cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
In Silico Study of Compounds Bioactive Guava (Psidium guajava) as Antidiarrheal Assisted Liquid Chromatography-Mass Spectroscopy Cendekiawan, Khrisna Agung; Kintoko, Kintoko; Yuliani, Sapto; Anggraeni, Linda Suci; Ningrum, Lailatul Fitria; Hasana, Siti Nur; Wardhani, Firdha Aprillia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.876

Abstract

Guava leaves seeds (Psidium guajava) are known contain various compound potential bioactives? as antidiarrheal, such as quercetin and tannins, which work with method hinder intestinal contractions and disrupts permeability membrane cell bacteria. Research This aim for explore potential antidiarrheal from compound in leaf guava seed through identification compound using LC-MS and simulation molecular docking to six human protein target receptors, namely Cytochrome P450 1A1, Ephrin Type-B Receptor 4, Multidrug Resistance Protein 1, Dihydrofolate Reductase, Extracellular Calcium-Sensing Receptor, and Rap Guanine Nucleotide Exchange Factor 4. Extraction done with method maceration use solvent methanol, then compound analyzed using Liquid Chromatography–Mass Spectrometry (LC-MS). A total of eleven compound main chosen foranalyzed in silico using device soft AutoDockTools, PyRx, and Discovery Studio. Validation was performed through redocking of native ligands with RMSD value ? 2 Å. The results show some ligands such as Kaempferol, Cathecin, and Quercetin own affinity strong bond, with? Kaempferol show lowest binding energy of -9.72 kcal /mol against BHF receptor. Drug-likeness test based on Lipinski's rule also shows that part big compound fullfil criteria compound drug analysis? interaction amino acids show existence bond hydrogen and hydrophobic support? stability bond. This result show that compound leaf guava seeds, especially Kaempferol and Cathecin, potentially as candidate agent antidiarrheal natural. Further studies in vitro and in vivo are recommended for support findings.
Aktivitas Anti Melanoma Ekstrak Metanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale L.); Kajian Antiproliferasi dan Antimetastasis Pada Sel A-375 Nurcahyani, Fitria; Fristiohady, Adryan; Wahyuni, Wahyuni; Sahidin, I; Suryani, Suryani; Irnawati, Irnawati; Purnama, La Ode Muhammad Julian
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.878

Abstract

Melanoma merupakan kanker kulit yang sangat agresif, ditandai dengan proliferasi, invasi, dan metastasis tinggi serta resistensi terhadap terapi konvensional. Angka kejadian dan mortalitas melanoma terus meningkat, khususnya pada kasus metastasis. Ekstrak daun jambu mete menunjukkan aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap sel kanker secara in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan antikanker dari ekstrak metanol daun jambu mete (Anacardium occidentale L.) terhadap sel melanoma A-375. Uji antioksidan dilakukan menggunakan metode FRAP (Ferric Reducing Antioxidant Power), sedangkan aktivitas antikanker dianalisis melalui uji sitotoksik MTT, viabilitas sel HaCaT, serta uji migrasi sel dengan metode scratch. Hasil FRAP menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC?? sebesar 63.35±0.03 µg/mL. Uji sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak efektif menghambat proliferasi sel A-375 dengan nilai IC?? sebesar 64.55±3.11 µg/mL dan bersifat selektif terhadap sel normal HaCaT (IC???=?877.52±30.64 µg/mL), dengan indeks selektivitas sebesar 13.54±0.65. Selain itu, uji migrasi sel menunjukkan bahwa ekstrak menghambat migrasi sel kanker melanoma dalam 24 jam perlakuan, yang mengindikasikan potensi anti-metastasis. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun jambu mete memiliki potensi sebagai agen antioksidan dan antikanker alami yang efektif dan selektif, serta dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat terapi tambahan untuk kanker kulit melanoma.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Benalu Mangga (Dendrophthoe pentandra L.) pada Indeks Fagositosis Mencit (Mus musculus) Vistaloka, Yusnita Mayang; Purwidyaningrum, Ika; Widyasti, Jena Hayu
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.884

