cover
Contact Name
Prima Ratna Sari
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6281323179779
Journal Mail Official
abdimasgaluh@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh Jl. Arya Janggala No. 11 Ciamis 46274 Telepon: (0265) 775295, Fax: (0265) 776787
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Galuh
ISSN : -     EISSN : 27160211     DOI : http://dx.doi.org/10.25157/ag.v7i1.18089
Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan jurnal yang memuat artikel pengabdian kepada masyarakat dari seluruh bidang ilmu. Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat memuat artikel hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari para dosen maupun pengabdi lainnya dari berbagai institusi yang terkait dengan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 963 Documents
PENGUATAN LITERASI SAINS MELALUI EKSPERIMEN IPA SEDERHANA Leba, Maria Aloisia Uron; Maing, Claudia M. M.; Tukan, Maria Benedikta; Komisia, Faderina
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10505

Abstract

Literasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap orang. Ada enam aspek literasi dasar yakni literasi bahasa, literasi angka, literasi sains, literasi teknologi informasi dan komunikasi, literasi keuangan, literasi budaya, dan kewarganegaraan. Literasi sains lebih tinggi dari literasi bahasa dan numerasi. Literasi sains berkaitan dengan pengetahuan, kemampuan berpikir dan proses ilmiah. Literasi ini dapat dilakukan melalui kegiatan pengamatan, pengukuran, klasifikasi, penentuan, prediksi dan inferensi yang identik dengan ilmu IPA. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan literasi sains IPA yang berkaitan dengan konsep kimia melalui eksperimen sederhana. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan analisis data diketahui rata-rata ketercapaian literasi bahasa dan literasi sains yang diperoleh melalui kegiatan eksperimen sederhana berturut-turut adalah 72,2 % dan 81,0%.
PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DI LAHAN KERING PADA KELOMPOK TANI PEREMPUAN SION MELALUI PENERAPAN PEKARANGAN LESTARI Sipayung, Boanerges Putra; Tobing, Wilda Lumban; Bria, Deseriana; Ndua, Natalia Desy Djata; Kia, Kristoforus Wilson; Neonbeni, Eduardus Yosef; Tefa, Azor Yulianus; Kadju, Fransiskus Yulius Dhewa; Pardosi, Lukas; Adu, Risna Erni Yati
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11117

Abstract

Kelompok tani Perempuan Sion aktif dalam kegiatan bercocok tanam di lahan kering. Namun terdapat kesulitan dalam mengelola lahannya. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan ketahanan pangan kelompok tani Perempuan Sion melalui penerapan pekarangan lestari. Pelaksanaan dilakukan melalui sistem learning by doing dengan sosialisasi dan demonstrasi yang melibatkan kelompok tani Perempuan Sion dan mahasiswa sebagai implementasi MBKM. Kegiatan berlangsung dengan durasi 3 (tiga) bulan mulai dari Juli – September 2022. Tahapan kegiatan dimulai dari persiapan lahan, pembuatan pupuk bokashi berbahan dasar limbah dan kotoran ayam, persemaian benih pakcoy, pemupukan, penanaman, perawatan tanaman, dan pemanenan. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian, kelompok tani Perempuan Sion mampu mengubah limbah menjadi bokashi, mampu mengelola lahan kering sebagai lahan pertanian yang lebih efektif dan efisien baik secara waktu dan tenaga, serta mampu meningkatkan ketahanan pangan.
PENINGKATAN PEMAHAMAN NAHWU MELALUI METODE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DI PONDOK PESANTREN AR-RAOUDOTUSSIBYAN CIHANJAWAR Jamaludin, Muhammad Jamjam; Fajar, Ahmad
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10275

Abstract

Kaidah ilmu nahwu merupakan ilmu yang mengkaji tentang perubahan akhir kalimat sehingga tatanan bahasa akan menentukan benar atau salah sebuah bacaan. Masalah dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah santri belum memahami kaidah ilmu nahwu, faktor yang mempengaruhinya ialah santri itu sendiri yang kurang memperhatikan penjelasan seorang guru sehingga santri tidak ada motivasi untuk belajar ilmu nahwu. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) yang merupakan pengabdian yang dilakukan dalam tiga tahap; riset, aksi, dan partisipasi dengan masyarakat. Peningkatan pemahaman nahwu merupakan alat untuk membantu santri dalam aspek membaca dan menulis bahasa Arab. Melalui metode TGT dapat meningkatkan kemampuan santri dalam mempelajari ilmu nahwu, dengan alasan bahwa pembelajaran menggunakan metode TGT dapat motivasi santri sehingga santri mendapatkan daya tarik untuk terus menerus belajar kaidah ilmu nahwu. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu santri dalam peningkatan pemahaman nahwu. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam penggunaan metode TGT terdapat peningkatan pemahaman nahwu pada temuan awal yang kriteria baik 20% menjadi 26%, kriteria cukup 34% menjadi 54%, dan kriteria kurang baik 46% menjadi 20%.
PELATIHAN PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEBAGAI TAMAN GIZI KELUARGA UNTUK MENCEGAH RESIKO STUNTING MASYARAKAT KELURAHAN LAYANA INDAH KECAMATAN MANTIKULORE PALU Laenggeng, Abd. Hakim; Setyorini, Dwi; Sabran, Moh.
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.12021

