cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Pengaruh Ekstrak Metanol Batang Etlingera alba (Blume) A. D. Poulsen Terhadap Penekanan Genicaspase-3 sebagai Penanda Apoptosis pada Lini Sel Kanker Payudara T47D Secara In Vitro Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Sahidin, Sahidin; Wahyuni, Wahyuni; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Solo, Dian Munasari; Arba, Muhammad; Irnawati, Irnawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.705

Abstract

Kanker merupakan suatu penyakit yang bersifat ganas dan ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal secara cepat dan terus-menerus yang dapat merusak jaringan dan organ di sekitarnya. Ciri khas dari kanker yaitu mampu menghindari mekanisme apoptosis. Salah satu gen penanda apoptosis yaitu Caspase-3. Penggunaan kemoterapi untuk mengobati kanker masih memiliki banyak efek samping yang merugikan. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengobatan yang lebih efektif dan efek samping yang lebih kecil seperti terapi target. Tumbuhan E. alba diketahui memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi sebagai antikanker. Tujuan penelitian ini untuk melihat potensi penekanan ekspresi gen dari E. alba tehadap penanda gen apoptosis Caspase-3 pada lini sel kanker T47D. Pengujian ini dilakukan menggunakan sampel batang E. alba yang dimaserasi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol batang E. alba dibuat dalam tiga konsentrasi yaitu 50 ppm; 100 ppm; dan 200 ppm. Selanjutnya dilakukan pengujian ekspresi gen secara in vitro dengan menggunakan metode RT-PCR, lalu diukur nilai CT. Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu pada konsentrasi ekstrak 50 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,677 kali, ekstrak 100 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,859 kali, sedangkan ekstrak 200 ppm mampu menekan ekspresi gen 1,601 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol batang E. alba mampu menekan ekspresi gen Caspase-3 pada lini sel kanker payudara T47D, dengan konsentrasi ekstrak yang paling baik yaitu 100 ppm dengan hasil pengujian ekspresi gen 1,859 kali dari DMSO 2%.
Lipid Profile Animal Trial Model of Metabolic Syndrome with Soggak Coffee Intervention Dewi, Lale Budi Kusuma; Permatasari, Lina; Khusuma, Ari; Agrijanti, Agrijanti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.712

Abstract

Sindrom metabolik adalah suatu kondisi yang berhubungan dengan obesitas, diabetes, dislipidemia (hiperkolesterolemia dan hipertrigliseridemia), dan tekanan darah tinggi. Stres oksidatif memiliki keterkaitan dengan sindrom metabolik, makanan kaya flavonoid bermanfaat untuk pencegahan dan perbaikan sindrom metabolik. Songgak adalah kopi yang dicampur dengan rempah-rempah dengan kandungan flavonoid dan fenolik total yang berkorelasi dengan aktivitas antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek kopi songgak dalam mencegah sindrom metabolik. Parameter yang diuji adalah profil lipid yang terdiri dari kadar kolesterol total, kadar trigliserida, kadar low-density lipoprotein (LDL), dan kadar high-density lipoprotein (HDL). Sebanyak 24 ekor hewan coba dibagi menjadi 4 kelompok (kelompok kontrol, P1, P2, dan P3).  Semua hewan diberikan makanan tinggi, lipid, dan Propylthiouracil (PTU). Kelompok P1, P2, dan P3 masing-masing diberi 8 gram, 12 gram, dan 16 gram kopi Songgak sedangkan kelompok kontrol tidak diberi kopi Songgak. Setelah perlakuan selama 21 hari, hewan coba diterminasi dan profil lipid diukur. Uji statistik dengan Kruskal Wallis pada kadar total kolesterol dan HDL kolesterol dengan hasil uji nilai P berturut-turut adalah 0,205 dan 0,637 (P>0,05), disimpulkan tidak ada perbedaan antar kelompok perlakuan. Sedangkan kadar trigliserida dan LDL diuji dengan uji parametrik ANOVA, hasil uji nilai sig berturut-turut adalah 0,068 dan  0,748 >0,05 disimpulkan tidak ada perbedaan antar kelompok perlakuan. Walaupun menurut uji ststistik disimpulkan tidak ada perbedaan antar kelompok perlakuan, namun kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL dan kolesterol HDL pada kelompok perlakuan lebih baik daripada kelompok kontrol. Kelompok P2 menunjukkan kadar kolesterol total, gliserida, dan LDL yang terendah dengan kadar secara berurutan yaitu 69,67±11,86; 51,00±892; dan 9,33±3,01 mg/dL. Sementara itu, kadar HDL tertinggi pada kelompok P3. Terdapat penurunan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida, serta peningkatan kadar kolesterol HDL pada kelompok perlakuan. Oleh karena itu, kopi songgak dapat dikembangkan menjadi minuman tradisional untuk mencegah sindrom metabolik.
Optimasi Waktu Ekstraksi Dengan Metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE) Terhadap Kandungan Senyawa Flavonoid dan Fenolik Daun Kayu Bulan (Pisonia alba Span.) Firdausia, Rizqa Salsabila; Pratama, Nofran Putra; Kurniawati, Endah; Ervany, Irrena; Wibisono, Dika Irawan; Rikhaturhohmah, Rikhaturhohmah; Ardianto, Lisman Septa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.715

