuan suhu gelasi, daya lekat, uji permeasi retensi secara ex vivo dan uji MTT secara in vitro pada sel HeLa. Formula 4 dengan perbandingan polimer 1:5 dipilih sebagai formula optimum yang mampu melarutkan QC sejumlah 0,44 ± 0,15 mg/mL dengan efisiensi penjerapan sebesar 95,8% yang berbeda signifikan dengan QC murni (p<0.05). Formula in situ gel berhasil menahan QC sebanyak 3,3 ± 0,22 mg/mL pada membran mukosa. Hasil uji MTT menunjukkan IC50 sediaan QC-LK sebesar 18,42 ± 2,13 dengan persentasi viabilitas sebesar 3,48 ± 0,42%.