Abstract

Indonesia sebagai Negara ke tiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia dengan prevelensi 24,4%. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi dan mencegah stunting dengan cara meningkatkan asupan gizi bagi keluarga. Peningkatan tersebut dapat dilakukan dengan mengkonsumsi sayur dan buah. Masyarakat dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk meningkatkan gizi keluarga. Kegiatan program pengabidan kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat mengenai dampak stunting dan cara mengelolah tanaman TOGA di pekarangan rumah. Program pengabdian ini dilakukan selama 3 bulan. Kegiatan ini dilaksanakan di RT 19 Desa Wintu Kelurahan Layana Indah Kota Palu Sulawesi Tengah. Tahapan pertama persiapan, pelaksana kegiatan dan pasca kegiatan. Saat penyuluhan, peserta aktif bertanya terkait materi yang disampaikan. Semua peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan penyuluhan dengan aktif dalam diskusi. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari Kepala Kelurahan, Ketua RW, Ketua RT 19 dan masyarakat. Diakhir acara, tim pengabdi dan peserta kegiatan berikrar untuk melakukan pencegahan stunting. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan cara menanam berbagai macam tanaman sayur dan buah-buahan. Kegiatan pengabdian diakhiri dengan kunjungan tim penyuluh ke lapangan/kebun percontohan yang digarap bersama masyarakat. Selain itu, dilakukan pembagian berbagai macam bibit tanaman kepada seluruh masyarakat yang diperoleh dari Dinas Perkebunan Kota Palu. Pengabdian masyarakat ini perlu dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait tumbuh kembang anak sehingga bias mencegah terjadinya stunting.  
PEMANFAATAN BIODIVERSITAS TANAMAN HIAS SEBAGAI PELUANG GREENPRENEURSHIP BERBASIS EDUKASI DI DESA TUTUR KABUPATEN PASURUAN Sulistyawati, Sulistyawati; Purnamasari, Retno Tri; Wahyuni, Hari
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11773

Abstract

Keragaman biodiversitas yang dimiliki negara Indonesia cukup tinggi, khususnya tanaman. Banyak orang tidak paham tentang tanaman yang ada disekelilingnya. Dried flower merupakan suatu hasil dimana mempublikasikan biodiversitas tanaman kepada kalayak umum. Output yang dihasilkan berupa kreasi bunga serta tanaman kering yang dimodifikasi dengan barang kerajinan antara lain gantungan kunci, pembatas buku, lukisan, dan masih beragam lainnya. Dried Flower menguraikan terkait identifikasi tumbuhan, meliputi nama lokal, nama ilmiah, serta fungsinya dengan demikian menjadi sarana edukasi. Selain itu Dried Flower mempunyai keistimewaan dalam kreasi dan konservasi. Hasil survei lokasi di Dusun Kadipaten, Desa Tutur Kabupaten Pasuruan terdapat banyak limbah bunga potong dari seleksi bonga potong yang tidak layak untuk dijual, sehingga masyarakat hanya membuangnya. Formasi sampah bermanfaat untuk menghasilkan output yang mempunyai nilai ekonomis dan berpotensi dimanfaatkan dengan lebih baik. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan dried flower program berjalan lancar dan semua peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan dan antusias untuk bertanya dan diskusi. Harapanya dari kegiatan ini pelaku usaha bunga potong dapat mengembangkan usaha pembuatan bunga potong agar mendapatkan tambahan income. kegiatan ini menurut kami sangat memberikan dampak positif untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan. Sedangkan jika dilihat dari aspek keuntungan pengabdian masyarakat ini juga memanfaatkan potensi lokal untuk menambah income pelaku usaha bunga potong sebagai tambahan pendapatan saat sedang terjadi pandemi covid 19.
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI JAGUNG BERBASIS REKOMENDASI TEKNIS BUDIDAYA Nurahman, Ivan Sayid; Setiawan, Iwan; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10739

