cover
Contact Name
Suyahman
Contact Email
suyahman.suyahman@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
suyahman.suyahman@yahoo.com
Editorial Address
Jl. Letjend. S. Humardani No. 1 Sukoharjo
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Civics Education And Social Science Journal (CESSJ)
ISSN : 26863162     EISSN : 26863170     DOI : http://dx.doi.org/10.32585/cessj
Core Subject : Education,
CIVICS EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) merupakan jurnal ilmiah berskala nasional yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Veteran Bangun Nusantara. CESSJ memiliki scope teori dan praktik pendidikan kewarganegaraan. CESSJ terbit 2 kali dalam setahun, yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 176 Documents
Analisis Yuridis terhadap Prinsip Kejelasan dan Kepastian Hukum dalam Peraturan Perundang-Undangan : Studi Kasus Uu No. 12 Tahun 2011 Sitorus, Hizkia; Manik , Ari Yohannes Setiawan; Ameytia Rizka Aulia; Desinta; Zahra Nur Aqila; Saragih, Rupma Riana; Herlinda; Ramsul Nababan; Maulana Ibrahim
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v6i2.6411

Abstract

Prinsip kejelasan hukum mengatakan bahwa standar hukum harus dirumuskan dengan cara yang jelas dan tidak ambigu. Ini penting untuk menghindari interpretasi yang berbeda, yang dapat menimbulkan keraguan bagi masyarakat. Ketika peraturan tidak jelas, orang atau organisasi yang mempengaruhi mungkin mengalami kesulitan untuk memahami hak dan kewajiban mereka, yang dapat menyebabkan pelanggaran hukum tanpa disadari. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan pendekatan literatur adalah metode penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam melalui analisis data yang berasal dari berbagai sumber literatur, seperti buku, jurnal, dokumen resmi, dan regulasi. Prinsip kejelasan dalam UU 12/2011 menuntut agar setiap peraturan memiliki tujuan yang jelas dan rumusan yang tidak menimbulkan ambiguitas. Namun seringkali, praktik penyusunan peraturan tidak memenuhi standar ini, yang mengakibatkan berbagai interpretasi di lapangan. Ketidakjelasan ini dapat mengganggu kepatuhan masyarakat terhadap hukum dan menimbulkan ketakutan.  
Peran Masyarakat dalam Mengatasi Rasa Nasionalisme sebagai dasar dari Moderasi Beragama demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia Setya, Rakha Putra; Zaenul Slam
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.3235

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan Peran Masyarakat dalam Mengatasi Rasa Nasionalisme sebagai dasar dari Moderasi Beragama demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif studi pustaka. Teknik pengumpulan data melalui studi komparasi melalui buku, jurnal, dan artikel-artikel yang ada di internet. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Indonesia yang berperan dalam mengatasi rasa nasionalisme di Indonesia. Analisis data penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu: pengenalan masalah, kasus dari masalah, dan upaya penanggulangan masalah. Hal ini terlihat dari: Dengan zaman yang berkembang dan sedang mengalami tahapan disintegrasi nasional menimbulkan kekhawatiran sejumlah masyarakat akan isu konflik-konflik yang ada. Salah satu penyebab utama konflik adalah beragamnya paham agama, multikultural, dan multietnis yang ada di Indonesia. Disintegrasi nasional juga salah satu ancaman yang sangat berbahaya dan dapat memecah belah sebuah bangsa karena merupakan salah satu aspek yang mengurangi rasa cinta tanah air kita sebagai dasar dari persatuan NKRI. Rasa Nasionalisme merupakan sikap yang paling utama dalam menanggulangi permasalahan moderasi beragama serta kerukunan yang ada di Indonesia.
TikTok Social Media Platform in Influencing Political Participation in Novice Voters at Christian Private High School 2 Medan: Platform Media Sosial TikTok dalam Mempengaruhi Partisipasi Politik pada Pemilih Pemula di SMA Swasta Nasrani 2 Medan fatimahazzahra; Hizkia Roland Prwyra Sitorus; Jacklyn Alona Br. Bangun; Triya Anggraini; Bayu Ardian Syahputra; Desriani Ronay Fiona Purba
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.5908