Abstract

Daun kayu bulan (Pisonia alba Span.) merupakan tanaman hias yang diketahui memiliki kemanfaatan sebagai antioksidan yang diperankan oleh metabolit sekunder antara lain flavonoid dan fenolik. Kedua senyawa tersebut dapat diperoleh dengan cara ekstraksi salah satunya dengan metode Ultrasound Assisted Extraction (UAE). Untuk mendapatkan senyawa yang diinginkan secara maksimal, diperlukan adanya suatu optimasi salah satunya terhadap waktu. Pada penelitian ini, ekstraksi sampel dilakukan dengan metode UAE menggunakan pelarut etanol 70% dengan variasi 6 waktu ekstraksi yaitu 15, 30, 45, 60, 75 dan 90 menit. Hasil ekstrak diuji terhadap kandungan flavonoid dan fenolik dengan metode KLT dan spektrofotometri UV-Vis. Berdasarkan analisa kualitatif dengan KLT diperoleh pada seluruh ekstrak mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dengan nilai Rf 0,5875 dan 0,6375 secara berurutan. Pada analisa kuantitatif, adanya perbedaan pada kadar flavonoid dan fenolik dengan adanya perbedaan waktu ekstraksi. Waktu ekstraksi yang menghasilkan kadar tertinggi baik pada flavonoid maupun fenolik adalah 45 menit dengan kadar berturut-turut 6,345 ± 0,009 mg QE/gram dan 15,6438 ± 0,0199 mg GAE/gram. Dapat disimpulkan bahwa 45 menit merupakan waktu ekstraksi optimum ekstraksi daun kayu bulan dengan metode UAE.
Optimasi Ekstrak Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Menggunakan Metode Konvensional dan Green Extraction Serta Profil Kimia dan Potensi Antioksidannya Najib, Ahmad; Olli, Audia Triani; Puspitasari, Yanti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.717