Abstract

Produktivitas jagung saat ini masih rendah yang disebabkan oleh belum optimalnya penerapan teknologi budidaya yang sesuai rekomendasi teknis. Padahal potensi pengembangan jagung untuk kesejahteraan petani sangat terbuka luas, mengingat multifungsi jagung sebagai pangan, pakan, dan bioenergi. Kabupaten Ciamis sebagai daerah sentra peternakan tentunya selalu membutuhkan jagung untuk bahan baku pakan. Artinya, petani perlu merubah kebiasaan/perilaku dalam berusahatani jagung agar mampu meningkatkan produksi dan produktifitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dengan cara ceramah dan diskusi interaktif. Berdasarkan hasil observasi lapangan bahwa produksi dan produktifitas usahatani jagung masih rendah yang disebabkan oleh keterbatasan SDM petani yang masih menganut kepercayaan terhadap teknologi budidaya jagung yang diwariskan orang tua zaman dahulu.  Namun setelah kegiatan penyuluhan, petani mengetahui pentingnya menerapkan budidaya jagung sesuai rekomendasi teknis dan mau menerapkannya. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan ke depan petani mampu meningkatkan pendapatan usahatani jagung dengan perbaikan produksi melalui penerapan teknologi budidaya sesuai rekomendasi teknis. Kemauan petani untuk mengubah perilaku dalam budidaya jagung sesuai rekomendasi teknis merupakan faktor pendorong yang baik untuk pengembangan jagung dalam rangka peningkatan produksi dan produktifitas.
PENERAPAN 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, SHITSUKE) PADA PENGECORAN LOGAM IKM WINTOLO DI YOGYAKARTA Emaputra, Andrean; Minan, Nafi’ul; Astanti, Ririn Diar; Mawadati, Argaditia; Sekarjati, Kartinasari Ayuhikmatin; Wibowo, Agus Hindarto; Kustriyanto, Kelvin Febry; Amami, Ichza Nur; Ridho, Muhammad
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11475

Abstract

Lima S (5S) merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan kebersihan, keteraturan, dan kedisiplinan di lingkungan kerja. Terdapat kerja sama antara UPT Logam Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Yogyakarta, BKSTI Korwil 5 DIY, dan Prodi-Prodi Teknik Industri di DIY untuk meningkatkan kinerja IKM-IKM logam di Kota Yogyakarta. Salah satu IKM logam tersebut bernama IKM Wintolo yang terletak di Umbulharjo, DIY. Penataan alat-alat produksi di IKM Wintolo tersebut masih belum baik oleh karena itu IKM tersebut membutuhkan pelatihan dan penerapan 5S. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kecepatan produksi dari IKM tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan September-November 2022. Kegiatan ini dimulai dengan survai kondisi lingkungan kerja di IKM tersebut, pemberian materi tentang 5S, pemasangan rak dan labelnya di area kerja, serta penempatan barang-barang tersebut pada rak yang telah disediakan. Materi pelatihan dan rak penyimpanan barang dapat diterima dengan baik oleh IKM tersebut. IKM tersebut dapat melakukan aktivitas produksi dengan lebih cepat karena posisi alat-alat produksi sudah mudah ditemukan karena sudah memiliki tempat penyimpanan sendiri-sendiri. Kegiatan pelatihan dan penerapan 5S ini sangat bermanfaat bagi IKM tersebut karena dapat meningkatkan kecepatan proses produksi produk logam. Kolaborasi antara UPT Logam, BKSTI Korwil 5 DIY, dan prodi Teknik Industri dalam meningkatkan link and match di antara pelaku industri dan pelaku akademik sangat bermanfaat dalam memajukan IKM tersebut. Kegiatan kolaborasi seperti diharapkan dapat terus terjaga dan berlanjut demi kemajuan bersama antara pelaku industri dan pelaku akademik.
PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH REDUCE, REUSE, RECYCLE DI KOMPLEKS BINA LINDUNG RW 011, JATICEMPAKA, BEKASI Raja, Vera Nova Lumban; Juartini, Tini; Purnomo, Johny; Assidiq, Muhammad Nurhasan; Hadiwijaya, Syarif; Butarbutar, Florida
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10461

Abstract

Pemerintah kota Bekasi memiliki program pengelolaan sampah yang disosialisasikan dengan baik hingga tingkat kelurahan. Salah satu wilayah kelurahan di Kota Bekasi yang sudah menjalankan program pengelolaan sampah dengan baik berada di  Komplek Bina Lindungi RW 011, Jaticempaka, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Dan sudah terdapat Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle  (TPS3 R ) secara terpadu. Saat ini susunan tata letak fasilitas produksi pengolahan sampah di TPS3R masih belum beraturan. Pintu masuk dan pintu keluar hanya ada pada satu pintu, sehingga gerobak motor yang mengangkut sampah harus berjalan dengan rute bolak-balik, dijumpai beberapa barang yang berceceran dan  tidak diletakan  pada tempatnya. Perancangan tata letak fasilitas dibutuhkan guna mengoptimalkan proses produksi dan sistem pelayanan sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tempat Pengolahan Sampah merupakan salah satu fasilitas produksi yang saat ini gencar dibangun oleh pemerintah di beberapa daerah. Semua jenis sampah akan diproses sesuai manfaatnya di TPS3R, seperti sampah organik bisa diolah menjadi kompos, sampah non organik bisa didaur ulang, bahkan sampah plastik atau barang bekas masih bisa memiliki nilai ekonomis dengan cara dijual. Untuk pengolahan sampah organik menjadi kompos, tentunya membutuhkan beberapa mesin dan fasilitas produksi yang disusun dengan tata letak yang sesuai standar di TPS3R. Oleh karena itu, fasilitas produksi yang ada di TPS3R harus dirancang sesuai dengan standar, agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan tercapainya produktivitas  yang optimal.
PELATIHAN TERAPI PIJAT PUNGGUNG PADA IBU POSTPARTUM DI KAMPUNG ADAT KUTA TAMBAKSARI Purnamasari, Kurniati Devi; Fatimah, Siti; Hindiarti, Yudita Ingga
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11266

Abstract

Pemberian ASI eksklusif dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ASI tidak segera keluar pada hari pertama pasca melahirkan, ibu merasa ASI keluar sedikit, kesulitan bayi dalam menghisap, keadaan putting susu ibu dan pengaruh promosi susu pengganti ASI. Produksi ASI dapat ditingkatkan dengan metode farmakologi dan non farmakologi. Metode farmakologi dapat ditingkatkan dengan cara mengkonsumsi makanan atau obat untuk memperbanyak ASI, misalnya dengan pemanfaatan bahan alam sebagai sumber obat tradisional. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi ASI dengan metode non farmakologi yaitu dengan pijat punggung. Back massage juga merupakan salah satu metode yang bersifat non invasif. Pijat Punggung bertujuan untuk menstimulus hormon oksitosin yang dapat meningkatkan kelancaran ASI. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap Ibu postpartum guna meningkatkan angka ketercapaian ASI Ekslusif di Kampung Adat Kuta. Melakukan focus group discussion (FGD) dengan sasaran bidan, kader dan Ibu postpartum. Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan praktik bidan, kader dan ibu postpartum dalam upaya pemenuhan ASI Ekslusif. Metode pelaksanaan dengan metode ceramah, tanya jawab/ diskusi dan demonstrasi. Setelah dilakukan pelatihan, peserta melakukan back massage pada ibu postpartum selama 15 menit pada pagi dan sore dalam jangka waktu 3 hari didapatkan hasil back massage mampu meningkatkan ASI pada ibu postpartum.
PENDAMPINGAN KELOMPOK PETANI GARAM PULAU SABU, NTT DALAM PEMBUATAN TAMBAK GARAM Wanta, Kevin Cleary; Santoso, Herry; Witono, Judy Retti B.
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.10382

Abstract

Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah yang cocok digunakan untuk memproduksi garam. Hal ini tidak terlepas dari kondisi iklim dan geografis yang dimilikinya. Metode produksi garam yang dapat diaplikasikan adalah metode penguapan air laut dengan bantuan sinar matahari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu komunitas petani garam di Pulau Sabu dalam merancang, membangun, dan melakukan uji coba tambak garam. Hal ini dilakukan supaya petani garam dapat meningkatkan jumlah produksi garam di wilayah tersebut. Kegiatan ini berjalan melalui beberapa tahap, yaitu tahap persiapan (survei dan diskusi), tahap desain tambak, tahap pembangunan tambak, dan tahap tindak lanjut (pendampingan, uji coba, dan evaluasi). Secara umum, kegiatan ini berlangsung dengan baik meskipun terhalang dengan pandemi COVID-19. Komunitas petani garam di Pulau Sabu berhasil membangun tambak garam tersebut sesuai dengan desain yang telah dibuat. Namun, kegiatan pengabdian ini belum selesai karena apa yang dilakukan saat ini baru tahap awal. Ke depannya, kegiatan pengabdian dilanjutkan dengan fokus lain, seperti peningkatan kualitas garam, pengenalan teknologi tepat guna lainnya, hingga diversifikasi produk garam.