Abstract

Technological developments are growing very rapidly, especially in social media information technology. Social media users are also very busy, especially the Tiktok application. This social media has been widely used by generation Z and also political parties. Several political parties use the Tiktok application to conduct political campaigns. This research was carried out to see the influence of the Tiktok application on the political participation of beginner voters. This type of research is quantitative observational which was carried out at the Private Christian High School 2 Medan. The sample size is 30 teenagers or beginner voters in class XII in 1 class for the 2024/2025 academic year. This research found that 53% of respondents strongly agreed with using the TikTok social media platform to get information about political issues. TikTok plays an active role in influencing political participation among first-time voters. The percentage diagram results show that 50% of respondents voted that the social media platform TikTok was very effective in influencing their political participation in the 2024 election. Keywords: Political Information, Digital Literacy, Political Participation, New Voters, TikTok Platform.
Strategi Kpu Dalam Mengatasi Tindakan Golput Pada Perilaku Pemilih Pemula Dalam Pilkada Di Desa Sei Mencirim Kec. Sunggal. Kabupaten Deli Serdang 2024 Eka Mei Riska Sitepu; Aridho, Ahmad; Nelly Moria Hutapea; Halking
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.5963

Abstract

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kecamatan Sunggal, Desa Sei Mencirim kurang berhasil dalam menekan angka golput pada pemilihan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian publik untuk membuat strategi untuk menurunkan angka golput pada tahapan pemutakhiran daftar pemilih dan sosialisasi pemilihan. Penelitian ini bertujuan untuk  (1) menganalisa strategi dan penerapan strategi KPU Desa Sei Mencirim pada tahapan pemutakhiran daftar pemilih dalam mengurangi angka golput, (2) menganalisa strategi dan penerapan strategi KPU Desa Sei Mencirim pada tahapan sosialisasi pemilihan dalam mengurangi angka golput Tipe penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa hasil wawancara dengan informan baik dari penyelenggara maupun masyarakat, dokumen kepustakaan dan hasil penelitian ilmiah, Informan dipilih dengan sengaja (purposive). Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi kepustakaan.  Referensi Ayu, M. &. (2024). Edukasi Gemilut (Gerakan Pemilih Pemula Bebas Golput) . Jurnal Pengabdian Masyarakat. Estiasih, T. (2016). pemilih pemula dalam pemilu. Surabaya: ANRI. Jurdi, S. (2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Penguatan Institusi: Dari Kooptasi Rejim, Kemandirian dan Penguatan Etik Penyelenggara. Sulawesi Selatan: Electoral research. Mahi, H. M. (2010). Komunikasi Politik . Bandung : Simbiosa Rekatama Media . Miriam, B. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Nugraheni, E. Y. (2018). Partisipasi Politik Pemilih Pemula Pada Pemilihan Walikota Semarang Di Kota Semarang. Semarang: Integralistik. Adityananingsih, D. P. (2019). Strategi Komunikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk Meningkatkan Partisipasi Politik dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Gianyar. SINTESA: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 60-64. http://dx.doi.org/10.22225/sintesa.10.2.1531.60-64 Arianto, B. (2011). Analisis Penyebab Masyarakat Tidak Memilih dalam Pemilu. Jurnal Pemerintahaan,51-60.https://fisip.umrah.ac.id/wp content/uploads/2012/03/JURNALILMU-PEMERINTAHAN-BARU-KOREKSI last_57_66.pdf
Penerapan PjBL Berbantuan Media POPINDA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila di SD 2 Medini munggi ratna, yulinda; Much Arsyad Fardani; Nurul Hamim
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6544

Abstract

Hasil pengamatan secara langsung memberikan jawaban bahwa hasil belajar siswa dalam materi “Keberagaman Budaya” menunjukkan hasil yang belum optimal. Siswa sulit mendapati pemahaman pada topik dengan konsep abstrak jika hanya diberikan melalui metode ceramah atau hanya bersumber dari buku teks. Metode belajar yang kurang variatif dan media belajar interaktif yang minim digunakan. Media dan model belajar yang begitu-begitu saja menjadi akar masalah terhadap siswa yang pasif saat belajar. Maka dari itu, penelitian dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan model PjBL berbantuan media POPINDA (pop up book Indonesia) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dengan model Kemis dan McTaggart. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD 2 Medini berjumlah 24 siswa. Penelitan ini dilakukan 2 siklus dan setiap siklusnya dilakukan selama 3 pertemuan. Prasiklus menunjukkan angka 52. Pada siklus pertama, siswa mengalami kenaikan hasil belajar yaitu skor rata-rata 71. Setelah melakukan evaluasi dan refleksi, pada siklus kedua, siswa mengalami kenaikan dengan skor rata-rata 80,5. Hasil penelitian dari data dan obersvasi dapat diartikan bahwa model PjBL dengan dukungan media POPINDA (pop up book Indonesia) dengan pengukuran melalui tes hasil belajar meningkat pada siklus 1 (45.8%) dan siklus 2 (83.3%). Kata Kunci: Project Based Learning, Pop Up Book, Hasil Belajar
Penerapan TGT Berbantuan Media Ukaso untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Siswa SD 2 Medini Alfatikhah, Fadhilah; Fardani, Much Arsyad; Hamim, Nurul
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6545