Abstract

Tanaman benalu mangga memiliki kandungan senyawa seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan  polifenol yang mana kandungan tersebut berpotensi sebagai antiinflamasi, antioksidan, antikanker, dan immunomodulator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pada indeks fagositosis dari ekstrak etanol daun benalu mangga pada mencit yang diinduksi karbon. Penelitian ini menggunakan 25 ekor mencit jantan yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC Na), kelompok kontrol positif (methylprednisolon) dengan dosis 1,04 mg/kg BB mencit, dan kelompok perlakuan ekstrak dosis 420 mg/kg BB, 840 mg/kg BB, dan 1.680 mg/kg BB. Mencit diberi perlakuan selama 7 hari peroral dan pada hari ke-8 diinduksi karbon secara intravena melalui ekor mencit. Metode yang digunakan adalah metode bersihan karbon dengan parameter indeks fagositosis mencit dan persentase indeks organ limpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun benalu mangga memiliki aktivitas penurunan pada indeks fagositosis dan persentase indeks organ limfa. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun benalu mangga memiliki aktivitas dengan penurunan indeks dan persentase indeks organ limfa dengan dosis efektif 840 mg/kgBB yang sebanding dengan kontrol positif.
Formulasi dan Evaluasi Fisik Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Stenochlaena palustris dan Psidium guajava L. dengan Variasi Konsentrasi Asam sebagai Suplemen Ibu Hamil Hairunisa, Indah; Nurjunnah, Rika; Julianti, Tri Budi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.889

Abstract

Angka kematian ibu hamil di Indonesia masih tinggi, disebabkan oleh anemia dan komplikasi kehamilan akibat malnutrisi, seperti kekurangan zat besi, asam folat, dan kalsium. Suplemen yang tersedia umumnya memiliki rasa kurang menyenangkan dan bentuk yang kurang praktis, sehingga mengurangi kepatuhan konsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi dan evaluasi sediaan granul effervescent kombinasi ekstrak Stenochlaena palustris (daun kelakai) dan Psidium guajava L. (jambu biji merah) dengan variasi konsentrasi asam sebagai suplemen zat besi dan asam folat alternatif untuk ibu hamil. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan metode granulasi basah dan evaluasi fisik granul meliputi uji organoleptik, waktu alir, kecepatan alir, sudut diam, kandungan lembab, pH, waktu larut, ketinggian busa, dan waktu hilang buih. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak kelakai dan jambu biji merah mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tanin, dan alkaloid. Berdasarkan hasil yang didapatkan, Formula III (perbandingan asam sitrat dan asam tartrat (9:3)) menunjukkan hasil yang terbaik dalam beberapa parameter, seperti waktu larut tercepat (2,22±0,07 menit), waktu hilang buih tercepat (2,12±0,05 menit), kandungan lembab  0,60±0,20%, serta sudut diam 36,29±0°. Namun meskipun lebih unggul, terdapat parameter yang masih belum memenuhi syarat seperti waktu alir yang masih 25,15 ± 2,88 detik serta ketinggian busa 1,63±0,15 cm. Berdasarkan hal ini, formula III merupakan formula suplemen effervescent paling optimal namun masih perlu dilakukan optimasi lebih lanjut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar awal pengembangan suplemen herbal untuk ibu hamil, namun perlu dilakukan uji lanjutan, seperti uji kandungan Fe  dan Ca2+, serta uji in vivo pada hewan uji untuk menilai keamanan (termasuk uji teratogenisitas) dan khasiatnya. Selain itu, perlu dilakukan uji stabilitas sediaan untuk memastikan mutu dan kestabilan produk.
Perbandingan Ekstrak Biji Pinang Terdelipidasi dan Non-Terdelipidasi: Karakterisasi, Fitokimia, dan Aktivitas Antibakteri terhadap Cutibacterium acnes Andrifianie, Femmy; Daffa, Meysha Nur; Anggraeni, Ranesya Eka; Wardhani, Oktiva Risma; Graharti, Risti; Ali, Nur Fitriana Muhammad; Adjeng, Andi Nafisah Tendri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.899