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) adalah tanaman rempah yang dikenal memiliki kandungan fitokimia seperti flavonoid, tanin, dan terpenoid yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan metode ekstraksi pada daun salam (Syzygium polyanthum) menggunakan metode konvensional (maserasi) dan green extraction, yaitu Ultrasound-Assisted Extraction (UAE) dan Microwave-Assisted Extraction (MAE), serta untuk mengidentifikasi profil senyawa kimia dan potensi antioksidan dari ekstrak yang dihasilkan. Perbandingan langsung antara metode konvensional dan green extraction untuk mengoptimalkan potensi bioaktifnya merupakan kebaruan dari penelitian ini. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan metode ekstraksi yang ramah lingkungan dan efisien serta mendukung pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber alami antioksidan potensi dalam aplikasi farmasi dan pangan. Analisis karakterisasi senyawa bioaktif dilakukan menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode green extraction khususnya UAE dan MAE lebih efektif dalam mengekstrak senyawa bioaktif dengan peningkatan jumlah senyawa terekstraksi dibandingkan metode maserasi. Sebanyak 41 senyawa bioaktif termasuk golongan alkaloid, fenol, terpenoid dan asam lemak hanya ditemukan melalui metode green extraction. Dari pengujian antioksidan, semua ekstrak menunjukkan aktivitas antioksidan yang sangat kuat (nilai IC50 <50 ppm). Ekstrak UAE menunjukkan aktivitas tertinggi dengan IC50 sebesar 10,22 ppm, diikuti MAE dengan IC50 sebesar 19,30 ppm, sedangkan maserasi menghasilkan IC50 sebesar 27,28 ppm.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Murbei (Morus alba) Menggunakan Metode BCB, CUPRAC, dan FRAP Salampe, Mirnawati; Rahimah, Sitti; Nur, Syamsu; Mamada, Sukamto S.; Biring, Frans Syukur; Keyzia, Kurnia; Matandung, Friska Nissa; Payung, Deslin; Rahman, Annisa Amirah; Wahyuddin, Nurzadrina; Ivone P., Velyostri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.723

Abstract

Morus alba dikenal sebagai sumber senyawa antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas yang berkontribusi terhadap penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol dan fraksi daun M.alba menggunakan metode BCB, CUPRAC, dan FRAP. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut metanol, kemudian difraksinasi dengan n-heksana, etil asetat, n-butanol, dan air. Metode BCB digunakan untuk menentukan IC50, metode CUPRAC untuk mengukur kapasitas antioksidan dalam GAEAC (Gallic Acid Equivalent Antioxidant Capacity), dan metode FRAP untuk menilai kemampuan reduksi ion besi dalam FeEAC (Ferri Sulfate Equivalent Antioxidant Capacity). Pengujian aktivitas antioksidan pada metode FRAP dilakukan dengan reagen dapar asetat, TPTZ, dan FeCl? yang diukur menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 595 nm berdasarkan kemampuan sampel dalam mereduksi ion besi. Metode CUPRAC menggunakan reagen CuCl? 10 mM, neocuproine 7,5 mM, dan ammonium sulfat 1 M. Hasil uji BCB menunjukkan bahwa fraksi n-heksana memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan IC50 sebesar 64,85 ppm dibandingkan dengan etil asetat (437,23 ppm). Pada CUPRAC, ekstrak metanol menunjukkan kapasitas tertinggi (342,74 µM/g), diikuti oleh etil asetat (342,43 µM/g). Uji FRAP menunjukkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas tertinggi (809,28 mmol/g), diikuti oleh metanol (761,03 mmol/g), dan n-butanol (613,03 mmol/g). Ekstrak metanol, fraksi etil asetat, dan n-butanol menunjukkan kemampuan signifikan dalam mereduksi ion Cu²? dan Fe³? dibandingkan dengan n-heksana dan air. Hasil ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak M. alba bervariasi tergantung pada fraksi dan metode yang digunakan. Oleh karena itu, pemilihan metode yang tepat sangat penting dalam mengevaluasi potensi antioksidan dari suatu sampel.
Pengaruh Display dan Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian di Apotek Retail Modern Mirawanti G, Wa Ode; Ruslin, Ruslin; Jabbar, Asriullah; Sahidin, Sahidin; Fristiohady, Adryan; Arba, Muh.; Irnawati, Irnawati; Wahyuni, Wahyuni
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.726

Abstract

Perkembangan apotek retail modern di Kota Kendari semakin cepat, mempengaruhi dinamika pasar produk farmasi dan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tampilan produk dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian di apotek retail modern. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini melibatkan 100 responden yang merupakan pelanggan di salah satu Apotek retail modern. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan metode deskriptif serta SEM PLS 4.0 dengan software Smart PLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan produk dan persepsi harga memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Model yang dibangun memiliki nilai R Square sebesar 0,710, yang menunjukkan bahwa 71% variasi dalam keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh faktor-faktor yang diteliti. Nilai Q Square sebesar 0,692 mengindikasikan bahwa model ini memiliki relevansi prediktif yang tinggi. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi manajer apotek dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatkan pengalaman pelanggan.
Analisis Mikroskopis, Standarisasi dan Profil Kandungan Kimia secara LC-ESI-MS dari Ekstrak Etil Asetat Curculigo latifolia Sari, Rifta; Rahmasari, Ratika; Nur, Syamsu; Elya, Berna
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.736

Abstract

Curculigo latifolia merupakan tanaman obat yang memiliki potensi farmakologis signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik mikroskopis, melakukan standarisasi simplisia, dan menganalisis profil metabolit ekstrak etil asetat daun C. latifolia ini menggunakan LC-ESI-MS. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan pembuatan simplisia dari masing-masing bagian tanaman C. latifolia yaitu akar, pelepah dan daun dan selanjutnya dilakukan analisis mikroskopis dengan menggunakan mikroskop binokule dengan pembesaran 400x. Simplisia bagian daun diekstrak secara bertingkat yang dimulai dengan n-heksan dan dilanjutkan etil asetat dan etanol 70%. Ekstrak etil asetat bagian daun distandarisasi dan diidentifikasi metabolit sekundernya dengan metode LC-MS/MS. Hasil Pengamatan mikroskopis menunjukkan adanya struktur trikoma, kristal kalsium oksalat dalam berbagai bentuk, dan berkas pembuluh pada daun, pelapah, dan akar, yang mendukung fungsi fisiologis tanaman. Standarisasi simplisia mengungkapkan bahwa kadar air (6,32±0,66%), kadar abu total (0,32±0,04%), bobot jenis (1,01±0,00), dan susut pengeringan (6,71±0,52%) telah memenuhi persyaratan Farmakope Herbal Indonesia. Analisis LC-ESI-MS mengidentifikasi sepuluh senyawa bioaktif, yaitu valeroidine, afzelin, (-)-caryophyllene oxide, triptolide, epi-tulipinolide, testosterone acetate, 11-hydroxyetiocholanolone, 3-deoxyestradiol, 13-hydroxy-alpha-tocopherol, dan 3beta-hydroxy-4beta-methyl-5alpha-cholest-7-ene-4alpha-carboxylic acid. Penelitian ini memberikan landasan ilmiah untuk pengembangan C. latifolia sebagai bahan obat herbal modern yang berkualitas serta menjadi model bagi studi komprehensif terhadap tumbuhan obat lainnya.
Aktivitas Analgesik Ekstrak Etanol 70% Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) pada Mencit Secara In Vivo Prasetya, Anak Agung Ngurah Putra Riana; Ratnasari, Pande Made Desy; Ardianti, Ni Putu Lia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.737

Abstract

Nyeri ditandai rasa tidak nyaman akibat adanya kerusakan jaringan tubuh sehingga memerlukan pengunaan obat golongan non steroid antiinflamatory disease (NSAID) untuk mengatasi nyeri. Penggunaan obat NSAID jangka panjang memiliki resiko efek samping pada saluran pencernaan. Ekstrak Etanol 70% kayu secang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid yang dapat menghasilkan efek analgesik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas analgesik menggunakan beberapa varian dosis ekstrak etanol 70% kayu secang pada mencit secara in vivo yang diinduksi asam asetat. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan proses ekstraksi menggunakan maserasi ultrasonik dengan pelarut etanol 70%. Uji analgesik dilakukan menggunakan metode writhing test. Hewan uji yang digunakan adalah mencit yang dikelompokkan menjadi kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok varian dosis 50mg/kgBB (S1), 100mg/kgBB (S2), dan 200mg/kgBB (S3). Aktivitas analgesik dilihat berdasarkan %Proteksi geliat dan %Daya analgesik serta dianalisis secara statistik menggunakan kruskal-wallis dan Post-Hoc Pairwise Comparisons. Hasil penelitian menunjukan ekstrak etanol 70% kayu secang mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid. Hasil uji analgesik didapatkan %Proteksi geliat S1, S2, dan S3 masing-masing sebesar 54,62%, 80,81%, dan 87,62%, serta %Daya analgesik masing-masing sebesar 115,20%, 170,45%, dan 184,81%. Hasil analisis statistik menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan (<0,05) antara varian dosis S2 dan S3 dengan  kontrol negatif. Hasil penelitian ini menunjukan ekstrak etanol 70% kayu secang memiliki aktivitas sebagai analgesik dengan semakin tinggi jumlah ekstrak yang digunakan aktivitas analgesik yang dihasilkan semakin tinggi sehingga ekstrak etanol 70% kayu secang dapat dikembangkan menjadi sediaan obat berbasis herbal sebagai analgesik.
Antibacterial Activity Test of Extract and Fraction of Jabon Stem Bark (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) Againts Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Bakri, Nur Fadilah; Pratiwi, Mustika Endah; Manemi, Putri Winduri; Gunawan, Elsye; Mende, Juniarto
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.743

Abstract

The stem bark of the Jabon plant (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) is a plant used empirically as a traditional medicine in the Jayapura City area. This study aims to determine the antibacterial activity and effective concentration of Jabon stem bark extract and fraction (Anthocephalus cadamba (Roxb) Miq.) against the test bacteria. The method used in this study is the Kirby-Bauer disc diffusion method to measure the diameter of the inhibition zone of each treatment. The results showed that the extract and fraction had antibacterial activity. The effective concentration of the extract was demonstrated at a concentration of 500 ppm with a strong category against the test bacteria. In comparison, the fractions were shown at a concentration of 1000 ppm with a moderate category against the test bacteria. This study concludes that the extract and fraction of the stem bark of Jabon have antibacterial activity and have the potential to be further developed as an antibacterial agent.
Kandungan Senyawa Fenol dan Flavonoid dalam Beberapa Varietas Biji Kedelai dan Produk Olahan Kedelai Hasanah, Siti Uswatun; Herawati, Irma Erika; Sari, Nitta Nurlita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i1.747

Abstract

Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan dan mempunyai beberapa varietas unggul yang dibudidayakan dan dikembangkan dari berbagai cara, yakni melalui program pemuliaan dengan persilangan buatan dan mutasi, dan menghasilkan varietas dengan biji kecil, besar dan sedang. Kedelai biasanya menjadi berbagai macam hasil produk pangan seperti tahu, tempe, kecap, susu dan lain-lain. Tempe mengandung kandungan bioaktif yang memiiki aktivitas antioksidan, dimana senyawa bioaktif itu adalah isoflavon dan komponen fenol. Penelitian ini dilakukan terhadap enam jenis varietas biji kedelai dan keenam varietas tersebut diolah menjadi produk tempe dengan tiga waktu fermentasi yang berbeda yaitu, 42 jam, 47 jam dan 52 jam. Seluruh varietas biji kedelai dan tempe diekstrak dengan cara maserasi dan dilakukan analisis kandungan fenol dan flavonoid dengan menggunakan sektrofotometer. Enam varietas biji kedelai memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang berbeda. Kandungan fenol tertinggi dimiliki oleh biji kedelai varietas gepak kuning (2,446/100 gram ekstrak), dan kandungan flavonoid tertinggi dimiliki oleh biji kedelai varietas Deja 1 dan Derap 1 (0,366/100 gram ekstrak). Kandungan fenol dan flavonoid dalam tempe meningkat setelah proses fermentasi, dengan lama waktu antara 42-47 jam.