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan pancasila siswa kelas III SD 2 Medini melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media ular tangga edukatif dengan kartu soal (Ukaso). Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas siswa dan keterampilan mengajar guru, serta evaluasi hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT berbantuan media UKASO dapat meningkatkan keterampilan mengajar guru, keaktifan siswa, dan hasil belajar Pendidikan pancasila. Persentase ketuntasan hasil belajar meningkat dari pra-siklus sebesar 5% menjadi 65% pada siklus I, dan mencapai 85% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa model pembelajaran TGT dengan media Ukaso dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keberagaman Indonesia di mata pelajaran pendidikan pancasila. Kata Kunci: Teams Games Tournament, media Ukaso, hasil belajar, Pendidikan pancasila.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berbantuan Media Smart Box Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila Cantika Ulfiana Putri; Fina Fakhriyah; Rizky Oktavian Saputra
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6583

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar belajar setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media smart box untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas III B SD 1 Barongan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas (PTK) dalam dua siklus pada pembelajaran Pendidikan Pancasila. Adapun tahapan penelitian: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik analisis data kuantitatif. Data kuantitatif berasal dari hasil post test, pilihan ganda pada setiap akhir siklus yang diperoleh dari hasil tes yang diberikan guru kepada peserta didik untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil belajar peserta didik. Data hasil belajar diukur melalui ketuntasan klasikal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada kondisi awal atau sebelum diberi tindakan terdapat 28 siswa (87,5%) yang belum tuntas belajar dan 4 orang (12,5%) yang tuntas belajar dengan nilai rata-rata 58. Hasil analisis data menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hasil belajar peserta didik, dengan ketuntasan klasikal mencapai 66% pada siklus I dan meningkat menjadi 84% pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media smart box dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila peserta didik kelas III B SD 1 Barongan. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif, Jigsaw, Media Smart Box  
Perkawinan Antarbudaya Dan Tantangan Kewargaan: Analisis Kritis atas Realitas Sosial di Kampung Lapua Usboko, Metri Gamelia; Labobar, Julianus; Malatuny, Yakob Godlif
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6726