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit umum, terutama pada remaja, dan salah satu bakteri penyebabnya adalah Cutibacterium acnes. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki aktivitas antibakteri karena memiliki kandungan metabolit sekunder meliputi  alkaloid, tanin, flavonoid, dan fenolik. Namun, penelitian aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang setelah didelipidasi masih belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakterisasi, kandungan fitokimia, dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji pinang sebelum dan sesudah delipidasi terhadap bakteri Cutibacterium acnes. Serbuk simplisia biji pinang diperoleh melalui proses pengeringan dan penghalusan biji pinang. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, sedangkan proses delipidasi dilakukan melalui ekstraksi cair-cair menggunakan n-heksan. Standarisasi ekstrak mengikuti prosedur Farmakope Herbal Indonesia. Skrining fitokimia meliputi pengujian alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, steroid, dan terpenoid. Uji aktivitas antibakteri terhadap Cutibacterium acnes dilakukan dengan metode difusi sumuran pada berbagai konsentrasi ekstrak (5–40%). Rendemen ekstrak etanol kental sebesar 26,8%, sedangkan ekstrak terdelipidasi memiliki rendemen 78,73% dari ekstrak awal. Kedua ekstrak memenuhi parameter spesifik dan nonspesifik farmakope. Skrining fitokimia menunjukkan peningkatan intensitas alkaloid, flavonoid, tannin, dan saponin setelah delipidasi. Aktivitas antibakteri meningkat seiring konsentrasi, dengan zona hambat rata-rata ekstrak terdelipidasi lebih besar daripada ekstrak etanol, khususnya pada 20% (12,19?mm) dan 40% (12,84?mm) dibandingkan EE 20% (9,18?mm) dan EE 40% (8,52?mm). Delipidasi meningkatkan kandungan senyawa aktif polar/semi-polar sehingga aktivitas antibakteri ekstrak biji pinang terhadap Cutibacterium acnes lebih tinggi. Ekstrak terdelipidasi berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami perawatan kulit berjerawat.
QSAR Classification and Molecular Docking for Identifying BCL-2 Inhibitor Candidates Harfita, Nur Laily; Harizahayu, Harizahayu
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.903

Abstract

B-cell lymphoma 2 (BCL-2) is an anti-apoptotic protein implicated in the progression and chemoresistance of multiple cancers. This study integrates QSAR-based machine learning (ML) classification and molecular docking to identify potential BCL-2 inhibitors. The Gradient Boosting classifier trained on PubChem fingerprints (881 bits) achieved the best predictive performance (accuracy: 83.52%, ROC-AUC: 0.8829). External virtual screening further identified high-probability active compounds, including Beclomethasone Dipropionate (0.9880) and Ulipristal Acetate (0.9866), highlighting their potential for drug repurposing. Docking analysis showed that Ulipristal Acetate exhibited the strongest binding affinity (–8.187 kcal/mol), forming a hydrogen bond with GLY A:145 and engaging key residues within the BH3-binding pocket of BCL-2. These findings demonstrate the effectiveness of QSAR-ML–assisted virtual screening in prioritizing repurposable candidates for BCL-2 inhibition.
Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap Mencit Diinduksi Aloksan Ulfa, Ana Maria; Mukammilatuzzahro, Wanda; Rahman, Fauzi
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.925

Abstract

Diabetes melitus yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah merupakan gangguan yang terjadi pada organ pankreas. Aktivitas antioksidan dalam kulit buah naga merah berpotensi untuk mengobati diabetes melitus. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengevaluasi pemberian ekstrak pada kadar gula darah mencit. Penelitian dilakukan secara eksperimental. Aloksan digunakan untuk menginduksi mencit. Tiga hari setelah indu ksi, ekstrak diberikan dalam dosis yang berbeda selama 7 hari. Mencit berjenis kelamin jantan 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok, kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 0,5%, metformin 1,3 mg/20 gBB sebagai kontrol positif, ekstrak kulit buah naga merah variasi dosis 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Data penurunan kadar gula darah dianalisis dengan uji one way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji lanjutan post hoc Tukey HSD. Hasil menunjukkan bahwa pada KGDH1 belum terdapat perbedaan bermakna antara kelompok ekstrak dan kontrol negatif dengan nilai Sig. 0,096 (p>0,05). Efek penurunan kadar gula darah mulai signifikan pada KGDH4 dan semakin kuat pada KGDH7 dengan nilai Sig. 0,000 (p<0,05). Rata-rata kadar gula darah pada hari ke-7 adalah: 197.9±34.7 mg/dL, 95.4±9.9 mg/dL, 98.48±6.9 mg/dL, 97.36±9.2 mg/dL, 89.4±9.8 mg/dL. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak etanol kulit buah naga merah mulai menunjukkan aktivitas antidiabetes pada hari ke-4, dan pada hari ke-7 efeknya sebanding dengan metformin berdasarkan uji statistik.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit X Provinsi Jawa Tengah Purnamasari, Selin Aprilliana; Keswara, Yane Dila; Reiza, Zenita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.927