Abstract

Pasangan lintas budaya di kampung Lapua menghadapi perbedaan nilai, tradisi, serta tekanan sosial, dan bagaimana hal ini berdampak pada pembentukan karakter warga negara yang toleran. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menggali data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap pasangan antarbudaya, tokoh adat, dan peran gereja setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan antarbudaya berpotensi memperkuat integrasi sosial dan menghidupkan nilai-nilai Pancasila, terutama sila Persatuan Indonesia. Namun, dinamika tribalisme dan dominasi budaya dalam rumah tangga dapat melemahkan harmoni jika tidak dikelola dengan bijak. Gereja terbukti memainkan peran strategis sebagai agen transformasi sosial melalui pendidikan nilai-nilai kasih, kesetaraan, dan toleransi. Kesimpulannya, perkawinan antarbudaya di Kampung Lapua menjadi laboratorium sosial bagi praktik hidup berbangsa yang menjunjung tinggi kebhinekaan, sekaligus memperlihatkan urgensi pembinaan kewarganegaraan sejak dari lingkup keluarga dalam membangun Indonesia yang inklusif dan damai dalam perbedaan.   Referensi  Abdelrahim, Y. (2022). Hofstede’s Cultural Dimensions Theory: Can Researchers Add More Cultural Dimensions? Lecture Notes in Networks and Systems, 319. https://doi.org/10.1007/978-3-030-85540-6_60 Alaguev, M. V. (2021). Entry into intercultural marriage: factors of spouse choice. National Psychological Journal, 41(1). https://doi.org/10.11621/npj.2021.0106 Almahdali, H., Milia, J., Pristiyanto, P., Juliardi, B., Patmawati, S. A., Riyanti, D., Baali, Y., Udaya, L. O. M. R. A., Rozikin, I., & Arman, Z. (2024). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah. Angelita, T., Lestari, S. M., Gultom, F., Agatha, C., Ramadhani, T., & Prasasti, T. I. (2024). Strategi Bimbingan dan Konseling untuk Penanaman Sikap Toleransi Antarbudaya pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Revolusioner, 8(5). Baumfield, V. M., & Cush, D. A. (2017). Religious education and identity formation: encountering religious and cultural diversity. In British Journal of Religious Education (Vol. 39, Issue 3). https://doi.org/10.1080/01416200.2017.1347377 Berry, J. W. (2008). Globalisation and acculturation. International Journal of Intercultural Relations, 32(4). https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2008.04.001 Candra, J. C. (2022). Preserving Cultural Identity in Intercultural Marriage Between Chinese Indonesian and Javanese Couple During Suharto Era. K@ta Kita, 10(1). https://doi.org/10.9744/katakita.10.1.114-123 Carpintero, R. (2024). Love Through Patience: A Contribution to the Kierkegaardian Discussion on the Spiritual Nature of Love Relationships. Religions, 15(11), 1372. Chin, C. (2021). Multiculturalism and nationalism: Models of belonging to diverse political community. Nations and Nationalism, 27(1). https://doi.org/10.1111/nana.12657 Clark, C. J., & Winegard, B. M. (2020). Tribalism in War and Peace: The Nature and Evolution of Ideological Epistemology and Its Significance for Modern Social Science. Psychological Inquiry, 31(1). https://doi.org/10.1080/1047840X.2020.1721233 Cova, B., & Cova, V. (2002). Tribal marketing: The tribalisation of society and its impact on the conduct of marketing. European Journal of Marketing, 36(5–6). https://doi.org/10.1108/03090560210423023 Djawas, M., & Nurzakia, N. (2019). Perkawinan Campuran di Kota Sabang (Studi terhadap Faktor dan Persepsi Masyarakat tentang Dampak Perkawinan Campuran). Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2(2), 307– 334. Doncheva, M. (2016). Intercultural Relationships in Marriage. New Knowledge Journal of Science, 5(1). Farida, M. C., & Christy, A. (2023). Pentingnya Landasan Keluarga Kristen Berdasarkan Perjanjian Baru Dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Remaja Kristen. Inculco Journal of Christian Education, 3(3). https://doi.org/10.59404/ijce.v3i3.168 Groves, K. S., Feyerherm, A., & Gu, M. (2015). Examining Cultural Intelligence and Cross-Cultural Negotiation Effectiveness. Journal of Management Education, 39(2). https://doi.org/10.1177/1052562914543273 Hui, B. P. H., Chen, S. X., Leung, C. M., & Berry, J. W. (2015). Facilitating adaptation and intercultural contact: The role of integration and multicultural ideology in dominant and non-dominant groups. International Journal of Intercultural Relations, 45. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2015.01.002 Jayantini, I. G. A. S. R., Sulatra, I. K., Andriyani, A. A. A. D., & Sharita, J. (2022). Acculturations in intercultural marriage families: The story from Denpasar City. Humanus, 21(1). Johannessen, Ø. L., & Skeie, G. (2019). The relationship between religious education and intercultural education. Intercultural Education, 30(3). https://doi.org/10.1080/14675986.2018.1540142 Khairuddin, A. (2018). Epistemologi Pendidikan Multikultural Di Indonesia. Ijtimaiyah, 2(1). Knoblauch, C. (2023). Cultural and Religious Diversity in Early Childhood Education Implications of Socialization and Education for the Geographies of Childhood. Religions, 14(4). https://doi.org/10.3390/rel14040555 Kurniawan, Y. F., & Purworini, D. (2019). Komunikasi Antar Budaya Dalam Pernikahan Jawa dan Cina (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Antar Budaya Dalam Proses Pernikahan Jawa dan Cina). Universitas Muhammadiyah Surakarta. Li, S., Shangguan, S., Shen, Y., & Yu, Y. (2023). Intercultural Communciation in the International Negotiation. BCP Education & Psychology, 8. https://doi.org/10.54691/bcpep.v8i.4308 Machette, A. T., & Ioana, A. (2023). In-Laws, Communication, and Other Frustrations: The Challenges of Intercultural Marriages. Interpersona, 17(1). https://doi.org/10.5964/ijpr.8047 Marisi, C. G., Prasetya, D. S. B., Lidya S, D., & Situmorang, R. (2021). Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.46445/jtki.v2i1.367 Miles, M. H. and M. B. (1992). Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia. Moriizumi, S. (2011). Exploring identity negotiations: An analysis of intercultural Japanese-US American families living in the United States. Journal of Family Communication, 11(2), 85–104. Nauck, B. (2001). Intercultural contact and intergenerational transmission in immigrant families. Journal of Cross-Cultural Psychology, 32(2).  Abdelrahim, Y. (2022). Hofstede’s Cultural Dimensions Theory: Can Researchers Add More Cultural Dimensions? Lecture Notes in Networks and Systems, 319. https://doi.org/10.1007/978-3-030-85540-6_60 Alaguev, M. V. (2021). Entry into intercultural marriage: factors of spouse choice. National Psychological Journal, 41(1). https://doi.org/10.11621/npj.2021.0106 Almahdali, H., Milia, J., Pristiyanto, P., Juliardi, B., Patmawati, S. A., Riyanti, D., Baali, Y., Udaya, L. O. M. R. A., Rozikin, I., & Arman, Z. (2024). Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah. Angelita, T., Lestari, S. M., Gultom, F., Agatha, C., Ramadhani, T., & Prasasti, T. I. (2024). Strategi Bimbingan dan Konseling untuk Penanaman Sikap Toleransi Antarbudaya pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Revolusioner, 8(5). Baumfield, V. M., & Cush, D. A. (2017). Religious education and identity formation: encountering religious and cultural diversity. In British Journal of Religious Education (Vol. 39, Issue 3). https://doi.org/10.1080/01416200.2017.1347377 Berry, J. W. (2008). Globalisation and acculturation. International Journal of Intercultural Relations, 32(4). https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2008.04.001 Candra, J. C. (2022). Preserving Cultural Identity in Intercultural Marriage Between Chinese Indonesian and Javanese Couple During Suharto Era. K@ta Kita, 10(1). https://doi.org/10.9744/katakita.10.1.114-123 Carpintero, R. (2024). Love Through Patience: A Contribution to the Kierkegaardian Discussion on the Spiritual Nature of Love Relationships. Religions, 15(11), 1372. Chin, C. (2021). Multiculturalism and nationalism: Models of belonging to diverse political community. Nations and Nationalism, 27(1). https://doi.org/10.1111/nana.12657 Clark, C. J., & Winegard, B. M. (2020). Tribalism in War and Peace: The Nature and Evolution of Ideological Epistemology and Its Significance for Modern Social Science. Psychological Inquiry, 31(1). https://doi.org/10.1080/1047840X.2020.1721233 Cova, B., & Cova, V. (2002). Tribal marketing: The tribalisation of society and its impact on the conduct of marketing. European Journal of Marketing, 36(5–6). https://doi.org/10.1108/03090560210423023 Djawas, M., & Nurzakia, N. (2019). Perkawinan Campuran di Kota Sabang (Studi terhadap Faktor dan Persepsi Masyarakat tentang Dampak Perkawinan Campuran). Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam, 2(2), 307–334. Doncheva, M. (2016). Intercultural Relationships in Marriage. New Knowledge Journal of Science, 5(1). Farida, M. C., & Christy, A. (2023). Pentingnya Landasan Keluarga Kristen Berdasarkan Perjanjian Baru Dalam Membentuk Kecerdasan Spiritual Remaja Kristen. Inculco Journal of Christian Education, 3(3). https://doi.org/10.59404/ijce.v3i3.168 Groves, K. S., Feyerherm, A., & Gu, M. (2015). Examining Cultural Intelligence and Cross-Cultural Negotiation Effectiveness. Journal of Management Education, 39(2). https://doi.org/10.1177/1052562914543273 Hui, B. P. H., Chen, S. X., Leung, C. M., & Berry, J. W. (2015). Facilitating adaptation and intercultural contact: The role of integration and multicultural ideology in dominant and non-dominant groups. International Journal of Intercultural Relations, 45. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2015.01.002 Jayantini, I. G. A. S. R., Sulatra, I. K., Andriyani, A. A. A. D., & Sharita, J. (2022). Acculturations in intercultural marriage families: The story from Denpasar City. Humanus, 21(1). Johannessen, Ø. L., & Skeie, G. (2019). The relationship between religious education and intercultural education. Intercultural Education, 30(3). https://doi.org/10.1080/14675986.2018.1540142 Khairuddin, A. (2018). Epistemologi Pendidikan Multikultural Di Indonesia. Ijtimaiyah, 2(1). Knoblauch, C. (2023). Cultural and Religious Diversity in Early Childhood Education Implications of Socialization and Education for the Geographies of Childhood. Religions, 14(4). https://doi.org/10.3390/rel14040555 Kurniawan, Y. F., & Purworini, D. (2019). Komunikasi Antar Budaya Dalam Pernikahan Jawa dan Cina (Studi Deskriptif Kualitatif Komunikasi Antar Budaya Dalam Proses Pernikahan Jawa dan Cina). Universitas Muhammadiyah Surakarta. Li, S., Shangguan, S., Shen, Y., & Yu, Y. (2023). Intercultural Communciation in the International Negotiation. BCP Education & Psychology, 8. https://doi.org/10.54691/bcpep.v8i.4308 Machette, A. T., & Ioana, A. (2023). In-Laws, Communication, and Other Frustrations: The Challenges of Intercultural Marriages. Interpersona, 17(1). https://doi.org/10.5964/ijpr.8047 Marisi, C. G., Prasetya, D. S. B., Lidya S, D., & Situmorang, R. (2021). Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.46445/jtki.v2i1.367 Miles, M. H. and M. B. (1992). Analisis Data Kualitatif. Universitas Indonesia. Moriizumi, S. (2011). Exploring identity negotiations: An analysis of intercultural Japanese-US American families living in the United States. Journal of Family Communication, 11(2), 85–104. Nauck, B. (2001). Intercultural contact and intergenerational transmission in immigrant families. Journal of Cross-Cultural Psychology, 32(2). https://doi.org/10.1177/0022022101032002004 Oyedeji, B. (2017). Managing Tribalism within Nigeria’s Democratic Challenges. Modern Applied Science, 11(11). https://doi.org/10.5539/mas.v11n11p49 Rasjid, A. R., Putri, D. S., Nona, N., Putri, C. T., Gatji, K., Amelia, P., Heriyanti, H., & Yinata, S. S. (2024). Pengembangan sikap positif dalam kesadaran sosial untuk membangun kohesi Di Masyarakat. Aksiologi: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial. Rodríguez García, D. (2006). Mixed marriages and transnational families in the intercultural context: A case study of African-Spanish couples in Catalonia. Journal of Ethnic and Migration Studies, 32(3). https://doi.org/10.1080/13691830600555186 Sholahuddin, A., & Sukowati, P. (2024). Customary Marriage Culture of the Gampong Iboih Community: Study of Social Change in Interracial Marriages in Suka Makmue District, Sabang City, Aceh Province. International Journal of Research in Social Science and Humanities (IJRSS) ISSN: 2582-6220, DOI: 10.47505/IJRSS, 5(7), 47–67. Silva, L. C., Campbell, K., & Wright, D. W. (2012). Intercultural relationships: Entry, adjustment, and cultural negotiations. Journal of Comparative Family Studies, 43(6). https://doi.org/10.3138/jcfs.43.6.857  
Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Strategi Penanggulangannya: Perspektif Hukum Nasional dan HAM Irnawati; sukoco, sukoco; Irdyansah, Andry
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6958

Abstract

Perdagangan orang merupakan salah satu bentuk kejahatan transnasional terorganisir yang paling serius dan kompleks di abad ke-21. Kejahatan ini melibatkan praktik eksploitasi yang melanggar hak asasi manusia (HAM) secara sistemik, termasuk eksploitasi seksual, kerja paksa, perbudakan modern, hingga perdagangan organ tubuh. Sebagai negara yang memiliki posisi strategis secara geografis, Indonesia menjadi salah satu negara sumber, transit, dan tujuan dalam jaringan perdagangan orang. Negara telah merespons fenomena ini dengan menerbitkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, serta membentuk gugus tugas nasional untuk mengoordinasikan upaya pencegahan dan penanganan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tindak pidana perdagangan orang serta menganalisis strategi penanggulangannya dari perspektif hukum nasional dan HAM, guna menilai efektivitas perlindungan terhadap korban dan keberhasilan penindakan terhadap pelaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, yakni mengkaji regulasi, dokumen resmi, serta literatur yang relevan dengan isu perdagangan orang. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah memiliki kerangka hukum yang relatif komprehensif, implementasi di lapangan masih menghadapi berbagai kendala. Di antaranya adalah lemahnya kapasitas aparat penegak hukum, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat, kurangnya perlindungan dan pemulihan bagi korban, serta koordinasi yang belum optimal antarinstansi. Selain itu, tantangan global seperti digitalisasi dan migrasi ilegal turut memperluas modus operandi perdagangan orang yang sulit terdeteksi. Diperlukan pendekatan penanggulangan yang bersifat holistik dan berbasis HAM, yang mencakup langkah-langkah preventif, represif, dan rehabilitatif secara berimbang. Kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat sipil, lembaga internasional, dan media massa menjadi kunci dalam menciptakan sistem perlindungan yang efektif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanggulangan perdagangan orang tidak hanya menjadi tugas negara semata, tetapi merupakan tanggung jawab kolektif untuk menjunjung tinggi martabat kemanusiaan. Referensi  Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Lembaran Negara RI Tahun 2007 No. 58. Indonesia. (2002). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana telah diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014. Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. United Nations. (2000). Protocol to Prevent, Suppress and Punish Trafficking in Persons, Especially Women and Children, supplementing the United Nations Convention against Transnational Organized Crime (Palermo Protocol). Komnas Perempuan. (2021). Catatan Tahunan (CATAHU) Tentang Kekerasan terhadap Perempuan. Jakarta: Komnas Perempuan. Lestari, W. (2021). Hukum Pidana Internasional dan Penegakan Hukum Tindak Pidana Perdagangan Orang. Yogyakarta: Deepublish. Subekti, R. (2020). Perdagangan Orang di Indonesia: Kajian Hukum dan Praktik Penanggulangannya. Bandung: Refika Aditama. Komnas HAM. (2019). Pedoman Penanganan Kasus TPPO Berbasis HAM. Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia. Surya, R. (2018). Hak Asasi Manusia: Teori, Instrumen dan Implementasi. Malang: Setara Press. IOM Indonesia. (2022). Laporan Tahunan Penanganan Korban Perdagangan Orang. Jakarta: International Organization for Migration Nurhayati, S. (2020). “Strategi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang di Wilayah Perbatasan”. Jurnal Hukum dan HAM, Vol. 11(2), 145–160. Aziza, N. (2019). “Pendekatan HAM dalam Perlindungan Korban TPPO”. Jurnal Perlindungan Perempuan dan Anak, Vol. 5(1), 22–34. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Protokol Palermo, 2000. Komnas Perempuan. (2023). Catatan Tahunan Kekerasan terhadap Perempuan. IOM Indonesia. (2021). Trafficking in Persons in Indonesia: Challenges and Response Strategies. Harkrisnowo, Harkristuti. (2010). Perdagangan Orang dalam Perspektif HAM. Jakarta: UI Press. UNODC. (2020). Global Report on Trafficking in Persons.
Strategi Yayasan Sahabat Kapas Dalam Membantu Anak Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Guna Memperoleh Hak Advokasi Sosial Oktavia, Nur Sifa; Rima Vien Permata; Anis Suryaningsih
Civics Education and Social Science Journal (CESSJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/cessj.v7i1.6796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis strategi Yayasan Sahabat Kapas dalam mendampingi anak pelaku tindak pidana kekerasan seksual untuk memperoleh hak advokasi sosial, dan (2) menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam membantu anak-anak tersebut memperoleh hak advokasi sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data meliputi informan (pengelola relawan anak, pengelola kampanye remaja, dan relawan reguler) serta dokumen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan metode pengumpulan data terdiri dari wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, strategi yang diterapkan meliputi pendampingan rehabilitasi psikososial di dalam lembaga pemasyarakatan, layanan konseling dan berbagi secara daring, serta promosi hak-hak anak melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan. Setiap kegiatan dirancang sesuai kebutuhan individu anak, menggunakan metode yang ramah anak dan komunikasi yang efektif, dengan memperhatikan prinsip perlindungan, keadilan, dan non-diskriminasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Kedua, beberapa hambatan utama yang diidentifikasi antara lain proses birokrasi yang kompleks, keterbatasan sumber daya manusia, dan stigma negatif dari masyarakat terhadap anak yang pernah berhadapan dengan hukum. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga terkait dan peningkatan edukasi masyarakat untuk mendukung reintegrasi sosial anak. Referensi