Abstract

Evaluasi penggunaan antibiotik menjadi langkah penting dalam memastikan efektivitas terapi serta mencegah terjadinya resistensi mikroba, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tingginya angka infeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di rumah sakit X Provinsi Jawa Tengah menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%. Studi ini bersifat deskriptif retrospektif dengan purposive sampling pada 616 pasien usia 19–59 tahun yang terdiagnosis infeksi bakteri dan mendapat terapi antibiotik ATC J01 pada periode Januari – Desember 2021. Tiga antibitoik dengan nilai DDD/100 patients-day tertinggi adalah Levofloxacin parenteral (59,59), Ceftriaxon (17,09), dan Azitromicin parenteral (8,28). Antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90%, antara lain Levofloxacin parenteral, Ceftriaxone, Azitromicin parenteral, Metronidazole parenteral, dan Meropenem parenteral. Pola ini memperlihatkan dominasi penggunaan antibiotik parenteral berspektrum luas sebagai terapi empiris pada kasus infeksi, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi mikroba. Oleh karena itu, perlunya evaluasi berkelanjutan untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional di rumah sakit.
Potensi Imunomodulator Fraksi Etil Asetat Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L.) terhadap Aktivasi Limfosit T dan Produksi IgG pada Model Tikus Jannah, Zam Zam Zainatul; Nurhakim, Deslia Putri; Ananda, Salsa Billa; Nurjanah, Nina; Putri, Felly Olivia Setya; Anwar, La Ode Muhammad; Hashim, Salma Hilmy Rusydi; Marselina, Marselina; Adiwisastra, Nuzul Gyanata
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.944

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) merupakan tanaman herbal yang dikenal memiliki aktivitas sebagai imunomodulator, khususnya dalam meningkatkan fungsi sel imun dan produksi antibodi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas fraksi etil asetat biji jintan hitam pada konsentrasi 10%, 15%, dan 20% terhadap sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) serta kadar imunoglobulin G (IgG). Metode pada penelitian ini merupakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental dilakukan secara in vivo menggunakan 18 ekor tikus jantan yang dibagi 6 kelompok dengan 3 kelompok uji dan 3 kelompok kontrol. Analisis senyawa dilakukan dengan GC-MS, nilai sel limfosit T diukur dengan Flow Cytometry, sedangkan nilai imunoglobulin G (IgG) diukur menggunakan ELISA Reader. Hasil penelitian bahwa fraksi etil asetat biji jintan hitam mengandung 79 senyawa metabolit. Nilai sel limfosit T (CD4+ dan CD8+) menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan, akan tetapi kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% memiliki aktivitas tertinggi dengan nilai sebesar 97,06%. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One-Way ANOVA. Hasil penelitian nilai imunoglobulin G (IgG) menunjukan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai sig. <0.05 dan aktivitas tertinggi serta fraksi yang paling baik terdapat pada kelompok 3 fraksi etil asetat konsentrasi 20% sebesar ±278,740 ng/mL. Hal ini menunjukkan bahwa fraksi etil asetat jintan hitam konsentrasi 20% berpotensi sebagai imunomodulator yang aman, serta dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, khususnya pada kondisi penurunan fungsi imun. Temuan ini menambah pengetahuan tentang potensi jintan hitam sebagai imunomodulator dan dapat menjadi dasar untuk penelitian selanjutnya guna mengetahui senyawa aktif serta cara kerjanya lebih jelas.
Eksplorasi Efek Farmakologis Kombinasi Ekstrak Daun Tammate (Lannea coromandelica) dan Daun Pelangi (Eucalyptus deglupta) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Mencit As'ad, Muh. Fadhil; Abdullah, Siti Sahara; Nasrullah, Nasrullah; Rahma, Annisa Yulia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.952

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi dan keterlambatan penyembuhan. Upaya pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun tammate (Lannea coromandelica) dan daun pelangi (Eucalyptus deglupta) dalam model hewan uji luka bakar, baik secara tunggal maupun kombinasi. Metode penelitian diawali dengan pembuatan luka bakar pada punggung mencit, kemudian dilakukan pengamatan diameter luka secara periodik selama 18 hari. Perlakuan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis vaselin), ekstrak daun tammate (EDT), ekstrak daun pelangi (EDP), dan kombinasi EDT+EDP. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, sedangkan efektivitas penyembuhan dinilai berdasarkan pengurangan diameter luka dan persentase kesembuhan. Hasil skrining menunjukkan kedua ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan penyembuhan luka menunjukkan bahwa kombinasi EDT+EDP mencapai tingkat kesembuhan 96,9% pada hari ke-18, hampir setara dengan Bioplacenton® (97,0%), sementara penggunaan tunggal masing-masing ekstrak memberikan hasil 86,9% (EDT) dan 94,6% (EDP), dengan kontrol negatif hanya mencapai 69,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun tammate 5% dan daun pelangi 5% memberikan efek sinergis dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam.